Home Blog Page 1560

Polresta Sidoarjo Kirimkan Bantuan Untuk Korban Erupsi Semeru di Lumajang

0

SIDOARJO – Duka mendalam dirasakan masyarakat Indonesia atas terjadinya bencana erupsi Gunung Semeru yang menimpa Kabupaten Lumajang. Bantuan terus berdatangan dari semua pihak tak terkecuali Polresta Sidoarjo. Hari ini, Polresta Sidoarjo mengirimkan 3 truk box berisikan sembako dan kebutuhan lain yang akan disalurkan untuk korban terdampak bencana.

“Hari ini kami dari Polresta mengadakan kegiatan pemberangkatan bantuan untuk korban terdampak erupsi Semeru,” Terang Kapolresta Sidaorjo.

Rabu pagi (8/12/2021), Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol Kusumo Wahyu Bintoro memberangkatkan bantuan sosial yang akan dikirimkan kepada korban bencana erupsi Semeru di Lumajang. Bantuan sosial tersebut berupa 300 paket sembako, air minum, susu, mie instan, kasur, selimut dan pakaian hangat. “Semua lengkap, hari ini kita berangkatkan sebanyak 3 truk,” Jelasnya.

Selain dari Polresta Sidoarjo, bantuan sosial tersebut terkumpul dari sponsor dan para relawan yang turut membantu. Rencananya bantuan tersebut sebagian akan diserahkan kepada Polres Lumajang dan sebagian akan langsung disalurkan kepada korban erupsi Semeru.

“Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para sponsor dan relawan yang telah membantu,” Ucap Kapolresta Sidoarjo.

Untuk sementara, Polresta Sidaorjo hanya memberangkatkan bahan pokok dan kebutuhan lainnya. Melihat situasi dan kondisi kedepan, Polresta Sidoarjo siap untuk memberikan dukungan kebutuhan pokok dan personil kepada masyarakat yang terdampak bencana erupsi gunung Semeru.

“Kita akan terus memberikan suport kepada saudara kita yang terdampak erupsi Semeru,” Ujarnya. (Hum,Pol/Yl)

PMI Jember kirim relawan, masa pemulihan pasca bencana semeru

0

JEMBER – Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH, MH melepas 12 relawan untuk naik ke gunung semeru bergabung dengan relawan lain. Ke dua belas relawan didampingi lima pengurus PMI akan langsung dengan relawan lainnya setelah koordinasi dengan PMI Provinsi Jawa Timur. PMI mengirimkan relawan secara bertahap karena diperkirakan penanganan bencana letusan gunung Semeru berlangsung lama.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH pengiriman relawan memang dilakukan secara bertahap setelah koordinasi PMI Provinsi Jawa Timur. “Hari ini kita hanya mengirimkan dua belas relawan PMI yang Langsung Naik Ke Semeru. Mereka didampingi lima pengurus yang ikut ke Lumajang,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, PMI kabupaten Jember menyiapkan relawan dengan jumlah yang banyak. Ratusan relawan PMI dari markas PMI sendiri atau dari KSR di sejumlah perguruan tinggi di Jember siap diberangkatkan. “Dibutuhkan berapapun relawannya, PMI Jember siap. Para relawan dari KSR di sejumlah perguruan tinggi di Jember juga siap jika sewaktu-waktu diminta berangkat,” imbuhnya. “Relawan hari ini yang berangkat untuk dapur umum juga tim wash yang akan membersihkan jalan dan air agar kembali bisa digunakan,” ujarnya.

Selain itu, para relawan PMI Kabupaten Jember juga akan membawa peralatan lain seperti penyemprot, alat bersih-bersih. “ Juga membawa motor trail dan jeep kecil untuk distribusi logistik makanan untuk pengungsi dan para relawan yang ada di lokasi,” imbuhnya.

Tak lupa, Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzukii SHMH mengingatkan agar para relawan juga berhati-hati saat di lokasi. Pasalnya, aktivtas Gunung Semeru masih labil. Masih terjadi letusan-letusan agak besar. “Saya minta para relawan juga tetap waspada karena Semeru masih sering batuk keras,” terangnnya.

