Home Blog Page 1693

Kapolres Pamekasan Pantau Giat vaksin presisi mobile Di Pasar Tradisional

PAMEKASAN – Polres Pamekasan melakukan kegiatan vaksinasi keliling yang dilakukan di lokasi slum area atau kawasan padat penduduk.

Gerai vaksin presisi mobile digunakan untuk berkeliling melakukan vaksinisasi kepada masyarakat.

Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan vaksinasi kepada warga di lokasi pasar tradisional.

Pelaksanaan vaksinasi keliling kali ini dilakukan di Pasar Sore Jalan Diponegoro.

AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi keliling di kawasan tersebut dilakukan untuk membantu warga yang belum mandapatkan vaksin.

Selain itu, vaksinasi keliling gencar dilakukan untuk memaksimalkan program serbuan vaksin untuk mencapai herd immunity.

“Sasaran utama kita di pasar tradisional yang memang penyebaran cukup tinggi,” Kata Kapolres Pamekasan.

Kapolres berharap kegiatan vaksin presisi mobile gratis ini berjalan lancer dan masyarakat Pamekasan terhindar dari penyebaran covid-19. (tim)

Polres Pamekasan Gelar Vaksinasi Mobile Presisi di Pasar Kolpajung

PAMEKASAN – Guna mendukung percepatan Vaksinasi untuk mewujudkan Herd Immunity. Polres Pamekasan menggelar vaksinasi mobile Presisi atau keliling untuk mempermudah masyarakat mendapatkan vaksinasi secara gratis.

Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si melalui Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah PS menjelaskan,’ bahwa Vaksinasi dilaksanakan oleh vaksinator Polres Pamekasan dengan menggunakan kendaraan urkes Polres Pamekasan.

“Kami punya satu unit vaksinasi mobile dan bisa mencapai wilayah masyarakat yang kepadatan penduduknya yang cukup tinggi,” kata Kasubbaghumas.

” Syarat untuk vaksin hanya menunjukkan KTP saja, Vaksinasi untuk hari ini bertempat di Pasar Kolpajung Jl. Ronggosukowati Kab. Pamekasan,” ucap AKP Nining Dyah
Dengan adanya vaksinasi mobile Presisi ini, kami harapkan target pembentukan Herd Immunity terhadap Covid-19 di wilayah hukum Polres Pamekasan akan segera terwujud,” ujar Kasubbaghumas
Pada kesempatan tersebut Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si bersama PJU Polres Pamekasan tinjau langsung giat Vaksinasi Mobile Presisi di Pasar Kolpajung yang dilakukan oleh Urkes Polres Pamekasan. (tim)

Libatkan Warga Binaan, Kalapas Probolinggo Bagikan Bantuan Sosial

PROBOLINGGO – Kamis (29/07), Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Probolinggo, Risman Somantri, bersama petugas Lapas membagi sembako di Kampung Keles, Kecamatan Mayangan.

Uniknya, saat berkeliling di di kampung Keles, tak hanya bersama jajarannya, Kalapas juga dibantu warga binaan.

Bantuan yang dibagikan berupa beras 5 kg, minyak goreng, gula, teh, dan susu kaleng.

Bagi penerima yang pernah terpapar COVID-19 ada tambahan yaitu berupa masker, vitamin, dan handsanitizer.

Risman berharap kegiatan ini dapat membantu warga, khususnya di Kampung Keles. (ali)

Akpol 91 Bhara Daksa Gelar Baksos pada Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

MALANG – Berbagai rangkaian kegiatan dilakukan dalam rangka peringatan 30 tahun pengabdian Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 91 Bhara Daksa khususnya di Polda Jawa Timur, dengan menggelar Bakti Sosial (Baksos) berupa pembagian sembako, Masker, dan Alat Pelindung Diri (APD) serta Vaksinasi pada Jumat (30/7/2021).

Hal ini dilakukan sebagai wujud pengabdian Alumni Akpol 91 Bhara Daksa kepada Bangsa dan Negara, untuk membantu masyarakat, terlebih di masa-masa pandemi seperti sekarang ini.

Kepala Biro Logistik Polda Jatim, Kombes Pol Pranyoto mengatakan, Sebanyak 3000 paket sembako dan Masker yang akan dibagikan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas, dan ke warga Papua yang tinggal di Surabaya dan Malang, serta berbagai Pondok Pesantren (Ponpes), diantaranya Ponpes Mukmin Mandiri Sidoarjo, dan Ponpes Ahlus Safa Wal Wafa Sidoarjo.

