Home Blog Page 1416

Polri Bantu Awasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka membantu melakukan pendampingan serta pengawasan terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi.

Dengan begitu, dinas peternakan di daerah sebagai leading sector terkait adanya penyakit itu, kata Sigit, dapat melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat dalam rangka pengawasan agar tidak terjadinya penyebaran penyakit tersebut ke luar wilayah temuan.

“Polri akan bekerjasama dengan dinas peternakan daerah untuk membantu mengawasi penanganan penyakit tersebut agar tidak terjadi pergeseran ke luar dari wilayah temuan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini menyatakan, dengan adanya sinergitas antara dinas peternakan dan jajaran Polri di setiap wilayah, dapat dilakukan tracing dan pengecekan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut ke hewan ternak lainnya.

“Sehingga penyakit tersebut bisa kita bantu lokalisir dan tidak meluas dengan bantuan penjagaan dan pengawasan,” ujar eks Kapolda Banten itu.

Lebih dalam, Sigit menyatakan bahwa, pihaknya siap untuk mendukung langkah Kementan melakukan upaya lockdown sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Pihak Kepolisian, dikatakan Sigit, juga akan ikut membantu melakukan pengecekan ketat terhadap proses perdagangan hewan ternak dengan merujuk dari hasil pemeriksaan dokter hewan dari Balai Karantina Dinas Pertanian dan Peternakan.

“Melakukan pengawasan dengan cara penyekatan perdagangan hewan ternak keluar atau masuk pada wilayah tersebut yang mengacu pada dokumen hasil pemeriksaan dokter hewan dari Balai Karantina Dinas Pertanian dan Peternakan,” papar Sigit.

Sementara itu, Sigit juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Satgas Pangan Polri untuk turun ke lapangan guna memastikan ketersediaan stok pangan hewan ternak serta melakukan pengendalian harga dipasaran.

Dalam hal ini, Sigit mengungkapkan, Kepolisian bersama dengan dinas peternakan juga sudah melakukan pendataan untuk menentukan luas penyebaran serta jumlah ternak yang berpotensi tertular penyakit PMK.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, dinas peternakan juga telah menyiapkan vaksinasi serta obat-obatan untuk diberikan kepada hewan ternak sapi setelah adanya temuan tersebut.

Lebih lanjut, Sigit pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait dengan adanya laporan temuan penyakit itu. Menurutnya, semua pihak terkait telah bekerja secara maksimal untuk menangani hal tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat tetap tenang terkait adanya laporan temuan ini,” tutup Sigit.

Diketahui, temuan wabah penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak sapi ini dilaporkan pertama kali terjadi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan.

Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) pun telah menyiapkan langkah antisipatif untuk melakukan pencegahan penularan setelah adanya laporan temuan penyakit terhadap hewan ternak tersebut. (tim)

Cegah Penularan PMK, Kapolres Bersama Bupati Pasuruan Lakukan Pengecekan Hewan Ternak di Kecamatan Rembang

0

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. bersama Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf S.E., M.M.A. serta didampingi tiga pilar Kecamatan Rembang melakukan pengecekan hewan ternak dalam rangka mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/05/2022).

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah/bercabang dua misalnya sapi, babi, dan domba.

Kapolres Pasuruan mendatangi kandang milik ketua kelompok tani pak Nur Hasan di Dusun Balaipanjang, Desa Pandean, Kecamatan Rembang yang mempunyai empat ekor sapi Jawa dan kondisi sapi masih sehat belum terpapar sakit kuku dan mulut.

Dalam mencegah penularan PMK tersebut Kapolres Pasuruan didampingi Bupati Pasuruan melakukan penyemprotan cairan anti Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada sapi tersebut agar tidak terjangkit virus PMK.

Bupati Pasuruan menjelaskan bahwa penyakit PMK pada hewan tidak bisa menular kepada manusia, akan tetapi Bupati menghimbau kepada pemilik hewan ternak untuk rutin memeriksakan hewan ternaknya ke mantri secara periodik.

“Saya himbau kepada para pemilik hewan ternak agar selalu rutin memeriksakan hewan ternaknya agar bisa mengetahui kondisi hewan ternak lebih dini guna menghindari terjangkitnya virus PMK,” tegas Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

Untuk akselerasi pengawasan, Polres Pasuruan mengedepankan Bhabinkamtibmas dan bersinergi dengan Babinsa untuk melaksanakan pengawasan melekat di setiap lokasi perdagangan hewan ternak.

