Home Blog Page 1360

“KIPA ILAKES”, Di Event Porprov VII Jatim 2022 Kota Malang Jadi Runner Up, Dengan Total Perolehan 486 Point

MALANG RAYA – KONI Kota Malang mengakhiri Porprov VII Jatim 2022 dengan menjadi runner-up. Hal ini sekaligus menutup target di ajang olahraga dua tahunan tersebut.
Hasil akhir dari Porprov VII Jatim, Kota Malang meraih poin 486. Jumlah itu berasal dari perolehan 70 emas, 67 perak, dan 72 perunggu.
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, hasil yang didapat ini tak lepas dari kerja keras seluruh atlet dan pengurus. Tak lupa juga berkat dukungan semua pihak, termasuk seluruh masyarakat Kota Malang.

“Tentu saya bersyukur dan bangga dengan apa yang sudah diraih atlet Kota Malang. Sehingga bisa penuhi target dan perolehan medali,” ujar Eddy Pada awak media, Senin (4/7).

Eddy menambahkan, ada cabor dance sport yang meraih 15 medali emas. Raihan itu termasuk penyumbang terbanyak selain renang.

“Meskipun begitu ada cabor yang gagal, seperti sepak bola putra dan putri, kemudian karate, dan bulutangkis. Tapi Alhamdulillah ada cabor baru yang bisa menutup cabor lain yang gagal itu, seperti sambo dan binaraga,” lanjutnya.

Setelah ini, KONI akan berkoordinasi dengan Pemkot Malang untuk memberi apresiasi berupa reward kepada para atlet. Besaran reward itu masih dikoordinasikan dengan Wali Kota Malang, Sutiaji.

“Pasti kalau reward itu karena sebagai apresiasi. Tapi kami masih tunggu koordinasi dengan Wali Kota Malang,” urainya singkat.(robhin)

Mempererat Persaudaraan, Club Mobil “SCCI” Kopdar Di Wana Wisata Sumber Jenon

MALANG RAYA – 3 Juli 2022
Club mobil identik dengan pemuda yang menyukai otomotif. SCCI (suzuki carry Indonesia) adalah salah satu club mobil carry yang ada di Indonesia sejak tahun 2011.

SCCI dari korwil Utara Malang raya hadir di wisata sumber jenon dengan 50 anggota dalam acara kopdar. Mobil yang dipakai mulai dari jenis mobil lampu bulat tahun 1977 sampai dengan ultra tahun 2020.

Anggota SCCI yang hadir berasal dari berbagai wilayah yakni Donomulyo, Bantur, wilayah Malang timur, Malang Utara dan Malang Raya itu sendiri. Kata “Sukur anggota club.

Sukur juga mengatakan dia mengikuti club mobil ini selain menyukai otomotif dia juga senang dengan persaudaraan serta silaturahmi yang diadakan setiap bulan SCCI kopdar., “Imbuhnya

Motto “semoga semakin solid dan sukses dalam menjalin persaudaraan guyup rukun selawase” merupakan pedoman anggota SCCI.

Kita hadir disini terkait kopdar untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman anggota club, kita mengadakan kopdar tiap bulan dan anggota yang hadir boleh darimana saja” kata wakil ketua yakni Maryanto.

Mobil yang dipilih suzuki Carry karena merupakan mobil antik yang tahan banting serta irit bahan bakar. Suzuky Carry mudah dimodifikasi selain itu juga mobil tua yang mampu melesat hingga 120 km per jam di area lapang, “Imbuhnya. (Genes)

Sosialisasikan Budaya Tertib Berlalulintas, Polres Lamongan Gandeng Forkopimda

LAMONGAN – Banyaknya pelanggaran yang tertangkap kamera CCTV e-tilang membuat Polres Lamongan bersama Pemkab Lamongan melakukan pembinaan dan penyuluhan dalam memberikan edukasi terkait keamanan dan keselamatan kepada masyarakat menuju budaya tertib berlalulintas.

Seperti pada momen akhir pekan kemarin,Minggu (3/7) di Alun-alun Kota Lamongan dimanfaatkan oleh Polres Lamongan untuk mengkampanyekan pentingnya tertib berlalu lintas.

