Home Blog Page 1663

Workshop Pengolahan Makanan Hygienis bagi Pengusaha Jasa Boga

0

SUMATRA BARAT – Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok manusia untuk dapat bertahan hidup. Oleh karenanya makanan harus dijaga keamanan dan kualitas nilai gizinya agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Hygiene dan sanitasi merupakan syarat mutlak bagi industri jasa boga, restoran, rumah makan, cafe, katering dan tempat usaha komersil makanan dan minuman lainnya.

Penerapan Hygiene sanitasi makanan yakni upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan untuk keseluruhan proses pengolahan makanan sampai pada proses penyajian.

Berdasarkan pengamatan awal, beberapa jasaboga, restoran, dan rumah makan yang letaknya cukup strategis dan sering dilalui kendaraan bermotor, masih sering ditemui beberapa penjamah makanan yang menunjukkan perilaku yang tidak sehat dalam menjamah makanan, misalnya menggunakan lap kotor untuk membersihkan meja dan mengolah makanan ketika sedang sakit.

Hal tersebut disampaikan oleh Despa Wildawati, MKM, Kepala Seksi Kesling Kesja OR pada kegiatan workshop Hygiene dan Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan di aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Kamis (26/8).

“Demikian juga dengan sarana sekitarnya, dimana sering ditemukan adanya jasaboga, restoran dan rumah makan yang melakukan pencucian peralatan makanan tanpa menggunakan sabun, peralatan hanya dicelupkan ke sumber air pencucian yang sudah kotor, serta bahan makanan belum jadi disimpan dalam ruangan yang tidak dilengkapi dengan pelindung dari hama,” lanjut Despa.

Kepada 65 pengusaha jasaboga, restoran, dan rumah makan se Kota-Solok yang hadir dalam workshop tersebut, Kasi Kesling menyampaikan pentingnya kegiatan pengawasan sanitasi makanan, mulai dari pendataan, pemeriksaan berkala, memberi saran perbaikan, melakukan kunjungan kembali, memberi peringatan hingga rekomendasi kepada pihak terkait serta laporan hasil pengawasan.

“Pengawasan sanitasi makanan diperlukan untuk melindungi masyarakat dari produk makanan dan minuman yang tidak memenuhi persyaratan hygiene sanitasi yang dikelola oleh rumah makan, restoran, maupun industri jasa boga agar tidak membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Maka dibutuhkan juga tenaga penjamah makanan yang memiliki pemahaman serta perilaku yang sesuai dalam mengolah makanannya untuk menghindari terjadinya segala bentuk pencemaran.

“Penerapan hygiene sangat dipengaruhi pemahaman karyawan terkait dengan konsep tersebut, sehingga dibutuhkan penjamah makanan yang kompeten memahami konsep hygiene dan sanitasi.

Workshop bagi pengelola jasa boga ini diselenggarkan dengan tujuan untuk mematuhi peraturan perundangan dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penjamah makanan akan pentingnya pengolahan makanan yang hygienis.

Perundangan yang dimaksud adalah Kepmenkes No. 1096/Menkes/PER/VI/2011 mengenai Hygiene Sanitasi Jasa Boga. (es)

Catatan : Kota Solok Merupakan salah satu kotamadya yang berada di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Pada pertengahan tahun 2021, jumlah penduduk kota Solok sebanyak 76.271 jiwa.[1] Lokasi kota Solok sangat strategis, karena terletak pada persimpangan jalan antar provinsi dan antar kabupaten/kota. Dari arah Selatan merupakan jalur lintas dari provinsi Lampung, provinsi Sumatra Selatan dan provinsi Jambi.

