Home Blog Page 152

Jelang Nataru 2025/2026 Plt Bupati Ponorogo Gelar Sidak Bahan Pangan

0

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menggelar Inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pada Kamis (11/12/2025.

Ada tiga lokasi
yang menjadi sasaran sidak yaitu Pasar Pulung di Kecamatan Pulung, pasar modern di Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, serta Gudang Bulog Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo,bLisdyarita, mengaku harga cabai dan bawang merah menjadi perhatian sidak. Pasalnya harga cabai di pasar tradisional menyentuh Rp 80 ribu per kilogram (kg) dan Rp 75 ribu per kg di pasar modern, sementara bawang merah diharga Rp 49 ribu per kg.

“Kita sudah pantau harga cabai, harga agak melonjak. Rencananya, saya mau menggiatkan ibu-ibu untuk menanam cabai sehingga untuk ketersediaan dari cabai itu ada lah di rumah masing-masing, pantauannya tetap cabai dan bawang merah,” kata Lisdyarita.

Selain kedua komoditas itu, bahan pokok lain dipastikan masih berada pada harga normal, serta belum ada gejolak harga di penutup tahun 2025 ini.

“Kita lihat harga telur juga apalagi di pusat perbelanjaan modern luar biasa ini bisa murah, beras alhamdulillah juga. InsyaAllah lah hanya cabai dan bawang saja,” jelas Plt Bupati Ponorogo.

Lisdyarita memastikan Nataru stok bahan pangan aman dan tidak ada kelangkaan yang terjadi.

“Satu yang pasti stoknya aman,” pungkasnya. **

Dapur MBG Polri Kembali Jadi Sorotan Internasional

0

Jakarta — Kamis, 18 Desember 2025

SPPG Polri Pejaten sebelumnya telah mendapat sorotan internasional melalui kunjungan Rockefeller Foundation pada 9 Oktober 2025, yang dipimpin Elizabeth Yee (Executive Vice President Rockefeller Foundation). Dalam kunjungan tersebut, Rockefeller Foundation mengapresiasi inovasi Polri dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien, aman, dan memberdayakan masyarakat, serta menilai SPPG Polri sebagai model percontohan tata kelola pangan berkelanjutan. Sorotan ini menjadi latar belakang meningkatnya perhatian komunitas internasional terhadap model MBG Polri.

Komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus diwujudkan secara konkret melalui keterlibatan aktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Polri menghadirkan dapur MBG percontohan nasional dengan kekhasan tersendiri, yakni jaminan kualitas dan keamanan pangan yang didukung langsung oleh Dokkes Polri sebelum makanan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Sorotan internasional tersebut kembali menguat saat Delegasi Kedutaan Besar Prancis dan Tim Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan diplomatik ke SPPG Polri Pejaten, Kamis (18/12). Kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran Polri dalam memastikan program MBG berjalan cepat, masif, aman, higienis, dan berstandar tinggi.

Director General for Global Affairs Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, Mrs. Salina Grenet-Catalano, menyampaikan pernyataan lengkapnya terkait komitmen Prancis dan dukungan terhadap Program MBG Indonesia sebagai berikut:

“Di tingkat internasional, Prancis sangat berkomitmen terhadap ketahanan pangan dan gizi. Kami memimpin Koalisi Makanan Sekolah Dunia dan kami sangat senang karena Indonesia baru-baru ini bergabung dalam koalisi tersebut. Di Prancis, kami memiliki program makanan sekolah yang sangat kuat dan bersejarah, sehingga setiap anak dapat mengakses makanan sekolah yang sangat baik dan bergizi. Makanan sekolah di Prancis memang tidak sepenuhnya gratis, namun disubsidi bagi keluarga yang tidak memiliki sumber daya.

