Home Blog Page 1677

PMI Kab Pasuruan Menggelar Vaksinasi Serentak

PASURUAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kab Pasuruan membantu pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi merdeka secara massal guna memenuhi kekebalan imun masyarakat. Program vaksinasi covid-19 yang dilakukan pemerintah Kabupaten Pasuruan mengupayakan vaksin kepada warga kabupaten pasuruan meliputi 24 kecamatan dengan per kecamatan 250 orang/dosis.

“Dalam kegiatan ini pemerintah kabupaten Pasuruan mengupayakan vaksin kepada warga kabupaten pasuruan meliputi 24 kecamatan dengan per kecamatan 250 orang/dosis. Dengan target 6000 orang dalam sehari” ucap dr. Ani Latifah, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Pasuruan

Ketua PMI Kab. Pasuruan H. Agus Sutiadji mengatakan, sudah seharusnya PMI membantu pemerintah, sesuai yang tertulis di UU no.1 Tahun 2018. PMI Kab Pasuran sangat concern pada penanganan pandemi covid-19 khususnya di Kab Pasuruan. Tidak hanya membantu vaksinasi, PMI juga membantu pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam penyemprotan disinfektan, pemenuhan stok Plasma Darah untuk membantu penyintas covid-19 agar bisa cepat pulih dan masih banyak lagi.

“Kami di PMI Kab. Pasuruan beranggapan bahwa, pandemi ini bisa dilalui dengan saling bersinergi, saling bahu-membahu untuk dalam penanganan pandemi covid-19. Kolaborasi PMI dengan pemerintah Kab. Pasuruan sudah terjalin lama, tidak hanya dalam kegaitan vaksinasi saja,” tambahnya. (son)

Diserbu Ribuan Masyarakat, Kapolres Pasuruan Pantau Vaksinasi Merdeka

PASURUAN – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 76, Polres Pasuruan menggelar Kegiatan Vaksinasi dosis I dan II di Kebun Raya Purwodadi pada hari minggu (15/08/2021) 08.00

Kegiatan bertajuk Vaksinasi Merdeka di Wilayah Hukum Polres Pasuruan ini bertujuan untuk mewujudkan Pasuruan yang kuat dan sehat dengan Tema Polres Pasuruan Pasti Bisa (PaSuruan berbakTI dan BerbagI untuk bangSA)

Antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Corona semakin meningkat.

Hal ini terbukti dari enam gerai yang disiapkan Polres Pasuruan diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua tersebut.

Kapolres Pasuruan mengatakan bahwa animo masyarakat akan vaksinasi ini sangat tinggi sekali, hal ini dapat dilihat dari panjangnya antrian di enam gerai yg telah disiapkan sejak pagi hari.

“Semula kami menyiapkan 1700 dosis vaksin namun karena membludaknya masyarakat yang datang, kami tambah menjadi 3000 dosis. Bahkan tambahan 1300 dosis itupun masih ada masyarakat yang tidak kebagian”, terangnya.

“Ini kami sedang koordinasikan dengan Dinkes Kabupaten Pasuruan dan RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, kalau memang masih ada vaksin akan kami bawa ke sini,” urainya.

Selain Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si juga dihadiri oleh Dandim 0819 Letkol Inf. Nyarman M.Tr (Han), Waka Polres Pasuruan Kompol Edith Yuswo Widodo, S.I.K , PJU Polres Pasuruan dan Kapolsek Purwodadi AKP Sumariyanto, S.H

Dari pantauan di lapangan, meskipun masyarakat yang mengikuti vaksinasi terbilang banyak namun mereka tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun bahkan ada beberapa Pengunjung yang datang sekira Jam 05.00 Wib

Polres Pasuruan juga menyediakan makanan dan minuman gratis bagi masyarakat yang sedang menggu giliran untuk di vaksin. (tim)

Pesan Leluhur Kepada Anak Cucu

Oleh :Abdullah Murdiono

Dulu pernah mewabah di wilayah Bugis. Leluhur kita berhasil melewatinya. Ada petuah yang kemudian dititip ke anak cucunya.
Narekko polei sai’e; atikeriwi nennia uraiwi alemu (Ketika wabah merajalela; waspada, jaga jarak dan obati dirimu)

Apa makna yang tersirat dan tersurat dari pesan leluhur kita yang tersebut di atas, untuk bisa kita implementasikan dalam situasi sekarang ini.