Wabup Lamongan Abdul Rouf menyebutkan perihal penyuluhan ini sangat penting, karena melalui sosialisasi ini masyarakat diharapkan semakin memahami aturan dalam berkendara.

“Aturan itu sebenarnya untuk menjaga keamanan dari masyarakat itu sendiri. mengenakan helm misalnya, jelas untuk menjaga keselamatan dari pengendara itu sendiri. Termasuk anjuran berkendara motor menggunakan sepatu, ini anjuran supaya ada keamanan disitu,” terang Abdul Rouf.

Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana yang didampingi Dandim 0812/Lamongan Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf mengungkapkan, dari jumlah rasio kendaraan di Kabupaten Lamongan, jumlah pelanggaran dalam berkendara masih dalam kategori wajar.

Meski demikian pihaknya terus mengantisipasi sehingga tidak terjadi kenaikan pelanggaran, salah satunya melalui pembinaan dan penyuluhan ini.

“Mulai minggu ini kita gencarkan sosialisasi tertib berlalu lintas, menyasar sekolah-sekolah mulai jenjang SD hingga SMA / sederajat,”ungkap AKBP Miko.

Kegiatan ini juga turut dimeriahkan tari boranan hingga atraksi penampilan Pocil (Polisi Cilik) dari SD Bhayangkari Lamongan serta dilanjutkan safety riding dan pelayanan terpadu lalu lintas (SIM dan Samsat Keliling) oleh Polres Lamongan.

Masyarakat yang menikmati weekend sembari berwisata di lokasi, terlihat antusias dengan kegiatan yang digelar oleh Polres Lamongan bersama Pemkab Lamongan ini. (Team)

DPP AJMII Mengutuk Keras Dugaan Tindakan Premanisme, Pengeroyokan, Dan Penganiayaan yang Menimpa Jurnalis IndoGlobe News

KOTA CIMAHI – Minggu,3 Juli 2022 – Biro Hukum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Media Independen Indonesia (DPP AJMII), Eko Wijaya, S.H., M.H., mengutuk keras tindakan premanisme, pengeroyokan, dan penganiyaan yang menimpa Roby Andrean, jurnalis IndoGlobe News yang dilakukan oleh oknum perangkat desa dan Kepala Desa (Kades) Mekarwangi, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 2 Juli 2022 kemarin.

“Saya selaku Biro Hukum DPP AJMI dan sekaligus berprofesi sebagai pengacara mengutuk dengan keras tindakan premanisme, pengeroyokan, dan penganiyaan yang menimpa rekan kami Roby Andrean yang merupakan anggota AJMII. Saya sangat perihatin jika ada oknum Kades beserta jajarannya melakukan tindakan tersebut. Seharusnya sebagai Kades yang menjadi pimpinan di desa bisa memberikan contoh yang baik atau memanggil rekan kami ke kantor desa perihal klarifikasi terkait proyek pengerjaan pengecoran jalan di Desa Mekarwangi tersebut,” ungkap Eko Wijaya, S.H., M.H.

Menurut Eko, dalam menjalankan profesinya, seorang jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan memiliki Kode Etik Jurnalistik.

“Seharusnya oknum Kades tersebut memberikan hak jawabnya, bukan malah melakukan gaya-gaya premanisme, penyerangan, pengeroyokan, dan penganiyaan kepada seorang wartawan atau jurnalis. Hal ini tentu saja sangat melukai rekan-rekan jurnalis dan sangat merendahkan harkat dan martabat profesi jurnalis,” ujar Eko
dengan nada geram.

