Home Blog Page 1408

Jelang Pilkades Tujuh Desa di Tulangan, Kapolresta Sidoarjo Gelar Cangkrukan Kamtibmas

0

SIDOARJO – Kecamatan Tulangan pada 19 Juni 2022 bulan depan siap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Ada tujuh desa yang melaksanakannya yaitu Desa Kenongo, Kepunten, Janti, Kepuhkemiri, Grabagan, Grinting dan Grogol total keseluruhan ada 17 calon Kades.

Hal tersebut disampaikan Camat Tulangan Didik Widoyoko, dalam acara Cangkrukan Kamtibmas kemarin, Kamis (19/5/2022), yang digelar Kapolresta Sidoarjo jelang Pilkades serentak 84 desa tahun 2022 di Kabupaten Sidoarjo.

“Kurang sebulan jelang Pilkades serentak, situasi kamtibmas di wilayah kami aman dan kondusif. Berbagai persiapan sudah matang dan 17 kontestan Pilkades di tujuh desa Kecamatan Tulangan juga berkomitmen untuk mengikuti setiap agenda Pilkades dengan tertib dan damai,” papar Camat Tulangan Didik Widoyoko.

Menanggapi kesiapan pelaksanaan Pilkades serentak di tujuh desa Kecamatan Tulangan, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengapresiasi dan berharap situasi damai serta kondusif dapat terwujud hingga tahap akhir Pilkades nanti.

Ia memberikan contoh bagaimana semangat gotong royong kebersamaan seluruh Forkopimda, Forkopimka hingga tingkat desa bahu membahu bersama masyarakat, berhasil menanggulangi pandemi Covid-19 dan vaksinasi sampai tingkat desa.

“Semangat sinergitas dan kebersamaan keberhasilan penanggulangan Covid-19 dan memasifkan vaksinasi di tingkat desa, kami harap dapat diteruskan untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkades serentak di wilayah kita berlangsung aman, damai dan kondusif,” pesan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau selama masa Pilkades tidak berbuat anarkis, saling hasut, menyebar berita bohong, menebar kebencian serta tidak menjadikan Pilkades sebagai ajang taruhan.

“Bila ada upaya-upaya pelanggaran dalam Pilkades silahkan laporkan kepada panitia atau kepada kami, karena pelanggaran-pelanggaran dalam Pilkades akan dikenai ancaman pidana,” pungkas Kapolresta Sidoarjo. (tim)

Ketua Panitia PTSL Desa Lengkong Diduga Lakukan Pungli

0

MOJOKERTO – Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2018. PTSL adalah program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah, sangat diharapkan bagi masyarakat warga Indonesia. Berbeda dengan adanya program PTSL di-Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar. Ketua Panitia Desa Lengkong, Sukir diduga melakukan pungli, atau meminta uang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada pemohon atau warga Desa Lengkong sebesar Rp.485.000/ Pemohon.

Hal ini dilakukan seolah sudah peraturan di Desa Lengkong.

Kenapa??

Karena tampak jelas selembar kertas tertulis Rencana Anggaran Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang ditandatangani Winarno bendahara panitia PTSL Desa Lengkong, dengan rincian

  1. Patok dengan biaya Rp. 60.000
  2. Materai ( Diluar urusan waris / hibah ) biaya Rp. 50.000
  3. Perjalanan kekantor BPN, Perbup 59/2021 Biaya Rp. 150.000
  4. Akomdasi kekantor BPN, Perbup 59/2021 biaya Rp. 100.000
  5. Akomodasi pengukuran ( Koord + Tongkat + Pesawat + Catat) ( Kasun + Panitia ) biaya Rp. 50.000
  6. Pemberkasan biaya Rp. 25.000
  7. ATK biaya Rp. 25.000
    Dengan total biaya yang dibebankan kepemohon atau warga sebesar 4.85.000/ pemohon atau warga Desa Lengkong.

Apa yang diharapkan pemohon/warga Desa Lengkong dengan adanya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) gratis kini pupus sudah, dan membayar dengan biaya Rp.485.000.

