Home Blog Page 1554

Cangkruan Memupuk Silaturahmi Kamtibmas Kapolres Pasuruan Kota Dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia

0

KOTA PAAURUAN – Hari ini, Rabu tanggal 15 Desember 2021 Kapolres Pasuruan Kota melaksanakan kegiatan Inovasi Sat Binmas “KRUPUK SI NIMAS” Cangkruan Memupuk Silaturahmi Kamtibmas dalam rangka menjaga Kondusifitas wilayah Polres Pasuruan Kota menjelang Natal dan tahun baru.

Hadir dalam kegiatan Kapolres Pasuruan Kota yang diwakili Kasat Binmas Polres Pasuruan Kota AKP Mala Darlius Nanda K, S.H., M.hum., Ketua IPSI Kota Pasuruan Kharis Fadilah, Pengurus IPSI Kota Pasuruan, dan Ketua Perguruan Pencak Silat di Kota Pasuruan sebanyak 20 Perguruan.

Ketua IPSI Kota Pasuruan mengucapkan trimakasih banyak atas terselenggaranya kegiatan cangkrukan ini dan dapat meningkatkan komunikasi semua perguruan pencak silat dengan Polres Pasuruan Kota
“Kegiatan Kapolda Cup waktu lalu sangat bagus demi mengangkat Pencak silat di wilayah jawa timur, harapannya nanti difasilitsi tentang adanya kegiatan pertandingan pencak silat di Kota Pasuruan.” Imbuh Ketua IPSI

Kasat Binmas Polres Pasuruan Kota dalam kesempatannya menyampaikan ucapan trimakasih kepada ketua pencak silat di Kota Pasuruan yang sudah hadir. Nantinya Kegiatan Event Turnamen rencananya akan dilaksanakan lagi tahun depan dengan format yang baru. Kasat juga menyampaikan agar setiap Perguruan yang ada di di Kota Pasuruan bisa membantu Polri menjaga Kondusifitas wilayah menjelang Natal dan Tahun Baru, Diharapkan ada sinergitas yg terjalin antara perguruan pencak silat dengan Polres Pasuruan Kota.

Kegiatan di lanjutkan dengan tanya jawab dan foto bersama, selama kegiatan cangkrukan berjalan dalam keadaan aman dan kondusif dan tetap dengan Protokol kesehatan. (tofa)

Penyandang Disabilitas Dilatih Kesiapsiagaan Bencana

0

PAMEKASAN – Sebanyak 30 anak penyandang disabilitas mulai TK hingga SD di Sekolah Luar Biasa Api Alam, kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Rabu Pagi (15/12/21) mendapat pelatihan kesiapsiagaan bencana. Pelatihan tersebut diberikan oleh Relawan PMI Kabupaten Pamekasan untuk menambah wawasan kebencanaan sejak dini.

Dengan pelatihan tersebut, anak yang mendapatkan pelatihan akan mengerti dan bisa secepatnya tanggap jika di daerahnya terjadi bencana alam. “Jadi anak anak ini bisa mengetahui apa yang harus dilakukan jika ada bencana, ” ujar Siti Fatimatus Zahra kepala sekolah SLB Api Alam

Kegiatan yang digagas oleh PMI kabupaten pamekasan dan Korean International Cooperation Agency (KOICA) mendapat respon positif bagi anak anak penyandang disabilitas. Baginya, pelatihan kesiapsiagaan bencana menjadi ilmu baru bagi mereka selain juga pendidikan formal yang diterima disekolah.

“Program yang digagas PMI dan Koica ini sangat penting untuk mengedukasi siswa usia 5 sampai 12 tahun, utamanya siswa yang memiliki keterbatasan fisik, ” kata H. Bambang Edi Suprapto Ketua PMI Kabupaten Pamekasan

sosialisasi kesiapsiagaan bencana disampaikan dengan metode pembelajaran yang mudah ditangkap oleh siswa seperti lewat dongeng dan lagu anak anak.

Kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan di lima tempat yakni SLB Api Alam Desa Larangan Tokol, TPQ Al-Syarifah Desa Tambung dan di TPQ Al Shodikin Desa Bukek Kabupaten Pamekasan dengan sasaran anak usia 5 sampai 12 tahun.

