Home Blog Page 1627

Bangun Sinergitas dalam Pemberantasan Narkotika di Jatim

SURABAYA – Deputi Hukum dan Kerja Sama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Puji Sarwono dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Brigjen Pol M. Aris Purnomo. Kamis siang (7/10/2021) melakukan silaturahmi dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, di selasar lobby lantai gedung Tribrata, Polda Jatim.

Silaturahmi ini dalam rangka koordinasi, terkait sinergi dan konsolidasi Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Wilayah Jatim, langkahnya adalah dengan pembentukan Kampung Bersih Narkoba (Bersinar).

Metode yang diterapkan dengan pola pencegahan preemtif dan preventif, hingga penindakan represif dengan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara BNNP Jatim, Dirnarkoba Polda Jatim dan tokoh agama, serta tokoh masyarakat sekitar, sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan efisien.

Diharapkan dengan silaturahmi ini, sinergitas antara Polda Jatim dengan BNN RI dan BNNP Jatim dapat terwujud, sehingga upaya pemberantasan Narkotika di Jatim dapat berjalan dengan baik dan berhasil mencapai target.

Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dalam keadaan tertib dan aman, serta tetap mematuhi protokol kesehatan. (tim)

DPMD Bondowoso Gelar Bimtek Pilkades Serentak 2021-2027.

BONDOWOSO – Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten BondowosoTahun 2021 akan di gelar pada 15 Nopember 2021 mendatang, sejumlah persiapan terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso salah satunya melaksanakan Bimbingan Teknis bagi Panitia Pemilihan Kepala Desa di wilayah Kecamatan Jambesari darus sholah dengan kecamatan Tamanan (7/10/2021)

Dalam acara bimtek ini di hadiri oleh DPRD Komisi 4,KADIS DPMD,INSPEKTORAT,ASISTEN I,Camat,beserta ketua panitia,Pj sekecamatan Jambesari dan Tamanan.

Camat Jambesari darus sholah Mohammad Taufan S,Sos,MM mengatakan, menyambut baik kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso dan panitia pemilihan kepala desa di wilayah Kecamatan Jambesari darus sholah dan kecamatan Tamanan tersebut.

Kami harapkan seluruh panitia pemilihan Kepala Desa memiliki persepsi yang sama tentang aturan pelaksanaan Kepala Desa yakni Peraturan Bupati Bupati Nomor 39 Tahun 2017 “katanya.

Di samping itu harapan dari camat Jambesari darus sholah untuk pembentùkan PPS jangan sampai dari saudara calon ,kedepan ,kebelakang dan ke samping.

Pertanggung jawaban P-APBD 2021 yang Disahkan pada 30 september 2021
Perbup tersebut menjadi salah satu payung hukum dalam pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Bondowoso.

Di kecamatan jambesari darus sholah ada delapan desa, saya harapkan panitia pilkades di delapan desa ini memiliki pemahaman yang sama tentang aturan pilkades, jangan sampai antar desa berbeda- beda aturannya” ucapnya.

Di samping itu pula harapan dari komisi 4, Rahmad hidayat,setelah pilkades selesi,harus betul betul selesai tampa adanya tuntutan ke ranah hukum.

Kegiatan bimtek pilkades merupakan upaya pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjalankan pasal 31 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dalam hal pemilihan kepala desa secara serentak.

Pilkades serentak di Kabupaten bondowoso dilaksanakan sebanyak 171 Desa,dengan anggaran yang asalnya 11M,menjadi 17 M karena tehnik dari pemilihan satu tempat di balai desa menjadi TPS di tiap dusun.papar Kadis DPMD.

Dirinya berharap, agar panitia pemungutan suara memperhatikan tugasnya dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak dengan tetap mengacu pada Perbup Nomor 39Tahun 2017 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala.

Pelaksanaan bimtek pilkades hari ini berjalan dengan aman dan lancar sesuai prokes.( ARI).

Maksimalkan Capaian Vaksin, Nakes Dijember Diberi Dooprize Khusus

Jember- Bentuk rasa terima kasih atas kinerja Tenaga Kesehatan,(Nakes) yang berjuang tanpa pamrih demi capaian kabupaten Jember dalam pelaksanaan Vaksin, pihak salah satu perangkat desa berikan Dooprize bagi 18 bidan dan perawat.

