Home Blog Page 1624

KEJUJURAN

0

Oleh: AB Udayana

Angin berhembus dari selatan menyibak rambutnya yang tergerai sebahu, senyum manisnya seakan tak pernah lepas dari bibir mungilnya, kian menambah anggun penampilannya.

Sonia sore itu ingin menikmati indahnya panorama pantai Wotgalih, yang kata orang dibilang eksotik, bersama dua sahabatnya, erika dan santi, mereka duduk di gazebo yang sudah disediakan oleh pengelola.

Deru ombak, dan desiran angin pantai serasa mengurai kepenatannya selama seminggu yang penuh sesak dengan persoalan dikantornya.

Seminggu sebelumnya, Sonia bersitegang dengan Kuncoro teman sejawatnya, kala itu Sonia bersikeras menyusun proposal harus berdasarkan fakta dilapangan, sedangkan Kuncoro memaksa agar tim menyusun sesuai keinginan Pimpinan.

“Memang kita tahu, penganggaran dan lokasinya berbeda dari realnya, namun ini adalah keinginan bapak yang harus kita patuhi,” ucapan Kuncoro dengan nada tinggi.

“Mas, memang beliau adalah pimpinan yang harus kita patuhi, akan tetapi hal ini menyangkut tanggung jawab kita sebagai tim pelaksananya”. Protes Sonia waktu itu.

Perdebatan semakin meruncing ketika kuncoro mengungkit – ungkit jasanya ketika merekomendasikan Sonia menjadi salah satu staf ahli.

Ternyata demi mencari perhatian dan kepercayaan pimpinan, Kuncoro rela melakukan apa saja tak perduli benar atau salah langkahnya, baginya menyenangkan pimpinan akan memperkuat posisinya sekaligus agar bisa menjadi orang kepercayaannya.

Lain halnya dengan Sonia yang dibesarkan dari keluarga yang cukup kuat memegang amanah, dan selalu berdasar wejangan- wejangan adiluhung, pedoman yang dianut mengharuskan berlaku jejeg tidak mengada – ada dan lebih – lebih jika berakibat merugikan orang banyak, atau merugikan negara, jelas hal ini dianggap wiràng atau perbuatan memalukan.

Akibat perselisihan itu, selama seminggu pekerjaan mereka jadi tarik ulur yang mengakibatkan tim terbelah, dan Sonia dengan jiwa ksatria mengundurkan diri, memilih hidup tenang bersama keluarganya.

Pantai Wotgalih, sore itu nampak ramai pengunjung, Sonia memilih tempat yang agak sepi.

Matanya memandang jauh lepas pantai, yang sesekali dihiasi gelombang ombak yang menerpa batu karang yang sangat kokoh.

Dalam hatinya muncul sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, terlihat ratusan dayung siap mengantar mereka mengarungi samudra harapan.

Kekuatan karang yang keras dan tajam, bukan menjadi halangan bagi Sonia, akan tetapi hal itu sebuah tantangan yang harus dilalui dengan sepenuh hati, untuk menggapai sebuah kesuksesan yang didasari budi pekerti dan nurani.**

Rawan Kriminalitas Dan Balap Liar, Polsek Labuapi Lakukan Giat Patroli Malam

0

Lombok Barat, NTB – Jalan By Pass Bil II dan Perumahan Padat Penduduk di Wilayah Hukum Polsek Labuapi, menjadi sasaran Kegiatan Patroli Malam Jajaran Polsek Labuapi – Lombok Barat, Sabtu (9/10/2021).

Kapolsek Labuapi, Iptu Agus Priyo Wahyono mengatakan, kegiatan patroli ini merupakan Langkah pencegahan oleh jajarannya.

“Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), dan pengawasan penerapan protokol Kesehatan,” ungkapnya.

Protokol Kesehatan pada jam tersebut adalah, mengenai himbauan terkait jam operasional malam, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur NTB dan Bupati Lombok Barat.

