Home Blog Page 1407

Pengurus Parpol di Lumajang Sepakati Silaturahmi Rutin Gagasan Wabup

LUMAJANG – Akhirnya para ketua dan sekretaris partai politik di Kabupaten Lumajang menyatakan sepakat untuk menggelar silaturahmi rutin yang digagas oleh Wabup Indah Amperawati.

Kesepakatan tersebut terungkap setelah sejumlah pengurus partai politik melaksanakan pertemuan yang dikemas dalam acara Halal Bihalal di Rumah Dinas Wakil Bupati RW 06 Kelurahan Ditotrunan pada Jum’at (20/5/2022) malam.

Namun demikian, silaturahmi para pengurus parpol yang digagas oleh Wakil Bupati Lumajang tersebut menuai komentar beragam dari komunitas jagongan warung kopi. Salah satunya komunitas jagong di warung kopinya cak Imam di jalan Iptu Jama’ari Gg 3 nomor 15.

Dalam jagongan mereka, sempat tercuat pertanyaan terkait kemungkinan kemungkinan. Bahkan diantara mereka ada yang menyebut silaturahmi para elit parpol itu justru akan menyulut perbedaan tentang ideologi.

“Perbedaan akan tetap hidup dan menjadi warna bagi keberadaan partai politik di tingkat lokal. Apalagi perbedaan pandang dari masing masing partai terlahir dari kemajemukan. Sulit untuk “mendamaikan ide” hanya dengan silaturahmi rutin para ketua parpol tersebut,” kata Parto, salah seorang pecandu kopi yang ikut jagongan.

Mempertemukan ketua dan sekretaris partai politik di Kabupaten Lumajang dengan tujuan menciptakan kerukunan kegiatan silaturahmi serta mengurangi ketegangan politik menjelang pemilu, dinilai hanya pepesan kosong.

“Memang, meningkatkan intensitas silaturrahim antar pengurus partai politik itu sangat positif menurut saya, tetapi jika menganggap silaturrahim itu sebagai rekonsiliasi dua perbedaan ide yang mendasar sangat tidak mungkin. Itu hanya sebatas fatamorgana,” ucap Parto lagi.

Parto menambahkan, dari sisi konsep dan ide antar parpol saja tentu memiliki perbedaan yang sangat kuat sekali. Namun jika kemudian dari gagasan kemesraan antar tokoh parpol tersebut dapat terbangun melalui silaturahmi, itu adalah bagian dari rasa saling membutuhkan.

Bisa saja ada semacam “transaksi materi” sebagai upaya untuk saling memegang komitmen politik yang bernuansa transaksi politik. Sebab, pertemuan semacam itu sering menghasilkan kesepakatan politik. Entah itu karena ingin mengajak oposisi untuk berada di sampingnya, atau oposisi meminta untuk mengakomodir kepentingan politiknya, masih kata dia.

Meskipun oposisi akan berkoalisi, lanjut Parto, tetapi oposisi terhadap kekuasaan tidak akan mudah berakhir, pun tidak selalu bisa ditentukan oleh para ketua dan sekretaris parpol tersebut. Begitu pula dengan perbedaan ide dan cara pandang dari masing masingnya, tidak akan berakhir hanya karena silaturahmi rutin sebagaimana gagasan Wabup Lumajang tersebut.

Jagongan berakhir setelah mendengar sholah sholah menjelang sholat dhohor dari musholah yang ada di depan warung Cak Imam. Para komunitas jagong pun segera membubarkan diri usai menyeruput kopinya masing masing. (duk).

BB(2.20)Gram Sabu.MH Alias Ian di Amankan Polisi

BARITO UTARA-Satuan Reserse Narkoba(Satresnarkoba)Polisi Resort(Polres)Barito Utara,Kalimantan Tengah,telah mengamankan M.Heriyansyah alias Ian bin Sudarno umur 34 tahun dirumahnya pada jam 14.30 Wib di jalan Kolam Pipit Rt.013 Kelurahan Melayu,Muara Teweh karena kejadian tinda Pidana jual beli Narkoba jenis Sabu, Sabtu(21/5/2022).

