Home Blog Page 1619

Polres Lumajang Tangkap Pengedar Ribuan Pil Koplo

0

LUMAJANG – Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan pria berinisial CDH (22), warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. CDH diamankan pada Selasa, 12 Oktober 2021 petang oleh unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang di Jl. Kapten Piere Tendean Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang. (12/10/21)

Kasat Resnarkoba AKP Ernowo,S.H. menjelaskan, penangkapan CDH bermula dari adanya laporan dari warga yang resah dengan adanya aksi negatif CDH ini.

“Saat kita amankan, CDH sedang bertransaksi, kami tangkap tangan CDH dengan barang bukti ada 7 plastik pil koplo dengan berbagai merk yang sudah siap edar. Penangkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang terusik dengan aktifitas CDH ini,” ujar Ernowo.

Selain mengamankan barang bukti pil koplo dengan jumlah total 4.333 butir, aparat Satresnarkoba juga mengamankan 1 unit hp, uang tunai sebesar Rp. 460 ribu dan 1 unit motor yang digunakan oleh pelaku ketika bertransaksi.

“CDH berhasil kami amankan berikut barang buktinya berupa 1 kaleng plastik yang berisi 258 butir pil warna putih logo “Y”, 1 plastik berisi 75 butir pil warna putih logo “Y”, 1 plastik berisi 76 butir pil warna kuning logo “DMP / NOVA”, 3 plastik berisi masing-masing 1000 butir atau total 3000 butir pil warna kuning logo “DMP / NOVA”, 1 plastik berisi 924 butir pil warna kuning logo “DMP / NOVA”, kini semuanya sudah kita amankan,” tegas Ernowo.

“Kami juga amankan uang tunai sebesar Rp. 460 ribu diduga dari hasil transaksi, dan 1 unit sepeda motor milik CDH yang pada waktu itu digunakan, Selain itu kami juga mengamankan 1 unit HP milik CDH yang kami menduga HP tersebut digunakan CDH sebagai sarana transaksi, rencananya akan kami dalami kasusnya, semoga saja kami bisa mengungkap penyuplai obat-obatan terlarang tersebut,” tambah Ernowo.

Hingga berita ini diturunkan, CDH masih menjalani pemeriksaan penyidik untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah diakuinya tersebut, kini CDH harus menghuni sel tahanan Satresnarkoba Polres Lumajang bersama tahanan lainnya.

Atas perbuatannya tersebut, CDH terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun. Ancaman itu, sesuai dengan adanya pasal yang ditetapkan oleh penyidik, yaitu pasal 197 atau pasal 196 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 (tim)

Wabup Jember, Respon Serta Dukung Kepolisian Dan Kejaksaan Tumpas Pungli Dijember

JEMBER -Wakil bupati Jember bersama kementrian agama kabupaten Jember pada Kamis,(14/11/2021) meresmikan kampung nelayan sadar zakat diwilayah pesisir selatan Jember.

Kampung ini dibentuk nantinya dapat membantu sesama yang terdampak pandemi, pemkab juga menginisiasi kampung ini agar nantinya juga dibentuk ada disetiap kecamatan se kabupaten Jember selain di Desa Mojomulyo Kecamatan Puger.

Dalam kesempatan tersebut wakil bupati Jember M Firjaun Barlaman, dalam pidato singkat juga menyampaikan, pentingnya rasa empati diantara sesamanya, dan menghidupkan kembali budaya gotongroyong.

“Di era pandemi ini semua masyarakat terdampak secara ekonomi, nah gotong royong sangat diperlukan untuk membantu sesama dari segi ekonomi,” Ujarnya

Selain itu Wakil bupati Jember M Firjaun Barlaman, menyampaikan jika dua juta masyarakat jember urunan setiap hari seribu rupiah saja maka uang yang terkumpul sudah mencapai dua setengah milyar tentu angka kemiskinan yang semakin bertambah akibat pandemi bisa diatasi secara mandiri oleh kabupaten jember.

Selain menghadiri kampung nelayan Zakat, dalam kesempatan yang sama Wabup juga merespon keras terkait dugaan pungli Program pemerintah PTSL, yang beberapa hari lalu ramai dan sudah viral dibeberapa media terkait dugaan yang dilakukan oleh beberapa oknum perangkat desa Dikecamatan Gumukmas.