“Kami kerahkan Bhabinkamtibmas di wilayah Kecamatan Rembang agar bekerjasama dengan Babinsa dalam melakukan pengawasan maupun pengecekan hewan ternak baik di setiap kandang para pemilik hewan ternak maupun di pasar yang menjual daging hewan ternak tersebut, untuk menghindari hewan ternak yang terjangkit virus PMK,” ucap Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz.

Kapolres menambahkan, Pemberian dan pengadaan obat-obatan simtomatis pada hewan juga disiapkan oleh dinas peternakan dan didistribusikan ke kecamatan untuk mendapat pantauan khusus oleh 3 pilar tingkat kecamatan.

Di samping itu Kapolres Pasuruan dan Bupati Pasuruan serta tiga pilar kecamatan Rembang diajak bincang santai dengan Haji Suud yaitu salah seorang mantri hewan setempat terkait pembahasan viralnya pemberitaan di media elektronik tentang wabah virus penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak yg dapat mengancam kematian binatang ternak milik warga, dan cara mengantisipasi penanggulangannya. (tim)

Sehari Sebelum Kedatangan Santri, Ponpes Al Qodiri di Fogging

0

JEMBER – Sebagai antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti, ratusan ruang asrama santri di Pondok Pesantren Al Qodiri, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, Rabu (11/05/22) di fogging oleh relawan Palang Merah Indonesia.

Fogging ini sengaja dilakukan oleh pengurus pondok pesantreng tepat sehari jelang kedatangan santri pasca libur panjang Bulan Suci Ramadhan dan Perayaan Idul Fitri. Selain asrama tempat santri bermukim, tempat menimba ilmu pendidikan dan agama serta perkantoran menjadi sasaran dalam fogging tersebut.

“Besok santri akan kembali ke pondok pesantren setelah libur ramadhan dan idul fitri, agar tidak terkena demam berdarah, jadi kami selaku pengurus pondok pesantren berusaha melakukan pencegahan yakni fogging yang dilakukan oleh relawan PMI Jember,” kata Achmad Baihaqi, Biro Kepesantrenan Ponpes Al Qodiri.

Dalam pelaksanaan fogging, kamar mandi yang ada di setiap asrama baik putra maupun putri juga menjadi perhatian oleh relawan. Tempat tersebut menjadi kunci utama karena lembab serta masih ditemukan genangan air yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Menggunakan dua mesin fogging, relawan PMI satu persatu melakukan pengasapan di seluruh lingkungan pondok pesantren yang memliki 4000 santri mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB. Pencegahan tersebut juga dilakukan oleh pondok pesantren lain yang ada di jember.

“ada permintaan pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dari pengurus pondok pesantren, dan hari ini sebanyak 9 personil dari PMI Jember datang ke sini untuk melakukan fogging, apalagi besok santri sudah mulai kembali ke Pondok Pesantren,” ujar Rupianto, SP Kepala Markas PMI Jember.

Dari data kementrian agama, kabupaten jember memiliki 611 pondok pesantren, banyaknya pondok membuat jumlah santri yang bermukim cukup banyak yakni 12.381 santri. Karenanya, PMI Jember juga memberi perhatian pada pondok pesantren yang mengajukan permohonan layanan fogging demi kesehatan dan keselamatan santri dari serangan penyakit. (Son)

Pemkab Barut.Gelar Acara Halal Bihalal Serta Milad Wabup
 

0

BARITO UTARA-Setelah Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah,tahun 2022. Pemerintah Daerah(Pemda)Barito Utara,menggelar acara Halal Bihalal di Gedung pertemuan Balai Antang Muara Teweh,yang telah dilangsungkan pada,Selasa (11/05/2022).

Saat dilangsungkan acara Halal Bihalal,Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.”Saya secara pribadi dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara,mengucapkan minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin,semoga kita semua kembali fitrah,”ucapnya.

