Home Blog Page 1563

Suarman Gulo Kembali Dipercaya Menahkodai DPC BMI Kota Cimahi

0

CIMAHI – Bintang Muda Indonesia (BMI) Kota Cimahi setelah sebelumnya melalui voting untuk memilih ketua BMI beberapa waktu yang lalu bertempat di Kopi Prabu (01/11/2021) memilih Hadi Priatna, akhirnya kembali menyerahkan tampuk Ketua BMI Kota Cimahi kepada Suarman Gulo, S.H. atau biasa disapa Bang Melvin.

Dengan dasar melaksanakan AD/ART yang harus dijalankan, yang intinya bahwa pengurus baik DPD, DPC maupun tingkat Ranting, tidak oleh rangkap jabatan, maka sepakat jabatan Plt. Ketua BMI dipegang oleh Bang Melvin atau Suarman Gulo, S.H

Yulianawati salah seorang anggota dewan dari Partai Demokrat yang juga merupakan mantan Ketua Bintang Muda Indonesia (BMI) Kota Cimahi, menyatakan bahwa ditunjuknya Bang Melvin (Suarman Gulo,S.H.), merupakan aturan yang sudah termaktub dalam AD/ART Organisasi.

“Artinya, BMI sebagai Organisasi sayap Partai Demokrat akan patuh dengan aturan yang telah digariskan. Yang terpenting adalah bagaimana caranya kita bisa tetap menjaga silaturahmi, kekompakan dan tentunya lebih mengedepankan solidaritas.” Ujar Yulianawati, Minggu (5/12/2021) kepada wartawan.

Menurutnya, siapapun yang memimpin harus tetap didukung untuk menuju pemenangan Pileg serentak tahun 2024, karena ini merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam suatu organisasi.

Sementara ditempat yang sama, Hadi Priatna mengungkapkan bahwa pemilihan Ketua BMI yang baru lalu, telah dilaksanakan melalui voting dan sudah terpilih seorang ketua. Namun sehari setelah pemilihan, pihaknya dipanggil oleh Ketua DPC Partai Demokrat, karena dirinya juga sebagai Sekretaris Ranting Cibeureum.

“Nah disitulah masalahnya terbuka dan saya disarankan untuk membaca salah satu PO ORSAP yang isinya tidak diperkenankan untuk merangkap 2 jabatan. Ya, akhirnya saya kembalikan lagi kepada Pembina, yakni Ibu Yulianawati.” Terangnya.

Sedangkan Hadi Priatna memilih tetap duduk di sekretaris ranting Partai Demokrat Kelurahan Cibeureum, dan untuk menjunjung tingggi aturan yang digariskan, kemudian dirinya menyerahkan kembali kepada Pembina. Maka dengan begiru lalu ditunjuklah Bang Melvin sebagai Plt.Ketua sampai akhir masa periode.

“Semoga BMI dibawah kepemimpinan Plt. Ketua yang baru,akan lebih baik lagi dan lebih bersinar, jangan sampai karena terbentur aturan yang telah digatiskan, BMI yang sudah dirintis selama ini malah bubar, itu sangat tidak kami harapkan,kedepannya.” Imbuh Hadi.

Dirinya mengajak semua anggota unruk saling bahu-membahu agar BMI lebih baik lagi, lebih solid dan tentunya lebih bersinar lagi. Karena Musda sudah didepan mata, masih kata dia, kami akan Fokus Ke sana dulu, setelah itu baru akan bergerak.

Plt.Ketua terpilih, Melvin atau Suarman Gulo,S.H. menegaskan, sebenarnya setelah terpilihnya Plt.Ketua terpilih Hadi Priatna melalui Voting ini tidak menjadi permasalahan di dalam intenal BMI itu, hanya saja yang perlu diklarifikasi adalah yang menjadi tolak ukurnya.

“Tolok ukurnya adalah berdasarkan aturan PO yang sudah diterbitkan oleh DPP Partai Demokrat yakni berdasarkan pasal 10 dan pasal 11 yang isinya tidak boleh rangkap jabatan para pengurus KSB baik ditingkat pusat maupun ditingkat DPD bahkan ranting. Hal itu merupakan tolak ukur kesuksesan sebuah partai dan ORSAP ini.” Ungkapnya.