“Kita beberapa hari yang lalu juga kedatangan tim Saber pungli, bentuk pungli apapun akan kita dukung sepenuhnya untuk dilibas, dan kami akan bantu dan dukung langkah kepolisian dan juga kejaksaan Jember untuk menindaklanjuti hal ini,” terangnya.(son)

Kuak Sindikat Dugaan Pungli PTSL Berjamaah , Warga Desa Kepanjen Buat Dua Posko Pengaduan

JEMBER – Dugaan Pungli Program Tanah Sistematis Lengkap,(PTSL) yang dilakukan beberapa oknum pihak perangkat desa Kepanjen, kecamatan Gumukmas menemui babak baru.Warga yang sudah lama menjadi korban dugaan praktek pungutan liar berjamaah akhirnya mengadu di 2 Posko pengaduan yang dibuat tokoh masyarakat.

Dua posko yang dibuat di Dusun Panggul Melati dan juga Dusun Njeni tersebut diperkuat oleh para tokoh masyarakat yaitu Wagiso dan Parno.

Awal mula dibuka pengaduan yang bernama ” POSKO/ KORBAN PUNGLI PTSL DESA KEPANJEN” yang bertempat di Dusun Panggul melati hingga Kamis,(14/11/2021) sore sudah ada 20 orang warga dari 2 dusun yaitu dusun panggul melati dan Krajan dengan berkeluh kesah masalah uang yang telah mereka keluarkan demi pengurusan tanah atau mutasi tanah antara 1,2- 3 juta rupiah persatu orang.

“Hari ini kita buka posko pengaduan, ini kita lakukan lantaran warga banyak yang menjadi korban dugaan pungli pengurusan tanah yang dilakukan oleh oknum perangkat desa., Warga kita data alamat dan pengaduan seperti apa lalu nantinya kita serahkan ke kejaksaan Jember,” Kata Wagiso tokoh penginisiasi Posko pengaduan.

Wagiso juga kaget saat dibuka Posko pengaduan, ternyata hari ini sudah ada 20 orang yang melapor dengan berbagai permasalahan dan ironisnya lagi ada yang dikasih tanda terima kwintasi oleh salah satu RT.

“Kami Senin kemarin sudah ke kejaksaan untuk permasalahan ini, dan kami akan melanjutkan proses kejelasan masalah ini biar oknum yang bermain main tentang pungli mutasi tanah di hukum, jika kejaksaan Jember tidak lekas bertindak saya mohon maaf jika langsung berangkat ke kejati provinsi Jawa timur untuk tindak lanjut masalah ini,” tegasnya.

Sementara itu ia juga menyampaikan jika di Dusun Njeni tepatnya di rumah Parno juga puluhan pengadu yang datang hingga saat ini.

Terpisah, Amir warga Dusun Panggul melati yang datang ke posko pengaduan sambil membawa 2 bukti kwintasi yang jelas akhirnya menyampaikan hal yang sangat membuat warga lain juga kaget, pasalnya dirinya yang di tarik uang 3,8 juta dengan mutasi 2 bidang tanah oleh seorang RT bernama Misbani.

“Saya kena ,3,8 juta pak, dua bidang tanah dan anehnya di kwintasi ditulis 300 ribu, dan sampai saat sertifikat saya juga belum jadi, saya curiga tanah saya ini di ikutkan program PTSL yang harusnya saya bayar 300 ribu kok sampai bayar 3,8 juta kan ini sudah menipu saya,” geram Amir.

Selain Amir, ada juga warga bernama Nur Imam Safi’i warga dusun Krajan yang mengaku mengurusi tanah 4 bidang juga kena 6 juta namun masih dibayar diawal 1,5 juta.

“Pas waktu sertifikat jadi istri saya mengambil di desa dan tidak dikasihkan namun dibawa Kasun bernama Giman, dan karena saya butuh sertifikat akhirnya saya beranikan diri mengambil 2 sertifikat yang sengaja ditahan oleh Kasun bernama Giman, dan pada saat mengambil saya masih dimintai uang 2 juta, dan kebetulan saya punya uang 1 juta saya kasih kepada yang bersangkutan dan sampai sekarang saya masih hutang istilahnya kepada Kasun tersebut, dan beberapa sertifikat saya lainya juga belum jadi sampai saat ini,” ungkapnya.

Perlu diketahui, ketimpangan dan dugaan pungli program PTSL ini terkuak kepermukaan lantaran pada hari senin kemarin ada sekitar 7 orang yang datang ke sekretariat desa Kepanjen namun tidak ada petugas pokmas yang menemui warga akhirnya pihak kepala desa meredam warga dan menampung keluh kesah warga tersebut.

