Home Blog Page 1607

Peringati Sumpah Pemuda, Elemen Mahasiswa Surabaya Gelar Aksi Tausiyah Kebangsaan Di Depan Bhabinkamtibmas se-Surabaya

SURABAYA – Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, sejumlah Organisasi Mahasiswa menggelar aksi damai yang dikemas dengan Tausiyah Kebangsaan di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya, Kamis (28/10/2021).

Kegiatan ini dihadiri Kapolrestabes Surabaya, Bhabinkamtibmas se-Surabaya, sejumlah elemen mahasiswa Surabaya. Dan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Rahmat bertindak sebagai pembawa Tausiyah Kebangsaan.

Ketua HMI cabang Kota Surabaya Rahmat mengatakan pada awalnya telah merencanakan turun jalan untuk merefleksikan Hari Sumpah Pemuda sebagai bentuk dukungan untuk membangkitkan semangat para generasi muda.

“Setelah kami berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya, kami diberikan kesempatan karena esensi dari kami adalah bagaimana kami membangun persatuan dan kestuan bangsa yang harus ditanamkan di jiwa-jiwa pemuda, sehingga kami merubahnya dengan Tausiyah Kebangsaan. Dan ini lebih bermanfaat bagi masyarakat daripada harus turun jalan” Jelas Rahmat saat diwawancarai media.

Kemudian Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A. Yusep Gunawan mengatakan bahwa kegiatan yang digelar ini adalah bentuk atau wujud dari rasa gotong royong antara pihak Kepolisian dengan segenap Organisasi Kemahasiswaan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk dukungan untuk pemerintah dalam meningkatkan rasa kerohanian dan juga keamanan.

Tidak hanya itu, Kapolrestabes Surabaya juga menyampaikan bahwa di era modern dan digital saat ini, kita harus tetap menjaga jiwa-jiwa dan amanat yang telah disampaikan oleh pejuang muda pada 93 tahun yang lalu. Yang mana mereka telah sepakat untuk menjaga persatuan bangsa dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan juga budaya-budaya yang telah ada.

“Dan kita akan sama- sama tetap konsisten untuk meneruskan jiwa-jiwa pejuang, khususnya pemuda yang 93 tahun lalu telah bersepakat untuk menjaga kesatuan bangsa dengan Bahasa Indonesia, dan juga budaya-budaya yang telah ada sama-sama kita hormati di dunia modern dan digital saat ini dengan tidak meninggalkan sejarah maupun budaya-budaya bangsa yang kita cintai” ucap Kombes Pol A. Yusep Gunawan.

Beliau juga berharap supaya kegiatan ini dapat terus berjalan dan meningkat, serta menjadi suatu bentuk dukungan untuk Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia maju, Indonesia tumbuh. Terakhir, Kombes Pol A. Yusep Gunawan juga menyampaikan pesan kepada para mahasiswa supaya jangan ragu untuk terus berprestasi dalam mengisi kemerdekaan ini, sehingga dapat membantu percepatan proses kegiatan pemerintah yang lebih positif dan juga bermanfaat.

“Forkomipda beserta atensi Kepolisian yang ada akan terus mendukung segenap aktivitas dan juga kreatifitas dari mahasiswa Kota Surabaya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif” tutur Kapolrestabes Surabaya.

Setelah pelaksanaan Tausiyah Kebangsaan, Kapolrestabes Surabaya juga memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada sejumlah organisasi kemahasiswaan. (tim)

Mantan Walikota Malang (Abah Anton), Membuka Usaha KAFE DURIAN

MALANG – Lama tidak ada kabarnya, mantan Wali Kota Malang H. Moch Anton ternyata menggeluti bisnis baru di bidang kuliner. Sejak beberapa waktu lalu, Abah Anton sapaan akrabnya, membuka kafe durian di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Kafe bernama Abundancio itu berada di tengah kebun durian miliknya. Abah Anton langsung melayani sendiri para penikmat durian. Tidak sedikit dari mereka yang meminta langsung dipilihkan oleh Abah Anton. Plus bonus foto bersama mantan orang nomor satu di Pemkot Malang. Tangan kirinya menggunakan sarung tangan, tangan kanannya memegang pisau untuk membuka durian.

