Home Blog Page 1721

Separo Warga Grogol Sudah Lakukan Vaksinasi

KEDIRI — Kepala desa Grogol, Suparyono, turun langsung kewarga masyarakat untuk memberikan pengertian betapa pentingnya melakukan vaksinasi, desa yang terdiri dari tujuh dusun ini dengan target sekitar 4500 warga, saat ini sudah mencapai 2200 warga yang sudah tervaksin.

Kepala desa yang memimpin penduduk sebanyak 7000 jiwa ini, terus berupaya keras dalam memberikan edukasi ke masyarakatnya, dengan harapan seluruh warga desanya terbebas dari virus corona.

Diungkapkan juga berbagai upaya dalam memberikan kesadaran kewarga, baik dengan door to door, juga dengan menggunakan pengeras suara keliling seluruh desanya.

“Alhamdulillah warga antusias, berbondong-bondong untuk ikut vaksin, ini sangat baik dan muncul kesadaran yang tinggi untuk bersama sama memerangi virus Corona ini,” Ujarkepala desa Suparyono.

Ditegaskan juga untuk warganya selalu mematuhi protokol kesehatan, untuk masyarakat yang mempunyai hajatan juga agar tetap mematuhi peraturan pemerintah, agar kebersamaan untuk memutus mata rantai penularan covid 19 segera bisa berakhir. (Fandy)

Bupati Bondowoso Lantik Pengawas Sekolah dan Kepala UPTD Secara Virtual

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin, melantik 113 pengawas sekolah dan kepala UPTD dilakukan secara virtual,
di Pendopo Bupati , Rabu (7/7/2021).

Pelantikan tersebut dilakukan secara virtual karena  Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Turut hadir dalam acara pelantikan secara virtual tersebut, PJ Sekretaris Daerah Soekaryo, Asisten 1 Pemkab Wawan Setiawan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yuliati, dan Plt. Kepala Badan Kepegawaian Apil Sukarwan.

Secara simbolis empat orang PNS hadir langsung ke lokasi, sementara sisanya mengikuti di Kantor masing-masing secara virtual.

Bupati  menyampaikan, pelantikan ini memang sengaja dilakukan secara virtual, karena saat ini tengah pemberlakukan PPKM, dan Bondowoso masuk dalam zona merah.

“Maka pemerintah memberlakukan PPKM darurat, termasuk pelantikan siang hari ini dilakulan melalui video conference,” jelasnya.

Bupati juga berharap, di tengah pandemi ini PNS yang sudah dilantik hendaknya terus berinovasi untuk mengatasi berbagai kendala selama proses belajar mengajar,
dan tidak mengurangi kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Nantinya dapat melahirkan peserta didik yang mumpuni dan berkualitas, tantangan besar saat ini, lanjutnya.

Bupati juga berharap agar pelaku pendidikan terus semangat dan meningkatkan kompetensi, karena mereka berada di garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

” Di Bondowoso masih ada masalah dan kendala yang perlu diselesaikan bersama-sama,antara lain pembangunan SDM melalui pendidikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui meski pada masa PPKM Darurat, pelantikan tersebut tetap dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.(Dar).

Tampung Potensi UMKM, Desa Mojorejo Batu Bakal Bangun KEPT

BATU – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu bakal membangun Kawasan Ekonomi Pedesaan Terpadu (KEPT) untuk menampung potensi UMKM yang ada di wilayah setempat.

Kepala Desa Mojorejo, Rujito mengatakan, rencana pembangunan tersebut juga bagian dari perwujudan desa wisata yang telah dicanangkan oleh Pemkot Batu. Lokasi KEPT berada di Pasar Desa Mojorejo Jalan Ir Sukarno.

“Kami sudah menganggarkan Rp 100 juta dari SILPA Bagi Hasil Pajak (BHP) Tahun 2020. Untuk renovasi bakal dimulai pada Juli ini,” jelasnya.

Pasar tersebut tidak berfungsi baik saat ini. Letak pasar sebenarnya cukup strategis karena berada di pinggir jalan besar dengan luas lahan 1.5 hektare.

Rencananya, akan ada 15 gerai UMKM yang akan meramaikan pasar sebagai sentra ikan hias maupun konsumsi.

