Home Blog Page 1820

Upacara Tawur Kesanga, Pura Mandhara Giri Semeru Agung Sepi

LUMAJANG – Suasana Pura Mandhara Giri Semeru Agung Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang terlihat sepi saat upacara Tawur Kesanga pada Sabtu (13/3/2021).

Upacara Tawur Kesanga dilaksanakan oleh umat Hindu menjelang perayaan hari raya Nyepi, dimana pecaruan atau Tawur dilaksanakan pada waktu tepat tengah hari.

Sedangkan perayaan Hari Raya Nyepi di Kabupaten Lumajang tahun ini akan diselenggarakan secara sederhana, menyesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi Covid 19 yang masih melanda.

Hal itu disampaikan Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang, Edy Sumianta, salah seorang pegawai negeri di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Sabtu (12/03/2021).

Menurut Edy Sumianta, pada perayaan tahun baru Saka1943 yang jatuh pada Minggu (14/3/2021), umat Hindu di wilayah Kabupaten Lumajang tidak menyelenggarakan kegiatan terpusat.

Namun pihaknya mempersilahkan Umat Hindu di wilayah Lumajang untuk menyelenggarakan secara lokal di komunitas masing-masing, dengan tetap mengedepankan prokes.

“Pelaksanaan hari raya Nyepi tahun baru Saka1943 atau 2021 masehi ini di Kabupaten Lumajang dilakukan dengan sederhana,” terang Edy Sumianta, Sabtu (12/03/2021).

Tidak hanya perayaan tahun baru Saka, perayaan Melasti pada Kamis (11/3/2021) lalu, pihaknya juga mengeluarkan imbauan yang sama kepada umat Hindu di wilayah Lumajang.

Edy menuturkan bahwa Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang hanya menghadirkan perwakilan para tokoh agama Hindu.

“Upacara Melasti pada Kamis 11 Maret 2021 tidak melibatkan banyak orang. Hanya perwakilan dan itu digelar di kecamatan masing-masing,” ucapnya melalui telepon.

Edy mengimbuhkan, dalam kegiatan keagamaan yang mengharuskan kehadiran perwakilan umat Hindu, penyelenggara tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hari ini misalnya, kata dia, Upacara Tawur Kesanga, upacara sebelum Hari Nyepi, hanya menghadirkan perwakilan umat Hindu ke pura Mandara Giri Semeru Agung. Tidak terjadi kerumunan yang ujung-ujungnya melanggar protokol kesehatan.

Pantauan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, hingga menjelang sore lokasi yang merupakan salah satu pura terbesar di Asia Tenggara itu terlihat sepi seperti tidak ada kegiatan. (tim)

Sosok Pencuri Bra Akhirnya Terungkap Berkat CCTV

PASURUAN – Entah apa yang ada dipikiran remaja bernama David warga Dusun Kemranggen Desa Winong Kecamatan Gempol yang videonya viral di sosmed nekat mencuri beberapa bra warga Dusun Grogolan.

Aksi konyol remaja tersebut akhirnya terungkap setelah pemilik rumah memasang kamera pengawas (CCTV) karena merasa sering kehilangan bra saat dijemur pada malam hari.

Aksi remaja tersebut akhirnya terhenti pada Hari Jumat (12/03/21) setelah diketahui berkat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang sengaja dipasang menghadap ke tempat jemuran.

Dalam aksinya David terekam sedang memungut satu persatu bra milik warga yang di jemur di halaman salah satu rumah, dan pencurian itu sendiri dilakukan hanya dalam hitungan menit pada malam hari.

Kepala Dusun Grogolan, Hari saat dikonfirmasi terkait video yang menggelitik tersebut membenarkan kejadian tersebut berada di Dusun Grogolan Desa Winong Kecamatan Gempol.

“Pemilik rumah merasa heran karena sering kehilangan bra, akhirnya dipasang kamera pengawas (CCTV) menghadap ke tempat jemuran,” ujar Kasun Hari.