Namun disinyalir tidak puasnya warga tersebut, akhirnya tokoh masyarakat membuat posko pengaduan pungli PTSL dan alhasil hal tersebut membuat warga antusias datang dan membeberkan semua yang mereka alami beberapa tahun ini terkait permasalahan tanah mutasi dan program PTSL.(son)

Blusukan Ke Desa, Gus Muhdlor Ajak Warga Sukseskan Vaksinasi dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor turun ke desa – desa untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Ada lima desa yang didatangi, yakni desa Lajuk, Kesambi, Kedungboto, Glagaharum dan yang terakhir desa Kebon Agung. Semuanya masuk wilayah Kecamatan Porong.

Selain memastikan ketepatan sasaran bansos, Bupati Gus Muhdlor mengajak masyarakat untuk ikut sukseskan vaksinasi terutama para orang tua atau lanjut usia (lansia). Kamis, (14/10/2021).

Gus Muhdlor memastikan bahwa penyaluran Bansos oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo disalurkan secara merata. Semua perangkat yang terlibat dalam Bansos (Pemerintah Desa, RT, RW), juga turut diperhatikan.

“Bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai tahun ini tidak menginginkan peruntukan Bansos hanya untuk orang-orang itu saja. Peruntukan Bansos harus jatuh ke tangan yang pas,” kata Gus Muhdlor.

Bupati Sidoarjo juga mengajak semua warga untuk kompak melaporkan apabila ada warga dengan status ekonomi menengah ke bawah diketahui tidak menerima Bansos.

“Supaya dilaporkan ke Perangkat Desa untuk diajukan ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

“Kalau ada orang menengah ke bawah kok sampai tidak dapat Bansos, sampeyan (Perangkat Desa) catat jumlahnya berapa, nanti tak kirim dari Kabupaten,”katanya.

Tak hanya ke warga, Gus Muhdlor juga mengingatkan kepada Perangkat Desa supaya lebih mampu mendata dan membagikan Bansos dengan tepat. Perangkat Desa dan Kelurahan juga diingatkan jangan sampai main-main dengan memanipulasi Bansos.

“Berapapun angkanya yang diajukan akan di-acc (diterima), yang penting datanya benar, ada orangnya dan jangan dimanipulasi. Kalau pun ada (manipulasi) ya urusan sampeyan (yang memanipulasi),” tambah Gus Muhdlor.

Perlu diingat dalam Program Bantuan Sosial, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hanya menjadi penyedia Bansos. Untuk pendataan hingga penyaluran diserahkan kepada Pemerintah Desa.

Bupati Gus Muhdlor juga mengajak Kelurahan dan Pemerintah Desa untuk menyukseskan program Vaksinasi di Sidoarjo. Termasuk, bila ada warga yang mengalami permasalahan dalam Program Vaksinasi supaya dikomunikasikan terhadap pihak Kelurahan dan Perangkat Desa untuk mendapatkan pelayanan yang tepat.

“Monggo Kepala Desa, Perangkat, BPD, dan warga yang lain, ayo bareng-bareng bantu Kabupaten. Kalau ada warganya yang belum divaksin njenengan lapor. Kalau kemudian ada masalah divaksin njenengan matur,” imbuh Gus Muhdlor.

Perlu diketahui jenis vaksin di Sidoarjo ini sudah banyak. Untuk itu bagi pihak yang tidak bisa mendapatkan vaksin tertentu karena alasan kesehatan seperti Lansia akan digantikan dengan merk vaksin lain yang sesuai. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan ini dalam rangka memperhatikan Lansia agar mendapatkan pelayanan vaksinasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Gus Muhdlor menjelaskan ketika Sidoarjo tingkat vaksinasinya sudah 99 persen maka resiko penyebaran Covid-19 semakin rendah dan harapannya Pandemi Covid-19 akan berakhir.

Saat ini Vaksinasi dosis pertama mencapai 70 persen lebih, sedangkan vaksinasi kepada Lansia sudah mencapai 47,5 persen. Untuk mengejar ke PPKM Level 1 targetnya 60 persen vaksinasi lansia.

“Menurut hasil survey, orang yang sudah vaksin kemungkinan meninggal karena covid hanya 8 persen, sedangkan yang belum vaksin kemungkinan meninggal 92 persen,” pungkas Gus Muhdlor. (*).

