PASURUAN– Pekerjaan pemasangan pipa gas yang saat ini sedang dilaksanakan yang melintasi jalan arteri maupun jalan kampung terkesan asal asalan tanpa mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan, sehingga menimbulkan korban terperosoknya sebuah truk yang melintasi di jalur tersebut.
Sebuah truk dengan muatannya mengalami naas karena roda belakang sebelah kiri ambles dan kondisi truk miring, karena terperosok kedalam bekas lubang galian pipa yang pengurukan ya tidak dipadatkan , hal ini terjadi di depan bekas dealer suzuki jalan Dr wahidin kelurahan Pekuncen kota Pasuruan, senin 28/06/2021
Menurut Fahmi, selaku humas proyek tersebut membalas melalui washap, saat di konfirmasi menyampaikan jika kendaraan truck tersebut salah salah parkir dan pengemudi tidak melihat kalau ada bekas galian, sehingga roda belakang terperosok masuk bekas galian yang baru di urug.
Balasan Fahmi, dalam washap Dikonfirmasi sopirnya ngaku salah parkir di bekas galian. Lagi buka my maps. Ini lagi kita bantu angkat pake alat dongkrak kami
Beberapa warga sekitar kejadian menyayangkan kinerja pelaksana proyek yang kurang hati hati dan tanpa mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan, dan menyampaikan musibah yang terjadi bukan murni kesalahan pengguna jalan, dan wargapun berharap bekas galian itu di urug dengan benar dan dipadatkan sesuai sop tidak akan terjadi korban, dan hal ini untuk menghindari timbulnya korban berikutnya.
Dari pantauan awak media hampir seluruh kota Pasuruan banyak di temukan bekas galian yang setelah di urug ambles lagi, dan hal ini membahayakan bagi pengguna jalan apalagi di jalur kampung (arie)
Bondowoso – Setelah masa akhir jabatan Kepala Desa, sebanyak 7 Desa Se Kecamatan Jambesari darus sholah periode jabatan tahun 2015-2021, Pada selasa (22/06/2021) minggu kemarin telah dilakukan acara serah terima jabatan Kepala Desa kepada PJ (Penjabat) Kepala Desa. Se Kecamatan Jambesari darus sholah, bertempat di pendopo Kecamatan Jambesari darus sholah Senin ( 28/06/2021).
Serah terima jabatan tujuh PJ Kepala Desa tersebut di pimpin lansung Camat Jambesari darus sholah, yakni Desa Jambesari, Desa Tegal pasir,Desa Pengarang,Desa pejagan, Desa jambeanom,Desa Pocanganom dan Desa Sumber jeruk.
Mohamad Taufan S.sos.MM. Camat Jambesari darus sholah ,menyampaikan Mari bersama – sama untuk menghindari kerumunan karena ini masih dalam kondisi pandemi covid 19.disampaikan pula rasa terima kasih kepada kades lama yang telah mengabdi selama menjabat dan memberi pelayanan yang terbaik kepada warganya. Dan selamat bertugas kepada PJ Kades baru agar secepatnya menyesuaika diri di wilayahnya untuk melaksanakan pilkades serentak 20 oktober 2021 mendatang.
“Camat juga berharap kepada PJ Kades, Jabatan ini adalah amanah jangan di buat sombong atau gaya gayaan,”kata camat. Masih kata camat semoga pj kades bisa bekerja semaksimal mungkin dan bisa menjadi referensi kades definitif nantinya.”Tegas camat.
Hadir dalam acara tersebut Muspika Kecamatan Jambesari darusholeh, Sekdes dan Kepala Desa se kecamatan Jambesari Ds
Dalam pantauan media ini acara sertijab tersebut berjalan dengan lancar, kondusif dan menerapkan prosedur protokol kesehatan. (Dar).
PASURUAN – Meningkatnya kasus covid-19 melalui klaster ziarah di kabuputen Pasuruan mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf.
Belajar dari kasus banyak warganya yang terpapar covid-19 melalui klaster ziaroh membuat Bupati Irsyad mengeluarkan imbauan melalui ketua satuan gugus tugas covid-19, Anang Saiful Wijaya beberapa waktu lalu.
Dalam imbauan tersebut Bupati meminta semua pihak memperhatikan dengan baik kasus Covid-19 khususnya ziarah, agar tidak terjadi seperti di Dayu Kecamatan Prigen.
Masyarakat dimintanya menahan diri untuk melakukan aktivitas yang berpotensi menciptakan kerumunan.
