Home Blog Page 1752

Tukang Palak Pelaku Penganiayaan Diringkus Tim Resmob Polres Lumajang

LUMAJANG – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Lumajang berhasil ungkap pelaku tindak pidana penganiayaan, hari Jum’at (4/6/2021) sekira Jam 18.00 Wib.

Kasatreskrim AKP Fajar Bangkit Sutomo, S.Kom melalui Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta mengatakan penganiayaan ini terjadi pada hari Minggu (21/2/2021) sekira pukul 00.15 Wib di rumah pelaku Dsn. kebonan RT.05 RW.02 Ds.pasirian Kec. Pasirian Kab. Lumajang.

“Waktu itu korban M (39) datang ke rumah pelaku untuk menasehati pelaku jangan melakukan pemalakan, tak terima dinasehati pelaku E (31) langsung membacok korban.” ujar Ipda Andrias Shinta

Awalnya warga sekitar TKP (rumah pelaku) mendengar ada keributan, tetapi warga tidak mendatanginya karena biasanya memang sering terjadi keributan antara pelaku dan istrinya, kemudian warga mengetahui istri pelaku lari kearah selatan dengan menggendong kedua anaknya,dan selanjutnya di susul oleh pelaku.

“Setelah itu warga mendapati korban duduk di luar rumah pelaku dalam keadaan luka bacok di leher kiri dan di jari kanan, kemudian korban langsung diantarkan oleh warga untuk dirawat di RSUD Pasirian.” imbuh Ipda Andrias Shinta

Dari hasil penyelidikan Tim Resmob pada hari Jum’at (4/6/2021) sekira jam 18.00 Wib berhasil menangkap Tsk. E dirumah orang tuanya di Ds. Penanggal, Kec. Candipuro, Kab. Lumajang.

“Dalam proses penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan terhadap petugas dan mengakui perbuatannya.” jelasnya

Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta menambahkan bahwa pelaku ini pernah melakukan pemalakan terhadap toko bangunan di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, sebesar Rp. 50.000 ( lima puluh ribu rupiah ) dengan modus mengaku sebagai preman yang bertanggung jawab keamanan di wilayah tersebut.

“Selain itu juga pernah melakukan pemalakan terhadap toko di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, sejumlah uang sebesar Rp. 400.000,( empat ratus ribu rupiah) yang harus di bayarkan setiap tanggal 4 awal bulan, dengan modus yang sama.” terangnya

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa sebuah sajam jenis caluk telah diamankan di Mapolres Lumajang untuk penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun”. pungkasnya.

Terpeleset Saat Mancing Bocah Tewas di Dam

PANDAAN — Nasib nahas dialami M. Fadli (9). Bocah asal Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.

Dia didapati tewas pada Senin (7/6) di Dam penampungan air makam cina di Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.

Awalnya sekitar pukul 11.00 WIB ada tiga anak yang mengadakan kegiatan mancing di lokasi. Mereka tanpa diawasi orang dewasa sama sekali.

Kemudian korban secara tidak sengaja terpeleset ketika memancing ke dalam Dam. “Dikarenakan yang bersangkutan tidam bisa berenang dan karena temannya tadi juga tidak bisa berenang mereka lari,” ujar salah seorang saksi mata Wahib, (35).

Saat itu kedua teman dari Fadil memilih untuk mencari pertolongan pada warga. Dan nahasnya saat kembali ke lokasi hampir dua jam korban sudah tak bisa tertolong lagi.

“Pukul 12.45 korban ditemukan dalam keadaan meninggal karena tenggelam,” imbuh Wahib.(Qomar)

Sespimti Polri bersama Sesko TNI: Integrasi 3 dimensi TNI Polri dalam Program Kegiatan Bersama Kejuangan Tahun 2021

JAKARTA — Program Kegiatan Bersama Kejuangan Tahun Anggaran 2021 (PKB Juang 2021) hari ini dibuka Senin 7 Juni 2021 di Sespim Lemdiklat Polri, Sesko TNI serta Sesko Angkatan masing masing yang dilakukan secara Virtual Conference dan tetap menjaga Protokol Kesehatan dimasa situasi Pandemi Covid-19

PKB Juang 2021 tahun ini, diikuti secara daring oleh orang terdiri dari 290 orang Pejabat Lembaga Pendidikan TNI dan Polri, dan 1.376 Perwira Siswa atau Peserta Didik terdiri atas 200 orang dari Sesko TNI, 150 orang dari Sespimti Polri, 274 orang dari Sespimmen Polri, 450 orang dari Seskoad, 175 orang dari Seskoal dan 127 orang dari Seskoau.