“Remaja tersebut bernama David warga Dusun Kemranggen, dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan secara tertulis dan tidak akan mengulanginya lagi,” lanjut Hari.

Hal senada juga disampaikan Kades Winong Suyanto “sudah diselesaikan masalah tersebut dan remaja tersebut berjanji tidak akan mengulanginya kembali,” ujarnya singkat. (Tofa/por)

Dianggap Terlalu Cepat, SejumlahTokoh Masyarakat Sayangkan Mutasi Kapolsek Rembang

PASURUAN – Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan menyesalkan mutasi Kapolsek Rembang yang belum genap setahun bertugas di kecamatan Rembang.

Kabarnya, Kapolsek Rembang AKP Sariyanto bakal segera dimutasi ke Polres Pasuruan.

Sabtu, (13/2) malam dalam pertemuan dengan Kapolsek Rembang, AKP. Sariyanto,SH, MH., ketua PAC Ansor Rembang, Gus Zainul Arifin hanya bisa berharap, agar mutasi itu ditunda. Alasannya, para tokoh masyarakat di Rembang merasa nyaman dan terayomi oleh kepemimpinan Sariyanto.

Zainul Arifin menyebutkan, Sariyanto dianggap memiliki sifat kebapakan, sehingga masyarakat merasa terayomi, terlindungi, dan terlayani oleh aparat kepolisian.

Zainul juga mengungkapkan, meski belum genap setahun menjabat, Sariyanto bisa beradaptasi sangat baik dengan masyarakat.

Jadi, imbuh Zainul, masyarakat sudah merasa nyaman dengan kehadiran AKP Sariyanto memimpin Polsek Rembang.

“Pejabat manapun, kalau banyak mengayomi, akan membuat nyaman. Selain beliau seorang polisi, Pak Sariyanto juga sosok seorang bapak yang baik,” tuturnya.

Meskipun berharap Sariyanto tidak diganti terlebih dahulu, Zainul menyatakan bahwa tetap menyerahkan keputusan mengenai pimpinan Polsek Rembang kepada pejabat berwenang.

“Kalau mutasi itu memang sudah ketentuannya, ya kami juga enggak boleh kecewa. Namanya Polri itu sudah ada ketentuan soal mutasi atau promosi jabatan. Namun, harapan kami ini juga merupakan aspirasi yang dilindungi oleh undang-undang,” katanya sambil mengusap air mata. (qomar)

Polri Tambah Kuota Putra Asli Papua, 396 Polisi Ikuti Sekolah Perwira

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui As SDM Polri memberikan penambahan kuota kepada personel Bintara yang merupakan putra asli Papua untuk mengikuti sekolah perwira.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, berdasarkan surat dari As SDM Mabes Polri, Polda Papua mendapat tambahan kuota sebanyak 77 orang dan Polda Papua Barat yang diterima berjumlah 150 orang.

Sehingga total Bintara Polda Papua yang mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi ( SIP) angkatan 50 tahun 2021 sebanyak 246 orang dan Polda Papua Barat 150.

Ijen Pol Raden Argo menerangkan bahwa calon peserta didik yang merupakan Bintara Polda Papua terdiri dari Orang Asli Papua (OAP) dan pendatang tersebut telah mengikuti tahapan seleksi.

“Dari pemeriksaan administrasi hingga terakhir Ujian Naskah Karya Perorangan (NKP) telah dinyatakan lolos terpilih,” jelas Raden Argo di Jakarta,Sabtu (13/3/21).

Lebih lanjut Raden Argo juga mengatakan para Bintara yang dinyatakan lulus tersebut akan mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP)  di Sukabumi selama 7 bulan.

