Home Blog Page 1696

Kapolri Gelar Posko PPKM di Pasar, Pastikan Perekonomian dan Protokol Kesehatan Berjalan

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membentuk posko PPKM di pasar-pasar rakyat. Hal itu bertujuan guna memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Dalam perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, Pemerintah melakukan pelonggaran terhadap pusat perekonomian masyarakat. Diantaranya adalah, pasar rakyat diperbolehkan beroperasi namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Seluruh jajaran membentuk Posko PPKM di pasar untuk antisipasi pelonggaran ekonomi kerakyatan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Mantan Kapolda Banten itu menekankan, posko PPKM di pasar tersebut nantinya akan bertugas untuk memastikan pedagang maupun pengunjung telah menerapkan standar protokol kesehatan yang sesuai dengan penanganan Pandemi Covid-19.

Posko itu nantinya, kata Sigit, harus menerapkan One Gate System untuk membatasi kapasitas pengunjung. Lalu, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

“Menyiapkan lokasi cuci tangan, membagikan masker, pengaturan jaga jarak antar-pedagang serta melakukan random check swab antigen,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan bahwa, dalam posko PPKM di pasar tersebut, disiapkan pula vaksinasi mobile dalam rangka percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Posko PPKM di pasar itu nantinya juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) PPKM Level 4 dari Pemerintah kepada masyatakat yang paling terdampak perekonomiannya.

Penerapan Posko PPKM di pasar, Sigit meminta kepada jajarannya untuk bersinergi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait dalam pelaksanaannya.

“Pemberdayaan koordinator pengawas disiplin prokes dengan melibatkan petugas keamanan atau paguyuban pelaku usaha,” ucap Sigit.

Diketahui, pembentukan posko PPKM pasar ini mulai aktif pada kemarin hari. Hingga saat ini tercatat, sudah ada 9.213 posko di seluruh Indonesia. Jumlah itu berasal dari unsur TNI, Polri dan relawan. (tim)

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bansos Untuk Ojol di Lokasi Pembatasan Mobilitas

LUMAJANG-Terdampak PPKM Darurat Pengemudi ojek Online mendapatkan bantuan sembako dari Satlantas Polres Lumajang, Selasa (27/7/2021).

Sembako yang dibagikan yakni berisi beras kepada pengemudi ojek online (ojol) yang saat itu melintas di lokasi pembatasan mobilitas Jalan Ahmad Yani Lumajang.

Ketika melintas ojek onlne tersebut dihentikan petugas Satlantas kemudian diberikan sembako berupa beras, tidak lupa petugas juga memberikan himbauan protokol kesehatan kepada ojek online.

“Penyaluran paket beras ini langsung dibagikan kepada para pengemudi Ojol yang terdampak pandemi Covid-19 serta penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4,” kata Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho.

Ia menjelaskan, Satlantas Polres Lumajang dalam hal ini mendukung program dari polres Lumajang melalui bakti sosial.

“Yang mana beberapa waktu lalu Kapolres Lumajang dan Dandim telah melakukan apel besar bersama komunitas yang ada di Lumajang memberikan bantuan sosial berupa sembako,” jelas Bayu.

Dan implementasinya Satlantas polres Lumajang dalam rangka mendukung kegiatan tersebut pihaknya menggandeng beberapa komunitas, salah satunya yaitu komunitas ojek untuk memberikan sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

“Yang mana kami juga turut serta memberikan sembako di lokasi-lokasi pembatasan sosial di pos penyekatan kepada ojek online yang kebetulan melintas,” ujar Kasat Lantas.

Lanjut dia, dari hasil pantauan ada beberapa komunitas seperti relawan sosial berkolaborasi dengan ojek online melaksanakan bakti sosial mandiri yakni memberikan nasi kotak kepada warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman)

“Relawan dan ojek online ini turun langsung memberikan nasi kotak kepada warga yang isoman,” terangnya.

Sementara itu, Paur subbag Humas Polres Lumajang menghimbau, agar relawan sosial dan Ojek online dapat bekerja sama menjadi pelopor keedulian terhadap warga isoman, dan juga menjadi pelopor menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lumajang.