“Siswa disini adalah generasi penerus, tidak usah kecil hati dengan keterbatasan fisik yang ada, kita harus semangat dan kreatif. ” tambah Ketua PMI Kabupaten Pamekasan.(son)

Polri Beri Izin Uji Coba Liga 1 Dengan Penonton Kapasitas Terbatas

0

JAKARTA – Polri menyatakan telah memberi izin kepada PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melakukan uji coba penyelenggaraan sepakbola liga 1 dan 2 dengan dihadiri oleh penonton secara langsung.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, uji coba itu diberikan izin dengan catatan bahwa kapasitas penonton yang hadir secara fisik dilakukan secara terbatas. Mengingat, saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19.

“Polri memberikan izin uji coba penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 dengan dihadiri penonton yang terbatas,” kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Rabu (15/12).

Dedi menjelaskan, pemberian izin dengan penonton terbatas tersebut harus mengedepankan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes). Pihak kepolisian pun akan ikut turun ke lapangan untuk memastikan hal tersebut.

“Kami melihat antusiasme yang begitu tinggi dari masyarakat terkait dengan pelaksanaan sepakbola di tanah air. Tetapi, kami tetap menekankan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan dengan ketat,” ujar Dedi.

Dalam uji coba itu, kata Dedi, penonton yang hadir secara fisik nantinya, wajib menggunakan masker sejak awal hingga pertandingan si kulit bundar tersebut berakhir. Pertandingan sendiri di gelar di wilayah yang laju pertumbuhan virus coronanya rendah.

Kemudian, masyarakat yang hadir wajib sudah mengantongi sertifikat vaksin Covid-19 dengan dosis kedua. Nantinya, penonton juga harus mengakses aplikasi PeduliLindungi.

“Semua penonton, pemain, pihak sponsor hingga official harus benar-benar memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik,” ucap Dedi.

Pada pemberian izin uji coba penonton terbatas ini, Dedi menyatakan, telah melakukan koordinasi dan komunikasi kepada seluruh pihak terkait. Tujuannya, agar penanganan dan pengendalian Covid-19 bisa tetap berjalan dengan baik.

Meski begitu, Dedi menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi rutin terkait dengan pelaksanaan uji coba kehadiran penonton secara terbatas di Liga 1 dan Liga 2 ini.

“Tentunya, kami dari Polri akan terus melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan. Sehingga, pelaksaanaan tetap berjalan dengan baik namun faktor kesehatan harus tetap dikedepankan,” tutup Dedi. (tim)

Petugas Dibantu Relawan Rerus Lakukan Pencarian Korban Bencana Semeru

0

LUMAJANG – Hampir dua pekan pasca terjadinya bencana dampak awan panas guguran (APG) yang terjadi di Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Jawa Timur

Hingga saat ini, upaya pencarian korban dan bantuan terus dikerahkan oleh petugas dan para relawan gabungang yang bertugas dalam operasi tersebut

Namun ada hal yang menarik, salah satu penyintas, Rosella Wardani, warga Desa Curah Kobokan memilih mengabdikan dirinya menjadi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) guna membantu proses pelayanan yang saat ini terus dilakukan oleh PMI di Posko Pelayanan terpadu yang berlokasi di Penanggal, Kec. Candipuro.

Rosella harus memilih antara Perjuangan membantu keluarga yang terdampak di pengungsian serta tugas kemanusiaan yang di emban relawan PMI.

Dengan berkaca kaca rosella menceritakan kisahnya pada saat terjadinya awan panas guguran yang menyelimuti kampung halamannya. Selama hidupnya ia tinggal di rumah yang sekarang hancur karena dampak dari Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru semuanya hanya tinggal kenangan baginya.

Namun, dengan kondisinya yang seperti itu, ia menjadi lebih kuat, mencoba memahami semua kejadian yang menimpa dia bersama keluarga tercintanya sebagai sebuah cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Menjadi sukarelawan adalah pelampiasan dirinya agar tidak kembali memikirkan kejadian yang telah ia alami. Membantu masyarakat mulai dari evakuasi korban, melakukan pendataan tetangganya yang selamat, hingga membantu menyediakan makanan bagi para relawan dan masyarakat.

