Home Blog Page 1657

Kejati NTB Turun Gunung Ke kota Bima, Karena Ada Dugaan Penyimpangan Anggaran Dana Covid -19

0

MATARAM – NTB (02/09/2021) Penggunaan anggaran penanganan Covid-19 tahun 2020 di Kota Bima diduga bermasalah. Kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB sedang mengusut dugaan penyelewengan dana tersebut. ”Kita mendapatkan laporan dari masyarakat. Laporannya sudah mulai ditelaah,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, Rabu (1/9).

Dalam laporan masyarakat, diduga terjadi mark up dan pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes). Seluruh anggarannya menggunakan dana penanggulangan Covid-19. “Memang laporannya mengenai pemotongan insentif nakes dan mark up dalam penggunaan anggaran,” jelasnya.

Dalam pengusutannya, jaksa terlebih dahulu bakal mengumpulkan data (puldata) dan mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket). Dedi menyampaikan dari penelusuran data, Pemkot Bima mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 tahun 2020 sebesar Rp 28 miliar. Khusus untuk Dinas Kesehatan Kota Bima mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 8,4 miliar.

Dari laporan masyarakat itu, dugaan mark up harga terjadi pada pembelian obat dan perbekalan, pembelian peti hingga pemulasaran jenazah, dan disinfeksi area publik. Pengadaan tersebut dilakukan melalui tender atau e-katalog.

Sementara, terkait dugaan pemotongan insentif karena beberapa nakes menerima tidak sesuai jumlahnya. Seharusnya per nakes mendapat insentif Rp 4,6 juta tetapi yang diterima jauh di bawah standar.

Dedi mengatakan, setelah pulbaket dan puldata selesai, jaksa bakal turun ke lapangan untuk memastikan adanya penyelewengan dana Covid-19. ”Jika ada penggunaan dana yang tidak sesuai, kasus ini bakal dilanjutkan ke penyelidikan,” katanya.

Kejaksaan Agung telah memerintahkan untuk mengawasi penggunaan dana Covid-19 di daerah. Jika ada pelanggaran harus ditindak tegas. ”Kasus seperti ini menjadi atensi jika memang ada perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan negara,” tandasnya. (DHW/robhin)

Jember Jadi Tuan Rumah Rakor Evaluasi PPKM di Jawa Timur Bersama Gubernur

JEMBER – Kabupaten Jember menjadi tuan rumah rapat koordinasi membahas evaluasi PPKM di Jawa Timur. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan diikuti oleh Bupati Jember, Bupati Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang secara luring, dan diikuti oleh para kepala daerah lainnya di Jawa Timur secara daring, Rabu (01/09/2021).

Turut hadir Wakil Bupati Jember KH. MB Firjaun Berlaman, Forkopimda serta beberapa pimpinan OPD Kabupaten Jember.

Bupati Jember Ir. H.Hendy Siswanto menerangkan berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Jember dalam menangani pandemi Covid-19 kepada Gubernur Jatim, termasuk pencapaian vaksinasi melalui berbagai serbuan vaksin dari Pemkab Jember maupun berbagai instansi lainnya baik negeri maupun swasta.

“Cara kami dalam PPKM level 3 ini menerapkan penanganan sektor hulu berbasis RT/RW dimana pada tahap pertama dilakukan di 3 kecamatan yang kasusnya tertinggi, rata-rata posisinya di daerah kota,” jelas Bupati Hendy kepada Gubernur.

Hendy menjelaskan lebih lanjut PPKM Berbasis RT/RW yaitu petugas juga akan turun ke rumah-rumah untuk melakukan swab ke warga yang mempunyai kontak erat dengan pasien Covid-19. Untuk itu, setiap Ketua RT/RW diwajibkan mendata warganya yang terpapar Covid-19.

“Jika hasil swab dinyatakan positif Covid-19, tenaga kesehatan akan menentukan apakah isolasi mandiri atau isolasi terpusat. Keluarga dari pasien yang sedang isolasi akan diberikan beras dan lingkungannya akan disemprot disinfektan,” sambungnya.

Selain itu, setiap kecamatan juga wajib menyediakan 3 gedung sekolah sebagai tempat isolasi terpusatnya, tim bergerak menyebar ke kampung-kampung selama 7 hari berturut-turut. (sonz)

Bupati Jember Bersama Forkopimda Rapat Evaluasi Koordinasi PPKM Jawa – Bali dengan Menko Marves

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto bersama jajaran Forkopimda Jember mengikuti rapat koordinasi membahas PPKM Jawa-Bali periode 24-30 Agustus 2021 melalui video conference yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (01/09/2021).

