Home Blog Page 1606

Atlet Peraih Medali Emas, Teuku Tegar Gapai Impian Jadi Polisi

SURABAYA – Respon cepat Polda Jawa Timur memastikan informasi yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu. Seorang atlet asal Tuban Jawa Timur, peraih medali emas Cabang Olahraga (Cabor) lompat galah, di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, yang bingung dengan masa depannya. Kini ia kembali berladang di kampung halamannya.

Merespon hal tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta memerintahkan anggotanya, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jatim Kombes Harry Kurniawan, gerak cepat bersama anggotanya memastikan kabar tersebut benar adanya, dengan mendatangi atlet peraih medali emas itu di kediamannya.

Kombes Harry menyampaikan, atlet tersebut diketahui bernama Teuku Tegar Abadi (22) warga Prunggahan Kulon Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Atlet peraih medali emas di Cabor lompat galah.

Selain itu, Kombes Harry juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan mempunyai cita-cita menjadi anggota Polri, untuk meneruskan jejak kakeknya yang pernah menjadi Kapolsek di Plumpang Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Lanjut Kombes Harry menjelaskan, Teuku Tegar juga pernah mendaftar Polisi jalur rekrutmen proaktif tahun 2020, namun ditolak lantaran Tegar tidak mendapatkan sosialisasi tentang mekanisme rekrutmen anggota Polri dengan baik.

“Sesuai arahan bapak Kapolda Jatim, kami akan mendukung Tegar untuk masuk menjadi anggota Polisi, melalui proses penerimaan rekrutmen Polri yang dibuka nanti,” tandasnya Kombes Harry.

“Karena dengan kehadiran Tegar seorang sosok pemuda yang punya prestasi itu, diharapkan akan membuat nama Polri semakin baik dimata masyarakat, melalui jalur prestasi di olahraga,” tambahnya pada Kamis (28/10/2021).

Mendengar kabar tersebut Tegar dapat bernafas lega, pasalnya ia akan meraih cita-citanya yang sejak lama ia impikan menjadi anggota Polri meneruskan jejak sang kakek, dan tetap berkarya di bidang atletik khususnya cabang olah raga lompat galah. (tim)

Kisah Pengusaha Muda Dari Blawan Jadi mualaf

BONDOWOSO —
Bertempat di masjid Nurul Huda, kecamatan Sempol Blawan putri bapak Johanes, Teresia Putri Margrindra merupakan pengusaha kopi di desa Kalinyar kecamatan Sempol Blawan Kabupaten Bondowoso melakukan baiat dengan dua kalimat Syahadat masuk Islam, yang mulanya beragama kristen , 28/10/2021.

Teresia mengatakan jika dirinya sadar walaupun orang tuanya beda agama, akan tetapi hal itu bukan menjadi kendalai bagi dirinya.

Saya beda agama namun saya masuk islam ini karena hidayah dari tuhan, harapan saya mudah mudahan orang tua dapat ampunan dari tuhan, Ujarnya.

Semenjak dirinya mau memeluk Islam, ternyata ada alasan kuat yang membuat Teresia untuk belajar mengaji, sebagai salah satu cara mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Hidup hanya sementara, begitulah prinsip yang saya pegang, sehingga saya memutuskan untuk masuk Islam dan belajar mengaji sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, papar Teresia dengan nada pelan sambil menitikkan air mata.

Jadi mulai kita ingat karena umur makin kesana makin berkurang dan umur bertambah tua, kita hidup ini sementara karena kita tidak mungkin hidup selama-lamanya,” Urai Teresia(Ari).

Ulang Tahun Ke – 62 Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo, Gelar Donor Darah

PROBOLINGGO —
Ulang Tahun ke – 62 Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Dringu melakukan kegiatan bakti sosial donor darah bertempat di kantor balai desa Dringu Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo

Bakti sosial tersebut dihadiri Forkopimcam Dringu yaitu Camat Dringu yang diwakili oleh Sekcam Dringu, Kepala Puskesmas Dringu, Koramil Dringu diwakili oleh Babinsa Dringu, dan dari desa dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Dringu, serta pimpinan dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo dan Semua Pengurus PAC Kecamatan Dringu.