(G) nama samaran warga RT. 01 RW. 02 mengeluhkan pada saat mengajukan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ditarik biaya oleh panitia PTSL sebesar Rp.485.000

“Saya kapan hari itu membayarkan kepanitia 2.500.000 mas itupun kata adik saya tidak diberikan kembalinya, seharusnya kalau biaya Rp.485.000 masih ada kembalian Rp.75.000. dengan pengajuan 5 bidang tanah”. Keluhnya (G) dihadapan awak media GempurNews.

Diwaktu berbeda Sukir selaku Ketua panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) beserta sekertaris PTSL dan Bendahara panitia PTSL di-Balai Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar, Sukir mengatakan, kalau biaya PTSL itu semua keputusan warga.

“Sesuai kesepakatan warga dan ada pernyataan dari warga mas,” katanya sembari menunjukkan pernyataan setuju dengan biaya Rp.485.000 yang bertuliskan, Saya mewakili pemohon PTSL di Desa Lengkong tanpa ada pemaksaan dari manapun dan tertanda tangan Bibit Wibisono.

Sukir juga mengatakan, “Pak Bibit ini tokoh masyarakat dan dipercaya masyarakat mas”.

Masih kata Sukir, dengan adanya pernyataan panitia mensosialisikan kewarga atau calon pemohon.

“Dengan adanya pernyataan dari pak Bibit Tokoh masyarakat sini panitia PTSL sosialisasi ke warga mas,” kata Sukir duduk berdiri diteras b Balai Desa Lengkong.

Diwaktu berbeda, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemas) Eko Imam Setiono mengatakan, seharusnya disosialisaikan dulu baru adanya kesepakatan bersama dan mengisi pernyataan, Tapi perlu diketahui PTSL itu sebelumnya telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2018. PTSL adalah program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah, hal ini dikarenakan masih banyaknya tanah yang belum bersertifikat.

Selain itu, lambatnya proses pembuatan sertifikat tanah selama ini menjadi perhatian pemerintah, sehingga melalui kementerian ATR/BPN diluncurkannya Program Prioritas Nasional yang berupa percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tersebut.

Metode PTSL merupakan inovasi pemerintah melalui kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat: sandang, pangan dan papan. Selain dalam Instruksi Presiden, program tersebut juga dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL.

Masih kata Imam, sebelumnya Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil berharap program PTSL dapat mewujudkan pembangunan yang nyata bagi Indonesia, dan memastikan penerima sertifikat tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat memulai peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

“Program PTSL ini dapat mempermudah Pemerintah Daerah untuk melakukan penataan kota. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL adalah proses pendaftaran tanah pertama kali. Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, program tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia bagi semua objek pendaftaran tanah yang belum terdaftar dalam suatu wilayah desa/kelurahan atau yang serentak dengan itu”

PTSL yang begitu populer di masyarakat dengan istilah sertifikasi tanah ini, sepenuhnya dijamin oleh pemerintah mengenai kepastian hukum serta perlindungan hukumnya pada hak atas tanah yang dimiliki masyarakat,” pungkas Imam Setiono.

Sampai berita ini ditayangkan awak media belum bisa menkonfirmasi Nuroso selaku Kepala Desa Lengkong. (Yuli)

Mengintip Kompetensi Profil Kepala Sekolah SMPN 4 Lumajang

LUMAJANG – Adalah Mamik Setiawati, sosok Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lumajang, Jawa Timur yang dikenal memiliki kompetensi manajemen berbasis sekolah.

Terbukti dari sikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, yang memiliki keinginan kuat dalam pengembangan diri sebagai Kepala Sekolah.

Tidak hanya itu, Mamik juga mampu melaksanakan tugas dalam mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia bagi komunitas di sekolahnya yang saat ini ia pimpin.

Bukan hanya tentang pesona, kepribadian dan sikap positif yang terpancar dari wajah dan senyuman, gambaran dari system psokologi keseluruhan yang ada pada dirinya.

Itulah gambaran Mamik Setiawati, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lumajang yang mendapat julukan sosok Kartini yang tegas dalam bertindak demi kepentingkan pendidikan di sekolahnya.

Dalam hal berbagai program dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, dirinya mengaku SMP 4 akan senantiasa memberikan dukungan, termasuk pada ajang bergengsi Expo Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2022 kemarin.