Ketika kami mengetahui bahwa Presiden Prabowo meluncurkan program ini, kami sangat senang karena kami memandangnya sebagai sesuatu yang sangat penting bagi pengembangan ekonomi, masyarakat, dan negara, yaitu menyediakan makanan yang baik dan bergizi setiap hari bagi anak-anak. Hal ini sangat penting bagi perkembangan otak dan kapasitas intelektual mereka. Oleh karena itu, kami mendukung program ini sejak awal dan siap untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang ini.

Program makanan sekolah juga sangat penting untuk dikaitkan dengan produsen lokal dan sektor pertanian. Program ini harus berbasis pada pengembangan pertanian lokal dan produsen lokal agar makanan yang dihasilkan berkualitas baik, segar, dan sekaligus membantu pengembangan ekonomi lokal. Sangat penting untuk memiliki rantai pasok yang pendek, produk lokal, serta tetap menghormati tradisi dan kebiasaan makan masyarakat.

Kami melihat pemanfaatan rumah kaca di sekitar dapur ini sebagai praktik yang sangat baik, karena anak-anak perlu mengonsumsi sayur dan buah setiap hari untuk asupan vitamin. Kami tidak datang untuk memberi pelajaran kepada siapa pun, tetapi kami siap membantu Indonesia menerapkan program ini sebaik mungkin. Target Indonesia sangat ambisius, negara ini luas, penduduknya besar, dan tantangannya tidak kecil. Kami bahkan tidak yakin ada program makanan sekolah yang seambisius ini di dunia. Karena itu, kami sangat senang dapat mendukung agar implementasinya berjalan semulus mungkin, karena tata kelola program sebesar ini sangatlah penting,” ujar Mrs. Salina Grenet-Catalano.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau langsung operasional dapur SPPG Polri, termasuk pemeriksaan keamanan pangan (food safety check) yang dilakukan oleh Dokkes Polri sebelum makanan didistribusikan. Sistem ini memastikan setiap menu MBG memenuhi standar kesehatan, gizi, dan keamanan pangan yang ketat.

Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa Polri mengoptimalkan kekuatan organisasinya untuk mempercepat pemerataan pelayanan MBG di seluruh Indonesia.

“Polri memanfaatkan keberadaan 508 Polres yang tersebar di seluruh Indonesia untuk percepatan pembangunan SPPG. Kami mendorong setiap Polres bersama masyarakat minimal membangun satu SPPG agar pelayanan Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara cepat dan merata,” tegas Irjen Pol. Nurworo Danang.

Ia menjelaskan bahwa Mabes Polri telah membentuk Gugus Tugas MBG secara berjenjang di tingkat Mabes Polri, Polda, hingga Polres guna memastikan seluruh dapur SPPG dikelola sesuai standar pemerintah, dilengkapi SOP ketat, pemeriksaan keamanan pangan sebelum distribusi, serta sistem quality control dari tingkat pusat hingga daerah.

Selain menjamin kualitas dan keamanan pangan, Polri juga mengintegrasikan aspek budaya dan kearifan lokal dalam pelaksanaan MBG melalui pengembangan menu Nusantara di setiap dapur SPPG.

Melalui peran aktif dalam Program MBG, Polri menegaskan bahwa pengabdian Bhayangkara tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengawal kualitas generasi masa depan bangsa, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kabaharkam Polri Tinjau Posko Bencana di Aceh Tamiang, Pastikan Kelancaran Distribusi Bantuan Logistik

0

Tamiang – Rabu, 17 Desember 2025, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Karyoto, S.I.K., M.H., melaksanakan peninjauan Posko Bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh.

Setibanya di Aceh Tamiang, Kabaharkam Polri meninjau langsung kesiapan posko, ketersediaan logistik, serta mekanisme penyaluran bantuan agar dapat berjalan secara optimal, aman, dan tepat sasaran. Dalam kesempatan tersebut, Kabaharkam Polri menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam penanganan bencana.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk menjamin distribusi logistik berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran,” ujar Komjen Pol. Karyoto.