Dia menambahkan, demi kemajuan Partai tentunya tidak boleh adanya rangkap jabatan, karena dikhawatirkan tidak fokus mengembangkan Partainya menuju Pemilu tahun 2024. Akan banyak calon-calon yang berkeliaran.

“Dengan tanggung jawab yang diberikan kepada saya, memang berat tugas saya mencari figur kedepan serelah saya menyelesaikan tugas sebagai Plt. Ketua BMI Kota Cimahi. Saya akan menjalankan Tupoksi saya sebagai Plt.Ketua, karena awalnya saya sebagai Sekretaris, Semoga kedepan saya sehat saja dalam menjalankan amanah ini.” Pungkasnya kepada wartawan.

Achmad $

Peringati Hari HAM, Polda Jatim Gelar Lomba Orasi

0

SURABAYA – Polda Jawa Timur gelar lomba orasi unjuk rasa, piala Kapolri 2021. Lomba ini berlangsung di lapangan Mapolda Jatim, pada Minggu (5/12/2021). Lomba orasi ini dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia pada 10 Desember 2021.

Lomba orasi di tingkat Polda Jatim ini sebelumnya telah di ikuti sebanyak 41 tim peserta pendaftar dari berbagai daerah di Jawa Timur, namun hanya 10 tim yang lolos seleksi dan mengikuti lomba di tingkat Polda Jatim.

AKBP Cecep Susatya, selaku ketua panitia lomba orasi di tingkat Polda Jatim ini menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus edukasi ke masyarakat. Untuk tema yang diusung adalah Memperingati Hari HAM. Sedangkan, subtemanya bersifat bebas.

“Kegiatan lomba orasi hari ini kita laksanakan di tingkat Polda Jatim, sesuai jadwal dari Divisi Humas Mabes Polri tanggal 5 ini, dan kita melakukan seleksi para pendaftar Lomba orasi yang ada di wilayah Jawa Timur,” ucap AKBP Cecep.

“Total ada 41 pendaftar. Kemarin tanggal 4 sudah kita seleksi menjadi sepuluh besar, dan hari ini 10 besar itu tampil di Mapolda Jawa Timur untuk melaksanakan kegiatan lomba. Untuk dipilih 3 juara. Juara 1, 2, dan 3, yang nantinya ke 3 pemenang ini akan berlanjut mengikuti lomba orasi di tingkat Mabes Polri,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKBP Cecep mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghormati dan menghargai aspirasi masyarakat, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum.

“Kita sebagai Polri sangat mendukung kegiatan tersebut, kita siap melayani dan melaksanakan pengamanan kepada mereka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Sementara, Prof. Suko Widodo selaku juri dalam lomba orasi ini menjelaskan, dalam penilaian lomba orasi tersebut yang dinilai adalah muatan pesan dan teknik komunikasi yang bisa membuat orang tertarik.

“Muatan pesan dan teknik komunikasi. Nah muatan pesannya isinya adalah argumentasi logika dari orasi yang dibacakan. Kemudian yang kedua teknik komunikasi adalah performance mereka dan kemenarikan mereka. Sehingga itu bisa membuat orang tertarik. Dua hal itu yang kita nilai,” paparnya Prof Suko Widodo.

Sementara, lomba orasi Piala Kapolda Jatim ini, para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai. Untuk juara 1 mendapat Rp10 juta, juara 2 mendapat Rp7.5 juta, dan juara 3 mendapat Rp5 juta.

Sedangkan untuk Piala Kapolri, nantinya Juara 1 mendapatkan Rp50 juta, juara 2 mendapatkan Rp30 juta, dan juara 3 mendapatkan Rp20 juta. (tim)

Polres Lumajang Bersama RS. Bhayangkara Kerahkan Personel Dokkes, Bantu Korban Erupsi Semeru

0

LUMAJANG – Erupsi gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 04 Desember 2021 sore telah mengakibatkan sejumlah warga harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Betapa tidak, erupsi itu telah mengakibatkan puluhan orang mengalami gangguan pernafasan hingga luka bakar akibat awan panas yang ditimbulkan oleh letusan Semeru.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. menyebut jika pihaknya saat ini telah fokus melakukan penanggulangan bersama beberapa instansi terkait lainnya.

