Home Blog Page 1456

Plt.Walikota Cimahi Bersama OPD, Tinjau Kawasan Eco Wisata Cimenteng

0

CIMAHI – Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kegiatan jalan santai pada hari Jumat (1/4/2022). Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau perkembangan Eco Wisata Cimenteng (EWIC), yang terletak di Kelurahan Cipageran Cimahi Utara Kawasan Eco Wisata Cimenteng dikemas sebagai salah satu lokasi destinasi wisata rekreasi dan edukasi berbasis konservasi alam terpadu.

Eco Wisata Cimenteng dibangun oleh Pemerintah Daerah Kota Cimahi atas kerjasama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pada akhir 2021, saat ini pengerjaannya telah mencapai 40 persen dan secara bertahap akan terus dibangun disempurnakan lagi hingga tuntas.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Kawasan Eco Wisata Cimenteng mulai dari aktivitas olah raga di jogging track, menelusuri taman bambu, mengunjungi perkebunan warga, art bond, berkemah, menonton film layar tancap hingga wisata kuliner beraneka olahan makanan khas Sunda.

Plt. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengungkapkan, bahwa ECO Wisata Cimenteng akan menjadi alternatif wisata untuk warga Kota Cimahi.

“ECo wisata merupakan panduan antara beberapa elemen yang akan memberikan nuansa berbeda yang dapat menjadi alternatif untuk berwisata masyarakat Kota Cimahi maupun masyarakat luar Kota Cimahi,” tukasnya.

Lebih lanjut Ngatiyana menjelaskan mengenai konsep Eco Wisata Cimenteng, konsep eco wisata merupakan bentuk integritas antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan alam, tata cara tradisi yang memiliki karakteristik yang menarik.

“Untuk mewujudkan konsep 3A pariwisata yaitu Atraksi, Aksesbilitas dan Amenitas serta untuk menyempurnakan pembangunan eco wisata ini diharapkan keterlibatan seluruh SKPD Pemerintah Daerah Kota Cimahi dalam pembangunannya,” pesan Ngatiyana pada seluruh Kepala OPD.

Ngatiyana berharap pembangunan Eco Wisata Cimenteng dapat menjadi salah satu wisata unggulan Kota Cimahi, “Semoga dengan dibangunnya Kawasan Eco Wisata Cimenteng dapat menjadi salah satu wisata unggulan Kota Cimahi yang dapat menarik pengunjung khususnya para siswa – siswi sebagai lokasi kegiatan pembelajaran outdoor, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar wilayah eco wisata.

(Achmad, S)

Tim Vaksinator Polres Batu, Gelar Vaksinasi di STAB Kertarajasa dan Padepokan Dhammadika Arrama

0

BATU – Tim Vaksinator Polres Batu yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Batu melaksanakan Vaksinasi di Sekolah Tinggi Agama Budha (STAB) Kertarajasa dan Padepokan Dhammadika Arrama Kota Batu yang beralamat di jalan Ir. Soekarno Kecamatan Junrejo Kota Batu. Jum’at (1/4/2022)

Sekolah Tinggi Agama Budha ‘Kertarajasa’ adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di Kota Batu Jawa Timur yang menyelenggarakan pendidikan di bidang ilmu pengetahuan Agama Budha.

Tim Vaksinator Polres Batu kali ini melaksanakan Vaksinasi yang menyasar mahasiswa STAB, Siswa Hatthasilani dan Samanera di padepokan Dhammadika Arrama serta warga masyarakat di sekitar Vihara tersebut.

Waka Polres Batu, Kompol Iswahab menerangkan bahwa Polres Batu melalui tim Vaksinatornya melakukan pola-pola guna melakukan Vaksinasi secara maksimal kepada warga masyarakat Kota Batu termasuk terhadap para mahasiswa STAB, Bhiksu dan Bhiksuni yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Budha Kertarajasa yang berada di wilayah hukum Polres Batu.