“Dengan membantu tetangga, saudara, dan masyarakat membuat saya lupa atas apa yang sudah saya alami bersama keluarga. Memotivasi diri saya sendiri agar menjadi manusia yang lebih tabah dan menerima kehendakNya” ujar Rosella saat ditemui di Posko Utama PMI, Desa Penanggal, Kec. Candipuro, senin lalu.

Dalam kesehariannya setelah terjadinya musibah tersebut, Rosella selalu membuat dirinya menjadi lebih sibuk dari biasanya. Saya sampai sekarang lupa waktu, sekarang hari apa, tanggal berapa, saya nggak tahu, karena jika saya ingat, saya pasti ingat kejadian hari itu. Saya hanya ingat waktu sholat, udah itu aja, tambahnya.

Mengalami musibah seperti itu tidaklah mudah bagi Rosella, ia sempat mengalami trauma psikologis terhadap suara sirine ambulans, ketika ambulans melintas dengan suara sirine ia langsung panik, dan kembali memikirkan kejadian saat desa dan rumahnya hancur terkena dampak APG Gunung Semeru. Jika saya tidak melakukan apapun saya akan merasa lebih terpuruk, dan tidak akan pernah bangkit dari musibah ini. Saya tanamkan di pikiran saya, jika apa yang saya lakukan adalah salah, saya harus bisa mengatasinya, saya harus bangkit, tambahnya.(son)

Koko Sunarko Berbagi Sumurbor Bagi Sarana Pendidikan

0

KEDIRI – TPQ Shodiqus Sholikin dusun Tawang Rejo Desa Soko Kecamatan Kayen Kidul kabupaten Kediri, mendapat bantuan yang diberikan oleh Koko Sunarko, seorang pengusaha properti dan membidangi penjualan rumah.

Koko Sunarko selalu mengutamakan kepentingan umum salah satu contohnya adalah amal jariyah pengeboran sumur dan pompa air.

Dalam kesempatan itu Koko Sunarko tidak bisa menghadiri langsung dikarenakan kesibukan, diwakilkan oleh Rudi Hartono selaku sebagai mitra amal jariyah pengeboran sumur.

Yang menjadi menarik adalah kekompakan antara bhabinkamtibmas dan Babinsa salah satunya adalah bhabinkamtibmas Aiptu Pujo yang sangat mengapresiasi kepada Gus koko sunarko, dan dari pemerintah desa diwakili oleh perangkat desa.

Kekompakan di antara pemerintah desa bhabinkamtibmas dan Babinsa sangat menjadi contoh untuk yang lainnya.

Pesan dari Koko Sunarko disampaikan oleh Rudi Hartono, agar bantuan ini dipergunakan sebagaimana mestinya dan bisa menjadi alat prasarana belajar mengajar di TPQ tersebut.

Bhabinkamtibmas, Aiptu Pujo, juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Koko Sunarko yang telah membantu pengeboran sumur di TPQ tersebut.

“Semoga bermanfaat, dan semoga keluarganya bapak Koko diberi kelancaran dalam usahanya serta diberi kesehatan,” Ujar Aiptu Pujo.( Irfandy)

Kapolri Bicara Wujudkan SDM Unggul di Acara Bantuan Pendidikan Putra-Putri Polri

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri penyerahan bantuan pendidikan perguruan tinggi bagi putra-putri Polri dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penyerahan bantuan dihadiri Menteri BUMN, Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2021).

Dalam sambutannya, Kapolri mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas program pendidikan yang dilakukan BUMN untuk putra-putri Polri.

“Ini adalah bantuan dan partisipasi dari sekian bantuan yang telah diberikan BUMN kepada Polri. Jadi dalam kesempatan ini kami berterima kasih,” kata Sigit.

Sigit menuturkan, Kementerian BUMN terus mendukung program pendidikan dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mantan Kabareskrim Polri ini menyebut dengan mempersiapkan SDM yang unggul maka akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

“Mau tak mau terkait dengan perkembangan strategis sesuai arahan Pak Presiden ini, dilakukan dengan mempersiapkan SDM unggul dan bagaimana membuka ruang iklim investasi dengan membuat undang-undang yang menyederhanakan birokrasi sehingga menjadi bagian mempercepat dan menarik investasi baik dari luar maupun dalam negeri,” ujar Sigit.