“Pada festival drumband expo pendidikan dan kebudayaan tahun 2022 di KWT kemarin, sekolah kami juga berpartisipasi mengikuti lomba, dan alhamdulillah bisa meraih juara pertama,” ungkapnya, Rabu (18/5/2022).

Ditambahkan oleh Mamik bahwa expo pendidikan dan kebudayaan di kabupaten Lumajang, memiliki nilai positif karena bisa membangun semangat di dunia pendidikan yang sempat buram akibat adanya pandemi.

Ditemui media ini, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada warga sekolah termasuk, guru dan wali murid yang telah memberikan dukungan sehingga SMPN 4 meraih keberhasilan.

“Di sekolah kami ini juga dilaksanakan program kegiatan sekolah sak ngajine, bertujuan memberikan pembekalan kepada warga sekolah untuk mampu mengrndalikan diri dalam menghadapi permasalahan di sekolah,” kata Mamik. (duk)

Polsek Kandangan Terus Pantau Ketersediaan Minyak Goreng di Pasaran

0

KEDIRI – Anggota Polsek Kandangan melakukan pemantauan terhadap minyak goreng di minimarket dan pedagang sembako di wilayah Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, Jumat (20/5/2022).

Pemantauan itu bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan minyak goreng.

Kapolsek Kandangan Iptu Wahyu Hariyadi mengatakan kegiatan pemantauan ini dilakukan setiap hari.

“Kami setiap hari melakukan Sidak dan mendata stok minyak goreng di sejumlah minimarket dan pedagang sembako,”terang Kapolsek Kandangan.

Hasilnya, sejauh ini stok minyak goreng yang ada di wilayah Kecamatan Kandangan masih stabil dan tercukupi.

“Untuk stok minyak goreng masih stabil dan tercukupi,” tutur Kapolsek Kandangan.

Kapolsek Kandangan lebih lanjut mengungkapkan, diimbau kepada masyarakat untuk tidak panik atau khawatir untuk ketersediaan minyak goreng.

“Bila ada oknum yang nakal melakukan penimbunan minyak goreng tentunya kami akan melakukan tindakan tegas,” ungkap Kapolsek Kandangan. (ageng)

Aksi Bhabinkamtibmas Polres Probolinggo Cegah Wabah DBD

0

PROBOLINGGO – Imbas maraknya wabah demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, direspon cepat oleh Polres Probolinggo.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Dringu Polres Probolinggo, Aipda Isana Reny melakukan aksi nyata menggelar kegiatan fogging di Desa Mranggonlawang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (19/5/2022) pagi.

Pengasapan (fogging) yang dilakukan di rumah-rumah warga di tingkat RT hingga desa tersebut menggunakan alat fogging, melalui kolaborasi antara Polres Probolinggo dengan Puskesmas Dringu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo

“Fogging ini sebagai bentuk kepedulian Polri dan aksi nyata terhadap masyarakat guna mengantisipasi maraknya wabah DBD,” ucap Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo menambahkan, Kepolisian terus berkoordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging diseluruh wilayah Kabupaten Probolinggo, diharapkan kegiatan pencegahan ini dapat mewujudkan Kabupaten Probolinggo bebas dari wabah DBD.

Selain fogging, ada beberapa cara untuk mengantisipasi wabah DBD, diantaranya melalui program 3M (Mengubur, Menguras, dan Menutup), PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), dan melalui Jumantik (Juru Pemantau Jemantik).

“Beberapa program antisipasi wabah DBD dan penyemprotan fogging ini akan terus kami lakukan, terutama di beberapa fasilitas umum dan pemukiman warga yang rawan akan wabah DBD,” ungkap Kapolres Probolinggo.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aipda Isana Reny mengungkapkan Desa Mranggonlawang adalah desa binaannya yang terus dipantau agar tidak terjadi wabah DBD di daerahnya.

“Kami mengapresiasi kepada warga Desa Mranggonlawang yang telah mendukung program fogging yang digelar oleh Polres Probolinggo dan Dinas Kesehatan dalam upaya pencegahan wabah DBD,” pungkas Aipda Isana Reny. (tim)

MUI Pasuruan bersama Kasi Humas Polres Menyadarkan Kelompok yang Diduga Aliran Sesat

0

PASURUAN – Berawal dari adanya info masyarakat Wonorejo tentang adanya kegiatan yang dianggap menyimpang dari ajaran syariat Islam, yaitu seseorang atau kelompok orang beragama Islam yg mengikuti ajaran atau aliran sesat di wilayah Purwosari dan Wonorejo.