“Untuk sementara jumlah pasien ada 35 orang. 11 diantaranya sudah dirujuk ke beberapa rumah sakit di Lumajang, kami berupaya melakukan penanggulangan bencana ini bersama pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten, TNI, BPBD, dan semua Rumah Sakit di Lumajang kami libatkan, termasuk para Relawan ikut serta membantu,” kata Kapolres.

Bahkan, Kapolres menyebut jika saat ini pihaknya telah mendirikan beberapa lokasi pengungsian darurat di beberapa Balai Desa yang ada di sekitar area gunung Semeru. Erupsi gunung Semeru ini seakan membuat Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. mengambil langkah sigap.

“Untuk Posko Bencana dan pos pengungsian terdekat, kita pusatkan di lapangan Kamar Kajang, Candipuro. Pengungsian itu melibatkan aparat TNI, Polri, BPBD dan Relawan, kami juga kerahkan petugas medis dari Sidokkes” jelasnya.

Beberapa personel Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Lumajang pun bersama RS. Bhayangkara mulai dikerahkan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang saat ini ada di tempat pengungsian dan pos bencana yang didirikan.

“Di Pengungsian Gunung Sawur dan balai Desa Penanggal Candipuro, Tim Dokkes Polres Lumajang bersama RS. Bhayangkara mulai bekerja. Satu persatu kondisi kesehatan pengungsi mulai diperiksa, kami lakukan pertolongan pertama dengan merawat luka, memberikan obat dan vitamin,” ujar AKBP Eka Yekti. Sabtu, 04 Desember 2021 malam.

Beberapa alat kesehatan pun, kata Kapolres, sudah bersiaga di lokasi pengungsian masyarakat di beberapa titik pengungsian. Sebelumnya, Kapolres mengatakan jika terdapat puluhan warga yang harus mendapatkan penanganan secara insenstif akibat erupsi gunung Semeru.

Selain mengalami gangguan pernafasan, ia mengungkapkan jika sebagian warga mengalami luka bakar akibat luapan abu awan panas erupsi tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokkes, banyak ditemukan warga yang mengalami sesak nafas akibat abu vulkanik, selain itu beberapa kami temukan mengalami luka bakar, semua kami upayakan mendapat pertolongan medis, yang dianggap memerlukan penanganan serius tadi juga sudah dievakuasi ke RS. Pasirian dan RSUD Haryoto,” ungkap Kapolres.

Tercatat beberapa Indentitas Korban Luka Bakar yang dirawat diantaranya adalah,

korban yang di rawat inap di RS. Pasirian :

  1. Puryo, alamat Sumberwuluh, status Ranap
  2. Yudi, 36 th, Pronojiwo, status Ranap
  3. Haris, 35 th, Pronojiwo, status Ranap
  4. Samsul Arifin, Pronojiwo, status Ranap
  5. Sudarsono, 47 th, Purwosono, status Ranap
  6. Hasanudin, 27 th. Supit Urang, status Ranap
  7. Mari Abdulloh, 40 th, Alamat Tumpeng, status Ranap
  8. Ngatinah, 21 th, Curah Kobokan, status Ranap
  9. Sukri, 48 th, Supit Urang, status Ranap
  10. Wildan, 17 th, Curah Kobokan, status Ranap
  11. Marhamah, 47 th, Supit Urang, status Ranap
  12. Imam Romli, 27 th, Supit Urang, status Ranap
  13. Roni, 40 th, Supit Urang, status Ranap
  14. Purwanto, 43 th, Curah Kobokan, status Ranap
  15. Hermanto, 42 th, Supit Urang, status Ranap
  16. Jumadi, 50 th, Sumberwuluh, status Ranap

Korban dirawat di RS. Bhayangkara :
Idris, 26 th, Supit Urang kec Pronojiwo dan Hariyanto, 40 th, Sumber mujur Kec. Candipuro. (tim)

Polda Jatim Ungkap Kasus Kematian Mahasiswi Asal Mojokerto

MOJOKERTO – Polres Mojokerto Kabupaten, pada tanggal 2 Desember 2021, mendapatkan laporan dari masyarakat jika ada seorang wanita bunuh diri di area makam di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.

