Home Blog Page 1531

Berikan Rasa Aman Pada Masyarakat, Polisi Hadir di Pagi Hari

0

SURABAYA – Polrestabes Surabaya terus berupaya untuk memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat terutama warga yang akan melakukan aktivitasnya di pagi hari.

Seperti pada hari ini Kabag SDM Polrestabes Surabaya AKBP Sri Andriyany, SPd serta Kabag Perencanaan Akbp Darti Setyowati, S.Sos., M.Si melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dengan menempati Pos 1.4 di bawah flyover mayangkara dan Pos 1.3 Demak di flyover mayangkara sisi selatan di lokasi tersebut dinilai rawan kemacetan atau kecelakaan, Selasa (11/01/2022) pagi.

Dengan penuh semangat dan humanis Kabag SDM Polrestabes Surabaya mengatur jalan yang mulai ramai lalu lalang kendaraan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran personil Polri terutama saat pagi hari

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan SH., S.I.K., M.H,. M.Han. di tempat berbeda menuturkan bahwa setiap hari mulai pukul 06.00 sampai dengan 07.30 WIB ditempatkan anggota, baik yang berseragam maupun tidak berseragam ke lokasi-lokasi yang dinilai rawan kejahatan maupun keramaian untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas terutama dijalan raya saat pagi hari.

“Pos awal di ikuti oleh Wakapolrestabes Surabaya, Para Kabag, Kasat, Kasi serta seluru anggota Polrestabes Surabaya yang hadir di tengah-tengah masyarakat kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman terutama pengguna jalan yang akan memulai aktifitasnya serta mengatur arus lalu lintas kendaraan yang mulai ramai” kata Kombes Pol Yusep.

“Kegiatan Pos pagi dilaksanakan juga dalam upaya untuk menekan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dijalan raya serta membantu masyarakat yang hendak menyeberang jalan,” pungkasnya. (tim)

GP Ansor dan PP Muhammadiyah Apresiasi Polri atas Penahanan dan Penetapan Tersangka Ferdinand Hutahaean

0

SURABAYA – Polri bertindak cepat dan tegas atas penetapan Ferdinand Hutahaean, sebagai tersangka atas cuitannya ‘Allahmu lemah’. Dengan ditetapkannya Ferdinand sebagai tersangka. Polri mendapatkan dukungan serta apresiasi dari GP Ansor maupun PP Muhammadiyah.

Ketua GP Ansor, Luqman Hakim, menjelaskan bahwa dirinya mengapresiasi dan mendukung penuh atas penahanan dan penetapan tersangka Ferdinand Hutahaean.

“Polri itu bisa memenuhi rasa keadilan sehingga mencegah meluasnya potensi kegaduhan di masyarakat,” kata Ketua GP Ansor Luqman Hakim.

“Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” tambahnya.

Luqman meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan menjunjung asas praduga tak bersalah. Luqman juga mendukung Polri agar bertindak profesional dan transparan dalam menangani kasus tersebut.

“Selama proses hukum berjalan, secara khusus saya minta polisi memberi kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean, yang merupakan seorang mualaf, untuk mendapat bimbingan agama Islam supaya yang bersangkutan dapat semakin mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam,” ucapnya.

Sementara itu dukungan serupa juga dilontarkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Sunanto atau Cak Nanto. Dirinya mengapresiasi sikap kepolisian dalam penanganan kasus cuitan ‘Allahmu lemah’ Ferdinand Hutahaean.

“Kami mengapresiasi. Hukum harus berlaku seadil-adilnya kepada siapa pun. Pertama, bahwa polisi kan tidak pernah memandang kelompok tertentu untuk melakukan penanganan (perkara), kalau sudah ada bukti, maka semuanya harus ditindak,” kata Cak Nanto.

Cak Nanto menuturkan penegakan hukum oleh kepolisian menjawab harapan masyarakat tentang keadilan.

“Maka proses keadilan yang diharapkan, yang menjadi harapan tiap orang, itu yang akan ditunjukkan oleh Polri dengan kondisi penanganan kasus yang berkaitan dengan Ferdinand ini,” sambung dia.

