Home Blog Page 1628

Polrestabes Surabaya Kembali Luncurkan Inovasi Baru Untuk Sukseskan Serbuan Vaksinasi

SURABAYA – Inovasi dan kemudahan pelayanan vaksinasi di Surabaya terus dilakukan oleh kepolisian bersama pemerintah kota Surabaya dan TNI.

Setelah sukses melaunching 22 unit mobil vaksin keliling dan 4 unit mobil masker keliling. Kali ini, Polrestabes Surabaya kembali meluncurkan dua unit bus keliling vaksinasi merdeka yang bakal melayani masyarakat di batas kota Surabaya.

Penempatan dua unit bus tersebut di titik Jalan Ahmad Yani (Bundaran Waru) depan Mall Cito Surabaya dan Jalan Kedung Cowek, exit tol Suramadu arah Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyebut jika inovasi kepolisian bersama tiga pilar, pemerintah kota Surabaya dan TNI terus dilakukan untuk lebih dekat melayani masyarakat, salah satunya dalam percepatan vaksinasi.

“vaksin on the spot yang dilakukan oleh Bus Vaksin ini merupakan tindak lanjut dari akselerasi vaksinasi merdeka,” sebut Yusep saat melaunching Bus Vaksin, Rabu (6/10/2021).

Menurutnya, ikhtiar bersama tiga pilar kota Surabaya itu terus dilakukan agar masyarakat bisa sehat dan ekonomi kembali pulih pasca diterjang badai pandemi Covid 19.

“Meneruskan apa yang sudah pemerintah kota lakukan didukung TNI-Polri, mulai dari gerai vaksinasi skala besar, 22 mobil vaksin keliling yang nanti bakal ditambah sepuluh mobil lagi. Semata-mata agar masyarakat sehat, ekonomi bisa pulih,” imbuhnya.

Menurut data yang diterima Yusep, saat ini vaksinasi di Surabaya sudah mencapai 109 persen untuk dosis satu, 72 persen dosis ke dua dan 91 persen untuk lansia.

“Ini merupakan bukti kami serius melakukan upaya percepatan vaksinasi seusai arahan pemerintah pusat maupaun daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo memuji kinerja Polrestabes Surabaya dalam menyiapkan segala bentuk sarana prasarana penunjang pelayanan vaksinasi bagi masyarakat.

“Ini merupakan langkah yang sangat bagus. Bagaimana Polrestabes Surabaya hadir di tengah masyarakat. Memberikan pelayanan prima salah satunya dengan Bus Vaksin yang ditempatkan di pintu masuk kota Surabaya yang menjangkau bukan hanya masyarat Surabaya namun juga masyarakat Jawa Timur,” kara Herman yang juga hadir dalam launching Bus Keliling Vaksinasi Merdeka itu.

Menurutnya,upaya tiga pilar terutama kepolisian dalam mengajak masyarakat vaksin sangat baik.

“Tidak ada paksaan. Setiap pengendara ditanya memang sudah vaksin atau belum. Kalau sudah bisa lanjutkan perjalanan dengan bukti sertifikat vaksin. Sementara yang belum akan ditawarkan opsi mengikuti vaksi gratis. Ini membangun kesadaran masyarakat pentingnya vaksinasi untuk menghadapi pandemi,” tandasnya. (tim)

Kapolres Pasuruan Meninjau Vaksinasi Kolaborasi Di KUD Sumberejo

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. bersama Komandan Kodim 0819 Pasuruan meninjau langsung vaksinasi kolaborasi di KUD Sumberejo kecamatan Sukorejo Kab.Pasuruan pada hari Rabu, 6 Oktober 2021.

Kegiatan Vaksinasi kolaborasi tersebut diadakan oleh Forkopimka sukorejo bersama KUD Sumberejo dengan target 250 dosis pertama sinovac dengan harapan menuju Herd Immunity di sektor industri dalam mencegah penyebaran Covid-19 bagi karyawan dan masyarakat sekitar.