Pengacara yang aktif sebagai Biro Hukum DPP AJMII tersebut berharap agar hal tersebut tidak menimpa para jurnalis dan tidak terulang kembali di kemudian hari. Menurut Eko, oknum Kades beserta oknum aparat desa yang melakukan tindakan premanisme tersebut harus di proses hukum dan dilanjutkan ke proses pidana dengan membuat pelaporan ke Polres Subang atas dugaan tindak pidana Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, Pasal 335 KUHP, dan Pasal 406 KUHP, serta harus diproses sampai dengan putusan pengadilan agar menjadi pelajaran bagi siapa pun yang menghina profesi jurnalis.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPP AJMII yang Mengecam Keras Tindakan Pengeroyokan Terhadap Anggotanya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Media Independen Indonesia (DPP AJMII) Achmad Syafei turut mengecam keras dan Prihatin atas dugaan tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang terhadap seorang jurnalis IndoGlobe News, Roby Andrean yang terjadi pada Sabtu, 2 Juli 2022 kemarin.

“Saya sangat menyesalkan terjadinya dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum aparatur Desa Mekarwangi dibantu oleh oknum Ketua LSM terhadap Roby Andrean, salah seorang wartawan IndoGlobe News. Perlu kami sampaikan bahwa saudara Roby Andrean merupakan anggota Keluarga Besar Aliansi Jurnalis Media Independen Indonesia (AJMII),” ungkap Achmad.

Menurut Ketua Umum DPP AJMII, perbuatan yang dilakukan oleh kedua oknum tersebut sudah mencederai Undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 170 ayat (1), Pasal 406 ayat (1), serta Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik.

“Saya berharap aparat penegak hukum dapat melaksanakan tugasnya secara profesional agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi di tempat lain. Khususnya kepada rekan-rekan jurnalis yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya,seyogianya sekalian diusut pengerjaan proyek pengecoran jalan yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa pengeroyokan tersebut karena terindikasi adanya penyimpangan sehingga tidak ingin di konfirmasi oleh awak media,” pungkas Achmad.

Kronologi Peristiwa Pengeroyokan
Peristiwa dugaan terjadinya pengeroyokan tersebut bermula dari pesan melalui chat di WhatsApp Grup “WARTAWAN AJMII” yang disampaikan korban atau saudara Roby Andrean pada Sabtu (02/07/2011) sekitar pukul 17.29 WIB. Dalam chat tersebut korban menyampaikan keluhannya terkait peristiwa yang menimpanya saat meliput sebuah berita di Desa Mekarwangi, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang.

“Ijin Bang, Saya di keroyok segerombolan oknum aparatur desa.Ingin konfir, tiba tiba Lurah dan anak buahnya mengeroyok saya,” ungkap Roby Andrean.

Hal tersebut tentunya menjadi perhatian dan perbincangan hangat para jurnalis yang menjadi anggota WhatsApp Grup “WARTAWAN AJMII”, termasuk Ketua Umum DPP AJMII, Achmad Syafei. Semua jurnalis pun akhirnya mencari informasi lebih jauh terhadap kronologi kejadian yang dialami.
Menurut jurnalis IndoGlobe News, Roby Andrean peristiwa tersebut diawali ketika dirinya dan beberapa rekan jurnalis lainnya berniat menjalankan profesinya sebagai seorang jurnalis ingin meliput kegiatan pembangunan jalan desa di Desa Mekarwangi, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang. Dari pengamatannya, pengecoran beton jalan desa tersebut terdapat indikasi terjadi kecurangan. Oleh sebab itu dia berniat untuk menemui kepala desa untuk meminta konfirmasi, mengapa pekerjaan tersebut tidak ada pemadatan dan tidak menggunakan stum? Apakah RAB-nya seperti itu? Namun, tindakan tersebut justru membuat kepala desa marah dan tidak terima sehingga terjadilah upaya pengeroyokan.

“Kenapa rekan-rekan saya ketika konfirmasi, setelah selesai, tiba tiba langsung mengeroyok saya dan mau memukul pake batu. Saya menghindari dari pengeroyokan tersebut. Saya masuk ke rumah. Oknum desa terus mengejar saya sambil merusak pintu rumah saya. Saya menjalankan tugas sesuai UU No. 40 tahun 199, lalu kenapa para oknum desa mengeroyok saya? Saya tidak menyimpang dari aturan dalam UU tersebut. Begitu singkat cerita nya,” ungkap Roby Andrean.