“Selain sembako kami juga membagikan Masker sebanyak 30 ribu, kepada masyarakat dan di Ponpes, serta 3000 Alat Pelindung Diri (APD) di RS Bhayangkara Surabaya, H.S Samsoeri Mertojoso,” paparnya Kombes Pranyoto.

Lebih lanjut Kombes Pranyoto menambahkan, kegiatan Baksos ini juga di lakukan oleh Alumni Akpol 91 diseluruh Nusantara.

“Baksos ini juga dilakukan oleh Alumni Akpol 91 Bhara Daksa di seluruh Nusantara, dengan membagikan ratusan ribu bantuan sosial, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kita, dengan cara membantu kepada warga yang terdampak oleh pandemi ini,” Pungkas Pranyoto, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan, kegiatan Baksos ini juga dilakukan di Malang dengan menggelar Vaksinasi untuk masyarakat umum dan pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, diantaranya tukang becak dan Aremania.

“Bansos untuk warga Papua kita berikan kepada Pendeta Ruben, mewakili warga papua di Surabaya, selain itu kita juga menggelar kegiatan vaksinasi kepada masyarakat di Malang, dan pembagian sembako kepada tukang becak, ojek online dan Aremania,” tambah Kombes Gatot Repli Handoko di dampingi Ka SPN Mojokerto Kombes Pol Thomas Widodo Rahino.

Diharapkan dengan bantuan Alumni Akpol 91 Bhara Daksa ini, sedikit bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang terdampak langsung pandemi Covid-19. (Tim)

Polresta Banyuwangi Bentuk Tim Tracer

BANYUWANGI – Pemerintah melakukan perpanjangan peberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kabupaten Banyuwangi sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri, Polresta Banyuwangi membentuk Team Tracer yang didalamnya ada anggota Babhinkamtibmas untuk mentracer (melacak Covid 19 di tiap wilayah).

Pembentukan team tracer tersebut diawali apel pelepasan petugas tracer yang dipimpin Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu bersama Forkopimda, pejabat utama Polresta Banyuwangi, tim dinas kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, relawan dari GP Ansor, Pemuda Muhammadyah dan Senkom di lapangan apel Mapolresta Banyuwangi, Jumat pagi (30/7).

Kapolresta Banyuwangi menyampaikan dengan dibentuknya Team Tracer sesuai intruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM darurat di wilayah Jawa dan Bali.

“Aturan pemerintah mengenai PPKM darurat ini adalah 100% work from home (WFH) untuk sektor non-esensial, untuk sektor esensial diberlakukan 50% maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan yang ketat. Dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup, penjual makanan/minuman hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in),” ujar AKBP Nasrun.

Kemudian, kegiatan konstruksi 100% dengan protokol kesehatan ketat, tempat ibadah ditutup sementara, fasilitas umum ditutup: area publik, taman, tempat wisata, kegiatan seni/budaya, olahraga, sosial yang menimbulkan kerumunan ditutup, transportasi umum kapasitas maksimal 70%, resepsi pernikahan maksimal 30 orang tanpa makan di tempat.

AKBP Nasrun mengingatkan kepada para Babhinkamtibmas mengenai Tugas Tracer (pelacak Covid 19) agar dalam melaksanakan tugasnya tahu betul apa yang harus dilaksanakan.

“Yaitu tugasnya antara lain mencari dan memantau kontak erat selama karantina dan isolasi, memberikan informasi yang benar terkait covid 19 termasuk isolasi dan karantina yang benar. Memantau kondisi kesehatan orang yang melakukan karantina dan isolasi, Melaporkan hasil pemantauan kepada petugas Puskesmas sebagai koordinator traccer. Apabila ada yang bergejala harus di isolasi minimal 10 sampai 14 hari dan apabila ada gejala ringan seperti pilek dan batuk di tambah 3 hari,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

AKBP Nasrun menegaskan, yang paling penting adalah tempat dan karantina bagi yang terpapar atau kontak erat. Tempatnya yang menentukan adalah Satgas Covid Kecamatan seperti tempat isolasi mandiri atau terpusat agar tidak tercampur dengan yang lain. (resta bwi)

Tinjau Vaksinasi Buruh, Kapolri Harap Pertumbuhan Ekonomi Membaik

TANGERANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi massal para pekerja atau buruh pada hari ini, Kamis (29/7). Vaksinasi massal ini diselenggarakan oleh PT. Ching Luh bekerja sama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Polri mulai tanggal 28 Juli hingga 4 Agustus 2021.