Dari laporan tersebut, polres mojokerto bergerak cepat untuk mengungkap peristiwa bunuh diri seorang wanita muda tersebut yang di Back Up juga oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Pada hari ini, Sabtu (4/12/2021) Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim. Merilis hasil pengungkapan kasus bunuh diri tersebut.

Waka Polda Jatim menjelaskan, hasil dari penemuan mayat itu ditemukan adanya bekas minuman yang bercampur potasium. Sedangkan hasil dari Visum luar yang dilakukan oleh Puskesmas Suko, pada tanggal 2 Desember 2021. Tidak ditemukan tanda – tanda penganiayaan.

“Korban atas nama Novia Widyasari Rahayu (23) warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto,” kata Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Sabtu (4/12/2021) malam.

Lanjut Hadi, hasil kerja keras dari Polres Mojokerto Kabupaten, akhirnya bisa mengamankan terduga tersangka yang mana bersangkutan seorang Polri yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.

“Korban dan Anggota Polri ini sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019. Pada saat itu sedang nonton bareng distro baju yang ada di Malang. Keduanya pun akhirnya berkenalan dan bertukar nomor Hanphone hingga terjadi hubungan (berpacaran),” sebut waka polda.

Kemudian keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri yang terjadi mulai tahun 2020 hingga 2021, yang dilakukan di wilayah Malang yang dilakukan di kos maupun di hotel.

“Selain itu ditemukan juga bukti lain bahwa korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021,” tandasnya.

“Untuk usia kandungan yang pertama masih usia mingguan, sedangkan usia kandungan yang kedua setelah usia 4 bulan,” sambungnya.

Perbuatan melanggar hukum ini secara internal akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di Kepolisian yaitu Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik yaitu dijerat dengan Pasal 7 dan 11.

Secara pidana umum juga akan dijerat Pasal 348 Juncto 55, ini adalah langkah – langkah yang akan dilakukan oleh anggota Polri.

“Kita akan menerapkan pasal – pasal tersebut kepada anggota yang melalukan pelanggaran. Sehingga tidak pandang bulu, dan hari ini yang terduga sudah diamankan di Polres Mojokerto Kabupaten,” ucapnya.

Kami akan mendalami kembali apa yang menjadi penyebab utama wanita tersebut bunuh diri. Namun sementara kita sudah mendapatkan keterangan dari hasil Interogasi. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan pasal – pasal tersebut fan sudah terpenuhi semua.

“Hasil sementara potasium sudah dikirim ke labfor, sedangkan barang bukti yang ditemukan di TKP adalah potasium, sedangkan barang bukti yang untuk menggugurkan adalah sikotek. Sampai hari ini tidak ditemukan unsur kekerasan,” pungkasnya.

Sedangkan untuk yang kode etik adalah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan ini adalah hukuman terberat.

Sementara untuk pihak keluarga dari terduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan dan untuk penjual obat aborsi juga tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pengejaran. (tim)

Bupati Sidoarjo: Kolaborasi Diperkuat Untuk Dukung UMKM

0

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memperkuat kerjasama antar daerah di seluruh Indonesia untuk mendukung perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, mengatakan penguatan kerjasama antar daerah khususnya di jawa Timur bisa menjadi kunci penting untuk memberikan dukungan terhadap UMKM.

“Saya kemarin bertemu para kepala daerah dalam rapat Kerja Apkasi, disana saya sampaikan kalau penguatan konektivitas antar daerah bisa memperkuat rantai pasok logistik bagi UMKM unggulan di tiap-tiap daerah. Karenanya saya terus mendorong agar penguatan konektivitas antar daerah bisa segera dilakukan dan jika sudah ada, agar diperkuat,” ujar Bupati Muhdlor, Jumat (3/12/2021).

Rantai pasok logisitk ini jadi bagian penting bagi pertumbuhan UMKM karena komponen biaya produksi bisa ditekan sehingga UMKM mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dari sisi harga. Penguatan rantai pasok logistik bisa dimulai dari bahan baku hingga hasil barang siap jual.

