BANYUWANGI – Misteri lokasi KKN di Desa Penari perlahan terkuak. Ternyata, lokasinya berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Lokasi ini tak jauh dari Rowo Bayu Banyuwangi yang beberapa kali sempat dikaitkan dengan kisah mistis.
Sebelumnya heboh soal kisah KKN Desa Penari mulai terjadi pada 2019. Itu setelah akun Twitter @SimpleM81378523 bercerita, ada enam mahasiswa-mahasiswi yang menggelar KKN di Kota B, Jawa Timur pada 2009 akhir.
Mereka merupakan mahasiswa-mahasiswi angkatan 2005/2006 dari sebuah perguruan tinggi di Kota S.
Enam calon sarjana yang menggelar KKN tersebut yakni Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Anton dan Bima. Dua di antaranya meninggal setelah melewati seabrek hal mistis di tempat KKN tersebut.
Setelah kisah mistis itu viral, banyak orang yang berspekulasi dan melakukan penelusuran mengenai tempat KKN Desa Penari. Kisah itu kemudian dibukukan dan difilmkan. Saat ini filmnya masih tayang dan masih menyedot banyak penonton.
Dari penelusuran akhirnya Kaur Kesra Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Sriyanto mengungkap dimana lokasi KKN Desa Penari sebagaimana dikutip dari detik Jatim.
Menurut Kaur Kesra Desa Bayu, Sriyanto baru membuka suara karena sejak kisah itu mulai viral pada 2019, pihak desa belum menemukan bukti kunci, yaitu sebuah pelakat atau cenderamata dari peserta KKN. Dalam pelakat ada daftar nama peserta KKN yang berjumlah 11 orang.
“Balai Desa Bayu sudah 3 kali direhab terhitung sejak kejadian itu. Jadi barang-barangnya sering dipindah-pindah. Pada 2019 kita pernah cari pelakat itu namun tidak ketemu. Saat ini kita masih melakukan pencarian. Tapi kami tidak menjamin bisa menemukannya juga,” kata Sriyanto, Senin (23/5/2022).
Meskipun kisah KKN Desa Penari benar-benar terjadi di desanya, namun Sriyanto mengaku tidak sekompleks seperti yang difilmkan iru.
“Kisah KKN Desa Penari memang di Desa Bayu. Namun, tidak semistis itu. Yang di film kan seperti itu ya,” kata Sriyanto. (red)
KEDIRI – LF alias Alex (25), warga Dusun Joho Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri harus mendekam di tahanan Polres Kediri. Pasalnya pria pekerja serabutan ini diringkus Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Kediri usai mengedarkan narkoba jenis pil dobel L.
“Saat ini terduga pelaku pengedar bersama barang bukti pil dobel L sudah kami amankan,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara, Selasa (24/5/2022).
Menurut Ridwan penangkapan pelaku pekerja serabutan ini berawal laporan dari masyarakat terkait peredaran narkoba jenis pil dobel L di wilayah Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.
“Laporan ini langsung kita lakukan dengan penyelidikan dan penangkapan pelaku,” ucapnya.
Selanjutnya, pelaku berhasil diamankan anggota Satresnarkoba Polres Kediri di wilayah desa setempat. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 392 butir pil jenis LL dalam empat plastik klip dan sebuah hanphone.
“Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Kediri untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Ridwan. (tim)
SURABAYA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung rencana Pemerintah Kota Surabaya yang akan membuka taman kanak-kanak (TK) berbasis inklusi.
TK khusus itu bertujuan untuk memberi jaminan pendidikan pada anak berkebutuhan khusus (ABK).
LaNyalla menilai kesetaraan dan keadilan untuk mendapatkan akses pendidikan bagi semua orang sangat perlu diwujudkan dalam bentuk yang konkret.
“Saya sangat mendukung berbagai upaya pemerintah untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap cara memandang anak-anak yang memiliki keterbatasan secara fisik namun memiliki kelebihan lain,” katanya, Selasa (24/5/2022).
Menurutnya, kesetaraan sangat diperlukan agar masyarakat lebih dewasa dan bijaksana dalam memandang berbagai permasalahan yang terjadi di sekitar.
“Dengan dibukanya sekolah inklusi setingkat TK, para pendidik dapat menanamkan persepsi bahwa setiap manusia itu sama derajatnya, memiliki hak dan kewajiban serta tanggungjawab yang sama. Artinya pemahaman tersebut bisa diberikan sejak dini,” ucap dia.
Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, semakin banyak sekolah inklusi dibuka di setiap tingkatan sekolah berarti pemerintah juga berkomitmen melaksanakan UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
“Pasal ini mengamanatkan bahwa semua warga negara, termasuk anak-anak yang memiliki keterbatasan atau yang berada dalam kondisi kurang beruntung, berhak mendapatkan pendidikan. Salah satunya dilakukan dengan sekolah inklusi ini,” paparnya.
Di samping itu, Indonesia akan memiliki semakin banyak sumber daya unggul, karena biasanya anak berkebutuhan khusus mempunyai kelebihan tersendiri.
“Lewat sekolah inklusi itulah, nanti bakat-bakat anak ini diasah. Sehingga bisa berprestasi sesuai bidangnya. Atau paling tidak mereka akan terfasilitasi sedini mungkin,” tukas LaNyalla.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya berencana membuka TK inklusi di dua sekolah yakni TK Negeri Pembina dan TK Negeri Pembina 2. TK inklusi tersebut melengkapi SD dan SMP inklusi yang sudah terlebih dahulu berjalan.(Hum La Nyalla/Son)
KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkap strategi komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan sampah dengan penanganan dari hulu ke hilir untuk mewujudkan Kota Kediri sebagai zero waste cities.
Program ini mendorong rumah tangga memilah sampah dengan bantuan dari pemerintah setempat. Solusi program rangkaian tahapan yang bertujuan untuk membuat sistem pengelolaan sampah yang sistematis, terukur, menyeluruh dan berkelanjutan.
Mengutip dari data Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, rata rata- debit sampah di Kota Kediri dihasilkan dari rumah tangga dan tempat usaha mencapai 140 ton setiap hari.
“Penanganan sampah kalau dimulai dari hulu itu bisa menghemat anggaran. Namun, hal ini lebih lama karena perlu mengedukasi masyarakat,” kata Wali Kota Abdullah, Senin (23/5/2022).
Dia menuturkan jika mengaca pada negara-negara maju, pengelolaan sampah yang modern memang harus dimulai di hulu.
“Kalau semua hanya mengandalkan TPA, itu akan terus menumpuk dan menjadi bom waktu jika sudah tidak mampu menampung lagi,” ungkapnya.
Seperti diketahui dengan keberadaan mahasiswa program Magang Merdeka Prodamas Plus, Pemerintah Kota Kediri mulai melakukan digitalisasi bank sampah melalui aplikasi E-Bank Sampah Kota Kediri.
Dengan aplikasi tersebut, bank sampah dapat menghemat penggunaan kertas pada pencatatan nasabah serta pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih sistematis dan aktual.
“Dengan aplikasi ini kita bisa mencatat data nasabah, terus ada fitur untuk memantau harga terkini berbagai jenis sampah, pencatatan setoran, hingga monitoring bank sampah yang bisa kami analisis datanya untuk kepentingan kami membuat kebijakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata dia, untuk mengurangi penumpukan sampah, limbah sampah yang ada di Kota Kediri pun dimanfaatkan. Limbah sampah organik dijadikan pakan ternak kambing. Bahkan ternak yang makan daun difermentasi ini tidak berbau menyengat dan kotorannya juga tidak menimbulkan polusi udara. (rdy)
JEMBER – Program pembangunan jambanisasi bantuan gubernur jawa timur kerjasama kodam V/brawijaya dengan pemprov jatim di wilayah kodim 0824/jember di lakukan serentak pada tanggal 24-5-2022 pukul 13-00 wib di wilayah koramil masing masing.
Adapun koramil 18 kencong kodim 0824/jember kecamatan kencong kabupaten jember yang di komandoi langsung oleh danramil kapten Caj Agus teguh yuwono S.H beserta seluruh anggotanya dan muspika kecamatan beserta pemdes desa paseban, juga masyarakat desa tersebut melakukan pembangunan jambanisasi semester satu yang terletak di dusun paseban rt 01 rw 09 desa paseban kecamatan kencong kabupaten jember , yang berguna untuk masyarakat dan sarana umum,, “ujar danramil 18 kencong 0824/jember.
Sedangkan menurut camat kencong, Gaguk Hariadi, menyampaikan terima kasih atas program ini karena bisa di manfaatkan masyarakat sekitarnya dan semoga ada lagi progam progam yang lainnya bagi desa se kecamatan kencong.