Jumlah kelompok yang dianggap sesat itu berjumlah sekitar 12 orang yang biasanya melakukan kegiatan atau pertemuan di bekas warung Famili Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo.

Karena dianggap meresahkan, maka warga melaporkan ke MUI Kecamatan Wonorejo dan tokoh agama setempat.

Ketua MUI Kecamatan Wonorejo Haji Halim bekerja sama dengan Ketua MUI Kecamatan Purwosari Haji Sulkhan karena ditemukan adanya beberapa orang yang berasal dari kecamatan Purwosari.

Setelah berkoordinasi, kedua Ketua MUI melaporkan kepada Kapolsek Wonorejo dan Kapolsek Purwosari serta kepada Camat Wonorejo dan Camat Purwosari terkait adanya kasus yang diduga merupakan aliran sesat.

Dari hasil laporan, maka Hari Sabtu tanggal 14 Mei 2022, Kanit Intel Wonorejo turun ke lapangan bersama MUI Wonorejo dan MUI Purwosari serta Camat Wonorejo untuk mengecek langsung ke bekas warung yang digunakan untuk melakukan kegiatan yang diduga sesat.

Sesampainya di warung, Ketua MUI Wonorejo dan Ketua MUI Purwosari didampingi Kanit Intel Wonorejo bertemu langsung dengan kelompok yang diduga aliran sesat, diantaranya Makhfudianto warga Purwosari, dan Setio Utomo warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo.

Dalam pertemuan itu, terjadilah perdebatan antara Haji Sulkhan yang didampingi Haji Halim melakukan tanya jawab dengan Makhfudianto yang dianggap sebagai Ketua aliran sesat. Terbukti bahwa Makhfudianto disinyalir tidak mengakui Hadits dan tidak mengakui Al-Quran yang memakai bahasa Arab.

Pihak MUI maupun Makhfudianto saling serang tentang hukum-hukum Islam dan sama-sama mempertahankan pendapat masing-masing. Oleh karena itu pertemuan tersebut dianggap tidak bisa memberikan Problem solving. Sehingga Haji Halim dan Haji Sulkhan sepakat melaporkan kejadian itu kepada Haji Nurul Huda ketua MUI Kabupaten Pasuruan.

Haji Nurul Huda Setelah mendapatkan laporan adanya indikasi Aliran yg diduga sesat tersebut langsung menghubungi kerabat dekatnya yang biasa diajak koordinasi yaitu Kasi Humas Polres Pasuruan Ipda Bambang Sugeng Hariyadi, S.Sos untuk diminta membantu turun langsung mendatangi rumah Makhfudiyanto guna menemukan solusi yang tepat yaitu dengan cara memberikan assesment pemahaman syariat Islam yang benar agar tidak menyimpang dari ajaran Syariat Islam Ahli Sunnah Waljama’ah.

Pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2022 pukul 09.30 WIB, bertempat di kantor KUA Kecamatan Purwosari diadakan pertemuan dengan menghadirkan tiga orang yang diduga aliran sesat yaitu Makhfudianto, Febri dan Frengki untuk dilakukan interview tabbayun oleh MUI kabupaten Pasuruan dengan dibantu Haji Muzamil Syafi’i anggota DPRD Jatim dan Tokoh Agama setempat serta dihadiri oleh tiga Pilar Kecamatan Purwosari.

Dari hasil pertemuan Tabbayun tersebut ketiga orang yang diduga aliran sesat itu akhirnya insyaf, sadar dan bertobat untuk kembali ke jalan syariat Allah, dan melakukan Syahadat sebanyak tiga kali serta istighfar kemudian dilanjutkan membubuhkan tanda tangan sebagai bukti pernyataan insyaf dan tobat untuk kembali ke jalan ajaran yang benar. (tim)

Gus Muhdlor Minta Jajarannya Komitmen Kelola Pemerintahan Secara Efektif dan Transparan

0

SIDOARJO – Sebanyak 468 orang PNS Sidoarjo mendapatkan petikan SK (Surat Keputusan) Kenaikan Pangkat hari ini, Kamis, (19/4). SK Kenaikan Pangkat periode 1 April 2022 tersebut diterima PNS mulai dari golongan I sampai IV. Pagi tadi, SK Kenaikan Pangkat tersebut diserahkan oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP dalam Apel PNS di Alun-alun Sidoarjo.

