Home Blog Page 1403

Kemandirian Pupuk Wujud Semangat Petani Hadapi Kelangkaan Pupuk Subsidi

0

LUMAJANG – Komunitas petani organik “Wani Gosong” Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, mengunjungi petani tembakau di dusun maduran Desa Sarikemuning Senduro Lumajang, Rabu (26/5/2022)

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari proses pembelajaran pada petani tembakau yang ada untuk berpola pertanian organik.

Ali Sujarwo selaku koordinator menandaskan bahwa komunitas petani wani gosong yang ada dibawah koordinasinya menandaskan akan bergerak ke petani petani yang ada di kabupaten Lumajang, yang tertarik pada misi “Memayu Hayuning Bawono”.

“Misi ini adalah sebuah program yang berarti memperindah dunia yang sudah indah dengan cara memakai pola pemupukan organik berbahan dari alam yang di buat sendiri. Sehingga kita tidak merusak lahan pertanian kita dengan bahan kimia yang sudah mulai masuk ke lahan pertanian mulai tahun 70 an,” bebernya.

Masalahnya, sudah banyak ekosistem yang sudah rusak, terutama rantai makanan. Hal ini mengakibatkan lahan pertanian akan rentan oleh hama, belum lagi pencemaran air dari limbah rumah tangga yang di buang ke saluran air yang bermuara di lahan.

“Nah sekarang kita bisa lihat kan bagaimana rusaknya ekosistem kita, terutama rantai makanan. akibatnya lahan pertanian kita rentan oleh hama, belum lagi pencemaran air dari limbah rumah tangga yang di buang ke saluran air yang bermuara di lahan pertanian kita,” tandasnya.

Ali menambahkan, disisi lain kesuburan tanah makin tidak subur sehingga produktivitas lahan makin kecil, membuat tanah makin asam dan kandungan mikro organisme ditanah juga makin kecil rata rata dibawah 1% akibat penggunaan bahan kimia yang terlalu masiv.

“Saya akui petani sangat tergantung bahan kimia pabrikan di usaha pertaniannya, sehingga biaya produksinya makin naik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengajak petani berpola organik, agar tidak tergantung pada pupuk dan obat-obatan kimia pabrikan, karena petani bisa membuat sendiri.

“Dalam minggu ini kita agendakan juga mengedukasi petani di dusun Karang Anyar Desa Burno Senduro, untuk mengolah kotoran sapi perah yang selama ini mencemari kali ireng ireng,” tuturnya.

Sementara Ketua dewan pimpinan cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Lumajang, Iskhak Subagio berkomentar kegiatan seperti ini sudah seharusnya di apresiasi oleh pemerintah daerah Kabupaten Lumajang, karena mereka adalah relawan petani yang membantu program Lumajang Bumi Organik.

“Berbicara tentang pertanian, kita harus bergerak bersama tanpa ego sektoral agar semua potensi yang ada di Kabupaten Lumajang bisa terlibat,” ujar Iskhak.

Dari minimnya anggaran di Dinas Pertanian, kehadiran para relawan tani ini bisa membawa warna lain karena petani bisa belajar bertani bersama untuk mewujudkan kemandirian petani itu sendiri.

Merubah pola pertanian berbasis kimia ke pola pertanian berbasis alam (organik), bukan lah hal mudah, kondisi ini diperparah dengan kurangnya petugas penyuluh pertanian lapangan,

“Dengan melibatkan semua komunitas berlatar belakang petani diharapkan langkah terwujud nya Lumajang bumi organik akan mudah di capai. Secara produksi padi kita surplus tetapi untuk jagung dan kedelai kita masih impor,” imbuhnya.

Menurutnya, pertanian yang selalu bertumbuh disela permasalahan petani itu sendiri merupakan bukti bahwa petani ini sangat tangguh dan tetap optimis dalam segala kondisi.Mereka tetap semangat bertani walaupun merugi.