Kapolres Pasuruan sangat mendukung program vaksinasi di sektor industri demi keamanan bersama karyawan di dalam lingkungan kerja. Para karyawan KUD Sumberejo juga antusias dan merasa senang ada kegiatan vaksinasi di tempat kerjanya.

“Vaksinasi kolaborasi yang digelar dalam lingkup industri ini merupakan program yang sangat bagus dalam membantu program pemerintah dalam melakukan percepatan vaksinasi untuk masyarakat, terutama bagi para karyawan perusahaan di kabupaten Pasuruan,” ujarnya, (6/10/2021).

Kapolres Pasuruan juga menghimbau agar pelaksanaan vaksinasi kolaborasi tetap menerapkan protokol kesehatan utamanya para karyawan perusahaan supaya tercipta lingkungan kerja yang sehat, bersih dan aman dari penyebaran Covid-19. (tim)

Jalin Silaturahmi dengan Inkanas, Kapolres Lamongan Tekankan Pentingnya Jaga Sportivitas dan Fair Play

LAMONGAN – Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, S.I.K., didampingi Kasat Lantas AKP Fybrien Senja I.L, S.I.K dan KBO Sat Lantas, IPTU Asik, S.H menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Inkanas Kab. Lamongan bertempat di lobby Mapolres, Rabu (06/10).

Tujuan kunjungan Inkanas di Polres Lamongan selain untuk menjalin tali silaturahmi juga sekaligus memohon izin atau petunjuk kepada Kapolres Lamongan selaku pembina di wilayah Kabupaten Lamongan terkait dengan kesiapan Porprov yang akan berlangsung di GOR pada bulan November 2021.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menghimbau kepada Inkanas agar selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dalam setiap agenda kegiatan.

“Selalu tanamkan rasa optimisme dan jiwa sebagai pemenang dalam mengikuti setiap kompetisi, dengan banyaknya atlet yang mengikuti pertandingan tentunya akan bisa menambah pengalaman atlet pada saat mengikuti kejuaraan,” harap Kapolres.

Kapolres juga menekankan supaya selalu mengedepankan sportivitas dan sikap fair play pada saat mengikuti kompetisi.

Dalam kegiatan tersebut secara simbolis pengurus Inkanas menyerahkan baju Karate-gi kepada Kapolres sebagai bentuk sinergitas dengan Polres Lamongan yang selalu mendukung Inkanas Kab. Lamongan untuk bisa mengukir prestasi dalam setiap mengikuti berbagai macam kompetisi. (tim)

Konon Sering Di Jadikan Praktek Aborsi, Sosok Mahluk Tak Kasat Mata Sering Muncul Di Tempat Ini

MALANG – Penampakan makhluk astral seringkali terlihat di rumah tua Jalan Sultan Agung, Kepanjen, Kabupaten Malang. Sosok hantu perempuan disebut kerap muncul di rumah tua yang dikenal bekas tempat praktek aborsi sejak zaman Belanda.
Selain itu, ada juga penampakan bocah-bocah yang juga kerap menampakkan diri itu, disebut merupakan jelmaan para korban aborsi.

Saat Pewarta mendatangi lokasi, Selasa (5/10/2021) sore, tampak rumah berpagar cat putih itu, kondisinya terlihat tak terawat lama dan terbengkalai. Dan sekilas bangunan rumah tua yang luas dan besar itu tak tampak angker.

“Kalau yang pernah lihat, katanya ada Sundel Bolong, Kuntilanak dan anak-anak berlarian dalam rumah,” kata Jupriadi (45), juru parkir di kawasan Jalan Sultan Agung – Kepanjen.

Sosok perawat cantik berambut panjang juga seringkali terlihat mengenakan baju berwarna putih. Di rumah tua tersebut ternyata banyak juga makhluk astral lainnya.

Sosok wanita berambut panjang diyakini adalah salah satu perawat yang dulunya disebut membantu proses aborsi seringkali menampakkan diri. Bahkan juga anak-anak korban aborsi dan makhluk astral lainnya juga disebut menampakkan diri.