Masya Allah, makna “ATIKERIWI ALEMU/waspada/jaga jarak”, sadar atau tidak sadar ternyata leluhur kita sudah mengenal “Social Distancing dan Physical Distancing” dalam mengantisipasi dan mencegah wabah penyakit.

Maka sudah sepatuhnya kita berbangga menjaga nilai-nilai kearifan lokal ini, mengimplementasikan dengan nyata untuk memutus penyebaran virus Covid 19 ini.

Sedangkan makna “URAIWI ALEMU/obati dirimu”, seiring dengan pribahasa “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, melakukan langkah preventif jauh lebih baik untuk tetap sehat dengan tetap konsisten menjaga kebersihan. Ya, kebersihan sebagian dari iman itulah identitas orang yang beriman. Yang paling utama adalah, harus memperhatikan dan menjaga obat karunia Ilahi yang ada di dalam tubuhnya, yaitu antibodi atau imunitas tubuh yang akan menjaga pertahanan tubuh dari berbagai serangan virus.

Berdasarkan rujukan dari beberapa sumber, ada beberapa upaya untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh kita sebagai berikut:

  1. Ciptakan pola pikir yang sehat dengan suasana batin kita untuk selalu tetap enjoy, fun dan tidak stres. Suasana rileks akan mampu meningkatkan imunitas tubuh kita.
  2. Biasakan pola makan kita dengan asupan gizi yang seimbang. Makanan bergizi dan sehat itu tidak harus mahal. Konsumsi sayur daun Kelor, minum jus jambu, minuman hangat dari jahe, temulawak, kunyit dan suplemen vitamin C serta minum herbal Sunnah seperti HABBATUSSAUDAH, Madu, Minyak Zaitun dan Kurma. Semuanya itu sangat membantu dalam meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh kita.
  3. Istiqomah menjaga pola ibadah dan melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya, seperti menjaga salat rawatib, tahajud, dhuha, istiqfar, bersedekah, mengaji dan memperbanyak doa khususnya lebih sering mengucapkan doa nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan.
  4. Jaga pola raga, biasakan melakukan olah raga ringan secara rutin disertai berjemur sinar matahari jam 10 pagi. Dengan berolah raga dan berjemur akan merangsang meningkatkan imunitas tubuh kita.
  5. Selalu berbaik sangka terhadap masalah dan musibah yang kita alami. Wabah virus Covid-19 adalah ujian bagi hamba Allah SWT yang beriman. Ada hihmah yang maha dahsyat dicurahkan kepada hambanya yang tetap Istiqomah bertaqwa kepadaNya. Allah SWT yang menurunkan virus Covid-19 ini ke dunia dan Allah SWT jualah yang akan mengangkatnya.

Kesimpulannya; untuk mencegah dan memutus mata rantai virus Covid-19 ini lakukan 3J: Jaga Iman, Jaga Imun dan Jaga jarak Aman, serta taati imbauan pemerintah dan Fatwa MUI No. 14. Insya Allah, optimis, semoga virus Covid-19 segera berlalu, mari menyambut bulan suci Ramadan 1441 H dengan hati yang bergembira tanpa corona “Marhaban ya Ramadhan”. Aamiin…

Pastikan Kondusif, Polsek Jajaran Kawal Proses Pemakaman Jenazah Covid-19

LUMAJANG – Jajaran Polsek Polres Lumajang melakukan pengawalan dan pengamanan proses pemakaman jenazah pasien positif virus corona atau Covid-19, Sabtu (14/8/2021).

Hingga saat ini sudah ada enam Polsek diantaranya, Senduro, Lumajang Kota, Yosowilangun, Pasirian, Jatiroto, dan Klakah mengawal proses pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum

Kegiatan melibatkan koramil dan Gugus depan Covid-19 guna mengantisipasi penolakan warga dan pengambilan jenazah secara paksa di sekitar pemakaman.

“Alhamdulillah kegiatan pengamanan pemakanan oleh enam Polsek berjalan lancar tidak terjadi gangguang kamtibmas seperti penolakan dari keluarga maupun warga sekitar,” Kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta.

Shinta mengatakan, selama proses pemakaman dilakukan secara Protokol kesehatan Covid_19 oleh Tim Medis, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Lumajang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap (APD).