Cak Nanto kemudian menyebut banyak asumsi penegakan hukum berpihak. Namun dia melihat ketegasan polisi yang mengambil keputusan berdasarkan alat bukti telah menepis asumsi miring tersebut.

“Yang diasumsikan banyak orang bahwa penegakan hukum berpihak. Itu tidak terjadi di kasus yang saat ini. Asumsi itu sudah ditepis karena saat sudah ada alat bukti yang diyakini oleh penyidik. Maka semuanya ditindak sesuai prosedur hukumnya,” ujar Cak Nanto.

Cak Nanto juga menilai penetapan tersangka dan penahanan Ferdinand Hutahaean menunjukkan penegakan hukum tak pandang bulu.

“Dengan bukti bahwa semua orang bisa ditahan, ditindak, seharusnya dilihat sebagai bahwa pandangan-pandangan atau asumsi-asumsi kan tidak benar. Itu yang harus dibuktikan pihak kepolisian ke depan bahwa tindakan hukum tidak pandang bulu,” ujarnya.

“Saya merasa bahwa (proses hukum terhadap Ferdinand Hutahaean) ini sangat luar biasa, bahwa ada harapan penegak hukum bekerja sebagaimana mestinya dan tidak terintervensi oleh persepsi-persepsi, tapi berdasarkan fakta hukum yang ditemukannya dan itu dilakukan dengan tegas kepada siapa pun,” pungkas Cak Nanto. (tim)

Pindah Domisili Satu Kota Atau Kabupaten, Tidak Perlu Lagi Pengantar Dari Rt/Rw

0

DKI– Kini masyarakat bisa mendapatkan akses lebih mudah dalam mengurus syarat untuk pindah domisili dalam satu Kota atau Kabupaten.

Pasalnya, keterangan RT/RW hingga Desa atau Kelurahan yang biasanya menjadi salah satu persyaratan untuk pindah domisili telah dihapuskan.

Keputusan penghapusan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 108 Tahun 2019.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pindah penduduk di satu Kabupaten/Kota, hanya cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) saja.

“Jadi, kalau ada Kepala Dinas Dukcapil yang masih meminta pengantar dari RT/RW sampai ke Desa/Kelurahan akan saya beri sanksi tegas,” ujarnya, dikutip dari laman web resmi Dukcapil Kemendagri, Selasa (11/1).

Selain itu, perpindahan penduduk dalam satu Kabupaten/Kota kini tidak memerlukan Surat Keterangan Pindah (SKP). Namun, lain halnya bagi penduduk yang melakukan perpindahan antar Kabupaten/Kota atau antar provinsi tetap harus disediakan SKP.
Menurut Zudan, penghapusan persyaratan RT/RW sampai Desa/Kelurahan itu dilakukan karena data kependudukan yang diampu Dukcapil sudah lengkap sehingga tidak memerlukan pengungkit dari RT/RW maupun Desa/Kelurahan.

“Kecuali penduduk tersebut belum terdata dalam database, maka perlu pengantar RT/RW untuk membuat NIK pertama kali,” katanya.

Secara tegas, Zudan menyampaikan apabila masih ada petugas Dukcapil yang masih meminta syarat tambahan di luar ketentuan yang berlaku akan mendapatkan sanksi tegas.

Ia meminta kepada Kepala Dinas Dukcapil untuk mengecek petugas di tingkat Kelurahan/Desa atau Kecamatan, dan mengganti atau bahkan mencopot petugas yang tidak melayani dengan baik.

“Kita harus tegas karena pelayanan publik mutlak harus kita perbaiki agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik dari negara,” Urainya.(hum kemendagri/red)

Bupati Hendy, Dampingi Gubernur Jatim ke Lokasi Pasca Banjir BMP

0

JEMBER- Bupati Jember Hendy Siswanto mendampingi langsung kunjungan Gubernur Jawa timur Khofifah Indar parawansa di lokasi bencana banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Kecamatan Kaliwates, Senin sore (10/1/2022).
Gubernur bersama dengan Bupati dan rombongan langsung meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang di beberapa titik, diantaranya melihat kondisi jalan dan rumah warga Yang rusak akibat hantaman banjir dan material lumpur yang bercampur.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, Karena saat ini kita akan akan melakukan pembersihan, semua kami laporkan bahwa ada 214 rumah yang yang terdampak,
Lebih lanjut Bupati Hendy menambahkan, kami bekerja sama dengan teman-teman pemprov Jawa timur, teman-teman BPD Jawa timur, TNI dan polri. bekerja sama dan masyarakat  gotong royong untuk membersihkan.