Dalam sambutannya sebagai pembina apel, bupati Sidoarjo yang biasa dipanggil Gus Muhdlor itu menyampaikan bahwa ASN harus mampu memahami dan melaksanakan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) nya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab. Seluruh ASN juga dimintanya berlomba-lomba menciptakan kepraktisan, keefektifan dan transparansi pelayanan publik untuk mendorong terciptanya Good And Clean Governance (Efektif, Efisien, Jujur, Transparan dan Bertanggungjawab).

“Saya harapkan seluruh Pegawai Negeri Sipil/PNS dan non ASN untuk mampu memahami dan melaksanakan Tupoksinya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab serta selalu berlomba menciptakan kepraktisan, keefektifan dan transparansi untuk mendorong terciptanya Good And Clean Governance,” harapnya.

Gus Muhdlor juga mengatakan beberapa program pembangunan telah berjalan selama 14 bulan dirinya memimpin Sidoarjo. Dukungan seluruh ASN Sidoarjo terhadap program pembangunan sangat diharapkannya. Tanpa dukungan itu, ia pastikan program pembangunan yang dijalankannya tidak akan dapat berjalan baik.

“14 bulan telah berlalu, ada beberapa program yang sudah berjalan, berproses dan juga akan kita eksekusi dibeberapa tahun kedepan, saya berharap dukungan sepenuhnya dari ASN Sidoarjo,” pintanya.

Gus Muhdlor juga meminta pejabat ASN harus berani mengambil keputusan kebijakan dengan cepat. Menurutnya pengambilan keputusan tidak harus dilalui secara formal seperti lewat rapat. Namun dapat dilakukan dengan cara yang sederhana.

“Kalau sesuatu itu bisa dieksekusi dengan cepat hanya dengan secangkir kopi, sudah tuntaskan, kalau sesuatu itu bisa dilakukan sambil makan siang dan tidak perlu rapat berjilid-jilid maka sudah laksanakan,” pintanya.

Dikatakannya memutuskan kebijakan dengan cepat dapat dilakukan selama regulasi on the rule atau pada aturan. Menurutnya program atau kebijakan pembangunan yang diputuskan pemerintah sudah sangat ditunggu-tungguh masyarakat. Oleh karenanya pejabat pengambil kebijakan harus berani mengambil keputusan dengan cepat.

“Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan jangan sembunyi saja dibalik keputusan rapat, selama regulasi on the rule, kemaslahatan ditunggu masyarakat, sudah eksekusi secepatnya tidak usah menunggu rapat,” ucapnya.

Gus Muhdlor juga meminta agar tidak ada sekat antar instansi pemerintah. Bahkan juga antar pejabat. Komunikasi dan koordinasi diharapkan terjalin demi menuntaskan pembangunan dengan baik.

“Jangan pernah ada sekat antar dinas atau bahkan antar Kabid, punya gengsi masing-masing dan harus dituntaskan lewat rapat, namun komunikasinya ditata, lebih cepat lebih baik sehingga masyarakat tidak menunggu terlalu lama,” ucapnya. (Kominfo/Yl).

Forkopimda Jatim Hadiri Deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba

BANGKALAN – Forkopimda Jawa Timur bersama Masyarakat Madura dan stake holder terkait, Kamis (19/5/2022) siang melakukan Deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba di Aula Universitas Trunojoyo, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Tjatur Putra Gunadi, Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar dan Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Moh Aris Purnomo bersama seluruh Forkopimda Madura Raya serta seluruh elemen strategis, stake holder terkait, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda melakukan deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba, yang bertujuan untuk melindungi generasi muda dari bahaya Narkoba.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak semua bersama-sama membangun komitmen di seluruh elemen strategis. Semua lini harus membangun komitmen untuk bisa memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita, generasi penerus kita dan seluruh warga bangsa.