Kasatnarkoba Polres Pasuruan Blusukan Bagi Sembako

PASURUAN – Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan yang dipimpin langsung oleh AKP. Domingos De F. Ximenes, S.H., S.I.K. membagikan puluhan sembako kepada warga yang membutuhkan di Desa Kalisat Kec. Rembang Kab. Pasuruan.
“Tujuan utama bagi-bagi sembako ini adalah sedekah untuk membantu sesama umat manusia yang membutuhkan. Dimasa pendemi ini banyak masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan dari sesame yang lebih beruntung,” ungkapnya.
“Selain itu juga, Kasat Narkoba ingin mengetahui secara langsung kondisi warga masyarakat yang berada diwilayah hukum Polres Pasuruan oleh karena itu bagi-bagi sembako ini dilakukan secara door to door untuk menghindari kerumunan,” ujar Kasat.
“Diakhir kegiatan Kasatnarkoba mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga PPKM Level 3 di wilayah Kabupaten Pasuruan bisa turun ke level 2,” pungkasnya. (tim)

Rapat Kesiapan PON XX Bareng Forkopimda Mimika,
Kapolri: Perlu Langkah Extraordinary Cegah Covid-19

0

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Zainudin Amali, kembali melakukan pengarahan di Provinsi Papua terkait dengan persiapan jelang PON ke-XX. Kali ini, mereka memberikan pengarahan kepada Forkopimda Kabupaten Mimika.

Dalam pengarahannya, Sigit mengimbau kepada Forkopimda Mimika, untuk menyiapkan langkah Extraordinary agar laju pertumbuhan Covid-19 tidak mengalami peningkatan ketika berlangsungnya perhelatan pekan olahraga nasional tersebut.

“Kondisi kasus Covid-19 di Papua yang sudah melandai pasca-lonjakan kasus pada tanggal 8 Agustus 2021 harus kita pertahankan dengan langkah-langkah extraordinary, jangan sampai terjadi lonjakan kasus kembali ketika PON XX Papua dilaksanakan,” kata Sigit saat memimpin rapat bersama Forkopimda Mimika, Papua, Sabtu (28/8/2021).
Persiapan dengan langkah luar biasa itu, kata Sigit bisa dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat bagi atlet, pelatih, official, tamu undangan, dan panitia PON ke-XX.

Terkait hal itu, mantan Kapolda Banten itu menyebut strategi penanganan dan pengendalian virus corona untuk seluruh pihak terkait, harus dilakukan sejak keberangkatan, ketika tiba, dan saat menetap ketika menjalani pertandingan.

Untuk peserta yang hendak berangkat mengikuti PON, Sigit menekankan harus melakukan test Covid-19 dalam waktu dua atau tiga hari sebelum perjalanan.

“Kurangi kontak fisik dengan orang lain selama 14 hari sebelum keberangkatan. Siapkan daftar nama orang yang kontak erat untuk di validasi oleh petugas Covid-19 PB PON XX. Laksanakan protokol kesehatan sesuai rekomendasi Kemenkes, termasuk mengganti masker setiap hari atau masker kain dilapis 2 atau 3,” ujar Sigit.

Kemudian ketika tiba di Papua, Sigit mendorong Forkopimda untuk aktif memastikan penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Menyerahkan hasil test Covid-19.

Selanjutnya ketika menetap untuk mengikuti pertandingan, Sigit meminta agar melakukan pengawasan ekstra ketat. Diantaranya, membatasi aktivitasi atau hanya sebatas menjalani tugas dan peran. Mematuhi protokol kesehatan yang diatur. Lalu, wajib lapor kondisi kesehatan melalui aplikasi pelaporan kesehatan PB PON XX atau ke dokter kontingen masing-masing.

“Bila dianggap perlu maka akan dilaksanakan tes Covid-19. Akan dilakukan tes Covid-19 secara reguler selama PON berlangsung, sesuai tugas dan peran masing-masing. Jika hasil tes positif maka akan dilakukan isolasi mandiri atau dirujuk ke RS sesuai pedoman Kemenkes. Akan dilaksanakan tracing terhadap kontak erat,” tutur Sigit.
Selain itu, mantan Kabareskrim Polri ini juga tetap mendorong Forkopimda Mimika untuk tetap melakukan strategi pengadilan Covid-19, yakni prokes ketat 3M, penguatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) serta akselerasi program vaksinasi massal.

Sigit menginstruksikan kepada personel TNI-Polri untuk membantu atau bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk melakukan akselerasi vaksinasi massal. Tujuannya, agar mempercepat target dari Pemerintah untuk mewujudkan Herd Immunity terhadap virus corona.

Strategi dan mempercepat vaksinasi di Papua, Sigit menyebut, bakal menyiapkan tempat vaksin di sekolah-sekolah untuk menyasar target siswa dan orang tua murid. Serta, di tempat-tempat ibadah untuk para masyarakat. Bahkan, nantinya, percepatan vaksinasi juga akan door to door sampai ke distrik atau kampung.