“Ini pasti manis dan dijamin enak duriannya. Silahkan, silahkan,” ujar Abah Anton kepada para pelanggan yang rela antre untuk mendapatkan durian pilihan Abah Anton, Rabu (27/10).

Keberadaan kafe durian itu pun sempat viral di media sosial. Sehingga banyak pecinta durian yang langsung ingin merasakan sensasi makan durian langsung di kebunnya yang seluas 4 hektar itu.

Selain memilih durian yang sudah tersedia, pengunjung yang datang juga bisa langsung memilih durian montong yang ada di pohonnya. Jika sudah matang dan bisa dipetik akan disampaikan kepada para pemesannya. Durian yang dijualnya kisaran harga mulai Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per buahnya.

Abah Anton menjelaskan, jenis paling disukai adalah durian montong. Tetapi juga ada jenis durian lainnya, seperti durian bawor, durian matahari hingga durian kunir.

“Ya ini karena saya hobby makan durian. Awalnya karena itu sih,” ungkap Abah, saat ditanya alasan membangun kafe yang sekarang populer disebut kafe durian tersebut.

Ia menjelaskan, kafe tersebut baru saja dibangunnya beberapa bulan lalu. Kebun Durian itu sudah dimilikinya sejak 1998 lalu. Saat itu ia menanam bibit durian dari kecil hingga bisa panen pertama 5 tahun kemudian.

Ia tidak pernah menjual hasil kebunnya. Jika panen akan diberikan pada kolega, kawan dan rekan-rekan bisnisnya. Tetapi selama bertahun-tahun jalan, banyak warga datang dan ingin membeli.

“Lama-lama kok banyak datang dan mau beli. Jadi ya sudah kita kembangkan saja, sekalian buat kafenya disini. Dan ternyata animo masyarakat besar sekali. Karena memang durian salah satu buah paling digemari orang Indonesia,” papar Abah Anton.

Ditambahkannya selama kurun waktu seminggu, kebunnya bisa menjual kurang lebih 2.000 buah durian. Akan tetapi durian yang dijual di kafe ini tidak hanya berasal dari hasil kebunnya sendiri. Ia juga menampung hasil-hasil durian dari petani lokal disekitar.

Sekitar 20-an petani durian lokal setiap hari bisa mengantarkan hasil duriannya untuk dijual di kafe durian miliknya.
“Iya petani-petani lokal juga Alhamdulillah bisa kami berdayakan,” Pungkasnya. (Dhw/robhin)

Polres Batu Amankan Pelaku Kekerasan Pada Anak di bawah Umur

BATU – Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengatakan, Unit PPA Satreskrim Polres Batu berhasil mengungkap kasus dugaan penganiyaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Junrejo, Kota Batu. Selasa (26/10/2021).

Ia mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Satreskrim langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya dalam kurun waktu 1×24 jam terduga pelaku penganiayaan berinisial WK alias Katok berhasil diamankan. Korban merupakan anak dari pacarnya yang berinisial NS.

“Korban adalah balita berusia dua tahun yang merupakan calon anak dari pacarnya berinisial CR,” ujar Yogi.

WK menyiksa anak pacarnya lantaran kesal dengan CR. Ia melampiaskan emosi dan kekesalan terhadap CR dengan cara menyiram air panas ke tubuh korban yang hendak dimandikan oleh tersangka.

Tidak hanya itu, kata Yogi, saat korban sedang rewel, tersangka membakar hampir sekujur tubuh korban dengan api rokok. WK juga sering menggigit kuku jari korban dengan dalih agar diam dan tidak menangis.

Pada hari Sabtu (23/10/2021) YN 37 tahun yang merupakan paman korban mengetahui kondisi korban yang memprihatinkan, secara langsung dibawa ke RS terdekat untuk dilakukan perawatan.

“Setelah tiba di rumah CR, YN sontak melihat luka memar dan luka bakar dan segera membawa korban ke Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan,” terang Yogi.