Sekcam Dringu dalam sambutannya memaparkan bahwa kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila merupakan kegiatan yang baik dan perlu ditingkatkan karena sangat berguna untuk masyarakat

Pj. Kades Dringu dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pengurus Pemuda Pancasila baik di tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan yang telah melakukan kemitraan dan kebersamaan untuk melaksanakan kegiatan donor darah tersebut.

Ketua PAC Dringu, Misnadi, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimcam Dringu khususnya Pj. Kades Dringu yang telah memberikan dukungan dan tempat atas terselenggaranya kegiatan donor darah ini juga menyampaikan bahwa donor darah ini sangat besar manfaatnya kepada diri sendiri maupun kepada yang menerima donor.

Sedangkan ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka HUT Pemuda Pancasila merupakan agenda rutin tahunan untuk melakukan kegiatan bakti sosial, hal ini adalah merupakan wujud dari kemitraan Pemuda Pancasila sebagai organisasi masyarakat dengan Pemerintah, dan kami berkomitmen serta terus akan menjalin kemitraan untuk membantu masyarakat utamanya dalam bidang sosial

Dalam pelaksanaan Donor darah yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 28 Oktober 2021 dihadiri oleh sekitar seratus kader Pemuda Pancasila yang akan mendonorkan darahnya, namun setelah diseleksi ada sekitar 23 orang yang bisa mendonorkan darahnya dikarenakan setelah dilakukan pemeriksaan tidak lolos karena ada yang tekanan darahnya tinggi dan Hb rendah, sehingga tidak memungkinkan untuk di donorkan (Wat)

Harga Tembakau Naik, Berkah Bagi anggota APTI

LUMAJANG — Dalam melakukan budidaya tanaman, petani selalu dalam pihak yang lemah, hal ini dikarenakan belum optimalnya pihak terkait dalam memberikan jaminan harga masa panen, hal ini menimbulkan sebuah spekulasi bisnis yang berharap harap cemas.

Ganang, warga desa Sumbersuko, kecamatan Sumbersuko – Lumajang yang merupakan petani tembakau, menyampaikan jika dirinya dengan petani tembakau lainnya merasa usaha yang digelutinya penuh dengan resiko, mengingat petani tidak bisa menentukan harga pasar, akan tetapi masih tergantung kepada produksi hasil panen dan permintaan.

Akan tetapi dirinya masih bersyukur, karena masa panen tahun ini harganya cukup bagus, antara 45 sampai 50 ribu rupiah, akan tetapi dirinya juga masih belum tenang, dikarenakan harga tersebut bukan standart akan tetapi kebetulan petani didaerahnya jarang yang menanam tembakau.

“Teman teman petani, tahun ini banyak yang tidak tanam tembakau karena kapok dengan harga yang anjlok saat panen tahun lalu,” Ujar Ganang.

Iskhak Subagio, SE, ketua HKTI Lumajang membenarkan apa yang disampaikan para petani, menurutnya jaminan bagi petani tembakau tentang hasil panen belum ada kepastian, sehingga petani sering menjadi korban dalam budidaya.

Disampaikan dari laporan APTI ( Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Kabupaten Lumajang, jika harga saat ini cukup bagus dan menguntungkan bagi petani tembakau, dan diprediksi harga tersebut masih bisa bertahan untuk tahun kedepan.

Sebenarnya pihak terkait sudah saatnya segera membuat regulasi, atau terobosan terobosan yang dapat membantu petani dalam menjamin usahanya, sehingga para petani lebih optimal dan merasa ada jaminan harga hasil taninya, tegas Iskhak Subagio.

Sistem informasi yang akurat tentang jumlah kebutuhan dan juga luas areal tanam, sangat mutlak sebagai proteksi terhadap petani, ini akan menjamin harga layak ditingkat petani
saat ini petani adalah GAMBLER sejati karena dalam proses bertaninya selalu menggunakan judi dalam tanda kutip sehingga antara harapan dan kenyataannya sangat jauh, sehingga banyak petani yang merugi, Lanjutnya. (Red)

Warga Kelurahan Sepanjang Berharap Pemkab Sidoarjo, Turun Terkait Limbah CV. Cakrawala Sakti

SIDOARJO – Limbah cair yang dialirkan oleh CV. Cakrawala Sakti ke saluran air di Simowau, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, pada hari Selasa 26/10/2021 kemarin, warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan dinas terkait segera bertindak.