“Jangan jadikan petani kita sebagai “pejudi sejati” perlu koordinasi dari tingkat daerah sampai pusat untuk memfokuskan kebijakan petani agar berpihak pada petani itu sendiri. Semua kementrian dan dinas harus terlibat aktif. Tujuannya menjadikan penyangga tatanan negara Indonesia (PETANI) menjadi makmur, karena Tiang agung negara Indonesia (TANI) menjadi jati diri bangsa Indonesia yang berbasis agraris. Kebijakan dan aturan perundangan harus berpihak pada petani bukan memasung petani itu sendiri ,” tandas Iskhak Subagio (red)

Polisi di Ponorogo Berikan Bantuan Korban Tanah Longsor

0

PONOROGO – Akibat hujan deras ada beberapa wilayah di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang mengakibatkan tanah longsor.

Bahkan tanah longsor tersebut ada yang menimpa rumah warga seperti di Desa Kaponan Kecamatan Mlarak dan Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun.

Melihat hal tersebut Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo segera memerintahkan anggota yang di jajaran untuk segera melakukan langkah – langkah upaya penyelamatan warga terdampak.

Bukan hanya itu saja, sebagai wujud kepedulian Polres Ponorogo terhadap warga masyarakat yang terdampak bencana,pihaknya juga menyalurkan bantuan.

“Anggota Polsek Mlarak hari ini menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak tanah longsor,”terang Kapolres Ponorogo,Selasa (24/5/22).

Sementara itu di lokasi tanah longsor Kapolsek Mlarak Iptu Rosyid Effendi bersama anggota tampak menurunkan bahan bangunan berupa semen dari mobil dinasnya.

“Sesuai perintah bapak Kapolres, kami menyalurkan bantuan kepada saudara Supriyanto yang rumahnya terdampak tanah longsor berupa 15 sak semen,”kata Iptu Rosyid Effendi .

Diberikan bantuan berupa bahan bangunan menurut Kapolsek Mlarak memang kondsi rumah Supriyanto rusak parah diterjang tanah longsor beberapa hari lalu.

“Kami ikut prihatin atas kejadian robohnya rumahnya saudara Supriyanto ini dan sebagai wujud kepedulian terhadap sesame maka kami menyalurkan bantuan ini,”tambah Iptu Rosyid Effendi.

Pihaknya berharap dengan penyaluran bantuan semen tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu meringankan beban warga terdampak tanah longsor tersebut.

Sementara itu Supriyanto dengan wajah seakan tidak percaya jika mendapat bantuan dari Polsek Mlarak mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Mlarak.

“Terima kasih banyak pak,semoga Alloh yang membalas kebaikan dari bapak – bapak Polisi Polres Ponorogo khususnya Polsek Mlarak.Kami tidak bisa membalas apa -apa,”ucap Supriyanto.

Dalam penyerahan bantuan itu Polsek Mlarak didampingi dari pihak perangkat Desa Kaponan dan disaksikan pula oleh warga masyarakat di lokasi tanah longsor. (tim)

Kapolrestabes Surabaya Gelar Tes Urine Dadakan

0

SURABAYA – Sejumlah anggota Polrestabes Surabaya menjalani tes urine, pada Selasa (24/05/2022) pagi.

Tes urine kepada anggota dilaksanakan secara mendadak serta acak usai kegiatan pengarahan apel pagi di Polrestabes.

Dalam kegiatan tersebut, yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, bersama pejabat utama Polrestabes Surabaya.

“Usai pengarahan apel pagi, kita melakukan tes urine mendadak dan acak kepada sejumlah anggota,” kata Kapolrestabes Surabaya.

Yusep mengatakan, ada sekitar 200 anggota yang menjalani tes urine pada pagi tadi dan Alhamdulillah hasilnya semua negatif. 

“Tes urine ini sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polrestabes Surabaya, dan bila mana ada anggota yang sengaja menggunakan narkotika atau positif akan kami ditindak tegas,” jelas, Yusep.

