Home Blog Page 1509

250 Santri PP Darul Musthofa Assunniyah, Lakukan Vaksinasi Tahap Pertama

0

LUMAJANG – Pandemi Covid- 19 yang sudah berlanjut selama dua tahun, hingga kini belum berakhir, dan akhir akhir ini muncul Varian baru yang juga sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan umat manusia.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, mulai penyemprotan disinfektan ditempat tempat umum dan pusat berkumpulnya massa.

Langkah berikutnya memberikan suntikan vaksinasi kepada warga dengan harapan akan memberikan imunitas, sehingga tubuh mampu melawan virus Corona tersebut.

Selasa, 28 Januari 2022, para santri dari Pondok Pesantren Darul Musthofa Assunniyah, yang berlokasi di Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun- Lumajang, melakukan Vaksinasi secara bertahap, dan saat itu sebanyak 250 santri telah Tervaksin dengan jenis vaksin sinofak.

Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan yang didampingi petugas dari Kepolisian sektor Yosowilangun juga anggota Koramil Yosowilangun, bersinergi dengan baik, sehingga semua berjalan lancar dan tidak mengalami kendala.

Kapolsek Yosowilangun, AKP Hariyanto, S.H., M.H., menyampaikan, keberhasilan ini berkat kordinasi yang matang, antara petugas dengan pengasuh Pondok Pesantren, dan diharapkan pula semua santri dan pengasuh mengikuti vaksinasi yang diadakan secara periodik ini.

Hariyanto juga menghimbau kepada warga, untuk tidak takut divaksin, karena semua juga untuk kepentingan kesehatan, baik untuk pribadi maupun keluarga dan lingkungan.

” Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti vaksinasi, dan ini akan kita lakukan terus, diberbagai tempat, sehingga semua warga nantinya Tervaksin,” Ujar Hariyanto.

Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa Assunniyah, KH. Ali Ridwan menyatakn mendukung dan mendorong kepada para santrinya untuk mengikuti vaksinasi tersebut, dan tentunya juga ada kordinasi yang matang dengan wali santri sebelumnya.

” Ini demi kebaikan, tentu kami juga mendukungnya,” Ujar Gus Ali Ridwan panggilan akrabnya. ( Red)

Disela Sela Resmikan PJU Waru, Wabup Subandi Ingatkan Transparansi PTSL

0

SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo H.Subandi, SH meresmikan infrastruktur penerangan jalan umum atau PJU Waru di Balai RW 02 Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sabtu (5/2) kemarin malam.

Turut hadir H.Warih Andono Anggota DPRD Sidoarjo, Camat Waru Rudi, Kepala Desa Wedoro, serta tokoh masyarakat sekitar.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan masyarakat yang menerima manfaat dari terpasangnya PJU ini sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam terwujudnya pembangunan PJU-TS di wilayah Kabupaten Sidoarjo,” kata Subandi.

Menurut Wakil Bupati, ucapan terima kasih tersebut diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Sidoarjo, pemerintah kecamatan dan desa yang mendampingi selama pelaksanaan pembangunan PJU Waru di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Besar harapan kami akan ada kegiatan pembangunan PJU dengan program lainnya dari pemerintah pusat yang dapat dibangun di Kabupaten Sidoarjo, mengingat sebagai kabupaten banyak penduduk, masih banyak kebutuhan terhadap pembangunan infrastruktur strategis lainnya yang menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” jelas Wabup Subandi.

Disisi lain, Subandi mengingatkan untuk berhati-hati dalam melayani Program PTSL, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang berujung gratifikasi.

“PTSL sedang menjadi idola masyarakat karena hanya dengan Rp 150.000 sudah mendapatkan fasilitas sertifikat”Ujarnya.

Dengan memberikan solusi untuk sosialisasi dan membuat panitia dari Dusun, lalu menuju Desa untuk permohonan pengajuan legalitas tanpa proses berbelit dan menerima imbalan dalam bentuk apapun, Pungkas Subandi.(kominfo/Yl).

Warga RW 1 Kelurahan Ditotrunan Gelar Pemilihan Ketua

0

LUMAJANG – Warga RW 1 Kelurahan Ditotrunan Kecamatan Lumajang, menggelar pemilihan calon ketua Rukun Warga (RW) pada Minggu (6/2/2022).

Pemilihan yang digelar di Jalan Iptu Jama’ari tersebut berlangsung semarak layaknya pemilihan kepala desa (Pilkades), lantaran didukung oleh seluruh warga setempat.