Pengurus RT dan RW wilayah setempat, berencana akan membuat surat kesepakatan dengan pihak perusahaan CV, Cakrawala Sakti
di JL Trunojoyo, Sepanjang, dan menunggu tindak lanjut dari Pemkab Sidoarjo.

BD nama samaran selaku ketua RT setempat mengatakan ke awak media kalau dirinya akan berkoordinasi ke RW terkait pencemaran limbah cair yang dikeluarkan oleh CV. Cakrawala Sakti.

”Saya akan kordinasi dengan para pengurus RT dilanjutkan ke RW tentang isi di surat tersebut, intinya bahwa warga tidak ingin perusahaan CV. Cakrawala Sakti membuang limbah cair ke saluran air warga dan tidak ingin kejadian ini terulang kembali, nantinya surat kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh Para ketua RT dan RW serta pihak CV Cakrawala Sakti”. Kata BD ke awak media

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, CV Cakrawala Sakti diduga membuang limbah ke saluran warga Simowau, yang mengakibatkan air di selokan tersebut, berubah warna dan menimbulkan bau yang sangat menyengat, bahkan sampai membuat sesak.

Perwakilan perusahaan, Ronny mengatakan kalau bau menyengat dari perusahaan CV. Cakrawala Sakti ini karena ada pembersihan tandon atau pengurasan tandon.

“Bau menyengat ini karena adanya pengurasan tandon yang dilakukan secara berkala oleh pihak Perusahaan, sebelumnya belum pernah ada masalah, baru kali ini, terus yang mengalir ke selokan warga tersebut, bukanlah limbah, kerena kami tidak memproduksi bahan kimia, hanya membeli dari supplier, melakukan pengisian dan pencampuran, jadi itu bukan limbah”. Jelasnya Ronny ke awak media

IM warga sekitar mengatakan, ia menanyakan keperwakilan perusahaan dengan adanya limbah tersebut.

“Perwakilan perusahaan sudah mengecek ke lokasi, dan bertanggung jawab dengan upaya penyemprotan supaya tidak bau, dan menyedot dengan mobil sedot WC, tapi apa bisa menyelesaikan dampak yang ditimbulkan” tanyanya IM pada hari Kamis (28/10/2021).

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD LSM Gempar (Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat) Sidoarjo Sunyoto mengatakan. Pihak perusahaan tidak boleh membuang langsung sisa pengolahan atau limbah ke saluran air, apalagi disitu pemukiman warga yang padat penduduk. Jelas merusak ekosistem dan lingkungan, belum lagi efek yang ditimbulkan bisa mengganggu kesehatan, memang efeknya yang disebabkan tidak dirasakan langsung,” jelasnya Sunyoto

Dengan kejadian tersebut LSM gempar Sidoarjo akan mengambil langkah dan segera melaporkan ke pihak- pihak terkait Sampai masalah ini selesai,” pungkas Sunyoto.

Diwaktu berbeda orang nomer 2 di Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi. SH saat dikonfirmasi awak media Gempur News lewat aplikasi WhatsApp menyampaikan, pihaknya sudah berkordinasi dengan DLHK Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut.

“Udah mas kordinasi DLHK,” balasan H. Subandi lewat aplikasi WhatsApp. (Yuli, Bersambung)

Pemdes Sumbermujur Bagikan BLT DD Bulan Oktober dan Vaksinasi

LUMAJANG – Pemeritah Desa Sumbermujur melaksanakan pembagian BLT Dana Desa Bulan Oktober yang bertempat di Balai Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Kamis (28/10/2021).

Acara pembagian BLT tersebit berlangsung kondusif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Sebanyak 147 Keluarga Penerima Manfaat telah mendapatkan haknya berupa BLT DD sebesar Rp. 300.000 .