Dalam pemaparan tersebut, Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan para kepala daerah bahwa mobilitas sangat berpengaruh pada penyebaran virus corona. Setiap kepala daerah juga harus memastikan strategi yang dilakukan sudah benar termasuk memassifkan penggunaan aplikasi peduli lindungi.

“Untuk aplikasi peduli lindungi, saya minta kepada jajaran Polri dan TNI serta para kepala daerah untuk memassifkan penggunaan aplikasi ini sehingga dengan adanya aplikasi yang terinstal maka kita bisa memantau satu-persatu warga, dunia mengakui teknik ini,” ungkap Luhut.

Dia juga mendorong untuk setiap kepala daerah untuk mempelajari dan memahami betul setiap tingkatan level PPKM.

“Penambahan Kasus aktif Jawa- Bali makin ada penurunan, kasus aktif Jawa – Bali turun. Hari ini lebih bagus namun tetap harus hati-hati,” pesan Luhut.

Luhut mengingatkan tiga poin utama kepada para pemangku kebijakan. Yakni, pertama untuk tetap saling bersinegi dan tetap waspada. Kedua, jangan terlalu euforia atas turunnya kasus positif secara Nasional dan ketiga, tetap memantau adanya varian baru yang bisa datang di Indonesia. (sonz)

Kapolda Jatim Cek Vaksinasi dan Barcode Peduli Lindungi di Mall Surabaya

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menghimbau, agar masyarakat Jawa Timur tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dan melakukan vaksinasi. Hal ini disampaikan saat melakukan pengecekan di Mall Ciputra World, jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Kamis (2/9/2021).

Kapolda Jatim, bersama Pejabat Utama melakukan pengecekan vaksinasi, dalam rangka mendukung program pemerintah, membentuk herd immunity dan memastikan penerapan protokol kesehatan di sektor pusat perbelanjaan.

Dalam kunjungannya, Irjen Pol Nico Afinta di pintu masuk Mall, melakukan implementasi aplikasi Peduli Lindungi, pada barcode yang terdapat di pintu masuk Mall, untuk screening pengunjung, dengan cara melakukan scan pada ponsel yang terinstal aplikasi peduli lindungi. Hal ini wajib dilakukan bagi masyarakat yang akan memasuki mall.

Sementara, dalam kegiatan vaksinasi di Mall Ciputra World ini diperuntukan bagi masyarakat Surabaya, vaksin tahap ke I dengan capaian target vaksin sebanyak 1.300 dosis, jenis Sinovac dan Aztra Zeneca, dibantu 32 tenaga kesehatan gabungan dari TNI, Polri, Dinkes dan relawan Artha Graha Peduli.

Kapolda menyampaikan, bahwa hari ini sudah ada 1.300 orang yang sudah mendaftar dan akan divaksin. Ini bagian dari 32.000 rencana vaksinasi yang dilaksanakan oleh jajaran Polda Jawa Timur pada hari ini.

“Kami akan mendukung dan mendorong setiap masyarakat yang ingin melaksanakan vaksinasi. Kita ketahui Jawa Timur mempunyai target 31.800.000 orang dari 70% jumlah penduduk seluruh Jawa Timur,” tutur Kapolda Jatim disela melakukan pengecekan vaksinasi.

Irjen Pol Nico Afinta juga mengungkapkan. Pencapaian program vaksinasi sampai sekarang sudah mencapai 31,68% untuk vaksin pertama dan kedua. Sedangkan khusus untuk nakes dan pelayanan publik sudah 100% lebih, namun untuk sasaran orang tua dan anak-anak sekolah masih proses berjalan.

“Untuk anak-anak sekolah yang remaja itu sudah ada 249.000, kami Polda Jatim akan terus mendorong dan bersinergi bersama pemerintah Provinsi, dan Kodam, dan serta pemerintah daerah, tentunya didukung oleh seluruh elemen masyarakat yang turut membantu dalam mensukseskan pelaksanaan vaksinasi,” tandasnya.

Selain itu, Kapolda juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan, dalam setiap kegiatan sehari-hari. Vaksin penting bagi kita, lebih penting lagi kita selalu menjaga protokol kesehatan.