“Diharapkan seluruh masyarakat harus tetap mematuhi anjuran pemerintah salah satunya dengan mematuhi 5 M yakni, Memakai masker, Mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan,” tandasnya. *

Hattrick, Polres Trenggalek Pecahkan Tiga Rekor MURI dan Terima Penghargaan Komnas PA

TRENGGALEK – Kepolisian Resor Trenggalek kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tak main-main, Kepolisian Bumi Menak Sopal ini mendapatkan hattrick 3 rekor Musium Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dan piagam penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Penghargaan diberikan oleh Senior Manager MURI Jusuf Ngadri dan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait Kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H., M.H. didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Jawa Timur Ny. Ully Nico Afinta dan Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Trenggalek Ny Famella Dwiasi Secara Virtual dengan Prokes. Rabu, (28/7).

Polres Trenggalek mencatat 3 rekor MURI sekaligus yakni melukis masker kain terbanyak (3.000 masker dalam 8 hari) yang dilakukan 76 siswa siswi siswa SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek, melakukan pemidanaan kasus anak terbanyak di tingkat Polres selama 1 tahun dan melakukan pengungkapan dan penanganan kasus anak terbanyak di tingkat Polres selama 1 tahun.

Sedangkan Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dibidang pemenuhan dan perlindungan hak anak memberikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus melalui pembinaan kreatifitas siswa SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim memberikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Trenggalek atas prestasi yang telah diraih. Penghargaan MURI dan Komisi Nasional Perlindungan Anak ini merupakan Kado terindah dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI dan memperingati Hari Anak Nasional.

“Terima kasih. Terus berkarya, jadikan Polres Trenggalek sebagai Polres yang ramah bagi anak” Ujar Kapolda

Sementara itu, AKBP Dwiasi menuturkan penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras dari kepala sekolah, para guru, tenaga pendidik dan siswa yang telah berinisiasi dan ingin berjuang menyelamatkan masyarakat dengan melukis masker kain.

“Satu masker menyelamatkan 40.000 jiwa dari penularan Covid-19 di Jawa Timur khususnya Kabupaten Trenggalek dan menjadikan pahlawan bagi semua.” Ujar AKBP Dwiasi

Lebih lanjut perwira menengah alumni Akpol tahun 2002 ini menegaskan, sebelumnya Polres Trenggalek juga telah menerima penghargaan atas penanganan kasus anak tercepat dan terkait dengan Covid-19, Polres Trenggalek telah menggelar vaksinasi khusus bagi pelajar berkebutuhan khusus.

“Agar anak-anak kita bisa memiliki ketahanan tubuh, sehat dan tetap berprestasi.” Pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Bupati Trenggalek H.M. Nur Arifin, Dandim 0806 Trenggalek, Dandim 0806 Letkol Arh. Uun Samson Sugiharto., S.I.P., M.I.Pol., Kajari Darfiah, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Deny Riswanto, S.H.,M.H. serta sejumlah kepala OPD terkait. (tim)

Tak Hanya Sosialisasi Prokes, Polsek Rembang Bagikan Sembako

PASURUAN – Polsek Rembang Kabupaten Pasuruan gencar mensosialisasikan, dan mengedukasi masyarakat dalam disiplin penerapan protokol kesehatan, ke seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya.
Kapolsek Rembang, AKP. Pujianto ,S.Sos menyatakan, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hal itu dilakukan agar masyarakat terhindar dari resiko tertular Covid-19.
“Sebenarnya sosialisasi dan edukasi disiplin prokes itu, kita lakukan sejak awal diberlakukan PSBB pada Maret 2020 lalu. Namun sekarang kita lebih gencar lagi melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sejak diterapkannya PPKM. Bahkan kami akan terus melakukannya, karena prokes tersebut, menjadi sebuah kebutuhan,” terang Pujianto pada Rabu (28/07/2021).
Kapolsek juga mengungkapkan, kegiatan sosialisasi prokes kali ini disertai pembagian sembako bagi masyarakat yang ekonominya sangat terdampak akibat pandemi covid 19.
Lebih lanjut AKP Pujianto menyebutkan, lokasi yang menjadi fokus kegiatan sosialisasi dan edukasi prokes tersebut, yakni di jalan raya depan Mapolsek, dengan melibatkan seluruh anggota Babinkamtibmas.
“Yang menjadi pusat perhatian kami di lapangan, terkait sosialisasi dan edukasi prokes itu, semua titik mobilitas masyarakat, seperti jalan raya ini,” imbuh Kapolsek.
Ia berharap, dengan gencarnya sosialisasi dan eduksi prokes tersebut, warga semakin patuh, dan disiplin dalam menerapkan prokes. Sekaligus mampu meminimalisir penularan pandemi Covid-19 di wilayah Polsek Rembang pada khususnya, umumnya di wilayah hukum Polres Pasuruan.
“Saya harap, semakin gencarnya sosialisasi, dan edukasi prokes yang kami lakukan, dapat meningkatkan kesadaran warga, untuk mematuhi dan mendisiplinkan diri dalam penerapan prokes sebagai kebutuhan. Bahkan mampu menekan penularan Covid-19 di tengah masyarakat,” tandasnya. (qomar)