“Saya minta Pak Kades lebih selektif, mengimbau kepada masyarakatnya, melarang lebih jelas, lebih tegas lagi untuk melakukan ziarah atau kegiatan-kegiatan rombongan keluar daerah. Apalagi menuju tempat-tempat zona merah di wilayah Indonesia,” papar Gus Irsyad panggilan akrab bupati Irsyad Yusuf.
Imbauan yang dikeluarkan Bupati tersebut, ternyata tak digubris oleh masyarakat Banjarsari khususnya Pemdes setempat, yang memberi ijin warganya untuk berangkat ziarah ke wali 5 pada Hari Minggu (27/06/21).
Warga Banjarsari sendiri diketahui berangkat ziarah ke wali 5 dengan menggunakan 2 unit bus. Mirisnya lagi, ternyata kegiatan tersebut diikuti juga oleh beberapa perangkat desa serta PJ Kades Banjarsari, Nujum.
Salah satu warga saat dikonfirmasi pada Minggu (27/06/21) terkait adanya masyarakat yang berangkat ziarah ke wali 5 membenarkan hal tersebut.
“Rombongan peziarah berangkat sekitar pukul 7 pagi dengan menggunakan 2 bus, tujuannya adalah ziarah ke wali 5,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.
“Sebagian besar peziarah adalah warga Dusun Gebang, dan tadi pak PJ Nujum juga kelihatan ikut dalam rombongan ziaroh itu sendiri,” sahut salah satu warga sekitar.
Sementara itu, Wahid salah satu perangkat Desa yang juga diketahui sebagai koordinator lapangam rombongan saat dikonfirmasi tidak menampik kegiatan tersebut.
“Iya kami melaksanakan ziarah ke wali 5, dan pak Kades PJ Nujum ikut serta dalam rombongan kok,” ujar Wahid. (Por)
MADURA – Makanan khas sate Madura yang kelezatannya sudah tidak diragukan lagi, pasti banyak orang yang ketagihan. Ya kuliner yang satu ini memang lezat dan nikmat.
Bahkan telah diakui dan dibuktikan dengan menjamurnya pedagang sate khas Madura di berbagai daerah di luar Madura. Namun, sebenarnya kuliner khas Madura tak hanya soal sate Madura saja.
Ada banyak beragam makanan khas lainnya yang patut dicoba. Selain nikmat makanan khas Madura pun memiliki nama yang unik, diantaranya Bebek Songkem.
Olahan kuliner bebek khas Madura ini dimasak dengan olahan bumbu khas yang dikukus dalam bungkusan daun pisang sehingga menghasilkan aroma lezat.
Ditemani nasi yang masih hangat bersama sambal dan juga lalapan segar, makanan khas Madura ini menjadi salah satu pilihan wisata kuliner favorit bagi para traveler yang singgah ke Madura. (red)
CIMAHI – Komite Seni Rupa Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (KSR-DKKC) selenggarakan Lomba Lukis dengan model Work From Home atau dikerjakan di rumah. Kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Cimahi ke 20 tahun ini diperuntukan bagi pelajar SMP dan SMA/K dengan tema Lawan Covid-19 Kota Cimahi.
Ketua KSR-DKKC, Deden Maulana mengatakan, tujuan lomba ini memberi makna menumbuhkembangkan serta membentuk karakter pribadi para pelajar di Kota Cimahi terhadap minat dan bakat yang kreatif, kritik, dan inovatif. Kedepan mereka akan dihadapkan pada gelombang perubahan zaman yang semakin kompetitif. Seperti yang terjadi pada saat ini bagaimana mereka harus menghadapi dan melawan situasi pandemi yang telah mengubah tatanan kehidupan hampir di segala bidang. “Pembatasan sosial dan penutupan sekolah berdampak pada pendidikan, kesehatan mental, dan akses kepada pelayanan kesehatan dasar. Meskipun demikian, kita tetap semangat untuk terus belajar dan kreatif menghadapi pandemik ini. Salah satunya kita patuh menjalankan protokol kesehatan yang telah dihimbau oleh orang tua dan juga bisa belajar di rumah dengan baik,” ujar Deden saat ditemui di sekretariar DKKC, Imah Seni, Jl. Pabrik Aci Kota Cimahi (27/6/2020).