Dalam kasus ini turut diamankan barang bukti berupa satu gayung berwarna hijau, Satu buah panci stainless steel dengan gagang kayu, satu buah bak mandi plastik warna biru.

Atas perbuatannya tersangka diduga melanggar Pasal 80 ayat (2) Jo 76C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 yang telah dirubah kedua UU RI No.17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak seratus juta rupiah,” tegasnya.

“Mari kita doakan supaya korban segera pulih dan dapat bermain lagi seperti sedia kala,” pungkas Yogi. (tim)

Tingkatkan Karakter Personel Polri, Polres Pasuruan Kota Gelar Program Binrohtal

PASURUAN – Dengan menerapkan prokes Polres Pasuruan Kota menggelar binrohtal (pembinaan rohani dan mental) bagi seluruh personel serta ASN Polres Pasuruan Kota.

Pembinaan rohani dan mental merupakan program Bag Sumda Polres Pasuruan Kota dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan personelnya.

Kegiatan Binrohtal yang digelar setiap hari kamis, dilaksanakan di Masjid At – Taqwa Polres Pasuruan Kota dengan penceramah Ustaz Abdurachman.

Dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Pasuruan Kota dan dihadiri oleh seluruh personel dan ASN Polres Pasuruan Kota.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman S.I.K M.SI mengatakan Binrohtal kamis pagi adalah sebagai wadah untuk membentuk karakter dan mental Anggota Polri khususnya Anggota Polres Pasuruan Kota untuk menjadi lebih humanis.

“Kegiatan ini yang setiap minggu sekali dilakukan bertujuan untuk semakin menjadikan para personil Polri untuk selalu bertaqwa kepada Tuhan YME sehingga kehidupan pribadi personil menjadi lebih baik,” jelas AKBP Arman.

Lebih lanjut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman menambahkan, Kegiatan semacam ini wajib untuk diikuti, lantaran fungsinya dapat menyegarkan pikiran anggota yang setiap hari disibukkan dalam melaksanakan tugas.

“Binrohtal bertujuan positif, yakni berguna untuk memberikan siraman rohani dan moral kepada personel Polri. Dengan harapan sikap mental personil Polri yang baik akan menciptakan hasil pelaksanaan tugas yang baik, bijaksana serta mudah mengendalikan emosi dan dapat dipertanggung-jawabkan, Sehingga citra Polri akan semakin baik dimata masyarakat,” pungkasnya. (tofa)

Tunjang Tugas Kepolisian, Kapolda Resmikan Gedung Siber Ditreskrimsus

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Rabu (27/10/2021) sore, meresmikan secara langsung Gedung Siber Ditreskrimsus, Polda Jatim guna mendukung tugas – tugas Kepolisian di wilayah jawa timur.

Dalam kesempatan ini juga hadir Pejabat utama polda jatim serta para undangan.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, mengatakan, kegiatan peresmian Gedung Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Bertujuan untuk menunjang keberhasilan tugas Polri khususnya dalam penanganan Tindak Pidana kejahatan dunia maya.

“Gedung Siber ditreskrimsus polda jatim yang dibangun terdiri dari 4 (empat) lantai yang berisi ruang kerja unit, ruang penjagaan piket, ruang analisa data, command centre, ruang server, serta dilengkapi dengan peralatan penunjang, guna menunjang tugas kapolisian khususnya penanganan kejahatan dunia maya” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, Rabu (27/10/2021) sore.

Pembangunan gedung dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan yang dimulai tanggal 18 Maret 2021 hingga saat ini dengan sumber anggaran pembangunan berasal dari dana hibah.

“Sedangkan untuk alat – alat penunjang berasal dari Slog Mabes Polri,” lanjut dia.

Usai meresmikan secara langsung, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima peralatan pendukung penyelidikan kejahatan dunia maya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan pita oleh kapolda jatim serta peninjauan Gedung Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. (tim)

Perkembangan Bertanding  4 Hari,Turnamen PWI Cup 2021 Barut

0

BARITO UTARA-Tak terasa empat hari sudah berlangsungnya pertandingan,setelah dibuka secara resmi pada Senin lalau oleh Bupati Barito Utara H.Nadalsyah,Turnamen Bola Voli Open PWI Cup 2021 Barito Utara.Dari 36 tim yang ikut bertanding yaitu terdiri dari 20 tim putra dan 16 tim putri,dengan menggunakan skema sistem gugur.