Peletakan batu pertama di lakukan oleh kades satupan sebagai penerima program jambanisasi semester satu, syukur alhamdulillah desa kami mendapatkan progam ini karena sangat bermanfaat bagi warga saya dan sekitarnya, Saya sebagai warga paseban sangat menerima progam jambanisasi semester satu ini mas yang mana sarana ini sangat sangat mendukung di lingkungan kami biar semua bisa saling menjaga kebersihan lingkungannya juga kesehatan bagi masyarakat desa kami,,”ucap mistamah, penerima program tersebut. (jen)
JEMBER – Program pembangunan jambanisasi bantuan gebernur jawa timur kerjasama kodam V/brawijaya dengan pemprov jatim di wilayah kodim 0824/jember di lakukan serentak pada tanggal 24-5-2022 pukul 13-00 wib di wilayah koramil masing masing.
Adapun koramil 27 jombang kodim 0824/jember kecamatan jombang kabupaten jember yang di komandoi langsung oleh danramil kapten inf Agus soehartoyo beserta seluruh anggotanya dan muspika kecamatan beserta pemdes desa jombang juga masyarakat desa tersebut melakukan pembangunan jambanisasi semester satu yang terletak di dusun krajan 3 rt 01 rw 35 sebanen desa jombang kecamatan jombang kabupaten jember yang berguna untuk masyarakat dan sarana umum. “Ujar danramil 27 jombang, Kapt inf Agus Suhartoyo.
Sedangkan menurut camat jombang moch suryadi, menyampaikan terima kasih atas program ini karena bisa di manfaatkan masyarakat sekitarnya dan semoga ada lagi progam progam yang lainnya bagi desa se kecamatan jombang, “Sahutnya.
Peletakan batu pertama di lakukan oleh kades sugeng sutrisno sebagai penerima program jambanisasi semester satu, syukur alhamdulillah desa kami mendapatkan progam ini karena sangat bermanfaat bagi warga saya dan sekitarnya.
Saya sebagai warga jombang sangat menerima progam jambanisasi semester satu ini mas yang mana sarana ini sangat sangat mendukung di lingkungan kami biar semua bisa saling menjaga kebersihan lingkungannya juga kesehatan bagi masyarakat desa tersebut.ucap mashudi tokoh warga setempat.(Jen)
LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H menghadiri rapat koordinasi menindaklanjuti wabah PMK ( Penyakit Mulut dan Kuku ) bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Lumajang, di Ruang Mahameru Pemerintah Kabupaten Lumajang Jalan Alun – Alun Utara, Senin (23/5/2022).
Kapolres Lumajang berkata, selain menilai langkah dan upaya Pemkab sudah maksimal dalam penanganan dan upaya dini, pihaknya menegaskan jika akan siaga mensupport, disetiap tahapan upaya lanjut.
“Rakor ini membahas berkaitan dengan kebijakan – kebijakan yang akan diterapkan dalam tahap selanjutnya, intinya dalam rangka penyelamatan. Kami duduk bersama membahas itu semua, dan secara prinsip ini semata – mata demi masyarakat, dimana PMK ini kian mewabah, dan dampak – dampak kerugian harus kita cegah,” kata Kapolres Lumajang.
Inisiasi disampaikan oleh Kapolres, jika Jum’at (27/5) besok, aktivitas di pasar hewan di Lumajang akan di tutup sementara. Akan dilakukan sterilisasi dan penyemprotan cairan disinfektan.
“Aktivitas di Pasar Patok Kota Lumajang, pasar hewan Krai Kecamatan Yosowilangun, Pasar hewan Kecamatan Pasirian, Pasar hewan Kalakah, ini sementara di tutup. Selanjutnya akan disterilkan,” imbuhnya.
Perluasan sosialisasi dalam rangkaian penanganan, diuraikan oleh Kapolres jika besok akan mengundang para Kepala Desa / Lurah berikut Camat, agar lebih mengintensifkan Satgas di tingkat ujung yang bersentuhan dengan masyarakat langsung.
“Termasuk para penyembelih hewan ternak / jagal, ini juga akan kami libatkan dalam sosialisasi. Ini betul – betul kami sikapi, jangan sampai wabah ini berpengaruh pada perekonomian, dimana saat ini fasenya jelang hari raya Qurban atau Idul Adha,” ulas Kapolres Lumajang.
Selebihnya, orang nomer satu di Kepolisian Resor Lumajang itu juga mengungkapkan jika diwaktu sebelumnya, Bhabinkamtibmas sudah disiagakan mengawal atau mendampingi petugas penanganan wabah PMK di tingkat desa, sehingga lebih mudah memetakan, mendata dan melakukan upaya – upaya lanjut terlebih karantina ( pemisahan ) bagi hewan yang terindikasi.