“Untuk masyarakat yang belum melakukan vaksin, kami dari jajaran Polda Jawa Timur menerima vaksinasi tiap hari, yang disiapkan di sepuluh rumah sakit Polri, kemudian di urkes tiap Polres. Lalu untuk masyarakat khusus Surabaya sudah ada 22 unit mobil vaksin keliling, silahkan mendaftar ke Bhabinkamtibmas, Babinsa atau RT RW, dan nanti dihubungkan oleh kecamatannya, kapan dan di mana waktu vaksinasi,” petunjuk Kapolda Jatim untuk masyarakat yang belum vaksin.

“Mobil vaksinasi keliling yang diinisiasi dari Kapolrestabes dengan didukung Walikota Surabaya serta Danrem Surabaya ini tentunya akan mempermudah masyarakat yang belum melakukan vaksinasi,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Kapolda juga menyampaikan, masyarakat Jawa Timur juga bisa menghubungi call centre pengaduan 110 yang dikelola polda jatim dari ponsel, untuk mengetahui lokasi vaksinasinasi di wilayah Jawa Timur. (tim)

Penyampaian Jawaban Pandangan Umum Fraksi Tentang RPJMD Oleh Bupati Jember Tahun 2021-2026

0

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember 2021-2026 di dalam rapat paripurna bersama dewan legislatif di Gedung DPRD Jember, Rabu (01/09/2021).

Rapat paripurna ini dihadiri 28 orang anggota dewan secara daring dan 8 orang anggota dewan secara luring.

Bupati Jember Hendy membuka sambutannya dengan mengapresiasi harmonisnya hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Jember dan mendorong untuk terus menjaga keharmonisan ini.

Dia kemudian berterima kasih atas masukan saran dan evaluasi dari fraksi-fraksi atas Raperda RPJMD ini.

“Menanggapi pandangan Fraksi PKB, kami berterima kasih atas apresiasi dan kritik atas persoalan yang menyangkut honor Covid-19 yang sampai menjadi berita nasional, sebagaimana saya sampaikan pada penyampaian nota pengantar bahwa hal ini menjadi pembelajaran serta koreksi agar ke depannya kami akan lebih berhati-hati sehingga tidak terulang kembali dan tidak melukai hati masyarakat, sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf,” ungkap Bupati Hendy dalam sambutannya.

Selanjutnya Bupati Hendy akan mengevaluasi seluruh regulasi, dan menata kembali birokrasi dengan memperhatikan loyalitas, integritas serta kemampuan ASN di lingkungan Pemkab Jember.

Bupati Hendy bersungguh-sungguh dalam mewujudkan birokrasi yang memiliki kinerja pelayanan publik yang mumpuni, yaitu birokrasi yang mampu membuat design program yang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal.

“Langkah pertama, mengintruksikan BPKSDM untuk menginventarisasi seluruh data dan potensi ASN, lalu meninjau H, jabatan serta kepangkatan,” jelas Bupati Hendy.

Ratusan Santri Ponpes Tambakberas Jalani Vaksinasi yang Digelar Polres Jombang

JOMBANG – Ratusan santri dari pondok pesantren Bahrul ulum Tambakberas, Jombang, ikut serta vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan percepatan realisasi target vaksinasi menuju herd immunity (kekebalan kelompok) di wilayah setempat, Kamis (2/9/2021).

Pelaksanaan vaksinasi itu disiapkan sebanyak 500 dosis vaksin jenis Sinovac tahap pertama yang diperuntukan bagi santriwan maupun santriwati. Vaksinasi dilakukan oleh 5 Tim tenaga kesehatan dari Urkes dan Polwan Polres Jombang yang terdiri tenaga registrasi, screening dan vaksinator.

Proses vaksinasi pada para santri sesuai dengan aturan. Para santri yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 berusia 12 tahun ke atas. Sebelum melakukan vaksinasi mereka juga telah dipastikan kondisi kesehatannya, dilakukan screening, sehingga aman untuk mengikuti vaksinasi.

Para santri tampak antusias mengikuti jalannya vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di GOR Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, didampingi Pejabat Utama hadir di lokasi untuk memantau jalannya vaksinasi sekaligus mendorong serta men-support kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh anggotanya.

“Kegiatan serbuan vaksin merdeka ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi santri dan khususnya penanganan di masa pandemi saat ini, dan tentunya ini juga untuk mewujudkan Herd Immunity di Kabupaten Jombang,” kata Kapolres Jombang.