Bentuk Dooprize tersebut yaitu sebagai bentuk rasa terima kasih atas apa yang dilakukan pihak tenaga kesehatan yang selalu melayani masyarakat tentang pentingnya Vaksin demi pencapaian kabupaten Jember 100 persen yang tersampaikan kepada masyarakat.

Salah satu tenaga kesehatan Retno Putri Amd.Keb puskesmas kencong dengan adanya Doorprize tiba tiba sempat membuat dirinya juga kaget, karena baru kali ini pihak nakes benar benar sangat di prioritaskan.

“Alhamdulillah, kaget kok kami semua dapat doorprize dan dipanggil juga di depan orang banyak saat kita melakukan kegiatan Vaksinasi kepada 300 warga masyarakat kencong” Kata Retno disela sela kegiatan Vaksin, Kamis,(7/10/2021).

Sementara itu, Sekretaris Desa Kencong Yoni Setiawan SH dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan terkait Dooprize dan juga capaian Vaksinasi didesa Kencong.

“Doorprize memang saya sendiri pribadi yang menyediakan, meski tidak seberapa, namun kami sangat berterima kasih kepada tenaga medis yang tanpa lelah memberikan pelayanan vaksin bagi ribuan warga desa kencong, dan hadiah tidak seberapa ini semoga buat penyemangat pihak nakes,” Ungkap Yoni.

Ia juga menambahkan, jika capaian di desa Kencong sendiri saat ini menurut data yang sudah masuk dari pihak perangat RT dan RW sudah 50 persen terserap dengan baik.

“,Kira kira sudah 50 persen, dan kita akan kebut lagi kegiatan Vaksinasi dari pihak pemkab maupun dari dinas kesehatan Jember, selain itu Jum’at besok dan Senin ada vaksin dari polres Jember sebanyak 500 quota yang kita dapat, semoga kabupaten Jember lekas capai 100 persen masyarakat yang telah menerima Vaksin,” Imbuhnya.

Sementara itu, di aula desa kencong, kegiatan Vaksinasi masih berjalan dengan baik dan masyarakat juga antusias mengikuti kegiatan yang dijaga oleh pihak TNI-POLRI tersebut.(son)

Bupati dan Wabup Jember, Bersama BKSDA pusat Serta Jakarta Animal Network, Lepaskan Satwa Liar Ke Nuso Barong

JEMBER — Sebanyak 4 ular Phiton (Pythonidae) dan juga 40 kera ekor panjang( Macaca Fascicularis) dilepas ke Pulau Nuso Barong pada Kamis,(7/10/2021) pagi oleh pihak BKSDA Wilayah 3 Jember.

Dalam pelaksanaan pelepasan satwa liar dilindungi tersebut juga langsung dilakukan oleh Bupati Jember dan wakil serta pihak Jakarta Animal yang dihadiri oleh warga negara asing asal Belgia.

Dalam kesempatan yang sama kegiatan tersebut juga sebagai bentuk peringatan hari Satwa internasional yang diperingati pada 4 Oktober kemarin.

“Pada hari ini kita ada kegiatan melepas siaran monyet ekor panjang, yang dilepas ini merupakan hasil dari rampasan penyerahan dari masyarakat lalu kita lakukan Observasi selama kurun waktu 2 tahun, dan selanjutnya kita lepas liarkan dihabitatnya yaitu hutan dan pegunungan,” Kata Wiwied Widodo Kabid BKSDA Wilayah 3 Jember.

Jenis kera ekor panjang atau bahasa ilmiahnya Macaca Fascicularis ini adalah jenis species yang berkoloni, semoga dengan segera dilepas liarkan di pulau nuso barong jenis kera tersebut lekas bisa menyesuaikan diri dengan kera yang ada disana juga dan berkembang biak dengan cepat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jember juga menyampaikan perlunya menjaga ekosistem, dan pulau nuso barong ini adalah tempat yang pas untuk segala macam habibat hewan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini bentuk sinergi BKSDA Provinsi dan juga Jakarta animal Network dalam agenda pelepasan liar hewan jenis kera ekor panjang dan Phiton ke habibat aslinya.selain itu pulau nuso barong harus kita jaga bersama sama untuk wisata alam dan juga edukasi masyarakat agar saling menghargai tentang kehidupan hewan tersebut,” Kata Bupati Jember H Hendy Siswanto.

