Home Blog Page 1695

Dua Kelurahan di Kota Probolinggo Ikuti Verifikasi Lapangan Proklim Utama

WONOASIH – Sebagai salah satu tahapan meraih sertifikasi Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2021, Rabu (28/7) pagi, RW 1 Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih melaksanakan verifikasi lapangan (verlap) Proklim secara online dari aula kantor Kecamatan Wonoasih. Sebelumnya, pada Selasa (27/7) Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan sudah mengikuti verlap tersebut.

Selain 15 perwakilan warga dari RW 01 Kelurahan Jrebeng Kidul juga hadir mendampingi antara lain Kabid Pengendalian Pencemaran Kemitraan Lingkungan Hidup (P2KL) DLH Neli, Sekcam Wonoasih Parwono, Lurah Jrebeng Kidul M.Lutfi Mawahid, Babinsa, Bhabinkamtibmas setempat serta hadir secara daring perwakilan DLH Provinsi Jawa Timur. Verifikator kegiatan pagi itu dari tim Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Jawa Bali Nusra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menurut Peraturan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Proklim atau program kampung iklim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh KLHK, dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Membuka agenda verifikasi lapangan Kasi Perubahan Iklim Balai PPIKHL Wilayah Jawa Bali Nusra, Pujo Nur Cahyo menyampaikan agar dalam kegiatan verlap tetap menjaga protokol kesehatan. “Pesan kami juga prokesnya tetap dijalankan, jaga jarak dan tetap pakai masker,” terang Pujo.

Sekcam Wonoasih menyampaikan apresiasi terhadap tim penilai KLHK atas masuknya RW 01 kelurahan Jrebeng Kidul sebagai nominasi proklim utama tahun 2021. “Terima kasih banyak atas apresiasi dari kementerian yang diwujudkan dalam bentuk nominasi untuk kampung proklim di kelurahan Jrebeng Kidul sehingga kami dan masyarakat merasa bangga mempunyai potensi maayarakat seperti RW 01 Jrebeng Kidul,” pesannya.

Sementara itu, kepala Bidang P2KL DLH Neli menjelaskan, keikutsertaan Kota Probolinggo dalam proklim ini salah satunya bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan. “Ini adalah dalam rangka untuk penyelamatan bumi karena memang iklim sekarang sudah sangat memprihatinkan, sudah tidak nyaman lagi dalam kehidupan kita. Oleh karena itu kami dari DLH Kota Probolinggo telah mentransformasikan kepada masyarakat terkait manfaat proklim ini,” ungkap Neli.

Tahun ini RW 01 Kelurahan Jrebeng Kidul masuk dalam nominasi kategori Proklim Utama dengan komponen yang dinilai antara lain berupa kegiatan adaptasi, mitigasi serta kelembagaan dan dukungan keberlanjutan. Kegiatan verlap yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 ini berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah mulai dari awal sampai dengan berakhirnya acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah direncanakan oleh kader, DLH dan juga kelurahan,” terang Lurah Jrebeng Kidul M.Lutfi Mawahid.

Adapun beberapa produk unggulan dari RW 01 yang turut dipresentasikan pada verlap. Antara lain kerajinan wadah botol dan tas dari sampah plastik, tutup ipal yang terbuat dari campuran semen dan cacahan plastik bekas, komposting serta inovasi sarang tawon dari bahan sampah plastik tidak terpakai.

Salah satu peserta verlap sekaligus Ketua Pokdarwis RW 01 Kelurahan Jrebeng Kidul, Miyari mengaku sangat bangga bisa mengikuti kegiatan Proklim KLHK ini. “Alhamdulillah kita dberikan sehat sama yang kuasa, kita menikmati pelaksanaan (verifikasi) dan bangga sekali,” ungkapnya.