“Sekarang tim teknis dari Universitas Brawijaya (UB) sedang mematangkan Detail Engineering Desain (DED) dan master plan. Pengelola nanti bakal diserahkan kepada Bumdes Mojorejo,” tegasnya.

Rencana ke depan, pasar juga bakal dilengkapi dengan taman wisata edukasi yang dilengkapi beragam permainan untuk anak-anak.
Fasilitas itu untuk menunjang kebutuhan konsumen yang membawa buah hati. (srj)

Edukasi Bahaya Covid 19, Satlantas Polres Pasuruan Kota Kerahkan “Patung Pocong dan Keranda Jenazah”

PASURUAN – Selasa, 06 Juli 2021, di depan pos Chek Point PPKM Darurat, tepatnya di Alun-alun Kota Pasuruan Jl. Wachid Hasyim Kota Pasuruan, suasanya sedikit horor.

Pasalnya, Satlantas Polres Pasuruan Kota mendatangkan ‘pocong’ dan ‘keranda mayat’ di kawasan Alun-alun.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudiyono SH. , menjelaskan, kehadiran ‘pocong’ dan ‘keranda mayat’ itu bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat akan bahaya covid 19.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini agar masyarakat, khususnya Kota Pasuruan, diharapkan lebih peduli dan turut berperan serta dalam menekan dan memutus rantai penyebaran Covid 19,” terangnya.

Diimbuhkannya, masyarakat lebih memperhatikan dan disiplin mematuhi Protokol Kesehatan 5M.

“Korban Covid 19 itu nyata, dan masih menghantui kita semua. Untuk itu dalam kehidupan sehari-hari disaat Pandemi Covid 19 saat ini Tgl 3 – 20 Juli membatasi dan kurangi kegiatan Korban Covid bisa di cegah,” tegas Yudiyono. (tofa)

Coffee Morning Bersama Pengusaha dan Pekerja.
Owner Hotel, Restoran, Cafe, dan pengusaha di wilayah Kabupaten Lumajang duminta patuhi aturan PPKM Darurat

LUMAJANG – Dalam rangka sosialisasi Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM darurat covid-19 di Jawa-Bali, Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino SH., SIK, MM menghadiri Coffee Morning bersama pengusaha dan pekerja.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kodim 0821 Lumajang, Selasa (6/7/2021) dihadiri Kasdim 0821 Mayor Inf Rinanto, Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino, SH., SIK, MM, dan Owner Hotel, Restoran, Cafe, dan pengusaha di wilayah Kabupaten Lumajang.

Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino, SH., SIK, MM menyampaikan, bahwa keadaan Kabupaten Lumajang saat ini tidak baik-baik saja yang pada saat itu 1 orang yang terkonfirmasi akan tetapi saat ini terjadi penambahan sebanyak 372 orang,

“Dari 372 orang ini yang memiliki gejala berobat dan di Swab, maupun hasil tracing dan mereka yang OTG,” ujarnya.

Untuk itu perlu adanya sinergi antara TNI-Polri, pemerintah, pengusaha dan karyawan untuk turut membantu pelaksanaan Satgas Covid-19.

“Kepatuhan atas kebijakan PPKM darurat dalam menerapkan protokol kesehatan dapat menghentikan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Lumajang yang saat ini sudah masuk ke zona merah,” harap Kristiyan Beorbel Martino.

Bahkan Wakapolres Lumajang juga menyampaikan, Ada virus varian baru yang 2 kali lebih cepat dari varian delta, dan virus delta dengan vaksin Sinovac saja 65 % kekebalannya.

“Untuk itu kita harus mentaati protokol kesehatan, karena virus varian baru ini bisa menular dengan cepat,” ujarnya.

Bagi pemilik usaha butik, baju harusnya ditutup tapi Pemerintah masih memberikan kebijakan untuk tetap beroperasi dengan pembatasan waktu.

“Tetapi kita tetap disiplin protokol kesehatan,” terangnya.

Dengan diterapkan PPKM Darurat, Wakapolres berharap kerjasamanya sehingga bisa mendukung pemerintah dan tidak mempunyai pemikiran negatif terhadap aparat yang melakukan penertiban.

