Home Blog Page 1830

Babinsa Koramil 1013-04 Benangin Bersama Polsek Laksanakan Patroli Prokes.

Barito Utara —Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Anggota Koramil 1013-04 Benangin bersama Polsek Teweh Timur,laksanakan patroli protokol kesehatan di wilayah desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara,Selasa(3/3/2021).

Danramil 1013-04 Benangin,Lettu Inf.Jinal mengatakan bahwa, anggota Babinsa bergantian dalam melakukan operasi PPKM dan patroli pengawasan kedisiplinan di tengah lingkungan warga,baik itu saat siang hari maupun malam hari secara masiv.

“Selain memberikan rasa aman dan nyaman, tentunya kita juga menginginkan pandemi Covid-19 segera berakhir dan masyarakat bisa menjalankan usaha dan pekerjaan dengan tètap disiplin mematuhi protokol kesehatan.Kita perketat pelaksanaan penegakan disiplin dilapangan serta pemberlakuan sangsi administrasi,apabila ada yang melanggar prokes dan PPKM,”ungkap Danramil 04.

Danramil 04 menekankan kepada para warga,untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari terjadinya kerumunan,agar selalu menggunakan masker saat keluar rumah,mencuci tangan menggunakan sabun anti backterial Hand Sanitizer dan menerapkan kebiasaan pola hidup sehat.

“Babinsa juga harus memberikan pelayanan terbaik,untuk masyarakat dengan berbagai kegiatan teritorial di desa binaaannya diantaranya, melaksanakan kegiatan rutin menggelar patroli wilayah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,dimasa pandemi saat ini masih belum ada tanda-tanda berakhir.Memberikan pemahaman serta edukasi yang berkaitan dengan PPKM pandemi virus Covid-19 diwilayah,”harap Danramil 04. (SS).

Rutin Kerja Bakti Bersihkan Drainase, Ruas Jalan Jeruk Sombo Jadi Awet

GUCIALIT – Ruas jalan Kabupaten yang melintasi wilayah Desa Jeruk Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang, masih terlihat mulus tidak ada yang berlubang. Padahal ruas jalan lainnya sudah mengalami perbaikan.

“Alkhamdulillah jalan yang melintas di wilayah desa Jeruk masih bagus, masih mulus,” ungkap Kepala Desa Jeruk, Atmo saat ditemui wartawan, Rabu (03/03/2021).

Ditanya terkait mulusnya jalan di lintasan desanya, Atmo merasa bersyukur karena jalan jurusan ke Desa Sombo itu masih utuh. Dia menyebutkan warga desa sering melakukan kerja bakti memperbaiki selokan di pinggir jalan.

“Warga sini kompak mas, tiap minggu kerja bakti membersihkan saluran air di pinggir jalan itu,” tuturnya merasa bangga terhadap kegotong royongan warga desanya.

Salah satu cara menjaga dan memelihara jalan, kata Atmo, harus sering melakukan kerja bakti secara rutin, karena kerja bakti merupakan sarana kebersamaan antar warga guna membantu memelihara keutuhan jalan.

“Sampean lihat sendiri kan !? Jalan kabupaten itu masih utuh. Padahal dibangun pada tahun 2015 lalu. Kalau jalan lainnya saya lihat sudah banyak yang berlubang,” tuturnya.

“Alkhamdulillah warga sangat peduli memperbaiki saluran drainase, jadi air hujan yang turun tidak merusak aspal sehingga jalan menjadi awet,” imbuh Atmo.

Pada kesempatan itu Atmo juga menuturkan bahwa kerja bakti memelihara drainase jalan tersebut dilakukan warga dengan penuh keikhlasan. Namun yang tak kalah penting, kata Atmo, adalah bukanlah bagaimana wujud kerja bakti itu, namun lebih utama pada nilai-nilai yang terkandung didalamnya . (bam).