Pembagian BLT DD ini dimulai dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 11.00 WIB, diberikan oleh perangkat Desa Sumbermujur dan juga didampingi oleh BPD serta disaksikan oleh Forkompimka Kecamatan Candipuro

Dalam kesempatan tersebut, Kaur pemerintahan Desa Sumbermujur menyampaikan sedikit arahan tentang pentingnya vaksinasi.

“Masyarakat Desa Sumbermujur harus sudah mendapatkan vaksinasi sampai dosis ke 2, karena hal tersebut selain membantu melindungi diri dari virus korona yang sampai saat ini belum dinyatakan selesai,” kata dia, Kamis (28/10/2021).

Ia mengatakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan juga pola hidup sehat. serta beliau juga menambahkan

Dirinya berharap agar masyarakat desa Sumbermujur tetap waspada pada virus korona ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

“Walaupun saat ini keadaan sudah sedikit mulai membaik, namun sikap hati hati dan mawas diri harus tetap diperhatikan,” pintanya.

Bersamaan dengan pembagian BLT DD tersebut, juga dilaksanakan vaksinasi tahap 1 bagi warga yang belum mendapatkan suntikan vaksin dengan kuota 500 orang.

Kontributor : Markasan
Editor : Bambang

Format Tuntut Pemkot Pasuruan Perbarui MoU dengan Senkuko

PASURUAN – Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021, Forum Rembug Pasuruan (format), yang terdiri dari beberapa lembaga sosial masyarakat (LSM) melakukan audensi dengan Pemerintah Kota Pasuruan.

Menindaklanjuti agenda pertemuan itu, Pemkot Pasuruan diwakili oleh Eakil Walikota, Adi Wibowo dan Kepala Disperindag dan Dinas Koperasi.

Agenda dalam audensi, yang digelar di ruang Suropati gedung Pemerintah Kota Pasuruan, tersebut adalah menuntut penindakan sentra pengkulakan koperasi Senkuko.

Menurut Ismail Maki, ketua format, penanganan atas polemik di sentra koperasi senkuko selama ini diduga menyalahi aturan.

Pasalnya, dalam surat perjanjian kontrak yang dibuat, terindikasi merugikan Pemerintah Kota Pasuruan. Sebab selama masa kontrak terhitung terlalu murah.

“Itu merupakan suatu kerugian apabila pemerintah tidak mengambil sikap baik melalui langkah pencegahan maupun penindakan,” tegas Ismail.

Sebelum menutup narasinya, Ismail berpesan agar pemerintah bisa memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) dengan sentra koperasi senkuko yang menjadi salah satu aset penting Pemerintah Kota Pasuruan agar kinerjanya ke depan lebih baik.

Sementara itu, Sugeng yang merupakan ketua umum LPK menanyakan status kepemilikan koperasi Kebonagung Jaya atau koperasi senkuko.

“Sampai kini belum jelas statusnya,” ungkap Sugeng.

Apabila ditelusuri, imbuh Sugeng, banyak sekali koperasi yang hanya numpang atau legalitas ke koperasi lain yang berakibat tidak jelas.

“Apalagi dalam penerimaan dana 500 juta rupiah program komisi B, yaitu pemberdayaan masyarakat untuk seluruh UMKM yang ada di Pasuruan, di waktu lalu antara koperasi Kebonagung Jaya apa Sentra Pengkulakan Koperasi Senkuko. Kami minta ditindak lanjuti oleh Pemkot Pasuruan,” jelas Sugeng.

Sugeng juga menambahkan, dalam perjanjian sewa yang berubah hingga muncul menjadi hak guna bangunan HGB yang semakin bertambah luasnya.

“Namun kontribusi dan sewa kios ke pemerintah masih murah yang mengacu pada perjanjian lama,” tukasnya.

Pada akhir pertemuan itu, Abdul Muin, ketua DPC LSM Penjara Indonesia, membacakan 4 tuntutan diantaranya yakni meminta kepada Walikota melakukan pembatalan perjanjian yang lama dan memberi surat denda atau tagihan kerugian.