Sebagai informasi tahun 2021, 2 Kelurahan mewakili Kota Probolinggo dalam Proklim yakni Kelurahan Jrebeng Kidul dan Kelurahan Ketapang (verlap ada 27 Juli). Keduanya masuk dalam nominasi kategori proklim utama. Jika lolos pemenang akan mendapatkan sertifikat, trophy dan apresiasi Proklim dari KLHK. (*/ali)

Wali Kota Jawab Keluhan PPKL, Rencana Aksi Dibatalkan

MAYANGAN – Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (PPKL) di Kota Probolinggo bereaksi atas kebijakan pemerintah memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus mendatang.

Reaksi tersebut rencananya sambil berkonvoi akan menyampaikan surat berisi aspirasi pedagang kecil dan UMKM kepada wali kota dan DPRD, Rabu (27/7/2021).

Namun aksi mereka urung dilaksanakan lantaran Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin bersama unsur forkopimda mendatangi basecamp mereka di Jalan MT Haryono, Kelurahan Jati.

Wali kota tidak sendiri, ia datang bersama Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kajari Hartono dan Ketua PN.

PPKL menyatakan, efek domino dari PPKM ini berimbas kuat pada kondisi perekonomian pedagang kecil dan UMKM, sehingga PPKL Kota Probolinggo merasa perlu menyampaikan beberapa keluhan atau tuntutan.

Sekretaris PPKL, Eko Hardianto menjelaskan tuntutan mereka adalah penutupan dan penyekatan akses jalan yang tidak terlalu ketat, penerangan jalan di sentra-sentra perekonomian agar dinyalakan agar pedagang kecil dan UMKM dapat berdagang kembali, serta bantuan yang tidak merata.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi menanggapi terutama bantuan yang disebut tidak merata. “Jika ada yang belum mendapat bantuan, beritahu kami melalui media sosial saya atau Pemerintah Kota. Maka kami bisa memvalidkan data dan diberikan bantuan. Sehingga bantuan yang diberikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang Pasar Sabtu Minggu (Tugu) meminta kepada Pemerintah Kota Probolinggo untuk segera memperbolehkan mereka berjualan kembali. Mereka mengeluh kesulitan ekonomi akibat penutupan Pasar Tugu di masa pandemi.

“Sudah 1 tahun saya lebih dilarang berjualan di Pasar Tugu tetapi kenapa ditutup terlalu lama? Tolong agar jangan ditutup tetapi diawasi jangan sampai berkerumun,” ujar salah satu pedagang Pasar Tugu.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo kembali menegaskan, jika semua memiliki komitmen yang sama untuk mencegah penyebaran covid-19 maka akan teratasi. Selain itu, kewenangan untuk memutuskan PPKM kapan akan berakhir ada di pemerintah pusat.

“Terkait Pasar Tugu yang dinilai dapat memicu kerumunan maka dapat dibuka jika situasi dan kondisi sudah terkendali,” terang Habib Hadi.

Sebelum beranjak pergi usai dialog, wali kota menyampaikan kehadirannya bersama Forkopimda untuk menampung tuntutan dan memberikan pemahaman.

Ia menginginkan keterbukaan sehingga permasalahan apapun dapat disampaikan. “Saya ingin PKL menjadi satgas dalam menerapkan protokol kesehatan. Sambil berdagang juga mengingatkan pembeli untuk menjaga prokes. Saya yakin jika para PKL kompak dan semangat, maka pandemi ini akan cepat berakhir,” harapnya. (ali)

Namun aksi mereka urung dilaksanakan lantaran Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin bersama unsur forkopimda mendatangi basecamp mereka di Jalan MT Haryono, Kelurahan Jati.

Rencananya, sambil berkonvoi mereka akan menyampaikan surat berisi aspirasi pedagang kecil dan UMKM kepada wali kota dan DPRD, Rabu (27/7). Wali kota tidak sendiri, ia datang bersama Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kajari Hartono dan Ketua PN.