Seksi Pertandingan Turnamen Bola Voli Open PWI Cup 2021 Barito Utara,Budi H.Sibu saat di konfirmasi Gempurn News Kamis pagi (28/10)mengatakan,seseuai jadwal yg telah ditentukan saat ini, perkembangan dilapangan peserta yang sedang bertanding babak pertama yaitu tim Putra,R Big Bos berhadapan dengan Isen Mulang dan babak kedua Luwe Hulu berhadapan dengan Putra Benangin.

Lanjut dia,sedangkan babak pertama tim Putri. Jingah Putri bertanding dengan KBR Bukit Sawit dan babak kedua Wawei Jumba bertanding dengan Bintang Putri Lemo.

Saat pertandingan sedang berlangsung wasit di tim putri babak pertama dan kedua,Periarisandi menjelaskan technic yang di gunakan dalam pertandingan ini.selain Pasing digunakan juga smess,servis,blok dan blokir.Dalam babak pertama dan kedua jumlah peserta ada 12 orang serta empat orang cadangan ,satu tim harus ada kekopakan diantara  sasama atlet dan kerjasama yang baik di antara atlet satu dengan yang lain.

Disela-sela Turanamen Bola Voli Open PWI Cup 2021 sedang dilangsungkan ketua panitia,H.Surianor menyampaikan perkembanagn saat ini dilapangan antusiame penonton sangat baik sekali,khusus panitia diambil yang sudah berpengalaman dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia(PBVSI) Barito Utara dan untuk, wasit rata-rata mereka semuanya sudah mengatongi Sertifikat nasional.

“Dalam melaksanakan pertandingan,kita selaku ketua paniti dalam turnamen Bola Voli,ada tim panitia khusus penjaringan untuk mencari pemain terbaik dan berprestasi,dalam persiapan menghadapi Porprov tahun 2022 di Kota Sampit(Kotim).

Baik panitia ataupun peserta yang bertanding dilapangan,dari awal pembukan sudah kita sarankan agar pemain atau atlet selalu mematuhi anjuran Pemerintah harus mentaati Protokol Kesehatan Covid-19,selalu menjaga jarak guna mencegah penularan Virus bagi atlet yang sedang bertanding,”harap Surianor. (SS).

Puluhan Buruh Pabrik Rokok Di Kecamatan Jabon Mendapat Pelatihan Ketrampilan Kerja Dari DBHCHT

SIDOARJO – Upaya mewujudkan 100 ribu lapangan kerja baru yang menjadi program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali S.IP dan H. Subandi SH terus dilakukan OPD Sidoarjo. Salah satunya oleh Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo yang getol memberikan pelatihan ketrampilan kerja kepada warga Sidoarjo. Seperti pelatihan pemijatan bayi, pastry, SPA refleksiologi, perawatan kulit yang pagi tadi dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali di Kecamatan Jabon, Rabu, (27/10). Ada puluhan pekerja pabrik rokok yang ikut dalam pelatihan yang dibiayai dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Sidoarjo tersebut. Hampir seluruh pesertanya perempuan.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor meminta kepada peserta pelatihan untuk serius mengikutinya. Jangan sampai pelatihan semacam ini hanya digunakan untuk mengambil uang saku pelatihannya saja. Pasalnya anggaran yang digunakan tidak sedikit. Semisal satu peserta yang lulus sertifikasi kompetensi membutuhkan biaya Rp. 1,5 juta. Selanjutnya, Gus Muhdlor meminta peserta pelatihan untuk dapat mempraktekkan hasil dari pelatihan yang didapat.

“Jenengan harus serius,”pintanya.