Bupati Lumajang Tinjau Langsung Lokasi Longsor di desa Sawaran Kulon Kedungjajang

Gempurnwes.com – Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq saat mengunjungi lokasi longsor menyatakan, pihaknya telah berwawancara dengan 27 warga yang terdampak longsor di balai desa Sawaran Kulon pada Rabu (3/3).

Masih menurut Cak Thoriq, daerah sawaran Kulon ini memang menghawatirkan yaitu daerah itu rawan longsor oleh karena itu pihaknya terus koordinasi dengan Kades guna memonitor situasi.

Bupati telah berkomunikasi dengan PT Agro herbal sebagai pemegang HGU untuk menyediakan rumah sementara guna menampung korban longsor dan tetap mempekerjakan warga yang menjadi karyawan di PT Agra Herbal.

Bupati berharap agar warga bersedia ditempatkan di tempat yang lebih aman yang telah disediakan oleh PT Agro Herbal.

Untuk sementara, korban longsor ditampung di balai desa Sawaran Kulon dan ke depannya ketika tempat penampungan sementara yang telah disediakan selesai maka mereka akan dipindahkan ke tempat yang telah disediakan oleh pemda bekerja sama dengan PT Agro Herbal.

“Warga yang tinggal di balai desa dijamin kebutuhan pokoknya yaitu mulai dari makanan, minuman, pakaian dan kamar mandi akan tetap tersedia,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf. Andi A. Wibowo, S.Sos., M.I.Pol. menyatakan Kapolsek dan Koramil Kedungjajang akan terus memantau cuaca guna mengantisipasi dan waspada terhadap kejadian yang sama. “Tiap hari ada personil siaga yang ditempatkan di lokasi longsor sebanyak satu peleton terdiri dari anggota TNI-Polri,” ungkapnya. (Afaz)

Kapolda Jatim Berikan Pengarahan TWT dan Penanggulangan Covid-19 di Polres Magetan

0

MAGETAN – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim, berikan pengarahan tentang program Kerja Kapolri dan Implementasi Tugas Wewenang dan Tanggung Jawab (TWT), serta penanggulangan Covid-19, di Aula Pesat Gatra, Polres Magetan, pada Rabu (3/3/21).

“Jika Anggota bekerja dengan baik maka organisasi akan menjadi baik,”tutur Kapolda Jatim saat memberikan pemaparan kepada anggota di Polres Magetan.

Selain itu, Kapolda juga mengatakan kepada anggota, untuk menyusun perencanaan yang baik, agar hasinya juga baik, dan tetap berpedoman pada Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab (TWT) masing-masing.

“Perencanaan yang sangat baik, maka hasilnya akan baik, namun jika Perencanaan yang cukup baik, maka hasilnya kurang baik, dan Perencanaan yang kurang baik, maka Tidak membuahkan hasil,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolda Jatim berpesan kepada anggota Polres Magetan, untuk selalu peka dan prediktif dalam menyikapi segala situasi, sehingga selaras dengan Program Kapolri yaitu PRESISI.

Tetap fokus dalam tugas, dengan komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi, serta memperhatikan orang sekelilingnya.

“Percayalah, orang-orang disekiling kita, merupakan orang yang membantu kita, yang menolong kita, yang mempengaruhi masa depan kita,” ujarnya.

Sementara, untuk penanggulangan Covid-19, Kapolda menyampaikan dalam paparannya melalui program strategi Preventif.

Yaitu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, serta optimalisasi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Laksanakan strategi penegakan disiplin dalam penanggulangan pandemi covid-19 dengan Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi yang baik bersama Instansi terkait, dalam Penegakan Disiplin Operasi Yustisi. Harapannya dapat menekan angka pertumbuhan covid-19, sehingga Kabupaten Magetan, menjadi Zona hijau,” pungkas Irjen Pol Nico Afinta.