Dengan adanya program pendidikan ini, kata Sigit, merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan SDM unggul sebagaimana cita-cita dari Presiden Jokowi dalam memanfaatkan bonus demografi yang ada kedepan. Sehingga Indonesia bisa mempersiapkan diri menjadi negara yang lebih maju.

“Berdasarkan survei menyampaikan Indonesia bisa mengelola bonus demografi yang ada, mengelola SDM yang ada, memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan bagaimana kita mampu meningkatkan SDM, maka harapan Indonesia menjadi negara nomor 4 di dunia,” ucap Sigit.

Berdasarkan data proyeksi dari PricewaterhouseCoopers (PwC) pada, berada di peringkat keempat dari 10 negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 10,52 triliun pada 2050. Jumlah itu berada di bawah Tiongkok, India dan Amerika.

Dari laporan yang diterima, Sigit mengatakan, program pendidikan yang diberikan Kementerian BUMN selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun 2020, sebanyak 597 putra-putri Polri mengikutinya. Tahun ini meningkat menjadi 876. Ia pun berharap tahun 2022, program pendidikan ini bisa menyentuh angka seribu.

Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten itu juga memaparkan bahwa Polri juga melakukan hal yang sama dengan menyaring anak-anak bangsa yang mempunyai prestasi untuk menjadi anggota Polri. Ia pun berharap, para penerima program pendidikan dari Kementerian BUMN ini dapat menjadi bagian dari Kementerian BUMN ke depannya.

“Harapan kami adik-adik kami yang diberikan bantuan pendidikan ini juga nanti ke depan bisa menjadi talent-talent, barangkali mungkin ada yang memiliki prestasi yang sangat luar biasa dan memiliki kemampuan yang dibutuhkan BUMN, maka adik-adik ini calon-calon keluarga besar dan berkontribusi buat BUMN,” tutur Sigit.

Lebih lanjut, Sigit berharap sinergitas antara Polri dan Kementerian BUMN serta Kementerian lainnya tetap terjalin dengan erat. Sebagai contoh, ia mengatakan bagaimana sinergitas antara Polri dan Kementerian BUMN menghadapi Pandemi Covid-19.

Dengan adanya sinergitas antara kementerian/lembaga serta masyarakat, ia pun mengatakan Indonesia saat ini dalam kondisi lebih baik dalam hal pengendalian laju Covid-19.

“Indonesia saat ini dalam kondisi bagus dan ini kesempatan kita agar segera bangkit kemudian bersinergi membuat pertumbuhan ekonomi yang beberapa waktu lalu terjadi kontraksi betul-betul bisa kita dorong,” kata Sigit.

Sigit juga menyampaikan bahwa Polri siap mengawal program-program dari Kementerian BUMN untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik.

“Kami siap selalu mengawal dan bersinergi dengan program-program ke depan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia guna mewujudkan Indonesia maju, Indonesia tumbuh,” papar Sigit.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan, Polri merupakan lembaga negara yang terus mendukung dan mengawal segala kebijakan di berbagai sektor.

“Memang kenapa salah satunya, sejak dua tahun lalu kita terpikir mendukung Polri. Karena kita banyak sekali kerjasama dengan pihak Polri di segala lini. Terbukti sampai hari ini bagaimana Polri jadi partner yang baik untuk kami,” kata Erick.

Salah satu bukti konkret, dikatakan Erick adalah, Polri selalu berada di garis terdepan dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. Diantaranya adalah mengawal distribusi vaksinasi Covid-19.

“Dan kita juga buktikan ketika saat Covid-19, pun distribusi bahkan vaksinasi ujung tombaknya di pihak Polri dan TNI. Karena itu dua tahun lalu diluncurkan program membantu putta-putri kepolisian yang pangkatnya baru perwira pertama untuk kita bantu pendidikannya,” tutup Erick. (tim)

Ketua DPD Golkar Jember H Karim bersama Tino Cahyono kunjungi warga tidak mampu di Desa curah kalong Bangsalsari.

0

Ketua DPD Golkar Jember H Karim Bersama Tino Cahyono, Kunjungi Warga Tidak Mampu di Desa Curah Kalong Bangsalsari.

JEMBER — Dikunjungi Ji Karim dan Tino, Hani menangis,
Hani dan Sunarmi warga Curah Kalong Bangsalsari, nasibnya kurang beruntung.

