Home Blog Page 148

Peran Strategis Perempuan di Politik: Menuju Kebijakan Cimahi yang Lebih Berkeadilan

0

Cimahi,Sabtu(20/12/2025)
Dalam rangka menyambut Hari Ibu 2025, anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Dra. Aida Cakrawati Konda, menekankan pentingnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Dalam sebuah diskusi radio, beliau memaparkan bahwa kehadiran perempuan di politik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyuarakan isu-isu spesifik seperti kesehatan reproduksi, pendidikan anak, dan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, partisipasi aktif perempuan adalah kunci utama dalam memastikan kebijakan publik yang diambil lebih berpihak pada keadilan gender dan kebutuhan domestik masyarakat.

Ibu Aida juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi perempuan politisi, terutama mengenai beban ganda antara peran rumah tangga dan tanggung jawab publik. Beliau berbagi pengalaman bahwa kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat selama empat periode adalah komunikasi yang kuat dengan keluarga serta manajemen waktu yang disiplin.

Di Kota Cimahi sendiri, fokus utama yang tengah diperjuangkan meliputi pemberdayaan ekonomi bagi perempuan kepala rumah tangga melalui pelatihan keterampilan dan permodalan, serta penguatan perlindungan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menutup pembahasannya, Ibu Aida mengajak seluruh perempuan di Kota Cimahi untuk tidak ragu terjun ke dunia politik atau setidaknya melek terhadap isu-isu politik yang ada. Beliau mendorong para perempuan untuk berani bersuara dan memilih pemimpin yang memiliki kepedulian nyata terhadap hak-hak perempuan dan anak.

Melalui momentum Hari Ibu, diharapkan semakin banyak perempuan yang mengambil peran strategis di ruang publik demi mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih sejahtera dan inklusif bagi semua kalangan.

Achmad Syafei

Wacana Perubahan Sistem Pilkada: Menakar Hubungan Calon Pemimpin dan Rakyat

0

Cimahi,Rabu(17/11/2025)
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menanggapi wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD yang belakangan kembali mencuat. Menurutnya, meski nantinya masyarakat tidak lagi memilih pemimpin secara langsung, hubungan antara calon kepala daerah dan konstituen tetap bisa terjaga melalui peran partai politik.

Wahyu menilai masyarakat dapat menitipkan mandatnya dengan cara memilih partai yang mengusung sosok calon pemimpin yang mereka dambakan saat pemilihan legislatif berlangsung.

Dalam sistem ini, perolehan suara partai politik di tingkat DPRD Kabupaten/Kota maupun Provinsi menjadi penentu utama kemenangan seorang kepala daerah. Wahyu menjelaskan bahwa akan ada “garis lurus” yang menghubungkan aspirasi pemilih dengan keputusan di parlemen, sehingga masyarakat tetap memiliki pengaruh meski lewat mekanisme perwakilan.

Selain dianggap mampu menjaga keterwakilan aspirasi, perubahan sistem ini juga dipandang sebagai langkah untuk menciptakan proses politik yang lebih sederhana dan efisien dari sisi anggaran maupun pelaksanaan.

Namun, Wahyu juga mengingatkan adanya risiko jika perubahan ini tidak disertai dengan sosialisasi yang matang kepada publik. Karena masyarakat tidak lagi bersentuhan langsung dengan surat suara calon kepala daerah, pemahaman mengenai fungsi partai politik sebagai jembatan aspirasi harus diperkuat jauh-jauh hari. Hal ini penting agar masyarakat tetap merasa memiliki andil dalam menentukan arah pembangunan daerah meskipun proses pemilihannya dilakukan oleh para anggota legislatif di parlemen.