“Kami maksimalkan Vaksinasi di segala lini, di semua tempat, agar herd immunity warga masyarakat segera terbentuk”, ujar Waka Polres Batu

Sebanyak 100 dosis Vaksinasi disiapkan oleh Tim Vaksinator Polres Batu untuk mendukung kegiatan Vaksinasi di STAB Kertarajasa.

“Langkah ini dilakukan sebagai wujud turut serta mensukseskan program pemerintah yaitu Vaksinasi serentak guna menekan laju penyebaran Covid-19”, lanjutnya

Waka Polres Batu berharap semoga dengan banyaknya warga masyarakat yang telah di vaksin, segera akan terbentuk kekebalan komunal di tengah-tengah warga masyarakat.

“Sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan Romadhon”, pungkasnya.(Qomar/Dian)

Ratusan CJH Ikuti Pembinaan dan Perencanaan Pemeriksaan Kesehatan

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin membuka giat Pembinaan Kegiatan Haji dan Perencanaan Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Probolinggo tahun Keberangkatan 1443 H / 2022 M, Jumat (1/4) pagi, di Gedung Puri Manggala Bhakti.

Peserta pembinaan antara lain CJH sebanyak 174 orang, programmer haji di masing-masing puskesmas 6 orang, tenaga kesehatan haji 2 orang dan dokter pemeriksa haji puskesmas 6 orang. Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam arahannya pada ratusan CJH mengatakan, perkembangan penyelenggaraan ibadah haji sempat mengalami imbas akibat adanya pandemi Covid-19.

Dimana pada Juni 2020 lalu, Pemerintah Indonesia membatalkan keberangkatan jamaah haji melalui keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M. “Alhamdulillah dua tahun ini kita diuji dengan adanya pandemi Covid-19. Semoga tahun ini mudah-mudahan kita bisa beribadah haji, melaksanakan kewajiban dengan lancar,” katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan CJH untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan kebijakan pemerintah dan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Jangan lupa vaksin. Karena kita tidak ingin ada kendala sehingga nantinya (bisa) menghambat kelancaran rombongan yang lain,” pesannya.

Selain itu, sesuai amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang mengatur CJH diberangkatkan setelah memenuhi serangkaian persyaratan kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan yakni melaksanakan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji. “Silakan koordinasi ke petugas dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. Apapun kendalanya, sampaikan. Konsultasikan,” tegas Habib Hadi.

Bukan tanpa alasan Habib Hadi menegaskan hal tersebut. Pasalnya kegiatan yang bertujuan untuk mensinergikan dan mengharmoniskan pemangku kepentingan, agar mencapai salah satu syarat wajib haji itu adalah kondisi fisik yang sehat. Sehingga harapannya jamaah haji dapat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agama Islam

“Jangan lupa juga untuk selalu olahraga jelang keberangkatan. Jalan kaki aja, latihan jalan tapi rutin dilakukan, serta menjaga kesehatan dengan mengurangi minuman atau makanan yang memicu tenggorokan gatal atau batuk. Mengingat kondisi di Arab Saudi suhunya panas,” serunya.

Sementara itu Plt Kepala Dinkes, P2KB Kota Probolinggo dr NH. Hidayati menyampaikan giat pagi itu dilakukan dalam rangka pelindungan pada CJH agar dapat melaksanakan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

“Inilah perlunya pembinaan dan pelayanan kesehatan CJH sejak dini. Sekaligus, dalam kondisi ketidakpastian penyelenggaraaan ibadah haji akibat pandemi covid-19, CJH harus terjaga kondisi kesehatannya agar siap diberangkatkan apabila penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan kembali,” katanya.

Untuk mempersiapkan istitha’ah (kemampuan dalam menjalankan ibadah haji) Kesehatan CJH dan mencegah penurunan kesehatan selama masa pandemi ini, dihadirkan narasumber dari Kemenag Kota Probolinggo dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk menyampaikan informasi penting seputar kebijakan penyelenggaraan haji dan kebijakan bidang.