Sejak pagi, warga sudah berbondong ke lokasi tempat pemungutan suara. Mereka datang dengan membawa surat undangan dari panitia untuk antri menunggu panggilan pencoblosan.

Antusiasme warga terlihat sejak sekitar pukul 08.00 WIB, tatkala puluhan warga antre di TPS. Adapun para petugas TPS, mulai dari panitia hingga perwakilan RT sudah siap melayani warga yang datang untuk memilih ketua RW.

Layaknya proses pencoblosan, warga yang membawa undangan datang kemudian mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu suara.

Setelah itu mereka menuju bilik suara dan mencoblos empat kandidat ketua RW yang ada, untuk krmudian memasukkan kartu suara tersebut ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas

Ketua Panitia Pemilihan RW 1 Teguh Ekaja menerangkan, pemilihan ketua RW secara langsung kali ini merupakan pemilihan yang ketiga kalinya di lingkungan setempat. Namun bukanlah ajang persaingan, melainkan kebersamaan.

“Pemilihan langsung seperti ini sudah berlangsung ketiga kalinya. Kalau nanti ada ketua RW yang terpilih tidak amanah, tentu akan dimarahi warga,” ujarnya terkesan bergurau, Minggu (6/2/2022) di TPS.

Menurutnya, pemilihan ini sesungguhnya hanya sekedar membangkitkan partisipasi warga RW 1 dalam hal demokratisasi. Nantinya, masing-masing calon ketua yang terpilih dapat menjalankan tugas dengan amanah.

Dalam pemilihan itu, sebanyak 600 Pemilih menentukan siapa di antara empat kandidat ketua RW yang mendapat kepercayaan warga.

“Pemilik suara disilahkan memilih salah satu dari empat kandidat ketua RW. Ini demokrasi. Hak warga tetap dilindungi,” jelas Teguh saat bertugas menjadi ketua panitia dengan mengenakan pakaian batik berwarna merah.

Sedangkan panitia pemilihan yang lain, secara serempak mengenakan pakaian khas Lumajangan.

Salah satu warga, Andi Sasmito mengungkapkan bahwa pemilihan ketua RW tahun ini tidak semeriah pemilihan tahun sebelumnya.

“Pemilihan RW yang sekarang semarak ya, tapi menurut saya tidak seramai pemilihan di tahun sebelumnya. Kalau dulu dua kandidat, tapi yang sekarang diikuti empat kandidat dari warga mulai RT 1 sampai RT 6,” katanya.

Ia mengimbuhkan, sayangnya pelaksanaan pemilihan ketua RW 1 Kelurahan Ditotrunan ini nampak sangat demokratis sekali. Mulai sejak pendataan DPT, sudah dipersiapkan dengan baik. Dari proses pemilihan ini, apresiasi warga benar-benar tersalurkan.

Sedangkan Lurah Ditotrunan, Moh Latif menyatakan dirinya menyambut baik pelaksanaan Pemilihan Ketua RW tersebut, namun dirinya meminta maaf tidak bisa menghadiri kegiatan tersebut karena ada halangan.
.
Namun demikian pihaknya berharap siapapaun yang terpilih nantinya sebagai Ketua RW harus didukung penuh oleh seluruh unsur masyarakat sekitar.

“Sebab peran Ketua RW pada akhirnya sangat vital karena mereka merupakan ujung tombak pemerintahan di Kelurahan Ditotrunan ini” tandas nya.

Dalam perhitungan suara yang dilaksanakan Panitia kurang lebih pada pukul 13:00 dan selesai sekitar pukul 14:00 membuahkan hasil yakni Imam Khambali no urut 2 memperoleh 128 suara, sementara paslon no 1
memperoleh 53 suara, paslon no 3 memperoleh 88 suara, dan paslon no urut 4 memperoleh 183 suara. Dengan demikian pemilihan ketua RW 1 Kelurahan Ditotrunan dimenangkan atas nama Nurul Lutfiati. (bam)

Polres Pasuruan Kota Amankan Pekerja Seks dan Puluhan Sepeda Motor Brong

0

KOTA PASURUAN – Sabtu, 5 Februari 2022 bertempat di Polres Pasuruan Kota Jl. Gajah Mada No.19 Kota Pasuruan, Polres Pasuruan Kota melaksanakan Patroli Pamor Keris dan Patroli Skala Besar di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Waka Polres Pasuruan Kota Kompol Hery Dian Wahono, M.Psi. di dampingi Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota dan Kapolsek Jajaran.

