LUMAJANG – Suasana Pura Mandhara Giri Semeru Agung Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang terlihat sepi saat upacara Tawur Kesanga pada Sabtu (13/3/2021).
Upacara Tawur Kesanga dilaksanakan oleh umat Hindu menjelang perayaan hari raya Nyepi, dimana pecaruan atau Tawur dilaksanakan pada waktu tepat tengah hari.
Sedangkan perayaan Hari Raya Nyepi di Kabupaten Lumajang tahun ini akan diselenggarakan secara sederhana, menyesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi Covid 19 yang masih melanda.
Hal itu disampaikan Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang, Edy Sumianta, salah seorang pegawai negeri di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Sabtu (12/03/2021).
Menurut Edy Sumianta, pada perayaan tahun baru Saka1943 yang jatuh pada Minggu (14/3/2021), umat Hindu di wilayah Kabupaten Lumajang tidak menyelenggarakan kegiatan terpusat.
Namun pihaknya mempersilahkan Umat Hindu di wilayah Lumajang untuk menyelenggarakan secara lokal di komunitas masing-masing, dengan tetap mengedepankan prokes.
“Pelaksanaan hari raya Nyepi tahun baru Saka1943 atau 2021 masehi ini di Kabupaten Lumajang dilakukan dengan sederhana,” terang Edy Sumianta, Sabtu (12/03/2021).
Tidak hanya perayaan tahun baru Saka, perayaan Melasti pada Kamis (11/3/2021) lalu, pihaknya juga mengeluarkan imbauan yang sama kepada umat Hindu di wilayah Lumajang.
Edy menuturkan bahwa Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang hanya menghadirkan perwakilan para tokoh agama Hindu.
“Upacara Melasti pada Kamis 11 Maret 2021 tidak melibatkan banyak orang. Hanya perwakilan dan itu digelar di kecamatan masing-masing,” ucapnya melalui telepon.
Edy mengimbuhkan, dalam kegiatan keagamaan yang mengharuskan kehadiran perwakilan umat Hindu, penyelenggara tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Hari ini misalnya, kata dia, Upacara Tawur Kesanga, upacara sebelum Hari Nyepi, hanya menghadirkan perwakilan umat Hindu ke pura Mandara Giri Semeru Agung. Tidak terjadi kerumunan yang ujung-ujungnya melanggar protokol kesehatan.
Pantauan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, hingga menjelang sore lokasi yang merupakan salah satu pura terbesar di Asia Tenggara itu terlihat sepi seperti tidak ada kegiatan. (tim)