Achmad Syafei

DPRD Kota Cimahi Dorong Pembangunan Berkelanjutan dan Kemandirian Ekonomi

0

Cimahi,Kamis(18/12/2025)
Komisi II DPRD Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Dalam sebuah dialog interaktif, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cimahi, Yevi Abdullah, SE, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi di berbagai sektor, mulai dari pasar tradisional hingga pajak daerah.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pembangunan di Kota Cimahi tidak hanya bersifat serampangan atau jangka pendek, melainkan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Yevi menyatakan,”Pembangunan berkelanjutan di sini artinya bagaimana pembangunan tersebut tidak berhenti sesaat, terus berkesinambungan, dan masyarakat bisa merasakan perubahan dari waktu ke waktu”.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Komisi II mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih kreatif dalam menjemput program-program dari kementerian. Sektor UMKM dan ekonomi kreatif menjadi pilar penting yang terus diperkuat melalui pelatihan digitalisasi dan kemudahan legalitas usaha. Selain itu, masalah lingkungan seperti pengelolaan sampah yang mencapai 230 ton per hari dan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi agenda mendesak yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Yevi menekankan pentingnya efisiensi dan kreativitas OPD dengan menyebutkan, “Kami berpikir keras bagaimana dengan keterbatasan anggaran ini kita tetap melakukan pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan mendorong OPD bekerja sama dengan kementerian untuk mendapatkan bantuan program”.

Sebagai penutup, DPRD Kota Cimahi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan dan memajukan kota.

Dengan luas wilayah yang terbatas, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dianggap sebagai kunci utama masa depan Cimahi. Diperlukan sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi warga agar program seperti pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dapat berjalan maksimal. “Pembangunan berkelanjutan adalah PR kita bersama.

Tidak cukup hanya dari legislatif atau eksekutif, semua stakeholder di Kota Cimahi harus punya pemikiran yang sama untuk memajukan kota yang lebih ramah lingkungan”, pungkas Yevi.

Achmad Syafei

Komisi 4 DPRD Kota Cimahi Perkuat Sinergi demi Tingkatkan Kesejahteraan dan Tekan Pengangguran

0

Cimahi,Sabtu(20/12/2025)
Ketua Anggota Komisi 4 DPRD Kota Cimahi, Sofyan Syekh Abdul Sani Khairuman, S.Pd., menegaskan komitmennya dalam mengawal program-program kesejahteraan masyarakat melalui penguatan fungsi pengawasan dan kolaborasi lintas sektor. Dalam sebuah wawancara radio baru-baru ini, Sofyan menyoroti tantangan besar yang dihadapi Kota Cimahi, khususnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih cukup tinggi.

Beliau mendorong Dinas Ketenagakerjaan untuk lebih inovatif dengan menangkap peluang program pelatihan dan pemagangan dari pemerintah pusat guna melengkapi keterbatasan alokasi APBD 2026 yang diproyeksikan sebesar 1,4 triliun rupiah.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, Komisi 4 berupaya memastikan pemerataan akses yang berkeadilan bagi seluruh warga. Sofyan menjamin bahwa proses zonasi sekolah harus berjalan transparan tanpa praktik titip-menitip, serta merencanakan relokasi atau pembangunan fisik sekolah yang lebih layak, seperti SMPN 12 Cimahi.

Sementara itu, terkait layanan kesehatan, beliau menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap pelayanan di Puskesmas dan RSUD Cibabat agar masyarakat tidak lagi terkendala oleh antrean panjang atau kurangnya kualitas layanan SDM medis.

Sebagai penutup, Sofyan mengajak seluruh elemen warga untuk berperan aktif dalam pembangunan kota dengan menyampaikan aspirasi secara langsung ke gedung DPRD maupun melalui saluran komunikasi pribadi.