Bagi para pengusaha makanan untuk tidak menyediakan meja dan kursi agar tidak terjadi kerumunan dan lebih baik dibungkus saja.

“Harus kita akui kondisi di masa pandemi ini sangat berat bagi semua orang. Tapi mau tidak mau kita harus bertahan. Saatnya TNI-Polri, pemerintah, pengusaha dan pekerja bekerja sama lebih erat sehingga kita bisa lalui masa pandemi ini dengan baik,” pungkas Wakapolres.

Kepala Staf Kodim 0821 Lumajang Mayor Inf Rinanto meminta, pengusaha beserta pekerja untuk mematuhi instruksi Mendagri tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlaku pada 3 – 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

“Kebijakan pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat adalah ikhtiar terbaik untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Semua pihak harus mematuhi untuk keselamatan kita bersama karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwa kedisiplinan semua pihak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam PPKM Darurat adalah bagian dari upaya perlindungan atas keberlangsungan usaha, sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan bersama baik pemilik usaha, karyawan maupun masyarakat.

“Kita utamakan kesehatan dan keselamatan karyawan maupun pengunjung dengan melakukan pencegahan penyebaran pandemi di tempat kerja. Kalau semuanya sudah membaik kita harapkan produktivitas kerja dan kelangsungan usaha akan berangsur pulih, dan perekonomian juga berangsur kembali normal,” katanya. (tim)

Wakapolda Tinjau Penerapan PPKM Darurat dan Swab Antigen On the Spot

SURABAYA – Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, bersama Plt Sekda Provinsi, Kajati Jatim, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim serta Asops Kodam V Brawijaya, Selasa (6/7/2021) pagi, melaksanakan pengecekan pengendalian mobilitas PPKM Darurat di Kota Surabaya.

Peninjauan diawali dari Jalan Tegalsari, Tugu Pahlawan dan Walikota Mustajab.

Peninjauan pertama di awali dengan Peninjauan Kawasan Perkantoran di Jalan Basuki Rahmat kemudian di lanjutkan dengan peninjauan PKL di Jalan Tegalsari Kota Surabaya, Peninjauan PKL di Jalan Tugu Pahlawan depan Bank Indonesia, dan berlanjut ke Peninjauan PKL di Jalan Walikota Mustajab.

“Kegiatan peninjauan meliputi Pengetatan aktifitas masyarakat sektor essensial dan non essensial dan kritikal yang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku, kemudian pemberlakuan pelaksanaan makan/minum di tempat umum diterapkan Take Away Only dan pelaksanaan Swab Antigen di tempat oleh Dokkes Polda Jatim,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, usai meninjau di Surabaya, Selasa (6/7/2021).

Selain melakukan peninjauan, tim dokes dari polda jatim, juga melakukan swab antigen kepada masyarakat yang duduk-duduk disepanjang jalan yang dilakukan peninjauan.

“Dan hasilnya, masyarakat yang sudah di swab antigen, semua menunjukkan hasil yang negatif,” pungkasnya. (tim)

Pemkab Barito Utara Jalin Kerjasama Dengan PT. Wings Abadi

BARITO UTARA-Pemerintah Kabupaten  Barito Utara,telah Melakukan pertemuan di Palangka Raya,Kalimantan Tengah dengan PT.Wings Abadi,untuk membahas Draft perjanjian kerjasama,  mengenai pengoperasian pesawat udara.
 

Perjanjian Kerjasama dengan PT.Wings Abadi itu diserahkan secara langsung oleh,Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah kepada perwakilan PT. Wings Abadi dan Are Manager Lion Air Group Kalselteng,Agung Purnama,didampingi Kepala Bandara HM.Sidik Muara Teweh,Endang Setiawan.Penyerahan dokumen tersebut disaksikan Wakil Bupati,Sugianto Panala Putra,SH serta didampingi Kadis Perhubungan,H. Ferry Kusmiadi,di Muara Teweh,Selasa(6/7/2021). 

