Home Blog Page 1535

Tiga Anak dilaporkan Terserang DBD, 100 Rumah di Fogging

0

JEMBER – Sebanyak 100 rumah yang ada di dua perumahan dilakukan pengasapan atau fogging oleh Relawan Palang Merah Indonesia, Kabupaten Jember pada Rabu pagi (05/01/22). Pengasapan dilakukan setelah dilaporkan ada tiga anak terserang penyakit Demam Berdarah Dengue dan telah menjalani perawatan medis.

Pengasapan untuk memberantas penyebaran penyakit yang ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti yang selalu bersarang di tempat kotor serta genangan air. Pengendalian tersebut untuk mencegah penyebaran yang semakin luas di masyarakat khususnya radius 100 meter dari rumah warga yang terjangkit.

Dari pantauan di Perumahan Green Garden, RT08 RW 07, kelurahan tegal gede, kecamatan sumbersari pengasapan atau fogging dilakukan pada 60 rumah. Di lokasi tersebut dilaporkan ada 1 anak yang terserang DBD dan telah menjalani perawatan medis.

“Untuk disini ada satu anak yang menderita DBD, jadi sebagai bentuk antisipasi di awal supaya warga kita aman dari penyakit Demam Berdarah,” tutur Aditya, Salah Seorang Pengurus RT saat ditemui dilokasi fogging.

Begitu pula dengan di Cluster Pondok Indah, Perumahan Puri Nirwana RT 02 RW 021, kelurahan karangrejo, Relawan PMI Jember yang mengguakan dua alat fogging menyemprot sebanyak 40 rumah dikarenakan ada dua anak dilingkungan tersebut yang dilaporkan terjangkit penyakit DBD.

“Sakitnya itu sejak seminggu lalu dan dua hari kemarin sudah pulang dan disini ada dua anak, dan mudah mudahan dengan fogging ini tidak ada lagi yang terserang DBD karena dilokasi kami banyak rumah kosong,” kata Anang Fajri, Ketua RT Cluster Pondok Indah.

Selain melakukan fogging, relawan PMI juga menghimbau warga untuk menerapkan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) sehingga lingkungan tetap bersih khususnya di sepanjang selokan yang dimusim penghujan saat ini banyak terdapat genangan air yang memicu perkembangan biakan nyamuk.

“Dari laporan warga tersebut serta permintaan pihak rukun tetangga setempat, kami melakukan pengasapan sebagai bentuk pengendalian penyebaran penyakit yang ada di masyarakat, dan hari ini ada dua perumahan dengan total 100 rumah warga” tegas Rupianto, SP, Kepala Unit Markas, PMI Jember yang turut mendampingi kegiatan fogging.

Selain fogging, Relawan PMI Jember juga melakukan sosialisasi pada warga untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan rumah masing masing sebagai bentuk pencegahan penularan penyakit DBD yang kini perlu diwaspadai selain juga penyebaran covid-19 yang masih belum berakhir.(son)

Bupati Barut Resmi Buka Bimtek Panpilkades 73 Desa   

BARITO UTARA-Bupati Barito Utara,membuka dengan resmi Bimbingan Teknis(Bimtek)bagi panitia pemilihan tingkat desa, pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades)serentak tahun 2022 Kabupaten Barito Utara di Gedung Pertemuan Balai Antang Muara Teweh,Rabu(5/1/2021). 

Hadir dalam pembukaan Bimtek itu,Wakil Bupati,Sugianto Panala Putra,SH.Sekda,Drs.Muhlis,Asisten Sekda,Kepala Perangkat Daerah, perwakilan unsur FKPD, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Barito Utara. 

Dalam sambutannya, Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah menyampaikan bahwa Kabupaten Barito Utara,adalah satu-satunya kabupaten di Kalimantan Tengah yang telah membuat regulasi,untuk mengawal pelaksanaan pilkades serentak sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri nomor 112 tahun 2014 yaitu tentang pemilihan Kepala desa.

Hal itu merupakan wujud perhatian besar Pemerintah Daerah,kepada seluruh Panpilkades di 73 desa agar dalam setiap langkah dan keputusan, dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan dapat mempedomani regulasi yang telah dibentuk.”Ini akan meminimalisir adanya keberatan ataupun masalah dalam setiap tahapan pilkades,”jelas H. Nadalsyah.