Lebih lanjut Roby menjelaskan bahwa oknum Kepala Desa Mekarwangi sempat mengejarnya sampai rumah sambil berteriak menyuruhnya keluar dengan nada keras. Bahkan, salah seorang oknum Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa yang seharusnya mengayomi masyarakat, justru mengintimidasi awak jurnalis dengan membawa minuman beralkohol, langsung merusak pintu rumah rumah korban.

“Singkat cerita, rekan-rekan pers telp kapolsek untuk menjemput/mengamankan saya dari pengeroyokan oknum aparat desa dan kades yang berteriak-teriak dengan nada keras.” jelas Roby.


  • Sumber berita: Siaran pers DPP AJMII

Bakornas GMDM Kabupaten Probolinggo Rapat koordinasi Menata Pengurus Dan Pemantapan Program Kerja

0

PROBOLINGGO – Pada hari minggu 03-07-2022 Bakornas Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) Kabupaten Probolinggo yang di pimpin oleh Anang Subowo, melakukan rapat konsolidasi di Sekretariat GMDM desa Condong.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus, anggota dan penasehat. Dalam rapat tersebut merumuskan program kerja dan penyegaran pengurus sebagai langkah-langkah dalam pencegahan melalui sosialisasi kepada generasi muda terutama di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Salah satu hasil rapat tersebut adalah GMDM akan melakukan Audiensi kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Probolinggo bersama Dinas-dinas terkait untuk pemberitahuan dan pemaparan program GMDM tahun 2022″ ujar Anang Subowo, dengan harapan Bakornas GMDM Kabupaten Probolinggo bisa bersinergi dan menjalin kemitraan serta dukungan dengan seluruh jajaran terkait untuk memberikan penyuluhan tentang P4GN yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyakahgunaan Peredaran Gelap Narkoba” tegasnya .

Menurut Purnawiran Kapten Abu Kuswari sebagai salah satu Pembina GMDM menyampaikan, berterima kasih bisa bergabung di organisasi relawan GMDM ini dan mudah mudahan GMDM bisa melaksanakan tugas dengan baik untuk memberikan penyuluhan dan pencerahan kepada semua masyarakat yang ada di Kabupaten Probolinggo khususnya sehingga tercipta Probolinggo yang BERSINAR artinya bersih dari Narkoba (wat)

Seorang Pria Inisial DA Ditemukan Gantung Diri Di Jembatan, Warga Wiyung Surabaya Gempar

SURABAYA – Petugas dari Polsek Wiyung dengan Unit Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengidentifikasi identitas pria yang ditemukan gantung diri di Jalan Wiyung Pratama, tepatnya di jembatan sekitar SMP Negeri 34 Surabaya, Minggu (3/7/2022) pagi.

Pria berinisial DA (23 tahun) itu adalah warga Jalan Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung.
Command Center Surabaya dalam keterangan tertulisnya mengatakan, seorang saksi yang berangkat ke sawah sempat melihat DA duduk sendirian di atas jembatan Minggu sekitar pukul 05.30 WIB.

“Tak lama berselang sekitar pukul 07.30 WIB saksi kembali dari sawah dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di jembatan dekat SMP Negeri 34 Surabaya,” mengutip keterangan tertulis tersebut.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas. Setibanya di lokasi petugas langsung melakukan evakuasi dari bawah jembatan dan mengidentifikasi korban.

Sekarang, jenazah DA ada di RSUD Dr. Soetomo.

Petugas yang berhasil mengidentifikasi identitas korban juga sudah menghubungi pihak keluarga.
Dalam keterangan tertulis disebutkan dugaan sementara motif korban gantung diri karena terlilit hutang.

Sebelumnya diberitakan Warga Wiyung digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang gantung diri.
Aiptu Rully Sat Intelkam Polsek Wiyung saat dihubungi Suara Surabaya mengatakan, petugas sempat mengalami kesulitan waktu mengevakuasi pria yang tergantung karena badannya gemuk. Sehingga, perlu melibatkan bantuan dari tim PMK untuk mengangkatnya.
Lebih lanjut, Aiptu Rully menjelaskan ciri-ciri korban yang ditemukan tergantung menggunakan tali tampar warna hijau.