“Dari awal sampai akhir proses pemakaman Jenazah kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 berjalan lancar tanpa ada penolakan dari keluarga dan warga masyarakat serta untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Shinta menjelaskan, pengawalan jenazah covid-19 merupakan kegiatan rutin dilakukan seluruh Polsek jajaran Polres Lumajang jika terjadi kasus warga meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

“Kegiatan ini dilakukan guna mengantisipasi penolakan dari masyarakat terhadap proses pemakaman jenazah yang meninggal dunia akibat Covid-19,” pungkasnya.(hum/red)

Tagana Magetan Tuntaskan Distribusi Ribuan Paket Beras di 18 Kecamatan

MAGETAN – Dinas Sosial Kabupaten Magetan melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) salurkan ribuan paket beras di sejumlah kecamatan, Sabtu (14/8/2021).

Tagana Kabupaten Magetan, Bayu Agung mengatakan, bantuan ini berupa paket beras dari Kemensos RI, di mana dalam tiap paketnya berisi 5Kg beras.

“Kami Tagana diminta oleh Dinsos untuk membagikan bantuan kemensos ini ke beberapa kecamatan,” kata Bayu.

Diketahui, dalam konteks ini tiap kecamatan mendapat kuota paket bantuan yang berbeda jumlahnya.

Sebagaimana diuraikan Bayu pada laporan tertulisnya, berkaitan dengan kecamatan yang mendapat bantuan paket beras tersebut diantaranya, Kecamatan magetan sebanyak 300 paket, Kecamatan Maospati mendapat 200 paket, Kecamatan Poncol 140 paket, Kecamatan barat 200 paket, kecamatan Sidorejo 140 paket, kecamatan bendo 140 paket,kecamatan Panekan 140 paket, kecamatan Kartoharjo 140 paket, dan kecamatan ngariboyo memperoleh 140 paket, serta beberapa kecamatan lainnya.

Sementara dalam konfirmasinya, Eko Jono koordinator Tagana kabupaten Magetan menjelaskan, ada 18 kecamatan yang menjadi titik distribusi pada saat itu.

“Jadi tadi pagi sedari pukul 08.00 Wib kami mulai bergerak. Dengan menggunakan Mobil Dinas Lapangan, kami loading paket beras tersebut dari kantor Dinsos Kabupaten Magetan menuju titik distribusi, sebagaimana data yang kami terima, yakni 18 kecamatan,” terangnya.

Disinggung soal mekanisme pembagiannya Eko menjelaskan bahwa, pihaknya hanya ditugaskan mengirim bantuan dimaksud dari kantor dinsos menuju kantor kecamatan. Selanjutnya menjadi tugas forkopimka setempat terkait tekhnis pembagiannya kepada penerima.

“Pihak Dinsos sangat mengapresiasi kinerja kami. Dan sebagai relawan binaannya, kami selalu siap menjalankan tugas sampai tuntas,” pungkasnya. (non)

Bupati Serahkan Surat Rekomendasi Inspektorat kepada Calon Kades pada Pilkades Serentak 2021

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyerahkan secara simbolis Surat Keterangan Bebas dari kewajiban Tindaklanjut Pertanggungjawaban Keuangan dan Aset/Barang/Kekayaan Desa kepada calon kepala desa yang akan ikut pada Pemilihan Serentak 2021 di Kantor Inspektorat Lumajang, Jum’at (13/08/2021).

Bupati meminta agar Inspektorat Lumajang segera merampungkan surat rekomendasi tersebut mengingat batas pendaftaran Pemilihan Kepala Desa Serentak2021 berakhir pada Sabtu (14/08/2021) esok hari.

“Saya hari ini di Inspektorat meninjau langsung proses administrasi kelengkapan kepala desa yang akan mencalonkan kembali sebagai kepala desa pada Pemilihan Serentak Tahun 2021 ini, saya minta Inspektorat hari ini semua keluar surat rekomendasinya karena besok pendaftaran terakhir saya pastikan itu,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/303/427.12/2019 tentang Standar dan Prosedur Pemeriksaan Atas Pemerintahan Desa, kepala desa/perangkat desa yang mencalonkan kembali pada Pemilihan Kepala Desa wajib mengantongi Surat Keterangan Bebas dari Kewajiban Tindaklanjut Pertanggungjawaban Keuangan dan Aset/Barang/Kekayaan Desa sebagai salah satu syarat maju dalam Pilkades Serentak 2021.

