Home Blog Page 1732

Pembangunan SMKN Rembang Diduga Kuat Terjadi Konspirasi Pecandu Anggaran

PASURUAN – Dugaan adanya kejanggalan terkait proyek pembangunan SMKN Rembang yang diduga ada konspirasi antara pihak komite, dinas terkait ataupun pemangku wilayah sekitar kian mencuat.

Selain dugaan beberapa bahan pembangunan yang tidak sesuai, pembangunan di sekolahan plat merah tersebut juga enggan memasang papan informasi pembangunan yang berguna untuk keterangan pembangunan.

Perlu diketahui di pemberitaan sebelumnya, bahwasanya pembangunan gedung baru di SMKN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan diduga kuat proyek “siluman” lantaran tidak adanya papan informasi pembangunan di lokasi tersebut.

Pembangunan yang diduga menelan biaya hingga ratusan juta rupiah tersebut diduga kuat menjadi ajang bancaan “tumpeng” para pemangku kepentingan di sekolahan tersebut karena tidak ada papan informasinya, berapa nilai proyeknya, siapa pelaksana proyek tersebut, dan proyek tersebut dibiayai oleh siapa.

Akibat tidak perpampangnya papan informasi pembangunan di proyek tersebut membuat salah satu pentolan aktifis yang juga anggota LSM penjara Indonesia Khusaeri angkat bicara.

“Seharusnya di setiap pembangunan itu ada papan informasi pembangunan, yang berguna untuk keteransparanan kegiatan pembangunan itu sendiri,” ujar Arie.

“Jikalau tidak ada papan informasi pembangunan berarti mereka(pelaksana) telah melanggar aturan, dan karena sudah jelas ada aturan terkait itu yakni KIP (keterbukaan info publik),” lanjut arie, panggilan akrab Khusaeri.

Sementara itu, hingga berita ini di turunkan tidak ada keterangan atau penjelasan apapun dari beberapa anggota komite SMKN Rembang ataupun Indah Yudiani selaku kepala cabang dinas pendidikan provinsi jawa timur untuk wilayah pasuruan. (por)

Kapolri, Panglima TNI dan Menkes Tinjau Rusun Nagrak dan PPKM di Semper Barat

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau tempat isolasi pasien COVID-19 di Rusun Nagrak Cilincing dan pos PPKM Mikro di Semper Barat hari ini, Minggu, 27 Juni 2021.

Dalam kunjungan kedua tempat tersebut, ketiganya melihat beberapa fasilitas dan kesiapan bagaimana penanganan COVID-19. Untuk di Rusun Nagrak Cilincing, dilaporkan Bed Occupancy Rate (BOR) sudah mencapai 75 persen. Dimana dari 1.020 tempat tidur yang tersedia sudah terisi 757 tempat tidur.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, guna menangani pasien COVID-19 di Rusun Nagrak, pihaknya akan menambah lagi tenaga kesehatan dari Polri. “Polri akan menambahkan nakes dari Polri,” katanya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Rusun Nagrek disiapkan untuk pasien COVID-19 yang tak bergejala atau ODG dan tanpa komorbid. “Namun akan disiapkan emergency dan ICU dan farmasi akan ditarik dari Wisma Atlet untuk memperkuat di Rusun Nagrak,” ungkapnya.

Di lokasi PPKM Mikro di Semper Barat, Kapolri pun mempertanyakan beberapa penanganan jika ada pasien COVID-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri hingga pengawasan terhadap orang keluar masuk perkampungan.

“Di setiap sekat langkahnya harus detail. Apabila ditemukan tanda-tanda hasil screening maka lakukan pengecekan dokter, sediakan tempat karantina untuk menunggu hasil dokter. Data di posko harus dilengkapi dengan data orang yang sakit,” ujarnya.

Panglima juga meminta agar program vaksinasi terus dilakukan serta tracing terhadap pasien COVID-19 terus dimasifkan. “Batasi kegiatan masyarakat, tanamkan ke masyarakat untuk patuhi prokes. Posko PPKM juga harus dilengkapi peta situasi COVID-19,” katanya. (tim)

Kapolri Minta Tracing Testing dan Tes PCR Dipercepat 1 Hari

BEKASI- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terus bergerilya mengunjungi posko PPKM Mikro.

Setelah Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, rombongan bergerak menuju posko PPKM Mikro di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Kapolri meminta kegiatan tracing testing diperkuat. Jajaran polsek dan polres juga harus menambah penyuntikan dosis vaksin dari 50 dosis perhari menjadi lebih dari itu. “Tes PCR juga dipercepat dengan hasil minimal 1 hari,” kata jenderal bintang bintang empat itu.