Tak hanya itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mudjib juga didapuk untuk memberikan informasi terkait peranan DPRD terhadap kesiapan keberangkatan CJH Kota Probolinggo tahun ini. (Ali)

15 Peserta Pelatihan Terima Bantuan Peralatan UMSI

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyerahkan sejumlah bantuan peralatan usaha mandiri sektor informal (UMSI) tahun 2022 yang bertempat di halaman DPMPTSP dan Naker, Jumat (1/4).

Kegiatan ini sebagai upaya untuk mewujudkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan baru bagi para peserta pelatihan yang telah mendapat sertifikat serta mempunyai embrio usaha. Sekitar 15 peserta pelatihan yang menerima bantuan peralatan mesin jahit, mesin obras, mesin penggiling mie, oven gas, mixer duduk, dan etalase.

“15 penerima bantuan yang hadir, semuanya pernah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh DPMPTSP Naker. Setelah dilakukan verifikasi dan survei di lapangan, mereka yang memiliki usaha mandiri maka kami berikan bantuan peralatan. Diharapkan nantinya mereka dapat direkrut oleh dunia usaha, juga bisa membuat usaha mandiri sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya,” kata Kepala DPMPTSP Naker, M. Abbas dalam laporannya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Habib Hadi yang hadir bersama Sekda Kota drg. Ninik Ira Wibawati menegaskan, kegiatan ini sebagai upaya Pemkot melalui perangkat daerah terkait untuk mensupport peserta yang telah mengikuti pelatihan, agar bisa mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Dorongan atau support seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan. Walaupun dalam situasi dan kondisi sekarang ini, kita mampu tahap demi tahap memulihkan ekonomi. Saya berharap para penerima mampu memanfaatkan peralatan ini sebaik-baiknya,” tuturnya.

Habib Hadi meminta DPMPTSP Naker untuk terus memberikan pelatihan sehingga bisa mensupport kebutuhan masyarakat, agar mampu mandiri dengan talenta dan skill yang bisa dikembangkan menjadi usaha baru di Kota Probolinggo.

“Bantuan dari pemerintah bertujuan untuk mengembangkan usaha masyarakat, namun juga dibutuhkan komitmen sehingga program bantuan ini tidak akan sia-sia. Saya berharap masyarakat menjadi lebih mandiri, membuka tempat usaha dan merekrut tenaga kerja,” harapnya.

Menurutnya, 15 peserta penerima bantuan ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya melalui inovasi usaha yang dimiliki. Tugas pemerintah adalah membantu atau mensupport peralatan sehingga usaha tersebut dapat berkembang sesuai dengan harapan. “Jangan sampai ada bantuan yang pindah tangan ya?!. Saya minta DPMPTSP agar dimonitor, supaya peralatan ini benar-benar dimanfaatkan,” tegas wali kota.

Sub Koordinator Penempatan, Perluasan Kerja dan Transmigrasi DPMPTSP Naker Kholifah menambahkan, sebelum diberikan bantuan peralatan sesuai usaha masing-masing maka terlebih dahulu mengikuti pembekalan untuk mengembangkan usahanya.

“Mereka adalah pilihan karena syaratnya harus memiliki sertifikat pelatihan dan memiliki embrio usaha. Melalui proposal yang diajukan dan kami lakukan cek lapangan bahwa benar-benar memiliki embrio usaha. Jika memenuhi syarat maka kami bisa memberikan bantuan peralatan ini,” bebernya.

Pelatihan yang diberikan, lanjut Kholifah, disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki masyarakat. Misal, jika menginginkan pelatihan makanan dan minuman, pelatihan pengelasan atau pelatihan jahit dan sebagainya maka akan disesuaikan.

“Bantuan peralatan seperti ini akan diberikan setiap tahun. Semoga dengan diberikan bantuan ini masyarakat dapat mengembangkan usahanya. Jika sudah banyak orderan, insyaallah mereka bisa terus merekrut pegawai dan semakin berkembang usahanya,” tutup Kholifah.(Ali)

Kapolda Jatim Irjen Nico Menerima Penganugrahan PWI Jatim Award Kategori Tokoh Daerah Bidang Public Health Leaders

SURABAYA,- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Kabid Humas polda Jatim Kombes Pol Dirmanto dan Pejabat Utama Polda Jatim, Jumat (1/4/2022) siang, menerima Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, di Selasar lantai II Gedung Tribrata Mapolda Jatim.