“Untuk Bintara Polri orang asli Papua yang mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus nantinya akan mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP)  di Sukabumi selama 7 bulan,”pungkas Perwira Tinggi Polisi kelahiran Sleman Jogyakarta ini. (*)

Aksi Demo Berikan “Raport Merah” Kepada 9 OPD Pemkab Sumenep

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa dengan mengatasnamakan “Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS)”, melakukan demo di Kantor Bupati Sumenep, Madura Jawa Timur, di Jalan dr. Cipto, Jumat (12/3/2021).

Setidaknya 6 OPD yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Bappeda, Dinkes, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), RSUD dr. H. Moh. Anwar, PRKP & Cipta Karya, Dinsos dan Dinas Pendidikan (Disdik), Kabupaten Sumenep disebut menyandang “Raport merah”.

Dalam tuntutannya, Koordinator aksi GPMS, Andi Kholis menyampaikan, Bupati Sumenep wajib melakukan tindakan atau sanksi tegas serta mengevaluasi terhadap OPD yang memiliki raport merah.

Kinerja dari OPD itu, kata dia, tidak tepat sasaran dan tidak profesional sehingga membuat warga Sumenep kecewa. “Kami juga meminta Bupati transparan dalam menerapkan kebijakan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati didesak memperbaiki sistem kerja rumah sakit daerah yang dinilainya bobrok. Banyak kasus yang timbul akibat kinerja rumah sakit tidak profesional.

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan tambak udang dan tambak udang ilegal juga menjadi sorotan. Orang nomor satu di Sumenep diminta berani memberikan sanksi tegas bagi pengusaha.

Andi Kholis menawarkan solusi yang dapat dijadikan bahan untuk menyikapi persoalan “raport merah” sembilan OPD, yakni lakukan lelang jabatan secara terbuka, perangkat OPD harus orang yang berprestasi, dan lakukan evaluasi terus-menerus bagi OPD yang tidak produktif.

“Bila tidak ada respon atau tindaklanjut dari tuntutan aksi hari ini, kami akan turun jalan kembali dengan massa lebih besar,” ancamnya.

Sementara Bupati Sumenep, Achmad Fauzi duduk bersila tanpa alas di depan pintu utama kantor pemkab saat menemui massa aksi demonstrasi pemberian “Raport Merah” bagi sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Selama menemui peserta aksi, orang nomor satu di Sumenep itu didampingi stafnya. Anggota Satpol PP dan pihak kepolisian terpantau melakukan pengamanan. Aksi berjalan damai.

“Apa yang mau disampaikan silakan,” kata Fauzi menyapa peserta aksi dengan ramah.

Ia mengapresiasi aspirasi mahasiswa yang disampaikan dengan cara baik. Semua aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan kajian dalam upaya melayani warga Sumenep dengan baik.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa GPMS yang telah menyampaikan aspirasinya,” ucapnya.

Usai penyampaikan aspirasi, peserta aksi dan Bupati Sumenep makan nasi bungkus bersama dengan posisi melingkar. Dan akhirnya peserta aksi membubarkan diri dengan damai.(*)

Sumber : PortalMadura.com

Gelorakan Jawa Timur Bangkit, Satlantas Polres Lumajang Sosialisasi 5M ke Pasar Temui Pedagang

LUMAJANG – Giat Dikmas Lantas dan edukasi protokol pada masyarakat terus digalakkan oleh Satlantas Polres Lumajang Jawa Timur.

Di pusat perlintasan jalan kota ( di jam aktivitas masyarakat ), hingga pusat perbelanjaan, tak terkecuali di pasar hewan, sejumlah anggota Sat Lantas Polres Lumajang melalui Unit Dikmas dipimpin Kanit Dikyasa Satlantas menemui para pedagang, Jum’at (12/3/2021).

“Satlantas Polres Lumajang dalam hal ini melakukan pengawasan protokol kesehatan di sasaran, sesuai Inpres no 6 tahun 2020 tetang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid – 19,” kata Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Putu Angga Feriyana S.H S.I.K M.H melalui Paursubbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, Sabtu (14/3/2021).