Menurut Sigit, APD dan obat-obatan sudah cukup yany bersumber dari dinas kesehatan dan wali kota. “TNI-Polri siap membantu melaksanakan serbuan vaksinasi di Bekasi,” ungkap mantan Kabareskrim Polri ini.

Sementara Panglima TNI berharap jika kekurangan tenaga kesehatan segera berkoordinasi. Fasilitas kesehatan kata dia terpenuhi dengan baik. “Jangan sampai ada lagi kejadian viral, pasien dibawa dengan gerobak, padahal fasilitas kendaraan/ ambulance untuk pasien masih ada,” kata Hadi.

Menkes juga berharap jika terdapat kekurangan vaksin segera laporkan ke puskesmas. “Kami siap memberikan vaksin jika ada kekurangan,” ujarnya.

Sebagai catatan, Pemkot Bekasi menyediakan RS darurat di GOR. Pemkot juga memiliki 8 titik tes RT-PCR yang bisa mengetes sampai dengan 2.000 sampel perhari, dengan kecepatan 1 sampai 2 hari. Kemudian ada petugas puskesmas yang monitoring sampai tingkat RT. (tim)

Diduga Sakit, Seorang Sopir Meninggal di Jalan Tol

PASURUAN – Seorang sopir meninggal dunia mendadak di tol Surabaya – Malang, tepatnya di KM 77,1 yang berada di Dsn. Patuk, Ds. Gempol, Kec. Gempol Kab. Pasuruan.

Dari kartu identitas, diketahui korban, sebut saja SJ (60) warga Kandangan Kec. Benowo Kota Surabaya. Korban yang saat itu mengendarai Daihatsu Xenia bernopol S-1765- ZJ, juga teridentifikasi sebagai sopir taksi Group Juanda – Sidoarjo.

Kapolsek bersama Muspika dan tim medis, yang dipimpin seorang dokter yang bertugas di exit tol menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Penanganan jasad korban dari petugas dilakukan dengan protokol kesehatan, karena penyebab kematian belum diketahui yang sebenarnya.

Hingga berita ini diturunkan, meski penyebab kematian korban maaih dalam penyelidikan. Namun diduga korban meninggal karena sakit. (qomar)

Rakor FKPRM Bahas Rencana Pembentukan Forum Tingkat Nasional

LUMAJANG – Untuk meningkatkan mutu media, baik cetak, elektronik, TV dan Online, Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media (FKPRM), menggelar rapat koordinasi menyamakan persepsi meningkatkan mutu jurnalis, bertempat di gedung pertemuan SMA Negeri 02 Lumajang, Sabtu (06/06/2021).

Dalam rakor tersebut dibahas tentang penyebab dan solusi terhadap pelecehan, kriminalisasi, kekerasan jurnalis (jujur menganalisa), serta upaya melakukan berbagai inovasi kegiatan media.

“Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan mutu jurnalis mulai dari perekrutan, saat bekerja hingga pembinaan secara periodik dari masing masing media di lingkungan FKPRM,” kata Ketua FKPRM, Agung Santoso dihadapan para pegiat media yang tergabung dalam FKPRM di Jawa Timur.

Menurut Agung, hal ini penting dilakukan sebelum melangkah ke depan, agar organisasi ini dapat melalui tahapan dengan lancar tanpa kendala, dan pastinya akan sesuai dengan keinginan bersama.

“Kuncinya adalah kekompakan dan semangat kuat dari semua pengurus dan anggota, jika sudah demikian maka rencana pembentukan FKPRM tingkat nasional akan cepat terwujud,” imbuhnya.

Turut hadir di acara tersebut, Widodo, Ketua Monumen Pers Nasional Surakarta yang diundang khusus untuk menyampaikan sejarah berdirinya Gedung Monumen Pers Nasional.

Dalam sambutannya Widodo menyampaikan bahwa Gedung Monumen Pers Nasional sebelumnya bernama Societeit Mangkoenegaran.

“Pada tahun 1933, gedung ini juga berfungsi sebagai tempat perkumpulan para aktivis pers,” ujar Widodo.

Widodo juga menyebut Soloche Radio Vereeniging (SRV) dibawah kepemimpinan RM. Ir.Sarsito Mangoenkoesoemo sebagai radio pergerakan kaum pribumi.

Dikesempatan yang sama, Widodo juga mengungkapkan nama sebuah radio yang cukup unik, yakni radio kambing namanya.