Seperti diketahui, Gunung Semeru di Lumajang Sabtu (4/12) sore sekitar pukul 15.00 meletus cukup besar. Akibatnya, puluhan warga Lumajang meninggal dunia, sebagian hilang yang sampai saat ini belum ditemukan. Bahkan, ribuan orang yang tinggal di sektar puncak Mahamaru, nama puncak gunung Semeru mengungsi. (Son)

Personil Polres Pasuruan Bersama Tim Trauma Healing Polda Jatim Hibur Anak-Anak Korban Erupsi Gunung Semeru

0

PASURUAN – Moto Polres Pasuruan Tugasku Ibadahku dipegang teguh bagi personil yang diperbantukan dalam tim Trauma Healing Polda Jatim dalam rangka konseling terhadap korban bencana alam erupsi gunung semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Dimana personil yang terdiri dari lima personil Polwan dan satu personil fungsi Psikologi Polres Pasuruan membantu korban bencana alam erupsi gunung semeru dengan melakukan pendekatan secara psikologi dengan menghibur anak-anak korban bencana sehingga tidak mengalami trauma dalam menjalani kehidupan pasca kejadian bencana alam. (7/12/2021).

Tampak Team Trauma Healing Polres Pasuruan bersama Polda Jatim memberikan hiburan kepada korban dengan menyanyikan lagu anak-anak dan memberikan hadiah berupa snak serta lomba mewarna. Selain anak-anak team trauma Healing Polres Pasuruan bersama Polda Jatim juga melakukan konseling kepada para orang tua sehingga dapat bersikap sabar dalam menghadapi kejadian bencana alam berupa erupsi Gunung Semeru tersebut.

Selain melaksanakan trauma Healing, team BKO Personil Pasuruan Bripka Ainun Hubba, S.Psi., juga melakukan kegiatan sosial dengan mengevakuasi warga yang masuk wilayah zona merah rawan bencana dan membagikan bantuan berupa pakaian dan makanan kepada korban di tempat pengungsian yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Candi Puro Lumajang.

Perlu diketahui bahwa jumlah korban pasca kejadian erupsi bencana alam ini, sebanyak kurang lebih 189 keluarga yang harus dievakuasi dan ada juga yang sanak keluarganya belum ditemukan hingga saat ini, dan disaat penugasan personil Polres Pasuruan bertepatan dengan kunjungan bapak presiden Republik Indonesia Joko Widodo guna memantau langsung proses evakuasi yang dilakukan oleh Badan Penanggupangan Bencana Nasional beserta TNI-Polri dan para relawan.

Hingga berita ini ditulis, dilaporkan bahwa kondisi wilayah desa sumber wuluh yang dekat dengan erupsi berangsung membaik namun proses evakuasi terus berjalan, semoga dengan misi kemanusian ini mampu membawa manfaat bagi korban bencana erupsi gunung semeru dan semua masyarakat korban bencana diberikan kesabaran dan ketabahan, Salam PRESISI (Prediktif, Responsif, Transparansi, Berkeadilan). (tim)

Vaksinasi Tahap 2 di SMPN 2 Kertosono, Diikuti 600 Siswa

0

NGANJUK — Dalam mendukung program Vaksinasi Nasional, serta untuk memberikan herd imunity, SMPN 2 Kertosono, 4 Desember 2021, secara melakukan Vaksinasi tahap kedua terhadap para siswanya, untuk mematangkan hal ini tentunya dibutuhkan kordinasi yang matang sesama pemangku kepentingan.

Hal tersebut juga untuk mendukung dan pemenuhan persyaratan sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kertosono, Tri Wahyudi, mengharapkan kepada siswanya untuk tidak ragu ragu untuk divaksin, mengingat virus Corona sangat berbahaya, disamping itu untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap virus yang mematikan tersebut.

Vaksinasi tahap pertama, disekolah tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2021, saat itu berhasil melaksanakan vaksinasi sebanyak 142 siswa, dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 858 siswa, sedangkan untuk tahap kedua ini, berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 600 siswa.

Untuk kegiatan vaksinasi disekolah tersebut dilaksanakan dari Kodim 0820 Nganjuk, dengan mempersiapkan sebanyak 1000 dosis yang dikhususkan bagi siswa SMPN 2 Kertosono. Kegiatan vaksinasi ini dihadiri oleh PMI Provinsi Jawatimur dan PMI Nganjuk, Muspika Kertosono tersebut berjalan lancar dan kondusif. Kepala Sekolah SMPN 2 Kertosono, Tri Wahyudi, menyampaikan, dari jumlah siswa sebanyak 858 siswa tersebut terus diupayakan secara optimal sehingga seluruh siswa tervaksin, baik tahap satu dan dua.