“Dan yang terpenting, kami berharap pengertian dan kerjasamanya dari masyarakat di Kabupaten Lumajang, harapannya dengan kebersamaan pikir dan niat, situasi dan kondisi akan segera kembali seperti sediakala,” pungkas AKBP Dewa. (Humas).
CIMAHI – Upaya untuk menguatkan ketahanan dan kesiapsiagaan terhadap bencana, menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan, melihat letak geografis dan iklim Indonesia yang memiliki potensi bencana alam yang tinggi.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Daerah Kota Cimahi menggelar Kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Tahun 2022, bertempat di Aula Gedung A Pemerintah Daerah Kota Cimahi (23/5).
Tujuan diselenggarakannya Sosialisasi Mitigasi Bencana ini adalah untuk penguatan kapasitas kawasan dalam pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam.
Kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana dihadiri oleh 120 orang peserta yakni PKK Kecamatan, Karang Taruna Kota, Karang Taruna Kecamatan, Karang Taruna Kelurahan, LPM Kelurahan, Relawan PB Kelurahan, FPRB Kota, FPRB Kelurahan, PMI Kota Cimahi, serta para Ketua RW yang wilayahnya berpotensi terdampak bencana.
Secara geologis Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan ancaman bencana. Menyikapi hal tersebut mitigasi harus dijadikan prioritas utama Pemerintah Pusat maupun Daerah, termasuk Pemerintah Daerah Kota Cimahi.
Mitigasi bencana di wilayah Kota Cimahi merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat sebagai salah satu wilayah yang rentan berpotensi adanya berbagai bencana, baik bencana alam, non alam dan sosial atau maupun gabungan dari semua bencana tersebut.
Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua komponen ataupun stake holder yang ada di Kota Cimahi harus berperan secara aktif dalam upaya mengurangi dan memperkecil dampak bencana yang ditimbulkan di suatu daerah ataupun masyarakat yang terkena bencana.
“….Bencana merupakan urusan bersama tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi menjadi urusan Bersama,” tukas Ngatiyana.
Ngatiyana menyebutkan ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana, di antaranya adalah penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana, ketersediaan informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap kategori bencana, sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, edukasi mengenai tata cara evakuasi dan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana.
“Untuk mewujudkan tersebut tentunya harus adanya persepsi yang sama yang implikasinya terjalinnya komunikasi serta koordinasi dengan baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Ia menyebutkan upaya-upaya mitigasi dapat dikembangkan berdasarkan pada situasi di wilayahnya masing-masing sesuai dengan jenis bencana yang mungkin berpotensi terjadi, dengan pola-pola kearifan lokal sekalipun dapat diterapkan sebagai langkah kongkrit terhadap upaya-upaya mitigasi bencana dengan kata kunci menjaga prilaku yang baik, menjaga kehidupan keberlangsungan kelestarian alam sekitar.
Ngatiyana berpesan seluruh lapisan masyarakat Cimahi untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya bencana dengan meningkatkan pengetahuan kebencanaan terlebih kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan bencana.
Kepada awak media, Ngatiyana mengungkapkan potensi bencana yang harus diwaspadai oleh masyarakat Kota Cimahi adalah bencana alam dan bencana non alam, termasuk Sesar Lembang karena Cimahi menjadi perlintasan dari jalur Sesar Lembang Kabupaten Bandung Barat yang mengarah ke Ujung Berung atau Manglayang.
Sehingga dengan penguatan mitigasi bencana diharapkan masyarakat akan semakin waspada dan siap siaga bilamana terjadi bencana serta mengetahui apa yang harus dilakukan Ketika terjadi bencana.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana, Hadi Saputra, M.Si. Koordinator Bidang Data dan Informasi STAKLIM Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor dan Dr. Supartoyo, ST., MT Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Geologi Pusat Vulkanologi Mitigasi bencana Geologi (PVMBG).
LUMAJANG – Demi mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kapolres Lumajang bersama Bupati merasa perlu menyediakan langkah cepat dan sinergi antara stakeholder.
Untuk itu, Pemkab Lumajang menggelar rapat koordinasi bertempat di Ruang Maha Meru, Senin (25/5/2022) malam.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang harus melakukan langkah-langkah percepatan penanganannya, guna menekan angka kasus PMK.