Serta, penjatuhan sanksi penutupan sementara sentra pengkulakan koperasi Senkuko selambatnya 15 hari dari surat diterima oleh pemerintah yang ditandatangani oleh 9 LSM dan 2 LBH tersebut. (tim)

Sinergi dan Kolaborasi Untuk Peningkatan Literasi Masyarakat di Kabupaten Jember

JEMBER — Demi mendukung cita-cita perpustakaan mewujudkan kesejahteraan masyarakat lewat literasi, perpustakaan sudah seharusnya menjadi ruang ide, gagasan, kreativitas dan inovasi, serta wisata dan edukasi.

Hal itu yang disampaikan oleh Diputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan nasional Drs. Deni Kurniadi, M. Hum saat gelaran talk show Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Kabupaten Jember, Kamis, (28/10/2021).

Harapan dan cita-cita tersebut akan lebih mudah dicapai jika ada kesamaan persepsi dan sinergi dari semua pihak, mulai dari legislatif, eksekutif, dan akademisi.

“Sinergi seluruh perpustakaan dan berbagai sektor sangat penting,” terang Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Deni Kurniadi.

Langkah sinergi sejauh ini telah dijalani Perpustakaan Nasional dengan berkolaborasi dengan 495 dinas perpustakaan di seluruh Indonesia.

Senada dengan itu, Bupati Kabupaten Jember mengatakan, kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat menjadi bentuk sinergi yang baik karena diharapkan mampu memantik kesadaran semua pihak, dalam mengembangkan perpustakaan di Kabupaten Jember.

“Pemerintah Jember butuh pihak legislatif, eksekutif, akademisi, dan dukungan dari seluruh pihak untuk meningkatkan tingkat kegemaran membaca dan literasi masyarakat,” tutur komisi X Purnamasidi.

Sebagai kabupaten yang berada di Tapal Kuda, Kabupaten Jember memiliki cita-cita masyarakat yang berbudaya baca aktif melalui pemanfaatan perpustakaan. Keberadaan perpustakaan harus benar-benar dimaksimalkan oleh masyarakat sehingga tidak menjadi menara gading.

“Perpustakaan bukan sekedar meningkatkan kecerdasan tetapi sudah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Hendy.

Pada kesempatan yang sama, Perpusnas menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil perpustakaan keliling dan Pojok Baca Digital (Pocadi) bagi peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat Kabupaten Jember

” Kami juga dibantu oleh perpustakaan nasional indonesia, yaitu sebuah mobil lewat aspirasi komisi x Purnamasidi, harapan kami kolaborasi ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat jember”. Ujar Hendy siswanto

Buta aksara di jember masih menjadi prioritas utama karena tingginya angka tersebut kami harap semua pihak bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan budaya membaca dan bisa mencerdaskan masyarakat jember, agar jember lebih baik lagi dan lebih maju.

“Adanya buta aksara yang masih tinggi dijember, menjadi PR kita semua, dari semua kalangan baik temen legislatis. Pemkab jember serta para jurnalis untuk bisanya mensosialisasikan gemar membaca yang nantinya untuk kesejahteraan masyarakat jember serta untuk peningkataan mutu masyarakat jember dan menjadikan jember lebih baik”. Ungkap Hendy

Pemkab jember akan memberikan program pojok baca di tiap tiap tempat usaha, kuliner dan wisata yang mana bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat jember dan meningkatkan budaya membaca sesuai dengan amanat dari UUD dan juga kemajuan kita bersama

” Kami akan menempatkan beberapa persyaratan di tempat wisata dan juga kuliner serta mereka yang akan membuka ijin usaha baru, untuk menempatkan pojok baca di tiap tiap usahanya dan tiap tempat yang ada supaya budaya membaca di jember lebih meningkat”. Ujarnya mengakhiri. (Son)

Polda Jatim dan Polres Jajaran Amankan 72 Anggota Pesilat Pelaku Kekerasan dan Pengerusakan

SURABAYA,- Timsus Opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Tim Buser Satreskrim Polres Jajaran Polda Jatim. Berhasil mengungkap tindak kekerasan yang terjadi selama bulan September sampai dengan Oktober 2021.