“Ciri-cirinya memakai kaos hitam, celana jeans 3/4. Yang bersangkutan membawa motor Honda Supra warna biru plat nomor L 3753 QV helm silver,” Urainya singkat.
SUMBER : COMMAND CENTER SURABAYA (red)

Bakesbangpol Dan Anggota Fraksi PKB Dapil 3 Lakukan Giat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

BONDOWOSO – Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso dengan Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir bersama anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi PKB dapil 3, dalam sosialisasi wawasan kebangsaan yang diselenggarakan di Desa Mengok kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso sabtu (02/7/2022).

Di hadapan warga Desa Mengok, Ketua DPRD H Ahmad Dhafir mengajak masyarakat untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI harga mati, NU sebagai organisasi ormas islam terbesar di Indonesia memiliki andil besar terhadap NKRI. Kita sebagai generasi penerus harus meneruskan cita-cita para ulama, para pendiri bangsa untuk tetap menjaga NKRI,” tegas H. Ahmad Dhafir disela-sela acara sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Mengok.

Beliau menjelaskan, di era reformasi dan era digital saat ini  demokrasi memang harus tetap berjalan. Namun, penataan kehidupan Kebangsaan (berbangsa dan bernegara), harus berjalan di atas rel kesepakatan bersama, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan seloka Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila sebagai landasan idiil, menjadi dasar bagi memantapkan pemahaman konsepsi Wawasan Kebangsaan; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai landasan konstitusional yang merupakan sumber hukum tertinggi dari hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam rangka memperkokoh Wawasan Kebangsaan di era milenial yang serba digital ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Mengok. Khususnya dalam rangka mewujudkan kesatuan masyarakat Bondowoso yang solid dan kokoh.

Di tempat yang sama H. Tohari anggota DPRD Bondowoso menambahkan bahwa semangat persatuan dan kesatuan bangsa tetap harus di jaga. “Kita harus terus bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itu dimulai dari lingkup kecil dulu dari keluarga, RT, RW, lingkungan, desa/kelurahan kabupaten sampai Provinsi,” ungkapnya. Dia menjelaskan. Di era serba digital saat ini arus informasi susah disaring dan dibendung. “Kita mensosialisasikan kepada masyarakat agar benar-benar bijak menggunakan media sosial di era digital. Jangan sampai media sosial malah memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Harus tetap  memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa,” ujarnya.(Dar/Jun)

Pagelaran Wayang Kulit, Kapolri: Pelestarian Budaya Hingga Dekat dengan Masyarakat

JAKARTA – Mabes Polri menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit bertajuk ‘Semar M’bangun Kahyangan’ di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Sabtu 2 Juli 2022 malam. Acara ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan elemen bangsa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, kegiatan wayang kulit satu layar tiga dalang yang masih satu rangkaian dalam momentum HUT Bhayangkara ke-76 ini, juga wujud dari komitmen Polri untuk terus bisa dekat dan melebur bersama dengan masyarakat Indonesia.

“Dan yang paling penting adalah kegiatan kali ini menjadi bagian ikhtiar kita melaksanakan ulang tahun bersama-sama dengan masyarakat, dengan menonton wayang kulit lakonnya Semar m’bangun khayangan,” kata Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menekankan, pentas pewayangan ini merupakan salah satu warisan budaya dari sekian banyak yang ada di Indonesia yang harus terus dilestarikan. Karena didalamnya, banyak nasihat dan pesan-pesan positif yang disampaikan.

“Dimana kegiatan wayang kulit ini kita selenggarakan sebagai bagian dari upaya institusi Polri untuk terus mendorong kebudayaan-kebudayaan khususnya wayang kulit. Dan tentunya kita juga tetap mendorong kebudayaan lainnya yang ada di seluruh Indonesia,” ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Sigit menekankan, kegiatan pelestarian budaya juga diharapkan semakin meningkatkan sinergitas dan soliditas antara, Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat dalam menghadapi segala bentuk tantangan, permasalahan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.