“Kita harus melakukan percepatan supaya benar-benar bisa melakukan penanganan pencegahan PMK hewan ternak di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, S.I.K., M.H menjelaskan, bahwa pihaknya telah membentuk satgas penanganan PMK, guna meminimalisir penyebaran wabah yang tergolong berbahaya bagi hewan ternak sapi, dan menginisiasi upaya dalam mencegah penyebaran PMK di Kabupaten Lumajang, Dengan Langkah Langkah :
Menutup dan Sterilisasi seluruh pasar hewan di Kabupaten Lumajang dengan cara penyemprotan disinfektan pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2022. Dilarang kegiatan transaksi hewan Ternak di pasar hewan seluruh Kabupaten Lumajang
Melaksanakan zoom meeting dgn Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Lumajang pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2022, sekaligus sosialisasi kepada para camat, kepala desa untuk menjalankan satgas PMK d kecamatan dan desa;
Mengundang para penyembelih hewan (jagal) untuk dilakukan sosialisasi di Polres Lumajang;
Mengupayakan isolasi dan pemisahan bagi sapi yang sudah terpapar PMK di kandang atau tempat khusus di tiap desa/kecamatan guna memudahkan pengawasan oleh Mantri Hewan yang jumlahnya terbatas.
“Tidak hanya sampai disitu, langkah Polres juga sudah membentuk Satgas sampai dijajaran polsek, salah satunya yakni untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya PMK,” jelas Dewa putu.
AKBP Dewa mengakui, bahwa minimnya tenaga, obat-obatan hewan dan kurangnya wawasan masyarakat terkait bahaya PMK pada hewan ternak sapi, maka pelaksanaan penanganan masih kurang maksimal.
Oleh karena itu, dirinya berharap kepada jajaran Pemerintah, TNI dan Polri harus bersinergi guna melakukan percepatan pencegahan wabah PMK di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya. (TIM)
LUMAJANG — Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas), petani se Kabupaten Lumajang, aktifis dan facebookers, mengikuti acara sosialisasi wawasan kebangsaan, Minggu (22/5/2022).
Kegiatan tersebut bertempat di Warung Apung Pondok Asri Sukodono, dengan mengusung tema “Hasil Panen Produk Pertanian Sehat Melalui Pola Produk Menunjang Kesehatan Masyarakat”
Sosialisasi wawasan kebangsaan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan kesehatan lahan di Lumajang, oleh sebab banyaknya pemupukan lahan yang menggunakan pupuk non organik dan bahan kimia.
“Memang, mengurus soal pertanian tidak boleh tidak serius. Artinya tidak boleh ada ego sektoral. Misalnya hanya diurus oleh Dinas Pertanian saja. Tidak mungkin bisa berjalan maksimal,” papar moderator sosialisasi, Iskak Subagyo saat menyampaikan pengantar diskusi.
Menurutnya, pola petani masih menggunakan pola yang lama dan enggan menggunakan pola yang baru, termasuk penggunaan pupuk organik. Dikatakannya, produk pertanian yang menggunakan pola organik, paling tidak dapat menjadi penunjang kesehatan.
Hadir pada kesempatan itu anggota DPRD Jawa Timur, Hari Putri Lestari, SH MH, menyampaikan persoalan kesehatan pangan. Dalam kaitan itu, anggota DPRD Jatim dari Komisi E tersebut merasa memiliki tanggung jawab terkait hal itu.
“Masak setiap kali saya reses yang dikeluhkan cuma soal pupuk langkalah, pupuk mahalah.Apa tidak ada penyelesaiannya? Tanah kita ini subur lho, masak beras masih impor. Mungkin nantinya, gagasan gagasan terkait dengan pertanian dan pupuk akan muncul dari Lumajang ini,” kata Hari Putri.
Sementara Moh Arif Bidiman selaku Sub Koordinator Dinas Pertanian Lumajang menyampaikan bahwa aturan terkait hal itu sudah tertuang dalam Permentan Tahun 2013 tentang sistem pola pertanian organik. Untuk di Kabupaten Lumajang juga sudah tertuang dalam Perda Nomor 1 Tahun 2022.
“Kebijakan Pemkab Lumajang sudah menetapkan agar petani kembali secara pelan-pelan memakai pola sistem organik. Menggunakan potensi alami yang tersedia,” bebernya.
Selain itu, Arif juga mengatalan jika pertanian sekarang masih konvensional, masih lebih banyak mengandalkan unsur hara, dari pabrikan, kimia, tanpa ada proses yang lain. (tim)