Keputusan Bupati tersebut menjadi pedoman bagi Inspektorat dan Perangkat Daerah terkait, dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pengawasan sehingga mampu mendorong pencapaian tujuan penyelenggaraan desa sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yakni Terwujudnya desa yang maju, mandiri dan sejahtera tanpa harus kehilangan jati diri.

Penyelenggaraan pengawasan sebagaimana dimaksud juga ditujukan untuk menjamin dan meningkatkan kinerja, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan meningkatkan kualitas informasi atas penyelenggaraan pemerintahan desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Dalam SK itu disebutkan bahwa kepala desa yang telah berakhir masa jabatannya, penjabat kepala desa/pejabat kepala desa sementara dilakukan pemeriksaan sesuai dengan periode yang menjadi tanggungjawabnya dan dapat diberikan Surat Keterangan Bebas dari Kewajiban Tindaklanjut Pertanggungjawaban Keuangan dan Aset/Barang/Kekayaan Desa apabila diperlukan jika hendak mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Begitu pula untuk perangkat desa yang hendak mencalonkan diri dapat terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan untuk diterbitkan Surat Keterangan Bebas dari Kewajiban Tindaklanjut Pertanggungjawaban Keuangan dan Aset/Barang/Kekayaan Desa berdasarkan permintaan Kades.

“Kalau hari ini sudah selesai dan diterima besok bisa mendaftar,” ujar Bupati. (kom/red)

Polres Lumajang Borong Ratusan Bendera Merah Putih di Pelaku UMKM Dan PKL

LUMAJANG – Memeriahkan HUT ke -76 Kemerdekaan Republik Indonesia dan peduli dampak pandemi Covid-19, Polres Lumajang memborong bendera merah putih yang dijual oleh para pelaku UMKM dan PKL

Wakapolres Lumajang bersama Pejabat utama Polres dan anggotanya membeli bendera merah putih di sekitar dalam kota Lumajang, Jumat (13/8/2021).

Paur Subbag Humas Polres Lumajang mengatakan, aksi memborong bendera merah putih yang dijual pelaku UMKM dan PKL sebagai bentuk kepedulian Polri kepada para penjual bendera yang mengaku dagangan mereka melesu jelang hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini karena pandemi Covid-19.

“Tujuannya untuk membantu mereka karena omsetnya turun karena pandemi Covid-19 “ kata Shinta.

Usai dibeli, bendera merah putih nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat secara serentak melalui Bhabinkamtibmas.

“Harapannya bisa menggugah masyarakat untuk memasang bendera di rumah dan kendaraan bermotor, sebagai wujud nasionalisme dan kecintaan kepada negara,” ujar Shinta.(hum)

Kapolda Jatim: Saya Bangga Pernah Sekolah Di SMAN 2

SURABAYA – Serbuan vaksinasi terus dilakukan Forkopimda Jawa Timur, kali ini SMAN 2 Surabaya menjadi sasarannya, pada Sabtu (14/8/2021). 1000 dosis ditargetkan dalam pelaksanaan vaksinasi berbasis pelajar ini. Selain itu, pengecekan ini juga sekaligus memperingati HUT SMAN 2 Surabaya yang ke 71.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohammad Dofir, dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, melakukan pengecekan serbuan vaksinasi, dalam rangka mendukung program Pemerintah membentuk herd immunity di Jatim.

Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi ini diperuntukan kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya yang melaksanakan vaksin tahap ke II dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Kegiatan vaksinasi ini didukung dengan Tenaga kesehatan gabungan baik dari TNI, Polri, Dinkes dan juga relawan dengan jumlah 48 personel dengan rincian Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak 25 personil, Bid Dokkes polda jatim sebanyak 5 personil, Dinkes kota Surabaya 8 personil dan Relawan 10 personil serta bantuan personil dari Kodam V Brawijaya.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya, untuk kedepan bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

“Jadi untuk anak-anakku semua. Yang punya cita-cita menjadi TNI, bercita-citalah menjadi Jendral. Bersama kita ketahui disini ada dua Jendral, bapak Pangdam V Brawijaya, dan Bapak Pak Kasko Armada dua,” ujarnya.