“Untuk mengurangi risiko penularan dan kematian akibat Covid-19, TNI-Polri bersama Pemda terus melakukan akselerasi vaksinasi. Untuk mencapai target tersebut diperlukan sinergisitas TNI-Polri dan Pemda serta seluruh elemen masyarakat. Dalam menyiapkan strategi vaksinasi diantaranya, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi, vaksinasi mobile, dan door to door, ketika stok vaksin datang dalam jumlah besar,” papar Sigit.

Disisi lain, Sigit juga mendorong Forkopimda untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mau menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan. Menurutnya, hal itu akan lebih baik untuk kesembuhan masyarakat yang terpapar virus corona, lantaran ditunjang dengan fasilitas memadai dan diawasi penuh oleh tenaga kesehatan (nakes).

“Tetap lebih diutamakan isolasi atau karantina di Isoter karena di bawah pengawasan tenaga medis,” kata Sigit.
Sigit menegaskan bahwa, pelaksanaan PON ke-XX juga bisa membangkitkan roda perekonomian masyarakat setempat. Oleh sebab itu, faktor kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 harus diperkuat.

“PON XX Papua sukses dan lancar, investasi aman, pertumbuhan ekonomi meningkat, Papua semakin maju dan modern, masyarakat sehat sejahtera,” tutur Sigit. (tim

Suami Hajar Istri Hingga Tewas Terjadi di Pasuruan

PASURUAN – Pasangan Pasutri Miskari (49) dan Miati (59) yang beralamat Dsn. Getah lor, Ds. Minggir, Kec Winongan, Kab. Pasuruan, bertengkar hingga menyebabkan meninggalnya Miati yang merupakan istri dari pelaku.

Dari informasi yang dihimpun, pasangan suami istri itu kerap cekcok mulut. Namun, pertengkaran yang terjadi [ada Jumat (27/8/2021) lalu nerakhir dengan terbunuhnya sang istri akibat dipukul oleh suaminya sendiri.

Menurut keterangan saksi, penganiayaan yang menyebabkan kematian tersebut dilakukan dengan cara memukul korban menggunakan batang kayu di kepala korban.

Sesaat setelah dipukul, korban yang tidak sadarkan diri dibawa oleh warga ke Puskesmas Winongan. Namun, korban menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia, saat dalam perjalanan ke Puskesmas.

Sementara disaat bersamaan, warga yang berinisiatif mengamankan tersangka. Namun tersangka justru melakukkan perlawan dan mengabuk secara membabi buta dengan melempar batu sembari membawa pentungan

Berkat kesigapan Muspika akhirnya pelaku bisa diamankan untuk proses penyidikan di Sat Reskrim Polres Pasuruan
Ditempat terpisah Kasat Reskrim AKP Adhi membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut dikarenakan tersangka masih dalam perawatan Medis di RSUD Raci Bangil, sementara barang bukti yang diamankan berupa Kayu Batangan,” pungkas Adhi. (qomar)

Cegah 3C, Satlantas Polresta Pasuruan Gelar Operasi Dakgar dan Cipkon Kamseltibcarlantas

PASURUAN – Jalur utama Pantura Jawa merupakan jalur dengan aktivitas kendaraan yang ramai serta di lewati berbagai jenis kendaraan dan sangat berpotensi menimbulkan bermacam gangguan.

Kasatlantas Polresta Pasuruan, AKP Yudiyono, SH bersama jajaran menggelar Operasi Dakgar dan Cipkon Kamseltibcarlantas serta antisipasi cegah 3C (currat. curanmor. curras) guna mencegah kecelakaan, Pelanggaran dan kriminalitas di Jalanan., pada Sabtu (28/8/2021) dinihari.