Bupati H.
Nadalsyah,menyampaikan bahwa momentum Hari Raya Idul Fitri,harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan meningkatkan silaturahmi. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) lingkup Pemkab Barito Utara,untuk selalu maksimal dalam menjalankan tugas dan juga melayani masyarakat secara optimal dan bersinergi

Nadalsyah,juga menekankan kepada seluruh jajaran ASN agar kembali melaksanakan tugas seperti biasa.Ia mengucapkan terima kasih kepada segenap ASN atas kinerjanya selama Bulan Suci Ramadan,hingga lebaran Idul Fitri dalam melayani masyarakat Kabupaten Barito.

Acara Halal Bihalal tersebut,dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada pegawai pemkab Barito Utara serta penyerahan Surat Keputusan(SK)Kenaikan Pangkat kepada Sekretaris Daerah(Sekda),Drs.Muhlis.Staf Ahli Bupati,Kadis SOSPMD,Kadis Pertanian dan Kadis Nakertranskop.

Sebagai rasa syukur dalam acara pergelaran,Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 1443 H.Acara masih dilanjutkan dengan kejutan bahagia,suka cita Ulang Tahun dari Wakil Bupati Barito Utara,Sugianto Panala Putra,SH.

Bupati Barut H.Nadalsyah menyampaikan dengan mengucapakan Selamat Ulang Tahun Kepada Wabup.Sugianto Panala Pùtra,SH.Semoga selalu diberikan kesehatan,panjang umur, keberkahan serta kesuksesan dalam karir dan keluarga.   (SS)

Sempat Dinyatakan Hilang, Pendaki Kawah Ijen Ditemukan

0

BONDOWOSO – Kabar baik akhirnya berhembus, survivo yang dinyatakan hilang saat mendaki ke Kawah Ijen akhirnya ditemukan, Minggu kemarin sekitar pukul 10.45 WIB.

Survivor tersebut diketahui bernama Gavila Debi Atdrian, yang ditemukan di blain spot atau di jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter dari jalan menuju Kawah Ijen.

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko yang turut langsung melakukan evakuasi korban pendaki mengatakan, bahwa Survivor berusia 18 tahun itu ditemukan dalam keadaan selamat.

“Setelah ditemukan titiknya, tim gabungan turun untuk melakukan evakuasi korban pendaki menggunakan troli penambang belerang,” terang AKBP Wimboko.

Kapolres juga menjelaskan, setelah berhasil dievakuasi, korban langsung diangkut ke Paltuding menggunakan troli penambang belerang.

Selanjutnya korban pendaki dibawa ke Puskesmas Sempol, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pada saat ditemukan, korban pendaki memang dalam kondisi lemas, tapi tak ada patah tulang atau pun luka-luka berat. Mungkin karena memang sudah tidak makan sejak hilang kemarin, jadi kondisinya lemas,” kata AKBP Wimboko

Proses pencairan korban sendiri berlangsung sejak pukul 07.00 pagi. Yakni dengan membagi tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, Sar TWA Gunung Ijen, serta masyarakat sekitar.

“Tadi pencarian dibagi menjadi empat tim. Jumlah per timnya beragam, dari lima orang sampai ada yang 12 orang,” tambahnya

Disinggung kemungkinan survivor terjatuh, kata Wimboko, diperkirakan salah satu kemungkinan (korban terjatuh, red) karena kejadiannya di malam hari dan korban sendiri bukan asli orang sini jadi memang tak tahu medan yang dihadapi sehingga, tersesat.

“Pada saat itu  pertama kali korban ditemukan , survivor dalam kondisi duduk menggunakan sarung,” tuturnya.

Kapolres Bondowoso juga menghimbau kepada seluruh wisatawan yang mau mendaki ke Kawah Ijen, agar pendakiannya mengikuti aturan dari pemandu wilayah setempat. (dar)

Polri Siapkan Upaya Mitigasi Cegah Penyebaran PMK pada Hewan Ternak

0

JAKARTA – Polri menyatakan bahwa telah menyiapkan upaya mitigasi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak. Diantaranya adalah melakukan lockdown di wilayah yang diketemukan penyakit tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, lockdown tersebut dilakukan sebagai upaya Biosecurity dalam rangka mencegah penyebaran penyakit hewan ternak tersebut.

“Mitigasi penyebaran virus PMK di wilayah Provinsi Jatim dengan laksanakan lockdown lokal guna mengentikan sementara mobilitas angkutan ternak ke luar wilayah atau biosecurity,” kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Rabu (11/5).

Dedi juga menyebut bahwa, Kepolisian akan bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk berkoordinasi dalam rangka penanganan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak itu.