Sebelumnya pada Kamis 8/4/2021 yang lalu Presiden RI Ir H Joko Widodo dalam arahannya memberikan pembekalan Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) tahun 2021 tentang ancaman dan tantangan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Sebelumnya Pembekalan tersebut dilakukan secara hibrid (online dan offline) kepada Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan, dan Sespimen Polri dari Istana Negara, Jakarta. Kamis (8/4/2021). 

Presiden Joko Widodo — memaparkan Pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia yang membutuhkan kecepatan bertindak dan inovasi untuk menentukan melangkah. 

Presiden Jokowi menjelaskan perubahan iklim, bencana alam, ancaman keamanan, intoleransi, terorisme, harus selalu diwaspadai. Kecerdasan memadukan langkah strategis, taktis, aksi yang cepat, tepat, terukur adalah kunci dalam menentukan kemampuan dan ketangguhan bangsa Indonesia.

PKB Juang 2021 tahun ini bertemakan “TNI-Polri Beserta Komponen Bangsa Lainnya Siap Melaksanakan Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Guna Mewujudkan Indonesia Tangguh”

Panglima TNI penekanannya kepada para perwira siswa (Pasis) TNI Polri agar menjadikan seminar PKB Juang 2021 ini sebagai platform untuk aplikatif dengan mengembangkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi guna mewujudkan Indonesia tangguh.

Pada kesempatan yang sama Kapolri memberikan arahan kepada Pasis dan Serdik sebagai calon pemimpin untuk menjadi sosok teladan yang berinovatif profesional dan menjaga marwah institusi untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Serdik Sespimti Polri dikreg 30 T.A. 2021 turut melakukan perumusan, pembahasan dan Pemaparan dalam Seminar PKB Juang memberikan sumbangsih dengan judul Karangan Tulisan Ilmiahnya “Konsepsi Peran TNI Polri beserta Komponen Bangsa Lainnya dalam Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Guna Terwujudnya Indonesia Tangguh Dalam Rangka Keberlangsungan Pembangunan Nasional”

Pemaparan dilaksanakan oleh Serdik Sespimti 30 atas nama Pemapar 1 Kombes Polisi Sonny Irawan SIK MH dan Pemapar 2 Kombes Polisi Dedy Kusuma Bakti SIK MTCP

Kegiatan ini turut serta di bukanya Pekan Olah Raga PKB Juang 2021 oleh Ka Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs. Rokhmad Sunanto, MM,  pada Senin 7 Juni 2021 ini yaitu terdiri dari 5 (lima) Cabor yg diikuti Serdik sebagai sebuah langkah upaya mewujudkan 3 (tiga) Dimensi Jiwa Kepemimpinan yg pertama Jiwa Pemimpin harus berpikir Ilmiah, Akademis dan Cerdas, maka diselenggarakan Seminar Ilmiah, Kedua Berjiwa Empaty dengan memberikan bantuan dan melayani masyarakat atau kepada sesama, ketiga berjiwa sehat dengan berolahraga agar dapat mendukung percepatan penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Indonesia menjadi Tangguh.

Besok rencananya pada Selasa dan Rabu, 8 – 9 Juni 2021 masih dalam rangkaian kegiatan PKB Juang 2021 Sespim Lemdiklat Polri bersama Serdik Sespimti 30 dan Sespimen 61 juga akan melaksanakan bhakti sosial  sebagai wujud Empaty dan membantu percepatan pemulihan ekonomi pada masyarakat sekitar Lembang, Jawa Barat.{Tim)

Selalu Menang di Kementerian, Mendagri Kunjungi Banyuwangi

BANYUWANGI – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian penasaran terkait keberhasilan Banyuwangi dengan berbagai inovasi.

Rasa penasaran Tito disebabkan tiap lomba pelayanan publik di kementrian, Bumi Blambangan (Banyuwangi) ini selalu menang.

“Jujur saya katakan, selama ini saya penasaran dengan Banyuwangi. Tiap lomba pelayanan publik di kementrian selalu menang. Jadi saya putuskan untuk datang ke Banyuwangi,” ungkap mantan Kapolri itu.