Sebelum melaksanakan kegiatan dilakukan Apel Pengecekan kuat personil di lapangan apel Polres Pasuruan Kota dengan di ikuti Anggota Polres Pasuruan Kota, Anggota Satpol PP Kota Pasuruan, dan Anggota Polisi Militer.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari S,H.,S.I.K.M.S.i. melalui Waka Polres Pasuruan Kota Kompol Hery Dian Wahono, M.Psi. menyampaikan, sasaran pada malam hari ini adalah 3 titik yaitu di tempat-tempat prostitusi di wilayah lekok dapan pom bensin AKR, depan pasar ngopak dan yang terakhir kita laksanakan operasi balap liar di Jl.Panglima Sudirman serta kerumunan masyarakat dan orang-orang yang masih tidak menerapkan prokes, kita himbau dan beri arahan agar tidak lupa memakai masker karena saat ini masih dalam masa pandemi.

“Semua ini dilakukan salah satunya dalam rangka persiapan menjelang puasa ramadhan, Tidak lupa juga terhadap adanya kerumunan yang mungkin diindikasi dapat menjadi gangguan sebagai penyakit masyarakat khususnya minum minuman keras ataupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang.” Jelas Wakapolres.

Kompol Hery Dian Wahono menambahkan, berikan himbauan kepada masyarakat secara humanis namun tegas dan tidak sampai menyakiti masyarakat, ingatkan bahwa kita bersama-sama untuk mencegah penularan dan lonjakan kasus covid-19 dengan tetap menerapkan prokes.

Kegiatan di lanjutkan dengan melaksanakan patroli menuju lokasi yang telah di tentukan. Dalam hal ini Polres Pasuruan Kota menerjunkan Tim Raimas, Tim Resmob Suropati (TRS), dan Tim Satlantas Polres Pasuruan Kota.

Tiba di sasaran pertama tempat prostitusi Polres Pasuruan Kota berhasil mengamankan Pekerja Seks komersial 2 orang laki-laki dan 6 orang Perempuan dan 25 Botol Minuman Keras.

Kegiatan di lanjutkan dengan Patroli Skala Besar melaksanakan operasi balap liar di Jl.Panglima Sudirman dan berhasil mengamankan kendaraan R2 sejumlah 48 unit.

Selesai melaksanakan operasi balap liar Wakapolres Pasuruan Kota bersama Anggota kembali ke Mako Polres Pasuruan Kota untul melaksanakan konsolidasi.

“Alhamdulillah kegiatan pada malam sampai pagi hari ini berjalan dengan aman dan lancar, semoga dengan kegiatan rutin ini wilayah hukum Polres Pasuruan Kota aman dan tetap kondusif,” tutup Wakapolres. (tofa)

Mensos Soroti Peningkatan Kasus Kekerasan Anak dan KDRT di Sidoarjo

0

SIDOARJO – Peningkatan kasus pencabulan, kekerasan fisik pada anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo mendapatkan sorotan dari pemerintah pusat, melalui Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Kasus terakhir di Sidoarjo adalah kejadian yang dialami Mawar, 11 tahun, yang mengalami kekerasan fisik dan persetubuhan oleh bapak tirinya sebanyak 24 kali.

Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sabtu (5/2/2022), mendatangi Polresta Sidoarjo dan bertemu dengan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali meminta agar kasus pencabulan atau persetubuhan dan juga kekerasan fisik pada anak, maupun KDRT jangan terulang lagi.

“Kami di Kementerian Sosial melakukan monitoring adanya kasus-kasus cabul, kekerasan fisik pada anak dan KDRT, terakhir kemarin di Sidoarjo ada bapak tiri yang melakukan kekerasan fisik dan rudapaksa pada anak tirinya. Kami sungguh prihatin atas kejadian tersebut,” ungkap Mensos Risma.

Pihak Kementerian Sosial bersama dinas terkait, juga turun langsung untuk berikan perlindungan dan pemulihan psikologis korban maupun ibu kandungnya. Mensos minta agar aparat penegak hukum melakukan tindakan preventif dan tegas memberikan hukuman berat kepada tersangka.