Gelorakan Jawa Timur Bangkit, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, untuk terus menerapkan 5M ( Memakai masker, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas dan Menjaga jarak ) dalam kehidupan sehari – hari, menjadi hal paling mendasar kiranya tertanam di masyarakat.

Tak luput menegur masyarakat yang sepertinya tak patuh pada protokol kesehatan, agar selanjutnya terjadi perubahan seyogyanya terus mendukung dimana Lumajang saat ini sudah berangsur berisiko minim yakni pada zona kuning Covid – 19.

“Jika masyarakat terus kami pupuk kesadarannya, maka besar kemungkinan Lumajang akan berubah lagi menjadi zona hijau. Teguran kami sampaikan secara humanis kepada masyarakat yang belum disiplin menggunakan masker serta membagikan masker,” lanjut Shinta.

Selain melakukan hal tersebut diatas, anggota juga memberikan edukasi tentang etika berlalu lintas dan safety riding untuk mencegah terjadinya pelanggaran Lalu Lintas yang berpotensi Laka Lantas. (Humas)

Kapolres Kunjungi Ponpes Roudlotul Ma’rifat Umar Faruq

LUMAJANG – Dalam gerakan santri bermasker, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno bersilaturahim dengan pengasuh Ponpes Roudlotul Ma’rifat Umar Faruq, Sabtu (12/03/2021) pukul 15.30 WIB.

Kapolres Lumajang didampingi Kapolsek Lumajang Kota Iptu Samsul Hadi bersilaturahmi ke Ponpes Roudlotul Ma’rifat Umar Faruq di dusun Ledok Desa Boreng Kec./Kab. Lumajang,

Selain melakukan silaturahmi, Kapolres sekaligus memberikan bantuan sosial.

Ketika dikonfirmasi Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menyampaikan, Dalam kegiatan ke Ponpes Roudlotul, Kapolres Lumajang menyampaikan wacana wacana program dalam pembinaan personil polri yang melakukan pelanggaran kedinasan yatu akan dilakukan pembinaan spritual diponpes selama 1 (satu) minggu dan tidak keluar dari ponpes.

“Karena setiap personil yang melakukan pelanggaran disiplin dengan ditempatkan diruang khusus / sel, dirasa masih belum bisa maksimal membuat efek jera kepada anggota yang melakukan pelanggaran disiplin,” terangnya.

Untuk itu, Kapolres mengharapkan kepada personil Polri yang telah mengikuti pembinaan spiritual diponpes dapat menjadi lebih baik dalam melaksanakan tugas tugasnya.

“Saya harap kepada personil yang telah mengikuti pembinaan spiritual diponpes dapat menjadi lebih baik dalam melaksanakan tugas tugasnya,” imbuhnya.

Shinta menambahkan, dalam kunjungan ke Ponpes kapolres juga memberikan himbuan agar tetap menjaga kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 dilingkungan ponpes.

Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan beras kepada Gus Mamat (Ahmad Umar Faruq selaku pengasuh Ponpes Roudlotul Ma’rifat Umar Faruq. (tim)

Dapur Umum di Wisma Kapolres Lumajang ‘Tali Sambung’ Polri dan Masyarakat Melalui Jum’at Berkah

LUMAJANG – Dapur Umum di rumah dinas Kapolres Lumajang di Jalan Veteran sarat menjadi sarana tali asih antara Polres Lumajang dengan masyarakat.

Dapur umum yang mulanya dibuka untuk membantu masyarakat Lumajang terdampak bencana banjir, hingga saat ini terus berkiprah.

Meski bencana sudah berlalu, namun sejumlah perwira polisi ( Polwan ) di Polres Lumajang berikut anggotanya, rela menyisihkan waktu di sela- sela kesibukan kedinasan, untuk memasak lalu dibagikan pada masyarakat di sepanjang jalan, sampai ke seputaran Kota Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si dikonfirmasi melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta, mengaku tidak akan berlandaskan pada terjadinya sebuah bencana dalam ranah meringankan beban masyarakat.