Selain itu, Kabaharkam Polri juga meninjau kesiapan personel K-9 Polri yang dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun longsor. Pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap upaya pencarian korban yang hingga saat ini masih belum ditemukan.

“Personel dan unit K-9 kami siagakan untuk mendukung proses evakuasi secara maksimal. Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera membuahkan hasil dan para korban dapat ditemukan,” tambahnya.

Kehadiran Kabaharkam Polri di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung upaya penanggulangan bencana alam, sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan secara maksimal kepada masyarakat yang terdampak, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga selama proses penanganan bencana berlangsung.

Jelang Nataru Polda Jatim Kembali Musnahkan Barang Bukti 9,3kg Sabu

0

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur terus menunjukkan komitmen kuat dan konsisten dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba sekaligus penyampaian capaian pengungkapan kasus narkotika sepanjang Tahun Anggaran 2025, pada Kamis (18/12/2025).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dalam pemusnahan barang bukti Narkoba ini hasil pengungkapan 24 perkara dengan jumlah tersangka sebanyak 40 orang.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini berupa narkotika jenis sabu dengan berat total 9.335,43 gram serta ekstasi 3 butir,” kata Kombes Pol J. Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menerangkan, dari 23 perkara yang diungkap Ditresnarkoba Polda Jatim, Polisi berhasil mengamankan 38 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 1.476,91 gram dan ekstasi sebanyak 3 butir.

Sementara itu Polresta Sidoarjo mengungkap satu perkara dengan 2 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 7.858,52 gram.

Dikesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Da Costa, menyampaikan dalam paparannya bahwa pengungkapan kasus narkoba di Jawa Timur selama tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan.

“Selama periode Januari hingga Desember 2025, Polda Jatim berhasil mengungkap sebanyak 5.924 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 7.617 orang,” ujar Kombes Pol Robert.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2025 meliputi 292.488 gram sabu; 103.782 gram dan 960 batang tanaman ganja; 60.989 butir ekstasi; 4,70 gram kokain; dan 8.610.473 butir obat-obatan keras.

“Dibanding tahun 2024, pengungkapan kasus narkoba pada 2025 meningkat 6,49 persen, sementara jumlah tersangka meningkat 9,14 persen,” ujar Kombes Pol Robert.

Ia juga menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba telah dilakukan beberapa kali sepanjang tahun 2025.

Pada Juni 2025, Polda Jatim memusnahkan 49 kg sabu dan 2.860 butir ekstasi, serta 5.688.600 butir obat keras.

Selain itu, pemusnahan bersama Bareskrim Polri juga dilakukan terhadap 85,3 kg sabu.

“Pada hari ini, kita kembali melaksanakan pemusnahan barang bukti dari 24 kasus dengan 40 tersangka, di mana 22 kasus di antaranya merupakan perkara yang telah dilakukan restorative justice,” terang Kombes Pol Robert.

Dari total pengungkapan tersebut, Polda Jatim diperkirakan telah berhasil menyelamatkan sekitar 4,8 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk terus menggalakkan pencegahan dan pemberantasan narkoba demi mewujudkan Jawa Timur yang lebih maju dan mendukung Indonesia Emas,” ucap Kombes Pol Robert.

Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Robert Da Costa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BNNP Jawa Timur, Bea Cukai, Angkasa Pura, Pelindo, kejaksaan, pengadilan, hingga seluruh stakeholder dan personel Ditresnarkoba Polda Jatim yang terus bekerja tanpa lelah dalam memberantas peredaran narkoba di Jawa Timur. (*)

Wujud Kesiapan Komitmen Amankan Nataru 2026, Polres Mojokerto Kota Gelar Latpraops Lilin Semeru 2025

0

Kota Mojokerto – Kesiapan Pengamanan Ibadah Natal dan Libur Tahun Baru (Nataru) 2026 Kembali Ditunjukkan Polres Mojokerto Kota Dengan Digelarnga Latihan Pra-Operasi Lilis Semeru 2025 di Aula Hayam Wuruk Polres Mojokerto Kota.

