Home Blog Page 1766

Menjaga dan Memelihara Keberagaman, Polda Jatim Bersama PW Muhammadiyah Dukung Pemerintah

SURABAYA – Dalam menjaga dan memelihara keberagaman di Jatim, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Silaturahmi dengan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim, di ruang kerja Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, pada Jumat (21/5/2021) pagi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, kegiatan silaturahmi dengan Ketua PW Muhammadiyah ini dalam rangka memelihara keberagaman di wilayah Jawa Timur. Dengan membahas beberapa agenda antara polda jatim dan PW Muhammadiyah jatim.

“Polda Jatim dan PW Muhammadiyah Jatim siap bekerja sama untuk memelihara keberagaman di wilayah Jawa Timur dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa,” jelas Kapolda Jatim, Jumat (21/5/2021) pagi.

Ditambahkan Nico, Polda Jatim dan PW Muhammadiyah Jatim siap menjalin komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam penanganan Covid-19 di Jawa Timur, melalui himbauan penerapan protokol kesehatan dari sudut pandang agama oleh seluruh pengurus PW muhammadiyah Jatim.

“PW Muhammadiyah siap mendukung program Moderasi dari Polri dan BNPT. Serta berkolaborasi dalam dalam upaya deradikalisasi dan memberikan kegiatan ekonomi kepada mantan napiter supaya tidak terjerumus oleh faham radikalisme melalui struktur PW Muhammadiyah di Jatim,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan, PW Muhammadiyah Jatim mendukung Polda Jatim dalam pemberantasan narkoba di wilayah Jawa Timur. Terutama di sektor pondok pesantren untuk memelihara generasi penerus Bangsa di Jawa Timur.

“Polda Jatim dan PW Muhammadiyah Jatim siap bekerja sama dalam membantu pemerintah. Dalam upaya meningkatkan perekonomian, khususnya di wilayah Jawa Timur. Terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” tutup kapolda jatim. (tim)

Gandeng Cak Shodig, Polres Pasuruan Sosialisasikan Bahaya Covid 19

PASURUAN -Suasana lalu lintas di kawasan simpang empat Taman Dayu, Pandaan pada Jumat 21 Mei 2021 tidak berlangsung seperti biasa. Tepatnya di salah satu traffic light, terdapat pemandangan yang tidak seperti biasa.

Saat lampu merah menyala, muncul seorang pemuda yang membawa tas dan tidak memakai masker. Lantas pemuda itu berteriak, “covid sudah tidak ada. Ayo mudik tidak usah pakai masker!!”

Tak lama berselang, pemuda tersebut dihampiri virus covid dan langsung kejang kejang.

Hingga akhirnya, datanglah petugas medis dengan menggunakan APD lengkap menggotong pemuda tersebut.

Saat pemuda tersebut diangkat petugas, datanglah Cak Shodig, yang kita tahu adalah seniman asli Pasuruan yang namanya sudah terkenal di dunia hiburan.

Sambil berteriak, Cak Shodig berpesan untuk tidak meremehkan virus corona dan harus tetap mematuhi prokes.

Kemudian selanjutnya, muncul beberapa petugas Kepolisian, yakni Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Mizaldi Lubis, S.I.K. yang didampingi pejabat lainnya.

Jajaran Satlantas lalu mengimbau untuk tidak meremehkan keberadaan virus corona sembari melakukan senam prokes.

“Semua adegan itu adalah kampanye tentang menyadarkan masyarakat atau mengingatkan masyarkat untuk selalu mematuhi prokes karena virus covid masih ada,” kata Kasatlantas.

Dia juga menyampaikan, pihaknya melaksanakan kampanye supaya masyarakat tahu bahwa covid 19 masih ada dan perlu penerapan prokes.

“Kita sengaja menggandeng Cak Shodig karena kita tahu beliau adalah beliau adalah public figure yang banyak dikenal masyarakat” kata AKP Andhika Mizaldi Lubis, S.I.K.

