Home Blog Page 1751

Polda Jatim Rencanakan Mikro Lockdown Pasca Lonjakan Covid-19 di Bangkalan

SURABAYA – Polda Jawa Timur akan merencanakan pemberlakuan mikro lockdown di kecamatan-kecamatan yang kasusnya tinggi, pasca peningkatan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.

“Kami akan menerapkan mikro lockdown di empat kecamatan,” ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Senin (7/6/2021).

Empat kecamatan itu di antaranya Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Geger. Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemkab dan Polres setempat.

“Penyemprotan disinfektan di empat kecamatan zona rawan itu segera dilakukan. Operasi yustisi dan pembagian masker juga sedang berlangsung di zona rawan,” kata dia.

Nico menginginkan penyekatan dan tes usap antigen di perbatasan Surabaya-Bangkalan terus berlangsung. Personel gabungan sudah disiapkan di sana.

Dia mengimbau kepada warga Bangkalan dan Surabaya yang hendak bepergian harus membawa surat bebas Covid-19 karena pemeriksaan di pos cek poin semakin diperketat.

“Upaya penyekatan, serta mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan swab antigen on the spot,” ucap dia.

Satu rumah sakit rujukan di daerah Bangkalan akan disiapkan dan rumah sakit lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) serta menyiapkan enam rumah sakit rujukan di Surabaya.

Keenam rumah sakit itu antara lain RSU dr Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al Irsyad. Seluruh masyarakat Bangkalan diminta patuh protokol kesehatan supaya kasus Covid-19 di sana tidak semakin parah.

“Diminta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda memberikan edukasi dan mengoptimalkan PPKM Mikro, terutama RT RW yang ada warganya positif aktif, untuk melakukan tracing terhadap interaksi pasien positif dengan warga sekitar,” pungkas Nico. (tim)

Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Jatim Kerahkan Pasukan di Zona Merah Bangkalan

SURABAYA — Polda Jawa Timur kerahkan pasukan dari berbagai Satuan Kerja ( Satker), guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait penyebaran Covid-19 di kabupaten Bangkalan, Khususnya di 4 kecamatan yang masuk dalam katagori zona merah.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, Polda Jatim telah melakukan berbagai kegiatan di 4 kecamatan zona merah di kabupaten Bangkalan, diantaranya kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Geger.

Seperti yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Jatim, mereka telah memelaksanakan patroli dan Public Address, dengan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, guna memutus penyebaran Covid-19, di kecamatan Arosbaya.

“Srikandi Lalulintas melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif dibidang lalulintas, sekaligus membagikan sembako, masker dan handsanitizer di kecamatan Arosbaya,” tandasnya Kombes Gatot, pada Selasa (9/6/2021).

“Anggota Brimob juga melaksanakan patroli di 4 kecamatan zona merah, mengoptimalkan fungsi PPKM Mikro, serta menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” tambahnya.

Sementara satuan Binmas Polda Jatim juga melakukan pembagian 194 paket beras sembako kepada warga kurang mampu, dan himbauan penerapan prokes dengan 5M Memakai masker,
Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas.

“Kegiatan ini terus kita lakukan, sebagai upaya pencegahan covid-19 di Bangkalan khususnya di 4 kecamatan zona merah,” pungkasnya Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Pembuatan flyer yang di sebarkan di media sosial terkait klaster covid 19 di Kabupaten Bangkalan dan pembuatan statement para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Takmir Masjid, serta flyer cipta kondisi telah di blasting oleh jajaran, dukungan Bid Humas Jatim.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, kondisi kasus covid-19 di kabupaten Bangkalan saat Ini Selasa, tanggal 8 Juni 2021. Jumlah total kasus aktif Covid-19 di Bangkalan sebanyak 190 Orang, kenaikan dari hari sebelumnya sebanyak 75 kasus, dan kesembuhan 1 Kasus, sedangkan meninggal dunia ada 4 Kasus.

Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) Isolasi RSU Bangkalan mencapai 84% dan BOR ICU RSU Bangkalan mencapai 50 %.

Upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Bangkalan terus dilakukan dengan pelaksanaan Testing dan Vaksinasi, yang dilaksanakan oleh 5 tim dengan masing-masing Tim terdiri dari 15 orang.

Dalam pelaksanaan testing ini masyarakat juga diberikan bantuan berupa beras 900 kg, dan Mie Instan 100 Dus untuk mendorong masyarakat agar bersedia dilakukan Tes Swab maupun Vaksinasi.