Pertama di Indonesia, Polresta Malang Kota Luncurkan Dispenser Masker

MALANG – Di era digital dan tekhnologi yang terus berkembang mengikuti zaman saat ini semua bisa dipermudah baik dalam komunikasi, pengurusan surat menyurat, layanan, hingga kebutuhan sehari-hari.

Seperti halnya dengan pelayanan public, Inovasi demi inovasi terus dimunculkan oleh berbagai pihak termasuk Polresta Malang Kota yang merupakan Polres jajaran Polda Jatim ini.

Sudah banyak Inovasi Polresta Malang Kota dalam membangun dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat khususnya di Kota Malang saat masa pandemi Covid -19,mulai dari membuka gerai vaksinasi massal, Satgas Trauma Healing Polresta Malang Kota, vaksinasi drive thru dan door to door dan masih banyak lagi.

Kali ini, terobosan terbaru yang digagas oleh Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto yakni inovasi dispenser masker dan hand sanitizer, dalam rangka kepedulian Polresta Malang Kota untuk menegakkan prokes  sekaligus memerangi virus covid-19 khususnya di wilayah Kota Malang.

“Ini salah satu implementasi perintah bapak Kapolda Jatim yang kami laksanakan yaitu Polri secara konsisten akan terus mendukung pemerintah dalam upaya penanganan Covid -19,”terang AKBP Budi Hermanto, Kamis (14/10/21) di Malang.

Kapolresta Malang Kota juga mengungkapkan bahwa inovasi kali ini pihaknya telah bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) yang sekaligus memperkenalkan dispenser masker kepada masyarakat.

“Tujuan kami agar bisa mengoptimalkan protokol kesehatan (prokes) di masa Pandemi Covid -19 ini,”jelas AKBP Buher (sapaan akrab Kapolresta Malang Kota-red).

Dispenser masker ini kata AKBP Buher adalah box yang berisikan masker dan Hand Sanitizer. Dispenser  ini mengusung teknologi “No touch”,  tanpa sentuhan tangan, hanya dihadapkan telapak tangan ke tombol dispenser masker keluar dengan sendirinya.

“Begitu juga dengan hand sanitizer, masyarakat bisa menggunakan hand sanitizer tanpa memencet tombol dispensernya,”tambah AKBP Buher.

Menurut AKBP Buher ide berawal dari saat Pamen Polri ini melihat Vending Machine, yang kemudian muncul kreasi ingin membuat dispenser masker dan hand sanitizer.

Dengan menggandeng  Universitas  Brawijaya, ide tersebut dikembangkan oleh para mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang bersama tim .

”Ini memiliki nilai ganda bermanfaat bagi masyarakat Kota Malang dan juga memiliki  nilai tambah bagi rekan Mahasiswa dalam berkreasi mengeluarkan ide-ide hasil kreasinya di musim pandemi ini,”terang AKBP Buher.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Hadi Suyono menyambut baik atas ide Kapolresta Malang Kota yang telah berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus peduli dalam meningkatkan kreatifitas Mahasiswa di kampusnya.

”Pada prinsipnya kami sangat welcome sekali dengan inovasi berbasis teknologi kompetensi yang berkaitan dengan engineering. Apalagi ide ini matching antara keperluan masyarakat dengan ilmu teknologi di perguruan tinggi,” kata Hadi Suyono.

Dijelaskan oleh Hadi bahwa cara kerja dispenser ini ada dua sensor input yaitu satu sensor masker untuk mengeluarkan, dan sensor kedua Hcsr. Jika terdeteksi jarak 5 cm, maka akan mengeluarkan masker dan cairan handsanitizer. Sementara sisa masker dan handsanitizer bisa ditampilkan di layar counter dispenser.

Untuk diketahui, dispenser masker memiliki kapasitas 70 masker dan 50 ml hand sanitizer, akan ditempatkan di 3 titik Kota Malang yakni di depan Taman Krida Budaya Jl. Suhat, depan Pos Polisi Samapta Alun-Alun, dan di pelayanan publik Mako Polresta Malang kota. (*)

Gandeng PCNU Banyuwangi, Kapolri Kejar Target 70 Persen Vaksinasi

BANYUWANGI – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kegiatan serbuan vaksinasi yang diselenggaran oleh TNI-Polri bersama dengan PCNU, Banyuwangi, di RSNU Mangir, Kamis (14/10/2021).