Camat Kertosono, Mashudi Nurul Huda, S,S.STP.,M.M., mengharapkan kepada seluruh masyarakat, terutama warga kecamatan Kertosono, untuk mengikuti vaksinasi, hal itu untuk menjaga imunitas juga dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona. ” Saya berharap semua warga ikut vaksin, semua untuk kepentingan pribadi maupun umum,” Ujar Mashudi. Juga selalu mematuhi anjuran dari pemerintah, dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari hari, lanjutnya. Kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di aula SMPN 2 Kertosono, berjalan lancar dan kondusif, dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Anwar).

Rancang Programa Tahun 2023, Wabup Subandi Minta Ada Inovasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

0

SIDOARJO – Dinas Pangan dan Pertanian menggelar kegiatan Programa Penyuluhan Pertanian tahun 2023, hari ini (7/12) di pendopo Delta wibawa, yang dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi. Program penyuluhan pertanian ini merupakan pemberdayaan petani sebagai pelaku agribis atau agro industri agar mereka mau dan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Programa ini merupakan kegiatan pengorganisasian dan pendayagunaan seluruh sumber daya, baik sumber daya alam maupun manusia.

Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi mengungkapkan masih banyaknya permasalahan pertanian dan peternakan di Kabupaten Sidoarjo. Penyuluh sebagai ujung tombak kemajuan dibidang pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik, dengan berpijak pada visi dan misi awal penyuluhan sebagai upaya penyebaran informasi dan inovasi di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

“Penyuluhan pertanian dituntut untuk mampu menggerakkan masyarakat, petani maupun pengusaha dibidang pertanian serta pendampingan pertanian untuk memperoleh pengetahuan dan informasi guna memecahkan permasalahan pertanian dan ketahanan pangan,” jelasnya

Demi terwujudnya hal tersebut seorang penyuluh harus mempunyai rencana yang tersusun secara sistematis dengan memperhatikan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha, hal tersebut dituangkan dalam program penyuluh pertanian.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT, melaporkan kegiatan Programa Penyuluhan Pertanian kita susun untuk tahun 2023 (kita buat H-2), agar nanti pada saat musrenbang H-1 datanya nyambung.

“Hal ini dimaksudkan untuk pencapaian produksi pertanian, peternakan, perkebunan dan ketahanan pangan dengan siklus penyusunan programa pertanian majemuk, dan bersinergi dengan musrenbang tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten,” ungkapnya

Dengan berlakunya Undang-undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K), programa penyuluhan pertanian diharapkan dapat menghasilkan kegiatan penyuluhan pertanian secara spesifik bermuatan lokal yang strategis dan mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah dan pendapatan petani.

Pada dasarnya Kunci keberhasilan petani ada di pemasaran, gagal pemasaran berarti gagal budidaya, karena petani tidak akan mau lagi menanam. (kominfo/Yl)

10 Korban Berhasil Teridentifikasi, 5 Korban Telah Diserahkan pada Keluarga

0

LUMAJANG – Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, didampingi TIM Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Selasa (7/12/2021) di RSUD Dr. Haryoto Lumajang, merilis 10 jenazah korban erupsi gunung semeru, yang sudah teridentifikasi.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi, Kabag Penum Kombes Pol Ahmad Ramadhan dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lumajang Dokter Bayu Wibowo, menyampaikan rilis per tanggal 7 Desember 2021 terkait korban atau jenazah berjumlah 30 jenazah telah diterima oleh tim DVI di RSUD dr. Haryoto, Lumajang.

Dari penjelasan Kabag Penum, Kombes Pol Ahmad Ramadhan. 30 jenazah yang diidentifikasi oleh tim, sementara masih 10 korban yang sudah berhasil teridentifikasi melalui postmortem.

“Dari 10 jenazah yang teridentifikasi oleh tim, dengan jenis kelamin 6 laki-laki dan 4 perempuan, dan dari 10 tersebut, 5 telah diserahkan kepada keluarga. Karena ketika diserahkan ke pihak rumah sakit segera dikenali secara visual dan ciri-ciri oleh keluarga, dan dicocokkan oleh tim, maka lima jenazah telah diserahkan dari pihak Polri dan RSUD kepada pihak keluarga,” paparnya.

Kombes Ahmad Ramadhan juga menyampaikan, dalam kesempatan ini juga menghimbau kepada pihak keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya, untuk bisa mendatangi posko DVI baik posko, posmortem maupun antemortem.

“Kemudian Kami sampaikan kepada rekan-rekan, nantinya setelah jenazah yang sudah diidentifikasi maka pihak Polri dan rumah sakit RSUD Haryoto segera menyerahkan kepada pihak keluarga, dan pihak Polri dan RSUD membantu memfasilitasi dengan mengantarkan ke pihak keluarga atau ke tempat persemayamannya,” ujarnya.