Testing dan Vaksinasi dilaksanakan di 2 Kecamatan dari 4 Kecamatan yang menjadi pusat konsentrasi yaitu kecamatan Arusbaya dan Klampis.

Di kecamatan Arusbaya, Jumlah masyarakat yang melakukan swab antigen sebanyak 114 orang, hasilnya ada 17 orang reaktif dan 97 orang non reaktif. Bantuan sembako sebanyak 80 paket dan mie Instan sebanyak 50 dus.

Untuk kecamatan Klampis, masyarakat yang melakukan swab antigen sebanyak 30 orang, dengan hasil 5 reaktif dan 25 non reaktif. Untuk bantuan sembako 100 paket dan mie instan 50 dus.

Himbauan untuk melaksanakan Swab dan Vaksinasi di Kecamatan prioritas Kabupaten Bangkalan yang dilaksanakan Dit Intelkam Polda Jatim, Dit Binmas bersama Sat Intelkam Polres Bangkalan dilakukan pemasangan 25 titik spanduk himbauan, di 3 Kecamatan, yakni Bangkalan Kota, Arosbaya dan Klampis.

Selain itu, kegiatan cipta kondisi kepada Takmir Masjid, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di 3 Kecamatan prioritas serta memberikan himbauan penyebaran covid-19 di Bangkalan. Kendati demikian himbauan 5M dan himbauan untuk mengikuti swab antigen juga di galakkan.

Himbauan keliling menggunakan kendaraan oleh Bupati, Kapolres dan Dandim Bangkalan kepada Masyarakat supaya mematuhi Protokol Kesehatan juga telah dilakukan.

Tim Covid Hunter Polres Bangkalan melaksanakan kegiatan pemindahan 36 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melaksanakan Isolasi Mandiri ke Balai Diklat Bangkalan tempat isolasi yang ditentukan.

“Penyemprotan disinfektan oleh Ditsamapta Polda Jatim di Kecamatan prioritas. Kegiatan penyemprotan disinfektan menggunakan kendaraan Gunner sebanyak 6.000 Liter oleh PMI Provinsi Jatim, dengan route Jalan sekeliling wilayah Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Klampis,” paparnya Kapolda Jawa Timur.

Lebih lanjut Kapolda Jatim menyampaikan hasil sementara kegiatan penyekatan di 3 titik perbatasan Bangkalan, yaitu titik penyekatan pos Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Bangkalan, telah dilakukan swab antigen dalam rangka penanggulangan covid di Bangkalan.

“Langkah – langkah tersebut dilaksanakan bersama Forkopimda Provinsi dengan Kabupaten,” pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta.(tim)

Kiai dan Ulama Bangkalan Menjadi Contoh serta Teladan Cegah Meningkatnya Penyebaran Covid-19.

Surabaya 08-06-2021 – Kasus penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Madura meledak pasca Hari Raya Idul Fitri 2021.

Jumlah kasus positif virus corona penyebab Covid-19 di Bangkalan, Madura meningkat pesat, Selain itu korban meninggal akibat Covid-19 di Bangkalan, Madura juga banyak.

Per hari Minggu (6/6/2021), ada 25 kasus pasien baru yang positif Covid-19 di Bangkalan, Madura. Kemudian 2 pasien Covid-19 meninggal, dan 17 orang dinyatakan suspek corona di Bangkalan, Madura.

Berdasarkan data akumulatif per tanggal 6 Juni 2021, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangkalan, Madura sebanyak 1.779 orang. Kemudian, jumlah pasien sembuh 1.520 orang, pasien Covid-19 meninggal 180 orang, dan kasus Covid-19 aktif di Bangkalan, Madura kini 79 orang.

Melihat peningkatan secara signifikan kasus covid – 19 para kiai dan ulama Bangkalan bergerak cepat proaktif memberikan imbauan kepada warga agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Para kiai dan ulama dalam setiap kesempatan memberikan himbauan agar masyarakat kabupaten Bangkalan konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan 3M baik di masjid-masjid, surau dan langgar yg ada di Bangkalan bahkan pesan berantai di media sosial.

Hal itu senada dengan harapan yang disampaikan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Bapak  Freddy Poernomo yang meminta forum pimpinan daerah duduk bareng serta melibatkan para ulama untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas ke wilayah lain.