Beliau memandang jabatan legislatif bukan sebagai ajang kemewahan, melainkan beban amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui hasil kerja nyata. Ke depannya, Komisi 4 akan terus memprioritaskan ketahanan keluarga melalui peraturan daerah (Perda) inisiatif, guna menciptakan fondasi sosial yang kuat bagi generasi mendatang di Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Komisi I DPRD Cimahi Dorong Transformasi Digital dan Optimalisasi Pelayanan Publik

0

Cimahi,Kamis(18/12/2025)
Dalam sebuah sesi dialog interaktif baru-baru ini, Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi, Agung Rohama Siddiq, S.H., LL.M., menekankan pentingnya pengawasan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Beliau menyoroti pencapaian Kota Cimahi yang berhasil menduduki peringkat kelima nasional dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui aplikasi seperti “Dilanda Cita” dari Disdukcapil, pemerintah berupaya memangkas birokrasi yang rumit dan antrean panjang, sehingga warga dapat mengurus dokumen kependudukan dengan lebih efisien dan transparan.

Selain fokus pada digitalisasi, Komisi I juga memberikan perhatian serius terhadap isu-isu krusial di lapangan seperti masalah sampah, kesehatan, dan zonasi pendidikan. Agung menjelaskan bahwa DPRD terus mendorong pemerintah kota untuk melakukan inovasi, termasuk memberikan subsidi SPP bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di swasta guna mengatasi keterbatasan kuota sekolah negeri.

Pengawasan juga diperketat pada sektor perizinan dan penanganan bencana, di mana DPRD bertindak responsif dengan memanggil pihak terkait jika ditemukan pelanggaran atau hambatan dalam pelayanan masyarakat.

Sebagai penutup, masyarakat diajak untuk terlibat aktif dalam pengawasan sosial dengan memanfaatkan kanal aspirasi yang tersedia. Pemerintah Kota Cimahi telah meluncurkan layanan “WA Mantap” yang beroperasi 24 jam untuk menampung keluhan warga, di samping adanya Ruang Aspirasi di Kantor DPRD.

Agung menegaskan bahwa sinergi antara partisipasi aktif warga dan keterbukaan informasi pemerintah adalah kunci utama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih serta menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkup Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Komisi 3 DPRD Kota Cimahi Perkuat Pengawasan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Kiriman

0

Cimahi,Rabu(17/12/2025)
Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Cimahi, H. Barkah Setiawan, menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mengawal pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan di Kota Cimahi. Dalam dialog interaktif baru-baru ini, ia menyoroti bahwa fokus utama komisi saat ini adalah memastikan kualitas proyek fisik, seperti perbaikan jalan dan drainase, agar tidak hanya menjadi proyek musiman yang cepat rusak.

Barkah juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap spesifikasi material agar para pelaksana proyek bertanggung jawab penuh terhadap ketahanan bangunan yang menggunakan anggaran rakyat.

Terkait permasalahan banjir yang kerap melanda, Komisi 3 mengidentifikasi bahwa sebagian besar debit air berasal dari kiriman wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebagai solusi jangka panjang, DPRD mendorong Pemerintah Kota Cimahi untuk memperluas dan memperdalam saluran drainase di titik-titik rawan seperti Cihanjuang dan Citerep, serta menjalin koordinasi lintas wilayah untuk pembuatan sodetan air di area hulu. Selain infrastruktur air, keberhasilan penguraian kemacetan melalui pembangunan bundaran Cihanjuang juga menjadi catatan positif yang akan terus dikembangkan di titik-titik kemacetan lainnya.

Di sektor lingkungan, Barkah mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga guna mengatasi darurat sampah di Cimahi yang mencapai 200 ton per hari. Komisi 3 terus mendorong Dinas

Lingkungan Hidup untuk memaksimalkan teknologi pengolahan sampah menjadi nilai ekonomi melalui program Bank Sampah di tiap RW. Menutup keterangannya, ia menegaskan bahwa anggota dewan adalah “pelayan masyarakat” yang siap menerima laporan warga terkait kerusakan fasilitas publik agar dapat segera ditindaklanjuti secara cepat oleh dinas terkait.