Saat tiba di Banyuwangi Tito mengecek layanan Smart Kampung di Desa Sukojati didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (4/6/2021).

Tito pun mengaku terkejut dengan sistem layanan publik bernama Program Smart Kampung yang diterapkan di salah satu desa di Banyuwangi.

Ia meminta daerah lain meniru berbagai inovasi Banyuwangi yang sukses mengubah pola pikir, dan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintahan hingga tingkat desa.

“Banyuwangi terus berinovasi, saya sudah dengar berbagai inovasinya. Tradisi inovasinya terjaga. Saya akan minta daerah lain meniru Banyuwangi, saya saja ingin belajar dari Banyuwangi,” sambungnya.

Bahkan Tito mengaku kalah dengan seorang kepala desa (Kades) ketika mengakses berbagai sistem layanan publik tersebut. “Terus terang saya kalah dari kepala desa,” katanya saat menyaksikan sendiri Smart Kampung di Desa Sukojati.

Betapa tidak. Ketika mendengar penjelasan detil terkit program Pemkab Banyuwangi untuk desa-desa tersebut dari Kades Sukojati, Untung Suripno, Tito mengaku takjub. “Jarinya (Kades Sukojati) sudah sangat fasih memencet aplikasi,” katanya kagum.

Dalam Program Smart Kampung, sejumlah layanan cukup diakses di tingkat desa. Bahkan secara mandiri bisa diakses melalui mesin yang disiapkan di kantor desa. (yon)

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Forkopimda Jatim Siapkan Antigen Massal di Bangkalan

SURABAYA — Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

Upaya tersebut diantaranya menerjunkan personil dan alat kesehatan di Zona darurat covid-19 Bangkalan. Sementara Personil yang telah turun sebanyak 100 Personil Polres Bangkalan,75 Personil Kodim Bangkalan, 30 Personil Sabhara Polda ke Perbatasan Surabaya – Bangkalan, 20 Personil Direktorat lalu lintas Jatim melaksanakan penyekatan jembatan Suramadu, 15 Personil Direktorat Polair Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak, 5 tenaga Kesehatan Polres Bangkalan, – 5 tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan Bangkalan.

Selain itu, di pos penyekatan perbatasan juga di turunkan 1 Unit Mobil PCR dari Pemprov Jawa Timur, 10 Orang tenaga Kesehatan, 1 Satuan Setingkat Kompi TNI dari Batalyon 516, 1 Peleton Sabhara Polda Jatim di Lokasi Penyekatan Surabaya – Bangkalan, 1 Peleton Sabhara Polda Jatim di daerah Kabupaten Bangkalan untuk backup tracing swab dan penyekatan, 6 Tenaga Kesehatan Polda Jatim, Para PJU Polda Jatim dan PJU Kodam V Brawijaya juga ikut turun langsung ke Bangkalan, guna membantu penanganan Covid-19. Perbantuan alat tes Swab Antigen dari Bid dokkes Polda Jatim.

Saat ini pemerintah daerah telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan melakukan swab antigen di wilayah Bangkalan, yang diduga sebagai kantong penyebaran Covid-19 di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Klampis, Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan, anggotanya telah melaksanakan penyemprotan desinfektan di rumah pasien terkonfirmasi positif, penempelan stiker di rumah atau tempat warga yang melaksanakan Isolasi mandiri.

“Optimalisasi PPKM mikro dengan melaksanakan mikro lockdown di 4 kecamatan. Melakukan kesepakatan dengan Bupati, dan sekolah tatap muka sudah dibatalkan guna mencegah meluasnya Covid-19 di daerah tersebut,” tandasnya.

Hari ini Forkompimda Jatim melakukan rapat koordinasi lanjutan penanganan covid-19 di Bangkalan oleh Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan, ada penambahan 2 Peleton personil Sabhara untuk membantu pelaksanaan 3T di Bangkalan.

“Menambah 2 Peleton Sabhara untuk pelaksanaan 3T di wilayah Kabupaten Bangkalan, dan melakukan upaya penyekatan di 3 Kabupaten lainnya di Madura dan di Surabaya, agar mengurangi beban pemeriksaan di Jembatan Suramadu,” tambah Kombes Gatot.

Kombes Gatot juga mengatakan, tim dari Binmas dan Humas Polda Jatim, akan melakukan edukasi dan himbauan dengan bahasa lokal daerah sekitar.