Dari data kepolisian, kasus persetubuhan atau perbuatan cabul dan kekerasan fisik pada anak dan KDRT yang terjadi di 2020 dan 2021 mengalami peningkatan. Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana menyampaikan, untuk Persetubuhan atau perbuatan cabul dan juga kekerasan fisik pada anak di 2020 terjadi 38 kasus, tahun 2021 mengalami peningkatan 45 kasus.

Sementara untuk pencabulan dan kekerasan fisik pada dipisahkan. Yakni anak sebagai korban, yang terjadi 2020 sebanyak 44 kasus dan 2021 ada 83 kasus. Serta untuk anak sebagai pelaku, di 2020 ada 22 kasus dan 2021 turun menjadi 13 kasus.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, pada kesempatan ini mengatakan, sebagai langkah preventif agar kejadian cabul, kekerasan pada anak dan KDRT tidak terulang, pihaknya bersama para stake holder terkait akan membentuk satgas yang akan turun ke wilayah-wilayah, termasuk ke sekolah-sekolah dan para orang tua. Agar saling mengawasi pengaruh lingkungan sekitar, harmonisasi keluarga, lebih memperhatikan perkembangan buah hatinya, dan edukasi bahaya pornografi. (sol)

Pemerintah Gerak Cepat, Wabup Subandi Meninjau Tracing di SD AL Muslim

0

SIDOARJO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baru saja diberlakukan di Kabupaten Sidoarjo diawal tahun 2022 ini. Pemerintah tetap mengawasi dengan ketat pelaksanaan PTM apabila ada temuan sebaran covid 19 di lingkungan sekolah langsung gerak cepat.

Seperti yang terjadi di SD AL Muslim, salah satu siswanya ada yang terpapar covid 19, dan hari ini (5/2) dilakukan tracing di SD Al Muslim oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan tracing ini ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi.

“Salah satu siswa kita ada yang terpapar covid 19, pihak sekolah gerak cepat melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, dan langsung ditindak lanjuti oleh Dinas Kesehatan dengan melakukan tracing ini,” ungkap Kepala Sekolah SD Al Muslim, Fatimatuz.

Sementara Wakil Bupati Sidoarjo mengungkapkan bahwa saat ini masing – masing puskesmas memeriksa 100 siswa, ada 27 puskesmas di Kabupaten Sidoarjo. Hari ini kita tracing disini ada SD, SMP dan SMA mungkin hasilnya bisa melebihi.

“Tujuannya untuk melihat persolan yang ada dengan varian yang baru mudah – mudahan hasilnya baik. Harapan saya nanti jam tiga sore hasilnya sudah keluar dan akan saya laporkan ke Bapak Bupati, apakah tatap muka diatas 5 Persen diperbolehkan atau tidak tergantung pemerintah daerah,” ungkapnya

“Saya ingin menjaga anak – anak kita, ini adalah aset negara jangan sampai anak – anak kita dengan adanya varian yang baru menjadi persolan terutama untuk Pendidikannya,” lanjutnya.

Menurut keterangan dari salah satu guru yang mendampingi para siswa yang ditracing dengan swab antigen menyebutkan bahwa salah satu siswa SD Al Muslim yang terpapar mempunyai riwayat melakukan perjalanan luar kota sebelumnya bersama keluarga.

Pada saat ini kita berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai dengan SKB 4 Menteri dari SD, SMP hingga SMA di Al Muslim hingga lima hari kedepan. Untuk selanjutnya kita menunggu perkembangan dan instruksi dari pemerintah daerah.(kominfo/Yl)

Kompak, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Monitoring Vaksinasi Anak di MI Nurul Hasan Ponorogo

0

PONOROGO – Patut di acungi jempol kepada Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Bhabinkamtibmas tersebut adalah Aipda Agus Setiawan dan bhabinsanya adalah Serda Wahdianur.

Aipda Agus saat ini bertugas di Polsek Pulung sedangankan Serda Wahdianur bertugas di Koramil Pulung. Keduanya terlihat Kompak dan semangat melaksanakan pengamanan serta monitoring pada serbuan vaksinasi anak di MI Nurul Hasan Desa Singgahan yang digelar oleh Puskesmas Kecamatan Pulung.

Kekompakan tersebut diperlihatkan saat keduanya memberikan semangat dan motivasi kepada siswa dan siswi MI Nurul Hasan agar tidak takut disuntik vaksin.