Peristiwa kasus kekerasan yang melibatkan perguruan pencak silat ini terjadi di delapan Polres/ ta jajaran polda jawa timur. Diantarnya, Polres Lamongan lima laporan, Polres Jombang dua laporan, Polres Kediri Kota satu laporan, Polres Gresik dua laporan, Polres Nganjuk delapan laporan, Polresta Malang Kota satu laporan, Polres Blitar satu laporan.

Sehingga kasus kekerasan yang melibatkan perguruan pencak silat ini sebanyak 8 (delapan) laporan, dengan total sebanyak 22 laporan.

Sementara itu dari hasil pengungkapan ini, polda jawa timur mengamankan 72 orang pelaku kekerasan dari masing-masing polres. Dari total tersebut, jumlah orang pelaku dengan usia dewasa sebanyak 53 orang, sedangkan 19 orang masih anak-anak, Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Sedangkan masing-masing polres jajaran mengamankan para tersangka atau pelaku kekerasan. Polres Lamongan 16 orang (13 dewasa dan 3 anak), Polres Jombang 6 orang (6 dewasa), Polres Kediri Kota 2 orang (2 dewasa), Polres Gresik 1 orang (1 dewasa), Polres Nganjuk 34 orang (24 dewasa dan 10 anak), Polresta Malang Kota (5 orang (4 dewasa dan 1 anak), Polres Blitar 2 orang (2 dewasa) dan Polres Bojonegoro 5 orang (5 anak).

“Motif para pelaku merupakan anggota perguruan pencak silat yang ada di wilayah Jawa Timur. Yang melakukan kekerasan secara bersama-sama kepada orang ataupun barang dimuka umum, pada saat konvoi di jalan setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin maupun kegiatan pengesahan,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (28/10/2021) siang.

Para pelaku ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP yaitu, tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

“Perbuatan para Tersangka diancam dengan pidana penjara 7 (tujuh) tahun jika menyebabkan luka, 9 (sembilan) tahun jika menyebabkan luka berat, dan 12 (dua belas) tahun jika menyebabkan meninggal dunia,” tambahnya.

Adanya tindakan kekerasan yang terjadi ini, polda jatim tidak memberikan ruang kepada para pelaku kekerasan baik terhadap orang maupun barang yang dilakukan secara bersama-sama. Khususnya yang melibatkan para anggota perguruan pencak silat di wilayah Jawa Timur.

“Oleh karenanya, polda jatim akan melakukan penindakan hukum secara tegas, termasuk kepada para ketua perguruan pencak silat yang anggotanya terlibat untuk dimintakan pertanggungjawaban secara hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Kabid Humas.

Selain itu, aparat penegak hukum baik Polres maupun Polda Jatim. Sudah berkali kali melakukan pertemuan dengan para pemimpin dari masing-masing pimpinan perguruan pencak silat. Namun nyatanya, sampai saat ini masih saja terjadi kekerasan dan pengerusakan di muka umum.

“Nanti kita akan panggil masing-masing pemimpinnya guna mempertanggung jawabkan perbuatan anggotanya,” pungkasnya.

Merujuk pada ketentuan dalam Pasal 19 dan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, terhadap Tersangka Anak/ABH tidak dilakukan penahanan.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto menyebut, harapannya kedepan kekerasan yang sudah terjadi tidak terulang kembali.

“Saya berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” ucapnya.(tim)

Pria Asal Trenggalek, Sang MAESTRO Lintasan Balap Sirkuit Mandalika

0

MATARAM – Matahari menjelang senja, tapi Suhaili masih tak beranjak dari Sirkuit Mandalika. Pekan lalu, gempurnews mendapatinya sedang menyusuri bagian demi bagian sirkuit jalan raya MotoGP pertama di dunia tersebut. Sesekali di tengah track utama sirkuit, Suhaili terlihat duduk jongkok. Tangan kanannya lalu meraba aspal sirkuit. Terus berulang dilakukannya di banyak titik.

Begitulah hari-hari Suhaili sekarang. Tak ada lagi deru kendaraan penghampar aspal di sana. Pengaspalan sirkuit memang sudah rampung lama. Tapi, bukan berarti tanggung jawab pria kelahiran 1957 ini sirna begitu saja. Saban hari dia selalu mengecek kondisi sirkuit. Pagi dan sore. Memastikan aspal sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut tetap dalam kondisi terbaik hingga nanti dipakai pada ajang World Superbike pada 19-21 November.