Selanjutnya Kabid Dokkes Polda Jatim mebeberkan 10 nama korban yang berhasil teridentifikasi, diantaranya.

  1. Dafa, usia 15 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Kajarkuning.
  2. Kafela Ulisa, usia 19 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Ds. Sumberwuluh.
  3. Alfan, usia 23 tahun, Jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh.
  4. Bawon Triono, usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan.
  5. Luluk, usia 49 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.
  6. Yatipah, usia 60 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.
  7. Paidi, usia 70 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan.
  8. Poniyem, usia 55 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.
  9. M. Roni, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh.
  10. Edi Pramono, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Sumberurip Pronojiwo.

“Selanjutnya kami menunggu partisipasi dari seluruh masyarakat yang merasa ada keluarganya, tertimpa musibah, untuk melaksanakan proses pengambilan data antemortem. Sehingga proses identifikasi segera bisa di tentukan dan diputuskan prosesnya,” tambahnya Kabid Dokkes Polda Jatim.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Lumajang, Dokter Bayu Wibowo menambahkan. Untuk percepatan pelayanan jenazah, kami mengimbau juga agar keluarga yang sudah teridentifikasi, segera memproses pengambilan jenazah, dan pemerintah daerah dalam hal ini memfasilitasi mulai perawatan di rumah sakit, sampai dengan Pemulangan di tempat tinggal, ataupun tempat penguburan jenazah.

“Semua menjadi tanggungan pemerintah daerah dan keluarga tidak dibebani biaya untuk proses ini. Ini mohon dipahami bersama, dan bagi keluarga yang masih belum menemukan keluarganya yang hilang mohon segera menghubungi pihak rumah sakit, baik itu Rumah Sakit Umum Daerah maupun Rumah Sakit Bhayangkara, agar proses identifikasi jenazah ini segera selesai dan bisa secepatnya kembali ke keluarga masing-masing untuk di makam,” jelasnya.

“Karena maaf ada keterbatasan juga terkait dengan ruang pelayanan penyimpanan jenazah di rumah sakit. Dimohon semua pihak segenap masyarakat bisa memahami hal ini,” kata Dokter Bayu Kadinkes Kabupaten Lumajang.

Dari proses identifikasi jenazah, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi menjelaskan, untuk mengidentifikasi jenazah tidak semudah membalikkan telapak tangan, pasalnya, prinsip dari penentuan identitas itu sangat tergantung dari kualitas maupun kuantitas data yang kita dapat. Baik data antemortem maupun data postmortem. Kendala yang kita hadapi di sini adalah kita memiliki keterbatasan dari kedua data tersebut.

“Dimana pada data postmortem kondisi jenazah yang kita terima dalam kondisi yang kurang bagus, dalam artian kita memiliki keterbatasan dari pengambilan data postmortem. Dimana keterbatasan sidik jari misalnya, banyak jenazah yang sidik jarinya sudah rusak, sehingga tidak lagi mungkin kita melakukan identifikasi cepat melalui bantuan dari Inafis, walaupun kita masih berharap mungkin ada jenazah lain yang ditemukan nanti bisa kita ambil sidik jarinya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dokter Fauzi menjelaskan, identifikasi juga bisa dilakukan dengan proses DNA, namun DNA juga kita masih butuh waktu, dan memang sedang dikerjakan, namun hasilnya tentu saja kita nunggu proses dari Jakarta.

“Sedangkan gigi yang kita harapkan, memang kondisi gigi cukup baik pada jenazah, namun kita memiliki keterbatasan sangat sedikit atau bahkan sampai saat ini tidak ada data medis gigi yang benar-benar kita bisa percaya untuk kita bandingkan kedalam sidang rekonsiliasi. Karena data gigi yang kita dapat bukan berbentuk audiotogram atau data catatan medis yang kita dapatkan dari dokter gigi, Hanya keterangan-keterangan dari keluarga yang perlu didukung dengan adanya foto dari korban yang menampakkan gigi, itu pun dalam bentuk kualitasnya cukup baik,” paparnya.

