PASURUAN – Dugaan adanya kejanggalan terkait proyek pembangunan SMKN Rembang yang diduga ada konspirasi antara pihak komite, dinas terkait ataupun pemangku wilayah sekitar kian mencuat.

Selain dugaan beberapa bahan pembangunan yang tidak sesuai, pembangunan di sekolahan plat merah tersebut juga enggan memasang papan informasi pembangunan yang berguna untuk keterangan pembangunan.
Perlu diketahui di pemberitaan sebelumnya, bahwasanya pembangunan gedung baru di SMKN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan diduga kuat proyek “siluman” lantaran tidak adanya papan informasi pembangunan di lokasi tersebut.
Pembangunan yang diduga menelan biaya hingga ratusan juta rupiah tersebut diduga kuat menjadi ajang bancaan “tumpeng” para pemangku kepentingan di sekolahan tersebut karena tidak ada papan informasinya, berapa nilai proyeknya, siapa pelaksana proyek tersebut, dan proyek tersebut dibiayai oleh siapa.
Akibat tidak perpampangnya papan informasi pembangunan di proyek tersebut membuat salah satu pentolan aktifis yang juga anggota LSM penjara Indonesia Khusaeri angkat bicara.
“Seharusnya di setiap pembangunan itu ada papan informasi pembangunan, yang berguna untuk keteransparanan kegiatan pembangunan itu sendiri,” ujar Arie.
“Jikalau tidak ada papan informasi pembangunan berarti mereka(pelaksana) telah melanggar aturan, dan karena sudah jelas ada aturan terkait itu yakni KIP (keterbukaan info publik),” lanjut arie, panggilan akrab Khusaeri.
Sementara itu, hingga berita ini di turunkan tidak ada keterangan atau penjelasan apapun dari beberapa anggota komite SMKN Rembang ataupun Indah Yudiani selaku kepala cabang dinas pendidikan provinsi jawa timur untuk wilayah pasuruan. (por)