“Sedangkan terkait Gangguan Kamtibmas, ataupun hal-hal yang melanggar hukum dan yang dapat menggau ketentraman masyarakat kita antisipasi,” ujarnya.

Terutama, antisipasi Gangguan Kamtibmas Aksi Kriminalitas serta gangguan lainnya seperti Balap Liar, pada tempat-tempat yang berpotensi terjadinya gangguan ini.

“Menyisir seputaran jalur BIL II, Tembolak Pelangi perbatasan Lobar dan Mataram, Underpass Desa Bajur dan Underpass Desa Telagawaru Kec. Labuapi,” ucapnya.

Dimana, pada beberapa titik ini, selain berpotensi terjadinya aksi kejahatan, juga angat berpotensi dijadikan arena balap liar.

“Cara bertindaknya, dengan cara kontrol dan sambang wilayah, serta menghimbau pengendara di jalan by Pass BIL II, menggunakan jalur sesuai dengan peruntukannya,” katanya.

Sedangkan untuk sasaran perumahan padat penduduk, petugas patroli berkesempatan langsung berdialog dengan warga atau penjaga perumahan setempat.

“Saat sambang wilayah, menghimbau warga yang masih berada di luar rumah agar selalu mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Menurutnya, ini untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di Wilayah Kecamatan Labupai Lombok Barat.

“Kegiatan masyarakat yang menonjol di sekitarnya terpantau landai, namun tetap dingatkan untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” Jelasnya”. (Dhw/robhin)

Persiapan Jelang ANBK Bergulir, Dispendikpora Tulungagung Lakukan Persiapan Matang

TULUNGAGUNG – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) ANBK resmi yang telah diluncurkan pada tahun 2019 pengganti UNBK, adalah sebagai satu produk dari Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Secara umum, ANBK merupakan penilaian yang dilakukan di setiap jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat.

Persiapan menghadapi pelaksanaan ANBK itu pun, tengah gencar dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) setempat menggelar pelatihan tenaga teknis Asesmen Nasional Sekolah Dasar yang berlangsung mulai 8-9 Oktober 2021, guna persiapan menghadapi ANBK jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tanggal 8-11 November 2021 mendatang.

“Jadi begini, tenaga teknis yang mengikuti pelatihan ini, nantinya akan memandu dan mendampingi anak dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer,” kata Plt Kepala Dispendikpora Tulungagung, melalui Sekretaris Dinas Syaifudin Juhri, SH, MM, Jumat (8/10/2021) malam.

Pelatihan itu, jelas Syaifudin, lebih kepada Bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti oleh guru maupun pegawai SD yang tersebar di Kabupaten Tulungagung, gunanya mempersiapkan tenaga teknis tersebut untuk memandu, dan mendampingi dalam pelaksanaan ANBK jenjang SD, karena selama ini anak-anak belum terbiasa mengikuti ujian berbasis komputer.

Hal itu lebih kepada nengantisipasi anak yang secara materi siap namun secara operasional perangkat belum siap. Maka dalam bimbingan teknis kali ini para peserta akan diadakan simulasi, gladi bersih dengan begitu dipastikan anak-anak tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat November nanti.

Mengenai pelaksanaan ANBK November nanti, Syaifudin menjelaskan, akan dilaksanakan selama 4 hari, dibagi menjadi dua gelombang, dengan rincian gelombang pertama 8-9 November 2021 sedangkan gelombang dua 10-11 November 2021.

“Ketika siswa tidak bisa mengikuti pada gelombang satu maka bisa ikut di gelombang dua. Makanya sekarang para anak kita jadwal akan ikut yang pertama atau kedua,” paparnya.

Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung mengharapkan dengan pelatihan teknis untuk memantapkan kesiapan dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer nanti biar tidak terjadi kendala, karena kita ketahui ANBK nanti 80 persen online murni dan 20 persen semi online.

“Dalam artian, maksud dari semi online soal diunduh dulu kemudian secara offline baru disampaikan kepada klien-klien, sedangkan online murni, klien dapat langsung komunikasi dari Pusat,” harapnya.