Dalam pertemuan antara Pemkab Barito Utara dengan PT.Wings Abadi, dijelaskan oleh Area Manager Lion Air Group Kalselteng,Agung Purnama.Sehubungan dengan diberlakukannya PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali,maka penerbangan yang semula akan dilaksanakan perdana tanggal 12 Juli 2021 ditunda,sampai tanggal 21 Juli 2021 dalam konektivitas penerbangan,kita menunggu PPKM selesai.
 

Sementara Kadis Perhubungan Barito Utara,  menjelaskan,bahwa hasil pembicaraan dengan Direktur Utama Wings Air, kalau dilaksanakan penerbangan tanggal 12 sampai dengan 20 Juli tidak terkoneksi dengan pesawat lain.”Pesawat besar saat ini sedang grounding, jadi terpaksa kita tunda penerbangan rute Muara Teweh-Banjarmasin,”jelas H.Ferry.

Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah menyampaikan bahwa,kerjasama yang dilakukan dengan PT. Wings Abadi merupakan langkah Pemkab Barito utara,dalam rangka mengembangkan sarana transportasi udara bagi masyarakat,khususnya masyarakat di Kabupaten Barito Utara agar dapat tumbuh dan berkembang dalam kemajuan zaman serta perekonomian dan kepariwisataan di Barito Utara.

“Dengan kerjasama ini, diharapkan konektivitas penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin begitu juga sebaliknya,dapat meningkatkan kemajuan masyarakat di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan Barito Utara,”kata H.Nadalsyah. 

Forkopimda Jatim Cek Pemberlakuan PPKM Darurat pada Jalur Udara

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (6/7/2021) pagi, melakukan pengecekan pengendalian mobilitas masyarakat disaat penerapan PPKM Darurat di wilayah Jatim, melalui pantauan udara.

Forkopimda Jatim pertama melakukan pangecekan PPKM Darurat melalui udara seputar Kota Surabaya, berlanjut ke Kabupaten Gresik, Sidoarjo hingga ke Malang.

Kegiatan patroli udara yang dilakukan oleh forkopimda jatim ini dilakukan di titik-titik penyekatan, Jalan Protokol, yang memiliki mobilitas tinggi untuk menganalisa kepatuhan masyarakat dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Irjen Nico Afinta, menyebutkan, melakukan pengecekan pelaksanaan PPKM Darurat, dalam kebijakan PPKM Darurat, melihat terkait penyekatan yang dilakukan antar Kabupaten/ Kota dan Provinsi.

“Dari pantauan udara terlihat pengurangan volume kendaraan dari yang biasanya, kami akan lakukan analisa dan evaluasi terkait dengan masalah pengetatan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, Selasa (6/7/2021).

Lanjut Nico, langkah selanjutnya kami akan melakukan pengecekan di perusahaan, apakah perusahaan bisa menjalankan aturan Instruksi Mendagri, kami menghimbau agar bisa mengatur para karyawan bisa mengurangi pekerja dan bekerja dari rumah sesuai aturan.

“Saya minta hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penyebaran Covid-19,” lanjut dia.

Sementara untuk 4 (empat) hari penerapan PPKM Darurat yang dilaksanakan di Jawa Timur. Yang perlu dilakukan evaluasi. Yakni soal membedakan antara pekerja di sektor kritikal dan sektor esensial.

“Jalan keluarnya kami akan memberikan surat kepada asosiasi perusahaan agar bisa menghimbau kepada anggotanya terkait aturan PPKM Darurat, serta akan dipasang spanduk-spanduk pemberitahuan kriteria sektor kritikal dan esensial”. tutupnya.

Terkait dengan tempat ibadah, kami mendapatkan arahan dan himbauan dari ketua MUI, NU dan Muhammadiyah sehingga untuk sementara pelaksanaan ibadah bisa dilakukan dirumah saja. (tim)

Polres Pasuruan Bekuk 3 Pelaku Spesialis Curanmor

PASURUAN – Satreskrim Polres Pasuruan berhasil gulung tiga orang yang melalukan tindak pidana pencurian atau lebih jelasnya spesialis pencurian mobil pick up dan satu DPO ditangkap dan mereka bertiga diamankan di lokasi yang berbeda

Menurut Kapoles Pasuruan, AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si mengatakan, Berawal Korban yang pada saat itu berada di rumahnya (TKP) melihat mobilnya yang terparkir di depan rumahnya sudah raib atau tidak ada.