Jupriadi mengaku, seperti bangunan rumah lainnya, terdapat beberapa ruangan di dalamnya. Beberapa informasi menyebut, salah satu ruangan merupakan kamar aborsi tempat janin-janin dibunuh dan dikeluarkan dari perut wanita-wanita yang datang ke tempat tersebut. Arwahnya bergentayangan hingga membuat takut penghuni rumah.

Selain itu, di rumah tua tersebut juga ada dua ruangan lagi yang digunakan sebagai kantor dan kamar perawatan pasca-aborsi.

“Dulunya mungkin seperti klinik begitu. Memang ada banyak ruangan di dalamnya. Termasuk katanya, salah satu ruangan digunakan untuk mengubur janin telah diaborsi,” Urai Jupriadi. (Dhw/robhin)

Dirgahayu TNI ke-76, Polresta Malang Kota Datangi Markas TNI Beri Kado Tumpeng

KOTA MALANG – Wakapolresta Malang Kota AKBP Danny Heryanto, S.I.K mewakili Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, S.I.K. M.Si datangi Makorem 083/Bdj sambil membawa nasi tumpeng sebagai ucapan dirgahayu TNI ke-76 yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober, Selasa (05/10/2021).

Kedatangan rombongan Wakapolresta Malang Kota AKBP Danny bersama beberapa perwira jajaran Kepolisian Polresta Malang Kota disambut langsung Kasrem 083/Bdj Letkol Inf Letkol inf Akhmad Juni Toa mewakili Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti bersama para Kasi dan staf jajaran Korem 083/Bdj.

Mewakili Kapolresta Malang Kota AKBP Budi, Wakapolresta Malang Kota AKBP Danny menyampaikan, kedatangannya bersama rekan-rekan dari Polresta Malang Kota ini mengucapkan selamat Dirgahayu TNI ke-76. Semoga Sinergitas TNI Polri tetap selalu solid terutama dalam mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republika Indonesia).

“Termasuk menyukseskan program pembangunan nasional salah satunya bersama-sama menyukseskan program vaksinasi nasional. Mulai dari bawah hingga atas kita selalu kompak, sehingga apa yang menjadi tujuan pemerintah dalam mensejahterakan rakyat bisa tercapai secara merata,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, kunjungan ke Makorem 083/Bdj selain ikut merayakan peringatan HUT TNI ke-76 yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober, kami juga ingin hubungan Polri khususnya Polresta Malang Kota dengan Korem 083/Bdj tetap terjalin dengan baik dan semangat kebersamaan semoga tetap jaya selalu.

Mewakili Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti, Kasrem 083/Bdj Malang Letkol inf Akhmad Juni Toa mengucapkan, mewakili keluarga besar Korem 083/Bdj dirinya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini tanpa mengurangi rasa hormat selayaknya yang menerima kunjungan ini Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti karena beliau ada giat di Divisi Infanteri 2 Kostrad.

“Sekali lagi saya ucapan terima kasih atas perhatian rekan-rekan dari Polresta Malang Kota. Kedatangan Wakapolresta Malang Kota AKBP Danny bersama beberapa anggota Polri lainnya sebagai bentuk perhatian dan sinergitas TNI-Polri sesuai dengan tema HUT ke-76 TNI. Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang,” Tuturnya.

Rombongan polresta malang kota ini tidak hanya di Korem 083/Bdj kunjungi Juga Lanal Malang, Denpom, Kodim 0833, Lanud Abd Saleh dengan memberikan tumpeng dan ucapan dirgahayu TNI ke 76 secara langsung. (Dhw/robhin)

Polda Jatim Gempur Kampung Narkoba

SURABAYA – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim bersama Personil gabungan dibantu Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Surabaya, Rabu dini hari (6/10/2021) melakukan penggrebekan di kampung Narkoba, Jalan Kunti, Kecamatan Sidotopo, Surabaya.

Sebanyak 450 pasukan gabungan diturunkan untuk mengamankan lokasi. Setibanya di kampung narkoba ini, petugas langsung melakukan penyisiran di tempat-tempat yang diduga kerap digunakan untuk melakukan pesta shabu.