Sigit mengungkapkan, sinergitas dengan PCNU Banyuwangi dan stakeholder lainnya ini untuk mengejar target vaksinasi sebesar 70 persen yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

“Dan kemudian terkait vaksinasi harus kami tingkatkan dan percepat. Sehingga kemudian seluruh masyarakat Indonesia yang diharapkan Bapak Presiden minimal 70 persen bisa tercapai,” kata Sigit dalam jumpa pers usai meninjau serbuan vaksinasi.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, guna mencapai target tersebut harus dilakukan suntikan vaksin sehari dua juta dosis. Untuk mencapai angka itu, Sigit menyebut, perlu adanya sinergitas dengan seluruh pihak untuk bersatu padu menciptakan kekebalan komunal.

“Jadi target kami bagaimana dalam satu hari bisa dilaksanakan dua juta untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan ini perlu kerja keras kita semua, gabungan dari seluruh tenaga vaksinator untuk bersama-sama bersinergi, bersatu padu, sehingga target pencapaian ini bisa tercapai dan ini tentunya harapan kita semua,” ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Akselerasi vaksinasi, lanjut Sigit, perlu dilakukan lantaran saat ini, Pemerintah telah memberikan kelonggaran terhadap aktivitas masyarakat. Tentunya, kata Sigit, pelonggaran yang ada harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) serta akselerasi vaksinasi.

Dengan begitu, menurut Sigit, potensi laju pertumbuhan Covid-19 tidak terjadi di tengah kelonggaran yang ada. Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus harian virus corona yang cukup tinggi, namun saat ini telah mengalami penurunan drastis. Sehingga, diperlukan upaya yang maksimal untuk menghindari adanya lonjakan kembali terjadi.

Sigit menyebut, penanganan dan pengendalian Covid-19 Indonesia berada di peringkat pertama untuk kawasan Asia Tenggara. Sebab itu, tren positif tersebut harus dipertahankan dengan kerjasama dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat bersama dengan Pemerintah.

“Alhamdulilah Indonesia yang sempat berada di bawah saat ini ada di angka tertinggi. Tentunya ini harus dipertahankan. Beberala penurunan level tentunya ada pelonggaran. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas. Ketika aktivitas masyarakat mulai kembali normal, tentunya kita harus menjaga angka Covid-19 jangan naik kembali. Bagaimana caranya, mau tak mau kita harus melaksanakan prokes yang ketat,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit juga menyinggung soal penanganan terhadap kontingen yang selesai bertanding di PON ke-XX Papua. Pasalnya, Pemda harus menyiapkan karantina yang tepat, guna menghindari terjadinya klaster baru dari hal tersebut.

“Oleh karena itu saya titip juga Pemda, official dan atlet yang kembali paska-PON laksanakan prokes bagaimana dilaksanakan karantina, di tes di PCR lagi. Sehingga dipastikan masyarakat dan official serta atlet dipastikan negatif. Sehingga kemudian bisa berinteraksi lagi dengan masyarakat,” papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan juga untuk melakukan kesiapan ataupun upaya untuk menghadapi beberapa event-event internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri juga menyempatkan untuk menyapa langsung Puskesmas di Banyuwangi, secara virtual. Dalam interaksinya itu, Sigit berharap sinergitas TNI, Polri dan seluruh pihak untuk terus dipertahankan kedepannya.

“Pesan kami walaupun kegiatan vaksinasi rata-rata diatas 58 persen namun prokes tetap dilaksanakan. Sehingga pencapaian tetap 100 persen dan angka Covid-19 bisa dikendalikan. Karena apa sebentar lagi kita menghadapi hari-hari besar, libur panjang. Sehingga tentunya ini resisten akan ada peningkatan kalau kita tidak jaga. Tapi sekali lagi terima kasih atas seluruh kerja keras dari rekan-rekan TNI, Polri Dinkes kecamatan dan relawan yang terus berjuang. Sehingga sampai saat ini laju Covid-19, khususnya di Banyuwangi bisa tertangani dengan baik,” kata Sigit.

Untuk diketahui, kegiatan serbuan vaksinasi ini merupakan inisiasi TNI-Polri dan PCNU Banyuwangi yang dilaksanakan secara serentak di 45 titik yaitu RSNU Mangir Banyuwangi dan 25 Kecamatan di Kabupaten, Banyuwangi.

Lokasi utama pelaksanaan kegiatan Serbuan Vaksinasi ini adalah RSNU Mangir Banyuwangi, sedangkan 25 Kecamatan melaksanakan di masing-masing Puskesmas.