“Lalu yang bercita-cita menjadi polisi bersama kita di sini ada Pak Kapolda Timur, bapak Irjen Pol Nico Afinta, dan juga pak Kabinda Jawa Timur ini juga berbintang,” ucap Gubernur dihadapan pelajar SMAN 2 Surabaya

Semua ingin menjadi bagian yang ikut mendorong bagaimana percepatan vaksinasi di lingkungan kategorinya remaja, umur 12 sampai 17 tahun.

“Kita berharap bahwa ketika ada percepatan vaksinasi di lingkungan SMA, SMK, yang ada dalam koordinasi Pemprov, tentu ini adalah tahapan proses pembelajaran tatap muka sudah akan bisa dimulai secara terbatas dan bertahap, kalau PPKM-nya sudah level 3, apalagi bisa level 2,” Paparnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, bahwa ini semua adalah proses, dan tetaplah ikuti proses pembelajaran yang sekarang berjalan, yang masih dilakukan secara daring, tapi kemungkinan kita sedang melakukan exercise untuk lakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap dan terbatas.

“Sesungguhnya ini adalah area di mana Pak Kapolda Jawa Timur menjadi bagian dari keluarga besar SMADA (SMA 2 Surabaya), tentu ingin semangat itu akan mengalir pada seluruh siswa dan seluruh guru, wali murid terutama, dan semua yang hadir di sini, saya rasa sangat ingin mendengarkan pikiran-pikiran strategis dan semangat yang luar biasa dari beliau terutama dalam HUT ke 76 kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuh Gubernur Jatim.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta yang juga sebagai alumni SMAN 2 Surabaya pada tahun 1989 silam, turut hadir sembari melakukan peninjauan vaksinasi.

“Saya bangga pernah sekolah di sini , sy lulusan tahun 89 dan saya juga bangga di hari ulang tahun SMAN 2 ini kami juga mengadakan vaksinasi di sini, supaya kita bisa melakukan vaksinasi semua, nantinya dengan keputusan pemerintah bisa belajar tatap muka,” ujarnya.

Kapolda Jatim juga memberikan motivasi kepada pelajar SMAN 2, untuk selalu ingat dengan 3 hal, yang disingkat dengan kata MANTAP yang berarti Iman, Kemauan dan Pengetahuan.

“Saya ingin menyampaikan tiga hal. Tiga hal ini yang pertama adalah bekal untuk maju kita. Bekal pertama adalah Iman, apa pun kita sebagai manusia harus mempunyai iman yang kuat. Karena itu kunci dari kemampuan kita, kunci dari perjalanan seorang manusia dalam keimanannya,” ajaknya.

“Maka adik-adik silahkan kalian beribadah sesuai agama kalian yang islam sholat, yang kristen ke gereja atau yang hindu ke pura, kuatkan iman, setelah kuatkan iman kuatkan kemauan, kita harus punya kemauan yang kuat untuk mencapai cita-cita. Lalu yang ketiga adalah pengetahuan. Pengetahuan penting untuk menyelesaikan persoalan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Kapolda Jatim menanamkan kepada para pelajar SMAN 2 harus punya MANTAP atau kemantapan hati, untuk mencapai cita-cita, karena di masa yang akan datang ilmu pengetahuan itu sangat membantu kita saat bekerja nanti untuk menyelesaikan persoalan.

“Tapi persoalan tidak selesai tanpa ilmu pengetahuan, tetapi kalau kita punya ilmu pengetahuan tidak menyelesaikan permasalahan itu juga akan menjadi sia-sia,” kata Kapolda Jatim.

Kapolda berharap, semua pelajar di Jawa Timur khususnya SMAN 2 punya pengetahuan dan pekerjaan sehingga nanti bisa berguna bagi masyarakat sendirinya.

“Saya yakin lulusan SMAN 2 pasti menjadi orang-orang yang berguna. Sekali lagi semangat adik-adik, gantungkan cita-cita, kita naik gunung butuh perjuangan. Kita melihat puncak gunung apakah kita bisa yakin sampai ke sana, Sampai kegunung tergantung tadi, MANTAP iman, kemauan, dan pengetahuan,” pungkasnya Kapolda saat berkunjung di tempatnya bersekolah dulu.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis berupa alat kesehatan kepada kepala sekolah, perwakilan guru dan pelajar SMAN 2 Surabaya oleh Forkopimda Jatim. (tim)

Satlantas Polres Pasuruan Kota Tindak Pelanggaran Truk di Jalan Pusat Kota

PASURUAN – Satlantas Polres Pasuruan Kota melaksanakan penindakan pelanggaran rambu larangan lalu lintas masuk kota pada truk yang melintas di jalan Balaikota Kota Pasuruan.