Kapolres menambahkan, vaksinasi dilakukan demi mencegah dan menekan penyebaran Covid-19. Vaksin sangat penting untuk melindungi diri dari bahaya Covid-19. Ia berharap seluruh masyarakat mau serta ikut vaksinasi.

“Ini adalah salah satu ikhtiar kita supaya segera terbebas dari musibah ini selain juga kita terus berdoa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH. Hasib Wahab Chasbullah menyampaikan terima kasih kepada Polres Jombang yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi di lingkungan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. Ia mengharapkan mereka selalu sehat dan terjauh dari Covid-19.

“Kami sampaikam terima kasih kepada Polres Jombang atas terselenggaranya vaksinasi ini. Semoga kita segera mewujudkan Herd Immunity dan selalu sehat serta terjauh dari covid-19,” ujarnya. (tim)

Sembuh dari Covid-19, Seorang Polisi Donorkan Plasma Konvalesen

JEMBER – Eko Awim S anggota Polsek Sumbersari yang juga relawan kemanusiaan, salah satunya jadi relawan pemakaman jenazah Covid-19, langsung donor plasma konvalesen setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Pak Eko, sapaan karibnya ingin bisa membantu proses penyembuhan pasien Covid-19 lainnya. Pasalnya, dia merasakan susahnya menjadi pasien Covid-19.

Terpanggil, untuk membantu pasien Covid-19, Kamis (2/8) kemarin Pak Eko datang ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Jl Srikoyo. Pak Eko ingin donor plasama konvalesen. Kedatangan Pak Eko langsung disambut petugas UDD PMI yang standbye. Pak Eko langsung di-screening sebelum dilanjutkan dengan donor plasma konvalesen.

“Saya dan keluarga merasakan bagaimana beratnya terpapar Covid-19. Makanya setelah sembuh saya langsung ingin donor plasma konvalesen,” kata Pak Eko. Pak Eko bersama istri dan ketiga anaknya sempat terpapar Covid-19. Dia menilai terapi plasma konvalesen efektif untuk mempercepat penyembuhan pasien Covdi-19 yang masuk kategori sedang dan berat. Bahkan, kini banyak pasien Covid-19 yang terapi plasama konvalesen.

Pak Ekopun mengajak kepada pasien covid-19 yang sudah sembuh untuk datang ke UDD PMI. “Moga moga plasma saya membantu pasien Covid-19 yang masih berjuang untuk sembuh. Saya imbau penyintas Covid-19 lainnya juga bersedia untuk donor plasma konvalesen,” terang pria kelahian 1974 tersebut.

Semangat Pak Eko untuk berbagi dengan sesama, khususnya pasien Covid-19, dapat apresiasi tinggi dari ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH. “Terima kasih sekali kepada Pak Eko, semoga amal jenengan dapat ganjaran dari Allah SWT,” kata H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, selama ini Pak Eko juga aktif bersama relawan PMI. Salah satunya menjadi relawan dalam pemakaman jenazah Covid-19. “Pak Eko juga pernah membantu APD kepada petugas di lapangan. Kami sangat terbantu dengan bantuan Pak Eko,” terangnya. Pak Eko membantu 2.000 faceshield kepada petugas kesehatan di lapagan.

Zaenal Marzuki menambahkan, bahwa permintaan plasma konvalesen ke UDD PMI hampir tiap hari ada. “Permintaan plasma konvalesen dari pasien Covid-19 hampir tiap hari masuk ke UDD. Alhamdulillah sekarang permintaan terlayani tidak seperti beberapa waktu lalu harus antre cukup lama,” kata Zaenal Marzuki. Bahkan, masih ada stok plasma konvalesen untuk semua golongan darah di ruang penyimpan UDD PMI Kabupaten Jember.

Berdasarkan catatan UDD PMI Kabupaten Jember hingga 1 September 2021 diketahui total permintaan plasma konvalesen untuk golongan darah A yang terlayani sebanyak 194, golongan darah B sebanyak 279, golongan darah O sebanyak 315 dan golongan darah AB sebanyak 56. Total permintaan plasma konvalesen yang terlayani 844. Hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit masih cukup banyak sehingga masih ada tiap hari korban yang meninggal dunia dan sampai hari ini status Covid-19 Kabupaten Jember masih pada level 3. (Sonz)

Dian Supriatna, Sosok dibalik Sukses Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting.