Indonesian Bamboo Community Tetap Eksis Berkarya Dimasa Pandemi.

CIMAHI – Kang Adang, sapaan akrab pemilik Indonesian Bamboo Community (IBC), ditemui di markas atau workshop IBC,Jalan Melong Asih No.23 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Pemilik nama lengkap Adang Mukhidin ternyata seorang Lulusan S2 Jurusan Metalurgi Jerman,beliau sangat mencintai Bambu dan menekuni usaha dibidang kerajinan bambu,sudah tidak terhitung Piagam dan penghargaan yang diterima Kang Adang baik dari pihak swasta maupun pemerintahan.

Perjalanan keluar negeri sudah sering dilakukannya untuk memperkenalkan bambu,salah satu karya yang membuat musisi di Eropa khususnya Negara Jerman terkagum-kagum adalah alat musik gitar Bambu yang langsung mendapat apresiasi di negara tersebut.

Pada masa Pandemi Covid 19 yang serba sulit,IBC masih tetap eksis melakukan trik-trik kreatif agar tetap menghasilkan produk yang tentunya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Kang Adang memaparkan kiatnya kepada wartawan Gempur News Secara Eksklusif,

“Disaat ini,dimasa Pandemi dengan adanya PPDB kemudian PPKM,sudah sangat jelas di segala sisi kita dalam keadaan terpuruk,hal yang paling utama diprioritaskan adalah pangan atau makan dan minum,oleh karena itu kami dari IBC membuat strategi membuat produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman,maka diproduksilah tempat minum bambu juga piring sendok dan garpu dari bambu dengan harga yang sangat ekonomis.Sehingga masyarakat dapat membeli produk dari IBC,Ide dasarnya adalah kami mengamati saat masyarakat jalan-jalan pasti membawa alat minum juga memerlukan alat makan pribadi sehingga tidak terjadi penularan Covid 19,Akhirnya tercetuslah ide memproduksi tumbler bambu,cangkir bambu,mug bambu dan piring dan sendok dari bambu.”ungkap Adang Mukhidin.

“Dalam keadaan yang cukup sulit ini dan dirasakan oleh segenap kalangan,baik masyarakat ekonomi bawah,menengah bahkan yang berpredikat ekonomi mapan pun saat ini cukup sulit,kami (IBC) yang tadinya sering bertransaksi dengan buyer dari luarnegeri,saat ini juga merasakan kesulitan dan stag.Untuk mengantisipasi agar kebutuhan kita tetap terpenuhi kami mengikuti saran dari pemerintah yaitu berjualan Online di Market Place atau Digital Marketing karena kita nggak bisa kemana-mana atau di rumah saja mengikuti himbauan dari pemerintah.IBC selain memproduksi produk dari bambu juga mengadakan workshop dan pelatihan ke luar daerah,dengan begitu banyak persyaratan-persyaratan yang harus dijalani untuk keluar daerah contohnya: Harus ada surat Vaksin,Swab dan aturan yang cukup banyak,ini membuat kami dan para pengundang workshop berfikir dua kali untuk melaksanakan kegiatan tersebut karena disamping memerlukan waktu juga biaya yang lumayan,saya berharap hal seperti itu dikaji kembali oleh pemerintah dan melahirkan kebijakan yang pro pengusaha kecil seperti kami ini,”tandas Adang.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap semangat jaga Imun,laksanakan prokes dan selalu berdoa semoga pandemi Civid 19 segera berlalu dari negara kita,apapun yang terjadi kehidupan tetap harus terus berjalan.”Pungkas Adang Mukhidin yang juga pemilik INA Bamboo. – Achmad Edison