“Madura itu daerah santri. Untuk mengatasi problem itu, ya tokoh-tokoh agama atau ulama diajak dan terlibat dalam pencegahan meluasnya penyebaran” ujar Freddy, Senin (7/6/2021)

Politisi Partai Golkar itu juga menegaskan agar Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan cara sesuai kultur masyarakatnya masing-masing.

“Kalau di Surabaya insyaAllah ketat. Kultur masyarakat Surabaya beda dengan Madura, Kalau di Madura harus melibatkan tokoh informal atau kiai,” terangnya.

Pentingnya peran kiai dan ulama sangat luar biasa untuk memberikan keteladanan,” hal tsb pernah disampaikan dalam webinar Katadata “Bagaimana Menerapkan 3M di Pondok Pesantren?” oleh Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama Bapak Basnang Said.

Satuan Tugas Covid-19 Yayasan Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Neng Azah juga mengatakan kiai bisa menjadi pengawas sekaligus contoh bagi para santri dalam penerapan 3M.  “Misalnya, kiai mengajar dengan memakai masker, maka anak-anak akhirnya juga memakai masker,” ujar Azah.

Sementara anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Abdul Halim mengaku prihatin adanya tiga tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia,

Abdul Halim berharap masyarakat di Madura tetap tenang dan tidak panik, serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

“Masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tapi jangan sampai lengah dan meremehkan wabah ini,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, upaya kiai dan ulama Madura bersama seluruh stakeholder yg terlibat dalam pencegahan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19 di Bangkalan ini menjadi ikhtiar yang berharga sehingga wabah corona tidak semakin menyebar ke kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi kerja tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait, baik di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur dan daerah di kabupaten atau kota lainnya untuk melokalisir wabah Covid-19, agar tidak semakin menyebar,” tandas Abdul Halim.(Qomar)

Potensi Tsunami Laut Selatan, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

LUMAJANG – Kabupaten Lumajang yang berbatasan langsung dengan laut lepas menjadikan lima wilayah kecamatannya berpotensi terjadi tsunami. Informasi yang beredar dari BMKG, diprediksi akan terjadi gempa bumi yang menyebabkan tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Lumajang.

Namun demikian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lumajang, Indra Wibowo Leksana meminta agar masyarakat tidak serta merta panik mendengar informasi tersebut. Menurutnya, bencana alam pasti terjadi, tapi kapan waktunya itu yang belum pasti, yang terpenting upaya mitigasi dan masyarakat siap menghadapi bencana.

“Bencana itu pasti terjadi tapi kapan waktunya yang belum pasti. Yang kita utamakan itu mitigasinya, pencegahan dan pengurangan resiko bencananya,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Lumajang, Jum’at (4/6/2021).

Selain itu dijelaskan Indra, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap kelima camat di wilayah yang berpotensi terdampak bila terjadi tsunami.

“5 kecamatan ini sudah kita kumpulkan ditambah Desa Tangguh Bencana (Destana), bila itu terjadi kita harus gimana, masyarakat harus gimana, keluarga gimana itu sudah tahu, cuma harus diingat kembali,” tambahnya.

Kelima wilayah tersebut adalah Kecamatan; Tempursari, Pasirian, Tempeh, Kunir, dan Yosowilangun.

Dirinya juga mengimbau masyarakat utamanya di lima wilayah tersebut untuk senantiasa waspada jika terjadi beberapa kali gempa kecil selama beberapa menit.

“Jika itu terjadi, untuk alarm awal nanti akan kita sampaikan, masyarakat harus lari ke ketinggian setidaknya 20 Meter dari permukaan air laut,” terangnya. (red)

Baksos Sespimti 30 dan Sespimen 61 : Perkuat Karakter Pemimpin yang Empaty dan Jiwa Sosial pada PKB Juang TA 2021

Lembang, Jawa Barat, 8/7/2021. Sespim Lemdiklat Polri menggelar bakti sosial dalam rangka Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan TA. 2021. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh, Kepala Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs Rokhmad Sunanto MM, Kepala Koordinator Widya Iswara (Kakor WI) Sespim Lemdiklat Polri beserta WI utama dan jajarannya, Kasespimti Lemdiklat Polri, Kasespimmen Lemdiklat Polri, Kasespimma Lemdiklat Polri, Para Pejabat Utama Sespim Polri, Ketua Bhayangkari Cabang 04 Sespim Lemdiklat Polri beserta pengurus Forkopimcam Lembang dan Cisarua (Camat, Kapolsek dan Danramil Lembang
maupun Cisarua) dan para Serdik Sespimti dan Pasis Sespimmen

Kasenat Sespimti Dikreg Ke-30 Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, mewakili Serdik Sespimti Dikreg ke -30 melalui Ka Senat Sespimmen Dikreg-61 menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bapak Kasespim Polri beserta ibu dan para pejabat Sespim Polri maupun undangan pada acara Bakti Sosial dalam rangka Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan TA.2021 pada hari ini.

Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan rangkaian serta lanjutan dari kegiatan Bakti Sosial yang sudah kita laksanakan secara serentak pada tanggal 30 April 2021 di 8 Provinsi (10 kota/kab), yang meliputi. Lembang Jabar, Serang, Banten, Jakut DKI Jakarta, Semarang dan Solo Jateng, Yogya DIY, Malang dan Lumajang Jatim, Medan Sumut dan Kupang NTT untuk menanggulangi Pandemi Covid19, percepatan pemulihan keamanan, serta membantu masyarakat yang terdampak sebagai korban bencana alam.

“Dalam kegiatan baksos tersebut telah dilakukan Vaksinasi kepada 400 orang pada tanggal 30 April dan 27 Mei 2021.
Pembagian Sembako sebanyak 3.500 paket dan penyerahan bahan bangunan/material ke Polda NTT senilai 100 juta rupiah untuk perbaiki Mako Polri dan fasilitas pelayanan yang rusak akibat bencana alam. Kegiatan vaksin ini merupakan hasil kerjasama dengan Dinkes Provinsi Jabar dan Dinkes Bandung Barat dan Poliklinik Pratama Sespim Polri,” kata Kasenat Sespimti Dikreg Ke-30
Budhi Herdi Susianto, Selasa (8/7/2021).

Ditambahkan, bahwa kegiatan Baksos pada hari ini merupakan salah satu kegiatan pada Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan TA. 2021 yang telah di buka pada hari Senin 7 Juni 2021. Kegiatan baksos ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 8 sampai
9 Juni 2021, yang meliputi.

“Kegiatan Donor Darah dengan peserta sebanyak 200 orang dari Serdik Sespimti, Serdik Sespimmen, Serdik Sespimma, Pejabat dan Antap Sespim, Kegiatan pembagian bansos berupa paket sembako sebanyak 1.000 paket terdiri dari 500 paket Sespimti dan 500 paket Sespimmen, serta 1.000 Rapid Swab Antigen,” tambahnya.

Pertimbangan mengadakan kegiatan baksos ini, di samping sebagai bagian dari Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan. Juga untuk mendukung program penanganan Covid-19 oleh pemerintah, dan membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19 sebagaimana tema “TNI Polri beserta komponen Bangsa lainnya siap melaksanakan percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dalam rangka mendukung pembangunan nasional guna mewujudkan Indonesia Maju”.

“Kegiatan Bhakti Sosial ini merupakan wujud kepedulian sosial Serdik Sespimti Polri Dikreg ke -30, Sespimmen Dikreg -61 terhadap lingkungannya dan salah satu upaya meningkatkan sinergisitas Serdik dan Pasis yang berasal dari Polri, TNI maupun serdik tamu dari Kejaksaan dan Kemenkumham RI,” lanjut dia.

Pada kesempatan yang baik ini Serdik mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ka Sespim Lemdiklat Polri yang telah mendukung kegiatan Baksos ini sehingga bisa terlaksana dengan baik dan kepada seluruh Serdik Sespimti Polri, Pasis Sespimmen dan Sespimma maupun Masyarakat yang telah berpartisipasi dan menjadi donatur, sehingga kegiatan Baksos dalam rangka PKB Juang dapat terlaksana pada hari ini.

“Berkenan Kasespim Lemdiklat Polri membuka kegiatan Baksos dalam rangka PKB Juang TA. 2021 dan secara simbolis memberikan bantuan kepada perwakilan petugas yang akan menyalurkan dan masyarakat yang akan menerima,” pungkasnya.