“Kami dalam hal ini Polres Lumajang, akan terus membina kedekatan dengan masyarakat untuk menumbuhkan sinergi antara Polri dan Rakyat. Jadi kami sisihkan waktu di hari Jum’at ini dalam tajuk Jum’at berkah, Polwan Polres Lumajang memasak nasi dan lauk pauk, lalu dibagikan pada masyarakat,” kata Ipda Shinta.

Melibatkan semua Polwan di Polres Lumajang, saat itu nasi berikut lauk yang sudah dibungkus rapi, dibagikan sedari sekitaran rumah dinas Kapolres ( jalan Veteran ) hingga ke seputaran Kota Lumajang.

Berikut ditengah pembagian makanan, Ipda Shinta menambahkan jika pihaknya juga turut mengedukasi masyarakat tentang hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan hingga membagikan masker secara gratis. Dari pekerja harian di jalan, sampai masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah Sholat Jum’at tak luput dari sasaran kegiatan.

“Jadi kami lakukan itu sambil berpatroli. Kami berharap bisa meringankan beban masyarakat dan akan terus mempertahankan sisi kepatuhan masyarakat dengan mengenakan masker saat beraktivitas dimana Lumajang saat ini sudah berada pada zona kuning mudah – mudahan, bergerak pada zona hijau,” terang Shinta.

Tercatat ada 275 bungkus nasi berikut lauk saat itu yang dibagikan pada masyarakat. Mendapat respon positif, atas keramahan kesantunan Polwan Polres Lumajang saat membagikannya. (tim)

PT. EBA Harus Bangun Underpass, Terkuak Saat DPRD Gelar RDP

BARITO UTARA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang disebut juga hearing telah digelar DPRD Kabupaten Barito Utara, dengan pemilik Perusahaan Tambang Batubara PT. Energi Tama Bumi Arum (EBA) dan pemerintah daerah, di ruang rapat Paripurna DPRD Muara Teweh, Jumat(12/3/21).

RDP yang kedua kali ini berfokus pada masalah penggunaan jalan, karena DPRD Barito Utara menerima laporan masyarakat, bahwa PT. EBA melakukan hauling dengan cara memotong atau melintasi jalan masuk Bandara HM Sidik di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.

Dalam Hearing tersebut ada enam belas anggota DPRD Barito Utara diantaranya, Ketua DPRD Ir. Hj. Mery Rukaini, Wakil Ketua I Parmana Setiawan, ST dan Wakil Ketua II, Sastra Jaya serta tiga puluh dua orang dari eksekutif, termasuk Kadis Perhubungan beserta staf yang hadir mengikuti RDP dengan managemen PT. EBA. Intinya, para anggota Dewan ingin kepastian kapan PT. EBA membangun underpass atau jalan bawah tanah, karena hauling tak boleh melintasi jalan menuju bandara.

“Jangan sampai ini seperti lagu lama. Begitu masalah muncul, datang managemen baru. Pembuatan jalan menuju bandara memakai anggaran APBD. Tetapi, DPRD tidak tahu jalan tersebut dipotong untuk kepentingan PT. EBA,” ungkap politisi dari Partai Grindra, Tajeri yang juga Ketua Komisi III.

Dia mencontohkan, di wilayah Barito Timur dan Kalimantan Selatan, tak ada perusahaan tambang yang melintasi jalan nasional. Semua perusahaan memiliki jalan sendiri buat angkutan tambang.

Benny Siswanto dari Fraksi PKB menyebut, berdasarkan pengalamannya mendatangi daerah lain, belum pernah terlihat angkutan milik perusahaan tambang melintasi jalan menuju bandara.

“Sampai kapan PT. EBA memakai jalan bandara. Seharusnya jalan menuju bandara tersebut bebas dari hambatan,” ujarnya.