“Terus bersinergi dan kolaborasi dengan dinas peternakan daerah untuk pendataan, vaksinasi dan langkah-langkah seperti potong paksa dan penguburan hewan yang sudah mati dengan memberikan disinfektan atau obat-obat pembunuh virus,” ujar Dedi.

Tak hanya itu, Dedi mengungkapkan, pihaknya siap membantu Kementan atau Dinas Peternakan setempat untuk melakukan patroli dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk hewan ternak disuatu wilayah.

“Melakukan patroli terpadu di tingkat kecamatan dan sentra-sentra peternak sapi dengan terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk tenang dan memisahkan ternak yang sakit atau suspek PMK dan dinas peternakan akan memberikan obat/ vaksin,” ucap Dedi.

“Melakukan pengawasan di pos keluar masuk hewan di perbatasan kab/kota dan provinsi,” pungkas Dedi. (tim)

Audiensi HIPMI Jatim dengan Polda dalam Upaya Menghidupkan UMKM

SURABAYA – Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menerima audiensi dari Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur, pada Selasa (10/5/2022) di Selasar Lantai II Gedung Tribrata Polda Jatim.

Dalam audiensi ini, Wakapolda Jawa Timur menyampaikan, pengurus HIPMI Jatim pasti sudah dibekali kemampuan dan keterampilan untuk bisa berkiprah dalam memajukan Provinsi Jatim dan harapannya mampu menghidupkan perekonomian terutama sektor UMKM.

“Harapannya kegiatan Rakerda dan Forum bisnis dapat berjalan dengan baik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Ketua HIPMI Jatim Rois Sunandar Maming juga menyampaikan, dalam waktu dekat HIPMI Jatim akan melakukan serangkaian kegiatan, yakni kegiatan Rakerda Pengurus HIPMI Jatim dan Forum Bisnis.

“Terdapat dua agenda yaitu pada tanggal 14 Mei Rakerda pengurus HIPMI Jatim dan tanggal 15 Mei akan ada acara Forum Bisnis,” sampainya saat silaturahmi di Polda Jatim.

“HIPMI Jatim sebagai penyalur dan pendamping bagi rekan-rekan untuk menghidupkan UMKM,” tandasnya. (tim)

Dispertahankan Kota Probolinggo Waspadai Penyebaran PMK

0

PROBOLINGGO – Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Jawa Timur mendapat perhatian Pemerintah Kota Probolinggo. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Aries Santoso. “Untuk Penyakit Mulut dan Kuku, PMK ya istilahnya, sampai sejauh ini memang belum terkonfirmasi adanya sapi yang terserang, Kota Probolinggo masih aman,” jelas Aries saat ditemui Selasa (10/5) sore.

Aries juga telah mengkoordinir bidang peternakan di dinasnya untuk segera mensurvei lokasi dan memberikan informasi kepada kelompok ternak jika terjadi gejala pada hewan ternaknya. “Sudah ada komunikasi antara provinsi dan kementerian yang menangani wabah ini, untuk Dinas di kabupaten/kota agar bersinergi untuk menyampaikan informasi tersebut. Ada arahan-arahan dari presiden dan juga keputusan gubernur Jatim,” terangnya.

Seperti diketahui PMK saat ini telah muncul di 4 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, yaitu Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Terbaru, di Kabupaten Probolinggo pun terdapat beberapa ternak yang terinfeksi virus dari PMK ini.

“Karena penyebarannya termasuk cepat dan sudah 4 daerah yang terkonfirmasi, nah ini kan kalau tidak diantisipasi bisa menyebar lebih cepat. Apalagi tetangga sebelah sudah ada yang terinfeksi,” jelasnya lagi. Diketahui, gejala yang muncul pada PMK ini ialah mulut luka, hewan ternak mengeluarkan air liur terus menerus, demam, dan kuku nampak luka.

Aries menerangkan, bahwa PMK yang ditemui saat ini masih pada ternak sapi dan ia meminta petugas melakukan pemeriksaan di pasar hewan. “Jadi saya meminta tim yang berada di pasar apabila menemukan sapi yang bergejala untuk segera diisolir, karena akan berdampak pada ternak sapi lainnya,” terangnya sembari menambahkan bahwa pasar hewan yang berlokasi di Jrebeng Kidul tersebut juga merupakan pasar hewan yang lengkap dengan pemeriksaan hewan dan telah didukung oleh beberapa dokter hewan, bahkan beberapa peternak dari luar Provinsi Jawa Timur juga menjual sapi mereka di pasar tersebut.