“Dengan begitu, perlu adanya penguatan dari teman-teman sebagai pendamping di lapangan jangan sampai terjadi kesalahan dimulai dari ngunduh kemudian input, dan lainnya akan dibantu oleh pendamping yang dilatih hari ini,” Jelasnya”. (Team/red)

Pemkab Jember bekerja sama dengan Lanud Abdulrachman Saleh kebut Vaksinasi.

JEMBER. Pemerintah Kabupaten Jember terus berusaha untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Kali ini Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman meninjau pelaksanaan vaksinasi di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Sabtu (09/10/2021).

Vaksinasi kali ini merupakan hasil kerjasama Pemkab Jember dengan Lanud Abdulrachman Saleh.

“Kami terus berikhtiar supaya bisa mencapai 50 persen vaksinasi, sesuai ketentuan Pemerintah Pusat, apabila sudah tercapai maka masyarakat Jember diperkenankan beraktivitas lebih leluasa lagi,” kata Wabup Jember Firjaun.

Wabup Firjaun juga menerangkan bahwa Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dalam rangka bertemu langsung dengan Menkomarvest RI Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Pandjaitan guna mendorong percepatan vaksinasi untuk Kabupaten Jember.

Wabup Firjaun menyampaikan animo masyarakat Jember untuk divaksinasi sangat tinggi, atas dorongan ini lah dirinya bersama Bupati Jember akan terus berusaha mencapai target capaian vaksinasi tersebut.

Bantuan vaksinasi dari Lanud Abdulrachman Saleh untuk Kabupaten Jember sebesar 7000 dosis vaksin, sementara persediaan Pemkab Jember tinggal 36 ribu dosis vaksin.

“Apabila itu sudah habis semua, pencapaian vaksinasi akan meningkat di angka 28 persen,” pungkasnya.(son)

Bareskrim Kerahkan Tim Asistensi Terkait Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

JAKARTA – Bareskrim Polri mengerahkan tim asistensi terkait dengan kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, tim asistensi itu untuk melakukan pendampingan terhadap Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait dengan proses hukum kasus tersebut.

“Hari ini tim asistensi Wasidik Bareskrim yang dipimpin seorang Kombes dan tim berangkat ke Polda Sulsel,” kata Argo kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (9/10).

Menurut Argo, tim asistensi Bareskrim Polri tersebut bakal bekerja secara profesional. Bahkan, ditegaskan Argo, apabila nantinya ditemukan bukti baru maka, Polisi bakal kembali membuka perkara tersebut.

Diketahui, Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel menghentikan proses penyelidikan kasus itu. Pasalnya, aparat tidak menemukan barang bukti yang kuat terkait dengan perkara tersebut.

“Kalau ada bukti baru bisa dibuka kembali,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Argo sebelumnya memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini pihak kepolisian sudah melakukan tindaklanjut dari adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, Polisi mengantas ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” ucap Argo.

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya. (tim)

Proyek Pavingisasi di Kelurahan Gading Disinyalir Melenceng dari RAB

PASURUAN – Pekerjaan pavingisasi yang berada di Kelurahan Gading Kecamatan Gading Kota Pasuruan memicu pertanyaan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) AGTIB. Khususnya terkait kualitas pasangan cor beton.

Pasalnya, baru saja selesai pengerjaannya, kini proyek senilai lebih dari 200 juta tersebut sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ketua Umum, LSM AGTIB, Arifin mengatakan, padahal proyek tersebut baru saja selesai, tapi kini sudah mulai rusak.

“Pertanyaannya, bagaimana kualitas pasangan cor betonnya. Termasuk juga sistem pengawasannya,” tegas Arifin.

Masih menurut Arifin, proyek yang dianggarkan oleh Pemerintàh Kota Pasuruan melalui Dinas Pemukiman Rakyat (Perkim) yang berada di kelurahan Gading kecamatan Gading Kota Pasuruan dengan nilai 222.449.000 itu, terpampang di papan nama dikerjakan oleh CV Tri Bayu Perkasa dalam pengawasan konsultan CV Sosro Bahu Raka Infra.