Forkopimda Jatim Cek Tempat Isoter dan 3T di Posko PPKM Sidoarjo

SIDOARJO – Forkopimda Jawa Timur melakukan patroli menggunakan kendaraan roda dua berkeliling di kawasan Sidoarjo, dalam rangka pengecekan tempat isoter, serta pelaksanaan Testing, Tracing, dan Treatment di Posko PPKM Mikro Sidoarjo, pada Selasa (27/7/2021).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, melakukan Patroli dengan mengendarai kendaraan roda dua, didampingi Pejabat Utama Polda Jatim, serta Dandim 0816 dan Kapolres Sidoarjo, melakukan pengecekan tempat Isolasi Terpusat (Isoter), pelaksanaan 3T di posko PPKM Mikro yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan diawali dengan patroli menuju Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, dan Puskesmas di kecamatan Candi Sidoarjo, untuk meninjau pelaksanaan Isoter dan pelaksanaan 3T, guna memastikan pelaksanakan sesuai alur tracing yang ditentukan.

Selain itu, dalam kegiatan ini Kapolda dan Pangdam juga melakukan pembagian paket sembako kepada warga di desa Buduran, bertujuan untuk memelihara kamtibmas dan membantu meringankan beban warga masyarakat yang terdampak dengan diberlakukannya kebijakan PPKM Level 4.

Kegiatan diakhiri dengan meninjau Posko PPKM Mikro di Desa Buduran untuk memastikan pelaksanann 3T serta pemberian bantuan sosial berupa
150 peket sembako, kepada masyarakat di desa Buduran Sidoarjo.

Hal ini dilakukan sebagai upaya TNI-Polri memantau Kamtibmas dan menyalurkan Bansos, agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 atau pemberlakukan PPKM. (tim)

Polresta Mojokerto Salurkan Bansos untuk Pekerja Seni dan Pelaku Industri Kreatif

MOJOKERTO – Demi tercapainya bantuan sosial dari Pemerintah yang tepat sasaran, Polresta Mojokerto menyalurkan bantuan paket sembako dan kesehatan untuk puluhan pekerja seni maupun pelaku industri kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Pemberlakuan (PPKM) di Kota Mojokerto.

Penyerahan langsung dilakukan oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan didampingi Kasatlantas AKP Fitria Wijayanti, Kasat Binmas AKP Anang Leo Afera, Kasatnarkoba, Kasatreskrim, dan Kasubag Humas Ipda MK. Umam di Lapangan Mahapatih Gajahmada, Selasa, 27 Juli 2021. Siang

Saat ditemui media, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan menerima dan merespon cepat keluhan yang diterima dari komunitas pekerja seni dan pelaku industri kreatif dengan adanya pembatasan ruang gerak beraktivitas, selama pandemi dan penerapan perpanjangan PPKM Darurat level 4.

PPKM Darurat sendiri dilaksanakan sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Lalu diperpanjang dengan nama PPKM Level 3 dan Level 4 sampai 25 Juli, dan kembali diperpanjang hingga 2 Agustus nanti.

“Dengan adanya pembatasan masyarakat, cafe, warung yang harus take away. Dimana ada kelengkapan di cafe yang menggunakan musik, dan akhirnya tidak bisa bekerja,” ucapnya.

Selain itu, pekerja seni seperti pembatik, dan pelukis yang juga sangat terdampak karena tak ada marketnya. Untuk itu, Lanjut Rofiq, pihaknya hadir meringankan sedikit beban masyarakat yang terdampak.

Berupa satu tas berisi naget, telur, mie instan, kecap, obat-obatan, vitamin, dan probiotik. Kemudian ada tambahan beras dari pemerintah daerah.