“Pemkab Jember akan mensupport dan membantu sebagian, mohon dukungan dari Gubernur terkait dengan perbaikan sarana prasarana,” kata Bupati Hendy.
Sementara itu Gubernur Jawa timur Khofifah Indar parawansa mengatakan, Dalam bencana banjir bandang Perumahan bumi Mangli, ini terkonfirmasi ada 3 warga yang meninggal.
“Bahwa warning dari BMKG saat ini memang kita masih harus melakukan keadaan dari fenomena la Nina, diikuti hydrometeorology. Ini bisa berbentuk puting beliung, bisa banjir bandang, bisa juga berdampak longsor,” ucap gubernur  Khofifah.
Sehingga Perumahan bumi mangli
ini kebetulan kena banjir bandang, kita sudah melihat yang terdampak berapa banyak rumah kemudian infrastruktur jalan dan seterusnya.
“Khofifah menyampaikan akan tinjau ke sungai yang menjadi muara dari terjadinya banjir bandang di sini, dari Dinas SDA Pemprov sudah menyiapkan bronjong di sana. Sekarang dalam perjalanan Dinas bina marga, untuk bisa melakukan assesment bersama tim Pemkab Jember,” terangnya.
Paling tidak infrastruktur jalan ini kita percepat prosesnya, karena masyarakat juga sudah harus melakukan berbagai kegiatan, terutama kegiatan ekonomi masyarakat harus bisa segera bergerak.

“Lebih lanjut khofifah Menyampaikan, terima kasih dari pemkab dari polres, kemarin surutnya banjir langsung dibersihkan dengan menggunakan damkar. kemudian termasuk lumpur makin lama dibersihkan pasti dia makin mengering jadi memang dibutuhkan damkar untuk bisa melakukan pembersihan rumah-rumah,” menurutnya.
Kemudian kita lihat nanti sedimentasi di sungai sedimentasinya memang harus dilakukan pengerukan, maka tim dari bina marga Pemprov insyaallah akan datang dengan membawa alat berat, ekskavator seperti yang direkomendasikan oleh pak Bupati.

“Kita berbagi tugas dengan pak Bupati nanti infrastruktur jalannya Pemprov, kemudian rehab rumah nanti pak Bupati. Sedangkan kita nanti maghrib akan mememberi santunan kepada ketiga Korban,”imbuhnya.( son)

Pihak Swasta Terdakwa Pengadaan Benih Jagung Di Vonis 8 Tahun Dan Mengganti Kerugian Negara Milyaran Rupiah

0

MATARAM-Dua rekanan proyek pengadaan benih jagung tahun 2017 dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Keduanya masing-masing Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) Aryanto Prametu dan Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwanul Hubi.
Mereka sama-sama divonis hukuman delapan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram dalam sidang terpisah, Senin (10/1).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama delapan tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Catur Bayu Sulistyo didampingi hakim anggota Agung Prasetyo dan Djoko Supriyono membacakan putusan untuk terdakwa Aryanto Prametu.

Terdakwa Aryanto juga dibebankan membayar denda Rp 400 juta. Bila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.
Aryanto juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 7,87 miliar. Apabila tidak diganti dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan inkrah, aset terdakwa akan disita untuk menutupi kerugian negara. Jika tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana kurungan selama satu tahun.

Vonis untuk Aryanto lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya Aryanto dituntut sembilan tahun penjara, membayar denda Rp 600 juta subsider empat bulan kurungan, dan uang pengganti kerugian negara Rp 7,87 miliar subsider empat tahun kurungan.

Hukuman yang sama dijatuhkan pada terdakwa Lalu Ikhwanul Hubi. Namun direktur PT WBS tersebut dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara lebih kecil dari terdakwa Aryanto. Yaitu Rp 5,137 miliar. “Apabila dalam jangka waktu satu bulan tidak dibayarkan kerugian negara maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Catur Bayu Sulistyo.