Senada dengan Kasatlantas, Cak Shodig menerangkan, dirinya merasa senang diajak oleh Polisi dalam kegiatan ini.

“Semakin kita mematuhi prokes, corona cepet buyar. Nah nek wes buyar saya bisa manggung lagi hahahaha,” seloroh Cak Shodig. (qomar)

Pererat Silaturahmi, Dir Binmas Polda Jatim Kunjungi Ponpes IBU di Jember

JEMBER – Direktur Binmas Polda Jatim mengunjungi Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Jember. Kunjungan silahturahmi tersebut merupakan agenda Binmas Polda Jatim.

Kombes Pol. DR. R.S Terr Pratiknyo, Dir Binmas Polda Jatim dan AKBP Sujono, Kasubdit Bintibsos DIT Binmas Polda Jatim, Kasat Binmas Polres Jember AKP Yuliati Suviani, SH, Kapolsek Pakusari Iptu Ali Setihono, Kasubbag Humas Polres Jember Iptu Yudiantoro, Ipda Wawan Aprilia Kanit IV Satintelkam Polres Jember dan Ipda Iswanto KBO Sat Binmas Polres Jember menuju ke Ponpes Islam Bustanul Ulum (IBU) di Dusun Rowo Desa/ Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember, Jum’at (21/5/2021) pukul 08:00 sampai 10:00 WIB.

Dalam sambutannya Kombes Pol. Terr Pratiknyo mengapresiasi Ponpes IBU. “Pompes IBU ini sudah bagus terutama dalam melakukan protokol kesehatan. Setelah liburan santri yang akan masuk lagi ke pondok oleh pengasuh dilakukan swab tes antigen secara mandiri,” kata Dir Binmas Polda.

Kombes Pol Terr Pratiknyo mengajak untuk ikut bersama – sama menjaga situasi Kamtibmas agar tercipta situasi yang aman dan kondusif.

Sejak memasuki area Ponpes rombongan diwajibkan mengikuti arahan protokol kesehatan yang ketat oleh panitia. Hal ini berlakukan juga saat memasuki pembelajaran secara tatap muka.

Dir Binmas Polda Jatim juga memberikan arahan kepada Pengasuh dan juga Dewan Guru agar secara disiplin mengawasi para siswa dan santrinya untuk tetap melakukan 5 M dan 3 T. “Covid-19 masih belum selesai maka mari kita tetap patuh pada protokol kesehatan,” ucap Kombes Pol Terr Pratiknyo.

Rombongan diterima dan disambut oleh Pengasuh Ponpes IBU KH. Hafidi Cholis dan Dewan Guru secara sederhana.

Dalam kegiatan tersebut rombongan dari Polda Jatim menyempatkan diri melihat ruang kelas dan memberikan bantuan beras sebagai sarana kontak dengan warga masyarakat di Ponpes IBU. Dir Binmas Polda Jatim membawa 2,5 kwintal (5 sak), alat semprot, rompi, masker dan sarung tangan.

Yuliati Suviani, SH, mengatakan, kunjungan dari Polda terasa istimewa bagi Polres Jember khususnya Satuan Binmas.

“Kehadiran Direktur Binmas Polda menambah motivasi kami untuk semakin memberikan layanan maksimal kepada masyarakat,” pungkas satu-satu Kasat perempuan di Polres Jember. (tim)

Bupati/Walikota Seluruh Indonesia Ikuti Peluncuran Literasi Digital Secara Virtual

JAKARTA – Bupati/Walikota di seluruh mengikuti Peluncuran Literasi Digital secara virtual, acara ini juga diikuti oleh lebih dari 500 ribu talenta digital, Kamis (20/05/2021).

Dalam sambutannya Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan bahwa tantangan di ruang digital semakin besar. Konten-konten negatif terus bermunculan, kejahatan di ruang digital terus meningkat.