Kapolres menegaskan, tes urine ini termasuk langkah penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri. Hal ini juga dalam rangka memberikan pelayanan pengaduan masyarakat yang baik. Kemudian juga berusaha mencegah adanya penyimpangan tindakan anggota Polri. 

“Saking mendadaknya, tidak ada kesempatan bagi anggota untuk menghindar. Dan kegiatan ini diawasi secara ketat. Bahkan, juga turut diawasi Sipropam Polrestabes Surabaya, selaku penanggung jawab profesi dan pengamanan internal,” pungkasnya. (tim)

Pangdam V/Brawijaya Launching Program Renovasi Rutilahu

0

PROBOLINGGO – Untuk mensukseskan program pembangunan rumah hunian masyarakat miskin, Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto melakukan kunjungan sekaligus melaunching program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Selasa (24/5/2022) di Dusun Krajan Desa Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Program renovasi Rutilahu menjadi rumah tinggal layak huni yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya ini dilakukan dalam rangka mewujudkan tempat hunian yang representatif dan sehat bagi masyarakat miskin. Di Kabupaten Probolinggo, launching program renovasi Rutilahu ini dipusatkan di Desa Leces Kecamatan Leces.

Launching program renovasi Rutilahu dan program jambanisasi tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Secara keseluruhan, program renovasi Rutilahu ini dilakukan sebanyak 1.952 unit yang tersebar di 11 Kodim dan sebanyak 210 pembangunan jamban yang tersebar di 4 (empat) Kodim se-Jawa Timur.

Untuk Kabupaten Probolinggo jumlah rumah tidak layak huni yang akan direnovasi sebanyak 170 rumah dan Kota Probolinggo sejumlah 8 (delapan) rumah. Untuk di Kabupaten Probolinggo maupun Kota Probolinggo tidak ada program jambanisasi. Program renovasi Rutilahu dihari pertama secara serentak diikuti oleh 11 Kodim.

Launching program renovasi Rutilahu diawali dengan pembangunan rumah Sukesi di Dusun Krajan Desa Leces Kecamatan Leces ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama dan pemberian bantuan peralatan rumah tangga secara gratis.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto, Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko beserta Forkopimda juga meresmikan Musholla Nurul Falah.

Musholla Nurul Falah yang sudah ada sebelumnya kondisi bangunannya sudah rusak. Atas upaya TNI bersinergi dengan masyarakat setempat, Musholla Nurul Falah dibangun kembali dan dapat digunakan untuk ibadah masyarakat di lingkungan setempat.

Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto menyampaikan kegiatan program renovasi rumah tidak layak huni dan program jambanisasi secara rutin dilaksanakan. Di tahun ini ada 1.952 unit yang harus ditangani.

“Tentunya perlu dukungan semua pihak dalam menjalankan program renovasi Rutilahu agar dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga program ini bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sementara Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menjelaskan terpilihnya Kabupaten Probolinggo sebagai lokasi program renovasi Rutilahu merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto yang senantiasa melakukan kunjungan dalam acara program renovasi Rutilahu,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, program renovasi Rutilahu ini semakin menegaskan kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai bukti nyata sinergitas TNI dengan Pemerintah Daerah.

“Selain membutuhkan peran serta aktif masyarakat, tentunya juga diperlukan dukungan oleh semua pihak. Harapannya, kegiatan program renovasi Rutilahu di Kabupaten Probolinggo ini dapat berjalan berkelanjutan dalam bentuk kegiatan yang bervariatif,” pungkasnya. (tim)

AWP Penjual Sabu(1.41)Gram Diamankan SatResnarkoba Polres Barut

0

BARITO UTARA-Satuan Reserse(SatResnarkoba)Polres Barito Utara(Kalteng)berhasil mengungkapkan tindak Pidana Narkotika jenis Sabu yang dilakuan warga pendatang asal Sumatra Selatan,di desa Sikui Kecamatan Teweh Baru,Kabupaten Barito Utara,Selasa (24 /5/2022. 