Tempat tersebut merupakan bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Akses menuju tempat tersebut melalui di gang sempit yang beliku, di tempat tersebut juga telah terpasang alarm pemadam, yang berfungsi untuk peringatan bahwa ada petugas kepolisian datang ke lokasi. Di tempat tersebut petugas menemukan barang bukti 4 poket (sabu).

“Kalau ada petugas datang mau masuk pencet alarm, tujuannya apa, supaya pengedar dan bandar bisa lari kabur
Sehingga tidak sampai tertangkap.
Jadi memang sudah saling mendukung utk kejahatan narkoba,” tandasnya AKBP Syamsul Makali Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim, saat di temui di lokasi Jalan Kunti, Surabaya.

Selain itu, AKBP Syamsul Makali juga mengatakan, dalam operasi ini petugas memburu 3 Target Operasi (TO), namun petugas hanya menangkap 1 TO.

“Giat malam ini, pertama penindakan, ada 3 TO, yang kami targetkan, di wilayah Kunti, Sidotopo, namun dapat 1 TO atas nama MS. Yang 2, tidak ada ditempat,” ucapnya.

Disamping melakukan penindakan, petugas juga melakukan penindakan terhadap orang yang sedari malam sampai pagi di jalan ini, atau orang yang mencurigakan diduga menggunakan narkoba, untuk dilakukan tes urine.

Lebih lanjut, Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim menjelaskan. kenapa harus membawa pasukan banyak?

“Karena memang disini padat penduduk, dan banyak kos kosan kecil-kecil, dan pendatang dari mana mana, dan tempat ini merupakan daerah yang rawan,” jelasnya.

Sementara saat di tanya terkait upaya petugas dalam menghilangkan stigma jalan Kunti sarang narkoba, AKBP Syamsul Makali mengatakan, Pertama yang ia lakukan adalah dengan melakukan razia seperti ini, untuk menimbulkan efek deterensi.

“Kalau nanti disini masih ada. Ya kami lakukan operasi lagi besar-besaran di sini,” katanya.

“Kedepan kemungkinan kami akan dirikan posko kampung bersih narkoba, kampung tangguh bersih narkoba,” pungkasnya usai melakukan operasi gabungan di kampung narkoba. (tim)

Tak Hanya Ciptakan Kamsebtibcar Lantas, Satlantas Polres Pasuruan Kota juga Giatkan Sosialisasi Aplikasi Peduli Lindungi

PASURUAN – Satlantas Polres Pasuruan Kota Rabu, 06 Oktober 2021 sekitar jam 01.30 WIB menggelar operasi Cipta Kondisi untuk menekan tindak pidana 3C (currat, curras dan curranmor) serta Kamsebtibcar Lantas (keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas).

Dalam operasi yang dipimpin Kasatlantas, AKP Yudiyono SH itu, juga melaksanakan penindakan pelanggaran lalu lintas rambu dengan sasaran pengemudi truk, khususnya ODOL (Over Dimensi Over Load) yang melintas di Jl. Balaikota Kota Pasuruan.

Yudiyono juga menerangkan bahwa kegiatan patroli cipta kondisi dilaksanakan dengan tujuan agar terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas Jalan Raya agar terwujud Kamseltibcar dan dan sosialisasi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid 19.

“Kita (polisi) juga melaksanakan himbauan kamtibmas dikmas lantas agar tetap selalu disiplin protokol kesehatan dengan menerapkan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas) guna memutus penyebaran virus covid-19.

Ditambahkan pula, melalui operasi ini pula, pihaknya mengajak pengemudi untuk download aplikasi Peduli Lindungi dengan tujuan dapat membantu melakukan surveilans kesehatan berupa penelusuran (tracing), pelacakan (tracking) dan pembatasan gerak (fencing) terhadap masyarakat yang diduga terpapar Covid-19.

“Semua usaha yang kita lakukan ini bertujuan untuk memutus penyebaran mata rantai Covid 19,” pungkas Yudiyono. (tofa)

SMKN 1 Kertosono Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka Dengan Prokes Ketat

NGANJUK — Pandemi covid-19 yang berkepanjangan, sangat berpengaruh terhadap kebiasaan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari hari.