Hoaks, penipuan Daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karenanya ia berharap kecakapan dalam literasi digital mampu menangkal itu semua.

“Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif. Banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,” tuturnya.

Selain itu, presiden berharap agar internet menjadi media yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Membuat UMKM naik kelas, perbanyak UMKM onboarding ke platform e-commerce, sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Menkominfo, Johnny G. Plate menuturkan bahwa melalui literasi digital diharapkan anak bangsa mampu mengoptimalkan manfaat positif internet, salah satunya untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital.

“Di saat yang bersamaan, literasi digital adalah sebuah keniscayaan untuk membentengi warganet dari dampak-dampak negatif internet,” tuturnya. (tim)

BNNP Jatim Bongkar Sindikat Narkotika Antar Daerah

SURABAYA – BNNP Jatim berhasil membongkar sindikat narkotika antar daerah. Sebanyak 4 kilogram narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu asal Jakarta diamankan dari tangan dua tersangka.

Dua orang kurir, yaitu Bagus Syafianto alias Cemong warga Palmerah, Jakarta Barat dan Abdul Rohim warga Galis, Bangkalan. Keduanya dibekuk saat hendak melintas di pintu exit Tol Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya pada Selasa (18/5/2021) lalu.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Daniel Y Katiandagho mengatakan, modus yang digunakan kedua tersangka untuk mengelabuhi petugas BNNP Jatim adalah dengan mengemas sabu-sabu dalam sebuah plastik putih, lalu dirangkap dengan dalam tas kresek merah, dan dimasukkan ke tas goodie back berwarna hijau serta ditutup pakaian.

Agar tak mencolok saat ada pemeriksaan, tersangka memasukkan lagi ke dalam tas kain berwarna merah muda dan meletakkannya ke dalam bagasi mobil Avanza berwarna silver dengan plat nomor N 1030 GT.

Saat dikroscek, petugas BNNP Jatim menemukan 4 kilogram sabu-sabu. Tersangka mengatakan, narkotika berbentuk serbuk kristal putih tersebut akan dikirim kepada seseorang di kawasan Bangkalan, Madura dan akan diedarkan di wilayah Surabaya, Madura, dan sekitarnya.

Saat diproses lebih lanjut, Abdul Rohim mengaku sabu itu diperoleh dari rekannya Hasun. Hasun sendiri merupakan target dari BNNP Jatim dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO asal Jakarta).

Daniel mengungkapkan, Abdul Rohim dan Bagus Syafianto saling kenal ketika melakoni hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.

Namun, pemesan sabu-sabu diketahui adalah rekan tersangka, yakni berinisial Fauzi asal Bangkalan yang juga menjadi DPO BNNP Jatim.

“Tersangka Abdul Rohim mengakui, sebelumnya sudah pernah melakukan pengiriman narkotika sabu-sabu ke temannya Fauzi dari Jakarta ke Madura,” kata Daniel, Kamis (20/5/2021).

Dari bisnis terlarang itu, Abdul Rohim mengaku telah memperoleh keuntungan berupa upah senilai Rp 20.000.000. Uang itu diperoleh usai berhasil menjalankan tugasnya.

“Namun, untuk yang kedua saat ini belum diberikan upah dan tertangkap,” ujarnya.

Daniel menegaskan, usai memperoleh pesanan, Abdul Rohim memerintahkan BS untuk mengambil narkotika jenis sabu ke Hasun. Dalam hal tersebut, keduanya sepakat untuk bertemu di Jalan Kemayoran Jakarta Pusat. Usai memperoleh sabu, Abdul Rohim dan Bagus Syafianto langsung hijrah ke Bangkalan, Madura. Tetapi, langkahnya tersendat lantaran terlebih dulu tertangkap petugas BNNP Jatim di kota pahlawan

“Kedua tersangka beserta barang buktinya kami bawa ke kantor BNNP Jatim untuk penyelidikan setelah tertangkap di pintu exit Tol Warugunung,” tuturnya.