“Karena kita berada di Jawa Timur maka tentu perlindungan kepada warga Jawa Timur menjadi tanggung jawab kami semua,” ucap Gubernur Jatim.

Selain itu, Khofifah juga merespon pesan yang disampaikan oleh dua Siswa SMPN 2 Bangkalan, melalui puisi. Dalam puisi tersebut menyampaikan harapannya kepada para pejabat tinggi di Jawa Timur dapat melindungi generasi muda daro bahaya narkoba.

“Itu tidak sekedar puisi, tapi itu adalah pengharapan dari anak-anak Jawa Timur, bukan hanya anak-anak dari Bangkalan. Kebetulan saja deklarasinya hari ini di Madura Raya. Bagaimana bersama-sama kita mewujudkan Madura produktif tanpa narkoba,” tandasnya.

Gubernur Jatim juga menyampaikan sudah mendapatkan informasi dari Kapolda Jatim bahwa berikutnya akan ada proses deklarasi yang sama dengan membangun komitmen yang sama dengan berbagai elemen strategis masyarakat.

“Jadi kalau kita Say No To Drugs dan kita berharap bahwa betul-betul bisa membangun kehidupan tanpa narkoba. Produktivitas bisa lebih bagus pasti masyarakat juga makin sehat dan seterusnya maka komitmen di seluruh elemen menjadi sangat penting,” paparnya.

Deklarasi penting karena itu bangunan komitmen, kemudian ditandatangani. Tetapi bahwa Action Plan lebih penting lagi. Oleh karena itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada teman-teman jurnalis untuk bersama-sama punya tanggung jawab, untuk bisa memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak di negeri ini. Tentu karena kita di Jawa Timur kita bangun keliling terbaik di Jawa Timur.

“Tadi juga dari video, kita memberikan apresiasi yang luar biasa bahwa pada proses monitoring dari narkoba yang masuk ke Jawa Timur, saya rasa dari video tadi kita melihat betapa sesungguhnya kesigapan dari Reserse Narkoba Jawa Timur melakukan proses monitoring,” tandasnya.

“Pasti proses monitoring narkoba itu dari titik pelabuhan ke titik pelabuhan dan seterusnya Itu luar biasa, bisa dilakukan dengan pengungkapan pengungkapan terbanyak, ini prestasi yang luar biasa, terima kasih pak Kapolda dan seluruh jajarannya,” tambahnya Gubernur Jatim usai melakukan Deklarasi.

Gubernur juga berpesan, untuk semua masyarakat Jawa Timur ikuti semangat yang kuat dari jajaran Polda Jawa Timur dengan komitmen yang kuat dari kita semua, menjaga diri kita, keluarga kita, lingkungan kita semua supaya terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Lebih lanjut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, deklarasi yang dilaksanakan ini merupakan momentum awal dalam rangkaian program Pemerintah dan Stakeholder terkait.

“Perlu upaya secara berkesinambungan dan komprehensif dalam memberantas Narkoba untuk menyelamatkan generasi muda sebagai tumpuan Negara,” ujar Kapolda Jatim saat memberikan sambutan.

Selain itu, Irjen Pol Nico Afinta juga mengatakan, dari data pengungkapan kasus di Jawa Timur dari bulan Januari sampai Maret 2022 ada sebanyak 11.000 kasus, Kemudian khusus di wilayah Bangkalan Sampang, Pamekasan, Sumenep. Ada 143 kasus, dari Januari sampai Maret 2022. Sehingga dari data ini maka jelas ada narkoba di sekeliling kita.

“Ada tersangka yang ditangkap, diungkap dan ada yang jadi korban. Maka pemerintah membuat undang-undang itu landasan bagi unsur penegak hukum maupun unsur terkait di dalam melakukan upaya pencegahan maupun penegakan hukum,” tandasnya.

Dalam kegiatan masyarakat dari berbagai elemen strategis dan Forkopimda Jatim serta Forkopimda Madura Raya melakukan pembacaan serta penandatanganan Deklarasi Madura produktif tanpa Narkoba.