Dipimpin oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H. diwakili Kabagops KOMPOL Sulianto S.IP., M.H., Latpraops ini menjadi langkah mendukung peningkatan dan pemahaman terkait pelaksanaan Ops Lilin Semeru 2025.

Dalam sambutannya, KOMPOL Sulianto menegaskan kepada anggota atas pentingnya Latpraops sebelum melakukan tugas operasi, “Dengan Latpraops ini diharapkan rekan-rekan sekalian saat menjalankan tugas operasi nantinya tidak bingung bagaimana cara bertindak saat menghadapi dinamika situasi,”.

Dihadapan ratusan personel Polres Mojokerto Kota yang dilibatkan, Latpraops ini diisi dengan pemaparan dari para Kasatgas. Dengan mengetahui situasi kamtibmas secara umum sebelum diharapkan anggota dapat memahami potensi gangguan yang dapat terjadi saat Operasi berlangsung.

Pengamanan objek vital transportasi dan tempat ibadah menjadi prioritas, namun juga kelancaran dan keselamatan pada arus lalu lintas juga menjadi perhatian. Disampaikan KBO Lantas IPTU Basoni menerangkan upaya-upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

Direncanakan Polres Mojokerto Kota akan membangun 4 Pos dalam pengamanan Nataru 2025 ini yang terdiri dari 1 Pos Terpadu, 1 Pos Pelayanan, serta 2 Pos Pengamanan. Berikut dijelaskan IPTU Basoni, pembangunan pos ini menjadi langkah Polres Mojokerto Kota untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat saat beraktivitas serta mampu meningkatkan kecepatan dalam melakukan reaksi cepat jika terjadi gangguan kamtibmas.

Sebagai penutup, Kabagops menyampaikan kepada anggota untuk senantiasa bertanggung jawab, amanah, dan profesional dalam bertugas. Sehingga dalam pelaksanaan tugas keberadaan personel Polri dapat dirasakan masyarakat secara langsung.(*)

Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Lumajang Gandeng FIF Group Edukasi Safety Riding di SMKN 1 Lumajang

0

Lumajang – Dalam upaya menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, Satlantas Polres Lumajang bersama FIF Group Lumajang menggelar kegiatan sosialisasi safety riding bertajuk “Pelajar Cerdas Taat Berlalu Lintas”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman SMK Negeri 1 Lumajang, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang dikemas melalui program Polisi Sahabat Anak ini diikuti oleh ratusan peserta didik SMKN 1 Lumajang.

Para pelajar diberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berkendara, etika berlalu lintas, serta risiko kecelakaan akibat pelanggaran lalu lintas.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Lumajang, Ipda Suheri, mengatakan bahwa pelajar merupakan kelompok usia yang rentan terlibat kecelakaan lalu lintas, sehingga edukasi keselamatan berkendara menjadi sangat penting.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjadi pelopor keselamatan di jalan,” ujar Ipda Suheri.

Selain penyampaian materi, Satlantas Polres Lumajang bersama FIF Group juga membagikan brosur imbauan tertib berlalu lintas kepada para peserta didik.

Hal ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan meminimalisir fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, demi terwujudnya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di Kabupaten Lumajang.

Ipda Suheri juga mengimbau para pelajar agar tetap menjaga keselamatan selama masa libur sekolah.

“Kami mengingatkan kepada adik-adik pelajar agar selama libur sekolah tetap berhati-hati saat berkendara, menggunakan helm SNI, tidak ugal-ugalan, dan melengkapi surat-surat kendaraan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pihak swasta dalam mendukung keselamatan berlalu lintas.

“Kami mengapresiasi dukungan FIF Group Lumajang dalam kegiatan ini. Sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar,” ungkap AKP Yulian.