Baik itu pekerja formal maupun informal, tentunya hal ini dibutuhkan sebuah konsensus bersama dalam berinteraksi antar sesama, dengan mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Termasuk masalah belajar mengajar, yang sebelumnya para siswa selalu dapat berkonsultasi maupun menerima pelajaran langsung dari para guru, semenjak pandemi proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring, meskipun hal ini banyak konskuensinya, sedangkan siswa sendiri harus menerima mata pelajaran secara penuh.

Menyikapi hal tersebut, SMKN 1 Kertosono, melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, tentunya ini dibutuhkan kepiawaian tersendiri bagi para guru, dalam mengatur jadwal bagi siswa, sehingga dapat dihindari adanya kerumunan.

Kepala sekolah SMKN 1 Kertosono, Drs. Gaguk Wiyono Heru, menyampaikan jika dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut disikapi dengan membagi siswa beberapa ship, disamping itu membagi jam tatap muka dengan jarak waktu yang berbeda.

Untuk 50 persen siswa dalam kelas dimasukkan antara jam 7 sampai jam 10, dengan mengacu nomor ganjil genap pada daptar absen.

Sedang sisanya mengikuti pelajaran tatap muka di jam berikutnya, dengan demikian diharapkan para siswa tidak sampai bergerombol.

Disampaikan juga jika para siswanya sudah teevaksin sebanyak 520 siswa, dan dijadwalkan juga untuk vaksinasi berikutnya secara periodik, sehingga dipastikan semua siswa divaksinasi.

“Harapan saya situasi pandemi Covid ini segera berakhir, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara normal,” Ujarnya.

Disampaikan lebih lanjut, dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut, nantinya tetap dievaluasi, baik menyangkut dampak terhadap kesehatan siswa maupun guru, dan juga perilaku para siswa untuk mematuhi peraturan protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

Disatu sisi, pihak sekolahnya memberikan kelonggaran bagi para siswa yang orangtuanya tergolong kurang mampu, dengan menggratiskan seluruh biaya sekolahnya, dengan harapan siswa tersebut tetap dapat melanjutkan sekolahnya.

“Bagi siswa yang tidak mampu, pihak sekolah akan menggratiskan seluruh biaya sekolah,” tegas Gaguk Wiyono Heru.

(Anwar.S)

HUT TNI ke-76, Kapolda Jatim Beserta Pejabat Utama Kunjungi Mako TNI

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Selasa (5/10/2021) pagi, memberikan ucapan ulang tahun TNI ke-76 Tahun 2021, yang dilakukan di Makodam V Brawijaya.

Selain memberikan ucapan ulang tahun, kapolda jatim juga memberikan tumpeng dan kue tart. Hadir dalam giat tersebut, Kabid Humas Polda Jatim, Dirintelkam, Dirsamapta dan Kabidpropam.

Sementara itu, Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, juga memberikan ucapan ulang tahun TNI ke-76 didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim. Diantaranya, Karorena, Kabidkum dan Kabid TIK. Yang bertempat di kediaman Pangkoarmada II.

Sementara itu pejabat utama yang lain, Karo SDM, Dirpolair, Dirreskrimum dan Kapolres Tanjung Perak. Juga memberikan ucapan selamat ulang tahun TNI ke-76 dan memberikan tumpeng dan kue tart. Bertempat di Lantamal V Surabaya.

Selain itu untuk yang di Mako Pasmar 2 Surabaya, dihadiri oleh, Karoops, Dirpamobvit, Kahidkeu dan Wadansat Brimob dan juga Polresta Sidoarjo. Sedangkan yang di Puspenerbal, dihadiri oleh Irwasda, Dirnarkoba, Wadirlantas dan Kabiddokkes.

Sedangkan pejabat utama polda jatim lainnya, seperti Karolog, Dirreskrimsus, Dirbinmas, Kabidlabfor dan Polrestabes Surabaya, juga memberikan ucapan selamat ulang tahun TNI ke-76 tahun 2021, ke Lanud Muljono.