Bimbingan teknis merupakan kegiatan yang sangat strategis,dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman dan pengetahuan serta wawasan,tentang bagaimana penyelenggaraan pemilihan kepala desa dapat dilaksanakan dengan baik,sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara efektif, efesien,aman dan tertib. 

Bupati berharap para peserta bimtek,agar mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh materi yang disajikan,lebih proaktif melakukan dialog, tanya jawab dan berdiskusi berkaitan dengan persoalan yang mungkin timbul,dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa. “Sehingga nantinya tidak menimbulkan dampak negatif dalam implementasinya dilapangan,”kata H. Nadalsyah.

Bupati juga meminta seluruh panpilkades dapat melaksanakan tugas dengan baik,dengan memperhatikan komunikasi secara intensif, bersikap profesional,adil, tidak berpihak, memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran bagi kemajuan desa,berrfikir dan bertindak dengan orientasi keberhasilan bersama,selalu musyawarah dalam  menghadapi permasalahan sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik, memperhatikan protokol kesehatan selama pelaksanaan,koordinasi aktif dan menjaga kondusivitas desa.

Pilkades ini merupakan sarana pemersatu masyarakat,bukan untuk memecah  belah. Masyarakat sebagai  subyek  untuk  menentukan figur yang dinilai pantas dan dapat mewakili aspirasinya dan bukan  obyek yang mudah dipengaruhi,karena masyarakat punya akal pikiran dan hati nurani, jangan sampai mudah dipengaruhi dengan politik  uang  atau  sesuatu  yang  sifatnya  hanya sementara.

Terakhir Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas SosPMD Kabupaten Barito Utara dan Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten atas terselengaranya bimtek. “Semoga lancar dan sukses sesuai harapan,” tutup H.Nadalsyah. (SS)

Budi Utomo, Bertekad Pengabdian Tanpa Batas

PROBOLINGGO – Budi Utomo, SE, salah satu calon Kepala Desa Segaran Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, bertekad untuk membangun desa lebih maju, berkembang dan bermartabat.

Disamping pembangunan infrastruktur yang layak, berdaya guna yang dapat mengakses pad kepentingan warga secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan kepada Gempurnews dalam acara ngopi bareng di sebuah warung kopi yang ada di desa tersebut.

Menurutnya, semua program pemerintah baik menyangkut pembangun fisik maupun non fisik, semua diharapkan untuk mendongkrak ekonomi warga, sehingga dapat meningkatkan tarap hidup yang lebih baik lagi.

Kekayaan alam desa yang cukup melimpah, jika dikelola dengan baik dengan beberapa teknologi dan kemampuan serta skill yang mumpuni, akan membuat nilai tambah dari hasil warga desa tersebut.

Kedepan, kata mas Budi, panggilan akrab Budi Utomo, akan mengusahakan beberapa hasil petani dapat dijual dalam bentuk olahan, baik berupa barang jadi maupun setengah jadi.

“Warga bisa mengolah hasil taninya, dan menjual dalam bentuk siap konsumsi, sehingga meningkatkan nilai jual,” Urainya.

Ditambahkan pula, dengan program ini, akan tercipta lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Dalam penggunaan anggaran negara, baik itu DD maupun ADD, dirinya akan selalu terbuka, transparan, dan melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sehingga semua bisa saling mengawasi.

Dalam bidang pelayanan, Budi menjamin semua keperluan warga baik masalah administrasi maupun kebutuhan yang lain, akan ditangani dengan baik, adil yang nantinya menuju pada pelayanan prima.

“Masyarakat itu butuh pelayanan, pengayoman, dan pengakuan mas, sehingga mereka merasa terayomi,” ungkapnya.

Ditegaskan pula, untuk potensi yang ada di desanya sangatlah banyak dan ini menjadi tantangan kedepan untuk dimanfaatkan dengan baik, sebagai aset berharga yang bermanfaat bagi masyarakat, baik keindahan, estetika yang dapat mendatangkan penghasilan warga.

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, akan dapat mengelola sumber daya alam yang cukup melimpah, tandas Budi Utomo.

Dalam pemilihan Kepala desa Segaran, Budi Utomo dengan nomor urut 2, berharap doa, dukungan kepada masyarakat, sehingga apa yang dicita citakan kedepan membangun desa Segaran lebih maju akan terwujud.