Gus Muhdlor berharap dengan pelatihan seperti ini akan dapat mengurangi pengangguran. Dikatakannya tingkat pengangguran dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi. Angkanya mencapai 10,98 persen meski saat ini mulai menurun. Oleh karenanya ucap Gus Muhdlor, peningkatan kapasitas kompetensi warga Sidoarjo perlu didorong. Menurutnya peningkatan kompetensi hal yang wajib dilakukan suatu daerah terhadap penduduknya. Dengan itu, suatu daerah akan menjadi daerah yang berdaya saing.

“Peningkatan kapasitas seperti ini wajib didorong, agar masyarakat mempunyai daya saing menghadapi persaingan era global saat ini,”ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Muhdlor mengatakan Kabupaten Sidoarjo memiliki kawasan industri baru di Desa Kalisogo Jabon. Warga Kecamatan Jabon menjadi prioritas untuk dapat bekerja di kawasan industri tersebut. Hal tersebut menjadi keinginannya. Untuk memperkuat itu, Gus Muhdlor meminta ada MoU dengan perusahaan dikawasan tersebut. Namun dirinya meminta warga Jabon tidak semena-mena bila bekerja nanti. Warga Jabon harus bisa mendukung berdirinya kawasan industri tersebut.

“Besok ada MoU sekian persen warga Jabon dan dua kecamatan sekitar untuk dipekerjakan, saya tidak ingin kalau ada pabrik di Jabon, orang Jabon cuma jadi penonton, harus ikut andil, harus ikut membangun, yang penting tidak boleh seenaknya sendiri,”ucapnya. (Kominfo/Yl).

Pemkab Sidoarjo Manfaatkan Anggaran DBHCHT Untuk Tiga Program Prioritas

SIDOARJO – Pemberatasan barang kena cukai illegal kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor semata – mata untuk menekan kebocoran pajak yang masuk negara. Selain itu, anggaran dari DBHCHT kemanfaatannya dikembalikan kepada masyarakat. Bupati menekankan bahwa industri rokok harus tetap jalan namun tidak dilakukan dengan cara illegal karena akan merugikan negara.

“Industri rokok harus tetap jalan, pajak yang masuk ke negara jangan sampai ada yang ngemplang pajak,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat membuka acara Sosialisasi DBHCHT di Hotel Aston yang diikuti puluhan Kepala Desa dan masyarakat. Rabu, (27/10/2021).

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan anggaran yang diperoleh dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk tiga program prioritas. Ketiga program itu yakni untuk Kesejahteraan Masyarakat, Penegakan Hukum dan untuk Kesehatan. Namun secara umum dana DBHCHT diperuntukkan untuk Peningkatan Kualitas Bahan Baku, Pembinaan Industri, Pembinaan Lingkungan Sosial, Sosialisasi ketentuan di Bidang Cukai, dan Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal.

Pada bidang kesejahteraan masyarakat Pemkab Sidoarjo mengalokasikan untuk kegiatan pemberian bantuan langsung tunai kepada para buruh rokok. Selain itu, para buruh rokok juga mendapatkan pelatihan peningkatan ketrampilan kerja. Mereka, para buruh pabrik rokok ini juga mendapatkan bantuan modal usaha bagi yang ingin beralih profesi.

Kemudian untuk program bidang penegakan hukum Pemkab Sidoarjo akan melakukan pembinaan pada industri rokok. Kemudian sosialisasi terkait ketentuan dibidang cukai rokok. Dan melakukan pemberantasan barang kena cukai illegal.

Pada bidang penegakan hukum, Bupati Sidoarjo mengingatkan ketentuan – ketentuan yang tidak boleh dilanggar oleh pelaku industri rokok. seperti pada saat produksi harus sesuai dengan peruntukan pita cukainya dan tidak menggunakan pita cukai palsu.

“Kedepan yang lebih banyak ditekankan pada produksinya, produksi harus sesuai peruntukkan pitanya, tepat pitanya atau tidak menggunakan pita palsu atau non pita,” tegasnya.

Program dibidang Kesehatan, Pemkab Sidoarjo turun ke masyarakat memberikan pembinaan lingkungan sosial. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya memberikan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat dengan cara promotive,preventif maupun kuratif. Salah satunya mendukung upaya penurunan angka prevelansi stunting dan penanganan pandemic Covid-19.