Terkait vonis tersebut penasihat hukum Aryanto Prametu, Emil Siain maupun penasihat hukum Lalu Ikhwanul Hubi, Kurniadi belum menentukan sikap.

“Kami masih pikir-pikir dulu,” kata Emil.
“Nanti saya koordinasi dengan terdakwa apakah akan banding atau tidak,” kata Kurniadi usai persidangan terpisah.

JPU Fajar Alamsyah Malo mengatakan, Jika nanti terdakwa menyatakan banding, mereka pun akan melakukan banding. “Makanya kita lihat selama tujuh hari ini ke depan,” Jelasnya. (dhw/robhin)

Reaksi Cepat DPD Golkar Jember Bantu Korban Banjir Jember

0

JEMBER – Hujan deras yang mengguyur wilayah kota Jember pada Minggu (09/01/2022) sore menyebabkan banjir di beberapa lokasi.

Lokasi terdampak yang parah berada di kawasan Mangli Kecamatan Kaliwates.

Akibat bencana banjir bandang tersebut, puluhan rumah terendam banjir.

Bahkan, banjir tersebut juga menyeret mobil warga yang tinggal di Perum Bumi Mangli Permai kecamatan Kaliwates.

Tim Tanggap Bencana DPD Golkar Jember pun segera terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir.

Ketua DPD Golkar Jember, H Karimullah Dahrudiaji atau Ji Karim yang didampingi Tino Cahyo, bidang MPO pada Senin (10/01/2022) siang memberikan bantuan paket sembako untuk membantu kebutuhan warga terdampak.

Sesaat setelah memberikan bantuan, Ji Karim menyampaikan bahwa gerak cepat terhadap korban bencana sebagai wujud eksistensi Golkar di tengah masyarakat.

“Bantuan ini merupakan wujud komitmen partai yang akan selalu ada ditengah masyarakat, khususnya bagi yang mengalami musibah. Insya Allah, Golkar akan selalu hadir di tengah masyarakat yang mengalami musibah,” kata Ji Karim.

Hal senada juga dikatakan Tino Cahyono bahwa Golkar akan berusaha menjadi yang terdepan untuk membantu jika ada masyarakat yang mengalami musibah, khususnya bencana alam.

“Tim tanggap bencana Golkar akan selalu siap dan sigap membantu masyarakat saat bencana alam terjadi kapanpun,” terang Tino.

Sementara itu, salah seorang warga Perum Bumi Mangli Permai, yang terdampak banjir mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan dari Golkar.

“Terimakasih buat Golkar yang dengan cepat telah membantu kami,” ungkap warga tadi. (sonz)

ITB WiGA Terima UNTAG Banyuwangi Sharing Pengelolaan SPMI.

0

LUMAJANG – Pagi ini Senin (10/1/2021), bertempat di Auditorium Semeru Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WIGA) Lumajang, ITB WIGA menerima kunjungan tamu dari Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Banyuwangi dalam rangka Tata Kelola Perguruan Tinggi dan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Acara yang dikemas secara apik bertajuk Benchmarking dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini berlangsung sukses, kedua belah pihak dapat saling berbagi pengalaman dalam hal Tata kelola Perguruan Tinggi dan SPMI. Hal ini tak terlepas dari prestasi ITB WIGA beberapa waktu yang lalu yakni mendapatkan penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Tahun 2021.

Dari pihak Untag Banyuwangi hadir Wakil Rektor III, Ibu Yusmia Widiastuti, S.P., M.M. beserta jajarannya, yakni Kepala SPI/PMU Untag Banyuwangi, Bapak Dr. Bambang Wicaksono, S.E., M.M.

Acara dibuka dengan Sambutan Rektor ITB WIGA, Ibu Dr. Ratna Wijayanti Daniar Paramita, S.E., M.M.

“Selamat datang di kampus kami, sebenarnya belum ada hal yang terlalu bagaimana di kampus ini sehingga Bapak dan Ibu datang kemari”, tutur beliau saat membuka acara.