“Ini menunjukkan betapa lemahnya sistem pengawasannya oleh konsultan,” imbuh Arifin.

Arifin menambahkan, hingga kini di lokasi belum ada perbaikan yang seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktor yang mengerjakan.

Senada dengan Arifin, Ketua Umum LSM Garda Pura, Faisol juga membenarkan bahwa disinyalir proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan melenceng dari Rencana Anggaran Bangunan (RAB). Terutama dari volume campuran material yang digunakan.

Hingga berita ini di turunkan pihak kontraktor maupun pelaksana lapangan masih belum bisa dihubungi untuk konfirmasi selanjutnya. (tim)

Persiapan Jelang ANBK Bergulir, Dispendikpora Tulungagung Lakukan Persiapan Matang

TULUNGAGUNG – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) ANBK resmi yang telah diluncurkan pada tahun 2019 pengganti UNBK, adalah sebagai satu produk dari Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Secara umum, ANBK merupakan penilaian yang dilakukan di setiap jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat.

Persiapan menghadapi pelaksanaan ANBK itu pun, tengah gencar dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) setempat menggelar pelatihan tenaga teknis Asesmen Nasional Sekolah Dasar yang berlangsung mulai 8-9 Oktober 2021, guna persiapan menghadapi ANBK jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tanggal 8-11 November 2021 mendatang.

“Jadi begini, tenaga teknis yang mengikuti pelatihan ini, nantinya akan memandu dan mendampingi anak dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer,” kata Plt Kepala Dispendikpora Tulungagung, melalui Sekretaris Dinas Syaifudin Juhri, SH, MM, Jumat (8/10/2021) malam.

Pelatihan itu, jelas Syaifudin, lebih kepada Bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti oleh guru maupun pegawai SD yang tersebar di Kabupaten Tulungagung, gunanya mempersiapkan tenaga teknis tersebut untuk memandu, dan mendampingi dalam pelaksanaan ANBK jenjang SD, karena selama ini anak-anak belum terbiasa mengikuti ujian berbasis komputer.

Hal itu lebih kepada nengantisipasi anak yang secara materi siap namun secara operasional perangkat belum siap. Maka dalam bimbingan teknis kali ini para peserta akan diadakan simulasi, gladi bersih dengan begitu dipastikan anak-anak tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat November nanti.

Mengenai pelaksanaan ANBK November nanti, Syaifudin menjelaskan, akan dilaksanakan selama 4 hari, dibagi menjadi dua gelombang, dengan rincian gelombang pertama 8-9 November 2021 sedangkan gelombang dua 10-11 November 2021.

“Ketika siswa tidak bisa mengikuti pada gelombang satu maka bisa ikut di gelombang dua. Makanya sekarang para anak kita jadwal akan ikut yang pertama atau kedua,” paparnya.

Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung mengharapkan dengan pelatihan teknis untuk memantapkan kesiapan dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer nanti biar tidak terjadi kendala, karena kita ketahui ANBK nanti 80 persen online murni dan 20 persen semi online.

“Dalam artian, maksud dari semi online soal diunduh dulu kemudian secara offline baru disampaikan kepada klien-klien, sedangkan online murni, klien dapat langsung komunikasi dari Pusat,” harapnya.

“Dengan begitu, perlu adanya penguatan dari teman-teman sebagai pendamping di lapangan jangan sampai terjadi kesalahan dimulai dari ngunduh kemudian input, dan lainnya akan dibantu oleh pendamping yang dilatih hari ini,” Jelasnya”. (Team/red)

Komisi III DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 di Surabaya

SURABAYA – Komisi III DPR RI mengapresiasi dan mengagumkan peran Kepolisian yang terlibat membantu pemerintah dalam penanganan covid-19 di wilayah Jawa Timur khususnya di daerah Kota Surabaya. Hal itu disampaikan langsung oleh Adies Kadir saat mengunjungi sekaligus memantau pelaksanaan vaksinasi tahanan di Polrestabes Surabaya.