Dalam pengungkapan itu, petugas BNNP Jatim mengamankan sebuah Toyota Avanza warna Abu-abu beserta STNK, sebuah tas berwarna merah muda berisi 4 bungkus narkotika jenis sabu-sabu seberat 4.003,22 gram atau 4.03 kilogram, hingga 3 ponsel milik Abdul Rohim dan Bagus Syafianto. Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.*

Hari Kebangkitan Nasional Jokowi Minta Tetap Semangat Hadapi pandemi Corona

JAKARTA – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tetap semangat menghadapi pandemi virus Corona, Kamis (20/5/2021).

Melalui akun media sosial resminya, Jokowi memberikan pernyataan dengan mengunggah foto dengan berbagai pakaian adat.

“Lebih setahun dunia dicengkeram pandemi global Covid-19, lebih setahun pula Indonesia berjuang membendung segala dampaknya. Hari ini dengan semangat Budi Utomo, kita bergotong royong untuk bangkit dan menang melawan pandemi, dan bersama-sama melangkah menuju Indonesia maju,” kata Jokowi dalam media sosialnya.

Kantor Staf Presiden juga mengajak masyarakat merayakan Harkitnas yang jatuh pada hari Kamis (20/5/2021), dengan bangkit bersama untuk mendorong pemulihan dan kemajuan Indonesia. *

Dua Warga Sebalong Meninggal Saat Benahi Pompa Air

PROBOLINGGO — Ini peringatan bagi warga masyarakat, untuk lebih berhati hati dalam memasuki lubang sumur, karena sangat berbahaya disamping resiko terkena longsornya sumur juga uap beracun yang mematikan terdapat didalamnya.

Seperti yang terjadi hari ini, Kamis, 20 Mei 2021 sekitar pukul 11siang, di Dusun Krajan lor Desa Klampok kecamatan Tongas, terjadi korban meninggal dunia saat membenahi mesin diesel pompa air yang di taruh dalam sumur dengan kedalaman sekitar delapan meter.

Kejadian bermula saat, Totok (25 tahun) warga Desa Sebalong Kecamatan Nguling Pasuruan, tengah membenahi mesin disel dalam sumur tersebut, setelah selesai pembenahan dan langsung menghidupkan mesin diesel tersebut, akan tetapi diluar dugaan setelah mesin kondissi hidup, korban Totok berteriak minta tolong.

Dalam keadaan panik, Nur Solihin (47 tahun), yang juga sebagai teman kerjanya langsung ikut menolong dan berusaha masuk kedalam sumur tadi, akan tetapi naas bagi mereka, karena Nur Solihin juga mengalami sesak nafas, untungnya ada warga yang mengetahui kejadian tersebut sehingga berteriak minta tolong kepada warga.

Wargapun berdatangan, termasuk kepala dusun Klampok, Sudi, dan Sudipun langsung berusaha menolong dan dengan alat seadanya, akan tetapi karena udaranya sangat pengap, Sudipun langsung ditarik dengan tampar oleh warga yang lain.

Setelah tim dari muspika dan BPBD Kabupaten Probolinggo datang, langsung berupaya menolong dan mengangkat dua orang yang terjebak dalam sumur tadi.

Satu persatu orang tersebut dapat di evakuasi, Nur Solihin dapat di angkat keatas akaan tetapi dalam kondisi pingsan, sedang teman yang satunya Totok diangkat sudah dalam keadaan meninggal.

Keduanya langsung dibawa ke rumahsakit Tongas, akan tetapi beberapa saat berada di rumah sakit, Nur Solihin meninggal dunia.

Kapolsek Tongas, IPTU Gendut Wijayanto, menyampaikan untuk dugaan sementara kedua korban menghirup asap beracun yang mengandung CO2, akan tetapi dirinya masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumahsakit.