Saat membuka kegiatan Baksos Ka Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs Rokhmad Sunanto MM dalam sambutannya menyampaikan “Peserta didik pertama harus memiliki Ide ide strategis dalam menghadapi ancaman, Tantangan, Hambatan dan gangguan selama Pandemi Covid19 dan kedua mendukung Pertumbuhan dan Pemulihan Ekonomi Nasional, ketiga sebagai peran fungsinya Polri dan TNI mampu menjaga Stabilitas keamanan dan ketertiban Masyarakat ini yang paling Utama soliditas TNI dan Polri. ( Tim)

Angka Kasus Positif Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Forkopimda Pamekasan Lakukan Penyekatan dan Rapid Antigen Acak

MADURA — Forkopimda Pamekasan, Madura melakukan penyekatan dan rapid antigen acak terhadap pengendara yang hendak masuk ke Kabupaten Pamekasan.

Penyekatan dan rapid antigen acak ini dilakukan setelah melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pamekasan.

Penyekatan dan rapid antigen acak itu sudah dilakukan sejak Senin, 7 Juni 2021 kemarin.

Hari ini, Selasa (8/6/2021) jajaran Forkopimda Pamekasan mengecek langsung proses penyekatan dan rapid antigen acak terhadap pengendara mobil yang hendak masuk ke Kabupaten Pamekasan, Madura.

Penyekatan kendaraan dan rapid antigen acak terhadap pengendara mobil ini dilakukan di Terminal Barang, Jalan Raya Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.

Saat ini, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar, dan Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Tejo Baskoro turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi penyekatan.

Ketiga pimpinan ini tampak kompak dan saling bersinergi melakukan pengecekan terhadap setiap kendaraan yang hendak masuk ke Pamekasan.

Di lokasi, juga tampak Plt Kadinkes Pamekasan, Achmad Marzuki turut mendampingi Bupati, Kapolres, dan Dandim

Satu persatu kendaraan yang hendak masuk ke Kabupaten Pamekasan, Madura tidak luput dari pemeriksaan dan penyekatan.

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, upaya penyekatan dan rapid antigen secara acak ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Menurut dia, seiring melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Pemkab Pamekasan bersama TNI-Polri langsung bergerak memperketat penyekatan dan rapid antigen acak terhadap pengendara yang hendak masuk ke Pamekasan.

“Kami Forkopimda Pamekasan akan selalu bersinergitas dan kompak untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 agar tidak meluas ke Pamekasan,” kata AKBP Apip Ginanjar kepada sejumlah media.

AKBP Apip Ginanjar juga menjelaskan, dilakukannya penyekatan dan rapid antigen acak ini atas inisiasi jajaran Forkopimda Pamekasan.

Setelah dilakukan swab antigen acak terhadap sejumlah pengendara yang hendak masuk ke Pamekasan, ditemukan ada yang positif Covid-19.

Dari 23 pengendara yang sudah dirapid antigen acak itu ditemukan 3 orang positif Covid-19.

“Kami sudah melakukan koordinasi terhadap Satgas Covid-19 dari kabupaten mereka berasal yang positif Covid-19 itu untuk dilakukan penanganan secepatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Apip Ginanjar mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Mengingat saat ini, angka penderita Covid-19 makin melonjak, terutama di Madura.

“Mari terapkan 5M. Biasakan wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga jarak,” peringatnya.(Tim)

Dukung Pembangunan Manajemen SDM, Polres Lumajang Gelar Pelatihan

LUMAJANG – Polres Lumajang menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan personel Polri Polres Lumajang, hari Selasa (8/6/2021) pukul 07.30 Wib di aula Sarpras Polres Lumajang.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan, seluruh peserta wajib menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan sebelum kegiatan dimulai.

Pelatihan peningkatan kemampuan personel Polri ini dibuka langsung oleh Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M.

Hadir pula dalam kegiatan pelatihan ini Kabag Sumda Polres Lumajang, Kompol Khusnul Khotimah, panitia pelatihan sebanyak 10 personil dan peserta pelatihan polres dan polsek jajaran sebanyak 39 peserta.

Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M melalui Paursubbaghumas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka mendukung pembangunan Zona Integritas (ZI) Polres Lumajang Program III Manajemen SDM.

“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan anggota Polri Polres Lumajang dalam rangka mendukung Pembangunan ZI program III yaitu Manajemen SDM.” kata Ipda Andrias Shinta

Ia menambahkan bahwa dalam kegiatan pelatihan kali ini dikhususkan untuk Urmintu Bag/Sat/Sie dan seksi umum Polsek Jajaran bagian administrasi di lingkungan Polres Lumajang, mereka akan mendapatkan materi tentang tata naskah di lingkungan Kepolisian begitu juga pengetahuan administrasi lainnya.

“Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas kinerja di bidang administrasi di lingkungan Polres Lumajang, mereview kembali apa yang telah dikerjakan sudah sesuai dengan juklak, jukrah,dan juknis. Hal ini akan memberikan pemahaman tentang tolak ukur kemampuan dan keterampilan bagi personel.” imbuhnya

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa Polres Lumajang juga mempersiapkan personel dengan indikatkor yang professional, bermoral dan modern dengan tujuan mempersiapkan diri menjadikan personel kompetitif yang handal dengan proses yang berkesinambungan dalam membangun dan memperkuat identitas visi dan misi secara nyata.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bagian administrasi tidak lagi terdapat kesalahan dan sudah menyesuaikan dengan aturan tata naskah yang baru, tercipta kualitas SDM Personel yang profesional di bidangnya.” pungkasnya. **

GSWI Resmi Dideklarasikan, H. Nadalsyah Terpilih Jabat Ketum

Barito Utara-Agar kedepannya lebih maju lagi,penggiat sepakbola wanita indonesia resmi nendeklarasikan Gerakan Sepakbola Wanita Indonesia(GSWI)di Hotel Pakons Prime Tanggerang, Banten,Minggu(6/6/2021). 

Spirit yang diusung dalam Deklarasi itu yakni,”Dengan Semangat Gotong Royong, Kita Angkat Prestasi Sepakbola Wanita Indonesia ke Pentas Internasional dan setelah deklarasi ini,direncanakan GSWI akan menggelar turnamen antar provinsi se-Indonesia mulai Agustus mendatang.

Kegiatan deklarasi tersebut dihadiri oleh Dr.Papat Yuliani(perwakilan PSSI), Ruhut Sitompul(Pembina GSWI),perwakilan club sepakbola wanita,Yopi Riwoe(asisten pelatih Timnas Putri),Ade Mariska dan Putri Cindil(pemain Timnas Putri) dan seluruh pengurus dari 26 provinsi di Indonesia. 

Sekjen Gerakan Sepakbola Wanita Indonesia(GSWI),
Hatir Sata Tarigan mengatakan terpilihnya H.Nadalsyah karena beberapa pertimbangan diantaranya adalah prestasi sepakbola putri Kalteng yang terus meningkat. 

“Tentunya H.Nadalayah, sudah pasti bersedia untuk mengemban amanah, karena melihat jauh ke depan bukan keniscayaan, bahwa nantinya bisa menorehkan prestasi bila dikelola dengan tepat,” jelas Hatir.

H.Nadalsyah yang juga menjabat sebagai Bupati Barito Utara,saat dalam kegiatan deklarasi itu menjelaskan,bahwa membesarkan organisasi ini tentunya banyak PR-PR sehingga,organisasi ini nantinya dapat tumbuh dan berkembang.

Sebagai Ketua Umum terpilih,H.Nadalsyah berjanji akan memajukan sepakbola putri nasional, salah satunya melalui kompetensi berkesinambungan. “Tentunya kita juga berkomitmen untuk bersinergi dengan PSSI, agar berjalan beriringan,” kata H.Nadalsyah. 

Selain itu,dukungan kepada seluruh pengurus di 34 Provinsi untuk bersama-sama memajukan sepakbola putri sangat dibutuhkan,sehingga mampu berkembang agar dapat menorehkan prestasi di tingkat regional maupun internasional,”pinta Nadalayah.

Nantinya ada turnamen U-14, U-16, U-19, dan U-23.”Di targetkan tahun pertama ini kita gelar turnamen U-23 antar provinsi se-Indonesia,dimana semifinal dan final akan dilaksanakan di Stadion Swakarya Muara Teweh,Kabupaten Barito Utara,Kalteng,”Nadalsyah. Ketum GSWI juga mengintruksikan ke pengurus melalui Sekjen, agar segera menyusun program 100 hari kedepannya,”ungkapnya.

4 Orang Beli Bitcoin, Bobol Data Kartu Kredit

SURABAYA — Polda Jatim mengamankan 4 orang pemuda yakni HTS, AD, RH dan RS. Keempatnya diamankan karena telah melakukan pembobolan kartu kredit untuk yang digunakan untuk beli bitcoin atau uang elektronik.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa 4 orang tersebut memiliki peran yang berbeda-beda. HTS, berperan sebagai koordinator dan penampung data, tersangka AD sebagai eksekutor yang mengolah data yang dikirim ke HTS.