Kapolres Barito Utara,AKBP.Gede Pasek Muliadnyana melalui Kasat Narkoba AKP.Saifullah.Dalam pengungkapannya kepada media ini Selasa tadi malam(24/5),membenarkan pihaknya,telah mengamankan warga pendatang asal Sumatra Selatan di desa Sikui,pada hari Selasa 24 Mei 2022 jam 14.30.Pasalnya warga desa Sikui asal(Sumsel)tersebut bernama Ahmat Winsa Putra Bin Barkan Yusuf umur 39 tahun,diduga melakukan transaksi jual beli Narkotika jenis Sabu,”katanya.

Ahmat Winsa Putra(AWP)yang berstatus karyawan swasta itu,diamankan Sat Resnarkoba Polres Barut disebuah barak nomor 2 jalan nasional lintas tengah Km 27 Gang Amanah III Rt.02 desa Sikui Kecamatan Teweh Baru,Kabupaten Barito Utara(Kalteng),”sebut AKP.Saifullah.

“Dikatakannya,Polisi sebelum mendapat informasi dari masyarakat.Bahwa di sebuah barak nomor 2 yang dihuni oleh AWP,sering digunakan untuk transaksi jual beli narkotika jenis Sabu.Setelah didapati informasi,Polisi melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa AWP sedang berada dalam Barak.Polisi langsung menangkap dan menggeledah badan AWP.

AWP,setelah dilakukan pengeledahan badan oleh Polisi,yang disakaikan Hatlia ketua Rt.02 desa Sikui ditemukan barang bukti dua paket plastik klip berisikan Sabu seberat (1.41)gram bruto dan barang bukti lainnya lagi ditemukan sabu diatas pelapon kamar mandi barak serta satu buah HP merk Samsung type J2Prime warna hitam,satu buah pipet dari kaca,satu dompet warna biru,”ujar Kasat Narkoba.

Selanjutnya sambung Kasat Narkoba,AWP dibawa ke mapolres Barito Utara untuk diproses secara hukum.Dari hasil proses penyidikan Polisi, diakui(AWP)bahwa barang bukti yang ikut diamankan itu miliknya.

Dari hasil proses hukum yang sedang dijalani tersangka AWP,Polisi menyangkakannya dengan Pasal 114 ayat (1)jo pasal 112 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia,nomor.35 tahun 2009 tentang Narkotika,”tegas AKP.Saifullah.   (SS)

Bhabinkamtibmas yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri Seorang Warga, Terima Penghargaan

0

JEMBER – Masih ingat kejadian menegangkan dan viral di sebuah Gedung pusat perbelanjaan di Jember? Seorang laki – laki yang hendak bunuh diri yang diduga karena masalah rumah tangga tersebut berhasil digagalkan oleh Polisi.

Polisi tersebut diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepatihan di Polsek Kaliwates yang merupakan jajaran Polres Jember. Ia adalah Bripka Gandi Verdianto SH.

Karena dedikasinya yang berhasil menggagalkan aksi seseorang yang hendak mengakhiri hidupnya dengan cara akan melompat, Bripka Gandi Verdianto SH akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo SIK SH, Selasa (24/05/2022).

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo SIK SH mengatakan bahwa Penghargaan ini merupakan upaya Pimpinan Polri dan salah satu Program Kapolda Jatim dalam bentuk memberi perhatian dan dukungan terhadap anggotanya yang telah bekerja dengan sangat baik dan lebih dalam tugas sehari harinya.

“Atas dedikasi dan pelaksanaan tugas dengan baik maka sudah sewajarnya saya sebagai Kapolres memberikan reward kepada anggota,”ungkap AKBP Hery usai menyerahkan penghargaan kepada Bripka Gandi Verdianto.

Kapolres Jember berharap agar apa yang dilakukannya dapat menjadi pendorong dan penyemangat seluruh anggota yang lain dalam melaksanakan tugas sehar- hari.