“Alhamdulilah banyak yang mau berbagi, dan kita membantu menyalurkan ke sekitar 3.500 orang. didalamnya ada 29 orang komunitas pekerja seni dan pelaku industri kreatif yang terdata Bhabinkamtibmas dengan koordinasi dengan Dandim 0815, dan Dinsos Kota Mojokerto agar tidak terjadi double bantuan,” Pungkas AKBP Rofiq

Sementara penerima bansos Pemerint, Wiranto Trenggono salah satu maestro pelukis Kota Mojokerto mengaku sangat berterimakasih dan mengapresiasi adanya bentuk perhatian dari jajaran kepolisoan terhadap pekerja seni yang sangat terdampak terhadap dirinya

Selama ini yang bersangkutan bersama keluarga bergantung penghidupan dari melukis dan menjual hasil karya tersebut. Melalui Penjualan secara online pun tak mampu memenuhi penghidupan sehari-hari.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan ini, sejak ada pandemi tidak bisa mengadakan pameran. Penjualan lebih banyak dari pameran ketimbang online. Ini bisa meringankan beban dalam bertahan hidup,” kata Wiranto saat memberikan kesan kepada media. (tim)

Polisi Berhasil Mediasi Upaya Penolakan Pemulasaran Jenazah Pasien Covid–19

PROBOLINGGO – Selasa pagi, (27/07/21) Kapolres Probolinggo Kota AKBP R.M Jauhari S.H., S.I.K., M.Si mendatangi RSUD Dr. Moch Saleh Kota Probolinggo. Hal ini dikarenakan ada informasi bahwa terjadi upaya penolakan dari pihak keluarga setelah salah satu anggota keluarganya meninggal dunia dan dinyatakan confirm Covid-19.

Pihak RSUD Dr. Saleh menjelaskan bahwa almarhum adalah pasien confirm Covid 19.

“Hasil Swab test menyatakan bahwa almarhum positif terkonfirm Covid-19,” ujar Dr. Abroor Kuddah, Direktur RSUD Dr. Moch. Saleh.

Saat hendak dimakamkan, sempat terjadi upaya penolakan oleh pihak keluarga. Salah satu perwakilan keluarga merasa keberatan dan menolak almarhum akan dimakamkan secara protokol kesehatan. Namun setelah dilakukan mediasi dan edukasi oleh Kapolres, akhirnya keluarga pasien mau mengerti dan menerima untuk dilakukan pemulasaran terhadap almarhum yang berjalan dengan lancar sesuai standar.

“Masyarakat harus bisa memahami, bahwa Covid-19 ini benar benar ada. Jangan termakan oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. ”, jelas Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan sesuai analisa dokter, almarhum sudah terkonfirmasi Covid-19 dan pemakaman sesuai SOP harus dilakukan. Hal ini tidak lain untuk mencegah penyebaran Covid 19.

“Setelah pemulasaran dilaksanakan, lanjut kita kawal sampai prosesi pemakaman yang berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya.

“Perlunya kerja sama dan peran para semua tokoh untuk berperan aktif mengedukasi masyarakat supaya memahami prokes selama covid 19. Kami himbau, kepada masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum demi terciptanya harkamtibmas dan menurunkan penyebaran angka Covid 19. Apabila ada pengambilan paksa dan pengerahan massa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan maka akan kita tindak tegas dan proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas alumni Akpol 2002 ini. (tim)

Pemkot Gelar Musrenbang RPJMD 2019-2024

KANIGARAN – Bertempat di Command Center, Senin (26/7) siang, Pemerintah Kota Probolinggo mengikuti Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019-2024 dengan dihadiri langsung Sekda drg. Ninik Ira Wibawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kepala Bappeda Litbang Tartib Goenawan, dan diikuti secara virtual oleh Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo dan Lumajang, Tim Penyusun Perubahan RPJMD dari Universitas Brawijaya, Kepala Perangkat Daerah se- Kota Probolinggo, Tokoh Masyarakat, LPM, Lurah.

Menurut Kepala Bappeda Litbang Tartib Goenawan, maksud dan tujuan giat ini adalah mendapatkan saran dan masukan-masukan guna penyempurnaan perubahan RPJMD Kota Probolinggo tahun 2019-2024.

Sebagai Narasumber tunggal Bappeda Provinsi Jawa Timur yang diwakili Plt. Kepala Bakorwil V Jember Benny Sampirwanto menyampaikan terdapat empat hal terkait akselerasi pertumbuhan dan pengembangan sektor unggulan. “Kedudukan dan peran fungsi RKPD, kondisi eksisting IKU (rasionalisasi IKU), arah kebijakan pembangunan, serta rekomendasi,” jelasnya.