Dalam kegiatan ini, Kapolda Jatim menerima Penganugrahan PWI Jatim Award kategori Tokoh Daerah Bidang Public Health Leaders.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim Lutfil Hakim, kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Atas penghargaan yang diberikan, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, menyampaikan rasa terima kasih.

Kapolda Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada PWI Jatim yang telah memberikan masukan serta support kepada Polda Jatim maupun Polres jajaran bisa bekerja dengan baik.

Program Piramida “ngopi bersama media” sampai saat ini masih terus berjalan dengan baik. Nantinya pada bulan ramadhan kami akan terus melakukan operasi terkait dengan rencana dibuka perjalanan darat, laut, dan udara bagi pemudik.

“Sehingga ada sedikit konsekuensi yang harus kami laksanakan antisipasi, pertama pelaksanaan download aplikasi peduli lindungi, membuat pospam, ponyan dan pos terpadu yang isinya bila masyarakat yang belum vaksinasi bisa melaksanakan vaksinasi di tempat,” jelas Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Jumat (1/4/2022) sore.

“Kemudian pelaksanaan prokes mulai dari perjalanan maupun saat tiba di tempat. Seperti di daerah daerah posko PPKM dan nantinya posko PPKM diperkuat,” tambahnya.

Sementara itu Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, menyebutkan, bahwa penghargaan yang diberikan kepada Kapolda Jatim ini kategori Pandemic Problem Solver. Hal itu dilakukan kapolda jatim bersama Gubernur jatim dan Pangdam V/Brawijaya serta stakeholder lainnya.

Bagaimana para pimpinan ini bahu membahu tidak mengenal waktu melakukan yang terbaik kepada masyarakat. Menekan angka Covid-19 semakin menurun. Ketika jatim yang tertinggi, namun karena luar biasa dorongan dari Kepolisian baik Kapolda maupun Kapolres sehingga penanganan pandemi sampai penanganan korban di klinik maupun rumah sakit dan ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain.

“Atas dedikasi itu kalangan pers memberikan dedikasi kepada Kapolda Jatim,” ungkapnya.(Qomar/Jono)

Komisi II DPRD Banyuwangi ,Wisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

Gempurnews, Banyuwangi – Wisata pantai Bedul atau biasa disebut dengan wisata mangrove Blok Bedul di Dusun Bloksolo Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi, telah di kenal memiliki keindahan alam yang patut dibanggakan. 

Wisata hutan mangrove ini juga menjadi habitat aneka satwa seperti monyet,biawak,burung bangau,elang laut. Bahkan pada bulan-bulan tertentu menjadi tempat migrasi burung dari negara Australia seperti burung cekakak suci,burung kirik-kirik laut,trinil pantai dan trinil semak. 

Dan sejak tahun 2009 lalu wisata pantai ini dikembangkan, namun sayang akhir-akhir ini tempat wisata ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Hj.Mafrochatin Ni’mah setelah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi wisata mangrove tersebut, Rabu, 23 Maret 2022.

Hj.Ni’mah panggilan akrab Ketua Komisi II ini mengatakan, wisata hutan mangrove Bedul saat ini kurang mendapat perhatian dan Pemerintah daerah. Banyak sarana prasarananya sudah mulai rusak dan terbengkalai karena kurangnya anggaran perawatan.

“ Jembatan bambu sebagai akses penghubung jalan ke hutan mangrove kondisinya sudah miring dan rapuh sehingga membahayakan pengunjung atau wisatawan , “ ucap Hj.Ni’mah

Hj.Ni’mah menyebut kondisi jembatan tersebut memang sangat terkenal,padahal wisata mangrove tersebut sebelumnya sering dikunjungi oleh warga luar daerah baik untuk berwisata maupun untuk penelitian. Sehingga jka hal tersebut dibiarkan akan membawa citra buruk wisata mangrove Bedul.