Achmad Syafei

DPRD Kota Cimahi Dorong Sinergi Strategis demi Kesejahteraan Masyarakat

0

Cimahi,Kamis(18/12/2025)
Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Bambang Purnomo, menekankan pentingnya peran legislatif dalam mengawal kebijakan anggaran yang berpihak pada rakyat melalui fungsi Badan Anggaran (Banggar). Dalam sebuah diskusi di Radio Mix 92,9 FM, ia menjelaskan bahwa tantangan utama pembangunan di Kota Cimahi saat ini adalah keterbatasan dana APBD yang hanya berkisar antara 1,4 hingga 1,7 triliun rupiah, sementara aspirasi masyarakat melalui Musrenbang seringkali mencapai 3 triliun rupiah. Oleh karena itu, dewan terus berupaya menyusun skala prioritas agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur dan penanganan banjir, tetap dapat terakomodasi secara bertahap.

Selain fokus pada anggaran, DPRD Kota Cimahi juga berkomitmen memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan melalui pengawasan program strategis pemerintah pusat. Bambang menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan rencana pembentukan “Sekolah Rakyat” untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang setara.

Menurutnya, pemenuhan gizi dan pendidikan sejak dini merupakan investasi krusial untuk mencetak generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, sehingga kolaborasi antara pemerintah kota dan dewan sangat diperlukan dalam eksekusinya di lapangan.

Di sektor sosial dan ketenagakerjaan, DPRD Cimahi terus bertindak sebagai mediator aktif dalam menangani sengketa PHK serta memperbaiki validitas data penerima bantuan sosial (Bansos). Bambang mengakui masih adanya laporan mengenai bantuan yang salah sasaran, sehingga ia mendorong Dinas Sosial dan perangkat RT/RW untuk melakukan pendataan yang lebih akurat dan transparan.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk bekerja tulus dan tuntas, serta mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi langsung ke gedung DPRD guna mencari solusi bersama atas permasalahan di Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Tempatkan Capaian Positif Pembangunan Fondasi Strategis Pastikan Pemanfaatan BTT

0

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan capaian positif pembangunan sebagai fondasi strategis dalam memastikan pemanfaatan Bantuan Tidak Terduga (BTT) berjalan efektif, kredibel, dan berkelanjutan. Penegasan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah terkait pemanfaatan BTT yang digelar di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, Jumat (19/12/2025).

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai perbaikan sejumlah indikator pembangunan menjadi modal kepercayaan dalam pengelolaan kebijakan fiskal, termasuk BTT. Ia menyoroti penurunan angka stunting dari 29,9 persen menjadi 23,4 persen serta penurunan angka kemiskinan dari 9 persen menjadi 8 persen. Di bidang tata kelola keuangan, Lumajang juga mencatatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama tujuh tahun berturut-turut.

“Capaian ini menunjukkan tata kelola yang relatif kuat. Kepercayaan yang telah dibangun menjadi modal penting agar BTT tidak dipersepsikan sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan yang kredibel,” ujar Indah Amperawati.

Dari perspektif pemerintah pusat, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menegaskan bahwa rekam jejak kinerja daerah menjadi faktor penentu dalam memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan BTT. Menurutnya, daerah dengan tata kelola anggaran yang baik cenderung lebih siap memanfaatkan BTT secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.

“Ketika tata kelola sudah terbukti solid, BTT tidak hanya berfungsi sebagai instrumen tanggap darurat, tetapi juga mendukung agenda pembangunan manusia, kesejahteraan sosial, dan mitigasi risiko secara berkelanjutan,” kata Fatoni.

Rapat koordinasi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Lumajang menekan stunting, mengurangi kemiskinan, serta menjaga disiplin keuangan publik telah membentuk fondasi kebijakan yang kuat. Dengan modal kepercayaan itu, pemanfaatan BTT diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan respons darurat dan arah pembangunan jangka panjang.