Sementara pihak aparat kepolisian menutup lubang sumur tersebut dengan anyaman bambu(gedek) dan memasang garis polisi (Police Line).

Camat Tongas, Abdul Gofur mengharapkan kepada masyarakat untuk lebih berhati hati dalam melakukan kegiatan didalam sumur, dan jika mungkin harus dilengkapi alat yang lebih memadai.( Sundoko)

Hari Ketiga KRYD, Polres Lumajang Masih Lakukan Penyekatan

LUMAJANG – Hari Ketiga pelaksanaan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan), Polres Lumajang masih melakukan penyekatan di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Klakah, dan Pos Penyekatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Kamis (20/5/2021).

Dalam kegiatan ini petugas juga membagikan masker kepada pengguna jalan dan melakukan rapid tes antigen gratis secara random.

Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melibatkan petugas gabungan terdiri Polres Lumajang, Kodim 0821, Satpol PP dan Dishub kabupaten Lumajang serta Dinas Kesehatan Lumajang.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menyampaikan, hasil operasi KRYD di Pos Penyekatan Timbang Klakah dan Pronojiwo di hari ketiga ini sejumlah 142 kendaraan di periksa oleh petugas gabungan.

“Kendaraan yang diputar balikan 12 unit karena tidak memenuhi persyaratan dokumen perjalanan,” Ujarnya.

Di pos penyekatan juga dilakukan rapid test antigen secara acak kepada masyarakat yang melintas oleh petugas Dinkes Kabupaten Lumajang.

“Ada 40 orang dilakukan Rapid Test antigen hasilnya negatif,” Ujar Ipda Andrias Shinta.

Selain itu, kegiatan rutin yang ditingkatkan KRYD petugas gabungan terdiri TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Klakah, dan Sidomulyo Pronojiwo memberikan himbauan protokol kesehatan terkait Pandemi Covid 19 kepada pengendara yang melintas di pos penyekatan.

“Memberikan himbauan tentang Protokol Kesehatan khususnya 5M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” katanya.

Masih kata Shinta, dari hasil kegiatan tersebut melakukan peneguran terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker yakni memberikan teguran lisan.

“Sosialisasi dan pemberian masker kepada masyarakat pengguna jalan raya baik roda 2 dan roda 4,” ujarnya.

Lebih Lanjut, Ipda Andrias Shinta menambahkan, personil Polres Lumajang Satgas Preventif dibagi 3 regu melaksanakan patroli di sejumlah objek wisata di wilayah Lumajang.

“Operasi dilakukan petugas Polres Lumajang untuk memantau pelaksanaan penutupan sementara wisata sesuai dengan surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Lumajang Nomor 556/1052/427.1/2021 tentang penutupan objek wisata di Lumajang,” terangnya.

Lanjut dia, Dimana tim Patroli 3 Patroli KRYD melaksanakan pemantuan di tempat wisata alam Tirtosari Dusun Sumbersari, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Kemudian Tim Patroli 2 melaksanakan patroli objek wisata Jembatan Selowangi, padang Savana Tempeh dan pantai Laskar Pelangi Yosowilangun

Sedangkan Untuk Tim Patroli 1 melaksanakan patroli pengecekan objek wisata di Pantai Dampar.

“Dari hasil pemantauan dan pengawasan lokasi wisata nihil tidak ditemukan masyarakat liburan di tempat wisata,” ujarnya Ipda Andrias Shinta. (tim)

Tari Topeng Kona Bondowoso

BONDOWOSO – Selain dikenal dengan tapenya yang manis, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, juga memiliki keanekaragaman budaya, salah satunya adalah tari topeng kona.

Tari topeng kona adalah tarian yang dimainkan oleh para penari yang menggunakan topeng putih atau kuning dan didominasi dengan busana serba merah yang melambangkan keberanian.