“Saya dedikasikan diri pengabdian tanpa batas, membangun desa Segaran bersama masyarakat,” tekadnya.

Diakhir obrolannya Budi Utomo mengajak seluruh warga Segaran, mensuksekan pesta demokrasi Pilkades dengan tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan.

” Demi Desa Segaran lebih maju dan bermartabat, Pilkades tanggal 2, jangan lupa juga coblos nomor 2,” Ucap Budi Utomo dengan mengacungkan dua jarinya. (Red)

Zoom Meeting Launching Vaksinasi Merdeka Anak di Ponpes Wachid Hasyim Bangil

PASURUAN- Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. bersama Gus Wildan Pengurus Ponpes Wahid Hasyim dan PJU Polres Pasuruan mengikuti kegiatan Zoom Meeting oleh Kapolri dalam rangka Launching Vaksinasi Merdeka Anak yang dilakukan serentak di Ponpes Wachid Hasyim Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Rabu (05/01/2022).

Vaksinasi Merdeka Anak dosis 1 Sinovac ini diperuntukkan bagi siswa SD Wachid Hasyim yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19. Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tersebut melibatkan Tenaga Kesehatan Polres Pasuruan, dan Dinkes Kabupaten Pasuruan.

Pengasuh Ponpes Wachid Hasyim Gus Wildan sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Polres Pasuruan kepada para siswa di SD Wachid Hasyim. Pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi vaksinasi kepada siswa-siswinya tersebut.

“Semoga dengan digelarnya kegiatan Vaksinasi Merdeka Anak ini, para siswa-siswi terhindar dari penyebaran Covid-19 dan semoga bisa menciptakan Herd Immunity, Sehingga kegiatan belajar mengajar jadi aman dari penyebaran Covid-19 dan siswa menjadi sehat serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh,” ujarnya.

Petugas menghimbau siswa yang hadir di lokasi vaksin, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan selalu rutin mencuci tangan sebelum melaksanakan kegiatan belajar, memakai masker, menjaga jarak dan tidak menciptakan kerumunan.

Kapolres Pasuruan mengatakan Jumlah vaksinasi Merdeka dosis ke I ini berjumlah 100 dosis, dan hanya diperuntukkan khusus untuk anak tingkat sekolah dasar.

Kapolres juga mengucapkan terimakasih kepada pengurus ponpes Wahid Hasyim yang telah menyediakan tempat untuk Zoom Meeting dan pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Anak.

“Ini merupakan wujud transformasi Polri yang presisi dalam rangka mendukung program pemerintah dalam melakukan percepatan penanganan Covid-19, untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju,” pungkasnya. (qomar)

Penyambutan Kapolres Barut di Meriahkan Dengan Tarian Tradisional khas Kalteng 

BARITO UTARA-Penyambutan Kapolres Barito Utara yang baru.AKBP.Gede Pasek Muliadnyana,SIK menggantikan AKBP.Dodo Hendro Kusuma,SIK. Sebelum memasuki halaman Makopolres Barito Utara,AKBP.Gede Pasek Muliadnyana,SIK diawali dengan pengalungan bunga oleh Polisi Cilik(Pocil)serta dimeriahkan dengan tarian tradisional dan Potong Hompong,dihalaman Makopolres Barito Utara,Rabu(5/1/2022).

Acara penyambutan Kapolres Barito Utara yang baru itu,disaksikan oleh Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah didampingi Wakilnya,Sugianto Panala Putra,SH.Sekda Drs.Muhlis serta Unsur FKPD.

AKBP.Dodo Hendro Kusuma,SIK bertugas di Barito Utara sejak Sertijab di Mapolda Kalteng 16 Desember 2019,kini menjabat sebagai Wadir Krimsus Polda Kalteng. Acara Sertijab kepada AKBP.Gede Pasek Muliadnyana,SIK dilaksanakan di Mapolda Kalteng tanggal 03 Januari 2022.

Kapolres Barut,AKBP.Gede Pasek Muliadnyana,SIK mengatakan,bahwa pihaknya akan terus bekerjasama dengan instansi terkait,dalam menjaga keamanan khususnya di Barito Utara. 