Kemudian penyediaan, peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana Kesehatan dan mencover pembayaran iuran jaminan Kesehatan penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah termasuk mencover jaminan Kesehatan pekerja yang terkena pemutuhan hubungan kerja (PHK).” (Kominfo/yl).

TP.PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasi Dampak Stunting, Gizi Buruk dan Obesitas

SIDOARJO – Indonesia masuk ke peringkat 5 urutan tertinggi Stunting, Stunting yang merupakan kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus dan melatar belakangi hal ini dengan bergandeng tangan bersama permerintah Kab. Sidoarjo serta Departemen Agama Kab. Sidoarjo TP. PKK Kab. Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Dampak Stunting, Kurang Gizi dan Obesitas pada Bayi dan Balita di Pendopo Delta Wibawa, 27/10/2021

Selain itu kegiatan diselenggarakan sebagai upaya mencegah semakin meningkatnya angka stunting khususnya di Kabupaten Sidoarjo selain itu untuk lebih mengetahui lebih dalam informasi tentang stunting serta bahayanya bagi kesehatan serta menciptakan remaja yang mengerti akan stunting sebelum menikah.

Pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IX Arzeti Bilbina, Ketua TP PKK Sidoarjo Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor, S.Hum menyampaikan bahwa TP.PKK selalu akan menyambut baik dan mendukung penuh kolaborasi dari berbagai pihak dalam rangka mensejahterahkan masyarakat khusus dengan komisi IX DPR RI seperti sebelumnya berkolaborasi dalam penyelenggaraan Vaksinasi di GOR dan juga pada kegiatan sosialisasi ini.

“Pencegahan stunting itu tidak dimulai dari balita yang mengalami stunting akan tetapi juga dari ibu yang sebagai calon orang tua yang akan melahirkan anak”katanya

Selain itu beliau juga menambahkan jika pencegahan stunting itu harus dimulai secara holistik integratif yaitu jika dilihat atau ditarik kebelakang yang menjadi asal mula stunting dari seorang ibu untuk itu pada kegiatan ini kami menghadirkan para remaja dan juga calon pengantin untuk diberikan edukasi sebelum menikah dan hamil bahsannya stunting itu bilamana kita minim informasi tentang stunting itu.

“Semoga informasi yang diberikan hari ini bisa betul-betul membantu bagi peserta khususnya muda-mudi yang ada disini serta calon pengantin, agar memahami informasi bagaimana supaya saat seorang ibu hamil stunting bisa dicegah pada saat itu juga agar angka stunting yang ada di sidoarjo walaupun tidak seberapa besar tapi bisa menurun, sehingga di Kab. Sidoarjo benar-benar zero stunting” pungkasnya

Sementara itu anggota komisi IX DPR Arzeti Bilbina menyampaikan sangat senang bisa hadir dalam acara ini dengan dukungan yang bisa diberikan dalam rangka ikut mencegah bertambahnya stunting di Kabupaten Sidoarjo, selain itu juga sangat mengapresiasi kegiatan ini karena pada sosialisasi ini menghadirkan remaja dan juga calon pengantin untuk diberikan edukasi secara langsung agar pencegahan stunting bisa dicegah dari hulu ke hilir karena dari mereka akan lahir generasi generasi baru.

“Kami dari komisi IX DPR akan siap membantu ibu-ibu yang ada di garda terdepan dalam membantu anak-anak kami kedepannya melalui generasi-generasi hebat yang akan melahirkan anak-anak hebat, kami akan selalu mendampingi apapun permasalahannnya”tambahnya

Selain menghadirkan Sri Andari, S.Km, MM Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Drs. Khoidar M.HI Kasi Bimas Islam Kemenag Sidoarjo, pada kesempatan ini pula Ketua TP.PKK bersama Arzeti juga memberikan bantuan biskuit kepada beberapa Desa diantaranya Desa Kupang, Desa Kedungrejo, Desa Tambak kalisogo Kec. Jabon juga Desa Ngingas Kec. Waru dan Desa Wedi Kec. Gedangan. (Kominfo/yl).