Sebagai bentuk apresiasi, Satlantas Polres Lumajang juga memberikan sarana kontak kepada para peserta didik yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi safety riding tertib berlalu lintas tersebut.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Lumajang berharap para pelajar tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Konsisten Tayangkan Program Budaya Lokal, JTV Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

0

SURABAYA – Apresiasi atas kontribusi dalam pemajuan dan pelestarian kebudayaan Indonesia, khususnya budaya Jawa Timur, JTV meraih penghargaan anugerah kebudayaan Indonesia 2025 kategori media televisi, Rabu (17/12/2025).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadly Zon dan diterima oleh Direktur JTV, Rina Prabawati.

JTV dinilai konsisten menayangkan program-program yang mengangkat budaya lokal, tradisi, kearifan lokal, serta tokoh-tokoh daerah, sekaligus menjadi ruang edukasi budaya melalui media televisi.

“Di layar JTV kebudayaan Jawa Timur bernafas dan bersuara. Lebih dari dua dekade JTV tak hanya menayangkan acara tapi merajut budaya dan tradisi agar tetap hidup. Di setiap gambar dan cerita terpaut cinta pada akar, bahasa, dan tarian waktu. Melalui sinar yang menyapa setiap rumah budaya itu merasuk menggetarkan jiwa agar tak pernah hilang,” tutur narasi dalam video apresiasi.

Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan agenda tahunan pemerintah yang diberikan kepada individu, komunitas, dan lembaga yang dinilai berjasa dalam menjaga, mengembangkan, serta mempromosikan kebudayaan nasional melalui berbagai bidang.

“Malam hari ini, kita memberi penghormatan bagi mereka yang memilih jalan itu, jalan panjang yang mungkin sunyi, tapi menentukan arah perjalanan bangsa. Anugerah Kebudayaan Indonesia diselenggarakan sebagai penanda, bahwa negara menyadari kerja-kerja kebudayaan,” ujar Menteri Kebudayaan, Fadly Zon dalam sambutannya.

Dengan penghargaan ini, JTV menegaskan komitmennya sebagai televisi daerah yang terus berperan aktif dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya bangsa melalui tayangan yang informatif dan edukatif. (*)

Polres Jember Terjunkan Personel Bantu Warga Terdampak Banjir

0

JEMBER – Intensitas luapan air sungai yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember Jawa Timur mengakibatkan bencana bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai pada Selasa (16/12) yang lalu.

Merespons kondisi tersebut, Polres Jember Polda Jatim bergerak cepat melakukan penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.

Bersama Sat Brimob, BPBD, relawan, serta instansi terkait, Polres Jember Polda Jatim bahu membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan warga yang terdampak luapan air.

Lumpur, sampah, serta material sisa banjir dibersihkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Selain kerja bakti, Polres Jember Polda Jatim juga menyalurkan nasi bungkus kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut diberikan karena banyak warga tidak dapat memasak akibat bahan makanan dan peralatan dapur mereka hanyut terbawa arus luapan air sungai.

Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat saat bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian kemanusiaan.

“Kami berupaya hadir secepat mungkin untuk membantu masyarakat. Selain pembersihan lingkungan, kami juga menyalurkan bantuan makanan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujarnya, Rabu (17/12).

Menurut AKBP Bobby, sinergitas semua pihak menjadi kunci percepatan penanganan bencana ini.

Polres Jember Polda Jatim memastikan akan terus melakukan pemantauan kepada warga terdampak hingga kondisi benar-benar pulih, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan susulan. (*)

Polantas Polres Gresik Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Pengendara

0

GRESIK – Upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik Polda Jawa Timur.

Jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penambalan sejumlah jalan berlubang di sepanjang ruas Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo (SHD), salah satu jalur utama dan padat kendaraan di Kabupaten Gresik.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi A., bersama Tim Khusus (Timsus) Unit Turjawali.