Terimakasih atas segala sambutannya sambil melewati pedang Pora pejabat Perwira Polres serta pejabat teras Pemkab,Forkopimda yang telah menghadiri saat ini,”kata AKBP.Gede Pasek.

Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah menyambut baik kedatangan Kapolres Barut di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.”Semoga sinergitas yang telah terjalin akan semakin baik lagi,”jelas H.Nadalsyah.

Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih, kepada AKBP.Dodo Hendro Kusuma,SIK yang bertugas dan mengabdi selama 2 tahun khususnya dalam pengamanan di wilayah hukum Polres Barito Utara dan kerjasama yang baik dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Barito Utara.”Dengan bantuan dari Polres Barito Utara dan pihak lainnya,capaian Vaksinasi memenuhi target yang telah ditetapkan,”kata H.Nadalsyah. (SS).

Pembangunan Fisik Tuntas, RSUD Sidoarjo Barat Siap Dibuka 2 Bulan Lagi

0

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo Barat atau RSUD Krian bakal bisa dioperasikan secara terbatas dua bulan mendatang atau sekitar bulan Maret 2022. Hal ini seiring tuntasnya pekerjaan fisik utama pada bangunan gedung dan instalasi penunjangnya.

Dalam kunjungannya ke RSUD Krian hari ini, Bupati Muhdlor mengaku cukup puas dengan pengerjaan fisik bangunan dan sarana penunjang fisik yang sudah selesai hampir 100 persen.

“Hari ini setelah kami lihat langusng di lapangan, pekerjaan-pekerjaan konstruksi sudah selesai, hanya tinggal finishing beberapa bagian seperti pembersihan sisa-sisa konstruksi, pemasangan daun pintu dan jendela di beberapa ruangan, pengecatan di beberapa titik serta instalasi 2 unit elevator dari total 5 unit yang dipasang di RSUD Krian ini. Minggu ini semuanya akan selesai untuk pengerjaan fisik,” ujar Bupati Muhdlor di sela kunjungan ke RSUD Krian, Selasa (4/1/2022).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Muhdlor didampingi anggota tim percepatan pembangunan RSUD Krian diantaranya Kepala Dinas P2CKTR Sulaksono, Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman dan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra M. Ainur Rahman.

Untuk mempercepat pembersihan barang dilokasi proyek Muhdlor mengerahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Hal ini dilakukan agar target dalam 1 Minggu ke depan lingkungan RSUD Krian sudah bersih. Pembersihan dilakukan mulai dari halaman luar sampai ruangan dalam RSUD.

Selanjutnya, Bupati Muhdlor meminta ke Tim Percepatan Pembangunan RSUD Barat agar dalam waktu tiga bulan ke depan fokus pada pengisian alat kesehatan dan Sumber Daya manusia (SDM).

“Maret ini kita akan adakan soft launching untuk RSUD Krian. Paling tidak sudah bisa melayani masyarakat meski baru layanan rawat jalan. Targetnya bulan Juni nanti bisa dibuka semua layanan secara penuh,” ujar Muhdlor.

Disisi lain, Muhdlor juga menegaskan, keberadaan RSUD Krian harus berdampak langsung kepada masyarakat sekitarnya. Khususnya dalam pemenuhan Sumber Daya Manusianya. Ia pun meminta agar penyerapan tenaga kerja bisa diprioritaskan untuk warga Krian dan sekitarnya.

Bupati Muhdlor juga berharap dengan segera dioperasikannya RSUD Krian ini dapat memberikan manfaat berupa pemerataan akses kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Sidoarjo.

“Jadi tidak ada lagi warga Sidoarjo, khususnya di wilayah Barat seperti Krian, Tarik, Balongbendo, Wonoayu, Prambon yang harus menempuh jarak terlalu jauh untuk mendapat fasilitas kesehatan yang baik,” papar bupati muda itu.

Selain memeratakan layanan kesehatan, pembangunan RSUD Sidoarjo Barat ini sekaligus untuk membuka lapangan kerja dan menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru. Ketika beroperasi nantinya RSUD ini akan menciptakan gerak perekonomian di wilayah sekitar seperti membuka lapangan kerja dengan hadirnya usaha-usaha rakyat nantinya, seperti kuliner, pondokan, hingga berbagai jasa lainnya. (Kominfo/Yl).