PPKL menyatakan, efek domino dari PPKM ini berimbas kuat pada kondisi perekonomian pedagang kecil dan UMKM, sehingga PPKL Kota Probolinggo merasa perlu menyampaikan beberapa keluhan atau tuntutan.

Sekretaris PPKL, Eko Hardianto menjelaskan tuntutan mereka adalah penutupan dan penyekatan akses jalan yang tidak terlalu ketat, penerangan jalan di sentra-sentra perekonomian agar dinyalakan agar pedagang kecil dan UMKM dapat berdagang kembali, serta bantuan yang tidak merata.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi menanggapi terutama bantuan yang disebut tidak merata. “Jika ada yang belum mendapat bantuan, beritahu kami melalui media sosial saya atau Pemerintah Kota. Maka kami bisa memvalidkan data dan diberikan bantuan. Sehingga bantuan yang diberikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang Pasar Sabtu Minggu (Tugu) meminta kepada Pemerintah Kota Probolinggo untuk segera memperbolehkan mereka berjualan kembali. Mereka mengeluh kesulitan ekonomi akibat penutupan Pasar Tugu di masa pandemi. “Sudah 1 tahun saya lebih dilarang berjualan di Pasar Tugu tetapi kenapa ditutup terlalu lama? Tolong agar jangan ditutup tetapi diawasi jangan sampai berkerumun,” ujar salah satu pedagang Pasar Tugu.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo kembali menegaskan, jika semua memiliki komitmen yang sama untuk mencegah penyebaran covid-19 maka akan teratasi. Selain itu, kewenangan untuk memutuskan PPKM kapan akan berakhir ada di pemerintah pusat. “Terkait Pasar Tugu yang dinilai dapat memicu kerumunan maka dapat dibuka jika situasi dan kondisi sudah terkendali,” terang Habib Hadi.

Sebelum beranjak pergi usai dialog, wali kota menyampaikan kehadirannya bersama Forkopimda untuk menampung tuntutan dan memberikan pemahaman. Ia menginginkan keterbukaan sehingga permasalahan apapun dapat disampaikan. “Saya ingin PKL menjadi satgas dalam menerapkan protokol kesehatan. Sambil berdagang juga mengingatkan pembeli untuk menjaga prokes. Saya yakin jika para PKL kompak dan semangat, maka pandemi ini akan cepat berakhir,” harapnya. (ali)

Rendahnya Inflasi DIY 2021 Sebabkan Daya Beli Masyarakat Terbatas

YOGYAKARTA – Meskipun di tengah kebijakan pengetatan, inflasi DIY pada 2021 berpotensi berada pada sasaran 3±1 persen, namun dimungkinkan cenderung berada pada batas bawah kisaran 2,1 sampai 2,5 persen, dikutip dari KRJOGJA.com

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono di Yogyakarta mengatakan, daya beli masyarakat sangat terbatas karena rendahnya inflasi di DIY, ditambah dengan adanya penerapan PPKM Level 4.

“Rendahnya inflasi di DIY pada tahun ini disebabkan daya beli masyarakat yang masih sangat terbatas. Sehingga serapan komoditas pangan masih rendah, terlebih ditambah dengan adanya PPKM Level 4 yang diterapkan di DIY sampai 2 Agustus 2021 mendatang,” ujarnya, Selasa (27/7/2021).

Miyono mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY terus berupaya untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pangan selama masa PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini. Setidaknya perbaikan ekonomi pada 2022 diperkirakan akan mendorong inflasi DIY pada kisaran wajar 3,0 sampai 3,4 persen.

“Kami telah melakukan simulasi potensi dampak dari kebijakan pengetatan tersebut terhadap kondisi ekonomi di DIY. Jika PPKM Level 4 diperpanjang sampai Agustus 2021, maka ekonomi DIY berpotensi turun pada range di bawah proyeksi. Kami meyakini ekonomi DIY masih akan berlanjut pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,4 sampai 5,4 persen,” tuturnya. *

Vaksin Habis, Jadwal Tahap Kedua di Undurkan

BARITO UTARA – Bagi warga yang dijadwalkan menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, haruslah bersabar. Pasalnya, stok vaksin hampir habis.