“Kami juga menurunkan Tim dari Direktorat Binmas dan Humas Polda Jatim untuk melakukan edukasi dan himbauan kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa Madura,” pungkasnya Kabid Humas Polda Jatim.(Qomar)

Ketua TP PKK Barut, Sambut Kunjungan Kerja TP PKK Balangan

Barito Utara-Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara,Hj. Sri Hidayati Nadalsyah beserta jajarannya,menyambut baik kedatangan.Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Kalsel,Sri Ruriyati Hadi.Kedatangan TP PKK Kabupaten Blanagn itu diterima oleh Ketua TP PK.Sri Hidayati Nadalayah,di Rumah Dinas Bupati Bupati Barito Utara,Senin(7/6/2021).

Kunjungan Kerja Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Kasel itu ke Barito Utara,dalam rangka penyiapan keikutsertaan program Hatinya PKK.

Dalam penyambutan Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Kalsel dihadiri, oleh Anggota DPRD Barito Utara,Hj.Rujana Anggraini,SE,Kadis Ketahanan Pangan, Perikanan,Kadis SosPMD, Kadis Pertanian,Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Persit Kartika Candra Kirana dan Ketua Bhayangkari Barito Utara.

Ketua TP PKK Barito Utara,Hj.Sri Hidayati Nadalsyah,mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan dari Kabupaten Balangan,di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.”Saya merasa sangat bangga karena Ibu Ketua TP.PKK Balangan berkenan hadir dalam kunjungan kerjanya di Barito Utara ini,”kata Hj.Sri Hidayati Nadalsyah. 

Begitu pula keadaan administratif.Kabupaten Barito Utara dan kegiatan-kegiatan serta prestasi TP PKK Kabupaten Barito Utara.TP PKK menindaklanjuti arahan Bupati,untuk bersama dengan perangkat daerah terkait,dalam mengimplementasikan dan memanfaatkan halaman,di sekitar rumah dengan tanaman pangan dan tanaman produktif,”jelas Ketua TP PKK Barito Utara. 

“Apalagi disaat Pandemi Covid-19 yang belum berakhir,sangat diperlukan peran ibu-ibu dalam memaksimalkan, pemanfaatan pekarangan dan pengelolaannay sebagai sumber pangan,”harap Hj.Sri Hidayati Nadalsyah.  

Ketua TP PKK Kabupaten Balangan,sekaligus  sebagai anggota DPRD Kabupaten Balangan Kalsel dari Komisi I,Sri Huriyati Hadi mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat oleh TP PKK Barito Utara. 

“Setelah balik dari sini,kami akan mengadakan lomba untuk program hatinya PKK,mudah-mudahan ilmu yang telah kami dapat dari Barito Utara,nantinya akan membawa Kabupaten Balangan lebih maju lagi dimasa yang akan datang,” harap Sri Huriyati Hadi.  (SS).

Kapolri Paparkan 5 Manajemen Kontijensi Tangani Zona Merah Covid-19

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan telah menyiapkan beberapa manajemen kontijensi terkait dengan penanganan Pandemi Covid-19 atau virus corona di 13 zona merah kabupaten/kota. Hal itu sesuai dengan azas Salus Populi Supreme Lex Esto atau keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

Manajemen kontijensi yang pertama adalah, penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster. Dalam hal ini, Sigit menyatakan bahwa personel Polri bakal melakukan penjagaan dan patroli pada lokasi PPKM Mikro atau Desa dengan penambahan pasukan dari Polda dan Mabes Polri sesuai dengan pembagian zonanya masing-masing.

“Langkah manajemen kontijensi, Polda buat supervisi dari pejabat ke Polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan
berkala sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Kemudian, manajemen Tracing dan ketersediaan Swab Antigen. Sigit menjelaskan, hal itu bakal mengatur untuk personel TNI-Polri melakukan percepatan Swab PCR setelah dinyatakan reaktif ketika proses pengetesan Swab Antigen.

“Bagi warga yang positif Swab Antigen dilakukan test Swab RT-PCR per 5 hari baik yang gejala maupun OTG. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corona ke orang lain,” ujar eks Kapolda Banten itu.

Lalu, manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil Laboratorium. Demi mempercepat pengujian laboratorium, salah satunya adalah mengerahkan mobil RT-PCR.