Usai melakukan kegiatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendapat kejutan sebuah tumpeng yang bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Gubernur Jawa Timur”, dan Kapolda Jatim menyambutnya dengan menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk Gubernur Jatim. (tim)

Menag Minta Kawal Kualitas Layanan Jamaah Haji

0

JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta agar kualitas layanan bagi jemaah haji 1443 H/2022 M benar-benar dikawal untuk memastikan para tamu Allah mendapatkan layanan terbaik saat di Tanah Suci Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, Menag yang berada di Saudi untuk memastikan pelayanan jemaah haji mengatakan kontrak pengadaan layanan akomodasi dan transportasi di Arab Saudi sudah selesai.

Begitu pula dengan kontrak layanan konsumsi di Madinah juga sudah selesai, sedang untuk Mekkah masih ada yang dalam proses finalisasi.

Kepastian ini diperoleh Menag Yaqut setelah menggelar rapat koordinasi di Kantor Urusan Haji (KUH), Makkah. Hadir Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Dua Staf Khusus Menteri Agama Abdul Rohman dan Abdul Qodir, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Tenaga Ahli Menag Hasan Basri Sagala, Kepala KUH Nasrullah Jasam beserta jajarannya, serta Sesmen M Sidik Sisdiyanto.

“Alhamdulillah, saya sudah mendapat konfirmasi bahwa proses pengadaan layanan akomodasi, transportasi bagi jamaah haji sudah selesai,” kata Menag.

Menurut Menag, dalam rapat terbatas yang berlangsung di Istana Bogor pada 17 April 2022, Presiden secara khusus memberikan pesan bahwa pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik dalam pelaksanaan haji tahun ini. Presiden juga kembali mengingatkan tentang pentingnya menggunakan produk dalam negeri dalam penyiapan layanan bagi jamaah haji.

“Presiden minta tidak ada keterlambatan dalam distribusi konsumsi jamaah. Lakukan upaya maksimal agar bisa memanfaatkan produk dalam negeri,” ujar Gus Men, sapaan akrabnya.

Kualitas transportasi juga harus bagus, pastikan pendingin atau AC berjalan dengan baik. Fasilitas hotel jamaah harus sesuai standar, ada mushalla, tempat makan, dispenser, mesin cuci, dan lainnya. Sebagai langkah mitigasi, tetap siapkan hotel untuk isolasi, sambung Menag.

Sebelumnya, Kepala KUH KJRI Jeddah Nasrullah Jasam melaporkan bahwa pengadaan akomodasi di Mekkah sudah kontrak 100 persen. Hotel jamaah ini tersebar di lima wilayah, yaitu Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Misfalah.
Sumber : Antara.

Bupati Sidoarjo Apresiasi Kinerja Jajarannya yang Berhasil Pertahankan Opini WTP Sembilan Kali Berturut-turut

0

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Sidoarjo Tahun Anggaran 2021. Tercatat sudah sembilan kali berturut-turut Pemkab Sidoarjo menerima opini WTP.

Penandatanganan berita acara serah terima dan penyerahan LHP LKPD TA 2021 Kabupaten Sidoarjo diserahkan oleh Kepala BPK Jatim Joko Agus Setyono kepada Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP di Kantor Perwakilan BPK RI Jawa Timur Juanda Sidoarjo, Rabu (18/05).

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor atau Gus Muhdlor bangga akan capain itu. Menurutnya prestasi WTP menunjukkan kualitas penyusunan laporan keuangan Pemkab Sidoarjo telah disajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

“Alhamdulillah hari ini LHP LKPD TA 2021 Pemkab Sidoarjo mendapat opini WTP. Dan menjadi tugas kami kedepan untuk mempertahankan WTP yang sudah diraih sembilan kali berturut-turut,” terang Muhdlor.

Gus Muhdlor mengatakan capaian ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Sidoarjo. Oleh karenanya, bupati alumni Fisip Unair Surabaya itu mengapresiasi hasil kerja keras yang dilakukan jajarannya dalam mengawal dan mengelola keuangan daerah.

Bupati muda itu terus mendorong jajarannya untuk mempertahankan opini WTP di tahun-tahun berikutnya. Ia menilai pentingnya opini WTP karena itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengelola APBD secara transparan dan akuntabel.

“Selain meningkatkan kepercayaan masyarakat atas pengelolaan uang negara, opini WTP merupakan bukti bahwa APBD dikelola secara bijak, profesional, akuntabel dan transparan,” pungkasnya. (Kominfo/Yl).