“Kenapa disebut radio kambing, ya karena dulunya radio ini berada didekat kandang kambing. Dilihat dari luar tidak kelihatan adanya kegiatan siaran radio, karena yang kelihatan memang hanya kandang kambing,” pungkasnya. (bam)

Sidak PPKM Mikro Ulujami, Kapolri Minta Pengawasan Ketat ke Warga yang Isoman

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko PPKM Mikro Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/6/2021).

Dalam sidak itu, Sigit menekankan kepada pihak empat pilar setempat untuk melakukan pengawasan ketat terhadap warga yang sedang melaksanakan isolasi mandiri (isoman). Tujuan agar mencegah penyebaran virus corona ke masyarakat setempat lainnya.

Selama isoman, Sigit juga meminta untuk empat pilar memberikan bantuan pasokan makanan ataupun obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga ketika menjalani isoman.

“Pastikan dan yakini yang positif tidak keluar-keluar rumah. Tapi pastikan juga kebutuhan obat dan bahan pokok terpenuhi,” kata Sigit dalam sidak tersebut.

Eks Kabareskrim Polri itu mengingatkan kepada penanggungjawab Posko PPKM Mikro di Ulujami, untuk memajemen soal prosedur penanganan wilayab zona merah, oranye dan hijau.

Selain itu, Sigit menyebut, kedepannya perlu didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga setempat. Kemudian, harus dilakukan penyisiran dari awal dengan melaksanakan tracing.

“Yag bisa masuk hanya petugas. Lockdown selama 14 hari kedepan setelah dinyatakan positif. Kebutuhan obat sudah tersedia oleh Puskesmas dan keputusan bersama yang menyatakan isolasi mandiri,” ujar mantan Kapolda Banten tersebut.

Disisi lain, Sigit menyebut, untuk wilayah Ulujami, nantinya bakal dilakukan kembali proses vaksinasi massal untuk masyarakat setempat.

Sementara, Panglima TNI meminta kepada jajarannya untuk membantu menyiapkan Velbed bagi masyatakat setempat. Serta, prosedur penanganan warga yang isolasi mandiri juga diatur sedimikian rupa.

“Kepada Pangdam agar bantu siapkan Velbed untuk warga. OTG tidak apa-apa dengan prosedur yang sudah, namun kalau ODG harus laksanalan isolasi terkendali atauterpadu,” kata Hadi di kesempatan yang sama.

Senada, Menkes Budi menekankan soal penguatan penanganan bagi warga yang sudah dinyatakan positif terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut. (tim)

Sambut Hari Bhayangkara, Polda Jatim Laksanakan Vaksinasi Serentak bersama Polda se-Indonesia

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Gubernur Jatim yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Provinsi Jatim Heru Tjahjono dan Kaskoarmada II Laksma TNI David Santoso meninjau Vaksinasi massal yang dilaksanakan pada Sabtu, (26/6/2021) pagi, di Halaman Kenpark, Kenjeran Surabaya, dan halaman GOR Stadion Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Vaksinasi massal ini digelar dalam rangka hari Bhayangkara yang ke-75. Dalam kesempatan ini, Forkopimda Jawa Timur, melakukan video confrence bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Yang dilakukan serentak bersama dengan jajaran 34 Polda se-Indonesia.

Vaksinasi massal yang dilaksanakan pada hari ini ditargetkan mencapai 117.478. Untuk pelaksanaan vaksinasi di kenpark kenjeran surabaya total 4.500 orang, sedangkan di GOR stadion sidoarjo mencapai 2.000 orang.

Sebelum menerima vaksinasi, masyarakat terlebih dahulu mengisi registrasi pendataan, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah, jika tekanan darah memenuhi syarat akan berlanjut ke proses screening.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim, meninjau langsung di area vaksinasi. Selain itu juga berbincang kepada penerima vaksin. Baik yang ada di kenjeran surabaya maupun di gor stadion sidoarjo.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, di wilayah Jawa Timur ada 206 tempat yang dijadikan lokasi Vaksinasi, sedangkan untuk Vaksinator yang tergabung sebanyak 2950 orang di seluruh Jatim dengan rincian personil gabungan Polri 1352 orang, TNI 550 orang dan Dinkes jatim 1048 orang.

“Jawa timur memiliki 986 puskesmas dan 334 rumah sakit yang tersebar di Jatim, dengan vaksinator sebanyak 10 orang vaksinator di tiap puskesmas dan hingga 30 orang vaksinator di setiap rumah sakit, dengan modal ini kami yakin jawa timur dapat mensukseskan program pemerintah satu juta vaksin perhari se indonesia,” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, Sabtu (26/6/2021).