Menurutnya, penyelenggaraan Lomba lukis ini merupakan satu upaya dalam memotivasi semangat para pelajar di Kota Cimahi agar tidak merasa jenuh tinggal di rumah dengan rutinitas yang sama. Besar harapan dengan melukis menjadi bagian terapis dalam mengurangi kecemasan menghadapi pandemi Covid-19. “Selain sebagai media terapis, saya berharap dari kegiatan ini akan terlihat potensi yang mewakili pengembangan para pelajar, yang harus dilakukan pada jenjang pendidikan dasar, khususnya SMP dan SMA sebagai langkah nyata dikemudian hari,” tuturnya. Ungkap Deden, Lomba Lukis ini juga sebagai ajang melahirkan generasi baru di dunia seni lukis, seni rupa dan desain pada umumnya di Kota Cimahi. “Mereka nantinya bisa aktif langsung di KSR-DKKC bersama pelaku seni rupa dan pelaku seni lain yang sudah berpengalaman sebagai teman kerja dan berproses bersama,” Harapnya. Lanjut Deden, untuk perserta lomba pihak panitia menyediakan fasilitas berupa kanvas lukis berukuran 60 Cm X 80 Cm dan cat lukis empat warna (warna primer). Para peserta juga diperkenankan membawa alat melukis sendiri dan media tambahan lainnya. Media lukis yang disediakan oleh panitia di diambil di sekretariat DKKC di Imah Seni Kota Cimahi, Komplek Ruko Cimahi Square No. B.09, Jalan Pabrik Aci, Kota Cimahi. “Para pelajar peserta lomba dipersilahkan menuangkan ide dan gagasan sesuai pengetahuan dan pengalamannya secara bebas dan beretika di atas kanvas yang telah disediakan. Adik-adik dapat menggunakan teknik menggambar secara bebas serta tambahan media lainnya yang dianggap perlu sebagai bentuk kreatifitas pada kanvas tersebut. Sajikan gambar atau lukisan tersebut dengan menarik dan bersih, tapi tidak boleh menggunakan unsur huruf atau kata-kata,” jelas Deden.
Tabah Deden, jadwal dan waktu pengambilan media melukis serta pengarahan singkat terkait penjelasan tema/judul lukisan akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2021, jam 11.00 – 14.00 WIB. Pelaksanaan lomba di rumah masing-masing peserta (WFH) pada tanggal 28 Juni s/d 9 Juli 2021.
Saat melaksanakan proses pembuatan karya, wajib direkam pergunakan video Hp secara singkat (bagian awal – tengah dan akhir). Hasil pembuatan karya lukis dan rekaman video dapat dikumpulkan di Imah Seni tanggal 11 Juli 2021, jam 11.00 s/d 15.00 WIB – ( untuk Video dapat dikirim ke Nomor WA sesuai pendaftaran). Seluruh peserta lomba mendapatkan Sertifikat. Bagi pemenang juara ke 1, 2 dan 3 diberikan Piala, juga aang pembinaan.
Seluruh karya menjadi milik panitia, dibuat dokumentasi untuk di pamerkan secara virtual atas nama peserta dan sekolah masing-masing. Hasil lomba akan di umumkan pada tanggal 18 Juli 2021 lewat siaran langsung di kanal youtube DKKC, dan diterbitkan pada media online berikut karya-karyanya. Sedangkan pemberian hadiah bagi juara serta sertifikat bagi seluruh peserta akan diberikan pada tanggal 25 Juli 2021 jam 11.00 WIB di Imah Seni Kota Cimahi.
Sejalan dengan pandangan Deden, Ketua DKKC, Hermana HMT mengungkapakan, bahwa lomba lukis penting dilakukan untuk pelajar terutama bagi para remaja setingkat SMP dan SMA/K yang sedang berproses pencarian identitas diri, dan sedang senang-senangnya segala dicoba atau dilakukan jika menurutnya menarik.
“Melukis atau belajar melukis penting bagi mereka, apalagi ditengah situasi seperti ini. Setahun lebih 3 bulan mereka harus tinggal di rumah dengan aktifitas belajar dan lainnya lewat internet atau lewat alat kumunikasi berupa handphone (HP). Kegiatan tersebut tentu bisa menjenuhkan. Maka dalam kondisi seperti itu perlu ada media lain untuk kendurkan rasa jenuh. Salah satunya melakukan aktifitas berkesenian, diantaranya melukis,” terang Hermana saat panitia lomba memberikan kanvas dan perlengkapan lukisan lainnya pada peserta yang sudah mendaftar, di Sekretariat DKKC (27/6/2021).