“Kita berharap kepada Pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperhatikan, jika potensi wisata mangrove ini dibiarkan begitu saja , “ tulisnya.

Menurut dia, kehadiran pemerintah kabupaten maupun provinsi ikut terlibat mengembangkan objek wisata ini sangat dibutuhkan, karena masih perlu pembenahan sarana dan prasarana agar wisatawan berkunjung dapat terfasilitasi dengan baik.

“Jika hanya mengharapkan swadaya masyarakat setempat mungkin tidak akan cukup, maka kehadiran pemerintah sangat penting,” tegas Politisi Partai kebangkitan Bangsa dari Dapil Banyuwangi I ini.

Kehadiran wisata alam hutan mangrove ini diharapkan dapat berkontribusi kembali dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Banyuwangi, sehingga perlu intervensi pemerintah daerah.

hal tersebut kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.M.Yanuarto Bramuda melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa hutan mangrove yang tumbuh di lahan seluas hampir 2.300 hektar merupakan Kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

Semoga berharap kepada masyarakat sekitar untuk mengambil inisiatif untuk bekerja sama kembali mengelola ekowisata hutan mangrove tersebut dengan pihak yang memiliki kewenangan yakni Balai Taman Nasional Alas Purwo.

“Pantai Bedul itu masuk Taman Nasional dan Perhutani, sehingga kelompok masyarakat lokal yang harus Kerjasama dengan mereka untuk pengembangannya,” pesan Bramuda.(Sgt)

Tingkatkan Penerimaan PAD, Komisi III DPRD Banyuwangi Dorong Eksekutif Tarik Pajak Pekerja Asing.

Gempurnews, Banyuwangi – Komisi III DPRD mendorong eksekutif untuk menggali potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dengan menarik pajak bagi tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Banyuwangi.

Hal ini terkuak dalam rapat kerja Komisi III bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKA) pada Rabu (24/03/2022) kemarin.

Rapat kerja dilaksanakan dalam rangka pencermatan laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati banyuwangi tahun Anggaran 2021.

Ketua Komisi III, Emy Wahyuni Dwi Lestari mengatakan, secara garis besar capaian kinerja pendapatan daerah tahun 2021 sangat baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Target PAD yang ditetapkan dalam APBD tahun 2021 setelah perubahan sebesar Rp. 518 miliar, hingga akhir tahun anggaran terealisasi sebesar Rp. 519 miliar atau 102,79 persen.

“Capaian PAD tahun 2021 sangat baik jika dibandingkan dengan realisasi PAD tahun 2020 yang hanya tercapai sebesar 83,6 persen. Realisasi PAD tahun 2021 tersebut bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah,“ ucap Emy Wahyuni saat dikonfirmasi Awak Media.

Namun demikian, Komisi III menilai ada beberapa pos penerimaan PAD yang belum maksimal, terutama dari pos retribusi daerah.

“Berdasarkan evaluasi kita, yang perlu mendapatkan perhatian dan dimaksimalkan tahun 2022 ini adalah penerimaan retribusi daerah yang kami nilai masih belum optimal, realisasinya masih di angka 72,48 persen dari target,“ ucap politisi Partai Demokrat asal kecamatan Gambiran ini.

Emy berharap kepada eksekutif untuk terus berupaya menggali potensi-potensi penerimaan PAD dari pajak dan retribusi daerah yang belum tersentuh, salah satunya pajak tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Banyuwangi sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 77 Tahun 2020 tentang pengelolaan keuangan daerah.

“Di Permendagri No. 77 Tahun 2020 kita bisa memungut pajak untuk tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Banyuwangi,“ ungkapnya.

Menurutnya, para tenaga kerja asing yang bekerja di wilayah Kabupaten Banyuwangi ternyata masih leluasa melakukan aktivitas tanpa harus tersentuh beban pungutan pajak. Padahal potensi tersebut di optimalkan untuk meningkatkan PAD.