0

CIMAHI —
Setiap kesuksesan seseorang tentu saja ada elemen pendukung lainnya, seperti halnya Kesuksesan Anthony S.Ginting, yang berhasil mengharumkan Indonesia sebagai peraih medali perunggu dalam cabang olahraga bulutangkis.

Antony Ginting mendapatkan medali perunggu di Single putra,
Namun tampaknya tidak semua orang tahu dibalik kesuksesan Anthony Ginting ada seorang pelatih yang bertangan dingin dibelakangnya, yang telah mengasah kemampuan seorang Anthony Ginting, Sosok tersebut adalah Dian Supriatna.

Ditemui di kediamannya, Kamis, 2 September 2021, Pak guru sapaan akrabnya, menjelaskan perjalanan seorang Anthony Ginting Kecil saat di latih olehnya,

Diungkapkannya, pengalaman melatih bulutangkis dimulai pada tahun 1995 di SGS Ultra Jalan surya sumantri Bandung bersama dengan pak Suhendra, sebelumnya saya menjadi asisten pelatih Bapak Edi Ismanto pelatih SGS Sukarno-Hata, yang notabene mantan pebulutangkis Nasional.

Menjadi pelatih di SGS Ultra melahirkan pebulutangkis Pelatnas Elena,Yoga,Lina,Nelly dan Neneng membawa SGS Ultra nenjadi Juara Umum Se Jawabarat antar club Bukutangkis.

Kemudian sempat melatih di Dwijaya Jakarta Barat besama bapak Ataw membawa SGS Dwijaya menjadi juara Umum Sirkuit Nasional(SirNas) pada tahun 2002 di Purwokerto.

“Pertemuan saya dengan Anthony Ginting pada tahun 2004 setelah balik lagi ke Bandung,Saat pertama kali Anthony Ginting ketemu saya baru kelas 3 Sekolah Dasar, saya memberikan Privat bulutangkis kepada anak-anak di Jalan Pesantren, Anthony berlatih bareng Devi permatasari,Senatria,Bobby Aleksander yang menjadi pemain Nasional dan ikut Pelatnas Juga.”Jelas Pak Guru Dian Supriatna panggilan akrabnya.

Perjalanan Dian Supriatna yang juga seorang Kepala Sekolah di Salah satu SD di Kota Bandung ini banyak suka dan dukanya, banyak sudah Pebulutangkis yang di lahirkan dari tangan dinginnya seperti halnya Anthony Ginting yang membuat prestasi Internasional pada pergelatan Olimpiade di Jepang, namun sangat disayangkan pemerintah kota Cimahi belum tergerak untuk meminangnya dalam hal melatih para Atlit Kota Cimahi.

Dian Supriatna berharap agar Cimahi memiliki PELATDA Untuk menjaring para calon atlit dari Kota Cimahi sehingga kedepan dapat mengharumkan Nama Kota Cimahi dalam kancah perbulutangkisan Nasional maupun Internasional,

“Saya berharap agar Kota Cimahi memiliki PELATDA Sendiri agar para atlet bulutangkis Kota Cimahi tidak ikut Pelatda di Kota lain,Sebetulnya dengan program pelatihan yang tepat Cimahi bisa melahirkan Penerus Anthony Ginting yang lain dimasa yang akan datang,Karena anak-anak yang kita jaring dari awal junior atau pemula, kemudian memasuki pemula akhir atau remaja tidak ada wadah sehingga kalaupun tidak lari ke Kota lain maka biasanya berhenti berlatih bulutangkis maka jika Cimahi ada PELATDA kita bisa mewadahi para pebulutangkis remaja ini karena Cimahi sebenarnya memiliki banyak potensi yang bagus-bagus,Saya merasa berdosa ketika melatih dari anak-anak namun saat remaja tidak ada wadahnya.Saya berharap walaupun tidak ada lapangan yang memadai namun bisa disiasati dengan program latihan yang diwadahi oleh PELATDA Kota Cimahi di GOR yang ada di Kota Cimahi nanti akan muncul bibit-bibit Pebulutangkis yang akan meneruskan Prestasi seorang Anthony Ginting Selanjutnya,Semoga Pemerintah Cimahi berupaya untuk memfasilitasi agar Kota Cimahi disegani dalam kancah Bulutangkis tingkat Kota/Kabupaten,Provinsi,Nasional bahkan Internasional seperti halnya Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting.” Pungkas Dian Supriatna Pelatih Anthony Sinisuka Ginting.