“Kinerja positif bukan sekadar deretan angka, melainkan fondasi untuk memastikan setiap keputusan fiskal termasuk penggunaan BTT memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga Lumajang,” pungkas Indah Amperawati (Red).

Kapolres Kediri Hadiri Pengukuhan Pimpinan Dekopinda Kabupaten Kediri, Beri Ucapan Selamat dan Dukungan Kolaboratif

0

KEDIRI– Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. menghadiri acara Pengukuhan Pimpinan Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kabupaten Kediri Periode Tahun 2025–2030 yang berlangsung di Aula Dekopinda, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Acara digelar dalam suasana hangat dan sarat makna kebersamaan, serta dihadiri langsung oleh Bupati Kediri H. Hanindhito Himawan Pramana, S.H., para pengurus dan anggota Dekopinda Kabupaten Kediri, Kamis (18/12/2025) malam.

Pengukuhan ini menandai awal kepengurusan baru yang akan mengemban amanah dalam memperkuat peran koperasi di daerah, sekaligus menjalankan berbagai kegiatan yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Kediri menyampaikan ucapan selamat kepada H. Buat Santoso, S.E. selaku Ketua baru Dekopinda Kabupaten Kediri Periode Tahun 2025–2030, serta harapan agar kepengurusan yang dilantik mampu menghadirkan kreatifitas, inovasi, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

“Kepengurusan baru ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat gotong-royong dan pemberdayaan ekonomi skala lokal. Polres Kediri tentu siap bersinergi, mendukung setiap langkah positif yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Beliau.

Lebih lanjut, ditekankan terkait pentingnya hubungan baik antara aparat pemerintahan, kepolisian, dan organisasi kemasyarakatan seperti Dekopinda untuk mendorong stabilitas sosial dan ekonomi lokal.

“Kolaborasi yang kuat akan membuka ruang kemajuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” imbuh Kapolres Kediri.

Kegiatan berlangsung tertib, penuh kekeluargaan, dan mencerminkan komitmen berbagai pihak dalam memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Kediri.

MUTASI BESAR-BESARAN PERWIRA TINGGI DAN MENENGAH POLDA JAWA TIMUR, BERDASARKAN ST KAPOLRI 15 DESEMBER 2025

0

Gempurnews.com | Surabaya – Di tengah aktivitas keamanan dan pelayanan masyarakat di Surabaya dan wilayah Jawa Timur, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melakukan mutasi jabatan yang melibatkan sejumlah besar perwira tinggi hingga menengah di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Mutasi ini yang juga menyentuh posisi kapolres dan pejabat utama di berbagai wilayah di Jawa Timur tertuang secara resmi dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor: ST/2781 B/XII/Kep2025 yang dikeluarkan pada tanggal 15 Desember 2025. Surat tersebut ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Anwar, juga pada tanggal yang sama.

Kepastian tentang terjadinya mutasi ini kemudian dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast dalam keterangannya pada hari Sabtu (20/12/2025).

Dalam keterangannya, Abast menekankan bahwa mutasi jabatan adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika dalam setiap organisasi, termasuk Polda Jawa Timur.

“Mutasi jabatan adalah hal yang wajar dalam suatu organisasi termasuk Polda Jatim,” ungkap Abast. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari mutasi ini adalah untuk memberikan penyegaran dalam struktur organisasi dan penugasan perwira. Dengan diangkut ke posisi baru, diharapkan para perwira yang dimutasi dapat mengembangkan potensi diri mereka dengan lebih optimal. “Dan meningkatkan kemampuan di berbagai bidang dan utamanya dalam menghadapi tantangan tugas sehingga akan berguna dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan Polda Jatim kepada masyarakat,” tambahnya yang menunjukkan kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas layanan kepada warga.