“Kita ini sudah pernah mengusulkan kepada Pemerintah daerah agar memungut pajak dari pekerja asing sejak tahun 2019 lalu namun belum ada respon,“ ucap Emy mengakhiri wawancaranya. (Sgt)

Bupati Bondowoso Salwa Arifin Lakukan Ground Breaking RSNU Bondowoso Yang Dibangun Lantai Empat

0

BONDOWOSO – Warga Nahdlatul Ulama (NU) Bondowoso akan memiliki Rumah Sakit dengan 4 lantai.Pembangunan rumah sakit NU ini sudah dimulai dengan ditandai Pencanangan Ground Breaking oleh Bupati Bondowoso Drs. Salwa Arifin Kamis (31/03/2022).

Bupati Bondowoso Drs. Salwa Arifin besama Sekda Bondowoso Drs.Bambang Soekwanto, dalam sambutanya menyampaikan jika selain bupati pihaknya adalah Musytasyar PCNU Bondowoso.

“Peran NU sangat strategis dalam pembangunan. Karena pemerintah daerah terus bersinergi dalam pembangunan,” ungkap bupati.

Pembangunan RSNU Bondowoso, Yayasan RSNU tengah menemui kesulitan terkait pembebasan tanah sawah yang posisinya gandeng dengan lahan RSNU.

Lahan itu milik pemerintah desa.
Yayasan RSNU sudah menyiapkan lahan pengganti sebagai tukar guling. Namun masih terkendala administrasi.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin, dalam hal ini siap membantu untuk kelancaran pembangunan RSNU.

Di samping itu Ketua PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam mengatakan, RSNU ditujukan sebagai rumah sakit warga NU di Bondowoso.

“Cakupannya dari berbagai daerah, termasuk Situbondo,” paparnya.

Ketua Yayasan RSNU Bondowoso Dr. H. Mas’ud Ali M.Pd.I mengatakan, seluruh RSNU Bondowoso biayanya dari Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS). Sedangkan tanahnya dari RS NU Bondowoso.

“Nanti setelah bangunan selesai, manajemen YARSIS. Namun tenaga dokter yang selama ini ada di Klinik NU, dilibatkan,” tegasnya.

Manajemen dari YARSIS, dan PCNU Bondowoso ada di dalamnya. Sedangkan nantinya ada 4 lantai. Hanya saja yang dibangun awal masih 3 lantai.”pungkasnya. (tim)

Desa Kedensari Sabet Juara 1 Lomba Desa, Terima Uang Pembinaan Rp. 60 Juta

0

SIDOARJO – Malam Penganugerahan Lomba Desa dan 10 Program PKK Kabupaten Sidoarjo Tahun 2022 menetapkan Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin keluar sebagai Juara 1 dan berhasil menyisihkan 5 desa lain yang masuk nominator. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor). Kamis malam (31/3/2022) di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo.

Lomba yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo bersama TP-PKK Kabupaten Sidoarjo itu sebelumnya telah menyeleksi 18 desa perwakilan kecamatan menjadi 6 nominator yang lolos dalam penilaian Lomba Desa dan 10 Program PKK Kabupaten Sidoarjo Tahun 2022.

Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor tersebut mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang lomba. Salah satunya Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin sebagai pemenang Lomba Desa dan 10 Program PKK.

Disampaikannya prestasi tersebut akan membawa Desa Kedensari untuk mewakili Kabupaten Sidoarjo di tingkat provinsi dalam lomba serupa. Oleh karenanya semua pihak diharapkan terus mendukung agar Desa Kedensari nantinya sukses mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo.

“Saya harapkan Dinas PMD atau Tim Penggerak PKK Kabupaten untuk memberikan atensi lebih kepada Desa Kedensari dalam rangka mengharumkan nama Sidoarjo kedepan,”sampainya

Selain berupa piagam penghargaan dan trofi, Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin sebagai juara pertama mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 60 juta. Dengan rincian untuk lomba desa Rp. 30 juta dan lomba 10 program PKK Rp. 30 juta.