Pelepasan hewan liar ke Pulau Nuso Barong tersebut mengunakan 11 perahu nelayan dan membawa 4 kotak khusus hewan dan menempuh waktu kurang lebih 1 Jam dari titik kumpul yaitu di Dusun Njeni, Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas.(son)

Polresta Banyuwangi Didukung Ditreskrimsus Polda Jatim, Ungkap Peredaran Upal Senilai 3,8 M

SURABAYA – Polresta Banyuwangi, didukung Direktorat Reserse Kriminal Khusus, (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, pada 16 September 2021, berhasil mengungkap peredaran uang palsu (upal) di wilayah Banyuwangi, serta rumah produksi senilai Rp 3,8 Milyar.

Atas peristiwa ini, polda jawa timur bersama polresta banyuwangi, berhasil menangkap 5 (lima) orang tersangka, ASP, (63) warga Dusun Sugian, Desa Sugian, Kecamatan Kabupaten Lombok, AAP alias Gus Ali, (44) warga Dusun Kepel, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, AUW, (57) warga Dusun Mojosari, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, AS, (37) warga Dusun Jemblok, Desa Sumo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dan JS, (56) warga Jalan Mulawarman, Desa Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran dan pembuatan uang palsu. Para tersangka dibekuk di rest area pom bensin Kalibaru, Dusun Krajan Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

“Pengungkapan ini setelah adanya informasi dari masyarakat, bahwa ada mata uang pecahan Rp 100 ribu, yang diedarkan di pom bensin tersebut,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (7/10/2021) pagi.

Dari pengungkapan ini, berhasil diamankan uang pecahan Rp 100 ribuan sebanyak Rp 37. 371 lembar dengan nilai Rp 3,8 Milyar lebih. Para tersangka ini membuat sendiri dengan menggunakan mesin yang mereka siapkan.

“Uang palsu ini diproduksi di Bojonegoro, yang diedarkan di wilayah jawa timur, seperti di Banyuwangi dan Mojokerto,” sambungnya.

Sedangkan tersangka yang bertugas untuk mengedarkan uang palsu ini yakni, tersangka ASP alias Pak So, AAP, alias Gus Ali dan AUW, alias Gus Mad.

“Sementara sebagai pemodal yakni tersangka AS, yang mempekerjakan tersangka JS, sebagai pencetak uang,” sebutnya.

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, mengungkapkan, bahwa Tim Resmob dari Sat Reskrim Polresta Banyuwangi, pada tanggal 16 September 2021, pertama menangkap tersangka ASP alias Pak So, di rest area pom bensin Kalibaru, banyuwangi dengan barang bukti uang pecahan Rp 100 ribu, sebanyak 71 lembar.

“Dari pengakuan tersangka ASP, bahwa dia mendapatkan uang itu dari tersangka AAP yang berasal dari Nganjuk,” kata Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu.

Pada tanggal 28 September 2021, sekira pukul 16.00 WIB. Mengamankan tersangka AAP, dan anggota melakukan penggeledahan di rumahnya yang ditemukan dua tas ransel berisi upal senila 1 Juta.

“Pengakuan tersangka AAP, bahwa upal itu ia dapat dari tersangka lain yakni, AUW yang ada di Mojokerto,” tambahnya.

Sedangkan pada tanggal 29 September 2021, sekira pukul 01.0 WIB. Berhasil mengamankan tersangka AUW, dengan mengamankan barang bukti 300 lembar pecahan Rp 300 dengan nilai Rp 30 juta.

“Kita peroleh keterangan kembali, bahwa upal tersebut dia dapat dari seseorang inisial AS, dan akhirnya tim berhasil menangkap dua tersangka lain yakni JS,” pungkasnya.

Para pelaku ini sudah menjalankan aksinya mulai 10 bulan terakhir, sampai saat ini anggota masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 37.371 ribu dengan nilai Rp 3,8 milyar, satu unit laptop, printer, tinta warna merah, alat untuk mencetak uang serta alat potong kertas.

Sedangkan kepada kelima tersangka akan dikenakan Pasal 36 Ayat (2) Juncto Pasal 26 Ayat (2) atau Pasal 36 Ayat (3) Juncto Pasal 26 Ayat (3) Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau denda 10 milyar. (tim)

Percepat Vaksinasi, Wapres Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi dengan Pemda

0

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mempercepat program vaksinasi nasional agar segera tercapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19. Terkait hal itu, Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin meminta agar TNI dan Polri dapat bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat vaksinasi, terutama di daerah dengan capaian vaksinasi rendah termasuk wilayah aglomerasi.