Pembawaannya yang tenang kedua aparat tersebut berhasil menyakinkan beberapa siswa dan siswi yang takut saat mau di suntik vaksin covid 19.

Apa yang dilakukan Aipda Agus dan Serda Wahdianur itupun menuai pujian dari beberapa orang tua wali yang ikut mendampingi anak pada kegiatan vaksinasi tersebut.

Salah satunya adalah Ibu Wati orang tua dari siswa kelas 3 MI Nurul Hasan bernama Aji.

Dia mengaku berterima kasih kepada bhabinkamtibmas dan bhabinsa Desa Singgahan.

“Anak saya memang takut jarum suntik, awalnya saya ragu anak tersebut mau di vaksin, berkat pak Agus dan pak nur akhirnya anak saya mau di suntik vaksin,” ujarnya

Sementara itu dari pihak Puskesmas Pulung menerangkan bahwa vaksin di MI NURUL HASAN Singgahan berjenis SINOVAC guna mendukung percepatan Vaksin covid 19 membentuk kekebalan tubuh pada anak.

“Sehingga diharapkan proses PTM di sekolah bisa berjalan maksimal tanpa ada kekhawatiran terhadap virus covid-19,” Terang Fitri salah satu tim vaksinator dari puskesmas Pulung

Ditempat terpisah, Kapolsek Pulung Iptu Hariyadi sangat mengapresiasi Aipda Agus atas dedikasinya sebagai bhabinkamtibmas yang teladan.

Dia juga menghimbau kepada warga masyarakat Pulung bahwa saat ini kasus terconfirm covid 19 ada peningkatan. “Silahkan yang belum vaksin segera mendaftarkan diri. Bagi yang sudah melaksanakan vaksin protokol kesehatan agar tetap dijaga. Paling tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah,” pungkasnya. (tim)

Polri Akan Tindak Pelanggaran dan Penyimpangan Karantina

0

JAKARTA – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pihaknya tidak segan-segan menindak pelaku pelanggaran dan penyimpangan kekarantinaan. Hal ini sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dedi menuturkan, Kapolri sudah memerintahkan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri untuk membentuk tim mengusut adanya dugaan pelanggaran dan penyimpangan dalam kekarantinaan.

“Tim sedang bekerja, sudah melakukan komunikasi, koordinasi, verifikasi, dengan berbagai pihak mulai keimigrasian, kekarantinaan kesehatan kemudian satgas covid, pengelola bandara hingga petugas di bandara, sampai dengan ke hulunya adalah pihak PHRI yang mengelola jasa hotel tempat WNA maupun WNI yang karantina,” kata Dedi dalam acara Polri TV, dikutip Sabtu (5/2/2022).

Hingga kini, kata Dedi, penyidik masih melakukan penyelidikan apakah ada tindak pidana dalam proses kekarantinaan. Jika memang ada dan ditemukan alat bukti, maka penyidik tak segan menetapkan tersangka.

“Siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran kekarantinaan dari hulu hingga hilir akan dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, beberapa kasus pelanggaran kekarantinaan terjadi karena adanya blank area dari seseorang baik warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) saat keluar pesawat hingga menuju Imigrasi.

“Disitu blank area yang memungkinkan terjadinya pelanggaran dan penyimpangan kekarantinaan. Terjadi transaksional sehingga WNA dan WNI yang harusnya karantina di tempat yang sudah disiapkan tapi tidak dilakukan,” katanya.

Untuk meminimalisir hal tersebut, jenderal bintang dua ini menuturkan Polri sudah melaunching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi. Namun, ia juga menuturkan perlu kerja sama dari stakeholders lainnya seperti Satgas Covid-19 dan TNI melakukan pengawasan secara konvensional.

Terkait dengan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi, Dedi mengatakan, aplikasi ini secara digital mengawasi WNA dan WNI yang masuk ke Indonesia dari mulai tiba hingga ke lokasi karantina.

Beberapa lokasi pintu masuk ke Indonesia baik Bandara, Pelabuhan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sudah menerapkan aplikasi ini. Hasilnya, lanjut Dedi cukup efektif mengawasi WNA dan WNI yang melakukan karantina.

“Saat ini baik dan efektif aplikasi ini. Namun demikian perlu dicover pengawasan manual. Ada kebijakan dari BNPB setiap periode tertentu petugas menjaga di lokasi karantina harus diganti untuk meminimalisir pelanggaran kekarantinaan terjadi,” katanya.

