LAMONGAN – Seorang laki laki bernama abdul Hamid datang ke kantor lembaga Aliansi Indonesia badan peneliti aset negara, untuk minta dampingi karena mendapat panggilan sebagai tersangka dari polres Lamongan, perihal Permasalahan lahan tambak yg terletak di dusun rangka, desa ngujung Rejo rangkah, kecamatan Turi kabupaten Lamongan.
Dengan no sertifikat 28 yg luasnya 4142 M2 atas nama ngatemin, dan saudara abdul Hamid dituduh menggelapkan sertifikat no 28 tersebut, Padahal sertifikat dan obyek tanah tambak tersebut milik bapak sendiri yaitu ngatemin, yg sekarang sudah almarhum.
“Saudara abdul Hamid adalah seorang buta huruf, tidak mengerti baca dan tulis, begitu juga dengan bapak nya” Ucap MUJIB S,H.
Bahwa dalam awal proses seolah olah terjadinya jual beli dengan kronologi sebagai berikut :
“Pada tahun 1990 p.ngatemin (almarhum) menyewakan lahan tambak tersebut di atas kepada Haji tijan, dan haji tijan menjual lahan tanah tersebut kepada ripan yaitu menantu dari Haji tijan dengan harga 20 juta, pdahal lahan tanah tersebut milik pak ngatemin, dan tahun 1999 saudara ripan membuat transaksi jual beli tanpa sepengetahuan pemilik sah lahan tanah tambak tersebut, yaitu saudara ngatemin. tiba tiba timbul surat akte jual beli yg di buat di PPAT Lamongan dg.no.604/tr-09/viii/1999 dihadapan nur Hadi” papar lawyer yang gemar bela diri ini.
PPAT tgl 10 Agustus 1999 dalam pembuatan AJB tersebut saudara almarhum ngatemin dan abdul Hamid tidak mengetahui sama sekali , sehingga terjadilah tuntutan perdata kepada saudara ripan dan yg lucunya dimenangkan saudara ripan. dari kesimpulan kronologi inilah abdul Hamid dari Thun 2008 menuntut keadilan, dan tidak Pernah mendapat keadilan yg sesungguhnya.
Kami dari lembaga Aliansi Indonesia badan peneliti aset negara (bpan – lai) merasa terpanggil untuk membantu orang terdolimi, yg tidak bisa baca tulis dan tidak Paham hukum, yg dari awal cara proses patut di duga oknum kepala desa waktu itu, yaitu saudar kusen dan Mahmudi. kami dari aliansi Indonesia akan terus mendampingi mencari keadilan, khususnya permasalahan ini biar tuntas dan betul betul hak nya bisa kembali kepada clien kami. ( MUJIB S,H./ BPAN- LAI)
SIDOARJO – Saat menghadiri wisuda sekolah progresif Bumi Shalawat di Ponpes Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo pagi tadi, Rabu, (8/6), Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP atau Gus Muhdlor meminta para santri untuk memperkuat ketrampilan atau soft skill. Dikatakannya soft skill atau kemampuan penting ditingkatkan. Pasalnya zaman telah berubah. Era digitalisai telah menguasai zaman. Robot telah banyak menggantikan pekerjaan manusia.
“Untuk menjadi santri yang berdaya, cari skil yang tidak bisa dilakukan oleh robot, kalau kalian memperkuat otot, tinggal menunggu waktu saja untuk selesai,”ucapnya.
Oleh karena itu sekali lagi Gus Muhdlor meminta kemampuan diri dapat diperkuat lagi. Yang robot tidak mampu lakukan diharapkannya dapat dilakukan para santri. Salah satunya seperti kemampuan untuk membangun team work yang baik.
“Saya harapkan semua yang hadir mulai menata diri jangan lupa untuk memperkuat soft skill, cari bahan yang tidak bisa dituntaskan atau dikerjakan oleh para robot itu,”harapnya.
Dalam kesempatan itu Gus Muhdlor juga berpesan kepada santri untuk tidak lupa akan pondok pesantren yang membesarkannya. Selepas dari pondok, tetapi para santri harus tetap menyambung silaturahmi dengan sowan kepondok. Gus Muhdlor mengatakan menghadap guru yang telah mendidiknya akan membawa keberkahan hidup.
“Kalau jenengan yang SMA sudah lulus, jangan pernah lupa sowan ke pondok,”pesannya.