Mengingat, dikatakan Sigit, untuk saat ini, seluruh negara maupun Indonesia sedang menghadapi situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Untuk di tingkat dunia, permasalahan yang dihadapi oleh seluruh negara yakni, mulai dari Pandemi Covid-19 hingga konflik Rusia dan Ukraina.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, sinergitas dan soliditas lintas elemen juga dibutuhkan untuk menghadapi agenda di tingkat nasional, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menurut Sigit, untuk menghadapi semua hal tersebut diperlukan kerjasama dari seluruh elemen. Tujuannya, agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta dapat melakukan perbaikan dari pengalaman yang sudah ada sebelumnya.

“Karena kita ingin bisa melewati situasi sulit ini dengan baik dan itu butuh soliditas, sinergitas antara Pemerintah, TNI, Polri dan seluruh masyarakat. Pada saat kita bersatu, maka kita bisa melalui seluruh masalah-masalah tersebut. Dan harapan kita, bisa menuju masyarakat yang unggul, ekonomi tumbuh dan kita terus menyongsong menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar eks Kapolda Banten ini.

Disisi lain, Sigit menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang selama ini telah berjuang bersama-sama di garis terdepan dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan di Indonesia. Ia berharap, kedepannya sinergitas dan soliditas yang sudah terbangun akan terus dioptimalkan.

“Sehingga semuanya bisa kita lalui dan Indonesia menjadi lebih baik, masyarakatnya sejahtera. Persatuan dan kesatuan kita jaga sebagai bagian dari kekayaan kita, menjaga keberagaman yang ada di Indonesia menjadi satu kekuatan. Dan itu adalah modal kita untuk bisa melompat maju bersama-sama menghadapi kompetisi kita dengan negara-negara lain,” tutup Sigit. (red)

Angkringan ” OPOSISI” Tempat Nongkrong Yang Nyaman Dan Ekonomis

JOMBANG -tempat nongkrong dan kongkow kongkow untuk ngopi dan sekedar silaturahmi dengan teman dan kerabat yang nyaman dan pelayanan yang baik ada di Angkringan Oposisi yang berada di Jl. Bypass Mojoagung Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang.

Angkringan oposisi ini dikelola suami istri Rosmia dan Budi, dengan menu andalan rawon kates dan nasi jagung serta beberapa Bakaran pentol sebagai makanan ringan, juga minuman hangat kopi, jahe dan macam macam minuman dingin seperti soda gembira dengan harga yang ekonomis.

” Menu andalannya ya rawon kates sama nasi jagung mas, ada juga Bakaran pentol untuk cemilannya, juga kopi, jahe dan es soda gembira juga aneka macam es jus sachet ” kata Rosmia.

Salah satu pelanggan sebut saja namanya bunga saat diwawancarai gempurnews.com mengatakan kalau tempatnya nyaman dan strategis juga menu yang ada enak dan ekonomis. ” lokasinya nyaman dan strategis Pak, menunya juga enak juga harganya pas dikantong ” kata bunga pelanggan yang setiap hari Minggu selalu datang.

Letaknya yang strategis di pinggir Jl. Bypass Mojoagung, angkringan ini buka setiap hari dari sore sampai malam untuk hari Minggu buka dari pagi karena banyak orang yang berolah raga untuk jalan jalan pagi dan gowes juga karena ada komunitas ibu ibu yang mengadakan senam. Harga yang diberikan untuk makanan serba 7.000, Bakaran pentol serba 1.000 dan minuman serba 3.000.

” Buka setiap hari mas dari sore hingga malam tapi hari Minggu bukanya mulai pagi, ya karena kalau Minggu ada komunitas senam juga banyak orang berolah raga kalau harga ekonomis mas, makanan 7.000, Bakaran pentol 1.000 minuman serba 3.000 ” jelas Rosmia yang istrinya Ketua Pemuda Pancasila PAC Mojoagung. ( Adi Facdiar Rizaini )

Kesembuhan PMK di Pasuruan 35 Persen, Polres Pasuruan Kota Terus Lakukan Pengecekan Mobilitas Hewan Ternak

KOTA PASURUAN – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Pasuruan mulai menurun dan sudah banyak hewan ternak yang terpapar PMK menunjukkan perkembangan yang positif kesembuhannya.