Kegiatan vaksinasi masal di Barito Utara sangat dibutuhkan warga untuk pemenuhan Kouta, sedangkan pasokan vaksin dari Palangka Raya belum ada. Jadwal pemberian dosis kedua pada akhir Juli, awal Agustus dan September 2021 dengan catatan stok vaksin tersedia. Selama ini, Barito Utara menerima vaksin Sinovac dan Astrazeneca. 

“Seharusnya saya ditentukan menerima vaksin kedua pada 29 Juli besok kata seorang beriniaial AY, setelah vaksin pertama 2 Juli minggu yang lalu.Tetapi saya dapat informasi besok tak jadi dilaksanakan karena vaksinnya habis,” ungkap seorang warga yang menghubungi Media Gempurnews.com ini, Rabu (28/7/2021)sore. 

Seperti dihubungi Kalamanthana.id dilansir oleh Gempurnews.com, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara Siswandoyo, Rabu malam dan mendapat jawaban  bahwa vaksin hampir habis,” katanya. 

“Vaksinasi Dosis 2, sesuai dengan pemberitahuan puskesmas masing-masing, bisa ditunda karena vaksin sedang kosong. Kita menunggu distribusi vaksin berikutnya dari Provinsi Kalteng. Vaksin yang kita tunggu sebanyak banyaknya,” jelas Juru bicara Satgas Covid-19 Barito Utara ini. (SS).

Pipa Pembuangan Limbah PT. Satoria Aneka Industri Diduga Salahi Aturan

PASURUAN – Saluran pipa pembuangan limbah industri dari PT. Satoria Aneka Industri yang beralamatkan di jalan Raya Kejayaan-Purwosari Km 16 Kecamatan Wonorejo tersebut diduga kuat tabrak serta salahi aturan.

Dugaan bahwasanya pipa pembuangan limbah tersebut menabrak aturan lantaran pipa tidak dipendam dalam tanah dan hanya sebatas dipasang dibibir sungai kecil yang menutup sebagian besar median sungai yang sehari-hari dipergunakan oleh para petani.

Perlu diketahui bahwasanya PT. Satoria Aneka Industri membuang limbah industri mereka dengan melakukan pipanisasi menuju sungai besar yang menghubungangkan antara Desa Sambisirah dan Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan.

Pipanisasi pembungan limbah industri itu sendiri diketahui mengikuti aliran sungai kecil yang banyak digunakan petani setempat untuk keperluan bertani mereka.

Akan tetapi yang patut disayangkan serta diduga menabrak aturan karena pada saat musim hujan pipanisasi tersebut banyak dikeluhkan para petani lantaran air sungai meluber ke lahan mereka karena lebar sungai berkurang akibat adanya pipa tersebut.

“Sepanjang saluran irigasi yang mengaliri sawah petani baik petani jagung maupun petani padi itu ada pipa dari PT. Satoria Aneka Industri,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.

“Dulu pada saat pengerjaan pertama kali bilangnya ke para petani pipa itu akan di tanam di bawah saluran air irigasi namun kenyataannya pipa tersebut hanya di taruh di saluran irigasi sehingga jikalau turun hujan air meluber ke mana-mana dan tanaman kami otomatis rusak, kami merugi karena jagung dan padi para petani akan rusak bila di terjang air,” papar petani tersebut.

Kepala Desa Pakijangan Ferdy saat dikonfirmasi pada Hari Rabu (28/07/21) menyampaikan bahwa “pemasangan pipa di sepanjang saluran sungai yang menghubungkan dua Desa antara Desa Pakijangan dan Desa Sambisirah dirinya di saat itu belum menjabat sebagai kepala Desa Pakijangan,” ujar Kades Ferdy.