Gus Muhdlor juga mengatakan bahwa masa yang terberat adalah masa sesudah SMA. Bagaimana menjaga konsistensi untuk terus berbuat baik adalah hal menurutnya tidak mudah. Pasalnya ia melihat situasi diluar saat ini sangat berbeda. Banyak tantangan dan godaan selepas dari pondok pesantren.
“Kepada yang diwisuda SMA, jangan pernah lepas dari pondok, sowanlah kepondok, disitu ada keberkahan dan akan mengingatkan jenengan karena situasi diluar sangat berbeda,”ucapnya. Tidak lupa Gus Muhdlor juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada sekolah progresif Bumi Shalawat atas peran sertanya mencerdaskan anak bangsa. Melalui sekolah-sekolah seperti ini, tugas pemerintah akan lebih mudah mencapai cita-cita bangsa mencerdaskan generasi masa depan. (Kominfo/YL).
CIMAHI – Kota Cimahi memiliki segudang Potensi dari bidang seni dan budaya, mulai dari Seni Tari, Seni Rupa,Seni Musik, SeniTeater dan Seni Aksara atau Manuskrip.
Presatasi yang ditorehkan dari berbagai Seni mulai dari tingkat Kota, Propinsi, Nasional maupun Internasional. Salah satu bidang seni yang dikembangkan oleh Sanggar Tari “Jalinger Art ” Pimpinan Ibu Tuti Widarsih yang beralamat di Jalan Kamarung No.17 RT03-RW 04 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Sanggar Tari Jalinger Art didirikan pada Bulan Februari 2012,Dibawah Instruktur yang sudah memiliki jam terbang serta pengalaman sampai ke Vietnam, Sanggar Tari Jalinger bertekad melestarikan dan mengembangkan seni tari, Khususnya seni tari tradisional.
nstruktur Sanggar Tari Jalinger Ulan Nur Anisa Rahmawati dalam suatu kesempatan penampilan para penarinya,berlokasi di Gedung Technopark Jalan Baros mengungkapkan, “Sanggar tari Jalinger didirikan pada Bulan Februari tahun 2012 berlokasi di Jalan Kamarung RT03-RW04 No.17 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, dalam kiprahnya telah menghasilkan para penari yang berprestasi baik tingkat Kota Cimahi, Propinsi maupun Nasional Bahkan Penari Kami pernah tampil di Vietnam dan yang terakhir di Kabupaten Karawang dalam Acara Bedug Lubuk Karawang serta menjuarai Tingkat SMP.
ingkat Jawabarat serta Pagelaran Tari yang diadakan oleh Universitas Parahyangan. Sanggar Tari Jalinger Art bertekad untuk melestarikan dan mengembangkan Seni Tari Tradisional agar para generasi muda bisa mengembangkan hal positif dalam bidang Seni Tari khususnya seni tari Tradisional.”Ungkap Instruktur Sanggal Tari Jalinger Art, Ulan Nur Anisa Rahmawati.
Teh Ulan, Sapaan Akrab Ulan Nur Anisa Rahmawati menambahkan, “Kami sadar bahwa seni tari tradisi ini harus dilakukan regenasi kepada generasi selanjutnya agar seni tari tradisi tetap dikenal dan diminati oleh generasi berikut nya, maka kami membuka siswa didik untuk dilatih di Sanggar Jalinger Art ini. Saya berfikir dan berharap bahwa Seni Tari ini sudah bisa dilirik sebagai salah satu profesi dalam mendapatkan penghasilan, serta bagi anak sekolah dengan senibtari ini bisa dijadikan sebagai jalur prestasi dalam menuntut ilmu ke jenjang pendidikan selanjutnya,Makanya kami menghimbau kepada masyarakat agar menekuni seni tari ini secara tekun agar menghasilkan prestasi tentunya. Semoga dengan berdirinya Sanggar Tari Jalinger Art ini dapat ikut melestarikan seni budaya khususnya seni tari tradisional juga semoga sanggar Jalinger dapat bertambah maju dan berkembang.”Pungkasnya.
SIDOARJO – Kanal komunikasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dengan publik terus dibangun. Dalam waktu dekat Pemkab akan melaunching layanan Call Center 112 yang bisa diakses bebas pulsa. Dengan adanya layanan itu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor ingin setiap pengaduan yang masuk direspon dengan cepat maksimal 1×24 jam.