“Dengan adanya bantuan dari Laboraturium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari,” ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Selanjutnya melakukan penyiapan manajemen pasien yang reaktif atau positif penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke Rumah Sakit (RS). Untuk masyarakat Jawa Tengah, yang melakukan isolasi mandiri nantinya bakal langsung di evakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

Seperti di Asrama Haji Donoyudan dengan 800 tempat tidur. Apabila dilokasi itu penuh, maka warga yang positif bakal dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol dengan kapasitas 300 tempat tidur, kediaman Wali Kota 200 tempat tidur, dan Gedung Islamic Center 150 tempat tidur.

“Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri,” ujar Sigit.

Yang terakhir, Sigit melakukan manajemen evakuasi pengangkutan positif bila sudah semakin banyak yang positif dan klaster keluarga meluas.

Seluruh manajemen kontijensi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran klaster virus corona. Seperti halnya yang terjadi Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Disisi lain, Sigit meminta kepada masyarakat khususnya di Kudus, untuk betul-betul menegakan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Terutama, soal kedisiplinan warga terkait penggunaan masker.

Sigit menekankan, penggunaan masker dengan disiplin akan dapat menekan angka penyebaran virus SARS-CoV-2 itu. Mengingat, menurut, Sigit hal itu masih menjadi upaya paling ampuh untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Hal itu merujuk pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Tingkat kepatuhan masker sudah mulai menurun. Salah satu yang paling mudah tidak tertular Covid-19 adalah menggunakan masker,” kata eks Kadiv Propam Polri tersebut.

Selain itu, Sigit juga meminta kepada wilayah sekitar Kabupaten Kudus, juga menyiapkan ancang-ancang manejemen kontijensi demi mencegah penyebaran virus corona.

“Yang lain mempersiapkan kontigensi plan utamanya yang berbatasan dengan Kudus. Untuk keluar masuk wilayah zona merah diawasi ketat, dan Masyarakat di wilayah zona merah desa di imbau untuk tidak keluar rumah selama 5 hari, dan hasilnya akan dievaluasi,” tutup Sigit.(Tim)

PP Nurul Burhan Laksanakan Khotmil Qur’an dan Wisuda Thoriqoh Yanbu’a ke – I

BONDOWOSO— bertempat di aula Sumber PP Nurul Burhan Kelurahan Badean Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, 7/6/2021), dilaksanakan Kegiatan wisuda para santri, yang diikuti sekitar 15 orang wisudawan Yanbu’a dan 74 khotmil qur’an beserta undangan dan juga acara ini di hadiri pengurus yanbu’a dari Jember, ibu nyai Basiroh.

KH Imam Barmawi Burhan, selaku pengasuh dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan yang terfokus kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh, terutama untuk semua wisudawan agar selalu senatiasa menghidupkan al qur’an, sesuai tuntutan Rasululloh, sebaik baik manusia adalah orang yang belajar al qur’an atau yang mengajarkannya.

Di samping itu dalam belajar ilmu, terutama ilmu al qur’an harus ada sanat sambungan dengan guru, ini yang di maksud thoriqah Yanbu’a, hal ini bersambung kepada guru guru pencetus KH Ulil Albab dan KH Ulin Nuha Kudus, teori yanbu’a terus bersambung ke RASULULLAH,” lanjut abah imam.

Dalam teori Yanbu’a ada 3 hal yang perlu di perhatikan, yakni menulis Al qur’an, membaca Al qur’an dan menghafal Al qur’an.

“Dengan tiga hal tadi kita bisa menimati dan mencintai Al qur’an,” imbuhnya.

Dalam acara khotmil qur’an dan wisuda thoriqah yanbu’a tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (ARI).

Forkopimda Terus Lakukan Upaya Pencegahan Covid-19 di Bangkalan

BANGKALAN — Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan, 4 kecamatan diberlakukan micro lockdown. Saat ini Forkopimda Jawa Timur terus melakukan koordinasi dengan Pemda Bangkalan, guna mengantisipasi penyebaran lebih meluas lagi.

Saat ini Kabupaten Bangkalan dinyatakan daerah darurat Covid-19, Forkopimda Jatim diantaranya ada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta terus melakukan koordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron guna melakukan langkah – langkah awal antisipasi penyebaran covid-19 di Bangkalan.