Total target vaksinasi sebanyak 16.000 dosis suntikan. Dengan rincian, 1.500 dosis untuk RSNU Mangir dan 14.500 dosis untuk 25 Kecamatan. (tim)

Panglima TNI dan Kapolri Hadiri Serbuan Vaksinasi 15 Ribu Warga Banyuwangi

BANYUWANGI – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Probowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (14/10/2021), untuk memantau langsung program Serbuan Vaksinasi Covid-19 dan mendorong percepatannya dalam rangka “Herd Immunity” atau kekebalan komunal.

Serbuan vaksinasi ini digelar dan dipusatkan di RSNU Mangir, Rogojampi, Banyuwangi dan dilaksanakan secara serentak di 45 Puskesmas sekabupaten Banyuwangi. Adapun jumlah target vaksinasi sebanyak 15.000 peserta, sebanyak 1.500 di RS NU Mangir dan 13.500 tersebar di 45 Puskesmas, kegiatan ini merupakan kerja sama gabungan dari Dinas Kesehatan, TNI, Polri serta relawan.

Mengawali peninjauan vaksinasi di RS NU Mangir. Panglima TNI Marsekal Hadi menyapa dan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sedang melakukan vaksinasi tahap 1 dan 2 tersebut. Selain Panglima TNI dan Kapolri terlihat hadir dalam kegiatan serbuan vaksinasi maritim antara KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M.Pangko, Armada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825 Banyuwnagi, Danlanal Banyuwangi dan jajaran Forkpoimda lainnya.

“Tujuan kami ke sini adalah untuk mempercepat vaksinasi sehingga target kekebalan komunal bisa tercapai. Kami juga mengingatkan meskipun sudah divaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, dan menghindari kerumunan” ucap Panglima TNI.

“Angka penyebaran Covid-19 sudah mengalami penurunan maka kita patut bersyukur namun, Saya ingatkan dengan apa yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden yaitu kita harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, ini adalah yang terpenting bisa melindungi kita dari terpaparnya Covid-19 sehingga kasus sudah turun,” terang Panglima TNI

Lebih lanjut Marsekal Hadi menyampaikan apresiasi dan berterima kasih serta rasa bangganya kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi karena antusias untuk mengikuti kegiatan vaksin sangat luar biasa.

“Semalam dilaporkan kepada saya dan Bapak Kapolri bahwa target hari ini 15.000 namun baru sore ini sudah mencapai 17.000. Memang diperuntukkan untuk Lansia dan remaja di atas usia 12 tahun. Namun saya ingatkan sekali lagi kepada masyarakat. Apabila hari ini kita masih melaksanakan vaksinasinasi pertama untuk bertanya kepada petugas kapan saya melaksanakan vaksinasi kedua?” papar Panglima TNI.

Harapan Panglima TNI dengan dilaksanakan vaksinasi massal bagi masyarakat Banyuwangi nantinya benar-benar terhindar dari bahaya Covid-19 dan sehingga ekonomi akan terus meningkat.

“Sekali lagi bagi masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin pertama dan kedua hendaknya tetap selalu menggunakan masker supaya tren yang saat ini sedang bagus-bagusnya terus akan bisa kita tekan sampai angka ang paling bawah. Kegiatan dan aktivitas masyarakat semuanya bisa berjalan dengan baik dan tidak terulang lagi kasus sampai puncak seperti yang terjadi pada bulan Juli-Agustus kemarin, sekarang sudah turun,” ujar Panglima Hadi.

“Terima kasih atas kerjasamanya TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinkes dan relawan. Saya dapat laporan dari Bupati juga bahwa banyak relawan yang ikut dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banyuwangi terima kasih atas kerjasamanya,” tutup Panglima TNI.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengingatkan upaya mempercepat vaksinasi guna mendapat kekebalan dari serangan virus Covid-19, dan hal tersebut harus diimbangi dengan kelonggaran kegiatan masyarakat.

“Dengan begitu masyarakat mendapat kekebalan dari serangan Covid-19. Karena vaksinasi merupakan kunci pengendalian Covid-19 sekaligus modal dasar dalam hidup berdampingan dengan virus tersebut,” ujar pucuk pimpinan di kepolisian tersebut.

“Pelaksanaan vaksinasi massal harus terus kita lakukan sampai memenuhi target herd immunity sebesar 70%. Saya sebagai Panglima TNI merasa bangga bahwa sinergitas TNI-Polri yang ada di Banyuwangi sangat luar biasa,” tutur Kapolri.