Oleh karenanya semua OPD diminta sinergi fokus dalam memberikan pelayanan publik secara maksimal, salah satunya dengan memberikan respon cepat setiap ada pengaduan dari masyarakat. Bupati alumni FISIP Unair Surabaya itu menekankan kepada jajarannya untuk meninggalkan ego sektoral
“Call Center 112 menyerap aspirasi masyarakat dengan respon cepat, maksimal 1X24 pengaduan yang masuk mendapat jawaban atau respon. Egosektoral antar OPD dihilangkan, semua harus sinergi. Layanan ini nanti bisa di linkan dengan 119,” kata Gus Muhdlor. Rabu, (8/6/2022) usai menghadiri acara Millenial Digital Fest 2022 di Balai Bumi Majapahit RSUD Sidoarjo.
Bupati menambahkan, kinerja pelayanan kabupaten adalah kinerja semua OPD. Oleh karenanya, putra KH. Agoes Ali Masyhuri itu minta mulai dari sekarang pola komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat tidak boleh ada jarak.
“Kepedulian masyarakat terhadap kinerja pemerintah tinggi maka harus disikapi dengan positif. Substansi dari adanya layanan ini adalah pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir menyampaikan, layanan Call Center 112 akan menempati salah satu ruangan yang dipakai Radio Suara Sidoarjo.
Nantinya layanan pengaduan bebas pulsa itu bisa diakses selama 24 jam. Tenaga yang disiapkan sudah melalui proses pelatihan pelayanan publik. Hal itu dilakukan agar pelayanannya kepada publik bisa berjalan profesional.
Misbah juga menjelaskan, pengaduan cepat lewat 112 tersebut akan banyak membantu penanganan kegawatdaruratan. Seperti laporan adanya bencana angin puting beliung, kebakaran, pohon tumbang dan sebagainya.
“Layanan Call Center 112 akan membantu mempercepat penanganan masalah-masalah kedaruratan, seperti kebakaran, bencana dan lain-lain akan lebih cepat tertangani. Pemerintah cepat hadir disaat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Selain Call Center 112, Pemkab juga sudah lebih dulu membuka kanal pengaduan lewat aplikasi lapor.go.id, layanan berbasis aplikasi online itu selama ini menampung keluhan yang tidak bersifat kegawatdaruratan. (Kominfo/YL).
SIDOARJO – TP PKK Kabupaten Sidoarjo dan UNICEF melakukan peluncuran program LiLA Keluarga sebagai bagian dari pemantauan dini status gizi anak. Program ini diharapkan akan menurunkan kasus Malnutrisi Energi Protein (MEP) atau yang disebut kurang gizi dan gizi buruk.
“Pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) menggunakan Pita Lila merupakan strategi pemberdayaan masyarakat, dimana keluarga dan kader PKK dapat menjadi detektor pertama kejadian kasus kurang gizi akut balita di dalam keluarga. Sehingga jika keluarga bisa mendeteksi dini, konsekuensi serius akibat kekurangan gizi akut dapat dicegah”, ungkap Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor Ali (Ning Sasha) pada acara tersebut. Rabu, (8/6/2022) di Pendopo Delta Wibawa.
Ning Sasha juga menambahkan bahwa pengukuran LiLA dapat dilakukan dengan sangat mudah dan dapat dilakukan secara rutin oleh keluarga. “Pengukuran LiLA dilakukan dengan menggunakan pita dengan indikator warna merah, kuning, dan hijau—warna-warna ini menandakan risiko kurang gizi yang dialami anak. Warna merah menandai kondisi anak parah dan membutuhkan perawatan segera. Warna kuning berarti anak mengalami kurus akut, sementara warna hijau menandakan anak sehat”, ungkapnya.
Perempuan yang juga menjabat Ketua Dekranasda Sidoarjo itu menjelaskan, penggunaan LiLa keluarga pada Perwakilan PKK tingkat Desa, Kecamatan yang turut hadir dalam Launching Pelaksaaan Lila Keluarga. Sehingga, ia mengharapkan komitmen dari seluruh anggota TP PKK untuk memastikan bahwa keluarga bisa menjadi detektor dini, agar anak yang berisiko dapat mendapatkan perawatan sesuai dengan kebutuhannya.