Namun demikian Pemkot Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota terus berupaya mencegah penyebarannya virus PMK ini dengan berbagai upaya termasuk pengawasan mobilitas hewan ternak yang keluar masuk Kota Pasuruan.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP R.Muhammad Jauhari melalui Kasi Humas Polres Pasuruan Kota IPTU Vita mengatakan, sesuai informasi dan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan sudah sepekan terakhir tidak ditemukan kasus baru dari seluruh populasi hewan ternak milik warga.

“Sesuai informasi dari Kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan sepekan terkhir ini nihil kasus baru namun sebaliknya kesembuhan terus meningkat,” ujar Iptu Vita di Polres Pasuruan Kota, kemarin Sabtu (2/7/22).

Meski demikian kata Iptu Vita pihak Polres Pasuruan Kota terus aktif melakukan langkah dan upaya dalam membantu pemerintah khususnya Pemkot Pasuruan untuk penanganan kasus PMK ini.

“Kegiatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus PMK ini terus kami laksanakan mulai pemeriksaan pada kendaraan yang membawa hewan ternak masuk dan keluar Pasuruan hingga mengawal vaksinasi hewan ternak,”kata Iptu Vita.

Seperti pantauan media ini, Polres Pasuruan Kota sedang melaksanakan antisipasi Penyebaran PMK pada hewan ternak dengan melaksanakan pengecekan kendaraan pengangkut hewan ternak di Check Point Terpadu Exit Tol Sutojayan dan Check Point Terpadu Ngopak.

Kasih Humas menegaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka pemantauan dan pengawasan terhadap mobilitas distribusi hewan ternak di wilayah Kota Pasuruan.

“Kami juga memberikan sosialisasi, himbauan serta edukasi kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap wabah PMK,”jelas Iptu Vita.

Kasi Humas Polres Pasuruan Kota ini juga meminta pada para peternak untuk tetap melaksanakan 5M sesuai anjuran dari Pemkot Pasuruan untuk mencegah penyebaran virus PMK.

“Untuk segera mengakhiri penyebaran virus PMK ini juga perlu peran aktif dari masyarakat dalam melaksanakan 5M sesuai anjuran dari Pemkot Pasuruan,”tambah Iptu Vita.

5M yang dimaksud adalah Memberikan vaksin pada hewan ternak sehat, Menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang hewan ternak, Membatasi lalu lintas hewan ternak dan produk hewan ternak, Mengisolasi hewan ternak yang sakit juga hewan ternak yang baru dan Melaksanakan stamping out (pemusnahan) hewan ternak yang sakit PMK di area bebas PMK.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Yudie Andi Prasetya membenarkan bahwa ada 35 persen hewan ternak yang terserang PMK sudah sembuh.

”Alhamdulillah sejauh ini tidak ada lagi penambahan kasus baru,” terang Yudie Andi Prasetya kepada awak media.

Ia mengaku akan terus mengupayakan pencegahan yang lebih maksimal. Terlebih setelah Satgas Penanganan PMK Kota Pasuruan terbentuk. Berdasarkan data yang ada, akumulasi kasus PMK sejak ditemukannya kasus pertama pada pertengahan Juni lalu masih stagnan.

Yudie menyebut hingga sekarang ada 51 kasus PMK. Seluruhnya menyerang sapi milik peternak.

”Yang sembuh sudah 35 persen. Dari keseluruhan kasus yang ditemukan, 18 ekor sudah sembuh,” jelasnya.

Belasan ekor sapi tersebut sembuh setelah memasuki pekan keempat penanganan. ”Sedangkan tingkat kematian nihil,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya kini masih melakukan penanganan terhadap 33 ekor yang masih bergejala PMK. Puluhan sapi tersebut diberikan pengobatan dan asupan vitamin secara rutin. Agar imunitas tubuhnya mampu berperang melawan virus yang menjangkiti.

”Isolasi juga diberlakukan terhadap ternak yang sedang tidak sehat dengan gejala PMK. Artinya tidak boleh dipindahkan maupun ditempatkan dalam satu kandang dengan ternak yang sehat,”pungkas Yudie.(tofa)