Dalam penganugerahan tersebut bupati Sidoarjo didampingi oleh Plh. Sekda Sidoarjo Andjar Surjadianto, Kepala Dinas PMD Sidoarjo Mulyawan, dan pengurus TP-PKK Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut istri Bupati Sidoarjo Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor atau yang akrab disapa Ning Sasa selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo juga turut mengucapkan selamat kepada seluruh nominasi juara tersebut secara virtual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo, Mulyawan juga menyampaikan bahwa pemenang lomba kali ini akan mewakili Kabupaten Sidoarjo dalam Lomba Desa dan 10 Program PKK tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dari urutan 6 desa yang masuk nominator, juara pertama diraih Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin yang disusul Desa Kebon Anom Kecamatan Gedangan sebagai juara kedua dan Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo sebagai juara ketiga.

Sementara itu juara harapan pertama diraih Desa Bakungtemenggungan Kecamatan Balongbendo disusul Desa Gilang Kecamatan Taman sebagai juara harapan kedua dan Desa Kedondong Kecamatan Tulangan sebagai juara harapan ke tiga. (Kominfo/Yl)

Plt.Walikota Cimahi Sidak Pasar Tradisional

0

CIMAHI – Beberapa hari menjelang bulan Ramadhan tahun 2022, harga kebutuhan pokok di Kota Cimahi mulai mengalami kenaikan, Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol. Inf. (Purn.) Ngatiyana melakukan inpeksi mendadak (sidak) di Pasar Cimindi dan Pasar Baros untuk memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

Usai melakukan sidak Plt. Wali Kota menyampaikan pada awak media bahwa pantauan harga kebutuhan pokok yang dilakukannya bersama jajaran Disdagkoperin Kota Cimahi bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan stok di pasar menjelang awal bulan Ramadhan tahun 2022.

Setelah mengunjungi lapak-lapak pedagang dan menanyakan harga kebutuhan bahan pokok, Ngatiyana mengakui adanya kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan,

“Memang ada kenaikan harga kebutuhan pokok mulai dari daging, minyak, cabai, dan sembako lainnya,
minyak kemasan seliternya Rp 24.000, minyak curah satu kilo Rp.24.000. Harganya hampir setara tapi lebih murah minyak curah, ya,” tukas Ngatiyana.

Ngatiyana mengungkapkan tidak ada kenaikan harga untuk beras, yang masih tetap adalah beras, harganya tetap stabil,ujarnya.

“Mudah-mudahan yang lain-lain juga tidak terlalu tinggi kenaikannya,” tambah Ngatiyana.

Ngatiyana memprediksi kenaikan harga bahan pokok ini akan berlanjut hingga nanti Idul Fitri, namun, Ia memastikan walau pun ada kenaikan harga bahan pokok, namun stok kebutuhan pokok, terutama minyak, di Kota Cimahi cukup hingga Idul Fitri.

“Minyak kemasan ada, minyak curah ada, hanya memang ada kenaikan harga,” ujar Ngatiyana memastikan.

“Namun kami akan memastikan tidak akan ada kelonjakan harga bahan pokok,” lanjutnya.

Sebagai solusi Ngatiyana menegaskan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menstabilkan harga pasar dan memastikan ketersediaannya selama Bulan Ramadhan, dirinya tengah berupaya untuk mencari bahan-bahannya dulu.

Nanti berkoordinasi dengan Disdagkoperin dan Bulog bagaimana untuk mengatur atau meminimalkan harga-harga. Kita sedang berupaya, mudah-mudahan berhasil untuk memberikan bantuan pada masyarakat untuk meringankan beban masyarakat,
Ngatiyana juga mengajak seluruh masyarakat Kota Cimahi untuk menjalankan puasa Ramadhan dengan sederhana, mengingat masih belum berakhirnya pandemi Covid-19.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi, mari kita menjalankan puasa Ramadhan ini dengan sesederhana mungkin, di Ramadhan ini juga silahkan menunaikan ibadah puasa, shalat tarawih” tutup Ngatiyana.
(Syafei)