Tinggal digubuk reot bahkan untuk makan sehari-hari saja serba kerepotan, sedangg kondisi kesehatannyapun bermasalah.

Sehari-hari, Hani hidup bergantung pada cucunya dan belas kasihan tetangga kanan kiri.

Kemiskinan memang selalu ada dan belum ada solusi yang tepat untuk menanganinya, bukan berarti pemerintah tidak peduli, akan tetapi kebijakan mungkin belum bisa menyentuh secara menyeluruh.

Saat Ji Karim/JK berkunjung ke rumah Hani dan Sunarmi, banyak para tetangga yang menyambut kehadiran Ji Karim bersama rombongan.

“Kauleh sakit pak(saya sakit pak),kauleh odik melas(saya hidup sengsara) dan kauleh tak oning koduh kadinapah (saya tidak harus berbuat apa),” Ujar Hani sambil menangi saat berkeluh kesah pada Ji Karim.

Mator sakalangkong pak(terima kasih) kauleh pon ebentoh(saya sudah dibantu), iba Hani pada Ji Karim
lebih lanjut.

Hani juga menunjukkan rumahnya yang reot pada Ji Karim beserta rombongan, yang
memang kondisi rumahnya tidak layak huni.

Tanpa pikir panjang Ji Karim dan Tino menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 2,5jt.

Bantuan ini bersifat sementara, kami akan pikirkan solusi untuk rumah hani dan sunarmi agar dapat bantuan rumah layak huni, kami ikhlas saja membantu, semoga bisa bermanfaat,” harap Ji Karim (Son)

Kapolresta Sidoarjo Pantau Vaksinasi Covid-19 Pertama untuk Anak 6 Sampai 11 Tahun

0

SIDOARJO – Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun, Selasa, 14 Desember 2021 mulai dijalankan. Seperti yang berlangsung di sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Sidoarjo.

Untuk memantau pelaksanaan vaksinasi tahap pertama bagi anak usia 6 sampai 11 tahun berjalan lancar, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2, Sedati, Sidoarjo.

Di sekolah tersebut, Kapolresta Sidoarjo mengecek langsung sejumlah 200 Vaksin Sinovac disuntikan kepada siswa-siswi usia 6 sampai 11 tahun. Tak lupa, edukasi protokol kesehatan juga disampaikan polisi bersama instansi terkait kepada pihak sekolah dan para pelajar.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah, mulai hari ini dimasifkan vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun. Karena proses belajar mengajar tatap muka di sekolah dasar mulai aktif. Maka, untuk membentuk kekebalan komunal supaya terhindar dari Covid-19 bagi pelajar, saat ini kita gencarkan vaksinasi,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

M. Rofik, salah satu pelajar yang ikut vaksin mengaku senang setelah disuntik. Kini ia dan teman-temannya lebih tenang telah divaksin Covid-19 pertama kalinya. “Semoga kita semua sehat, terhindar dari Covid-19 sehingga tetap dapat melaksanakan sekolah langsung bisa bertemu guru dan teman,” ujarnya.

Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun pertama kali hari ini, juga berlangsung di berbagai wilayah. Pelaksanaannya sesuai Instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo untuk segera melaksanakan vaksinasi pada anak 6 sampai 11 tahun. Selain itu, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), juga telah mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun.

Pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap, dengan target dosis pertama secara nasional mencapai 70 persen. Harapannya di tengah mulai aktif pembelajaran tatap muka, Februari-Maret 2022 anak usia 6 sampai tahun di Indonesia telah tervaksin Covid-19. (Hum,Pol/Yl)

Lahan Relokasi Seratus Meter Per Rumah

0

LUMAJANG– Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan fokus pemerintah saat ini adalah melakukan penanganan pasca bencana. Diberitakan sebelumnya, bahwa sudah ada beberapa alternatif lokasi yang akan dipilih sebagai lokasi relokasi bagi masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.

“Berikutnya kita fokus lakukan langkah penanganan pasca bencana dan rehabilitasi bencana, pilihannya relokasi usulan relokasinya adalah lahan perhutani,” ungkap bupati saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di Posko Pengungsian SMPN 1 Candipuro, Selasa (14/12).