Hal ini kemudian diresponse oleh pimpinan Untag Banyuwangi dalam hal ini Wakil Rektor III, Ibu Yusmia. “Kami mengucapkan banyak Terima kasih atas sambutan hangat ITB WIGA yang sangat luar biasa, hal ini benar-benar melebihi ekspektasi kami”.

Sementara itu Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Noviansyah Rizal, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA. menyatakan bahwa proses hingga kemarin ITB WIGA mendapatkan penghargaan Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur cukup panjang.

“Kami siap untuk berbagi pengalaman dalam hal Tata Kelola Perguruan Tinggi dan SPMI, atau bahkan di unit lainnya, di waktu yang akan datang”, ungkapnya saat membuka sesi diskusi. (Hum/ Red)

Ajak Minat Anak Vaksin, Polres Probolinggo Datangkan Gatot Kaca dan Badut

0

PROBOLINGGO – Kepolisian Resor Probolinggo terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi anak dengan berbagai inovasi dan keunikan. Bahkan, Polres Probolinggo mendatangkan gatot kaca dan badut serta arena bermain untuk mengajak minat anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Probolinggo, untuk melaksanakan Vaksinasi Merdeka Anak.

“Salah satu upaya dan inovasi Polres Probolinggo dalam menarik minat anak-anak untuk vaksin adalah dengan mendatangkan gatot kaca, badut hingga mendirikan arena bermain, sehingga anak yang akan divaksin merasa senang,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, saat menggelar vaksinasi merdeka anak di Polres Probolinggo, Senin (10/1/2022).

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khasafi, menyampaikan vaksinasi terhadap anak sangat penting untuk melindungi anak dan keluarga dari bahaya Covid-19. Vaksinasi Merdeka Anak merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi ) yang pada waktu lalu telah dilaunching oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, memiliki fokus sasaran kelompok anak usia 6 sampai dengan 11 tahun.

Diketahui bahwa Polres Probolinggo telah melaksanakan vaksinasi anak dengan fokus kelompok anak usia 6 sampai dengan 11 tahun di Kabupaten Probolinggo mulai tanggal 5 Januari 2022 hingga kegiatan hari ini, sejumlah lebih dari 1.000 anak.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, Polres Probolinggo bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo dengan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Probolinggo serta Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Probolinggo, menggelar vaksinasi merdeka anak di Polres Probolinggo pada Senin (10/1/2022) pagi.

Selain itu, Polres Probolinggo juga menggandeng penggiat budaya di Kabupaten Probolinggo, mereka (Gathot Kaca dan Badut) dihadirkan untuk memberikan penguat mental, semangat dan minat anak untuk divaksin. Target sasaran vaksin merdeka anak kali ini diikuti oleh 100 anak kelompok usia 6 sampai dengan 11 tahun. Diharapkan nantinya pembelajaran tatap muka (PTM) dapat terlaksana dengan aman dan anak terjaga kesehatannya.

“Alhamdulillah, hari ini kita (Polres Probolinggo) menggelar vaksinasi merdeka anak, diikuti sekitar 100 anak. Kegiatan ini (vaksinasi merdeka anak) diharapkan nantinya pembelajaran tatap muka dapat terlaksana dengan aman dan anak terjaga kesehatannya. Selain itu, Polres Probolinggo juga menghadirkan penggiat budaya (gatot kaca dan badut) untuk memberikan penguat mental, semangat dan minat anak divaksin ,” tutur AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Pelaksanaan vaksinasi merdeka anak yang cukup unik itu, membuat anak-anak antusias divaksin. Bahkan, banyak anak yang senang lantaran bisa bertemu gatot kaca dan badut hingga bermain di arena bermain usai divaksin.

Seperti salah satu siswa SD bernama Delfino, yang merasa senang dan terhibur selama pelaksanaan kegiatan vaksinasi.

“Saya sangat senang bisa divaksin di sini. Ada Gatot Kaca, badut dan arena bermain disini. Terima kasih Polres Probolinggo.” kata Delfino.