“beberapa petani sempat mengeluh serta melaporkan ke pihak Desa terkait pipa tersebut, kami selaku Pemdes sudah pernah mendatangi perusahaan dan pihak perusahaan berjanji akan segera melakukan perbaikan untuk dilakukan penanaman pada tahun ini,” lanjut Kades Ferdy.

Sementara itu, PT. Satoria Aneka Industri saat dikonfirmasi awak media terkait keluhan para petani tersebut enggan menerima dan hanya menyampaikan melalui security untuk membuat surat terlebih dahulu.

“Mohon maaf HRD perusahaan kami tidak dapat menerima/menemui para awak media, mohon untuk membuat surat terlebih dahulu biar manajemen mengagendakan untuk pertemuannya,” ujar kepala security PT. Satoria Aneka Industri Prayit. (por)

Dua Pelaku Curanmor di Lumajang Diringkus

LUMAJANG – Dua pelaku curanmor di Lumajang diamankan Polsek Kota, Senin (26/7/2021) dini hari.

“Pelaku ditangkap oleh warga setempat setelah itu Polisi datang ke tempat kejadian dan mengamankannya,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, awalnya petugas Polsek mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi percobaan pencurian di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang.

Petugas yang mendapatkan informasi itu langsung mendatangi TKP, di lokasi itu masyarakat sudah mengamankan 1 pelaku berisila RA.

Tidak butuh lama, Polisi mendapatkan informasi bahwa salah seorang pelaku lain bersembunyi di area pemukiman masyarakat.

“Petugas dari Polsek Lumajang Kota berhasil mengamankan pelaku berinisial FBS diarea pemukiman warga,” ujarnya.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan di badan salah satu pelaku menemukan barang bukti 3 buah kunci palsu, 1 buah pegangan kunci palsu.

“Petugas juga menemukan 1 buah tas yang berisi uang Rp. 3.950.000,” imbuh Shinta.

Untuk mengatahui tas yang berisi uang, petugas mengintrogasi kepada kedua pelaku, ia mengakui bahwa uang tersebut merupakan hasil kejahatan yang dilakukan sebelumnya pada Senin 26 Juli 2021 sekitar pukul 02.00 WIB Jl. Cut Nyak Dien Kelurahan Tompokersan Kec. Lumajang Kab. Lumajang.

“Pelaku mengaku mengambil sepeda motor Honda Beat, kemudian sepeda motor tersebut disembunyikan di JLT, kecamatan Sukodono,” terang Shinta.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Senin (26/7/2021) saat itu korban memakirkan sepeda motor diteras rumahnya dalam keadaan terkunci stir dengan posisi menghadap ke arah utara, kemudian korban masuk kedalam rumah untuk beristrihat.

“Aksi kedua pelaku ini kepergok oleh warga sekitar sehingga sempat menjadi bulan-bulanan warga sekitar,” Ujar Shinta.

Ia mengungkapkan, sementara barang bukti berhasil diamankan adalah dua sepeda motor yakni 1 unit sepeda motor supra 125, 1 unit Honda Beat, tas pinggang berisi uang 3 juta, 3 buah kunci T, dan 1 buah batang kunci T.

“Dua pelaku diamankan adalah FBS (25) warga Desa Mlawang, dan RA (23) warga Desa Klakah Kecamatan Klakah,” tandas Shinta.

Saat dilakukan interogasi kedua pelaku ini pada 23 Juli 2021 sekitar pukul 04.00 WIB melakukan pencurian sepeda motor motor honda vario.