Sementara itu Sekda Ninik dalam sambutannya mengutarakan RPJMD merupakan Penjabaran dari visi misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program OPD yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk jangka waktu lima tahun.

“Dalam hal ini RPJMD memiliki kedudukan yang sangat penting dan strategis dalam menjamin proses pembangunan kota yang semakin terstruktur, terencana, terintegrasi dan berkelanjutan karena di dalam dokumen RPJMD tertuang kebijakan-kebijakan yang perlu ditempuh pemerintah kota dalam rangka membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Artinya RPJMD ini merupakan pedoman yang digunakan oleh seluruh perangkat daerah khususnya di lingkungan Kota Probolinggo sebagai acuan dan dasar bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kota di tahun 2019-2024.

Sekda Ninik berharap pelaksanaan musrenbang ini menjadi tahapan yang harus dilalui sebelum kami mengajukan draft peraturan daerah tentang RPJMD untuk dibahas bersama dengan DPRD.

“Dalam kesempatan ini saya berharap akan disepakati berbagai target, program, kegiatan serta pembiayaan yang realistis dan terukur berdasarkan baseline data yang ada,” harapnya.

Selain itu, ia menuturkan akselerasi program dan kegiatan serta perencanaan pembangunan yang holistik, integratis, tematik dan sinergi serta penganggaran yang efektif dan efisien menjadi upaya untuk mewujudkan target kinerja yang telah ditetapkan walaupun di tengah kondisi pandemi. (ali)

Kabaharkam Polri Ajak Masyarakat Bersama-sama Tanggulangi covid-19

MALANG – Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, bersama Pejabat Utama Polda Jatim, mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, saat melakukan kunjungan di Malang, dalam upaya penanganan covid-19, pada Selasa (27/7/2021).

Usai melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda kota Malang, di Balai Kota Malang. Kabaharkam Polri lanjut memberikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada Komunitas Papua di Malang, Arema, dan Dinas Perhubungan Kota Malang.

Kabaharkam Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto mengatakan, kunjungannya di Kota Malang ini dalam rangka Operasi Amanusa dan memberikan asistensi pelaksanaan PPKM level 4, sekaligus meninjau pelaksanaan pengelolaan dan penanggulangan pandemi covid-19.

“Tadi Pak Walikota sudah menyampaikan langkah-langkah yang sudah dilakukan dan saya katakan luar biasa, Wali Kota Malang dan jajaran Forkopimda sangat kolaboratif membangun sinergitas untuk menyelamatkan warga masyarakat dari pandemi covid-19 ini,” paparnya.

Lebih lanjut Kabaharkam Polri menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan sangat komprehensif, mulai dari penanganan masalah-masalah yang bisa mempercepat proses penanggulangan covid di Kota Malang. Dan ini juga didukung oleh kesadaran warga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, mengikuti apa yang diarahkan oleh pemerintah untuk melakukan isolasi, kemudian diberikan bantuan obat-obatan dan bantuan sosial, sehingga tidak terjadi kendala dalam pelaksanaan penanggulangan covid-19 ini.

“Diharapkan rekan-rekan media juga membantu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, dan ini secara serentak dilakukan di seluruh Indonesia,” Jelasnya usai memberikan Bansos kepada masyarakat Malang.

“Yang perlu saya ingatkan bahwa penanggulangan pandemi ini tanggung jawab kita bersama. Covid-19 tidak melihat status seseorang. Dia akan menyerang siapa saja. Oleh karena itu yang harus kita tekankan kepada seluruh warga masyarakat adalah mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan ini yang harus terus digelorakan di seluruh warga masyarakat,” tandasnya Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Selain itu, Kabaharkam Polri menambahkan, penanggulangan ini harus jadi tanggung jawab kita bersama.

“Bukan tanggung jawab Walikota saja, bukan tanggung jawab Dandim dan Kapolres saja, tapi juga seluruh warga masyarakat dan seluruh komponen masyarakat, untuk bersama-sama saling bahu-membahu, bersama-sama untuk menanggulangi covid-19 ini,” Pungkasnya. (tim)