Keterlambatan deteksi dini dapat dicegah dengan pengukuran secara rutin setiap bulan di Posyandu Hal ini merupakan bagian dari penanganan kasus gizi kurang dan gizi buruk atau wasting pada balita melalui kegiatan pengelolaan gizi buruk terintegrasi yang didukung oleh UNICEF bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2021.
Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan UNICEF di Pulau Jawa Menyampaikan bahwa “Balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk atau dikenal dengan istilah wasting mempunyai risiko 3 kali lipat untuk menjadi stunting”
Di Indonesia, lebih dari dua juta anak menderita kondisi sangat kurus, atau severe wasting yang merupakan bentuk gizi buruk yang paling berbahaya. Anak yang tidak mendapatkan perawatan berisiko mengalami konsekuensi berat, termasuk risiko kematian yang 12 kali lipat lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuhnya terlalu lemah. Dalam jangka Panjang, pertumbuhan fisik dan perkembangan mental pun dapat terganggu.
Di Jawa Timur, prevalensi wasting adalah 6,2%, sedangkan di Kabupaten Sidoarjo, prevalensi wasting dari survey tahun 2021 adalah 5,4%, atau 1 dari 18 balita di Sidoarjo mengalami wasting. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 2,800 balita mengalami gizi buruk.
Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell telah mengingatkan kita semua bahwa dunia dengan cepat menjadi tempat (a virtual tinder box) dimana kematian anak yang dapat dicegah–anak yang menderita wasting.
“Maka dari itu, gizi dan kesehatan anak harus selalu menjadi prioritas kita bersama sehingga kita dapat memberikan dunia sebagai panggung kesempatan untuk balita dan anak kita tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” ungkap Arie dengan tegas. (Kominfo/Yl)
GRESIK – Mewujudkan pelayanan prima untuk masyarakat,Sat Lantas Polres Gresik kali ini berupaya memudahkan para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM).
Salah satunya adalah dengan menyosialisasikan Coaching Clinic kepada masyarakat. Coaching Clinic adalah program yang ditujukan bagi pemohon SIM yang tak lulus ujian praktik.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi di Satpas SIM Polres Gresik saat memantau pelaksanaan program Coaching Clinic, Rabu (8/6/22).
“Dengan Coaching Clinic, pemohon SIM bisa berlatih lagi, agar nantinya bisa lulus saat mengulang ujian praktik,” jelas AKP Engkos Sarkosi.
Kasat Lantas Polres Gresik ini juga menjelaskan Program Coaching Clinic adalah untuk menjawab dari masukan masyarakat yang selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya pengurusan SIM, terutama saat ujian praktik.
“Banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya pengurusan SIM, terutama saat ujian praktik,untuk itu kami mencari solusi yang akhirnya kami berikan pelatihan melalui Coaching Clinic,” jelas AKP Engkos Sarkosi.
Masih menurut AKP Engkos, ujian praktik di Satpas memang tidak ada di kurikulum sekolah. Makanya, Satlantas Polres Gresik aktif sosialisasi ke sekolah-sekolah agar pelajar berusia 17 tahun yang akan membuat SIM bisa mendapat informasi.
“Kami sering berikan sosialisasi kepada para pelajar agar mahir dalam mengendarai sepeda motor, hingga memiliki SIM. Karena SIM adalah bukti orang itu mahir dan layak dalam mengendarai sepeda motor,”tambah AKP Engkos.
Selain itu menurut AKP Engkos dengan adanya program Coaching Clinic juga menghindari para pemohon SIM dari para calo.
“Jika sudah mahir dan yakin lulus ujian maka adik-adik pelajar tentu tidak akan tertipu sama calo,” kata AKP Engkos.
Kasat Lantas Polres Gresik juga menghimbau bagi masyarakat yang ingin mengikuti Coaching Clinic, bisa mendatangi Satpas Gresik setiap hari kerja pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB.
“Nanti akan langsung dilatih petugas yang mengetes saat ujian praktik secara langsung. Kami juga sediakan motor atau mobil untuk belajar uji praktek. Tapi kalau mau pakai kendaraan sendiri, ya kami persilakan,” kata AKP Engkos.
Salah satu pemohon SIM yang sempat ditemui awak medi mengaku sangat terbantu dengan program Coaching Clinic. Setelah gagal sebanyak 10 kali saat mengurus SIM C, ia memutuskan mengikuti progam Coaching Clinic.