Awal Tahun, Kang Marhaen Lakukan Evaluasi OPD Tentukan Arah Nganjuk 2022

0

NGANJUK – Di awal tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar rapat gabungan, Selasa (04/01/2022). Rapat tersebut diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dan yang memimpin rapat adalah Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA.

Berlangsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk, pada rapat itu Plt Bupati Kang Marhaen mengevaluasi kinerja seluruh OPD sepanjang tahun 2021. Menurut Kang Marhaen, masih ada hal-hal yang belum tercapai di 2021 karena kurangnya menjalankan proses manajemen yang sesungguhnya.

Sehingga ke depan harus bisa lebih dipacu lagi. Dengan harapan agar dapat mencapai tujuan. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, akuntasi, hingga proses kontrol.

“Intinya kita kurang menjalankan proses manajemen yang sesungguhnya di tahun 2021, kuncinya adalah disiplin, tanggung jawab dan supportif harus kita terapkan,” tutur kepala daerah yang dikenal akrab dengan wong cilik itu.

Kang Marhaen juga menilai bahwa kinerja kerja sama dan perencanaannya masih kurang pada 2021. Padahal, menurut bapak tiga putra ini, yang paling utama adalah perencanaan baik program maupun waktu.

Selanjutnya, Kang Marhaen mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengubah pola pikir. Yaitu bahwa ASN adalah pelayan publik. Sehingga harus mampu melayani masyarakat sesuai dengan tugas masing-masing.

“ASN adalah pelayan publik harus punya jiwa marketing karena itu penting,” ajak Kang Marhen.

Kedepan, Kang Marhaen meminta eksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 harus diberikan apresiasi apabila kinerja OPD tersebut baik. Dan jika dalam pelaporan, sebaliknya akan diberikan hukuman, apabila OPD berkinerja kurang baik.

“APBD 2022 akan saya kawal sendiri,” tegas Kang Marhaen.

Untuk itu, Kang Marhaen berpesan kepada seluruh ASN untuk menghilangkan budaya paternalis, namun menerapkan sikap objektifitas. Serta berpesan untuk menjaga Kota Bayu supaya aman, tentram, dan kondusif. “Untuk Nganjuk bangkit,” tutup Kang Marhaen.

Sebagai informasi, rapat tersebut dihadiri para pimpinan OPD Pemkab Nganjuk. Mereka mengikuti dan menyimak dengan seksama arahan dari Plt Bupati Kang Marhaen. Termasuk juga pesan-pesan positif dari Kang Marhaen untuk kemajuan Kota Nganjuk kedepan. (Anwar.S)

Tahun 2022 Wajib PTM, Pemkot Kediri Pastikan Peserta Didik Tervaksin

0

KEDIRI – Menyusul dikeluarkannya surat keputusan bersama (SKB) empat Menteri tentang kewajiban pelaksanaan PTM di wilayah dengan PPKM Level 1-3, Kota Kediri memastikan anak-anak usia sekolah telah tervaksin.

Hal tersebut diterangkan oleh dokter Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri. Pihaknya menargetkan akhir Januari 2022 anak-anak usia 6-11 tahun telah tervaksin. “Per Desember 2021 vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 43 persen, Januari ini kami targetkan selesai,”ungkapnya, Selasa, (4/1).

Lebih lanjut, hal ini perlu peran orang tua/wali murid untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anak supaya mau mengikuti vaksinasi. Fauzan menjelaskan hingga kini tidak didapati laporan anak yang mengalami gejala KIPI berat pasca divaksin.

Meski demikian pihaknya meminta kepada orang tua untuk memastikan kondisi dan kesehatan anak saat hendak divaksin. Menurutnya anak harus dalam kondisi sehat dan tanpa keluhan. “Anak dalam kondisi sehat, saat screening disampaikan jujur tentang kondisi anak dan apabila ada gejala yang dicurigai KIPI segera melaporkan kepada petugas,” ujarnya.

Sementara untuk anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) vaksinasi telah terlaksana sebelumnya. Hal ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Kediri menyiapkan pendidikan tatap muka (PTM) yang harus terlaksana di semester genap tahun ajaran 2021/2022 ini.

Upaya ini dilakukan mengingat persyaratan pelaksanaan PTM salah satunya adalah capaian vaksinasi bagi setiap peserta didik dan tenaga kependidikan. Selain itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat juga tidak boleh dikesampingkan.