Berikut adalah daftar lengkap pejabat utama dan kapolres jajaran Polda Jawa Timur yang mengalami mutasi, beserta posisi baru dan penggantinya:

  1. AKBP Muhammad Ridwan (sebelumnya Wakapolrestabes Surabaya) diangkat sebagai Psikolog Kepolisian Madya II SSDM Polri, menggantikan Kombes Pol Abdur Rosid.
  2. AKBP Rosyid Hartanto (sebelumnya Kapolres Boyolali Polda Jateng) diangkat sebagai Wakapolrestabes Surabaya, menggantikan AKBP Muhammad Ridwan.
  3. AKBP Lintar Mahardhono (sebelumnya Wadirreskrimsus Polda Jatim) diangkat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya III Bareskrim Polri. Jabatannya digantikan oleh AKBP Henri Noveri (sebelumnya Kapolres Nganjuk).
  4. AKBP Suria Miftah Irawan (sebelumnya Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya) diangkat sebagai Kapolres Nganjuk, menggantikan AKBP Henri Noveri.
  5. AKBP Rovan Richard Mahenu (sebelumnya Kapolres Gresik) diangkat sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri. Jabatannya digantikan oleh AKBP Ramadhan Nasution (sebelumnya Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya).
  6. AKBP Agus Dwi Suryanto (sebelumnya Kapolres Lamongan) diangkat sebagai Kabagdalpers Ro Sdm Polda Jatim. Jabatannya digantikan oleh AKBP Arif Fazlurrahman (sebelumnya Kapolres Blitar).
  7. AKBP Rivanda (sebelumnya Kapolres Sumenep) diangkat sebagai Kapolres Blitar, menggantikan AKBP Arif Fazlurrahman. Jabatannya sebagai Kapolres Sumenep digantikan oleh AKBP Anang Hardiyanto (sebelumnya Kasat Pjr Ditlantas Polda Sulut).
  8. AKBP Charles Pandapotan Tampubolon (sebelumnya Kapolres Ngawi) diangkat sebagai Kapolres Lampung Tengah. Jabatannya digantikan oleh AKBP Prayoga Angga Widyatama (sebelumnya Kanit 3 Subdit II Dittipidum Bareskrim Polri).
  9. Kombes Ari Wibowo (sebelumnya Karo SDM Polda Jatim) diangkat sebagai Kabagyanhak Rowatpers Ssdm Polri. Jabatannya digantikan oleh Kombes Sih Harno (sebelumnya Karo SDM Polda Bengkulu).
  10. Kombes Raden Bagoes Wibisono (sebelumnya Dirressiber Polda Jatim) diangkat sebagai Dirressiber Polda Jabar. Jabatannya digantikan oleh AKBP Bimo Ariyanto (sebelumnya Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim).
  11. AKBP Jazuli Dani Iriawan (sebelumnya Kapolres Pasuruan) diangkat sebagai Kabagbinkar Ro Sdm Polda Jatim, menggantikan AKBP Bimo Ariyanto. Jabatannya sebagai Kapolres Pasuruan digantikan oleh AKBP Harto Agung Cahyono (sebelumnya Kapolres Bondowoso).
  12. AKBP Aryo Dwi Wibowo (sebelumnya Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar) diangkat sebagai Kapolres Bondowoso, menggantikan AKBP Harto Agung Cahyono.
  13. AKBP Hendro Sukmono (sebelumnya Kapolres Bangkalan) diangkat sebagai Wakapolres Metro Jaksel Polda Metro Jaya. Jabatannya digantikan oleh AKBP Wibowo (sebelumnya Kabagops Polrestabes Surabaya).
  14. AKBP Oskar Syamsuiddin (sebelumnya Wakapolresta Malang) diangkat sebagai Kasubdittatib Ditgakkum Korlantas Polri.
  15. Kombes Pol Nanang Haryono (sebelumnya Kapolresta Malang) diangkat sebagai Dirreskrimsus Polda Kep. Babel. Jabatannya digantikan oleh AKBP Putu Kholis Aryana (sebelumnya Wadirreskrimum Polda Metro Jaya).
  16. AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno (sebelumnya Kapolres Malang) diangkat sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Jabatannya digantikan oleh AKBP Muhamad Taat Resdianto (sebelumnya Kapolres Tulungagung).