Achmad Edison Syafei

Secara Virtual Pemda Barut,Ikuti Musrenbang  RPJMD  Kalteng Tahun 2021-2026
 

0

BARITO UTARA-Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah didampingi Wakilnya, Sugianto Panala Putra,SH Asisten II,Kepala Dinas PUPR mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2201-2026 yang dilangsungkan pada Aula Rumah Jabatan Bupati,Salas(2/9/2021). 

Rapat musrenbang secara virtual itu,dibuka oleh Gubernur Kalteng melalui Wakilnya H.Edy Pratowo,S.Sos,MM dan diikuti juga oleh para, Bupati dan Wakil Bupati se-Kalimantan Tengah beserta jajarannya.

Dalam paparannya,Wakil Gubernur,H.Edy Pratowo, S.Sos,MM menyampaikan rancangan RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2021-2026,dimana dijelaskan juga Visi Kalteng makin Berkah (Bermartabat,Elok, Religius,Kuat,Amanah dan Harmonis)

Misi,tujuan dan sasarannya selain itu juga dipaparkan strategi,arah kebijakan dan program pembangunan daerah serta proyeksi APBD Provinsi Kalimantan Tengah untuk tahun 2021-2026. 

Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah Kemendagri,Dr.Hari Nur Cahya Murni,M.Si memaparkan tujuan pembangunan daerah,4 arahan Presiden terkait RPJMN 2020-2025, penyelarasan pembangunan nasional dengan perencanaan pembangunan daerah, pelaksanaan Musrenbang RPJMD,indikator kinerja utama,program kerja Pemerintah Daerah terkait penurunan prevalensi stunting,standar pelayanan minimal,3 strategi besar ekonomi dan bisnis, perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi. Kalteng,identifikasi titik rawan korupsi dan area intervensi.

Dalam hal-hal terkait penyusunan RPJMD,Dirjen Bina Bangda menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng perlu,merumuskan substansi RPJMD dengan percepatan transformasi struktural,memperhatikan berbagai regulasi terbaru, integrasi antisipasi kebutuhan program dan kerangka pendanaan yang inovatif.

Serta menyusun substansi perencanaan dengan mempertimbangkan penanganan,dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah.”Hasil pengendalian dan evaluasi dalam 2 tahun terakhir, harus menjadi salah satu acuan dalam menyusun kebijakan perencanaan pembangunan dalam RPJMD,”tutup Dirjen Bina Bangda.  (SS).

Polresta Banyuwangi Bongkar Pembuatan Tes Rapid Antigen Palsu

BANYUWANGI, – Polresta Banyuwangi berhasil membongkar pembuatan dokumen tes rapid antigen palsu. Kali ini, petugas mengamankan beberapa pelaku yang menjalani bisnis nakal ini.

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, petugas Kepolisian telah melakukan penyelidikan selama tiga bulan terakhir dalam kasus ini. Dimana, modus ini dijalankan untuk keperluan penyebaran ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali ataupun sebaliknya.

“Jadi modusnya saling kerjasama menawarkan jika ada pelaksanan rapid antigen dengan hasil negatif tanpa harus test,” kata AKBP Nasrun Pasaribu saat pers rilis di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (2/8/2021).

Dalam pengungkapan ini, pelaku ditangkap dan Polisi berhasil menyita barang bukti laptop, printer, kertas cetak antigen palsu. Yang sebelumnya terdapat salah satu klinik di Banyuwangi merasa dirugikan.

“Sementara pelaku ada tiga orang, ditangkap di TKP berbeda. Dua pelaku diduga sebagai tokoh utama, satu pelaku lainnya hanya turut serta atau perantara,” jelas Nasrun.

Bisnis ini, masih Nasrun, sudah berjalan tiga bulan lamanya. Sementara pengakuan pelaku, baru membuat dokumen palsu tersebut sebanyak 48 kali.

“Untuk biaya pembuatan rapid test antigen sebesar Rp. 100 ribu. Dimana pembagian itu dibagi 60 persen dan 40 persen kepada masing-masing pelaku,” tegas Kapolresta.

Saat ini ketiganya ditahan di Mapolresta Banyuwangi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Mereka terancam Pasal 263 ayat (1) tentang Dugaan Pemalsuan Dokumen, dengan ancaman 6 tahun penjara.

Nasrun menambahkan, pihaknya kini tengah melakukan pengemabangan penyelidikan guna menangkap satu orang pelaku lainnya yang masih dalam pencarian alias DPO. (tim)