“Saya juga meminta agar TNI dan Polri memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna meningkatkan kecepatan vaksinasi,” ujar Wapres saat memberikan pidato kunci pada Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) Ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg Ke-61 Tahun Ajaran 2021, Rabu (06/10/2021), secara virtual.

Untuk mencapai kekebalan komunal, pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 208,5 juta penduduk Indonesia. Hingga 3 Oktober 2021, secara nasional vaksinasi dosis pertama telah mencapai 45,03 persen dan untuk dosis kedua 25,29 persen. Wapres menekankan perlunya upaya extra ordinary dan masif guna merealisasikan pencapaian target cakupan vaksinasi dalam jangka waktu yang ditetapkan pemerintah, yaitu selama satu tahun.

“Dalam rangka upaya itulah, maka Bapak Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasikan kekuatan, bersama-sama jajaran Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan percepatan vaksinasi nasional,” tegasnya.

Lebih jauh Wapres mengungkapkan bahwa rata-rata vaksinasi harian per minggu di tanah air telah mencapai 1,4 juta dosis per hari. Cakupan vaksinasi harian tersebut harus ditingkatkan menjadi 2,5 juta dosis suntikan agar dapat memenuhi target waktu yang telah ditetapkan.

“Langkah ini juga akan disertai insentif berupa penurunan level PPKM di wilayah yang dapat memenuhi target vaksinasi yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga menekankan perlunya upaya percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) yang saat ini cakupan vaksinasinya juga masih rendah. Dari total sasaran sebanyak 21,5 juta orang, per 3 Oktober 2021 cakupan vaksinasi bagi kelompok masyarakat ini baru mencapai 6,6 juta orang untuk dosis pertama dan 4,4 juta orang untuk dosis kedua.

“Untuk mendukung dibukanya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) kita juga perlu memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga pendidik yang ditargetkan sebanyak 5,06 juta orang. Menurut data sampai dengan tanggal 3 Oktober, baru 2,55 juta yang tercatat telah mendapatkan vaksinasi dosis yang pertama, sedangkan yang telah mendapat dosis yang kedua adalah 2,1 juta orang,” imbuhnya

Wapres menambahkan, cakupan vaksinasi bagi peserta didik juga perlu ditingkatkan untuk menghindari adanya klaster baru di satuan pendidikan seiring dengan mulai dibukanya PTM terbatas.

“Saya meminta perhatian agar para guru, murid, dan orang tua pelajar harus sudah dipastikan mendapatkan vaksin untuk menjamin keamanan proses pembelajaran tatap muka,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, tak lupa Wapres menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI dan Polri yang sejauh ini telah berperan secara signifikan dalam meningkatkan cakupan vaksin.

“Saya juga mengapresiasi pengabdian dan kerja keras para Bintara Pembina Desa/Samudera/Angkasa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang telah dilatih menjadi tracer. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan tracing atau pelacakan penularan virus COVID-19 di masyarakat,” pungkasnya. (tim)

Cicit Ahli Waris Dari Noe mantjah dan Sawati Ragimin, Berjuang Peroleh Keadilan

LUMAJANG — Bermula dari sengketa tanah yang diklaim menjadi milik dari buyutnya, yang sekarang telah berubah kepemilikan dan penguasaannya kepada pihak lain, Fathur Rohman yang merupakan cicit dari pemilik awal, menempuh jalur hukum untuk memperoleh kembali hak atas tanah keluarga besarnya.

Hal itu disampaikan, ketika Fathur Rohman yang ditemani pendamping, Mujib, SH, bertandang ke kantor pusat Media Gempurnews.

Disampaikan adanya sengketa tanah milik buyutnya tersebut bermula dengan adanya perubahan status kepemilikan tanah yang ada di desa Buwek Kecamatan Randuagung.

Menurutnya sengketa tanah tersebut sudah bergulir di persidangan Pengadilan Negeri Lumajang beberapa waktu lalu, dan pihaknya masih melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

Dalam uraiannya, Fathur Rohman menceritakan jika lahan yang tercantum dalam buku kohir letter C no. 21 dan no 85 persil 27- D1 dengan luas 9250 meter dan 3210 meter, serta luas 7070 meter persegi , sedangkan yang keluasan 7070 meter persegi tersebut sudah berdiri bangunan rumah peninggalan b. Sawati Ragimin dan P. Noe Mantjah dengan luas bangunan sekitar 180 meter persegi.