“Saya sering gagal ngurus SIM, sampai 10 kali. Makanya, saya ikut pelatihan ini,”kata Anton (19) yang mengaku pelajar salah satu SMU di Gresik. (Humas)
CIMAHI – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cimahi Yang Ke-20 salah satu Komunitas yang berhubungan langsung dengan dunia wanita khususnya adalah Ikatan Ahli Boga (IKABOGA) yang diketuai oleh kalangan Milenial Eliza Dewi Rahmawati,Sementara Penasehat IKABOGA dipegang Kota Cimahi dijabat Oleh Ibu Hj.Cicih S.Purwasari,S.Pd.,Dalam kegiatannya Ikatan Ahli Boga Seluruh Indonesia(IKABOGA) Kota Cimahi bertekad terus bersinergi dengan penerintah Kota Cimahi sesuai dengan Tupoksinya, Langkah yang sudah mulai dijalankan adalah menyerahkan tongkat Estafet Kepemimpinan dari para pendahulu kepada kalangan Milenial.
Hj.Cicih S.Purwasari S.Pd. dalam keterangannya mengungkapkan, “Saya selaku pengurus dan juga sebagai penasehat IKABOGA di Kota Cimahi dan Kami ikut bergabung ke dalam Gabungan Organisasi Wanita Kota Cimahi (GOW),Jauh sebelum adanya Pandemi Covid19 Kami sudah melaksanakan kegiatan bersama GOW Kota Cimahi, hanya karena adanya Pandemi tahun kemarin IKABOGA sempat tidak terlalu banyak kegiatan yang dilakukan, namun kami di Kota Cimahi tetap berkarya.Namun saat ini karena saya sudah sedikit terhalang faktor usia maka saya menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada kaum Milenial dengan harapan akan muncul generasi milenial yang menekuni bidang Tata boga ini dengan catatan diharapkan jangan sampai setelah terbentuk nanti struktur kepengurusan tidak diam atau bahkan bubar, namun terus berkembang mengikuti kemajuan jaman, juga saya berharap dalam menjalankan roda organisasi didasari dengan niat karena Allah dan dapat berkarya bagi masyarakat serta daoat bersinergi dengan Pemerintah Kota Cimahi.”Ungkap Sesepuh IKABOGA Kota Cimahi,Ibu Hj. Cicih S.Purwasari,S.Pd.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua terpilih IKABOGA Kota Cimahi, Eliza Dewi Rahmawati Menambahkan, “Untuk IKABOGA kedepannya lebih banyak anak muda atau kalangan Milenial yang masuk di Organisasi Kami IKABOGA,Sebab jaman sekarang anak muda yang menggeluti dunia tataboga masih kurang khususnya dalam organisasi yang berhubungan dengan tataboga, Padahal saya fikir didalam organisasi itu amat banyak potensinya yang bisa digali dan dikembangkan.IKABOGA ini ternyata banyak senior sehingga merupakan kesempatan kita untuk mencari ilmu sebanyak mungkin. Rencana saya selaku ketua IKABOGA yang sebenarnya belum dilantik adalah mentargetkan dan menyusun rencana kaum milenial agar mau bergabung di IKABOGA khususnya para lulusan dari Tataboga atau kaum milenial yang memiliki minat dalam bidang Jasa Boga, karena kebanyakan lulusan yang berasal dari jurusan tataboga pada kebingungan dalam mengaplikasikan ilmunya, padahal di Organisasi IKABOGA ini sangat bisa menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan diri lagi dan berkreasi sesuai disiplin ilmu yang dimilikinya.”Terang ketua terpilih IKABOGA Kota Cimahi, Eliza Dewi Rahmawati kepada awak media.
GRESIK- Fenomena warung kopi (warkop) pangku masih bertebaran di Kabupaten Gresik. Tak sulit menemukan warung ini di sejumlah jalanan Kota Pudak. Warung ini menyajikan kopi dengan tambahan servis plus-plus dari para wanita penjaga warkop.
keberadaan warung kopi pangku di Gresik sudah menjadi rahasia umum. Khususnya para kaum lelaki pencinta kopi.
Berikut fakta-fakta warung kopi pangku :
Wanita pramusaji warung kopi pangku yang hanya bergaji Rp 1,5 Juta di Gresik.