Bupati juga menjelaskan, setiap rumah akan mendapatkan luas lahan kurang lebih 100 meter persegi di lokasi relokasi.

“Setiap rumah nantinya yang kita rencanakan sesuai usulan, 100 meter persegi setiap keluarga yang akan dipersiapkan menjadi hunian tetap,” imbuhnya.

Sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap, nantinya akan dibangun hunian sementara sebagai pemukiman masyarakat di lokasi relokasi.

Sementara di sisin lain, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meminta agar Pemerintah Kabupaten Lumajang segera mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai instansi yang memiliki lahan.

“Nanti biar segera bersurat mana lahan yang akan dijadikan lokasi relokasi,” terangnya.

Wagub juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah peduli dan membantu para korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat semua menyampaikan kepedulian kepada sesama,” pungkasnya. (Red)

Wabup Sidoarjo Bahas Nasib Imigran Rusunawa Jemundo Bersama Pemerintah Pusat dan IOM

0

SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo H.Subandi bersama jajaran terkait menghadiri Undangan Diskusi dalam Kegiatan Monitoring dan Tinjau Lapangan Pengelolaan Pengungsi dari Luar Negeri oleh International Organization for Migration (IOM) Selasa, 14/12/2021 di Hotel Vasa Surabaya.

Berdasarkan data dari UNHCR per Oktober 2021 pengungsi dan pencari suaka yang tinggal di Indonesia terdapat 13.188 orang yang berasal dari 49 Negara. Dan sekitar 57 % dari total pengungsi di Indonesia berada di bawah pengelolaan IOM. Hampir seluruh pengungsi yang berada dalam penanganan IOM ditempatkan di Community Housing/akomodasi yang disediakan termasuk yang berada di wilayah Sidoarjo yaitu Rusunawa Jemundo, Kecamatan Taman.

Pada pertemuan tersebut dihadiri Bakesbangpol Propinsi Jawa Timur, Delegasi dari unsur Pemerintah Pusat yaitu Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Direktorat HAM dan Kemanusiaan, Direktorat Keamanan Diplomatik dan Direktorat Organisasi Internasional Budaya dan Negara Berkembang juga Perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

Wabup Subandi menyampaikan beberapa yang perlu disikapi terkait masalah imigran di Kabupaten Sidoarjo walaupun dalam masa pandemi pemerintah sudah memberikan perhatian yang lebih kepada imigran seperti vaksinasi yang sudah dijalankan.

Seperti diketahui ada 375 imigran telah tinggal bertahun-tahun di Sidoarjo mulai dari yang tidak mempunyai keluarga sampai yang sudah berkeluarga, dan Pemerintah Sidoarjo sudah memberikan perhatian baik secara ekonomi maupun pelayanan.

“Namun hal yang paling penting untuk menjadi perhatian adalah adanya dampak sosial dengan adanya imigran ini berimbas kepada warga kita sendiri. Untuk itu saya berharap dengan adanya pertemuan ini ditemukan satu solusi dimana selama ini Pemerintah Sidoarjo sudah memberikan pelayanan yang cukup maka harapan saya pemerintah pusat pun turut memberikan perhatian,” ujar Subandi.

“Dan bagaimana Pemerintah Pusat juga memberikan solusi untuk para imigran ini kembali ke negaranya secara bertahap, karena mungkin secara ekonomi pemerintah bisa membantu akan tetapi untuk kebutuhan yang lain seperti kebutuhan fisik dan kebutuhan lain yang pemerintah tidak bisa memberikannya sehingga bisa menimbulkan dampak sosial bagi warga Sidoarjo sendiri,” katanya.

Subandi juga menjelaskan adanya potrnsi masalah yang dihadapi jika imigran tidak segera difasilitasi untuk pulang ke negara asalanya. Potensi itu salah satunya adalah jika ada imigran yang meninggal dunia.

“Pemerintah Sidoarjo akan selalu memberi support kegiatan apapun terkait kesehatan dan lainnya, akan tetapi yang perlu menjadi perhatian pusat bagaimana jika ada imigran yang meninggal dunia, hal ini pastinya akan menjadi masalah. Untuk itu dengan pertemuan ini ada solusi terbaik,” pungkas Subandi. (Kominfo/Yl).