“Sirkuitnya kan tinggal sebentar lagi akan dipakai untuk WSBK,” kata Suhaili kepada para pewarta.

Suhaili adalah tim ahli yang didatangkan secara khusus oleh kontraktor pelaksana bersama pihak ITDC dan MGPA untuk membuat campuran Stone Mastic Asphalt (SMA) Sirkuit Mandalika. SMA, adalah aspal khusus yang dipakai untuk sirkuit di seluruh penjuru dunia.

Tak banyak ahli pencampuran aspal jenis SMA ini di Indonesia. Bahkan, Pusat Penelitian Pengembangan Jalan dan Jembatan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hanya memiliki dua orang ahli pencampuran aspal jenis SMA. Suhaili adalah seorang di antaranya.

Karena langka, maka jangan heran, jika Suhaili yang sebetulnya sudah pensiun dari berdinas di Kementerian PUPR pada 2013 silam, kini harus dipanggil kembali. Karena keahliannya, di Kementerian PUPR, Suhaili dijuluki sebagai ‘Bidan Aspal’.

Suhaili pun menjelaskan karakteristik aspal jenis SMA ini. Aspal ini memiliki tekstur permukaan kasar dan timbul. Karena itu, aspal harus dibuat khusus agar tidak mudah licin. Karena kenaikan antara tingkat kekesatan dan kecepatan linier.

“Makanya teksturnya lebih kasar. Kalau aspal biasa di jalan raya disiapkan untuk kecepatan sekitar 120 kilometer per jam. Kalau aspal jenis SMA bisa untuk kecepatan 360 kilometer per jam,” katanya.

Itu sebabnya, di jalan raya biasa, ketika pengendara melaju dengan melebihi batas kecepatan cengkeraman sirkuit, maka jalanan akan menjadi sangat licin bagi pengendara tersebut. Namun dengan aspal jenis SMA, meski pembalap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, aspal ini tidak mudah licin.

“Makanya, aspal SMA ini bisa juga untuk landasan pacu bandara. Karena ketika pesawat landing dengan kecepatan tinggi atau saat take off, roda pesawat tidak mudah tergelincir,” katanya.

Persentuhan Suhaili dengan aspal jenis SMA memang sudah sangat lama. Suhaili pula yang mengarsiteki pembangunan lintasan khusus berbahan aspal SMA milik pabrik ban ternama Indonesia Gadjah Tunggal. Lintasan tersebut kini menjadi fasiltias utama mengecek standar ban yang diproduksi Gadjah Tunggal.

Itu sebabnya, manakala diminta untuk mengarsiteki pencampuran aspal SMA Sirkuit Mandalika, Suhaili sudah tahu persis bagaimana dia harus memulai bekerja. Maka, jangan heran, jika secara khusus, Suhaili memobilisasi perangkat Aspalt Mixed Plant (AMP) dari Jakarta ke lokasi Mandalika. AMP tersebut tadinya khusus digukana untuk memproduksi aspal khusus untuk runway bandara.

Proyek Sirkuit Mandalika memang bukan proyek biasa. Selain karena ada marwah negara yang dipertaruhkan, sirkuit ini juga menuntut standar kelas dunia yang diawasi Federasi Motor Internasional dan Dorna Sports, dan harus tuntas dalam jangka waktu yang pendek.

Pada awal mulanya, sempat ada keraguan dari konsultan FIM dan Dorna Sport. Di hadapan tim konsultan tersebut, Suhaili lalu mendemonstrasikan pencampuran aspal jenis SMA di AMP yang secara khusus didatangkan dari Jakarta tersebut. Hasilnya, bukan hanya memenuhi aspek standar dari sisi teknis. Lebih dari itu, konsultan FIM dan Dorna sangat puas.