“Jadi keterbatasan kita adalah karena masih adanya keterbatasan dari data tersebut dan kita dituntut untuk melakukan ketelitian dalam pemeriksaan, jadi kita tidak boleh terburu-buru. Jadi saya harapkan untuk keluarga bersabar dan tolong bantu kami untuk melengkapi data-data yang kita butuhkan,” pungkas Kabid DVI Mabes Polri. (tim)

PMR SMK 4 Pancasila, Serahkan Donasi Korban Letusan Semeru Melalui PMI Jember

0

JEMBER – PMI Kabupaten Jember mulai mendapatkan donasi masyarakat untuk korban guguran awan panas gunung Semeru di Lumajang. Sejumlah anggota PMR SMK 4 Pancasila Ambulu Kabupaten Jember mengirimkan bantuan untuk korban letusan Semeru ke Markas PMI Kabupaten Jember di Jalan Jawa. Dengan seragam PMR, mereka menyerahkan donasi uang tunai lebih dari Rp 1 juta serta kebutuhan sehari-hari lainnya seperti makanan ringan, pampers, minyak.

Menurut Dewi Sania Kartikasari Ketua PMR SMK 4 Pancasila Ambulu donasi tersebut dihimpun dari sekolah. “Kami menyerahkan bantuan untuk korban letusan semeru ke PMI agar bantuan tersebut nantinya diserahkan kepada korban letusan Semeru,” kata Dewi Sania Kartikasari Ketua PMR SMK 4 Pancasila.

Dia menjelaskan, PMR SMK 4 Pancasila ambulu proaktif untuk menghimpun bantuan. “Bantuan ini berasal dari pengurus dan anggota PMR SMK 4 Pancasila, ada juga bantuan dari donatur lainnya,” imbuhnya.

Dia menegaskan, PMR SMK 4 Pancasila akan kembali menggalang donasi untuk korban letusan Semeru. “Kami akan berusaha semampunya untuk menggalang dana lagi. Meski tidak banyak saya harapkan bisa membantu para korban letusan Semeru,’ imbuhnya.

Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH mengucapkan banyak terima kasih atas donasi dari PMR SMK 4 Pancasila. “Kami ucapkan banyak terima kasih. Semua bantuan akan dicatat oleh petugas PMI, selanjutnya bantuan akan dikirim ke Lumajang bersama donasi masyarakat lainnya,” kata Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, secara khusus, sebenarnya PMI Kabupaten Jember tidak membuka donasi letusan Gunung Semeru. Tetapi, PMI kabupaten Jember siap untuk menyalurkan bantuan kepada para korban letusan semeru. Kami mulai Rabu juga mengirimkan sejumlah relawan ke Lumajang untuk penanganan korban bencana gunung meletus Semeru,” ujarnya. (Son)

Pemkot Cimahi Terima Penghargaan KIJB dan Abdi Bakti Tani Tahun 2021

0

CIMAHI — Diskominfoarpus. Pemerintah Kota Cimahi menerima 4 penghargaan, masing-masing 3 (tiga) penghargaan pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jawa Barat (KIJB) tahun 202, dan 1 (satu) inovasi pada ajang Abdi Bakti Tani tahun 2021 yang acara penyerahannya digelar di Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung pada Selasa (7/12/2021).
Penghaargaan KIJB 2021 yang diterima Pemerintah Kota Cimahi masing-masing adalah kategori Top 45 dan Top 10 (Bidik Co space) dari UPTD Cimahi Technopark Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi dan Top 45 (Mpok Nirkoci) dari RSUD Cibabat. Sedangkan penghargaan Abdi Bakti Tani tahun 2021 diberikan kepada Puskeswan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi yang masuk dalam pemenang Top 16.


Penghargaan KIJB Top 10 diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum dan diterima langsung oleh Plt. Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana. Sebelumnya inovasi Top 10 KIJB yang diusung Pemerintah Kota Cimahi (Bidik Co-Space) telah masuk dalam finalis Top 45 dan telah mengikuti verifikasi dan observasi lapangan pada tanggal 27 Oktober 2021 di Gedung Baros Information Technology and Creative (BITC) oleh tim penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Jawa Barat.


Dalam wawancaranya dengan awak media Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana menyampaikan rasa syukurnya bahwa Kota Cimahi mampu meraih penghargaan di bidang pelayanan publik. Ngatiyana berharap inovasi yang dihasilkan oleh Pemerintah Kota Cimahi berimplikasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. “Alhamdulillah hari ini Kota Cimahi mendapatkan 4 penghargaan inovasi Tingkat Jawa Barat, saya berharap inovasi-inovasi yang dikeluarkan oleh Kota Cimahi dapat diimplementasikan dalam peningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat lebih diutamakan termasuk inovasi dibidang peningkatan ekonomi di Tekhnopark dengan animasinya,dengan telematika dan UMKM nya.”Pungkas Ngatiyana.
(Hum)

Jokowi Menyapa Warga Pengungsian di Posko Sumberwuluh

0

LUMAJANG – Presiden Joko Widodo tiba di lapangan Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang yang dijadikan lokasi pengungsian bagi korban terdampak erupsi Gunung Semeru, Selasa (7/12/2021) pagi.