“Kegiatan Patroli dilaksanakan dalam rangka menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran (Kamseltibcar) Lantas dan mencegah kriminalitas di jalan, namun dalam hal ini diharapkan juga peran serta masyarakat/pemakai jalan, agar memahami tata tertib berlalu lintas dan Keselamatan tetap yang utama,“ imbuh Yudiyono. (tofa)

Pelaksanaan Pemberian Vaksin di Politeknik Negeri Bandung Terkesan Tidak Mentaati Prokes

Bandung,Jumat(27/08/2021)
Pelaksanaan pemberian Vaksin bagi masyarakat di 3 desa juga mahasiswa terkesan melanggar Prokes,dari pantauan wartawan di tempat pelaksanaan pemberian Vaksin tersebut tampak Kerumunan massa yang tak terkendali sehingga bisa berdampak pada penularan virus Covid 19,Masyarakat sangat antusias namun seyogyanya protokol kesehatan tetap dijalankan agar tidak terjadi cluster baru penyebaran virus Covid 19.

Salah seorang Dokter Puskesmas yang ikut ambil bagian dalam kegiatan Vaksinasi tersebut yakni dr.Indria menjelaskan,”Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan VaksinasiCovid 19 yang dimulai dari tanggal 24 sampai tanggal 27 agustus 2021,Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat umum,para mahasiswa juga warga masyarakat sekitar Kampus PolBan,yang terdiri dari warga masyarakat Desa Sariwangi,Desa Ciwaruga dan Desa Cigugur Girang yang merupakan masyarakat wilayah kerja Puskesmas Ciwaruga.Pelaksanaan acara ini dilksanakan olen kampus Polban yang menjadi panitia utama,Untuk peserta Vaksin sasarannya 8000 orang perhari direncanaka n 2000 peserta vaksin direncanakan hari ini 2000 vaksin,sampai jam 13.00 WIB ini sudah terlaksana 1300 peserta yang sudah di Vaksin.Untuk tenaga medis dari vaksinator dibantu jejaring Puskesmas,BEM Mahasiswa Polban juga dari Mahasiswa yang sedang KKN juga dari rumah Amal Salman,jadi totalnya sekitar 80 orang Relawan.” Terang dr.Indria dari Puskesmas Ciwaruga.

Daptar pelaksanaan Vaksinasi yang terkesan kurang mentaati Prokes bertambah lagi,seperti yang disiarkan dibeberapa media TV,Sungguh disayangkan,padahal pelaksanaan Vaksinasi merupakan upaya pemerintah untuk masyarakat agar kebal terhadap virus yang cukup membahayakan.
Pelaksanaan Vaksinasi yang dilaksanakan di Pendopo Tony Soewandito Polban yang beralamat di Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat seharusnya tidak boleh sampai terjadi
Kerumunan yang justeru akan saling menularkan virus Covid 19.Saat Awak media meminta konfirmasi langsung terkait kejadian tersebut(Kerumunan massa) yang dikhawatirkan akan saling menularkan Virus Covid 19,Kepada Direktur Politeknik Negeri Bandung yakni Bapak Rahmad Imbang T.enggan memberikan kererangan.Semoga tidak terjadi kluster baru atau saling menulatkan virus diantara para peserta vaksinasi tersebut yang akan berakibat merugikan para peserta Vaksinasi.

Sesosok Mayat Wanita Paruh Baya Ditemukan Membusuk Dikamar Hotel Asri Genteng

Gempurnews.com – Banyuwangi. Sesosok mayat wanita paruh baya ditemukan sudah mulai membusuk didalam Kamar Nomor 03 Hotel Asri Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng Banyuwangi, pada Jumat (27/8/2021) malam.

Menurut saksi mata, penemuan mayat itu bermula saat staf hotel hendak mengecek kamar namun mencium bau menyengat dari dalam kamar, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kemudian pihak hotel langsung menghubungi Polsek Genteng.

Pengelola hotel yang tak mau disebutkan namanya itu mengatakan, perempuan tersebut datang dan check in ke hotel Asri pada 15 Agustus lalu.

“Seharusnya, perempuan tersebut sudah check out. Karena curiga tidak kunjung chek out, kami mengecek pintu kamar. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar. Kami hanya mendengar suara TV yang menyala,” katanya.

Mengetahui itu, pengelola hotel menggedor-gedor pintu kamar, tapi tetap tidak ada jawaban dari penghuni kamar.

“Akhirnya kami memberanikan diri membuka pintu menggunakan kunci ganda atau serep. Ternyata perempuan itu ditemukan sudah meninggal dalam keadaan berbaring dan mengeluarkan bau gak sedap,” tambah pegawai hotel tersebut.