“Kemudian RH yang bertugas mencari data kartu kredit milik orang lain. Kemudian tersangka RS yang tugasnya sebagai penyedia Akun Paxful atau data milik orang lain,” ujar Gatot.

Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham menjelaskan bahwa HTS yang bertindak sebagai koordinator bertindak menampung akun credit card kemdudian diolah yang nantinya dibelikan crypto atau bitcoin.

“Kartu kredit ini mereka olah dulu di paxful, setelah itu ada peran lain dari pelaku menggunakan akun paxful orang lain, akun paxful itu dikirimkan ke HTS, data email yang ada di kartu kredit oleh HTS ditetima diolah, setelah memiliki nilai ekonomis kemudian dibelikan bitcoin sebagian dan sebagian untuk kepentingan pribadi,” ungkap Farman.

Kata Farman, pelaku sudah melakuka asksinya selama 1 tahun. Keuntangan yang diterima HTS 300 jutaan.

Farman mengatakan, kasus tersebut akan berkembang. Pihaknya telah mengantongi beberapa nama yang saat ini sedang berada di luar kota.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan amankan 3 orang pelaku inisialnya sudah ada dan mudah-mudahan berkembang,” tandasnya.

Korban dari kasus pembobolan tersebut sebagian besar adalah warga negara asing. Hasil keuntungan ini digubakan untuk kepentingan pribadi.

“Setelah diolah hasil keuntungan bitcoin tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi,” tutur Farman.

Tersangka pembobol kartu kredit untuk bitcoin ini dijatuhi Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat undang-undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dan Pasal 480 KUHP dan atau pasal 55, 56 KUHP.(Qomar)

Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Bangkalan, Gubernur, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, Laksanakan Manajemen Krisis

BANGKALAN,- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, didampingi Wakapolda Jatim, Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Kapolres, Irdam, Pejabat Utama (PJU) Kodam V Brawijaya, Dandim dan Bupati Bangkalan, Senin (7/6/2021) siang, melakukan Management Krisis untuk mengantisipasi meningkatnya covid di bangkalan diantaranya melakukan pengecekan ruang Isolasi Kantor BPWS Bangkalan.

Ruang isolasi yang disiapkan di kantor BPWS Bangkalan ini untuk sementara. Nantinya akan disiapkan bagi masyarakat yang terkonfirmasi reaktif melalui swab test antigen sambil menunggu hasil Test PCR.

“Sementara itu di Kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Bangkalan dapat menampung sebanyak 60 pasien Covid 19,” jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Senin (7/6/2021) siang.

Forkopimda jatim melaksanakan management krisis di Bangkalan terkait 3-T di 4 (empat) Kecamatan. Selain itu memindahkan warga yang positif, namun melakukan isolasi mandiri untuk dipindah ke Balai Diklat Bangkalan dan RS lapangan di indrapura oleh tim Covid Hunter.

“Selain itu juga menyiapkan balai diklat Bangkalan dengan 70 bed dan RS lapangan indrapura 200 bed, juga hasil dengan ibu Gubernur dan walikota surabaya serta Dinkes Provinsi dengan menyiapkan 6 (enam) rumah sakit di Surabaya. Serta menambah tim ambulance dari polda, kodam dan dinkes serta mobile PCR,” kata Kapolda Jatim.

Selain itu disiapkan 30.000 Swab Antigen untuk pelaksaan 3-T kemudian
untuk kegiatan 5-M dilaksanakan penyemprotan disinfektan, pembagian masker oleh tim gabungan Ditlantas, Dit samapta dan Bimmas bergabung dengan jajaran Kodam V Brawijaya sebanyak 200.000 secara bertahap dan menggalang tokoh agama untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat.

“Kemudian melaksanakan micro lockdown di 4 (empat) Kecamatan yaitu kecamatan Bangkalan, kecamatan Lampis, kecamatan Arusbaya dan Kecamatan Geger, selanjutnya memberikan bantuan kepada setiap kepala keluarga berupa sembako,” lanjutnya.

Usai melakukan pengecekan ruang Isolasi di Kantor BPWS Bangkalan. Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, melanjutkan meninjau di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan.

Peninjauan RS Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dilaksanakan setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Dimana terdapat 18 Tenaga Kesehatan (Nakes) dan pegawai RS terpapar Covid-19 pasca libur Idul Fitri.