Kepala Polisi Resort(Kapolres)Barito Utara,AKBP.Gede Pasek Muliadnyana,melalui Kasat Narkoba AKP.Syaifulah.Mengungkapkan Polisi telah mendapatkan informasi dari masyarakat,bahwa dirumah MH alias Ian sering digunakan untuk transaksi jual beli narkotika jenis Sabu.Kemudian  petugas melakukan penyelidikan dan diketahui keberadaan MH sedang berada dalam rumahnya,”kata Kasat Narkoba.

Dikatakannya,polisi langsung gerak cepat mengamankan MH dan dilakukan pengeledahan badan,pada jam 14.30 Wib di rumahnya yang disaksikan oleh Handayani selaku ketua Rt setempat.

Dari hasil pengeledahan badan dan dari tangan tersangka MH,polisi mendapat barang bukti satu paket plastik klip berisikan Sabu seberat(2.20)gram bruto.Bukti lain yaitu satu buah HP Samsung Type A03S warna hitam,satu buah pipet kaca,alat hisap sabu atau Bong dan uang tunai rp.300.000,”ujar AKP.Syaifulah.

Setelah dibawa dan diamankan di Mapolres Barito Utara,MH dalam penyidikan Satresnarkoba Barut dan disangkalan dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1)Undang-Undang Republik Indonesia nomor.35 tahun 2009 tentang Narkotika,”tegas Kasat Narkoba.  (SS)

Di bondoyudo wilayah tanggul kencong memakan korban lagi

JEMBER- Sabtu sore kira kira pukul 16-30 wib ada anak umur 23 tahun yang bernama rizky warga dusun pondok jeruk rt/rw 001-025 desa wringinagung kecamatan jombang kabupaten jember telah hanyut di sungai bondoyudo di saat mencari biawak atau nyambek dalam bahasa jawa.

Menurut teman teman korban firman andika ari dan aril pada saat itu kita menelusuri pinggiran sungai di saat salah satu teman melihat ada biawak atau nyambek di timur sungai kita semua langsung nyebrang sungai dan firman sempat mengingatkan korban agar tidak ikut menyebrang sungai, karna rizki atau korban tidak bisa berenang dan ternyata benar rizki tidak bisa berenang dan teman teman korban sempat memberikan pertolongan kepada rizky tapi karena arusnya deras kita semua tidak mampu untuk menarik rizki mas,, “Sahutnya.

Di saat itu juga teman teman langsung berteriak minta tolong ke warga sekitar dan di teruskan ke perangkat desa imron rosyadi selaku kasunnya, di saat itu juga kasun imron langsung menghubungi pihak yang berwajib dan diteruskan ke bpbd kabupaten jember.

 Disaat berita ini di turunkan masih belum ada tanda tanda munculnya si korban dan pemdes desa wringinagung beserta bpbd terus menyusuri sungai bondoyudo tanggul kencong.(jen)

Kelola Sampah Lebih Efisien, Pemkot Cimahi CanangkanSAMPAH Pengembangan “Awas Sikoma”

0

CIMAHI – Guna mengatasi permasalahan sampah, Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencanangkan Pengembangan Kawasan Pengelolaan Sampah Menuju Sirkular Ekonomi Mandiri (AWAS SIKOMA) pada hari Sabtu (21/5) di RW. 18 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana mengungkapkan bahwa permasalahan sampah menjadi masalah yang sangat serius sehingga perlu perubahan yang sangat mendasar untuk menyikapi masalah sampah ini.

Ngatiyana menyebutkan salah satu kendala dalam urusan pengelolaan sampah adalah pembiayaan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah harus memprioritaskan dulu urusan wajib pelayanan dasar, sementara pengelolaan sampah adalah urusan wajib non pelayanan dasar.

“Diperlukan terobosan dalam menyikapi masalah pembiayaan pengelolaan sampah ini, agar nanti di dalam penyusunan dokumen perencanaan, seperti RPJMD, RESTRA, RKPD, sampai akhirnya diterjemahkan ke dalam penyusunan APBD, urusan sampah dapat juga menjadi prioritas dan anggarannya dapat memadai, minimal sesuai standar yaitu 3% dari APBD,” tukas Ngatiyana.

Ngatiyana juga mengungkapkan bahwa konsekuensi dari diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah adalah beban kerja operasional menjadi bertambah dengan adanya kewajiban mengurangi sampah, dibandingkan dengan sebelum berlakunya undang-undang, yang mana operasional pengelolaan sampah hanya sebatas penanganan kumpul angkut buang.