  17. AKBP Dr. Ihram Kustarto (sebelumnya Kapolres Mojokerto) bergeser menjadi Kapolres Tulungagung, menggantikan AKBP Muhamad Taat Resdianto. Jabatannya sebagai Kapolres Mojokerto digantikan oleh AKBP Andi Yudha Pranata (sebelumnya Kapolres Batu).
  18. AKBP Aris Purwanto (sebelumnya Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Jatim) diangkat sebagai Kapolres Batu, menggantikan AKBP Andi Yudha Pranata.
  19. AKBP Davis Busin Siswara (sebelumnya Kapolres Pasuruan Kota) diangkat sebagai Wakapolres Metro Bekasi. Jabatannya digantikan oleh AKBP Titus Yudho Uly (sebelumnya Kapolres Blitar Kota).
  20. AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo (sebelumnya Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya) diangkat sebagai Kapolres Blitar Kota, menggantikan AKBP Titus Yudho Uly.
  21. Kombes Rama Samtama Putra (sebelumnya Kapolresta Banyuwangi) diangkat sebagai Dirreskrimsus Polda Papua. Jabatannya digantikan oleh Kombes Rofiq Ripto Himawan (sebelumnya Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri).
  22. AKBP Rezi Dharmawan (sebelumnya Kapolres Situbondo) diangkat sebagai Wakapolres Metro Jakbar Polda Metro Jaya. Jabatannya digantikan oleh AKBP Bayu Anuwar Sidiqie (sebelumnya Pamen Kortastipidkor Polri).
  23. AKBP Mirzal Maulana (sebelumnya Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim) diangkat sebagai Kapolres Binjai Polda Sumut.
  24. AKBP Cecep Ibrahim (sebelumnya Wadirrintelkam Polda Jatim) diangkat sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya III Baintelkam Polri. Jabatannya digantikan oleh AKBP Heri Sulistyo Nugroho (sebelumnya Kapolres Pesawaran Polda Lampung).
  25. Kombes Budi Karyono (sebelumnya Dirsamapta Polda Jatim) diangkat sebagai Irbidjemensdm II Itwil III Itwasum Polri. Jabatannya digantikan oleh Kombes Noerwiyanto (sebelumnya Kasubditpamwisata Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri).
  26. AKBP Moh. Mukhson (sebelumnya Kabagrenprogar Rorena Polda Jatim) diangkat sebagai Perencana Anggaran Madya III Stamarena Polri.
  27. AKBP Memo Ardian (sebelumnya Kabagfaskon Rolog Polda Jatim) diangkat sebagai Penata Kehumasan Polri Madya III Divhumas Polri.
  28. Kombes Ganis Setyaningrum (sebelumnya Kasubdit II Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri) diangkat sebagai Dirres PPA dan PPO Polda Jatim.
  29. AKBP Hengky Setiawan (sebelumnya Kasubbidtekkom BidTIK Polda Jatim) diangkat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya III Bareskrim Polri.
  30. AKBP Dr. Elyani (sebelumnya Analis Kebijakan Muda Biddokkes Polda Jatim) diangkat sebagai Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Madya III Pusdokkes Polri.

Mutasi yang melibatkan 30 perwira ini mencakup berbagai bidang tugas, mulai dari keamanan, intelijen, kriminal, kehumasan, hingga sumber daya manusia. Skala yang luas menunjukkan upaya untuk menyebarkan pengalaman dan keahlian perwira di berbagai level organisasi kepolisian, baik di wilayah Jawa Timur maupun di level nasional dan provinsi lain. Dengan penempatan yang baru, diharapkan setiap perwira dapat memberikan kontribusi terbaik dalam meningkatkan kinerja kepolisian dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat di wilayah tugasnya masing-masing. (*)