Dalam kesempatan yang sama Kapolri menyampaikan rasa syukur bahwa saat ini Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur telah mampu melaksanakan dan mengendalikan angka penyebaran Covid-19 hingga di bawah angka 1.000.

“Saat ini Indonesia berada diurutan nomor satu untuk pertumbuhan penanganan Covid-19 di Asia Tenggara. Apalagi kalau kita lihat di negara tetangga kita Singapura dan Malaysia serta beberapa negara lainnya. Alhamdulillah Indonesia saat ini yang tadinya berada di bawah saat ini berkat kerjasama dan sinergi seluruh komponen yang ada angka penyebaranb Covid-19 bisa dikendalikan,” ujar Kapolri.

Lebih lanjut Kapolri berharap dengan adanya pelonggaran sehingga masyarakat bisa beraktivitas, bandara kan mulai kembali normal masyarakat diminta tetap menjaga angka penyebaran jangan naik kembali yaitu dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan tepat dan kemudian vaksinasi yang mampu menekan angka fatalitras sampai 95%.

Panglima TNI dan Kapolri juga menyerahan Sembako ke perwakilan kecamatan dan desa, dilanjutkan dengan melaksanakan video conference di RS NU Mangir. Video Conference dilakukan untuk berkomunikasi dengan seluruh Puskesmas yang melaksanakan vaksinasi secara serentak. Dalam video conference tersebut Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh aparat yang bekerja keras untuk mengendalikan Covid-19. (tim)

Satreskrim Polres Pasuruan Tangkap Pelaku Judi Online

PASURUAN – Pada minggu pertama bulan Oktober 2021, satreskrim Polres Pasuruan mengamankan S (56) warga Ds. Ngerong Gempol Pasuruan dan M (44) yang beralamat di Ds. Kedungringin Beji Pasuruan Ngerong Gempol Pasuruan.

Keduanya diamankan karena melakukan perjudian melalui situs www.bolagila.com dan www.naga303.com.

Setelah memiliki akun, tersangka melakukan deposit uang di rekening tabungannya yang nantinya digunakan untuk menampung uang dari para pemain dan ditransfer ke bandar.

Tersangka melayani para penombok (pemain-red) sudah berjalan lama kurang lebih 6 bulan.

Modusnya, mereka menampung uang dari sejumlah pemain yang kemudian dikirimkan ke akun seorang bandar judi online.

Setiap bukaan nomer togel online toto macau dan Singapura, tersangka mendapatkan omset 25% dari setiap tombokan.

Selain mengamankan tersangka S, Polisi juga menyita barang bukti uang sebesar Rp.167.000, sebuah HP, 1 buah ATM, selembar kertas berisi nomer togel dari pemain, 1 lembar foto WA berisi tombokan nomer togel toto macau dari penombok, 1 (satu) buah foto bukti transaksi Sebesar Rp.330.000,- (tiga ratus tiga puluh ribu rupiah) dari rekening S ke rekening bandar dan 1 buah foto transaksi tombokan dari Akun SURYA65 (www.bolagila.com).

Sedanfkan dari tersangka M diamankan pula sebuah HP, sebuah kartu ATM, 1 buah buku rekening, dan selembar kertas berisi tombokan nomer togel. (qomar)

Polres Lumajang Salurkan Dana Modal BTPKLW

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP. Eka Yekti Hanantoseno, S.I.K. M.Si., menyalurkan bantuan dalam rangka Program Pemerintah meluncurkan dana modal usaha bantuan tunai untuk para pedagang kaki Lima dan Warung (BTPKLW) yang telah dimulai sejak tanggal 21 September 2021 yang lalu.

Salah satunya kegiatan tersebut dilakukan oleh Kapolsek Pronojiwo Iptu. Basuki Rachmad, S.H., beserta para anggotanya, Selasa (12/10/2021) 11.00 WIB, bertempat di Pelataran Mapolsek Pronojiwo.

Turut hadir dari beberapa instansi terkait, seperti dari staf Kecamatan, Kepala Desa, Danramil 0821/14 Pronojiwo, Kapten inf. Deddy, dan juga ratusan warga masyarakat dan pedagang.

Kapolsek Pronojiwo Iptu. Basuki Rachmad, S.H, mengatakan bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian dari pemerintah.

“BTPKLW ini merupakan suatu kepedulian pemerintah kepada pedagang, khususnya PKL dan warung-warung kecil yang terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya, Rabu (13/10/2021).