Vaksinasi yang dikemas ramah anak ini dinilai cukup efektif untuk menumbuhkan semangat anak dan menarik anak-anak yang lain agar segera mau divaksin. Dalam momentum tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, secara simbolis memberikan buku tabungan anak dan bingkisan berupa makanan ringan, mainan anak dan susu kemasan kepada anak-anak yang telah divaksin. (wul)

Raih Predikat WBK, Kapolres Pasuruan Kota Berikan Reward kepada Belasan Operator ZI

0

KOTA PASURUAN – Kapolres Pasuruan Kota AKBP R.M Jauhari S.H S.I.K M.SI memberikan penghargaan kepada belasan Personil Polres Pasuruan Kota bagian operator Zona Integritas WBK yang bertempat di Halaman Gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Senin (10/1/2022).

Turut hadir dalam upacara pemberian penghargaan Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Hery Dian Wahono M.psi, para kabag, para kasat dan personel Polres Pasuruan Kota.

Penghargaan (Reward) yang diberikan Kapolres Pasuruan Kota, kepada para Personil bagian operator Zona Integritas WBK itu sebagai bentuk terima kasih atas kinerja yang telah dilaksanakan sehingga Polres Pasuruan Kota dapat meraih Predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dari Kemenpan RB.

“Terima kasih atas kinerjanya. Jangan diliat dari nilai yang kita berikan. Tapi ini adalah Penghargaan atas upaya dan kinerja yang rekan-rekan laksanakan selama ini” kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP R.M Jauhari

Lanjut Kapolres, dengan diberikannya penghargaan kepada para Personil Operator Zona Integritas, itu diharapkan juga agar menjadi contoh bagi yang lainnya.

“Terima kasih, semoga kita tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan dapat mempertahankan predikat WBK dan kedepannya bisa meraih WBBM,” tutup Kapolres. (tofa)

Mulai 10 Januari , Kota Malang Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Secara Penuh

0

KOTA MALANG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di Kota Malang mulai diterapkan sejak Senin (10/1), sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

SMPN 20 Kota Malang menjadi salah satu sekolah yang menerapkan PTM 100 persen.
Bagian Kesiswaan SMPN 20 Kota Malang sekaligus guru mata pelajaran IPA, Liesdyah Iramita mengatakan penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap dijalankan selama PTM 100 persen.

Ia pun merasa sangat senang pembelajaran bisa berlangsung langsung dengan kapasitas 100 persen. Sebab, selama PTM terbatas diterapkan mendapatkan hasil yang kurang efektif.

“Tentu lebih efektif memikat dengan 100 persen murid. Karena saat berani itu kita secara kasar, sehingga tidak memaksimalkan pendekatan kita dengan anak,” ujarnya, Senin (10/1).

“Kadang saat melakukan berani, tak sedikit siswa-siswi yang tiba-tiba mematikan kamera. Tugas juga gitu, sampai jam cukup sekian belum di kirim-kirim lewat WA (WhatsApp),” sambungnya.

Dalam PTM 100 persen di SMPN 20, diakui Liesdyah, dari 874 murid tidak semua-nya hadir di sekolah karena beberapa hal. Salah satunya disebabkan kondisi tubuh yang tidak fit atau sedang sakit.

“Jadi beberapa tidak bisa mengikuti PTM 100 persen. Sedangkan izin anak sakit dan satu anak lagi saat mengecek suhu ternyata tinggi sehingga diarahkan untuk pulang bersama orang tuanya,” Paparnya.

Bagi murid yang tidak bisa menghadiri PTM 100 persen, SMPN 20 masih memberikan dispensasi dengan memfasilitasi pembelajaran secara berani.

“Sebelumnya kita juga rapat koordinasi dengan wali murid. Dan sesuai hasil rapat itu kita tetap melayani berani,” kata dia.

Sementara itu, salah satu siswi Kelas 9 di SMPN 20 Kota Malang, Calya Faustina, merasa sangat senang bisa menjalani PTM 100 persen.
Ia mengaku dengan adanya PTM 100 persen juga menjadi waktu untuk bertemu dan belajar bersama teman-teman-nya dalam satu kelas.

“Biasanya kan guru ngajar disini dan disana. Kadang materi gak seimbang gitu. Kalau sekarang kan kita 31 anak itu duduk bareng satu kelas,” Urainya.(dhw/robhin)