Kegiatan ini sebagai wujud Sinergitas dan Soliditas TNI dan Polri. Selain itu, seluruh jajaran Polres/ ta jajaran polda jatim. Juga melakukan kegiatan serupa, yang dilakukan di masing-masing wilayah, juga memberikan ucapan ulang tahun TNI ke-76 tahun. (tim)

Pasanggiri Tari Jaipong Batal Digelar Berbuntut Pelaporan Kepada Kepolisian

CIMAHI – Pasanggiri atau Kompetisi tari jaipong akbar yang diikuti oleh Sanggar Tari Tradisional se Jawa Barat, bahkan diikuti oleh peserta dari DKI Jakarta, berbuntut pelaporan kepada pihak kepolisian. Pasalnya, kompetisi tari jaipong yang diikuti ratusan peserta lomba tersebit merasa dirugikan lantaran acara yang seharusnya digelar pada Sabtu (2/10/2021) batal dilaksanakan.

Awalnya, para peserta lomba sempat tergiur dengan hadiah fantastis senilai total Rp 50 juta, yang disponsori oleh perusahaan besar dan juga Bank terkemuka, membuat daya tarik peserta untuk mengikuti kompetisi lomba tari jaipong tersebut. Diperkirakan lebih dari 900 peserta dari puluhan sanggar tari yang ada di Jawa Barat antusias mengikuti gelaran tersebut.

Dari pendaftaran saja total jumlah pesertanya yang mencapai ratusan dengan jenis lomba jaipong kategori tunggal dan rampak itu masing-masing sanggar sudah mentransfer uang ke penyelenggaran acara untuk mengikuti lomba. Atas pembatalan ini kemudian para peserta melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Salah satu sanggar yang ikut melakukan pelaporan adalah Sanggar Tari Rengganis dibawah kepemimpinan Dewi Rengganis. Ia menuturkan kronologis kejadiannya.

“Dalam kasus ini awalnya saya secara pribadi agak ragu karena banyak kejanggalan yang saya simak, seperti contoh membayar biaya pendaftaran senilai 100 ribu untuk peserta penari tunggal dan mendapatkan trofy 2 kaki, gody bag, kaos dan makan, ini yang menjadi daya tariknya,” ungkap Dewi, Selasa (05/10/2021).

Ia melanjutkan, setiap pendaftar harus bayar tunai, padahal pada kegiatan kompetisi yang lain tidak seperti itu. Beberapa waktu kemudian ketua Panitia namanya Indra, bahkan katanya seorang dokter, mengadakan Technikal Meeting bertempat di rumah pinus jalan Pasantren, namun dibubarkan oleh pihak rumah pinusnya karena tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Rencananya yang hadir cuma 40 orang yang mewakili 40 sanggar, tapi yang hadir banyak sekali, lalu tekhnikal meeting pindah di kantor panitia yang belokasi di Ruko Cihanjuang Square no.7 Jalan Cihanjuang,” imbuhnya.

Pada saat tekhnikal meeting, terjadi kekacauan karena ada beberapa peserta yang tidak masuk dalam data,masih kata Dewi, padahal mereka sudah mendapatkan nomor undiannya. Lalu sesudah selesai tekhnikal meeting, kami pulang ke rumah masing masing.

“Namun jam 19.00 WIB, kami mendapat kabar acara dibatalkan. Pihak panitia akan bertanggung jawab mengembalikan uang pendaftaran berikut uang kostum yang akan dishare digrup WA waktunya sampai hari rabu,” ungkapnya.

Meskipun kecewa dirinya tetap mau menerima asalkan uang pendaftaran 100 % berikut uang kostum dikembalikan. Namun sayang waktu dipertanyakan realisasi pembayarannya, ternyata uangnya sudah habis.

“Para peserta berasal dari Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Kota Cimahi bahkan dari Jakarta berkumpul untuk meminta pertanggung-jawaban kepada pihak panitia, namun mendapatkan kenyataan pahit bahwa uangnya tidak ada alias sudah habis,” terang Dewi.