Sebagai informasi, seperti yang dilansir dari laman resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jenis vaksin yang Vaksinasi anak usia 6-11 tahun adalah vaksin Sinovac atau vaksin jenis lainnya yang sudah ada Emergency Use Of Authorization (EUA) dari BPOM dengan dosis 0,5 mili.

Untuk vaksin Sinovac, interval pemberian dosis 1 dan dosis 2 adalah 28 hari serta harus didahului dengan proses skrining kesehatan sesuai dengan format standar yang telah berlaku. (Kom/Kariyaji)

Sering Dilalui Kendaraan Muatan Berat, Ruas Jalan Mayjend Sungkono, Akan Ditingkatkan Jadi Jalan Kelas Satu

0

KOTA MALANG– Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana meningkatkan beberapa kelas Jalan. Salah satunya Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang.

Perlu diketahui saat ini jalan tersebut masih masuk dalam kategori jalan kelas dua dan akan ditingkatkan menjadi jalan kelas satu.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan, peningkatan kelas jalan itu dilakukan karena pembangunan jalan keluar Tol Madyopuro serta banyaknya kendaraan golongan muatan yang sering melintas di Jalan Mayjen Sungkono.

“Rencana Jalan Mayjen Sungkono akan dinaikan jadi Kelas satu. Apalagi kendaraan yang melintas seperti kendaraan bersumbu ganda ke atasnya. Misalnya Tronton. Beban dari kendaraan lewat mengakibatkan aspal sering mengelupas dan berlubang,” ujarnya, Selasa (4/1).

Ia pun menambahkan, untuk meningkatkan kelas jalan Mayjen Sungkono perlu dilakukan perbaikan kualitas aspal dan pelebaran jalan. Sehingga jalan tersebut bisa naik tingkat dari kelas dua menjadi kelas satu.

“Perlu dilebarkan di Mayjen Sungkono. Kayak misalnya di depan Gor itu ideal. Tinggal merencanakan seperti apa. Mungkin ditambah 4 meter. Kemudian untuk kualitas aspal juga akan kita perbaiki agar lebih kuat lagi,” terang Diah.

Sedangkan untuk anggarannya kemungkinan akan diambil dari perolehan yang didapat dari Kementerian PUPR sebesar Rp10 miliar. Pasti, anggaran tersebut dinilai masih kurang dan masih direncanakan untuk penambahan dalam APBD Tahun 2022.

“Dari PUPR yang Rp10 miliar itu sebenarnya untuk Mayjen Sungkono, LA Sucipto dan Ki Ageng Gribig. Tapi kurang. Mayjen Sungkono saja butuh Rp 17 miliar,” Urainya (dhw/robhin)

Masalah Banjir, Masih Menjadi PR Pemkot Malang

0

MALANG – Banjir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Malang. Hujan deras yang mengguyur pada Rabu (1/12/2021), menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Salah satunya melanda Pasar Besar Malang.

Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @ngalamlop, terlihat banjir menggenangi daerah lantai 1 Pasar Besar.

Terlihat banjir semata kaki orang dewasa menggenangi pasar. Air yang menggenang tampak jernih. Sejumlah pedagang tampak pasrah ketika air menggenang di depan lapak mereka. 

“Min banjir di dalem pasar besar makin parah,” tulis seorang warganet di dalam video.

Selain pasar besar, banjir juga melanda kawasan Pasar Besi yang terletak di Jalan Peltu Sujono.

Unggahan tersebut kemudian ramai komentar dari warganet.

“Sek sibuk gantangan ambe alun2,” ujar @yudhi***

“Dikek i iwak koi apik soal e bening banyu e,” ucap @dwi***

“Banjir nya bening ya, ga buteks,” imbuh @baby***

“rasa ingin berendam,” kata @rgly***

Warganet lainnya menyarankan supaya wacana renovasi Pasar Besar Malang dapat segera direalisasikan, bukan justru ditentang.

“Kyk ngono arep direnovasi gak gelemm,” kata @a_i***

“Makannya di renov aja..khan enak…samean enak..pengunjung pun senang dengan suasana baru Pasar Besar. Lumayan toh siapa tau perekonomian berkembang setelah di renov,” ujar @moy***