Hermana juga menegaskan, kejenuhan yang panjang jangan sampai membuat mereka mencari sensasi-sensasi yang berakibat buruk bagi perkembangan fisik dan psikologinya. Tawaran-tawaran aplikasi di HP banyak yang menggiurkan untuk dijajaki termasuk aplikasi yang mengarah pada pornografi atau hal negatif lainnya bisa diakses secara bebas menjadi bagian pembusukan karakter para remaja yang jiwanya masih labil.
“Untuk itu mereka perlu diarahkan dan dilibatkan secara pisik, agar tidak terlampau asik dengan media sosialnya. Berkesenian seperti melukis di atas kanvas merupakan kegiatan yang melibatkan aktifitas fisik dan pikiran, yang setidaknya bisa menjadi penyeimbang kegiatan yang dilakukan di dunia maya,” kata Hermana.
Selain itu menurut Hermana, bahwa pelepasan emosi yang dituangkan dalam bentuk lukisan bukan semata pengalihan satu ekspresi ke ekspresi lainnya, tapi sebagai upaya menguatkan daya imajinasi yang bisa melahirkan gagasan kreatif yang bernilai sesara estetik dan kedepannya punya nilai jual secara finansial.
“Kegitan ini juga sabagai usaha DKKC dalam pemajuan kebudayaan dan pelaku budaya di Kota Cimahi, agar dapat bersaing di dunia global. Maka, selain menyelenggarakan kegitan lomba lukis KSR-DKKC juga bersiap menyelenggarakan workshop seni kriya dari bahan dasar yang dekat dengan kehidupan kita, bahkan mungkin dari bahan oleh orang awam dianggap tidak bernilai. Semoga kegiatan kami ini berjalan dengan lancar dan semuanya sehat walafiat,” pungkas Ketua DKKC yang aktif pula sebagai pelaku teater.
SURABAYA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menegaskan, dorongan penundaan Munas organisasi itu oleh sejumlah anggotanya karena tingginya kasus COVID-19, tidak akan mengganggu kinerja pengurus lama, sebab ini demi alasan kemanusiaan.
“Ini bukan urusan dukung mendukung, namun murni alasan kemanusiaan. Jatim sejak awal ingin Munas ditunda dulu, sambil menunggu kasus COVID-19 melandai, dan saya yakin tidak mempengaruhi kinerja Kadin yang lama,” kata Adik, dikonfirmasi, Minggu.
Pengusaha asal Kota Batu, Jatim, ini mengaku, akan melaporkan bersama pengurus Kadin lainnya yang sepakat menunda pelaksanaan Munas di Kendari, meski sebagian pengurus masih percaya diri akan terlaksananya Munas.
“Kami akan melaporkan ke Mabes Polri keputusan bersama sebagian pengurus Kadin ini, karena Satgas dan Mabes Polri mempunyai kewenangan untuk membubarkan, meski sebagian pengurus masih percaya diri menggelar Munas,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryani Motik dalam jumpa pers virtual di Jakarta juga menginginkan Munas ditunda demi kemanusiaan.
“Kami tidak ingin Kadin menimbulkan atau membuat klaster baru. Kami tidak ingin sia-sia upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan, termasuk vaksinasi gotong royong, padahal itu sudah diapresiasi dunia luar,” katanya.
Suryani mengungkapkan banyak wakil ketua hingga anggota Kadin yang telah terpapar COVID-19, demikian pula orang-orang di sekeliling mereka.
Di sisi lain, sebagai aktivis kemanusiaan, ia juga memahami banyak rumah sakit memiliki masalah keterbatasan obat, tabung oksigen, hingga tenaga kesehatan yang kerjanya terpaksa harus diforsir di tengah melambungnya kasus COVID-19.
“Oleh karena itu, kami sebenarnya sejak COVID-19 trennya naik dari minggu lalu, sudah inisiatif minta Ketua Umum dan penyelenggara untuk menunda Munas,” katanya.
Suryani menuturkan, permintaan penundaan Munas juga diikuti oleh 6 persen Anggota Luar Biasa (ALB). Permintaan penundaan itu meliputi acara konvensi dan Munas Kadin.
Dengan melambungnya kasus COVID-19, terlebih dengan merebaknya varian delta, Suryani meminta agar Munas Kadin di Kendari ditunda hingga kondisi membaik.
Seperti diketahui, Munas VIII Kadin akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 30 Juni 2021, bergeser dari rencana awal yang semula akan digelar di Bali pada 2-4 Juni 2021.