Kapolsek Pronojiwo juga menjelaskan, jika dana bantuan yang disalurkan oleh pemerintah melalui Polri yaitu sebesar Rp. 1,2 Juta per orang dan tidak boleh ada potongan sedikitpun.

“Dana diterima secara langsung oleh penerima tunai Rp.1,2 Juta per orang, dana diterima utuh tanpa ada pemotongan apapun,” terangnya.

Misti (45), salah satu warga penerima manfaat Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kepolisian.

“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi, telah memperhatikan kami pedagang kecil yang terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dirinya menyatakan tidak akan menyia nyiakan dukungan dan bantuan ini, sebab akan dipakai buat modal kembali untuk berjualan.

“Modal kami sudah menipis untuk kehidupan sehari hari selama pandemi. Sekali lagi terimakasih ya pak, semoga pak polisi sehat selalu dalam melaksanakan tugasnya,” pungkasnya. (tim)

Kejar Target, 60 Persen Vaksinasi Lansia di Sidoarjo dalam Seminggu

SIDOARJO – Warga lanjut usia (lansia) yang tergolong rentan menurun imunitasnya di tengah masa pandemi, terus menjadi perhatian khusus untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Karena itu pemerintah bersama TNI-Polri terus memasifkan vaksinasi bagi lansia.

Di Kabupaten Sidoarjo akselerasi vaksinasi kini terus menyasar lansia. Mengingat data capaian vaksinasi lansia dosis pertama di Kabupaten Sidoarjo 47 persen. Masih kurang 13 persen untuk mencapai target 60 persen vaksinasi bagi lansia.

Untuk mempercepat terbentuknya herd immunity bagi warga lansia tersebut, Kamis (14/10/2021) bertempat di Rumah Joglo, Desa Jedongcangkring, Prambon, Sidoarjo, sebanyak 500 lansia disuntik vaksin Covid-19, bersamaan dengan 500 orang disabilitas, pelajar dan masyarakat umum.

Hadir memantau jalannya vaksinasi bagi lansia, disabilitas, pelajar dan masyarakat umum di Prambon, Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dan Forkopimka Prambon. Pada kesempatan ini pula, juga dilakukan pembagian bansos, serta vaksinasi door to door ke rumah warga lansia yang tidak mampu dibawa ke lokasi vaksinasi.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, mengapresiasi semangat para lansia untuk berkenan disuntik vaksin. Ini merupakan ikhtiar bersama, dari Pemkab Sidoarjo, TNI-Polri, dan para stake holder dalam penanganan Covid-19. Termasuk upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat.

“Saat ini capaian vaksinasi dosis pertama wilayah kita sudah mencapai 70,33 persen. Sementara vaksinasi bagi lansia masih kurang sekitar 13 persen untuk mencapai target 60 persen vaksinasi dosis pertama bagi lansia,” jelas Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

Ia optimis dalam seminggu ini, target vaksinasi bagi lansia dapat tercapai. Melalui langkah akselerasi vaksinasi menyasar ke pelosok desa. “Seperti hari ini kita lakukan vaksinasi bagi lansia dan disabilitas di Desa Jedongcangkring, Prambon,” imbuhnya.

Sementara itu keterlibatan TNI, Polri bersama bidan desa juga akan lebih dimasifkan guna menggerakan vaksinasi bagi lansia di desa-desa. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pihaknya akan menyiapkan kendaraan vaksinasi keliling yang akan dimotori Bhabinkamtibmas, Babinsa dan bidan desa untuk melakukan vaksinasi ke desa-desa.

“Kita masifkan sinergitas bhabinkamtibmas, babinsa dan bidan desa untuk mendukung percepatan vaksinasi di desa, khususnya bagi para lansia. Termasuk nanti akan disedikan kendaraan vaksinasi keliling, sehingga masyarakat di desa akan mudah terlayani mendapatkan vaksinasi,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Adanya vaksinasi door to door bagi lansia ini, dirasakan manfaatnya para lansia. Seperti diutarakan Mujiah, 70 tahun, warga Desa Jedongcangkring, Prambon, Sidoarjo. Ia yang tinggal sendirian di rumahnya merasa kaget kedatangan Bupati Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo, lalu mengajaknya untuk disuntik vaksin Covid-19 oleh tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, meskipun sempat kaget didatangi Pak Bupati dan Pak Kapolres, saya akhirnya mendapatkan suntikan vaksin dan dapat bantuan sosial. Semoga sehat diri saya dan semuanya,” ungkapnya. (tim)