Sedangkan H. Abri dari Fraksi PPP berujar, pada RDP 16 Juni 2020 ada komitmen PT. EBA membangun underpass atau fly over.Tetapi kenyataan saat ini lain, karena jalan menuju bandara dipotong.

“Kita harus membuat rekomendasi yang tegas. Yakni melarang PT EBA memotong jalan menuju bandara. Segera bangun underpass sesuai komitmennya,” tegas Abri.

Dari pihak yang mewakili Management PT. EBA, Anton S.Wardoyo menanggapi pertanyaan anggota dewan, bahwa PT. EBA harus taat pada UU.

“Kami berkomitmen membangun dan memberikan kontribusi terhadap Barito Utara. Sebagai langkah awal, managemen baru memindahkan kantor pusat kami dari Tenggarong Kaltim ke Muara Teweh,” ujarnya.

Anton memastikan saat ini PT. EBA tidak melakukan hauling, tetapi persiapan untuk membangun pelabuhan sendiri, karena sudah ada izinnya.

“Lokasi tambang berada di sebelah kanan jalan menuju Bandara.Kami saat ini belum ada aktivitas di wilayah sebelah kiri.Untuk crossing jalan hanya persiapan.Jemudian pararel dengan saat pelabuhan operasional, kami membangun underpass.Detail rancangan underpass sudah ada,” jelas dia.

Mengenai pemakaian jalan Bandara HM. Sidik, Anton menyebutkan bahwa, PT. EBA ada izin yang diberikan dari Pemkab Barito Utara dan telah mengantongi izin dispensasi penggunaan ruas jalan Simpang Trinsing-Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Butong, crossing (melintasi) ruas Jalan Poros Trinsing, crossing Jalan Muara Teweh-Trinsing.

Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, Fery Kusmiadi menyebut, dalam rekomendasi RDP Juni 2020 PT. EBA membangun underpass.

“Sudah ada desain underpass, sekarang tinggal melengkapi sesuai dengan hasil rapat hari ini,” kata Kadis Perhubungan Barut.

RDP tersebut menyimpulkan dua hal. Satu perusahaan harus membangun underpass atau fly over, jika melintasi Jalan Bandara HM Sidik, yang kedua Pemerintah mengenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku, jika perusahaan melanggar poin pertama.  (SS).

Polres Pasuruan Kota Salurkan Bantuan Untuk Santri Asal Papua

PASURUAN – Kepedulian jajaran Polres Pasuruan Kota terus ditunjukkan selama pandemi Covid-19. Kali ini, bakti sosial dilakukan terhadap para warga asal Papua yang berada di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Sejumlah personel Polres Pasuruan Kota tampak mengunjungi Pondok Pesantren Sunniyah Sallafiyah yang berada di di Desa Sungi Wetan Kec. Kraton Pasuruan, Jumat (12/3/2021).

Di pondok pimpinan Habib Taufiq Assegaff itu terdapat 4 santri asal Papua Yaitu Muhammad Rudi, Adam Lengka, Iqbal Asoh dan Muhammad Ali.

“Kegiatan Baksos ini dalam rangka untuk perkuat jalinan tali silaturahmi serta menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta NKRI terhadap warga papua yang ada di Kota Pasuruan,” kata Kasubbag Humas

Dalam pertemuan itu, petugas juga menyalurkan bantuan berupa bahan sembako dan masker.

“Kita juga imbau agar selalu menaati protokol kesehatan selama pandemi.”.

Habib Taufik Assegaf selaku pengasuh Ponpes Sunniyah Salafiyah menyampaikan ucapan terima kasih pada pihak Polres Pasuruan Kota yang telah memperhatikan santrinya khususnya yang berasal dari papua dg memberikan bantuan sosial. Karena santri 2 tsb.sangat jauh dari keluarga. Mudah2an bantuan tersebut menjadi ladang ibadah bagi bapak2 Polisi dari Polres Pasuruan Kota. (tofa)