Kapolsek Genteng yang mendapatkan laporan bersama anggota segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah TKP.

Menurut Kompol Sudarmaji, Kapolsek Genteng, identitas mayat tersebut diketahui bernama Siti Mutingatun (47th) warga desa Karangdoro kecamatan Tegalsari.

“Menurut informasi sementara yang kita dapatkan, korban menginap semenjak tanggal 15 Agustus 2021 hingga saat ini ditemukan sudah meninggal dunia,” terang Kompol Sudarmaji.

“Untuk proses evakuasi korban, kita masih menunggu tim dari Polresta Banyuwangi dan rumah sakit karena kita mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan mengingat seperti sekarang ini” imbuhnya.

Informasi juga didapatkan awak media dari Tata (35th), teman korban, Tata mengatakan jika sebelum meninggal dunia korban memang sudah menginap di hotel Asri Genteng sejak tanggal 15 Agustus 2021 yang lalu dengan menggunakan SIM milik teman korban lainnya bernama Kristin sebagai syarat menyewa kamar.

“Korban pakai SIM atas nama Kristin yang juga temannya untuk buka kamar hotel mas,” kata Tata

Rencana Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 Telah Sesuai Aturan

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang dengan agenda Penyampaian Pendapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lumajang dan Penyampaian Pandangan Fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P APBD) Tahun Anggaran 2021, di Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Jum’at (27/8).

Penyampaian Pendapat Badan Anggaran bertujuan untuk memberikan saran dan pendapat atas Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 beserta semua lampirannya untuk dibahas oleh DPRD pada pembahasan tahap berikutnya.

Dalam laporan yang dibacakan anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lumajang, Khusnul Khuluq, Laporan Realisasi APBD Tahun 2021 telah menunjukkan kekuatan anggaran yang sesuai dengan kemampuan Keuangan Daerah.

“Adapun hasil telaah Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lumajang terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 secara umum atas
Laporan Realisasi APBD Tahun 2021 telah menunjukkan kekuatan anggaran yang sesuai dengan kemampuan Keuangan Daerah yang didukung oleh PAD, Dana Perimbangan dan lain- lain pendapatan daerah yang sah,” ungkapnya.

Dari sisi pendapatan, Rencana Pendapatan Tahun 2021 sebelum perubahan adalah sebesar Rp. 2.136.607.634.781 sementara sesudah perubahan menjadi sebesar Rp. 2.125.047.057.661.

Dengan demikian penyusunan Rencana Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 secara kuantitatif maupun kualitatif telah memenuhi sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lumajang berpendapat bahwa Rencana Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 Sudah Layak untuk dibahas lebih lanjut oleh Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lumajang dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang. (fd)

Plt.Walikota Cimahi Serahkan Bantuan Dari BJB Secara Simbolis, Kepada Pelaku Seni

CIMAHI —
Bertempat di ruang rapat Gedung B Kantor pemerintah kota Cimahi, Jum”at, 27 Agustus 2021, dilaksanakan penyerahan bantuan sembako sebanyak 1000 paket bagi para seniman Kota Cimahi secara simbolis oleh Plt.Walikota Cimahi, Kol.(Purn.) Ngatiyana.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan terimakasih mewakili Pemerintah Kota Cimahi kepada Pimpinan Bank BJB Kota Cimahi,

Diungkapkan, awalnya dirinya ngobrol dengan pimpinan BJB dan Kadis Budparpora terkait Pandemi yang terjadi, khususnya dampak yang dirasakan oleh para seniman, apalagi bagi seniman yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan, yang biasanya ada garapan manggung, namun karena adanya Pandemi ini mereka jadi tidak memiliki penghasilan.

” Berangkat dari sana, saya mengusulkan kepada Pimpinan Bank BJB Kota Cimahi, untuk membantu para seniman dalam bentuk sembako, Alhamdulillah bisa dilaksanakan hari ini, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih pada Pihak BJB yang telah memberikan paket sembako sebanyak 1000 paket.” Ungkap Ngatiyana.