AMP yang didatangkan tersebut memang bukan ecek-ecek. Sekali produksi, AMP ini bisa menghasilkan tiga ton aspal SMA siap pakai. Dan inilah yang menjadi kunci pengaspalan Sirkuit Mandalika bisa dikerjakan dengan cepat. Sirkuit ini menjadi salah satu sirkuit tercepat yang dibangun di dunia, lantaran hanya memakan waktu 1,1 tahun saja.

“Saya nggak pernah tidur,” kata Suhaili berkelakar.

Tentu mengerjakan Sirkuit Mandalika bukanlah mulus seluruhnya. Kendala demi kendala berdatangan. Misalnya, tiga orang timnya terpapar Covid-19. Otomatis ia harus tetap bekerja memastikan proses mixing aspal Sirkuit ini dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Suhaili bersyukur, situasi tersebut bisa dilalui.

Beberapa kali pula, aspal yang sudah diproduksi terpaksa digunakan di tempat lain karena tidak sempurna. Ada aspal yang sudah panasnya bagus kemudian bercampur dengan aspal yang over panas. Otomatis, aspal tersebut tidak bisa dipakai di sirkuit. “Saya minta dibuang digelar tempat lain. Jangan di sirkuit,” katanya.

Suhaili memang sangat detil. Pencampuran aspal jenis SMA memang harus dilakukan pada suhu 180 derajat Celcius. Berbeda dengan aspal yang umum dipakai di jalan-jalan utama di Indonesia, yang sudah cukup dicampur pada temperature 150 derajat Celcius. Ketepatan temperatur ini sangat dibutuhkan. Sebab, manakala suhu saat pencampuran over panas, maka kelengketan aspal akan kurang bagus. Menyebebakan aspal cepat rusak.

Kendala lain adalah cuaca. Pernah suatu ketika, cuaca di kawasan Mandalika berubah drastic. Akibatnya, temperatur aspal yang sudah siap pakai pun anjlok. Akibatnya fatal. Jangan kaget, jika dengan enteng Suhaili harus memerintahkan 90 ton aspal yang sudah siap harus dibuang ke tempat lain. Suhaili tidak ingin aspal tersebut digelar di Sirkuit Mandalika.

Itulah pilihan yang harus diambil untuk mewujudkan sirkuit terbaik di dunia. Karenanya, jangan heran, jika Sirkuit Mandalika memiliki International Roughness Index (IRI) di bawah 1. Semakin kecil nilai IRI semakin bagus.

“Kalau jalan tol ini nilai IRI-nya 4-6. Jadi kendaraan itu akan sangat seimbang di sirkuit ini dan cengkeramannya terhadap ban sangat kuat,” kata Suhaili.

Kemudian sirkuit ini juga didesain memiliki kelekatan yang bagus dengan adanya campran selulosa dan kapur. Ditambah Bitumen, bahan pembuatan jalan hasil campuran aspal yang sudah siap untuk membuat jalan, juga cukup tebal sehingga tidak mudah rusak akibat oksidasi atau proses kimiawi. Unsur aspaltin atau fraksi berat dan maltin fraksi ringan sirkuit ini didesain dengan jangka usia puluhan tahun. Fraksi berat dan fraksi ringan, adalah dua unsur bahan penting pembuatan aspal jalan.

“Kalau hujan, sirkuit juga cukup aman karena kemiringannya sampai 2 persen dan didukung drainase hauraton,” papar pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur ini.

Kini, Suhaili sepenuhnya sudah plong. Sirkuit terbaik bakal digunakan dalam hitungan hari. Tapi, tugas sekali lagi belum selesai untuknya. Sebab, Suhaili kini dipanggi kembali menjadi Widya Iswara untuk menjadi pengajar di Kementerian PUPR.

Selain ahli dalam aspal jenis SMA, Suhaili juga ahli dalam bidang jembatan dan jalan. Ia adalah arsitek yang menghasilkan acuan penentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pembangunan jalan dan jembatan. Termasuk dalam pembuatan jalan beton standar yang kini menjadi acuan pembangunan jalan beton di seluruh Nusantara.

Dari tangannyalah kini, ahli-ahli pencampuran aspal dan ahli jalan dan jembatan terbaik Indonesia akan terlahir kelak” Tutupnya” (Dhw/robhin)