Sementara biaya pengurangan sampah dan penanganan sampah dari hulu ke hilir sangat lah mahal.

Masalah lain yang muncul dalam upaya pengelolaan sampah adalah masalah sosial kultural. Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018, sekitar 72% masyarakat Indonesia tidak peduli dalam urusan sampah.

Dalam hal ini Ngatiyana menyayangkan sikap masyarakat yang masih belum peduli pada pengelolaan sampah.

Program Pengembangan AWAS SIKOMA diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah di Kota Cimahi, melalui gerakan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku dan membangun peradaban dalam pengelolaan sampah.

Dasar dari penerapan ekonomi sirkular ini adalah pemanfaatan kembali barang atau produk yang tidak terpakai untuk digunakan kembali sebagai modal untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Sehingga alih-alih menjadi sampah yang membutuhkan biaya yang besar untuk pembuangannya, produk yang tidak terpakai dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerja sama lintas sektoral agar terwujud pengelolan sampah yang efisien, mulai dari masyarakat, wirausaha, pelaku industri hingga pemerintah daerah.

Ngatiyana menyebutkan bahwa Pemerintah Kota harus bisa menyambungkan antara unsur-unsur di dalam pengelolaan sampah, mulai dari penghasil sampah, petugas pengumpul sampah, pengepul, bandar, bank sampah unit, bank sampah induk sampai kepada industri daur ulang sebagai offtaker. Sehingga jika semua unsur bisa berperan, tentunya masalah atau persoalan persampahan ini akan segera terselesaikan.

Melalui Pengembangan AWAS SIKOMA, Ngatiyana yakin akan dapat mengatasi permasalahan sampah, “Walaupun dibutuhkan waktu, tapi saya yakin akan ada perubahan perilaku, sehingga nantinya dari urusan sampah ini pelan-pelan akan banyak timbul jenis usaha dan wirausahawan baru,” tandasnya.

RW 18 Kelurahan Cipageran ini menjadi pilot project untuk Program Pengembangan AWAS SIKOMA di Kota Cimahi. Untuk ke depannya, Ngatiyana menyatakan akan melakukan hal serupa di RW-RW lainnya se-Kota Cimahi.

“RW-RW lain sudah ada yang melaksanakan, sebagai pilot project-nya ada di RW 18 nanti akan ditularkan ke RW yang lain. Walaupun sebagian RW-RW sudah ada yang memproduksi namun belum optimal seperti ini, mudah-mudahan nanti dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan semoga nanti menyebar di seluruh Kota Cimahi sehingga membantu mengurangi sampah di Kota Cimahi,” harap Ngatiyana.

Pengelolaan sampah di RW 18 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara telah dilakukan secara mandiri oleh warga. Warga secara aktif memilah dan mengolah sampah rumah tangga dengan budidaya maggot yang ramah lingkungan. Setiap bulannya RW. 18 Cipageran bisa menghasilkan 100 kg lele segar yang sebagian hasilnya dibagikan secara gratis kepada warga dan sebagian lagi diolah menjadi produk olahan.

Pada kegiatan Pencanangan Pengembangan AWAS SIKOMA dilakukan peresmian peternakan ikan lele sebagai simbol upaya pengembangan pengelolaan sampah di RW, serta pemberian motor sampah dari DLH Kota Cimahi sebagai bentuk perhatian dan insentif dari Pemerintah Kota Cimahi kepada para pelaku kelompok masyarakat yang sudah sudah berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah mengurangi dan menangani sampah di Kota Cimahi.

Hadir mendampingi Plt. Wali Kota Cimahi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Achmad Nuriana, Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Dadan Darmawan dan Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi H. Enang Syahri Lukmansyah.
(Achmad)

Sumber: (Bidang IKPS/DY)

Bersama Puluhan Anak Yatim, F-Wamipro Gelar Halal Bihalal

0

PROBOLINGGO – Bertempat di Kantor Sekretariat F- Wamipro, Jalan Ikan Lumba lumba no 29 Kelurahan Mangunharjo, Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo. M. Suhri menggelar halal bihalal pada Sabtu (21/5/22) siang.

Selain halal bihalal, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim yang diserahkan langsung Ketua F- Wamipro beserta Dewan Pembina dan disaksikan oleh seluruh anggota yang hadir.