Ternak yang sudah terinfeksi harus diisolasi dan diberikan vitamin ataupun antibiotik. Meskipun virus ini hanya menyerang hewan ternak saja (bukan termasuk zoonosis), manusia yang menangani hewan ternak yang terinfeksi haruslah berhati-hati karena bisa menularkan kepada hewan ternak lainnya, karena cepatnya virus bermutasi.

Kepala Dispertahankan ini juga berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir atas maraknya wabah PMK ini. “Sampai saat ini diketahui, PMK ini bukan zoonosis, tidak menular kepada manusia. Namun disarankan apabila membeli daging sapi harus segera dimasak, karena apabila dicuci dulu, air sisa cucian tadi mengandung virus dan menyebarkan virus itu kembali. Jadi langsung dimasak agar virus tersebut mati,” sarannya sekaligus memungkas wawancara sore kemarin. Hingga pagi ini (11/5), belum ada laporan terkait kasus PMK pada ternak sapi di Kota Probolinggo. (ali)

Peringati Hari Donor Sedunia, Ratusan Anggota Polres Jombang Donorkan Darah

0

JOMBANG – Ratusan personel Polres Jombang mendonorkan darahnya dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia dengan tema “ Donorkan darahmu, kehidupan dunia terjaga”.

Adapun esensi dari tema ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kontribusi pendonoran darah agar dapat berguna bagi kesehatan masyarakat.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat yang turut serta dalam pelaksanaan donor darah bersama personel Polres Jombang, Selasa (10/5/22).

“Jumlah anggota Polres Jombang beserta masyarakat yang melaksanakan donor darah ditargetkan 150 kantong, dan kegiatan ini menjadi aksi produktif yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kapolres Jombang di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara.

Menurutnya, donor darah itu agar Polri bisa ikut berkontribusi menjaga pasokan kebutuhan darah bagi masyarakat.

Sebab, masa Pandemi Covid-19 banyak PMI di daerah-daerah yang kekurangan pasokan darah karena minim pendonor.

AKBP Moh. Nurhidayat menuturkan para pesonel yang ikut mendonorkan darah sebelumnya menjalani serangkaian tes kesehatan. Setelah dinyatakan sehat maka bisa ikut mendonorkan darahnya.

“Personel yang melaksanakan donor darah melalui proses tes tensi darah dan tes HB. Jika semua proses dinyatakan dengan lancar bisa melaksanakan donor darah, maka dilanjutkan dengan pengambilan darah,”jelas AKBP Moh. Nurhidayat.

Ditambahkan oleh Kapolres Jombang kegiatan donor darah selain memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, juga dapat dijadikan sebagai aksi kepedulian sosial untuk menolong sesama.

“Donor darah juga merupakan bentuk partisipasi sosial Polri kepada yang membutuhkan darah,” pungkas Kapolres Jombang. (**)

Polsek Kandat Pantau Peredaran Minyak Goreng di Minimarket

0

KEDIRI – Anggota Polsek Kandat melakukan pengecekan serta pemantauan ke pedagang minyak goreng di minimarket, Rabu (11/5/2022).

Pengecekan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan memastikan ketersediaan minyak goreng masih tersedia dan tercukupi.

Kapolsek Kandat AKP Agus Sutrisno menuturkan kegiatan pengecekan dan pemantauan di pedagang minyak goreng dan sembako ini untuk memastikan bahwa stok masih stabil.

“Hasil pengecekan untuk ketersediaan minyak goreng stabil. Baik di minimarket maupun para pedagang minyak goreng,”tutur AKP Sutrisno.

Kapolsek Kandat menambahkan, selain minyak goreng ketersediaan bahan pokok lainnya juga masih stabil. Untuk masyarakat untuk tidak perlu terkait ketersediaan minyak goreng dan kebutuhan sembako.

“Kita imbau kepada masyarakat, jangan sampai panic buying atau membeli berlebihan. Semua pihak harus mengikuti aturan yang ada agar konsumen dapat lebih mudah dan murah mendapatkan minyak goreng atau bahan pokok lainnya,” pungkas Sutrisno. (ageng)