Bangunan seluas 180 meter yang masuk dalam lahan sengketa, saat ini terusik, karena ada pihak yang ingin mengusirnya.

Keluarga kami selaku tergugat, dan prosesnya masih berlangsung di pengadilan tinggi Surabaya, maka tentu keluarga kami tetap bertahan menempati bangunan tersebut, Ujar Fathur Rohman.

Diungkapkan lebih lanjut, dalam proses mencari keadilan, pihak keluarganya juga sudah melaporkan ke aparat yang ada, akan tetapi sampai sekarang masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Mujib, SH, selaku kuasa khusus pendamping, mengatakan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, dan berharap kliennya mendapatkan keadilan sesuai haknya sebagai ahli waris. (Red)

Subdit Gakkum Ditpolairud Tangkap Dua Kurir Pengirim Benur Tanpa Izin di Probolinggo

SURABAYA – Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jawa Timur, menangkap dua orang kurir jual beli beni lobster (benur) di Probolinggo. Pengungkapan ini, setelah adanya informasi dari masyarakat, bahwa di wilayah Banyuwangi – Probolinggo, sering digunakan sebagai pengiriman benur tanpa izin.

Dua orang yang berhasil diamankan yakni, SS, (38) warga Banyuwangi dan RAP, (28) warga Probolinggo. Penangkapan terhadap dua kurir ini, dilakukan pada Rabu (6/10/2021), sekira pukul 08.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, setelah adanya laporan dari masyarakat. Tim dari subdit gakkum ditpolairud akhirnya melakukan Profilling, dan anggota akhirnya mengamankan dua orang.

“Kedua kurir ini bergerak dari Banyuwangi menuju ke Probolinggo. Keduanya ditangkap di wilayah Probolinggo,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu (6/10/2021) siang.

“Barang bukti lobster yang berhasil diamankan sebanyak 38.400 benur,” sambungnya.

Modusnya, bahwa yang bersangkutan mengirimkan benur ini dari Banyuwangi menuju ke Jakarta, dengan menggunakan kendaraan.

“Selain mengamankan ribuan benur, petugas juga mengamankan satu unit mobil yang digunakan sebagai sarana membawa benur,” lanjutnya.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Pol Arnapi, menjelaskan, bahwa kedua orang yang ditangkap adalah sebagai kurir, yang menjual beli benur tanpa dilengkapi izin yang sah.

“Hasil lidik sudah dilakukan beberapa hari, dan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Tim menuju ke lokasi yang dimaksud, untuk melakukan pengejaran kepada pelaku,” ucapnya.

Kasus ini sendiri akan terus dikembangkan terhadap pemilik atau pemodal serta yang menerima. Karena bisnis jual beli benur ini pasti akan ada kelompok-kelompok para pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan awal bahwa pelaku ini sudah melakukan pengiriman sebanyak tiga kali. Dan ini menjadi bahan untuk pengembangan,” tutupnya.

Sedangkan untuk kedua orang yang sudah ditangkap, mereka mendapatkan imbalan sebesar 3 juta untuk setiap pengiriman.

Sementara untuk kedua pelaku akan dikenakan Pasal 92 Juncto Pasal 26 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja Juncto UU Nomor 45 Tahun 2009, tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004, tentang Perikanan Juncto Pasal 55 dan atau 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 8 tahun denda 1,5 M. (tim)

Kadin Kota Cimahi Laksanakan MOU Dengan HIPKI dan HILLSI

CIMAHI — Kadin Kota Cimahi melakukan langkah strategis dengan melakukan MOU dengan Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Kota Cimahi, juga Himpunan Lembaga dan Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) bertempat di Techno Park hari Sabtu, 2 Oktober 2021.

Dalam kegiatan penandatanganan MOU tersebut, hadir Ketua Kadin Kota Cimahi Asep Maryadi, pihak Pemerintah Kota didiwakili salah seorang Kabid DisDagKoperin, Rina, sedangkan dari Dinas Pendidikan diwakili oleh Nana.

Ketua HIPKI dan HILLSI Kota Cimahi sangat bersyukur dengan dilakukannya penandatanganan MOU ini, hal ini diungkapkan bersama Ketua HIPKI Kota Cimahi Hj.Neneng Rifa Rubaryah bareng Ketua HILLSI Kota Cimahi Bekti Susilo saat memberikan Keterangannya kepada Wartawan.