Tutup Sespimti Polri Dikreg ke-30, Kapolri: Jadilah Pemimpin yang Layani Warga dan Anggota

0

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Dalam sambutannya, Sigit menekankan kepada seluruh perwira lulusan tersebut untuk bisa menjadi pemimpin yang mengayomi dan melayani bagi warga dan anggotanya.

“Jadilah pemimpin yang melayani. Pemimpin yang bisa melayani dan menempatkan anggota dan masyarakat sebagai prioritas. Jangan hanya memerintah tapi tidak tahu kesulitan. Ini menjadi masalah,” kata Sigit dalam sambutannya.

Menjadi seorang pemimpin, kata Sigit, harus memiliki sifat dan sikap yang kuat, menguasai lapangan, bergerak cepat, responsif, peka terhadap perubahan dan berani keluar dari zona nyaman.

Tak hanya itu, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, seorang pemimpin harus mau turun ke bawah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari masyarakat dan anggotanya. Pemimpin yang kuat akan mampu menciptakan rasa saling menghormati antara pimpinan dan jajarannya.

Sigit menekankan, dalam menjalankan tugas, pemimpin tidak boleh mudah terpancing emosinya. Hal itu, sambung Sigit, dapat berpengaruh pada tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

“Turun langsung ke lapangan agar tahu apa yang dirasakan masyarakat dan anak buah. Jaga emosi, jangan terpancing. Emosi mudah meledak akan akibatkan perbuatan yang tidak terukur. Apalagi diberikan kewenangan oleh undang undang maka tindakan tidak tersebut akan berpotensi menjadi masalah,” ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Menurut Sigit, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi semua pihak. Sebagaimana, semangat dari lahirnya konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Sigit menyatakan, konsep Presisi akan bisa dirasakan oleh masyarakat dan internal kepolisian, apabila benar-benar diimplementasikan dengan baik. Dengan melaksanakan gagasan itu, maka Polri akan menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

“Itu yang saya tuangkan dalam konsep Presisi. Bagaimana kita menghadirkan pemolisian yang prediktif, responsibilitas dan mampu melaksanakan semua secara transparan dan memenuhi rasa keadilan. Ini menjadi harapan masyarakat dan tugas rekan-rekan untuk mampu mewujudkan semua ini dari level pemimpin sampai dengan pelaksana,” kata Sigit.

Dalam perjalanannya, konsep Presisi telah melahirkan tingkat kepercayaan masyarakat yang meningkat berdasarkan survei di pertengahan tahun. Namun, Sigit mengakui, belakangan ini tren positif kepercayaan itu mengalami penurunan karena adanya beberapa perbuatan oknum.

Namun, Sigit percaya bahwa, institusi Polri jauh lebih banyak diisi oleh orang-orang yang baik dan memiliki semangat perubahan untuk mewujudkan semangat dari Presisi.

“Kemudian survei di awal Oktober kita turun, karena adanya penyimpangan anggota yang viral dengan cepat dengan didukung perkembangan teknologi informasi dalam dunia media. Ketika banyak anggota yg viral, maka itu menjadi koreksi bagi kita masyarakat. Maka dari itu, perbuatan yang dilakukan oleh personel bila bersifat positif maka dampaknya secara organisasi akan positif. Begitupun sebaliknya. Jadi persepsi itu muncul menjadi generalisasi. Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada.” ujar Sigit.

Terkait kepemimpinan, Sigit pun mengutip peribahasa, ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,” papar Sigit.

Sebagai Kapolri, Sigit memastikan, dirinya beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan reward bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.

“Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen berikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan.” ucap Sigit.

Namun sebaliknya, Sigit menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.

Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi tauladan bagi jajarannya, apabila kedepannya masih melanggar aturan. Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara kedepannya.

“Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai,” tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga meminta kepada seluruh personel Polri untuk siap menghadapi segala bentuk tantangan baik dari dalam ataupun luar negeri. Kepolisian harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Adapun tantangan yang harus dipersiapkan antara lain, kejahatan terorisme, kemajuan teknologi informasi di Revolusi 4.0, Pandemi Covid-19, pinjaman online ilegal, bencana alam, dan Pemilu kedepannya. (tim)