Ciri khas warung kopi pangku di Gresik team investigasi menyempatkan singgah di warung kopi pangku di Kecamatan Cerme. Saat melintas di depan warkop, suara musik dangdut terdengar keras seakan memanggil para lelaki untuk mampir. Tampak beberapa wanita duduk-duduk di depan warung, tatapan matanya seakan mengajak para lelaki yang lelah bekerja singgah sejenak.
Ketika mendatangi warung itu, seorang wanita yang memakai celana pendek menyambut hangat dan menawarkan minuman. Setelah memesan kopi, pengunjung akan dipersilakan duduk di tempat yang sedikit tertutup dan tak terlihat dari jalan raya.
Selanjutnya, wanita tersebut menemani para tamu yang sedang menikmati kopi. Tak lupa, para wanita juga berbasa-basi mengajak penikmat kopi mengobrol. Trik ini agar para tamu kerasan dengan warung yang dijaganya.
Saat obrolan berlangsung asyik, kadang sang wanita memberi kode tepukan tangan lembut di paha tamu. Ini merupakan tanda jika sang wanita memberi kode ingin menjadi lebih dekat.
“Dari mana masnya? Nggak karaoke ta?” kata wanita berbaju merah kepada salah satu pelanggan.
Modus Warung Kopi Pangku, Tak Semua Dapat Layanan Plus-plus Jika sudah menjadi pelanggan tetap, para wanita ini tak segan untuk duduk di atas pangkuan tamu. Kadang, sejumlah pengunjung yang sudah menjadi pelanggan tetap, kerap mengajak kencan para wanita di luar jam operasional warung.
“Biasanya kalau sudah lama kenal, kita nanti tukar nomor WA mas. Lah di situ nanti kita lobi-lobi mas. Kalau mau, nanti setelah tutup warung kita ajak ke hotel biasanya,” kata salah satu pelanggan berinisial AW.
Pria asal Pakal Surabaya ini mengaku sering mendatangi warung kopi pangku di Kawasan Gresik. Mulai yang ada di Cerme, di Menganti, di kawasan Kedamean, hingga yang ada di Balongpanggang.
“Kalau awal biasanya ditemani, kenalan, dan ngobrol-ngobrol saja. Makanya saya sering pindah-pindah tempat. Awalnya saya kira hanya sebatas ngobrol saja. Akhirnya saya menemukan yang pas. Kalau sudah sering ke warung penjaganya hafal. Bisa minum kopi sambil memeluk penjaganya. Haha..,” tambah AW.
Namun, untuk memberikan layanan plus-plus seperti itu para wanita itu pilih-pilih pelanggan. Tentu saja bagi pelanggan baru akan sulit mendapatkan pelayanan ekstra. Mereka tak ingin hal buruk menimpanya. Misalnya berurusan dengan petugas kepolisian yang sedang menyamar.
“Kalau kata temen saya di sana, biasanya menolak ajakan pelanggan baru untuk melayani plus-plus atau mangku mas. Selain belum kenal dan takut diapa-apain seperti dianiaya atau dibunuh. Kan, banyak di berita-berita begitu. Teman saya juga takut berurusan dengan petugas yang nyamar jadi pelanggan,” kata salah satu pekerja di warung kopi pangku, IN.
Harga ‘Istimewa’ Segelas Minuman di Warung Kopi Pangku Wanita pramusaji warung kopi pangku ya Harga segelas kopi di warung kopi pangku di Gresik tentu saja istimewa. Jika di warung kopi biasa harga segelas kopi antara Rp 3 ribu hingga 4 ribu, di warung kopi pangku yang menyebar di Menganti, Kedamean, Cerme, dan Balongpanggang itu minimal Rp 10 ribu.
Salah seorang pelanggan warung kopi pangku asal Pakal, Surabaya AW menyebutkan kisaran harga di warung kopi pangku. Harga segelas kopi ternyta berbeda-beda tergantung pelayanan yang diberikan. Normalnya, harga Rp 10 ribu itu dipatok jika pelanggan cuma ngobrol sambil minum kopi.
“Kalau sekadar menemani ngobrol saja, biasanya Rp 10 ribu. Padahal umumnya di warung kopi biasa harganya Rp 3 ribu. Tapi kalau sampai mangku atau meluk-meluk bisa sampai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Tergantung lapo ae sing ngopi (tergantung ngapain saja pembeli),” tambah AW.