Lanjut Kapolda, sehingga target vaksinasi harian 50 orang di setiap puskesmas dan 200 orang di setiap rumah sakit. Maka dalam sehari pelaksanaan vaksinasi di Jatim mencapai 116.100 dosis. Seluruh jajaran Polda Jatim bersama pemerintah jajaran mendapat target sebanyak 117.478, yang dilaksanakan serentak di 38 Kabupaten/ Kota di Jatim.

“Ini adalah bagian dari mendukung program pemerintah target satu juta vaksin se-Indonesia per hari. Yang turut dilaksanakan oleh TNI Polri,” lanjut dia.

Untuk hari ini ditargetkan perhari sebanyak 2 ribu orang yang melaksanakan vaksinasi mulai jam delapan pagi hingga jam empat sore. Harapannya, target 117.478 ribu bisa terlaksana dengan baik.

“Kami bersama forkopimda nantinya akan mensukseskan dengan mempercepat program vaksinasi, dimana salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk vaksinasi dengan mendatangi rumah warga. Dan hal ini sudah dilaksanakan seperti di Bangkalan, Madura, Jawa Timur,” pungkasnya.

Setelah vaksinasi masyarakat diharapkan tetap mematuhi protolol kesehatan dengan menerapkan 5M, sehingga angka aktif covid-19 dapat menurun dan ekonomi jawa timur dapat bangkit.” tutup kapolda jatim

Dari target 117.478 sampai berita ini diturunkan pelaksanaan vaksinasi hari ini sudah mencapai angka 154.000. (tim)

Lewat Vaksinasi Massal, Kapolri Targetkan 1.258.556 Orang Divaksin

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan upaya Polri untuk mencapai target pemerintah menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity dengan memvaksinasi 70 persen dari jumlah keseluruhan penduduk. Pemerintah menetapkan sasaran vaksinasi sebanyak 181 juta orang dari 270 juta penduduk.

Untuk mencapai target tersebut maka ditargetkan 1 juta vaksin perhari, namun sampai dengan saat ini pemerintah sudah mencapai di angka 700 ribu vaksin perhari.

“Oleh karena itu untuk memenuhi target 1 juta orang divaksin perhari, kita perlu melakukan percepatan program vaksinasi dengan pengornaisasian yang tepat,” kata Kapolri saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau vaksinasi massal di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Sabtu (26/6/2021).

Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 dengan tema Transformasi Polri yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat da Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju, Polri bersama dengan TNI serta Pemerintah Daerah (Pemda) mengadakan serbuan vaksinasi nasional serentak pada hari ini.

Serbuan vaksin itu, jelas Kapolri dilakukan di 4.838 titik meliputi seluruh gedung Polda, Polres/Polrestabes, Polsek seluruh jajaran GOR, Stadion, Terminal, Alun-alun Kabupaten/Kota, Pendopo Kabupaten/Kota, Balai Desa, Puskesmas, Kantor Kecamatan hingga di area parkir mall ataupun hotel yang ada di Indonesia.

“Melibatkan 54.482 vaksinator, dengan target 1.258.556 orang divaksin hari ini,” tekan Kapolri.

Total 1.258.556 orang yang divaksin ini merupakan akumulasi pelaksanaan vaksin yang digelar di Mabes Polri sebanyak 7.500 orang, wilayah Jabodetabek 225.000 orang, Polda Jawa Barat 178.346 orang, Polda Jateng 141.043 orang, Polda Jatim 117.994 orang, Polda Sumut 65.750 orang, Polda Metro Jaya 48.517 orang, Polda Banten 42.662 orang.

Polda Sulsel 39.044 orang, Polda Lampung 33.198 orang, Polda Sumsel 31.698 orang, Polda Aceh 28.884 orang, Polda Riau 26.254 orang, Polda NTT 25.796 orang, Polda Sumbar 25.109 orang, Polda NTB 20.770 orang, Polda Kalbar 20.405 orang, Polda Kalsel 18.936 orang, Polda Papua 15.759 orang.