Sementara itu Bripka Gandi mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Jember yang sudah memperhatikan dan memberikan dukungan penuh kepadanya dalam melaksanakan tugas sebagai Polisi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Kapolres Jember yang telah memberikan perhatian kepada anggotanya,ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang saya terima dan mudah mudahan dapat menjadi penyemangat dan pemicu dalam melaksanakan tugas saya dan rekan rekan semua untuk lebih baik lagi bekerja dalam mengabdi pada masyarakat” ujar Bripka Gandi.

Untuk diketahui saat peristiwa yang menegangkan terjadi di salah satu Plazza di Jember, Bripka Gandi mendapat laporan ada orang yang hendak melakukan bunuh diri dengan naik diatas lantai 4 sebuah pertokoan.

Sewaktu tiba di TKP Bripka Gandi berhasil membujuk dan mengurungkan niat orang terebut.

Cara yang dilakukannya yaitu dengan mengajaknya bicara dari hati kehati dan berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahannya.

Tindakan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepatihan tersebut sempat viral di masyarakat melalui video yang beredar.

Video tersebut direkam oleh salah satu petugas keamanan di pertokoan tersebut hingga akhirnya Bripka Gandi berhasil membujuk dan mengurungkan niat laki – laki tersebut bunuh diri. (tim)

Bobol Gembok Dan Serobot Lahan, Seorang Pria Berinisial “WST” Dilaporkan Ke Polisi, Ini Detailnya

KOTA MALANG– Pemilik rumah tua Bella Vista di Jalan Gajah Mada, Nomor 3, Kota Malang akan melaporkan seorang pria berinisial WST ke polisi atas dugaan penyerobotan lahan.

Kuasa pemilik lahan, Sagib (60) mengatakan, sebelumnya mencoba untuk mengingatkan pelaku beberapa kali. Tapi WST ternyata tidak peringatan tersebut.

Dikatakan Sagib, WST mengaku memiliki hak untuk kepemilikan atas lahan itu, karena mengantongi surat kuasa dari PT Kantor Tata Usaha Verluis yang berkantor di Jalan Ungaran 1 Malang.

“Dia menunjukkan surat kuasa Verluis tersebut. Padahal itu surat tahun berapa. Dan para pemilik sudah memiliki bukti kepemilikan persil dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 544 dan 545,” Tegasnya, Selasa (24/5).

Bahkan, dengan berpegangan pada surat kuasa tersebut, WST memanfaatkan dan mengambil keuntungan dengan cara menyewakan lahan tersebut.

“Para Pemilik tidak pernah merasa berhubungan dengan pelaku. Jika menyewakan lahan itu sama artinya dengan melakukan tindakan pungli,” Sambung Sagib.

Perlu diketahui, tanah berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki enam orang itu sebenarnya memiliki luas 2.065 meter persegi. Tapi karena akan di SHM-kan, maka dipecah menjadi dua persik SHM berukuran 1.864 dan 201 meter persegi tahun 2013.
Sementara itu, terkait dugaan penyerobotan lahan itu, Sagib mengaku sebenarnya sudah dipersoalkan oleh pihak kepolisian, hingga berbuntut pada pengusiran WST pada sekitar tahun 2013-2014.
Kemudian pada tahun 2021, terduga pelaku kembali berulah dengan membobol gembok pagar rumah yang berada di belakang Gedung DPRD Kota Malang tersebut.

“Dengan membobol gembok itu kan berarti melakukan penyerobotan. Belum lagi dia menyewakan lahan tersebut pada beberapa pemilik warung. Kita akan segera laporkan lagi ke kepolisian,” Urainya.(dhw_robhin)

BPBD Jatim Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Pasar

0

PROBOLINGGO – BPBD Jatim melakukan penyemprotan disinfektan ke Pasar Hewan Jrebeng Kidul, Kota Probolinggo pada Selasa (24/5/2022).