Selain konektivitas yang harus diperkuat, Bupati Muhdlor juga menyoroti peraturan mengenai pembelanjaan APBD untuk bantuan UMKM. Ia menagatakan selama ini pemerintah daerah sedikit mengalami kesulitan memberikan bantuan untuk UMKM karena secara aturan, pemberian bantuan kepada UMKM hanya bisa melalui dana hibah dan penghargaan yang cukup menghambat.

Untuk skema hibah, diperlukan proposal pengajuan dari UMKM bersangkutan untuk mendapat bantuan. Pengajuan proposal tersebut nantinya baru bisa dimasukkan dalam perencanan anggaran tahun berikutnya.

“Padahal UMKM butuh bantuannya harus cepat, seperti pada masa pandemi ini dimana banyak UMKM kesulitan modal. Jika menggunakan skema hibah, maka pemerintah daerah baru bisa meyalurkannya di tahun berikutnya. Ini terlalu lama dan bisa membuat UMKM gulung tikar,” papar Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Muhdlor.

Sementara jika menggunakan skema penghargaan maka ada pajak hadiah yang harus dibayarkan sebesar 25 persen. Ini tentunya mengurangi nominal bantuan yang bisa diberikan.

Karenanya melalui Apkasi, Gus Muhdlor berharap bisa menyampaikan masalah-masalah ini ke pemerintah pusat untuk dicari solusinya. (Kominfo/Yl).

Gunung Semeru erupsi Keluarkan Asap Pekat

LUMAJANG – Gunung Semeru erupsi. Gunung api yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang itu itu mengeluarkan asap pekat berwarna abu abu.

Akibat erupsi ini dua kecamatan yakni Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo dalam keadaan gelap gulita. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq

“Erupsi ini betul-betul pada posisi kami tidak bisa menjangkau dari sisi waktu,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Sabtu (4/12/2021).

Selain gelap, jembatan Gladak Perak yang berada di Jl. Raya Dampit-Lumajang, Krajan, Jarit, Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur putus. Proses evakuasi warga mengalami gangguan.

“Jembatan yang menghubungkan dua kecamatan, jembatan perak Gladak putus, ini menyulitkan proses evakuasi,” terang dia.

Berdasarkan pantauan, sehari sebelumnya pada Jumat (3/12/2021) malam terjadi letusan beberapa kali, namun pagi harinya Gunung Semeru terlihat aman.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga untuk mengevakuasi diri ke wilayah yang aman.

“Mohon masyarakat terdekat dapat mengevakuasi agar aman selamat. Saat ini BPBD Provinsi sudah bergerak, BPBD Kabupaten Lumajang sudah merapat. Bupati Lumajang juga bergerak ke lokasi,” tulis Khofifah di Instagram-nya. (tim).

Vertical Garden SeKota Cimahi Terkesan Terbengkalai

0

CIMAHI – Rona wajah Kota Cimahi akan semakin asri tatkala disetiap sudut Kota ditanam berbagai tanaman hias dengan berbagai jenis dan warna, namun kenyataannya beberapa taman tampak kurang terawat sehingga terkesan semrawut.

Khususnya Vertical Garden (Taman Vertikal) di tiga Kecamatan yang tersebar di sudut-sudut Kota, beberapa wilayah memang masih terawat baik seperti di Jalan Pasantren, namun hampir 80% sisanya tampak terbengkalai, seakan tidak dilakukan perawatan.

Dari mulai botol putih yang diperuntukkan mensuplai air bagi tanaman hias, sudah banyak yang raib entah kemana. Demikian pula dengan pot tanaman hias, bahkan pagar penyangga dari besi pun ikut hilang.

Keadaan ini membuat prihatin para pemerhati lingkungan yang peduli akan keindahan rona wajah Kota Cimahi. Masalahnya bukan pada pekerjaannya yang memang sudah selesai, namun lebih dari sisi perawatannya yang mengesankan tidak ada biaya perawatan bagi tanaman yang telah ditanam di Vertical Garden.

Salah seorang aktifis lingkungan hidup dan tanggap pengurangan resiko bencana mengatakan, kurang lebih 80% lebih memang sudah tidak terawat alias terbengkalai.

yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan

“Terkait masalah Vertical Garden kurang lebih 80% lebih memang sudah tidak terawat alias terbengkalai.” Kata aktivis yang enggan disebutkan namanya tersebut, Sabtu (4/12/2021).