Kegiatan itu dilaksanakan Satlantas Polres Pasuruan Kota pada Sabtu, 14 Agustus 2021 dinihari.

Kasat lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudiyono, SH menjelaskan selain menciptakan tertib berlalu lintas, kegiatan itu juga bertujuan untuk sosialisasi prokes dengan penerapan 5M untuk memutus penyebaran covid19.

“Operasi ini sesuai himbauan kamtibmas dikmas lantas agar semua pengguna jalan tetap selalu mematuhi prokes dengan penerapan 5M untuk memutus mata rantai penyebaran covid19,” pungkas Yudiyono.(tofa)

Kapolri Imbau Warga Medan yang Terpapar Covid-19 Dirawat di Isoter Karena Aman dan Nyaman

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada warga Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang terpapar Covid-19, untuk menjalani perawatan di lokasi Isolasi Terpusat (Isoter). Menurutnya, tempat tersebut jauh lebih aman dan nyaman bagi pasien yang terjangkit virus corona.

Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Forkopimda Medan, Sumut, Sabtu (14/8/2021).

“Mengimbau dan mengajak masyarakat yang Isoman untuk melakukan isolasi di isoter yang telah disediakan. Di lokasi isoter pasien langsung dalam pengawasan tenaga kesehatan,” kata Sigit dalam arahannya.

Mantan Kapolda Banten ini juga menyatakan, dengan isolasi di isoter, maka hal itu dapat melindungi keluarga dan kerabat dari paparan virus corona. Selain itu, isoter juga dilengkapi dengan segala fasilitas yang membuat masyarakat merasa nyaman dan tenang. Sehingga, pemulihan bakal cepat terjadi.

Oleh sebab itu, Sigit mendorong Forkopimda Medan, untuk menambah jumlah lokasi isoter dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Serta, melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa isolasi di isoter lebih baik untuk percepatan pemulihan.

“Menambah tempat tidur di isolasi terpadu dengan memanfaatkan Balai Diklat, GOR dan Gedung sekolah. Mengimbau dan mengajak masyarakat yang Isoman untuk melakukan isolasi di isoter yang telah disediakan,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Disisi lain, Sigit menekankan kepada Forkopimda Medan untuk menjaga momentum pertumbuhan perekonomian di tengah Pandemi, dengan tetap menerapkan strategi pengendalian virus corona. Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07 persen. Sedangkan, Sumut perekonomiannya mulai tumbuh sekira 4,95 persen di saat Pandemu Covid-19.

“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus kami jaga dengan kesehatan sebagai modal dasar. Jika kasus Covid-19 bisa ditekan, pertumbuhan ekonomi dapat kembali berjalan normal,” ucap Sigit.

Strategi mitigasi atau pengendalian Covid-19 yang harus diperkuat antara lain, protokol kesehatan yang ketat seperti 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak), penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Dan terakhir, adalah melakukan akselerasi atau percepatan vaksinasi.

Dalam kunjungan kerjanya ke Medan, Sumut, Panglima dan Kapolri juga menyempatkan melakukan peninjauan langsung ke salah satu lokasi isoter di Hotel Soechi. Mereka melakukan pemantauan terkait dengan proses atau alur penanganan warga yang terpapar virus corona.

Di tempat isoter itu, terdapat sejumlah fasilitas yang tersedia, diantaranya adalah, jumlah kamar dan tempat tidur sebanyak 247. Lalu, tabung oksigen berukuran besar sebanyak 50 tabung, sehingga diyakini, kebutuhan oksigen masih mencukup.

Adapun mekanisme Isoter, yaitu pasien suspect Covid-19 atau pasien dengan hasil Swab Antigen positif atau PCR datang ke pendaftaran untuk segera ditangani dokter dan perawat.

Melakukan skrining terhadap pasien. Kriteria pasien isoter yang diterima, OTG atau memiliki keluhan ringan dengan saturasi oksigen >90 persen. Apabila memenuhi kriteria lanjut isolasi sampai 10 sampai dengan 14 hari. Jika terjadi perburukan atau muncul gejala lainnya seperti saturasi oksigen <90%, langsung dilakukan rujukan ke RS lainnya yang tersedia kamar. (tim)