“Kemudian, korban sontak kaget saat melihat mobil miliknya sudah tidak ada, dan korban langsung melaporkan ke Polsek Purwodadi.” Kata AKBP Erick, Selasa (06/07)

Atas laporan dari korban anggota langsung gerak cepat melakukan penyidikan para pencuri.

Selanjutnya, “Anggota mendapatu Informasi dari Masyarakat, bahwasanya mobil Kijang LGX dengan No. Pol W 1829 PQ yang dikemudikan oleh Marsam terperosok kesawah sehingga mobil tersebut ditinggal begitu saja oleh para pelaku.” Imbuh AKBP Erick

Tak hanya itu, Polisi terus memburu para pelaku dan Alhasil ketiga pelaku berhasil di amankan dan dibawa ke Polsek Purwodadi.

“Hasil dari pemeriksaan masing-masing Tersangka mempunyai peran dalam melakukan aksinya berawal dari tersangka Syaifullah ke rumah Marsyam ( Pemilik kijang LGX Nopol W 1829 PQ )
Untuk merencanakan aksi bejatnya dirumah tersebut juga ada Sodikin dan Rosid/Surito ( DPO ) dengan pembagian perannya.” Jelasnya.

Perlu diketahui, Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing Marsam ( MS ) pengemudi Kijang LGX W 1829 PQ, Syaifulloh ( SY ) dan Surito ( SR ) Merusak Pintu Pick up N 8513 PQ.”pungkasnya. (tim)

Tim Covid Hunter Lumajang Gencar Razia Operasi Yustisi

Nekat nongkrong di Cafe di masa PPKM Darurat akan di swab antigen secara acak

LUMAJANG – Pasca pemerintah pusat memberlakukan PPKM Darurat, Kepolisian Resor Lumajang melalui Tim Covid Hunter melibatkan personil gabungan dari TNI, Satpol PP, Dishub, BPBD berikut tim kesehatan dari Dinkes Lumajang, terus menggencarkan giat razia Operasi yustisi guna memangkas sedini mungkin tingkat penyebaran virus Covid – 19 di wilayah.

Bahkan, penertiban akan pemberlakuan pembatasan jam malam dilakukan ekstra. Ditempat tongkrongan sebut saja Cafe, sejumlah masyarakat dari kalangan muda – mudi yang dinilai tak patuh akan aturan, ditindak saat itu juga.

Di swab antigen, sesuai aturan prokes, guna dipastikan terpapar virus atau tidak.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti melalui Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta berkata, selama pemberlakuan PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang, masyarakat diminta patuh, sebagai wujud dukungan akan upaya pemerintah dalam melakukan upaya penyelamatan masal dari wabah yang kian mengalami peningkatan.

“Semalam ada sejumlah orang yang kami temui berkerumun di beberapa Cafe di Lumajang dan kami lakukan swab antigen. Kami lakukan sesuai perintah yang diamanatkan dalam halnya menyelamatkan masyarakat dari Covid – 19. Jika hasil tes diketahui positif Covid, maka akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada. Namun dari ke delapan orang yang kami tes itu hasilnya negatif. Sehingga kami persilahkan meninggalkan tempat kembali ke rumahnya masing – masing,” ucapnya mewakili Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si, Selasa (6/7/2021).

Kepada pemilik Cafe, imbuh Ipda Shinta pihaknya meminta agar untuk sementara waktu tidak menyediakan tempat duduk. Sembari diberikan pemahaman terkait PPKM Darurat agar lebih dimengerti.

“Jika masyarakat tidak turut mendukung, tentu ini akan sulit dilakukan. Namun dari sosialisasi yang kami lakukan senada imbauan, masyarakat mengerti dan sebagian besar sudah taat,” imbuhnya.

Ditanya bagaimana jika ditemui masih ada yang kesannya membandel, mantan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lumajang itu menegaskan akan diproses sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.

“Ke depan, kegiatan ini akan terus digalakkan hingga tingkat bawah beriringan dengan lintas sektoral, sambil melihat situasi dan perkembangan yang ada,” pungkas Paursubbaghumas. (tim).