Ditempat lain Ketua DKKC Kang Hermana HMT menyampaikan , dirinya atas nama pelaku seni dan budaya Kota Cimahi, Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) mengucapkan terimakasih pada pemerintah Kota Cimahi, Bank Bjb Cimahi dan Pojok Berbagi atas kepeduliannya berbagi sembako untuk 1000 orang pelaku seni dan budaya di Kota Cimahi.

” Semoga berkah melimpah pada yang memberi dan diberi,” Ungkap kang Hermana.

Diungkapkan lebih jauh, mulai Jumat, 27 Agustus 2021 di rumah Seni Kota Cimahi Jl. Pabrik Aci/Pecinan Cimahi, DKKC siap menyalurkan bantuan pada pelaku seni dan budaya yang sebelumnya telah didata oleh Pengurus DKKC ,Kemudian Pengurus DKKC menyerahkan data para seniman Cimahi kepada Disbudparpora Kota Cimahi jauh-jauh hari.

“Walaupun kami belum bisa mendata semua pelaku seni dan budaya, pada kesempatan ini, alhamdulillah sejumlah data seniman yang kami sampaikan kepada Pemkot Cimahi, semua mendapatkan sembako dari bank bjb melalui pemerintah Kota Cimahi.” Terang Hermana.

Diharapkan pula, rasa kepedulian ini terus tumbuh diantara pelaku budaya, dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnnya, bukan semata dalam berbagi sembako, tapi bersama-sama memajukan budaya lokal, di Kota Cimahi, para pelaku seni dan budaya didorong serta disokong untuk terus kreatif dan inovatif dalam melestarikan, mengembangkan budaya lokal juga melahirkan karya seni baru.

“Dalam situasi pandemi covid 19 pelaku seni dan budaya yang sedang terpuruk harus tetap optimis dan bangkit menciptakan terobosan baru dan beradaptasi pada situasi dan kondisi yang sedang terjadi, Tidak bisa hidupkan panggung secara langsung dihadapan publik, semoga media baru yang ditawarkan industri 4.0 cepat dikuasai dan menjadi bagian penting tidak terpisahkan dalam pemajuan kebudayaan di Kota Cimahi. Harapan besar suport dari pemerintah dan dunia usaha menjadi energi bagi pelaku seni dan budaya.” Pungkas Ketua DKKC Kota Cimahi,Hermana HMT.S.sn.

(Achmad Edison Syafei)

Polrestabes Surabaya Salurkan Ribuan Paket Bansos Dalam Rangka Jum’at Berkah

SURABAYA – Polrestabes Surabaya salurkan ribuan bantuan sosial berupa paket sembako melalui 22 Mobil Gerai Vaksin Merdeka untuk masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak pandemi covid-19 dalam rangka program Jum’at berkah.

Kapolrestabes Surabaya, kombes Pol A. Yusep Gunawan, S.H., S.I.K., M.H., M.Han menyebutkan, bahwa mobil Vaksin Merdeka ini adalah mobil multifungsi, terutama dalam melaksanakan bantuan vaksinasi covid-19 untuk masyarakat. Menurutnya, program vaksinasi ini akan terus berjalan serta bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk mewujudkan Herd Immunity.

“Jadi dalam program Jum’at berkah ini, sekaligus menyalurkan bantuan gotong royong masyarakat dan pemerintah. Dan juga kebetulan pelaksanaannya yang dikedepankan fungsi-fungsi Polwan yang baru saja melakasanakan Hari Jadi Polwan ke-73,” ucap Kapolrestabes Surabaya, Kompol A. Yusep Gunawan, Jum’at (27/08/2021).

Kemudian, orang nomor satu di Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya ini, mengatakan sangat bangga adanya gerakan gotong royong dari masyarakat untuk saling bahu-membahu membantu warga yang membutuhkan. Dan ia juga berharap dengan gerakan ini Surabaya segera menjadi zona hijau dari kasus pandemi covid-19.

Selain itu ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mentaati prokes serta mensukseskan program vaksinasi dengan semboyan “Ayo Prokes, Ayo Vaksin”

“Khususnya dalam pelaksanaan PPKM Level 3, tentunya akan banyak kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik proses belajar-mengajar, tempat-tempat peribadatan maupun pusat perbelanjaan dan tranportasi ini harus ditaati,” tutur Kombes Pol A.Yusep Gunawan. (tim)