“Halal bihalal ini digelar sebagai media untuk saling bermaafan sesama muslim dan orang yang hadir dalam acara tersebut supaya segala kesalahan yang telah dilakukan dapat dimaafkan,” ucap Suhri.

Selain itu untuk menjalin silaturahmi sesudah bulan puasa dalam suasana Idulfitri di bulan Syawal ini. “Tradisi halal bihalal ini menjadi agenda tahunan F – Wamipro,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Pembina, Arman Kacung mengatakan, anggota F Wamipro sangat kompak dan solid untuk berbagi dengan sesama.

“Bertepatan dengan Peringatan Harkitnas, 2022 kedepannya F- Wamipro semakin kompak dan bangkit dalam menyajikan berita,” ujarnya.

Kegiatan Halal Bihalal juga diisi dengan tauziah bersama Ustad Khoirul Anam. (ali)

Tertarik Manajemen Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan, Dubes Swiss Temui Gus Muhdlor

0

SIDOARJO – Strategi penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon Sidoarjo yang menerapkan prinsip ramah lingkungan membuat Swiss Ambassador (Duta Besar) Mr. Kurt Kunz berkunjung ke Sidoarjo. Kurt Kunz yang datang bersama timnya itu mengapresiasi penanganan sampah di Sidoarjo yang sudah menerapkan system Sanitary Landfill berstandart Jerman tersebut. Dubes Swiss itu menilai menajemen yang diterapkan Pemkab Sidoarjo merupakan inovasi karena berhasil menerapkan Waste Manajement Revolution (Revolusi Pengelolaan Sampah).

Tidak hanya itu saja, Kurt dan timnya juga tertarik dengan sampah di TPA Jabon yang diubah menjadi bahan bakar RDF atau Briket. Sidoarjo dinilai Kurt ikut berkontribusi dalam program penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) karena pengelolaan sampah di TPA Jabon tanpa melakukan pembakaran.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor kepada Kurt Kunz dan rombongannya menyampaikan, “pengelolaan sampah di TPA Jabon sudah menerapkan standart pengelolaan Sanitary landfill. Selain itu, sampah yang ada TPA Jabon diolah menjadi bahan bakar Briket. Ini adalah kontribusi Pemkab Sidoarjo untuk ikut bersama-sama menurunkan emisi GRK,”katanya. Jum’at, (20/5/2022) di Pendopo Delta Wibawa.

Gus Muhdlor yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo (DLHK) M. Bahrul Amig itu menjelaskan, bahwa keberadaan sampah tidak bisa dihindari karena itu merupakan konsekuensi dari berkembangkan sebuah kota dengan jumlah populasi penduduknya di atas dua juta orang.

Bupati alumni FISIP Unair Surabaya itu juga mengatakan kalau keberadaan sampah tidak hanya dipandang sebagai disaster atau bencana tapi dibalik itu ada peluang ekonomi apabila keberadaanya bisa dikelola dengan manajemen persampahan yang baik, sehingga pengelolaan sampah di TPA Jabon bisa ramah lingkungan tidak menimbulkan bau.

“Walaupun Sidoarjo ini daerah industri, tapi juga menjadi daerah yang ramah lingkungan. Arahnya ke Green Economy dan Zero Waste,” jelasnya.

Rencana jangka panjangnya, Gus Muhdlor mendorong di tiap TPST bisa mengolah sampahnya menjadi briket agar sampah yang dikirim di TPA Jabon tidak overload. Manajemen pengolahan sampah menjadi bahan bakar briket alternatif itu dilakukan agar penanganan sampah mulai hulu sampai hilir bisa tertangani dengan system ramah lingkungan.

“Nanti kedepannya pengolahan sampah menjadi briket akan direplikasikan ke TPST lainnya dan prinsipnya pengelolaan sampah di Sidoarjo harus ramah lingkungan dan pengelolaannya dilakukan mulai dari hulu sampai hilirnya,” imbuhnya.

Kurt Kunz yang datang bersama Head Infrastructure Financing Of SECO Ms. Dagmar, Deputy Head of SECO Ms. Andrea Zbinden, Program Manager of SECO Mr. Roman Windish dan Manager of Urban Development of KFW Frangkurt Mr. Marc Gall mengatakan, sebelumnya Ia sudah mendapatkan informasi kalau pengelolaan sampah di TPA Jabon sudah menerapkan Sanitary Landfill.