Ada 4 kecamatan zona darurat Covid-19 diantaranya, Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Geger. Nantinya pemerintah Provinsi bersama pemerintah daerah akan menerapkan micro lockdown di 4 kecamatan tersebut.

Rencananya pemerintah akan menyiapkan 1 rumah sakit rujukan di daerah Bangkalan, 1 rumah sakit lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura (BPWS) dan menyiapkan 6 rumah sakit rujukan di Surabaya, diantaranya RSUD dr, Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al Irsyad.

Kapolda Jatim mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Kapolres baik Kapolres Tanjung Perak maupun Kapolres Bangkalan, untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 dengan melakukan penyekatan di jalur perbatasan.

“Kita terus berkoordinasi dengan Kapolres untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, dengan upaya penyekatan, serta mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan Swab Antigen On The Spot,” tegasnya pada Minggu (6/6/2021).

Dari data sementara hasil penyekatan dan Swab Antigen On The Spot, perpukul 16.00 WIB, ada 73 orang reaktif selanjutnya dilakukan swab PCR dengan hasil 17 positif yang selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Lapangan Indrapura Surabaya, untuk mendapatkan penanganan.

Sementara, masyarakat Bangkalan maupun Surabaya yang hendak melakukan perjalanan diwajibkan membawa surat bebas Covid-19.

Selain itu, Kapolda bersama Forkopimda Jatim dan Forkopimda Bangkalan akan melakukan penyemprotan disinfektan di 4 kecamatan zona rawan tersebut, serta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan operasi yustisi ditempat keramaian, dan melakukan pembagian masker di kawasan zona rawan tersebut.

Kapolda Jatim berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya di bangkalan. Untuk memahami penanganan covid yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun daerah, dengan menerapkan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 5M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas), serta meminta kepada para tokoh untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, dampak dari bahaya covid-19.

“Diminta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk memberikan edukasi dan mengoptimalkan PPKM Mikro, terutama RT RW yang ada warganya positif aktif, untuk melakukan tracing terhadap interaksi pasien positif dengan warga sekitar,” pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta.(Tim)

Tiang Bekas Bali Tower difungsikan Kembali Oleh PT.Power Telecom.

CIMAHI — Tiang bekas PT.Bali Tower yang berdiri di area Kelurahan Cimahi, kini difungsikan kembali sebagai menara telekomunikasi oleh PT.Power Telecom.

Pemasangan Instalasi dilaksanakan selama beberapa waktu, bahkan para pegawai bekerja sampai pagi hari agar menara bisa segera difungsikan.

Saat awak media menanyakan kepada para pegawai terkait difungsikannya kembali menara yang berada di area Kelurahan Cimahi tersebut, para pegawai menyampaikan dirinya hanya menyelesaikan pekerjaannya saja, sedang untuk hal lainnya pihak kantor yang mengurus.

Saat Awak Media meminta penjelasan terkait pengerjaan pemasangan instalasi menara telekomunikasi kepada Lurah Cimahi M.Syarif melalui Aplikasi WA, Lurah Cimahi Menjawab, bahwa pengerjaan dilaksanakan malam hari agar tidak mengganggu aktifitas dibawah dan juga tidak panas jika dikerjakan diatas pada malam hari.

Senada dengan Lurah Cimahi, Camat Kecamatan Cimahi tengah yang juga dihubungi melalui alat Komunikasi HP Tri L.
menjelaskan, Pengerjaan untuk pemasangan Instalasi menara Telekomunikasi dilaksanakan siang dan malam.

“Kayaknya agar tidak mengganggu aktifitas pelayanan Kelurahan dan untuk pekerjaannya besarnya dilaksanakan terfokus di mlam hari, untuk perijinan sudah mengantongi IMB dilanjutkan nanti dengan perjanjian sewa dengan Pihak BPKAD.” Terang Tri.

Saat Awak Media meminta konfirmasi kepada salah seorang Staf DPMPTSP terkait difungsikannya kembali Tiang Menara Milik PT.Bali Tower oleh PT.Power Telecom, diperoleh penjelasan yang normatif, jika dilihat dari perijinan pekerjaan pemasangan perangkat telekomunikasi sudah sesuai dan mengantongi IMB jadi sudah sesuai dengan prosedur.”Pungkasnya mengakhiri penjelasannya melalui alat komunikasi HP. (Achmad Edison).