Penyemprotan dilakukan setelah adaya satu ekor sapi mati dan 76 positif Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK).

Pasar hewan milik Pemkot Probolinggo, yang buka tiap Sabtu dan Selasa, ini salah satu sentra pasar hewan terbesar di Jawa Timur.

Kabid Logistik BPBD Pemprov Jawa Timur, Bige Agus Wahyono mengatakan pihaknya sudah melakukan penyemprotan ke pasar-pasar hewan di 8 daerah sesuai instruksi Gubernur Jatim.

“Penyemprotan dan sterilisasi sudah kami lakukan di pasar 8 daerah di Jatim, agar virus PMK ke hewan ternak tidak semakin meluas di berbagai daerah di Jatim,” ujar Agus saat dikonfirmasi.

Salah satu pedagang hewan, Bambang (45) warga Desa Kedung Galeng, Kecamatan Wonoasih mengaku senang dengan adanya kepedulian pemerintah melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan. Ini membuat hewan sehat dan pasar hewannya juga turut steril.

“Senang adanya penyemprotan dan disinfektan ke pasar hewan, agar tidak ada penyebaran virus PMK khususnya. Hewan ternak sehat dan pasarnya juga sehat,” jelas Bambang.

Sementara Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo mengaku pihaknya sering melakukan hunting ke kandang ternak milik warga dan pasar untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Jika ditemukan sapi maupun kambing terpapar PMK, pihaknya melakukan upaya antisipasi.

“Kami bersama dokter hewan Dinas Peternakan langsung melakukan upaya antisipasi dan pengobatan ke sapi yang terpapar PMK. Kami terus melakukan hunting ke kandang – kandang hewan ternak milik warga dan ke pasar hewan,” tambah Sugito.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Probolinggo, dr Faiga Miriami mengaku pihaknya sudah melakukan pengobatan puluhan hewan ternak.

“Kami sudah melakukan pengobatan dari 76 sapi terpapar PMK. Dan mengimbau agar sapi suspek PMK tidak dibawa ke pasar hewan, agar tidak terus menyebarkan PMK,” tegasnya. (Ali)

Polsek Tarik Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Sabu dan Pil Ekstasi LL

0

SIDOARJO – Tidak bosan-bosan Polresta Sidoarjo memerangi peredaran Narkotika diwilayah hukum Polresta Sidoarjo. Kali ini Satreskrim Polsek Tarik Sidoarjo berhasil meringkus tersangka penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu dan pil Ekstasi.

Bermula adanya informasi, pada hari Minggu tanggal 15 Mei 2022 sekira jam 19.15 wib adanya seseorang yang melakukan Penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu di wilayah hukum Polsek Tarik, setelah dilakukan penyelidikan bahwa seseorang tersebut akan melakukan Transaksi Sabu dengan cara sistem ranjau.

IR alias H (24) warga Tempel Krian Kabupaten Sidoarjo itu, tidak berkutik saat petugas berhasil melakukan penangkapan di Jl. Raya Bakalan – Tarik, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidaorjo tepatnya di sebelah Selatan Lampu Merah, dan menemukan barang bukti 1 (satu) poket Narkotika jenis sabu dengan berat 25,86 (dua puluh lima koma delapan puluh enam) gram tersangka berhasil diamankan.

Setelah itu, kembali melakukan Penggeledahan di kamar kos yang dihuni oleh tersangka IR alias H, dan dari hasil penggeledahan kamar tersangka ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) poket Narkotika jenis shabu dengan berat 49,13 (empat puluh sembilan koma tiga belas) gram beserta plastik klipnya, 3 (tiga) kerdus warna kuning yang didalamnya terdapat 300 (tiga ratus) bungkus plastik berisi pil logo LL @ 1.000.000 (seribu) butir, 1 (satu) kerdus warna hitam yang didalamnya terdapat 100 (seratus) botol putih berisi pil logo LL @ 1.000.000 (seribu) butir, 100 (seratus) botol putih berisi pil logo LL @ 1.000.000 (seribu) butir, 20 (dua) puluh bitir Pil Ekstasi / Inex warna pink dengan bruto 7,54 (tujuh koma lima puluh empat) gram beserta bungkusnya, 2 (dua) timbangan elektrik.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa tersangka itu merupakan orang suruhan pengedar yang dikenalnya pada saat menonton pertandingan bola di tahun 2018 yang saat ini masih diburu.