Lalu Polda Jambi 14.589 orang, Polda Kaltim 14.104 orang, Polda Sulteng 13.550 orang, Polda Sultra 13.375, Polda DIY 12.996, Polda Kalteng 11.117 orang, Polda Sulut 9.777 orang, Polda Sulbar 5.312 orang, Polda Bali 9.324 orang, Polda Bengkulu 8.772 orang, Polda Maluku 8.662 orang, Polda Kepri 7.917 orang, Polda Malut 5.308 orang, Polda Babel 4.375, Polda Gorontalo 4.298 orang, Polda Papua Barat 4.275 orang dan Polda Kaltara 2.025 orang. (tim)

Libatkan TNI – Polri, Kecamatan Rembang Gelar Serbuan Vaksinasi Nasional

PASURUAN – Personel TNI-Polri mendapat tugas baru yakni menyukseskan program vaksinasi nasional.
Pelibatan personel TNI-Polri dalam program vaksinasi itu atas perintah Presiden Joko Widodo melalui Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Amanat dari Presiden itu lantas ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran Polri. Salah satunya di Rembang Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (26/6/2021), berlokasi di Kantor Kecamatan, Kapolsek Rembang, AKP Pujianto, S.Sos bersama jajaran Muspika menjalankan program Serbuan Vaksinasi Nasional, TNI-Polri Target Satu Juta Orang Perhari.

“Masyarakat tidak perlu takut untuk mengikuti vaksinasi, dengan vaksin masyarakat turut serta dalam membantu pemerintah dalam rangka percepatan penanganan covid-19,” terang Kapolsek.

Pujianto juga menerangkan, acara ini menyasar seluruh keluarga besar Polsek Rembang, Kader Kesehatan serta warga lanjut usia.

Untuk mencegah kerumunan, kata Kapolsek, telah diatur sesuai protokol kesehatan, sehingga dibatasi jumlah penerima maupun durasi pelaksanaan vaksinasinya.

Ditambahkannya pula, kegiatan ini digalakkan pemerintah menjelang Hari Bhayangkara ke-75 Tahun 2021.

“Pemerintah menggalakkan Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-Polri dengan target 1 juta orang per hari agar kita semua bisa segera lepas dari pandemi covid 19,” pungkas Pujianto. (qomar)

Terkesan Kurang Profesional, Hasil Swab PCR RSUD Bangil Amburadul

PASURUAN – RSUD Bangil kembali menjadi sorotan serta protes pasien yang tengah berobat atau masyarakat yang melakukan tes swab di rumah sakit milik Pemda Kabupaten Pasuruan tersebut pada Hari Jumat (26/06/21).

Karena ketidak “becusan” petugas tes swab PCR RSUD Bangil, mengakibatkan salah satu warga kauman Bangil yang bernama Syarifah di jemput oleh satgas covid-19 karena di anggap positif covid-19, padahal dirinya sudah mengantongi hasil swab PCR negatif.

Kesalahan fatal yang dilakukan oleh petugas tes swab PCR RSUD Bangil tersebut karena mereka mengeluarkan dua hasil tes swab PCR yang berbeda untuk Syarifah Torayyah, warga Kidul Dalem, Bangil, Pasuruan.

Putra Syarifah, Salman Fariz (33), pada awak media menyampaikan bahwa pada tanggal 23 Juni 2021, satgas covid kecamatan mendatangi rumah ibunya di Jalan Apel, dekat Pasar Bangil. Mereka membawa hasil swab PCR dari RSUD Bangil tertanggal 22 Juni 2021 (tes tanggal 21 Juni) yang menyatakan ibunya positif Covid-19.

“Ibu saya tidak pernah tes swab pada tanggal 21 Juni, sehingga jelas kami selaku pihak keluarga besar merasa dirugikan atas hasil swab yang dikeluarkan RSUD Bangil,” tutur Fariz.

Fariz juga menambahkan, tetangga sekitar juga menjauhi keluarga besarnya setelah satgas mendatangi kediaman dengan menggunakan APD lengkap saat menjemput ibunya yang dinyatakan positif Covid-19.

“Padahal ibu saya tidak pernah tes pada hari itu di RSUD Bangil,” tegas Fariz.

Fariz juga menerangkan bahwa ibunya memang pernah memeriksakan diri di RSUD Bangil pada 15 Juni 2021, setelah dilakukan swab PCR, hasilnya keluar pada tanggal 16 Juni dengan hasil negatif.

Selang seminggu kemudian pada 23 Juni 2021, tiba-tiba satgas mendatangi rumah ibunya sembari membawa hasil swab dari RSUD Bangil tertanggal 22 Juni yang menyebutkan ibunya positif. Hal inilah yang akhirnya membuat keluarga Fariz murka dan geram.

Sementara itu, dari pantauan awak media bahwa pihak manajemen RSUD Bangil sudah meminta maaf kepada keluarga Syarifah atas kecerobohan yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan RSUD Bangil.

“Kami dari manajemen, dengan kesalahan ini menjadi momen untuk perbaikan pelayanan ke depannya. Dari dua hasil tes bu Syarifah yang benar adalah tertanggal 16 Juni. Dan kami tekankan hasilnya negatif,” terang M. Hayat, Humas RSUD Bangil. (por)