Ia pun menjelaskan beberapa keunggulan dari aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini, dimana setiap orang yang melakukan karantina akan tercatat dalam sistem berapa lama melakukan karantina dan kapan sudah keluar karantina.

Bahkan, aplikasi ini bisa mendeteksi orang yang melakukan karantina jika kabur dari lokasi karantina. “Kalau keluar 200 meter dari lokasi karantina ada peringatan ke command center. Kemudian petugas bisa mencari dan menjemput orang tersebut agar menyelesaikan masa karantinanya,” ujarnya.

Namun, ia mengakui beberapa kendala dari aplikasi ini yakni ketergantungan dengan internet. Sebab aplikasi ini bisa berjalan jika jaringan internet stabil. Kemudian, ia juga memaparkan kemungkinan adanya upaya pelanggaran seseorang yang melakukan karantina meninggalkan handphonenya untuk kabur dari karantina sehingga tak bisa terlacak.

“Untuk itu harus ada sinergi secara teknologi dan konvensional dalam pengawasan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Dedi pun berharap agar pelanggaran karantina bisa ditekan di tengah kasus Covid-19 yang kembali meningkat. Ia pun memperingatkan masyarakat ada konsekuensi hukum jika melanggar kekarantinaan.

“Ada berbagai macam regulasi dilanggar, yaitu pasal 14 UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan itu hukuman penjara satu tahun dan denda Rp100 juta. Kalau ada penyuapan lebih tinggi lagi bisa dikenakan pasal korupsi,” katanya.

Tak lupa, Dedi pun mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes) dimanapun melaksanakan aktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan dan menghindari kerumunan.

“Satgas akan memperketat protokol kesehatan agar asesmen level di wilayah bisa dikendalikan. Silahkan laporkan ke polisi terdekat jika melihat penyimpangan kekarantinaan pasti dilakukan tindakan tegas,” katanya. (tim)

Kapolri Berkomitmen Beri Pelayanan Terbaik untuk Korban Perempuan dan Anak

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan serta penegakan hukum tindak pidana dengan korban perempuan dan anak-anak.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri saat menerima audiensi Komnas Perempuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022).

“Jadi pertama terkait dengan concern kita terhadap masalah dan isu perempuan serta anak khususnya. Itu memang menjadi salah satu program yang kemudian saya ingin ditangani serius. Itu juga yang saya sampaikan saat fit and proper test di DPR,” kata Sigit dalam audiensi tersebut.

Dari segi kelembagaan, Sigit mengungkapkan bahwa, saat ini, Polri mengembangkan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menjadi Direktorat tersendiri di tingkat Bareskrim Polri dan Polda. Hal itu merupakan wujud keseriusan Korps Bhayangkara dalam rangka menangani kasus kejahatan dengan korban perempuan dan anak.

“Karena itu saya sudah sampaikan, sekarang sedang berproses. Dari sisi penanganannya kita ingin ada Direktorat sendiri. Direktorat yang khusus menangani itu. Sehingga kemudian di tingkat Mabes ada bintang satu. Maka di Polda akan ada Direktorat tingkat Polda. Sampai di bawah,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Eks Kabareskrim Polri ini menyatakan, nantinya akan disiapkan personel Polri yang mampu dan mumpuni untuk mengawaki Direktorat tersebut. Dengan diisi jajaran yang profesional dan berintegritas, kata Sigit, hal itu akan menghindari perempuan dan anak mengalami peristiwa menjadi korban dua kali.

“Manakala yang menginterogasi, kemudian yang menangani beda jenis kelamin, akan membuat masalah baru. Sehingga mereka merasa menjadi korban dua kali. Ini kedepan kita proses. Prosesnya memang sedang berlangsung oleh Kemenpan RB,” ucap Sigit.

Meskipun tak keseluruhan diisi wanita, dikatakan Sigit Direktorat PPA itu, nantinya akan didominasi oleh para Polisi Wanita (Polwan). Sehingga secara paralel, menurut Sigit, hal itu akan semakin membuka ruang dan kesempatan bagi para Polwan untuk mengisi jabatan di internal Polri.