Kurt melihat manajemen pengolahan sampah di Sidoarjo sangat baik karena adanya unit teknis yang dibentuk khusus menangani sampah yang ada di TPA. Selain itu, pengolahan sampah di Sidoarjo sudah menerapkan prinsip ramah lingkungan dengan system Sanitary Landfill. Dimana pada prosesnya bisa menurangi emisi GRK.

“Manajemen pengelolaan TPA Jabon Sidoarjo bisa menjadi role model bagi TPA di kota lain di Indonesia karena sudah menerapkan system Sanitary Landfill yang bisa mengurangi emisi GRK. Selain itu penanganan sampah di Sidoarjo juga diolah menjadi briket yang bisa bernilai ekonomi,” ujar Kurt.

Sementara itu, Head Infrastructure Financing Of SECO Ms. Dagmar mengemukakan, yang berbeda dari pengelolaan sampah di Sidoarjo dengan kebanyakan TPA di kota lain adalah selain sudah menerapkan system sanitary landfill, “sampah yang ada di TPA Jabon tidak menimbulkan polusi bau,” ujar Dagmar.

Untuk menangani masalah bau sampah, DLHK Sidoarjo mengatasinya dengan menyemprotkan cairan Eco Lindi, cairan yang diolah sendiri oleh DLHK. (Kominfo/Yl)

Berniat Tagih Hutang, Perempuan Asal Kraton Diseret Motor Sejauh 1 Kilometer

0

PASURUAN – Seorang perempuan berinisial SM, warga Desa Jeruk, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan mengalami kejadian yang sangat memilukan.

Betapa tidak, perempuan berusia 42 tahun itu kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Raci akibat diseret motor milik warga Desa Oro-oro Bulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan berinisial AS (48) sejauh sekitar 1 kilometer. Akibatnya, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, terutama bagian pinggul dan kaki.

Kejadian tersebut berawal dari korban SM bersama suaminya yang mendatangi rumah AS untuk menagih hutang pada Kamis (19/5/2022) malam sekitar jam 20.30 WIB.

Setelah bertemu AS, korban lantas mengajak pelaku menyelesaikan urusan piutang tersebut ke rumah korban.

Atas ajakan tersebut, AS mengiyakan dan membonceng korban menggunakan motornya.

Di tengah perjalanan, AS menghentikan laju motor sembari berkata agar penyelesaian hutang itu dilakukan di rumahnya agar istrinya mengetahui juga perihal hutang piutang tersebut.

Saat kendaraan berhenti, SM pun turun sambil berpegangan pada planger motor.

Tak disangka, ketika SM turun dengan tangan masih memegang planger, pelaku justru tancap gas.

Tak ayal, korban pun terseret di jalan kampung berpaving sembari berteriak minta pertolongan.

Teriakan korban tak dihiraukan oleh AS hingga akhirnya laju motor dihentikan oleh warga.

“Saat balik arah ke rumah AS, saya turun dari motor berpegangan planger. Dia tidak tahu kalau saya berpegangan planger, ternyata langsung di gas. Saya terseret, saya berteriak minta pertolongan tapi tak dihiraukan ASD dan hampir nabrak orang juga,” jelas korban sesaat setelah mendapat perawatan di RSUD Raci.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini AS diamankan di Polsek Rembang bersama barang bukti berupa 1 unit motor jenis Vario 125 warna hitam bernopol N. 4757 TDI.

Menurut salah satu sumber di Polsek Rembang, pihak Kepolisian akan melakukan gelar perkara di Polres Pasuruan. (qomar)

Polres Bojonegoro Siapkan Jalur Alternatif Selama Jembatan Glendeng Ditutup

0

BOJONEGORO – Hasil Rapat Koordinasi (rakor) yang digelar oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tuban – Bojojonegoro di Mapolres Tuban kemarin Jumat (20/5/2022) jembatan Glendeng hari ini Sabtu (21/5) ditutup total bagi semua kendaraan.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Rizal Nugra Wijaya, SIK mengatakan Jembatan Glendeng yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban mengalami penurunan dan longsor berakibat pondasi dan tembok penahan tanah retak.