Komisi III DPR RI Adies Kadir mengatakan, sangat banyak inovasi-inovasi yang mendobrak untuk mensukseskan program vaksinasi demi mewujudkan herd immunity melawan covid-19.

“Kami cukup terkagum-kagum di bawah kepimpinan Pak Kapolda Pak Niko dan juga Kapolres Surabaya Pak Yosep ini, banyak sekali perubahan dan terus berbenah dan yang pasti kepolisian ikut serta membantu pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19,” ucap Adies Kadir, Sabtu (09/10/2021).

Selain itu, Adies Kadir juga menyebutkan saat dalam perjalan menuju Maplrestabes Surabaya menemukan Bus Vaksin Keliling dan mobil-mobil vaksin keliling salah satu inovasi Polri yang dapat menjangkau lokasi-lokasi terpencil di perkotaan hingga pedesaan untuk memberikan vaksin kepada masyarakat.
Pelaksanaan vaksinasi di Polrestabes Surabaya yang ditinjau Komisi III DPR RI dan Kapolda Jatim, ada sebanyak 143 tahanan yang terdiri dari 94 laki-laki dan 49 perempuan untuk menerima vaksin dosis I dan dosis II . Dan perlu diketahui seluruh tahanan itu, sebelum dilakukan vaksin juga dilakukan tes sweb antigen.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A. Yusep Gunawan mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi para tahanan yang berada di Polrestabes Surabaya guna mewaspadai dan mendeteksi dini terkait adanya penyebaran covid-19.

“Bagaimanapun mereka tetap sebagai warga negara yang punya hak yang sama. Tentunya agar mereka sehat dan imunitasnya terbentuk untuk menangkal virus covid-19,” jelasnya.

Para tahanan Polrestabes Surabaya dilakukan di Loby Gedung Anindita, tentunya selama pelaksanaan tersebut para tahanan tetap dalam pengawasan ketat dari petugas. (tim)

Polri Pastikan Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur Sesuai Prosedur

0

JAKARTA – Polri memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono memaparkan kronologi penanganan perkara itu. Mulai dari pihak kepolisian mulai dari tindaklanjut adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, Polisi mengantas ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya. (tim)

Jember Rencana Bangun Pelabuhan dan Dermaga Angkutan Barang dan Perikanan

0

JAKARTA – Harapan agar Kabupaten Jember segera bangkit mengejar ketertinggalan pembangunan lintas sektor, disampaikan langsung oleh Menko Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto.

Hal ini disampaikan saat Menko Marvest RI Luhut BP menerima kunjungan kerja koordinasi Bupati Hendy pada Jumat sore (08/10/2021).
Selain agenda utama untuk melaporkan kondisi dan situasi Jember terkait pelaksanaan PPKM Jawa Bali, dibahas dalam pertemuan itu adalah kesiapan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun dan mengembangkan potensi kelautan yang ada.

“Insyaallah pertengahan Oktober nanti, akan ada pembahasan teknis dengan mengundang pihak Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi,” ungkap Bupati Hendy.

Rencana pengembangan potensi kelautan yang dimaksud ialah pembangunan pelabuhan dan dermaga untuk angkutan barang dan perikanan.

“Pemkab Jember akan bekerjasama dengan investor untuk fokus pada pembangunan pelabuhan angkutan barang, sementara nanti dari Provinsi Jawa Timur yang akan fokus pada pelabuhan untuk perikanan dan nelayan. Ini merupakan sinergi dan kolaborasi yang tepat agar potensi kelautan di wilayah pesisir selatan Jember akan terdorong maksimal,” kata Bupati Hendy menambahkan.

Bupati Hendy sendiri rencananya berada di Jakarta sampai hari Minggu besok untuk bertemu dengan stakeholder-stakeholder pusat.(son)