Tari topeng Kona biasanya diselenggarakan saat acara bersih desa di desa Blimbing Kecamatan Tapen. Biasanya tari ini satu paket dengan tari Singo Ulung

Tarian Topeng Kona melambangkan kegagahan dan keberanian perjuangan rakyat untuk membangun Bondowoso lebih mapan.

Acara topeng Kona dapat disaksikan ketika festival Muharram dan acara bersih desa di Desa Blimbing. *

Pabrik Kaca Terbesar se-Asia Tenggara Dibangun di Batang

BATANG – Provinsi Jawa Tengah akan segera mendapat berkah dari pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang. Baru sembilan bulan kawasan ini disiapkan, sudah ada investor besar yang melakukan groundbreaking di kawasan ini.

Adalah KCC Glass, perusahaan kaca besar asal Korea Selatan. Pada Kamis (20/5/2021), KCC Glasses melakukan groundbreaking pabriknya di Kawasan Industri Batang dan digadang-gadang menjadi perusahaan kaca terbesar se-Asia Tenggara.

Acara peletakan batu pertama itu dipimpin Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Hadir pula dalam acara itu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia HE Mr Park Tae Sung, CEO KCC Glass Mr Nae Hoan Kim, Bupati Batang, dan jajaran kementerian lainnya.

“Saya tentu mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Ini adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak lain, termasuk PTPN yang berperan besar di sini,” kata Gubernur Ganjar Pranowo.

Dengan dibangunnya pabrik pertama di kawasan industri Batang, maka hal itu menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Apalagi, kawasan ini merupakan kawasan yang strategis dan dibangun hanya membutuhkan waktu tak lebih dari setahun.

“Sejak awal dibahas sampai sekarang, ini baru sembilan bulan. Hari ini, lahir pertama pabrik di sini yakni KCC Glass. Setelah ini, tentu akan banyak perusahaan besar berkelas internasional yang akan menyusul,” terangnya.

Usai KCC Glass, Ganjar mengatakan, hari ini juga ada perusahaan besar, yakni Nestle, yang masuk di Batang. Dalam waktu dekat, ada perusahaan elektronik besar lainnya yakni LG yang juga segera membangun pabriknya di kawasan industri Batang.

“Kemarin saya sudah bertemu Pak Dubes Korea Selatan untuk Indonesia dan membahas untuk pengembangan kerja sama. Beliau siap membantu promosi kawasan industri Batang ke para investor Korea Selatan. Ke depan, akan kami tingkatkan kerja sama di bidang investasi baterai, smart farming, dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO KCC Glass Mr Nae Hoan Kim mengatakan, perusahaan yang dibangun di Batang ini akan menjadi perusahaan kaca terbesar di Asia Tenggara. Total produksi perusahaan itu lanjut dia bisa mencapai 438 ton kaca per tahun.

“Kami akan terus mengembangkan investasi dengan memperluas jaringan perusahaan kami di sini. Nilai investasi kami mencapai Rp5 triliun,” katanya.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menerangkan, KCC Glass adalah perusahaan pertama yang melakukan groundbreaking di kawasan industri Batang.

Perusahaan tersebut dibangun di atas lahan seluas 50 hektare dan bisa menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 1.200 orang.

“Itu yang tenaga kerja langsung, belum lagi tenaga kerja yang tidak langsung. Tentu ini baik bagi Jawa Tengah dalam rangka menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Total investasi perusahaan itu, lanjut Bahlil, mencapai Rp5 triliun. Sebanyak 85 persen produk yang dihasilkan adalah produk ekspor, sehingga dipastikan bisa meningkatkan devisa.

“Tentu ke depan akan banyak lagi perusahaan yang datang ke sini, karena dari 450 hektare lahan yang sudah siap, semuanya sudah laku terjual habis. Kami sedang mengembangkan tahap selanjutnya seluas 3.000 hektare,” pungkasnya. (red)