“Hasil rakor dan kajian FLLAJ Tuban-Bojonegoro dengan tim teknis jembatan DPU Bina Marga Jawa Timur, Jembatan Glendeng hari ini, Sabtu tanggal 21 Mei 2022 di tutup total untuk semua kendaraan baik roda empat atau lebih dan roda dua,” terang AKP Rizal kepada awak media di lokasi, Sabtu (21/5/2022).

Rizal menambahkan selama penutupan Jembatan Glendeng sampai batas waktu yang belum ditentukan, Satlantas Polres Bojonegoro akan melakukan sosialisasi, pemasangan rambu-rambu di Jembatan Glendeng dan pemasangan banner pengalihan arus lalu lintas (lalin) dari Bojonegoro menuju Tuban di simpul jalan yang mengarah ke Jembatan Glendeng.

Pengalihan arus lalu lintas sementara dari arah Bojonegoro ke Tuban selama penutupan, akan dialihkan melalui Pos Lantas Halte menuju Jembatan Kali Kethek hingga ke Pertigaan Ponco Kecamatan Parengan, kemudian menuju Soko atau Tuban. Demikian juga untuk sebaliknya.

“Selama penutupan Satlantas Polres Bojonegoro akan bekerja sama dengan Dishub Bojonegoro untuk melaksanakan patroli mobile bersama-sama disekitaran Jembatan Glendeng,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat untuk mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan.

“Taati rambu-rambu yang terpasang dan arahan dari petugas di lapangan agar semua berjalan lancar,” pungkas Pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2012. (tim)

Gelontor Anggaran Beasiswa 10 Miliar Rupiah, Gus Muhdlor Ingin Sidoarjo Jadi Gudangnya Pemuda Berprestasi

0

SIDOARJO – Keseriusannya dalam memajukan dunia pendidikan Sidoarjo tidak tanggung-tanggung. Tahun ini Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menggelontor anggaran sebesar Rp. 10 Miliar untuk program Beasiswa Perguruan Tinggi. Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk mendongkrak agar lebih banyak lagi pemuda Sidoarjo yang berprestasi. Selain itu, program ini juga untuk membantu biaya pendidikan para mahasiswa Sidoarjo yang sedang mengalami kendala pembiayaan.

Mereka yang saat ini menempuh pendidikan jenjang S1 sampai S3 berkesempatan mendapatkan beasiswa dari pemeritah Kabupaten Sidoarjo. Jumlah kuotanya sebanyak 2.000 mahasiswa yang pendaftarannya sudah dibuka sejak awal Februari 2022 lalu dan ditutup pada akhir Maret 2022. Pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat akan mendapatkan beasiswa Pendidikan senilai Rp. 5 juta. Dalam waktu dekat Bupati Sidoarjo akan menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada para penerima.

Pemberian beasiswa tersebut kata Gus Muhdlor akan mendongkrak motivasi para pemuda Sidoarjo untuk lebih getol lagi melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Program ini juga sebagai bentuk kepedulian bupati pada kemajuan pendidikan dengan memberikan apresiasi pada mahasiswa yang berprestasi, baik prestasi akademik, non akademik maupun prestasi dalam agama.

“Banyak pemuda Sidoarjo yang berprestasi, ini terlihat saat pemerintah membuka program beasiswa jalur prestasi. Mereka yang berprestasi tidak hanya kuliah di dalam negeri saja ada juga mahasiswa asal Sidoarjo yang saat ini tengah belajar di luar negeri juga ikut mendaftar,” terang Gus Muhdlor. Jum’at, (20/5/2022) di Pendopo Delta Wibawa.

Putra KH. Agoes Ali Masyhuri itu bangga melihat para pemuda Sidoarjo yang punya semangat juang tinggi untuk menjadi orang yang sukses. Gus Muhdlor optimis dengan kepedulian pemerintah daerah yang dilakukan sekarang membuat para pemuda itu lebih loyal untuk ikut membangun daerahnya.

“Membangun negeri tak akan berhasil tanpa membangun pemudanya, begitu juga dengan Sidoarjo. Jika ingin Sidoarjo menjadi daerah yang diperhitungkan maka yang harus dibangun adalah generasi mudanya. Ini yang kita lakukan sekarang, bila pemerintah daerahnya peduli dengan masa depan generasi mudanya maka dari sana loyalitas untuk daerahnya akan bangkit,” jelas Gus Muhdlor.