“Dari pengakuan kedua pelaku, sepeda motor kemudian dijual kepada orang lain yang tidak dikenal dengan bantuan R dengan harga Rp 3.200.000,” Ujar Ipda Andrias Shinta. *

Sukses Amankan Pelantikan Pilkades, Kapolres Bangkalan Tuai Pujian

BANGKALAN – Berjalannya pelantikan Kepala Desa secara langsung dan virtual dengan aman dan lancar pada hari ini, Rabu (28/07/2021) tak lepas dari peran serta Kepolisian Resor Bangkalan yang kali ini menurunkan personil lengkapnya dan juga bantuan dari Brimob Polda Jatim untuk mengamankan pelantikan Kepala Desa di Pendopo Agung, Bangkalan agar tetap aman dan tidak ricuh.

Puluhan polisi yang berjaga rapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan siang hari tadi hingga selesainya acara memang menjadi salah satu bentuk keamanan polri agar tidak ada penyusup yang masuk ke pendopo agung dan merusak jalannya acara. Tentunya, suksesnya pengamanan ini pun tak lepas dari sang komando AKBP Alith Alarino, S.I.K.

Perwira berpangkat melati dua di pundak tersebut meminta seluruh anggotanya baik yang berjaga di pendopo maupun yang berada di kantor kecamatan masing-masing untuk berjaga dan mengamankan setiap jalannya pelantikan agar tak ada gesekan yang bisa menimbulkann kericuhan. Tak ayal, orang nomor satu di Mapolres Bangkalan tersebut mendapat banyak sekali pujian dari berbagai pihak, salah satunya bupati Bangkalan. “Suksesnya acara ini tentu tak lepas dari peran serta Kepolisian yang mengamankan berbagai macam fase dari mulai pentahapan pilkades hingga hari ini pelantikan. AKBP Alith benar benar berada di garda terdepan dalam mengamankan jalannya pelantikan hari ini,” urai sang bupati.

Dipuji setinggi langit oleh orang nomor satu di Bangkalan, tak lantas membuat AKBP Alith Alarino menjadi jumawa. Bagi periwira berkacamata ini, suksesnya acara pelantikan kepala desa secara langsung dan virtual ini memang merupakan langkah kepolisian dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. “Saya bukan apa apa tanpa personil Polres Bangkalan. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil Polres Bangkalan yang hari ini terlibat dalam PAM pilkades baik yang di Pendopo Agung maupun yang PAM di kantor kecamatan masing-masing karena mengikuti pelantikan secara virtual. Dan semoga, kedepan kami terus meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat luas,” tutup Alumnus Akpol tahun 2002 ini. (hms)

Kapolres Pasuruan Melakukan Pengecekan Program Gerai Masker Presisi di Pasar Pandaan

PASURUAN – Pasar merupakan pusat kegiatan perekonomian masyarakat, yang rawan terjadi kerumunan dan sering kali tidak memakai masker. Hal itulah yang mendasari Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frensriz, S.I.K., M.Si dan instansi terkait kembali membagikan masker ke Pasar di wilayah Pasuruan sebagai langkah awal untuk memotong Penyebaran Covid -19 yang tidak kunjung redah, kali ini Rabu (28/07/2021) sasarannya adalah Pasar Pandaan.

“Kami menyemangati kembali warga, begitu pentingnya protokol kesehatan ini. Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan adalah pencegahan yang paling murah dan mudah untuk dilakukan”, ungkap AKBP Erick.

Pembagian masker ini, lanjut dia, digalakkan lagi untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19, terutama dalam masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4. Kegiatan ini erat kaitannya dengan PPKMLevel 3 dan 4, supaya masyarakat terus teredukasi adanya protokol kesehatan yang dapat meminimalisasi penyebaran pandemi.