Kemudian hasil kesepakan akan ada penambahan tempat tidur dari 90 bed menjadi 140 bed.

Direktur Rumkit menyampaikan, bahwa di RS Syarifah kekurangan mobil ambulance Jenasah, ambulan pasien Covid-19 serta nakes radiologi, dokter anastesi dan dokter paru. polda Jatim, Kodam Brawijaya dan Pemprov telah menyiapkan Ambulan

Terkait adanya kebutuhan fasilitas mobil maupun nakes, Polda Jatim telah menyiapkan ambulance Jenazah maupun ambulance pasien Covid-19.

“Sedangkan untuk kebutuhan lain seperti tenaga kesehatan, dokter anastesi dan paru akan disiapkan dari RS dr Soetomo, Surabaya,” kata Kapolda Jatim.

Masih kata Kapolda Jatim, selain itu di kantor Balai Diklat BPKSDA nantinya juga disiapkan untuk ruang Isolasi bagi masyarakat yang positif Covid-19.

“Ruang isolasi Balai Diklat BPKSDA Bangkalan, merupakan salah satu ruang isolasi yang disiapkan oleh Forkopimda Kabupaten Bangkalan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.

“Balai diklat BPKSDA dapat menampung sebanyak 74 pasien Covid-19, dimana saat ini terdapat 22 pasien positif Covid-19 dengan rincian 9 orang positif dari PCR test dan 13 orang positif dari Swab Test,” lanjutnya.

Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya tidak hanya melakukan pengecekan di tiga lokasi saja. Melainkan juga melakukan pengecekan penyekatan arus dari Madura menuju ke Surabaya, di pintu keluar keluar Suramadu.

Penyekatan dari Madura menuju ke Surabaya ini perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur, setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. 

Dalam kegiatan penyekatan tersebut, juga dilakukan Swab test sebanyak 2.400 terhadap pengguna jalan dari arah madura menuju Surabaya.

“Dari swab test antigen diperoleh hasil 86 reaktif Covid-19 dan dirujuk untuk di lakukan Swab PCR di Rumah Sakit Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya,” ujarnya.

Selain itu pengecekan penyekatan juga dilakukan di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Desa Tengket merupakan salah satu desa terdampak Covid-19, di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Peningkatan kasus Covid-19 ini terjadi pasca libur Idul Fitri 2021.

“Di Desa tengket sendiri terdapat 10 orang melakukan Isolasi Mandiri di rumah dan sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Yaitu 4 masyarakat desa tengket, 1 dokter, 1 perawat dan 1 bidan,” jelas Kapolda.

Selain itu Kepala Desa Tengket menyampaikan, bahwa masyarakat desa Tengket masih trauma dan takut dirawat di RS sehingga menjadi kesulitan tersendiri dalam penanganan penyebaran Covid-19.

“Selain itu kekurangan Nakes pasca lockdownnya beberapa Puskesmas di desa Tengket menjadi hambatan,” ucap Kepala Desa Tengket.

Forkopimda Provinsi Jatim berharap, sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. Harus intens dilakukan di desa Tengket. Selain itu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya akan membantu dalam penyiapan Nakes sehingga diharapkan dapat membantu penanganan penyebaran Covid-19 di desa Tengket Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan.

Dari rangkaian kegiatan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim di Bangkalan Madura. Terakhir melakukan pengecekan di penyekatan Ruko Petapan di Desa Labeng, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Bangkalan.

Penyekatan di Ruko petapan Desa Labeng Kecamatan Sukolilo, dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Dimana masyarakat yang akan keluar dari Bangkalan menuju Surabaya, diwajibkan memiliki surat keterangan bebas Covid-19, dan bagi masyarakat yang tidak memiliki Surat Keterangan akan dilakukan Swab Test ditempat.

“Dari hasil pelaksanaan Swab test antigen sebanyak 538 sampel, diperoleh hasil 523 negatif dan 15 reaktif dengan perincian, 10 laki-laki dan 5 perempuan. Terhadap masyarakat dengan hasil swab reaktif dirujuk di ruang isolasi BPWS Bangkalan untuk mendapatkan test Swab PCR,” pungkas Kapolda Jatim.

Kami Forkopimda jatim berharap dengan melaksanakan Managemen Krisis dalam menghadapi Covid 19 di Bangkalan juga mempedomani 3 T dan 5 M masalah tersebut bisa diatasi,’ ujarnya.(Qomar)