Aksi respons cepat ini dilakukan saat petugas melaksanakan patroli rutin sekaligus pengecekan jalur rawan kecelakaan (troublespot) di kawasan Bunder.

Saat mendapati kondisi aspal yang berlubang dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, petugas langsung mengambil tindakan.

Tanpa menunggu lama, anggota Timsus Satlantas Polres Gresik secara swadaya mengupayakan material dan melakukan penambalan darurat pada titik-titik kerusakan tersebut.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk antisipasi dini guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang meningkatnya volume kendaraan pada masa libur Nataru.

“Jalan berlubang menjadi salah satu faktor yang kerap memicu terjadinya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua,”ujar AKP Nur Arifin, Rabu (17/12).

Oleh karena itu, menurut Kasatlantas Polres Gresik, penanganan cepat sangat diperlukan agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman.

Aksi tambal sulam darurat ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jalan.

Dengan tertutupnya lubang-lubang di sepanjang Jalan Dr. Wahidin SHD, diharapkan potensi kecelakaan dapat ditekan dan arus lalu lintas tetap lancar.

Satlantas Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara serta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya. (*)

Polres Magetan Gelar Advokasi Satgas TPPO Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

0

MAGETAN – Polres Magetan Polda Jawa Timur bersama Pemerintah kabupaten setempat menggelar kegiatan Advokasi Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan, Rabu (17/12).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Magetan.

Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menegaskan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) perlu diantisipasi sejak dini.

Menurutnya TPPO kerap melibatkan unsur kekerasan, ancaman, hingga penipuan dengan modus pemberian pekerjaan, termasuk tawaran bekerja ke luar negeri sebagai TKW.

Hal itu terungkap saat Sat Reskrim Polres Magetan Polda Jatim berhasil menangani kasus TPPO di wilayah Kabupaten Magetan.

Kompol Dodik menekankan untuk penanganan kasus TPPO itu sinergi lintas sektor menjadi kunci utama pencegahan.

“Pembentukan dan penguatan Satgas TPPO ini bertujuan untuk mengurangi, mencegah, dan memberantas TPPO di Kabupaten Magetan melalui langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum,” ujar Kompol Dodik.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya calon tenaga kerja wanita (TKW) yang akan bekerja ke luar negeri, agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Pastikan PT penyalur tenaga kerja tersebut berlisensi resmi dan bukan ilegal, serta selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan,” tegas Kompol Dodik.

Ia mengatakan pentingnya peran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap PT penyalur tenaga kerja luar negeri yang beroperasi di wilayah Magetan.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Magetan Medi Santoni, dalam paparannya menjelaskan bahwa sanksi pidana TPPO telah diatur secara tegas dalam UU Nomor 1 Tahun 2023.

Undang – undang tersebut secara spesifik mengatur tindak pidana perdagangan orang, mencakup proses peradilan, serta perlindungan terhadap korban dan saksi.

Ia mengungkapkan bahwa kasus TPPO paling banyak terjadi pada pekerja TKW di luar negeri, dengan modus yang semakin kompleks.

“Modus operandi TPPO umumnya dilakukan secara tersamar, terputus, dan tersistem sangat rapi, sehingga sulit dideteksi oleh korban,” ungkapnya.

Beberapa modus yang kerap ditawarkan pelaku antara lain persyaratan kerja yang dipermudah, gaji sangat tinggi, program beasiswa dan pelatihan gratis, fasilitas mewah, pendekatan kepada keluarga korban, penawaran melalui media sosial, hingga sistem pembayaran yang dapat dicicil.

Melalui kegiatan advokasi ini, diharapkan seluruh peserta, mulai dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, hingga perangkat desa dan masyarakat, memiliki pemahaman yang sama serta mampu menjadi agen pencegahan TPPO di lingkungan masing-masing.

Polres Magetan Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Kabupaten Magetan yang aman dan bebas dari praktik perdagangan orang. (*)