Warga masyarakat sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas kepedulian Kapolres yang telah membagikan masker kepada warga dan pedagang di pasar untuk mewujudkan Herd Immunity dimasa Pandemi selama ini

Kapolres juga menyampaikan melalui para pengelola pasar yang ada di wilayah Pasuruan, untuk selalu mengedukasi pedagang dan pengunjung, agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan saat melakukan transaksi jual beli. “Kalau pun ada pedagang yang sakit flu atau batuk, dipersilahkan tidak berdagang untuk sementara waktu, sampai sembuh. Sosialisasi tersebut, merupakan cara preventif untuk menjaga pasar agar tidak ditutup,” pungkasnya. (tim)

Polresta Malang Kota Turunkan 17 Psikolog, Pendampingan Trauma Healing Bagi Pasien Covid-19

MALANG – Kapolresta Malang Kota AKBP. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si bersama jajaran PJU dan Forkopimda melaksanakan Apel gabungan dalam rangka peresmian program “Sama Ramah” Satgas Malang Raya Trauma Healing korban Covid-19 di wilayah Kota Malang , Rabu (28 /07/2021)

Apel yang diadakan di Halaman depan Polresta Malang Kota Jl. JA. Suprapto No. 19 dipimpin langsung Walikota Malang Drs. Sutiaji dan Komandan Apel AKP Suwarno (Wakasat Lantas Polresta Malang Kota) serta diikuti sekitar 80 orang.

Dalam sambutannya Walikota menyampaikan rasa syukur karena diberikan kesehatan untuk menghadiri launching “Sama Rama” Satgas Malang Raya
Trauma Healing korban Covid-19 di Polresta Malang Kota.

“Atas nama masyarakat Arema yang kita cintai kami berterima kasih kepada bapak Kapolresta Malang Kota yang telah menginisiasi kegiatan ini dan akan menjadi pilot projects kedepan, ” Ungkap Sutiaji

Ia menambahkan kegiatan trauma healing ini pernah di temui di Medsos namun masih minim dan tidak banyak, hanya 1 (daerah) saja.

“Saat ini banyak varian Covid-19 yang luar biasa, oleh karena itu kami bersama dengan jajaran samping terus melakukan inovasi,bahwa Covid-19 ini bukan hanya urusan Pemerintah saja namun juga menjadi urusan semua masyarakat” Tegas Walikota

Selain literasi terkait kepatuhan terhadap Prokes yang harus di galakkan di masyarakat, Walikota dan Forkopimda beeharap bisa membantu masyarakat yang menjadi korban Covid-19.

“Kami harapkan seluruh psikolog dari masing-masing instansi baik Pemerintah Daerah, Polresta, Kodim, dll, dapat memberikan literasi terkait trauma healing bagi korban Covid-19.” Tuturnya.

Ia mengungkapkan tidak ada perbedaan antara pejabat dan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan di launchingnya “Sama Rama” ini dapat membantu masyarakat di Kota Malang ini. dan
terima kasih kepada Kapolresta Malang Kota karena telah menyebar Bhabinkamtibmas di masing-masing Kelurahan diwilayah Kota Malang dalam membantu menangani Covid-19.”pungkasnya

Kapolres menambahkan “Penuntasan Covid 19 harus paralel dari saat sebelum dan setelah, dimulai pencegahan, pembagian masker, saat vaksinasi massal , saatpembagian bansos serta trauma healing ,” Imbuh Kapolres. (tim)

Pemdes Tunggakcerme, Salurkan BST Tahap 14 dan 15

PROBOLINGGO — Sebanyak 29 KPM ( keluarga penerima manfaat), warga desa Tunggakcerme, hari ini, Rabu, 28 juli 2021, menerima bantuan sosial tunai ( BST), dari Kemensos yang langsung diserahkan oleh Nantu Hermanto kepala desa Tunggakcerme.

Penyerahan bantuan tersebut di laksanakan di kantor kecamatan Wonomerto, disaksikan oleh bhabinkamtibmas dan Babinsa masing masing.

Nantu Hermanto mewakili warga penerima bantuan , menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan yang di berikan kepada warga masyarakatnya, dengan harapan bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup terutama di musim pandemi Covid – 19 ini.

Diingatkan pula kepada warganya untuk mematuhi protokol kesehatan, rajin olahraga dan makan makanan yang bergizi. ( Wulan)