“Tersangka IR alias H, mengirim narkoba jenis sabu dan pil Ekstasi masih di wilayah Sidoarjo dan telah beroperasi selama empat bulan,” ujar Kapolresta Sidoarjo kepada awak media, Selasa (24/05/2022)

Tersangka di kenakan Pasal 114 dan atau 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan (3), pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan diancam dengan pidana penjara paling lama 20 tahun,” pungkas Kapolresta Sidoarjo. (yuli)

Kasi Kesra Desa Jatikalang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo Dilantik

0

SIDOARJO – Selasa 24 Mei 2022 telah diadakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan perangkat desa baru yaitu jabatan Kepala Urusan Perencanaan. Dalam kegiatan ini seluruh Lembaga Desa Jatikalang ikut serta membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan pengambilan sumpah janji dan pelantikan perangkat Desa Jatikalang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo.

Pelantikan ini juga dihadiri oleh Plt, Camat Prambon Feri Prasetiya Budi. S.STP. M.HP., Danramil 0816/12 Prambon Kapten Inf Adi Sutrisno, Kapolsek Prambon AKP. Sumono. SH., dan undangan dari lembaga Desa.

Proses Pengambilan sumpah janji dan pelantikan perangkat Kasi Kesra Desa Jatikalang dilantik oleh Kepala Desa Jatikalang Budi Utomo dan disaksikan oleh Plt. Camat Prambon, Danramil 0816/12 Prambon, Kapolsek Prambon serta perangkat desa Prambon, Ibu PKK Desa Jatikalang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Desa Budi Utomo menyampaikan ke Kasi Kesra baru Muhammad Muhadzibun Muhtar untuk bisa kordinasi dengan perangkat lainnya saling belajar dan mengisi dengan perangkat lainnya.

“Nantinya bisa kordinasi dengan perangkat lain dan semua saling belajar dan saling mengisi kekurang untuk pelayanan di-Desa Jatikalang lebih baik,” katanya.

Dalam perjalanan ini muda mudahan Jatikalang lebih baik kedepan, terkait tanggung jawabnya kasi kesra bisa menutupi kekurangan pelayanan di-Desa Jatikalang dari kekurangan pada saat melayani masyarakat,” jelas Budi Utomo.

Diwaktu berbeda Camat Prambon Feri Prasetiya Budi. S.STP. M.HP. dalam sambutannya menyampaikan, ke Muhammad Muhadzibun Muhtar selaku Kasi Kesra yang baru dilantik dan aktif perhari Selasa, 24/5/2022 agar bisa saling membantu kesesama perangkat sesuai tupoksinya.

“Perhari ini Kasi Kesra sudah aktif. Bisa membantu kekurangan kepala desa sesuai tupoksinya kebutuhan yang ada didesa, pengawasan pembangunan yang ada didesa, juga dalam pelayanan masyarakat, dan bisa mewarnai program kemasyarakat didesa,” harapnya.

Masih kata Feri Prasetiya Budi, ia menyampaikan pesan ke Kasi Kesra Desa Jatikalang yang baru dilantik. Harus ikhlas dalam melaksanakan dengan penuh tanggung jawab dalam peningkatan pelayanan dimasyarakat. Saling mengisi, saling membantu sesama perangkat. Jangan dipersulit tapi harus dipermuda anggap saja berangkat kerja itu beribadah.
Jangan sok menjadi perangkat, malah kebalik dan jangan sampai masyarakat dikecewakan,” pungkas Feri. (Yuli)