Menurut dirinya, mungkin disisi lain memang ada program kerja yang sudah sukses dan berhasil. Namun jika sukses yang dimaksud hanya sekedar melaksanakan pekerjaannya saja, itu tak ada gunanya.

“Itu nonsen atau omong kosong namanya. Bukankah seharusnya ads program keberlanjutanya, yakni perwatannya. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan, wajar akan terlihat seperti, kumuh dan terbengkalai.” Ungkap tokoh pemuda sekaligus aktifis lingkungan tersebut.

Senada dengan itu, pemerhati dan aktifis lingkungan hidup lain juga mengomentari hal tersebut. Dikatakan olehnya, setelah pekerjaan selesai dan seiring berjalannya waktu tidak juga ada pekerjaaan keberlanjutan , tentu memberikan kesan kumuh.

“Akhirnya bukan keindahan yang didapatkan, malah jadi kesan negatif dan bikin mata yang melihat jadi sakit.” Ujar Mister X.

Lebih lanjut ia mencoba menyampaikan solusi yang mungkin bisa dilakukan, yaitu, apakah akan dikerjakan oleh pihak wilayah dalam hal ini RW, atau oleh dinas itu sendiri, atau mungkin juga dikerjakan berkolaborasi dengan komunitas atau organisasi yang ada di
masyarakat.

Dampaknya, kata dia, akan ada tanggung jawab secara moril bagi wilayah setempat juga pemerintahnya sendiri. Sangat disayangkan, jika anggaran sudah dibuat namun tidak bermanfaat.

“Jadi sampah. Yaa..ngapain?” (Safe’i)

Uji Pasar Kerajinan Bambu, Kampoeng Batara Banjir Pesanan

0

BANYUWANGI-Era digital memudahkan para pelaku UMKM mengenalkan produk unggulannya melalui beragam platform online, namun di balik kemudahan itu, kualitas produk kini menjadi sesuatu yang diperhitungkan. Semakin produk tersebut memiliki ciri khas dan keunikan, potensi peminatnya semakin tinggi.

Melalui matching fund, progam Kemendikbud 2021 ITB WiGa Lumajang menerjunkan dosen dan mahasiswanya untuk mendampingi UMKM Kampoeng Batara di Banyuwangi. Salah satu terobosan yang patut diacungi jempol adalah mengombinasikan kerajinan bambu dengan kain batik yang ada di Banyuwangi menjadi produk baru yang ciamik.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr. Ratna Wijayanti Daniar Paramita, S.E., M.M. selaku Ketua Pemenang Hibah Matching Funds mengatakan, secara sistematis ada tiga kegiatan yang diberikan pada Kampoeng Batara. Pertama, melakukan pelatihan untuk merangsang inovasi produk, kedua memfasilitasi platform digital marketing, terakhir memberi pelatihan akuntansi secara sederhana.
“Produk itu kami inovasikan, antara kain batik dengan kerajinan bambu. Batik yang digunakan ialah batik khas Banyuwangi salah satunya batik godho, berikutnya, kami menyiapkan sarana penjualan bagi UMKM melalui website. Ini produk baru yang memiliki value added atau nilai jual lebih karena sentuhan inovasi,” katanya

Wakil Rektor I ITB WiGa Lumajang Noviansyah Rizal, S.E. M.M., Ak., CA., C.FrA. selaku anggota pemenang Hibah Matching Funds menambahkan, pengrajin bambu dan kain batik hampir menjamur di berbagai daerah, namun, jika itu dikombinasikan dengan baik akan menjadi inovasi yang mampu menguasai pasar, sebab, produk tersebut memiliki ciri khas yang unik.
“Sejauh ini dari hasil penjualan di pasar dalam lingkup kecil, respons pembeli sangat bagus. Bahkan naik kelas dan sudah ada pangsa pasarnya sendiri, tapi kami akan uji cobakan lagi, nantinya produk ini kami jual melalui marketing digital. Sebelumnya hanya menguasai pasar dalam daerah, sekarang sudah tembus pasar luar daerah,” ujarnya.