Kapolri menyampaikan para pekerja atau buruh yang tergabung dalam perusahaan sektor esensial dan kritikal diberi kesempatan tetap melakukan produksi, dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Untuk memaksimalkan kegiatan produksi tersebut, Kapolri menuturkan bahwa perlunya program vaksinasi untuk memperkuat proteksi para pekerja dan buruh agar tak terpapar virus COVID-19.

“Kita tahu bahwa saat ini rekan-rekan buruh khususnya yang tergabung dalam perusahaan ekspor diberi kesempatan melakukan produksinya dengan mengikuti prokes. Salah satu upaya lain kegiatan agar maksimal dengan melaksanakan program vaksinasi dan diharapkan rekan-rekan memiliki tingkat kekebalan yang lebih tinggi terharap serangan COVID,” kata Kapolri.

Menurut Kapolri, peran buruh sangat diperlukan untuk sama-sama menanggulangi Pandemi Covid-19 di Indonesia, sebagaimana kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Mengingat, dalam memerangi virus corona dewasa ini diperlukan sinergitas dan saling bergandengan tangan dengan seluruh stakeholder.

Disisi lain, kata Kapolri, untuk mencegah dan menekan laju pertumbuhan Covid-19, seluruh elemen termasuk buruh juga harus melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat disiplin. Misalnya seperti 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi).

Dengan adanya program vaksinasi para buruh ini, mantan Kabareskrim Polri ini berharap para pekerja atau buruh dapat bekerja secara maksimal, sehingga pertumbuhan ekonomi semakin membaik.

“Program ini kita sesuaikan tidak hanya di sini tapi di daerah juga untuk sama-sama melaksanakan akselerasi vaksinasi rekan buruh dan kita harapkan rekan buruh bisa bekerja optimal dan pertumbuhan ekonomi semakin baik,” ujarnya.

Meskipun sudah divaksin, Kapolri tetap meminta para pekerja atau buruh mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sementara itu Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengucapkan terima kasih kepada Polri atas kerja sama program vaksinasi. Ia pun menyampaikan program vaksinasi ini akan dilakukan di daerah-daerah lainnya.

“Terima kasih pak Kapolri. Program ini akan dilakukan di beberapa daerah. Vaksin presisi ini sangat membentuk herd immunity. Salut untuk Polri,” katanya.

Adapun total target vaksinasi sebanyak 14.600 orang dengan target vaksinasi harian sebanyak 1.250 orang yang berasal dari masyarakat umum, karyawan PT Victory Ching Luh Pasar Kemis, dan anggota KSPSI.

Total vaksin yang dipersiapkan dalam kegiatan ini sebanyak 19.500 dosis jenis Sinovac yang berasal dari Biddokes Polda Metro Jaya 5.000 dosis, Mabes Polri 5.000 dosis, Pemda Kabupaten Tanggerang 9.500 dosis.

Jumlah vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 57 orang yang terdiri dari Polri sebanyak 25 vaksinator dan relawan sebanyak 32 vaksinator. Dalam kegiatan ini juga disalurkan bantuan sosial sebanyak 2.500 paket kepada pekerja atau buruh serta masyarakat umum. (Tim)

Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, PMI Kekurangan Alat Apheresis

JEMBER – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di kabupaten Jember terus mengalami peningkatan, tercatat sebanyak 11.118 orang dengan rincian kasus aktif mencapai 1.920 orang dan 20 orang isolasi terpusat di hotel Kebun Agung Jember, sedangkan kasus sembuh mencapai 8.336 orang dan kasus meninggal mencapai 932 orang yang tersebar di 31 kecamatan.

Seiring meningkatnya kasus aktif tersebut permintaan darah plasma konvalesen dari rumah sakit mengalami peningkatan, sehingga 136 pasien Covid-19 yang sedang dirawat dirumah sakit harus antri untuk mendapatkan darah plasma konvalesen di UDD PMI Kabupaten Jember.

Kesadaran penyintas Covid-19 untuk mendonorkan darah plasma di kabupaten Jember juga kini mulai meningkat, para penyintas Covid-19 berdatangan dikantor UDD PMI kabupaten Jember di Jalan Srikoyo nomor 115 Patrang.