Di lokasi pengungsian, Presiden melihat dapur umum, meninjau posko pelayanan kesehatan, bertemu anak-anak, dan menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru.

Warga pengungsian menyambut hangat kedatangan Kepala Negara yang juga ikut membagi-bagikan makanan.

Disamping itu Presiden menyemangati anak anak korban erupsi sambil membagi bagikan minuman susu kepada mereka.

“Terimakasih bapak Presiden, terimakasih bapak Presiden!,” ujar warga penghuni tenda pengungsian.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau lokasi erupsi Gunung Semeru. Ia meninjau infrastruktur hingga titik-titik pengungsian warga. (mas)

PMI dan KOICA beri Edukasi pada anak anak dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

0

BATANG – Mendukung penguatan respon masyarakat melalui edukasi pencegahan Risiko Bencana, Kecelakaan dan Krisis Kesehatan di Tingkat Sekolah, Pondok Pesantren maupun Taman Pendidikan Quran (TPQ), Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) menggandeng 150 anak-anak dari mulai TK dan SD untuk mengenalkan sejak dini Kesiapsiagaan ketika terjadi bencana, pertolongan pertama serta keselamatan.

Adapun kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari menyasar 5 lokasi di Kabupaten, Pondok Pesantren Darussalam, Panti Asuhan Darul Hadlonah Kel Karangasem Utara,TPQ Nurul Huda Proyonanggan Tengah, Majlis Taqlim Ummul Qurro’ Karanganyar, TPQ Miftakhul Ulum Kel Karangasem Selatan Batang mulai 7-9 Desember 2021.

Seperti di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desay Kedungrejo, Kel Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang ini, sebanyak 30 anak usia dini mendapatkan materi tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan.

“Kami memberitahu apa yang dilakukan anak-anak ketika terjadi banjir, tanah longsor, sampai mempunyai luka di bagian tubuh, serta bagaimana cara mencegah penularan virus (Covid19)” kata Pendongen Yudi Agus Priyanto, Jumat (7/12/2021).

Metode pembelajaran dengan dongeng dilakukan agar anak dapat senang dan ceria serta tidak bosan. Sehingga materi yang diberikan bisa ditangkap anak lebih cepat.'”jelas Yudi.

“Kami memberikan materi dongeng dengan boneka-boneka lucu serta bernyanyi sehingga anak tertarik dan tidak bosan ,” lanjut Yudi.

Salah seorang peserta Tri Panggih Setiawan (12) mengaku senang bisa mendapatkan materi kesiapsiagaan bencana melalui program dari PMI dan Koica. Dirinya kini mengerti apa yang dilakukan ketika terjadi banjir, gempa bumi dan cara menolongnya .

“Sekarang saya tahu ketika banjir matikan sumber listrik, tidak bermain di kubangan, naik ke tempat yang lebih tinggi. Kalau ada gempa saya harus menghindari kaca, menutup kepala, berlindung dibawah meja serta keluar rumah,” ujar Panggih.

Sri Mulyatno selaku Pengurus Bidang SDM dan Relawan Markas PMI Kabupaten Batang menjelaskan bahwa program Koica For Kids ini bertujuan mengenalkan Kesiapsiagaan Bencana kepada anak sejak dini, sebagai relawan masa depan baik untuk diri sendiri ataupun lingkungan keluarga.

Koica For Kids menyasar pada anak-anak pendidikan non formal seperti TPQ dan Pondok Pesantren.

“Kita mendukung program pemerintah tentang kesiapsiagaan bencana sejak dini. Oleh karenanya PMI dan Koica hadir ditengah mereka,” Jelas Sri Mulyatno.

Harapannya program yang bagus ini bisa berlanjut di beberapa tempat tidak hanya 5 tempat, bisa jadi lebih dengan yang nanti akan kami kembangkan melalui program PMI Kabupaten Batang, “Imbuhnya.

“Kita wajib bergerak bersama supaya anak-anak bisa memahami dan mengetahui yang harus mereka lakukan ketika dihadapkan saat bencana, temannya terluka, ataupun kondisi kedaruratan lainnya,”.ungkapnya.(son)