Selain membahas mengenai kebijakan organisasi, dunia usaha dan perekonomian nasional, Munas Kadin juga mengagendakan pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia berikutnya untuk periode 2020-2025. * Sumber : ANTARA
JEMBER — Dunia olahraga beladiri yang tergabung dalam FORKI ( Federasi Olahraga Karate – Do Indonesia boleh berbangga dan optimis dengan terbentuknya pengurus baru, yang legalitasnya sesuai SK. Pengurus Forki Jatim dengan nomor 67/KPTS/Forki-JT/KU/IV/21 tertanggal 30 April 2021, tentunya diharapkan dapat meningkatkan prestasi kedepan.
Mujib,SH, salah satu pengurus mengharapkan kepada seluruh anggota Forki yang ada di Jember untuk lebih konsentrasi dan meningkatkan latihan, dengan demikian dapat mendorong prestasi olahraga yang ada wilayah tersebut, yang tentunya juga dukungan sepenuhnya dari pengurus yang sudah ada.
Menurutnya, bagi kaum milenial terutama yang masih duduk dibangku sekolah, untuk bergabung dalam olahraga tersebut, disamping untuk menjaga kesehatan, juga pembinaan mental yang dapat mencegah pengaruh negatif yang saat ini sangat mudah masuk ke jaringan kaum muda.
Ditambahkan juga dalam pelaksanaan olahraga beladiri ini, ada penguatan pembinaan mental yang sangat baik, dan dapat membentengi diri baik secara fisik maupun pengaruh negatif lainnya, seperti minuman keras, narkoba bahkan dapat mencegah tindakan dan tidak mudah terprofokasi.
“Di olahraga ini, bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan, akan tetapi yang terpenting kematangan mental sehingga selalu berfikir melangkah dan bertindak positif,” Ujar Mujib, SH.
Diungkapkan lebih jauh, dengan terbentuknya pengurus baru yang notabene sudah profesional tersebut dapat berbicara dikancah nasional, dan meningkatkan prestasi sehingga dapat mengangkat nama Jember.
“Saya berharap pengurus yang baru ini, dapat memberikan kontribusi dan motivasi kepada anggota, untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi.( Sony)
PASURUAN – MK (20) wanita muda asal Kecamatan sukorjo, Kabupaten Pasuruan melaporkan suaminya, M. Slamet Reza Fantoni, akrab dipanggil Reza, warga Dusun Sukorame Desa Durensewu Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan.
Hal itu terpaksa dilakukan MK (20) lantaran dirinya tidak pernah diberi nafkah oleh sang suami semenjak menikah dengan dirinya yang sudah berjalan hampir 3 tahun pernikahan.
Pada awak media, MK menjelaskan bahwa semenjak menikah hingga sudah di karuniai buah hati sang suami yakni Reza tidak pernah menafkahi dirinya serta anaknya yang kini berusia 2 thn.
“Dari awal pernikahan dirinya tidak pernah menerima nafkah layaknya seorang istri, bahkan saat melahirkan pun Reza tidak disampingnya,” ujar MK .
MK juga menuturkan, sebenarnya dia enggan melaporkan sang suami karena melihat sang buah hati yang masih butuh sosok ayah karena masih kecil.
Karena tidak ada komunikasi dan itikad untuk menemui dirinya serta sang buah hati, dirinya memberanikan diri ke SPKT Polres Pasuruan untuk melaporkan Reza karena merasa sudah di terlantarkan.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan, Aiptu Nidom saat di konfirmasi pada Hari Sabtu (26/06/21) membenarkan hal tersebut.
“Iya benar memang ada aduan atas nama MK tersebut ke polres Pasuruan, dan saat ini sudah di tangani oleh unit PPA,” ujar Kanit Nidom.
“Saat ini sudah masuk dalam tahap pemanggilan, sudah 2x kita layangkan surat panggilan untuk dimintai keterangan akan tetapi yang bersangkutan belum juga hadir ke Polres Pasuruan,” papar Nidom. (por)
PASURUAN – keluarga besar syarifah akhirnya menuntut RSUD Bangil akibat kecerobohan petugas tes swab PCR yang mengakibatkan kegaduhan dilingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Hal ini dikarenakan akibat dari penjemputan petugas satgas gugus tugas covid-19 kerumah meraka untuk menjemput ibu Syarifah lantaran dinyatakan positif covid saat tes swab PCR yang di keluarkan oleh RSUD Bangil.
Keluarga Syarifah merasa mendapat diskriminasi serta merasa dikucilkan oleh tetangga sekitar lantaran terkonfirmasi positif covid-19.