“Saat saya positif selalu berharap sembuh dari Covid-19, sehingga saatnya saya wujudkan harapan pasien covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit dengan melakukan donor plasma konvalese .”ucap dr. Triwiranto, pendonor plasma konvalesen kedua kali.

Untuk mengantisipasi banyaknya antrian yang butuh plasma konvalesen, PMI Jember menghimbau kepada keluarga pasien untuk mengajak pendonor pengganti yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil swab PCR positif sehingga bisa digunakan langsung oleh pasien tanpa ikut antrian.

“Donor pengganti tersebut bisa sahabat, teman, keluarga yang telah 14 hari sembuh dari Covid-19 (negative), kemudian mengikuti prosedur donor darah plasma Konvalesen, ” ujar dr Dudung Ari Rusli, Kepala UDD PMI Kabupaten Jember.

Tahap awal pendonor plasma mengisi formulir donor darah dan seleksi donor melalui anamesis serta pemeriksaan fisik. Kemudian pendonor penyintas Covid-19 mengikuti pemeriksaan laboratorium donor meliputi, darah Lengkap, konfirmasi golongan darah, screening antibodi, infeksi menular lewat transfusi darah (HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis). Barulah tahap selanjutnya pengambilan darah dengan menggunakan mesin Apheresis dengan lama waktu pengambilan kurang lebih 1,5 jam.

Ketua PMI kabupaten Jember E. A. Zaenal Marzuki, SH, MH menuturkan layanan permintaan darah plasma konvalesen untuk terapi kesembuhan pasien covid-19 semakin meningkat. “Terhitung sejak tanggal 3 Juni hingga 28 Juli 2021 PMI Kabupaten Jember telah melayani darah plasma konvalesen tercatat sebanyak 301 kantong untuk semua golongan darah diseluruh rumah sakit di kabupaten Jember maupun luar kota. Sedangkan permintaan darah plasma yang dari pasien Covid-19 yang antri mencapai 136 pasien yang tersebar rumah sakit. “Ungkap E. A. Zaenal Marzuki, SH, MH.

Sayangnya, PMI Jember saat ini hanya miliki 1 unit mesin apharesis, yang dapat melayani 8 orang pendonor setiap hari. “Kami berharap Bupati Jember dapat segera merealisasikan penambahan alat Apheresis yang akan diberikan kepada PMI Jember, agar permintaan darah plasma dapat dilayani secara cepat dan aman.” Pungkasnya. (son)

BELUM DIKETAHUI PASTI MOTIFNYA, SALAH SEORANG PENUMPANG KAPAL KMP DARMA FERRY DIKABARKAN TERJUN DIPERAIRAN GILIMANUK

Gempurnews.com – Banyuwangi. Seorang penumpang kapal KMP Darma Ferry dilaporkan jatuh dalam perjalanan dari pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Korban yang dikabarkan sengaja menerjunkan diri ini dilaporkan jatuh di perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sekitar pukul 17.50 WIB, Kamis (29/07/2021).

Hingga saat ini tim gabungan penyelamatan di perairan Selat Bali masih terus melakukan upaya pencarian.

Kasat Pol Air Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza membenarkan peristiwa ini. Dari pengakuan sejumlah saksi yang juga menumpang kapal, korban sengaja menceburkan diri ke laut hingga akhirnya hilang terseret derasnya arus Selat Bali menuju ke arah Selatan.

Hingga saat ini, laporan penumpang kapal yang sengaja terjun ke laut masih ditelusuri oleh Tim SAR Gabungan dari unsur TNI Angkatan Laut, Basarnas dan Polisi Air yang ada di wilayah Gilimanuk, Bali.

“Benar, ada peristiwa penumpang kapal terjun ke laut sekitar pukul 17.50 WIB. Saat ini sudah ditindaknlanjuti oleh Tim SAR di Gilimanuk. Karena TKP ada di Gilimanuk,” ungkap Jeni kepada wartawan

Dari informasi yang diperoleh, korban yang diduga sengaja terjun ke laut tersebut bernama Rama Pratama Putra (17) warga Kampung Kecubung, Indrajaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Korban menumpang KMP Dharma Ferry 1 tujuan Bali berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar pukul 17.05 WIB. Saat kapal berada di titik koordinat 08°08.938’/ S 114°25.689′ E korban tanpa alasan yang jelas langsung menceburkan diri ke laut.