Kami Berharap HIPKI dan HILLSI dapat semakin memberikan manfaat juga kontribusi secara meluas bersama Kadin melalui Program-programnya dibidang Pendidikan, Pelatihan dan Kursus.

Dengan dilakukannya Penandatanganan MOU antara Kadin Kota Cimahi, HIPKI dan HILLSI oleh masing-masing Ketua akan semakin melebarkan sayap terus bergerak, bersinergi, berkolaborasi untuk memberikan manfaat bagi Masyarakat, khususnya warga Kota Cimahi melalui bidang pelatihan kerja dan kursus, lbaik dalam program pendidikan kecakapan kerja untuk dilatih sampai hingga proses penempatan kerja baik dalam maupun luar negeri, begitupun dibidang program kewira usahaan untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam meningkatkan ketrampilan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan mampu berdaya saing secara Global, terang Hj.Neneng Rifa Rubaryah bareng Bekti Susilo.

Dalam kesempatan berbeda Sekretaris Kadin Kota Cimahi menyampaikan Program Kadin Kota Cimahi diantaranya, kerjasama dengan HIPKI dan HIlLSI.

“Kadin Kota Cimahi sudah memperkuat kerjasama dengan HIPKI dan HILLSI Kota Cimahi Hal ini sangat membantu untuk kurikulum Dunia vokasi, maka secara perlahan namun pasti Kadin Kota Cimahi menyambung bagian hulu dan hilir agar bisa saling terintegrasi satu sama lainnya.” Ujar Asep Septian Sekretaris Kadin Kota Cimahi.
(A.E.S.)

Kapolda Jatim Tinjau Vaksinasi Presisi di Ponpes Mambaul Ma’arif

JOMBANG – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Forkompimda Kabupaten Jombang, Rabu siang (6/10/2021) melakukan pengecekan vaksinasi Presisi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang.

Sebanyak 2000 vaksinasi ditargetkan untuk para santri dan pengasuh ponpes. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membentuk herd immunity di Jawa Timur, khususnya di lingkungan pesantren.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan pada hari ini, ada 40 orang petugas tenaga kesehatan gabungan, TNI Polri dan Dinkes serta relawan sebagai pelaksana dan direncanakan ada 2000 santri yang akan divaksin, dan ini merupakan wujud suatu sinergi antara pemerintah daerah di sini ada Bupati, TNI, Polri, kemudian pondok pesantren yang didukung oleh relawan.

“Sinergi ini membuahkan hasil yang bagus, di dalam melaksanakan program pemerintah, yaitu vaksinasi ke depan kami dari TNI Polri akan selalu mendukung kegiatan vaksinasi, sehingga kapanpun dan di manapun kami dengan seluruh jajaran siap didatangi, siap diminta untuk membantu, serta melaksanakan dan juga meningkatkan vaksinasi di seluruh jajaran Jawa Timur,” kata Kapolda.

“Sekali lagi terima kasih atas pelaksanaannya semuanya bisa berjalan lancar dan jangan lupa titip pesan supaya kita semua patuh protokol kesehatan,” ucapnya.

“Jadi harus disiplin, sehat. Patuh prokes, sehat. Kalau ingin sehat ya harus patuh prokes dan disiplin. Nah itu yang saya titipkan, kita sekarang bisa mencapai level 1, dan satu-satunya provinsi, itu karena kerja sama yang baik antara semua pihak dan juga pelaksanaan protokol kesehatan,” tutur Kapolda.

“Jadi itu dicapai karena masing-masing dari kita. Orang per orang, kita semua menjadi bagian besar, semua mempunyai peran di dalam menciptakan itu. Sehingga saya, kemudian pengurus Pesantren itu menjadi bagian penting di dalam mewujudkan herd immunity ini,” tandasnya

Dalam kesempatan ini Kapolda juga mengajak masyarakat, khususnya para santri, untuk bersama sama mewujudkan itu semua.

“Ayo jangan lengah tetap disiplin sehingga Jawa Timur dadi sehat kabeh, ekonomi jadi bangkit kembali,” pungkasnya Kapolda Jatim saat meninjau vaksinasi di ponpes Mamba’ul Ma’arif Jombang. (tim)