“Juga anggota-anggota yang bisa di rekrut mulai dari taruna dan bintara. Sehingga ruang-ruang itu bisa diisi untuk pengembangan karier juga lebih bagus. Dan kita punya bibit ke depannya secara bertahap akan diberikan posisi strategis. Ini bisa diisi jika ada bibit yang banyak. Karena kompetensinya penting. Ini konsep kita secara kelembagaan,” tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit melihat sejauh ini terkait kasus kejahatan dengan korban perempuan dan anak, masih adanya sumbatan komunikasi. Sigit pun memberikan solusi untuk memecah permasalahan tersebut dengan membentuk Liaison Officer (LO) di Komnas Perempuan.

Dengan adanya pendamping itu, Sigit menyebut, kedepannya apabila ada pengaduan yang mengharuskan ditangani oleh Kepolisian maka LO tersebut yang menjadi penghubung informasi antara Komnas Perempuan maupun pihak Kepolisian.

“Kalau memang setuju akan kami siapkan dan kirimkan. Jika ada pengaduan dan ingin meninjau satu tempat, maka LO ini membantu menghubungi Kapolda atau Kapolres. Saya harapkan dari sisi kepolisian bisa merespons isu-isu yang terjadi. Karena kita serius terhadap isu-isu perempuan dan anak,” jelas Sigit.

Lebih dalam, terkait proses peradilan, Sigit juga mengedepankan perlindungan dan kehati-hatian terhadap suasana kebatinan dari para korban.

“Terkait proses peradilan mungkin sangat sensitif memang kita harus melindungi. Disatu sisi hal itu harus diselesaikan secara tuntas. Namun disisi lain suasana kebatinan korban harus dijaga,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga mempersilahkan kepada Komnas Perempuan untuk memanfaatkan aplikasi yang telah disediakan oleh Polri dalam rangka perbaikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas.

“Kita tentunya di Propam ada Propam Presisi dan ada Dumas Presisi. Bisa diintegrasikan ke Komnas. Kalau mau dibuat MoU, kita siap,” tutup Sigit. (tim)

Ingin Kembangkan UP2K, PKK Kota Probolinggo Studi ke Kota Semarang

0

SEMARANG,
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Aminah Hadi Zainal Abidin, ingin mengembangkan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di wilayahnya.

Untuk merealisasikannya, ia mengajak anggotanya studi refrensi ke TP PKK Kota Semarang yang berhasil mengembangkan UP2K serta memiliki banyak prestasi.

Aminah Hadi diterima oleh Ketua bidang I Nurul Cahyo Bintarum, Jumat (4/2), di ruang pertemuan TP PKK Kota Semarang.

“Kami sengaja datang kemari untuk belajar UP2K, agar bisa berkembang seperti di Kota Semarang,” ujarnya.

Pemaparan tentang berkembangnya UP2K diungkapkan oleh Ketua bidang II Widjayanti Ulfi.

“Salah satu UP2K yang berkembang berada di Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajahmungkur, dari modal awal Rp 4 juta hingga saat ini berkembang menjadi Rp 325 juta,” urainya.

Ia juga menjelaskan selama masa pandemi pembinaan dilakukan melalui WA group. Setiap 3 bulan sekali ada rakor dan konsultasi sekitar 4 kali pertemuan dalam setahun dengan pokja di kelurahan.

Saat ditanya tentang kendala, ternyata hampir sama dengan Kota Probolinggo, ada pembayaran yang macet, namun inovasi dibuat dengan mengisi kaleng secara rutin, harapannya, saat jatuh tempo bisa terbayarkan.

Sementara itu, untuk mengembangkan promosinya selama pandemi menggandeng shopee food.

“TP PKK juga memfasilitasi pembuatan OSS dan PIRT secara gratis untuk mempermudah para UKM dan PKL,” imbuhnya.

Pengembangan dilakukan secara bertahap, diawali fokus di 1 kecamatan dulu sebagai pilot project, disusul berpindah ke kecamatan berikutnya, UKM disabilitaspun menjadi prioritas UP2K Semarang, untuk mendukung kelompok difabel ini maka koperasi PKK dinamakan koperasi inklusi.

Untuk lebih banyak dialog dengan TP PKK Kelurahan Bendan Ngisor yang berkecimpung langsung menangani UP2K, Aminah Hadi menuju lokasi tersebut, termasuk mengunjungi Sentra batik dengan pewarnaan alami di Kecamatan Gunungpati.

TP PKK Kota Probolinggo akan merapatkan barisan anggotanya agar bisa mengimplementasikan hasil studi referensi tersebut.

Aminah optimis UP2K di Kota Probolinggo bisa dikembangkan lebih baik.(Kom/Ali)