Jeni menambahkan, upaya penyelamatan sebelumnya juga dilakukan Nahkoda KMP Dharma Ferry 1 setelah mengetahui ada satu penumpang tercebur ke laut. Namun upaya pencarian selama sekitar 15 menit lamanya di kawasan titik tenggelamnya korban tidak membuahkan hasil, hingga membuat nahkoda memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Gilimanuk guna memberika laporan atas jatuhnya salah satu penumpang.

” Laporan awal diterima sekitar pukul 18.04 WIB, sekitar 15 metik dari jatuhnya salah satu penumpang. Hal itu dikarenakan ada upaya pencarian dari pihak kapal KMP Dharma Ferry 1. Namun karena upaya pencarian tidak berhasil akhirnya nahkoda menghentikan pencarian dan melaporkan pada TNI AL, Pol Air dan BASARNAS.” Pungkasnya.

Hingga saat ini belum ditemukan korbannya. Jeni juga menghimbau untuk kapal-kapal lain yang melintas bisa segera melapor kepada pihak yang berwajib jika menemukan korban di laut. (*/Sgt)

Bertemu dengan Pimpinan Bank Syariah, Bupati Hendy Ajak Bersinergi Membangun Jember

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto melaksanakan audiensi bersama jajaran pimpinan Bank Mega Syariah KCP Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (28/07/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hendy menyampaikan rencana pembangunan 3 (tiga) rumah sakit daerah di antaranya RSD. dr. Soebandi, RSD. Balung dan RSD. Kalisat.

“Saya mengajak Bank Mega Syariah Jember untuk berinvestasi awal untuk pembangunan 3 rumah sakit kami ini,” jelas Bupati Hendy.

Selain rumah sakit, Bupati Hendy juga menawarkan Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan yang sedang membutuhkan investor.

“Kami juga punya perusahaan perkebunan, PDP Kahyangan, ini membutuhkan dukungan investor juga,” sambungnya.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Hendy mempresentasikan rencana tersebut sekaligus skema bagi hasilnya bagi investor. (son)

Jember Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya dari Kementerian PPPA

JEMBER – Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Madya tahun 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) secara secara virtual melalui zoom meeting, Kamis 29 Juli 2021.

Usai mendapatkan penghargaan, Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mencapai Kota Layak Anak.

“Alhamdulillah Jember mendapatkan Kota Layak Anak dengan level Madya, melebihi dari Kabupaten sekitar dan ini keren. Saya terima kasih kepada temen-temen dinas, terutama DP3AKB, Forum Anak dan stakeholder lainnya, ini hasil kekompakan kita semua,” kata Bupati Hendy didampingi Plt. Kepala DP3AKB, Suprihandoko di Pendopo Wahyawibawagraha.

Bupati Hendy menyampaikan, untuk mendapatkan predikat KLA ini harus ada integrasi dari OPD terkait guna mempertahankan bahkan meningkatkan menjadi lebih baik dengan sistem pembangunan berkelanjutan berbasis hak anak sehingga hak dan kebutuhan anak di Kabupaten Jember terpenuhi.

“Kita harus pikirkan mulai lahir itu anak mendapatkan apa, terus sampai anak itu berusia 19 tahun. Itu harus kita akomodir fasilitasnya,” sambung Bupati Hendy.

Plt. Kepala DP3AKB, Suprihandoko menyampaikan, aspek yang paling diperhatikan dalam pembangunan KLA ini adalah sinergi dan kolaborasi antar OPD untuk berkomitmen pada pemenuhan hak anak.

“Ke depan kita targetkan forum anak desa terbentuk, forum anak kecamatan terbentuk, Forum Anak Kabupaten Jember (FAJ) itu betul-betul bisa eksis mengayomi anak-anak di Jember dengan fasilitas yang memadai, harapan kita seperti itu,” ungkap Suprihandoko.

Saat ini sudah ada 8 kecamatan yang membentuk forum anak kecamatan, ini juga akan diikuti di tingkat desa.

Suprihandoko menginginkan ada regulasi yang dikeluarkan Bupati Jember yang mengintruksikan seluruh camat dan kades diwajibkan membentuk forum anak kecamatan dan forum anak desa, nanti ke depan forum anak ini diikutkan dalam Musrenbang agar aspirasi anak juga terakomodir dalam rencana pembangunan. (son)