Perlu diketahui bahwasanya telah terjdi kesalahan fatal yang dilakukan oleh petugas tes swab PCR RSUD Bangil, karena mereka mengeluarkan dua hasil tes swab PCR yang berbeda untuk Syarifah Torayyah, warga Kidul Dalem, Bangil, Pasuruan.
“Pada tanggal 23 Juni 2021, satgas covid kecamatan mendatangi rumah ibunya di Jalan Apel, dekat Pasar Bangil. Mereka membawa hasil swab PCR dari RSUD Bangil tertanggal 22 Juni 2021 (tes tanggal 21 Juni) yang menyatakan ibunya positif Covid-19,” urai Faris.
“Ibu saya tidak pernah tes swab pada tanggal 21 Juni, sehingga jelas kami selaku pihak keluarga besar merasa dirugikan atas hasil swab yang dikeluarkan RSUD Bangil.”
“Tetangga sekitar juga menjauhi keluarga besar saya setelah satgas mendatangi rumahnya dengan baju APD lengkap untuk menjemput ibunya karena ibunya dinyatakan positif Covid-19, sedangkan ibunya tidak pernah tes pada hari itu di RSUD Bangil,” urai Faris.
Faris juga menerangkan bahwa ibunya memang pernah memeriksakan diri di RSUD Bangil pada 15 Juni 2021, setelah dilakukan swab PCR, hasilnya keluar pada tanggal 16 Juni, hasilnya negatif yang tanggal 16 Juni,” lanjut Faris.
Selang seminggu kemudian pada tanggal 23 Juni, tiba-tiba satgas mendatangi rumah ibunya dan membawa hasil swab dari RSUD Bangil tertanggal 22 Juni yang menyebutkan ibunya positif, hal ini lah yang akhirnya membuat keluarga murka dan geram.
Keluarga memang sudah mendatangi RSUD Bangil untuk meminta klarifikasi kesalah tersebut dan melalui humas M. Hayat manajemen mengkui kesalahan tersebut serta meminta maaf, tapi itu belum cukup buat keluarga lega menerima.
“Kami menuntut agar manajemen RSUD Bangil meminta maaf secara terbuka di media massa serta datang ke lingkungan kidul dalem untuk mengklarifikasi kesalahan tersebut,” papar faris saat di hubungi awak media melalui WhatsApp pada Hari Sabtu (26/06/21).
Sementara itu, Humas RSUD Bangil M. Hayat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Hari Sabtu (26/06/21) menyampaikan masalah itu sudah clear.
“Masalah tersebut sudah di selesaikan, keluarga sudah mendatangi RSUD Bangil,” ujar Hayat. (por)
PASURUAN – Dugaan adanya kejanggalan terkait proyek pembangunan SMKN Rembang yang diduga ada konspirasi antara pihak komite, dinas terkait ataupun pemangku wilayah sekitar kian mencuat.
Selain dugaan beberapa bahan pembangunan yang tidak sesuai, pembangunan di sekolahan plat merah tersebut juga enggan memasang papan informasi pembangunan yang berguna untuk keterangan pembangunan.
Perlu diketahui di pemberitaan sebelumnya, bahwasanya pembangunan gedung baru di SMKN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan diduga kuat proyek “siluman” lantaran tidak adanya papan informasi pembangunan di lokasi tersebut.
Pembangunan yang diduga menelan biaya hingga ratusan juta rupiah tersebut diduga kuat menjadi ajang bancaan “tumpeng” para pemangku kepentingan di sekolahan tersebut karena tidak ada papan informasinya, berapa nilai proyeknya, siapa pelaksana proyek tersebut, dan proyek tersebut dibiayai oleh siapa.
Akibat tidak perpampangnya papan informasi pembangunan di proyek tersebut membuat salah satu pentolan aktifis yang juga anggota LSM penjara Indonesia Khusaeri angkat bicara.
“Seharusnya di setiap pembangunan itu ada papan informasi pembangunan, yang berguna untuk keteransparanan kegiatan pembangunan itu sendiri,” ujar Arie.
“Jikalau tidak ada papan informasi pembangunan berarti mereka(pelaksana) telah melanggar aturan, dan karena sudah jelas ada aturan terkait itu yakni KIP (keterbukaan info publik),” lanjut arie, panggilan akrab Khusaeri.
Sementara itu, hingga berita ini di turunkan tidak ada keterangan atau penjelasan apapun dari beberapa anggota komite SMKN Rembang ataupun Indah Yudiani selaku kepala cabang dinas pendidikan provinsi jawa timur untuk wilayah pasuruan. (por)