Blak-blakan Gaji-Tip Pelayan Kopi Pangku Kebanyakan pelayan warung kopi pangku merupakan mantan Ladies Companion (LC). Para wanita yang direkrut dari luar kota pun tak keberatan menerima gaji sebesar Rp 1,5 juta dengan tugas utama membuatkan kopi dan menemani pelanggan. Mereka betah karena selain gaji juga mendapat tip dari pelanggan yang ingin ‘pelayanan ekstra’.
Salah satu pelayan warung kopi pangku di Gresik IN mengatakan sebelum di warkop ia bekerja sebagai pemandu lagu di Kota Blitar. Pandemi COVID-19 memaksanya pindah wilayah.
“Dulu saya murel (LC). Sejak COVID-19 itu kafe tutup. Jadi saya pindah ke Kediri sampai Tulungagung. Di sana juga banyak warung karaoke kayak gini. Lalu saya dapat tawaran dari FB kerja jaga warkop gaji Rp1,5 juta. Kerjanya kayak gini aja. Ya, mau, saya,” kata IN kepada pewarta koran ini (7/6/2022).
IN mengaku hanya bertugas membuatkan kopi dan mencuci gelas. Sebab, warung menyediakan fasilitas karaoke, kadang-kadang ia menemani pelanggan yang ingin bernyanyi bersamanya.
“Kalau menemani nyanyi, ya, kadang diberi tip. Kadang Rp 20 ribu kadang Rp 50 ribu. Tergantung orangnya si mas,” katanya.
Satpol PP Sering Gelar Razia-Kucing-kucingan Salah saru warung kopi pangku di Cerme, Gresik yang selalu ramai pengunjung. Keberadaan warung kopi pangku di Gresik akan mencoreng nama baik Kabupaten Gresik yang salah satunya juga dikenal sebagai Kota Santri. Pemkab mengeklaim sudah sangat sering patroli dan razia penertiban warung kopi pangku. Tapi, para pelakunya kambuhan.
Kasatpol PP Kota Gresik Suprapto mengatakan, keberadaan warung kopi pangku di Gresik membuat Satpol PP Pemkab Gresik gerah. Ia mengatakan, kopi pangku itu sudah sering ditertibkan. Tapi para pengusaha dan wanita pelayan warkop itu masih saja ndableg (tidak menghiraukan).
“Selama ini kami sudah lakukan patroli secara acak, ketika menggelar razia banyak juga yang sudah diamankan. Banyak juga yang bocor sih,” kata Suprapto.
Polisi Segera Tindaklanjuti. Polisi buka suara terkait fenomena maraknya warung kopi pangku di Gresik. Kapolres Gresik AKBP M Nur Aziz mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Ia juga mengucapkan terima kasih atas informasi terkait keberadaan warung kopi pangku.
“Terimakasih atas informasinya. Nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah. Demikian, Maaf kami ada acara,” kata Azis.
Senada, Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki bakal mengecek informasi terkait keberadaan warung kopi pangku.
“Segera ditindaklanjuti bang, kita akan cek dulu bang kebenaran infonya di lapangan seperti apa,” kata Wahyu. (team)
PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. bersama Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Wakapolsek Prigen, dan Forkopimcam Prigen mengecek langsung Pos Penyekatan mobilitas keluar masuk kendaraan hewan ternak dalam rangka antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (07/06/2022).
Kegiatan Pengecekan Mobilitas Hewan Ternak yang keluar masuk di pos penyekatan prigen, yakni dengan sasaran truk maupun mobil bak terbuka yang membawa hewan ternak baik masuk atau keluar dari wilayah Kecamatan Prigen.
Kapolres Pasuruan mengatakan bahwa kegiatan pelaksanaan pengecekan penyekatan ini bertujuan untuk mengawasi dan membatasi mobilitas distribusi hewan baik sapi, kambing dan hewan ternak berkuku dua lainnya yang masuk maupun keluar wilayah Kecamatan Prigen.
“Pemantauan mobilitas hewan ternak di pos penyekatan prigen akan terus dilaksanakan dan petugas gabungan akan kami siagakan 24 jam di Pos yang telah disiapkan,” terangnya.