Dan yang paling penting lagi, lanjut Gus Muhdlor, “program beasiswa ini menjadi trigger ke depannya akan lebih banyak lagi pemuda-pemuda di kota Delta yang berprestasi,” imbuhnya.

Kuota beasiswa tahun 2022 sebanyak 2.000 orang. Sejak dibuka pendaftran pada awal Februari lalu, jumlah pendaftar yang masuk hingga akhir Maret sudah lebih dari kuota. Saat ini Pemkab Sidoarjo sedang melakukan proses verifikasi dan validasi, dalam waktu dekat hasilnya akan diumumkan ke publik.

Jalur beasiswa yang dibuka yakni jalur prestasi akademik dan non akademin, jalur prestasi keagamaan dan jalur mahasiswa kurang mampu. Dari keempat jalur itu yang paling banyak pendaftarnya yakni jalur prestasi akademik dan non akademik.

Dari kuota tersebut, rinciannya untuk prestasi akademik sebanyak 650 orang, non akademik 350 orang, mahasiswa kurang mampu 500 orang dan prestasi keagamaan 500 orang dengan jenjang pendidikan mulai dari S1 sampai dengan S3.

Jumlah pendaftar yang masuk lewat jalur prestasi akademik dan non akademik mencapai 1.400 an mahasiswa. Kemudian untuk jalur beasiswa kurang mampu yang mendaftar lebih dari 1.000 orang sedangkan pendfatar yang masuk jalur prestasi agama sebanyak 119 mahasiswa. Berkas yang masuk itu masih dalam proses verifikasi dinas terkait.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Joko Supriadi menyampaikan, pihaknya sampai hari ini masih terus memverifikasi berkas pendaftar. “Yang kita tangani jalur prestasi akademik dan non akademik, jumlah pendaftarnya sudah mencapai lebih dari 1.400 mahasiswa dan yang sudah terverifikasi sebanyak 650 an berkas,” terang Joko.

Berbeda dengan Joko, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sidoarjo M. Hudori yang menangani beasiswa jalur prestasi agama menyampaikan, pihaknya sudah selesai verifikasi. Peserta yang masuk di jalur prestasi agama ada 119 mahasiswa dan setelah diverifikasi yang gugur 10 peserta. Dari jumlah peserta yang masuk lewat jalur prestasi agama, tiga diantaranya merupakan mahasiswa yang kuliah di luar negeri. Pada jalur prestasi agama, salah satunya ada jalur hafalan Al Quran, peserta disyaratkan hafal minimal 10 juz.

“Jumlah peserta yang mendaftar ada 119 dan yang sudah dinyatakan lolos verifikasi sebanyak 110 peserta. Rinciannya, peserta yang tidak lolos yakni 3 orang gagal lolos hafalan Al Quran 10 Juz dan 6 orang lainnya berkasnya tidak lengkap. Untuk peserta dari non muslim yang mendaftar ada 10 orang,” kata Hudori. (Kominfo/Yl)

Bike To Work Day, Tingkatkan Minat Bersepeda

0

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati memberangkatkan gowes dalam rangka peringatan Hari Keanekaragaman Hayati dan gerakan Bike To Work Day, di Alun-alun Lumajang, Jumat (20/5/2022).

Gowes yang diikuti sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang itu juga melibatkan komunitas sepeda di Kabupaten Lumajang.

“Mudah-mudahan dengan bersepeda ke kantor mengurangi polusi dan masyarakat juga lebih sehat. Menjaga bumi kita, termasuk bersepeda ke tempat kerja,” harap wabup yang akrab disapa Bunda Indah.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga mendapatkan pin bersepeda yang diserahkan oleh komunitas Bike To Work Lumajang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang Hertutik dalam laporannya menjelaskan, bahwa kegiatan gowes dalam rangka peringatan Hari Keanekaragaman Hayati dan gerakan Bike To Work Day itu, bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk bersepeda ke tempat kerja, sekaligus mengurangi emisi kendaraan yang berpotensi mencemari udara sekitar.

“Meningkatkan minat masyarakat untuk bersepeda, untuk mengurangi emisi udara, dan membudayakan bersepeda ke tempat kerja,” pungkasnya. (brj)