Uang pendaftaran yang terkumpul kabarnya sudah habis dipergunakan untuk sewa kantor, sewa Kosan untuk Tim panitia, bayar pegawai, juga untuk membeli ular serta untuk membeli peralatan dapur.

Atas kejadian itu, para peserta lomba yang terdiri dari beberapa sanggar sepakat melaporkan kasus penipuan lomba tari jaipong ini ke aparat penegak hukum agar diproses. Sebab, para peserta sudah mengalami banyak kerugian. Total kerugiannya kurang lebih sebesar Rp 90 juta itu belum termasuk akomodasi, sewa kostum penari, dan kerugian in materil seperti mental anak-anak penari dan waktu yang terbuang. Sementara Kepolisiam ketika dikonfirmasi terkait kasus ini belum bisa memberikan tanggapannya. Namun kasus ini sudah masuk ke dalam laporan aduan.

Dikesempatan terpisah, salah seorang Pegiat sosial Kota Cimahi, Ustad Didin Karyadi Ghalib mengaku prihatin dam angkat bicara untuk memberikan masukan kepada seluruh pihak untuk dilakukan evaluasi.

“Dengan adanya kejadian ini saya merasa prihatin selaku pegiat sosial karena banyak korban yang merasa tertipu, artinya kita perlu evaluasi ke depan bagi semua pihak, baik Pemerintah, warga masyarakat maupin para senimannya,” kata Ustadz Didin.

Dirinya berharap agar semua pihak tidak mudah tergiur dengan hadiah yang fantastis juga mengatasnamakan Pemkot, namun pada kenyataannya hanya sebuah penipuan semata. Idealnya, sebelum melaksanakan kegiatan kita berdialog dulu dengan semua pihak yang terkait agar tidak terjadi seperti yang terjadi kemarin.

“Saat ini masih dalam keadaan PPKM akibat pandemi, sangat tidak mungkin mengadakan kegiatan akbar seperti halnya pasanggiri ini. Disamping itu pemerintah masih melaksanakan vaksinasi bagi warga Kota Cimahi. Saya berharap pihak Penerintah memberikan warning dan ketegasan dengan memberikan informasi jika ternyata mendapati adanya kegiatan yang tidak atau belum mendapatkan ijin dari Dinas terkait,” tuturnya panjang.

Kejadian ini merupakan refleksi dari kejenuhan para seniman yang selama ini terkungkung karena adanya pandemi, maka ketika ada kegiatan berkesenian akbar secara otomatis langsung disambut oleh para seniman walaupun akhirnya hanya sebuah kompetisi fiktif.

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa pihak pemerintah sudah seharusnya segera mengambil langkah jika kegiatan ini ternyata terjadi diluar kontrol dan koordinasi dengan pemerintah.

“Idealnya diambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Kota Cimahi ini. Bahkan ada peserta dari Jakarta yang ikut ambil bagian dalam kompetisi jaipong ini juga ikut menjadi korban, sangat disayangkan.”Terang Penggiat sosial,Ustad Didin Karyadi Ghalib kepada wartawan melalui aplikasI WA.

Pihak Pemerintah Kota Cimahi dalam hal ini DisBudParPora yang diwakili Oleh KadisBud Parpora,Budi Raharja memberikan tanggapan melalui pesan singkat.

“Assalamuallaikum Wr.Wb
Saya Budi Raharja, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Cimahi, .menyikapi pemberitaan kegiatan giktif pelaksanaan Pasanggiri Jaipong yang saat ini sudah ditangani pihak Kepolisian. Dengan ini Kami menyatakan bahwa Pemerintah Kota Cimahi dalam hal inI DISBUDPARPORA Kota Cimahi tidak ada keterlibatan dalam kegiatan tersebut dan perlu diketahui bahwa yang bersangkutan belum memperoleh perijinan atau rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Cimahi, baik itu rekomendasi dari DKKC, DISBUDPARPORA Kota Cimahi maupun ijin penyelenggaraan kegiatan kepada Satgas Covid-19. Dalam hal ini BPBD Kota Cimahi.
Demikian kami sampaikan,atas perhatiannya diucapkan terimakasih.” Jelas BudI Raharja.
AES