Dengan kegiatan penyekatan ini sehingga diharapkan petugas bisa dengan mudah melakukan pemantauan jalannya sirkulasi mobilitas jual beli dan pengiriman hewan ternak di lapangan.
Haji Fuad salah satu pedagang Blantik sapi alamat Prigen juga berterima kasih kepada petugas kepolisian yang bekerja sama dengan instansi terkait dan dibantu petugas kesehatan mantri hewan, sehingga pedagang sapi di wilayah Prigen pada khususnya dan wilayah Kabupaten Pasuruan bisa terjamin aman tidak kecolongan dengan masuknya hewan ternak yang terjangkit penyakit PMK. (Qomar)
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Probolinggo memberikan sosialisasi ketentuan terbaru di bidang cukai, Selasa (7/6/2022) pagi.
Sosialisasi tersebut dikemas dalam talk show interaktif melalui LPPL Radio Bromo FM dan disiarkan secara live melalui media sosial (medsos) milik Pemkab Probolinggo. Setelah itu juga dilakukan melalui press release bersama jurnalis Probolinggo.
Sosialisasi ini terkait implementasi Peraturan Menteri Keuangan RI (PMK) Nomor : 215/PMK.07/2021 yang memuat tentang penggunaan, pemantauan, dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang kemudian merubah ketentuan sebelumnya PMK Nomor : 206/PMK.07/2020.
Hadir dalam kesempatan itu Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Probolinggo Nangkok P Pasaribu dan Sekretaris Diskominfo Kabupaten Probolinggo Ali Kusno.
Kepada para awak media, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Probolinggo Nangkok P Pasaribu mengatakan beberapa pokok perubahan yang perlu diketahui publik diantaranya, alokasi penggunaan DBHCHT untuk setiap pemerintah daerah yang saat ini porsi prosentasenya dirubah.
“Kalau alokasi sebelumnya 50:25:25 saat ini dirubah menjadi 50% untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 40% untuk pembinaan lingkungan sosial dan 10% untuk bidang penegakan hukum,” jelas Nangkok P Pasaribu.
Menurut pengamatan KPPBC TMP C Probolinggo, kegiatan pemberantasan rokok ilegal di wilayahnya dirasa semakin meningkat. Diyakini bahwa bisnis rokok ilegal menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat saat kondisi perekonomian sedang menurun selama pandemi Covid-19 sebelumnya.
Nangkok menerangkan untuk mendukung bidang penegakan hukum, pihaknya sedang giat melaksanakan operasi pemberantasan peredaran rokok illegal dengan tagline “Gempur Rokok Ilegal”. Secara resmi tagline ini merubah tagline sebelumnya yaitu “Stop Rokok Ilegal”.
“Hal ini menunjukkan bahwa gerakan ini akan semakin aktif dan massif dilaksanakan di seluruh Indonesia. Demi mencapai target peredaran rokok illegal yang telah ditentukan oleh Menteri Keuangan sebesar 3% pada tahun 2020,” terangnya.
Lebih lanjut Nangkok menerangkan, untuk wilayah Kabupaten Probolinggo pihaknya selama ini telah disupport oleh Diskominfo untuk desiminasi informasi terkait pemberantasan peredaran rokok illegal. Sementara untuk bidang penegakan hukum, KPPBC TMP C Probolinggo bersinergi dengan Satpol PP
“Selain edukasi masyarakat tentang rokok illegal serta sanksi hukumnya, operasi/checking terutama ke tempat-tempat yang memperjualbelikan rokok akan terus kita lakukan. Oleh sebab itu kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan menjual dan jangan membeli rokok ilegal,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Diskominfo Kabupaten Probolinggo Ali Kusno menginformasikan, sesuai dengan edaran Kementrian Dalam Negeri, bahwa kedepannya kegiatan sosialisasi ketentuan dan perundang-undangan terkait DBHCHT dan penegakan hukumnya, per semester ke dua tahun anggaran 2022, bidang tersebut akan bergeser menjadi satu pintu di Satpol PP Kabupaten Probolinggo.
“Jadi setelah tanggal 15 Juni 2022 seluruh kegiatan DBHCHT yang ada di Diskominfo akan dilimpahkan seluruhnya kepada Satpol PP Kabupaten Probolinggo, termasuk juga sekretariatnya yang selama ini berada di Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (red)