Founder Kampoeng Batara Widie Nurmahmudy mengatakan, Kampoeng Batara merupakan wadah untuk menampung semua kegiatan yang fokusnya adalah edukasi dan mengenalkan potensi local. Salah satu materi pembelajarannya adalah kerajinan tangan.
“Tujuan utamanya adalah meyakinkan ternyata kerajinan yang ada di sini itu dapat menghasilkan pendapatan dan nilai ekonomi untuk masyarakat. Sehingga kami menganggap itu perlu dikenalkan pada masyarakat dari usia dini agar tidak melupakan akar dalam membangun budaya yang dikemas dengan edukasi,” pungkasnya.
(Hum/Red)

Ubi Madu Pasrujambe Hasil RPIK Miliki Kualitas

0

LUMAJANG – Perlakuan khusus dengan metode-metode tertentu yang dilakukan oleh para peneliti dari Balitbang Pertanian di area lahan pertanian Desa Pasru Jambe Kecamatan Pasrujambe Lumajang, membuat ubi madu Pasrujambe hasil RPIK memiliki kualitas dan kuantitas yang lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat panen ubi madu Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Sabtu (4/12/2021).

Ia meminta agar nantinya metode tersebut terus dilakukan oleh para petani agar memperoleh hasil produksi Ubi Madu Pasrujambe yang berkualitas.

“Kita ingin Ubi Madu Pasrujambe ini punya hak paten, punya ciri khas dan spesifikasi yang berbeda dengan ubi daerah lain, nanti akan kita kembangkan ke daerah lain di Lumajang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI, Priatna Sasmita mengungkapkan hasil Riset dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) yang dilakukan telah menjawab tantangan yang dihadapi oleh para petani terkait kualitas dan kuantitas.

Ia mengungkapkan dari penerapan teknologi varietas unggul, produksi meningkat hingga dua kali lipat.

“Ini sebelumnya hanya 20 ton per hektar, sekarang bisa 30 sampai 40 ton per hektar, ini satu tanaman bisa memiliki berat 1 kilogram, ada yang lebih malah,” paparnya.

Ia menjelaskan dipilihnya Pasrujambe sebagai lokasi penerapan Program dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif ubi jalar lantaran Wilayah Pasrujambe dianggap memiliki tingkat produktivitas tertinggi di Indonesia.

Ia pun berharap dengan peningkatan produktivitas ubi madu Pasrujambe mampu memberikan pendapatan serta meningkatkan kesejahteraan pada petani ubi madu Pasrujambe. (bam)

Peduli Difabel, JK bersama Relawan Partai Golkar Jember Bantu 10 Penyandang Disabilitas di Bangsalsari

0

JEMBER – Tak hanya peduli pada korban bencana alam, kegiatan sosial DPD Partai Golkar Jember, yang diketuai H. Karimullah Dahrudiaji juga ditujukan pada penyandang disabilitas.

Sabtu, (4/12/2021) Haji Karim, panggilan akrab ketua DPD Partai Golkar Jember, bergerak memberikan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas di Kecamatan Bangsalsari.

Beberapa penerima bansos diantaranya yakni Roni (15) dan Yulia yang warga Dusun Krajan B RT.001 RW.002 Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Dikatakan Ji Karim (JK), pergerakan DPD Partai Golkar Jember dalam segala aksi sosial, membuktikan bahwa partai bergambar beringin ini siap melayani masyarakat di Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dan saling bercerita dengan saudara-saudara penyandang difabel. Mudah-mudahan ini dapat menjadikan kegiatan positif antara Partai Golkar dengan teman-teman difabel,” ujar Ji Karim.

Diterangkannya pula, kepedulian Partai Golkar Jember terhadap difabel adalah suatu perubahan yang besar dalam struktur DPD Partai Golkar Jember.

Dengan demikian, imbuhnya, eksistensi Partai Golkar bisa semakin dirasakan oleh masyarakat berbagai lapisan.

“Semoga pergerakan kita ini bisa dapat meringankan beban teman-teman difabel, khususnya dalam menghadapi pandemi covid 19. Ke depan pergerakan sosial kemasyarakatan akan semakin diintensifkan untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat, khususnya di Jember,” pungkasnya. (gus/son)