Dalam kesempatan ini Kapolda Jatim memberikan reward kepada anggota penyintas Covid-19 di Polres Magetan, sebagai bentuk kepedulian Kapolda Jatim kepada anggotanya. (*)

Kasatlantas Polres Pasuruan Beri Reward Tukang Ojek Patuhi Prokes

PASURUAN – Rabu, 3 maret 2021, sekitar jam 09.30 WIB, tukang ojek yang biasa mangkal di simpang tiga Desa Blawi Kecamatan Rembang Kab. Pasuruan mendadak riuh. Pasalnya, Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Andhika Mizaldy Lubis SIK, yang didampingi oleh Kanit Dikyasa Ipda, Moneta Lestari, S.Tr. K. beserta beberapa anggota tiba-tiba menghampiri tukang ojek di pangkalan tersebut.

Pada tukang ojek, tanpa basa basi, Andhika langsung menegur beberapa orang yang kebetulan mangkal disitu karena kedapatan tidak mengenakan masker.

Setelah menegur, Andhika langsung memberikan masker kepada tukang ojek tersebut.

Kejadian yang awalnya membuat tegang para tukang ojek, sontak berubah menjadi tawa gembira dan riuh tepuk tangan.

Betapa tidak, Andhika memberikan bingkisan pada tukang ojek yang paruh pada protokol kesehatan

“Untuk bapak-bapak yang sudah tertib saya kasih hadiah. Mengingat sebentar bulan Ramadhan, nah ini saya kasih hadiah baju koko,” ujar kasatlantas disambut sorak sirsi tukang ojek yang memakai masker.

Lantas, AKP Andhika membagikan bingkisan yang terbungkus tas warna biru itu.

“Terima kasih komandan, mantab komandan, ini cocok. Yang salah diingatkan, yang sudah baik dikasih hadiah,” kata salah satu tukang ojek yang diberi hadiah.

Di sela sela kegiatan tersebut Andhika menyatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dan berkeliling ke seluruh wilayah hukum Polres Pasuruan dengan sasaran pelaku penyedia transportasi tradisional seperti becak dan ojek.

“Harapannya, kesadaran masyarakat terhadap prokes semakin tinggi agar pandemi ini cepat berlalu. Apalagi tukang ojek itu kan bersentuhan dengan banyak orang secara langsung, maka mereka sangat rentan terhadap covid ini. Semoga pandemi ini semoga cepat berakhir,” imbuhnya. (qomar)

Gelar Pagi Berkah, Satlantas Polres Pasuruan Kota Bagi Nasi Bungkus dan Masker

PASURUAN – Satlantas Polres Pasuruan Kota, telah melaksanakan membagikan nasi bungkus dan masker pada tukang becak dan pedagang keliling di kawasan jalan Raya Balaikota Kota Pasuruan, tepatnya di depan Kantor Satpas Tangguh Semeru.

Dijelaskan Kasatlantas, AKP Yudiyono, SH, Kegiatan yang digelar Rabu (3/02/2021) pagi ini bertujuan untuk meringankan beban kebutuhan hidup di masa pandemi covid-19 di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Tampak dalam kegiatan tersebut Kasat lantas bersam Perwira Satu lantas dan anggota Satlantas Pasuruan Kota.

“Kegiatan baksos ini bertujuan meringankan beban hidup tukang becak dan ibu-ibu pedagang keliling di masa pandemi covid-19 dan kepedulian Satlantas kepada masyarakat yang membutuhkan,” terang Kasatlantas. (tofa)

Pakar Hukum Sebut Kerumunan di Maumere Spontan, Tak Ada Unsur Pidana

JAKARTA – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Prof Agus Surono menyampaikan bahwa kerumunan massa di Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melintas adalah suatu hal yang spontan. Karena itu dia menilai peristiwa tersebut tidak ada unsur pidana.

Dalam keterangan tertulisnya,Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia ini menyebutkan,penyebab kerumunan harus dibedakan.

“Pada kunjungan Presiden kali ini masyarakat datang secara spontan dan tidak ada undangan secara resmi atau khusus,serta Presiden tetap mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker,”kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (2/3/21).

Agus melihat, masyarakat yang hadir adalah sebagai bentuk antusiasme ingin melihat dan berkomunikasi dengan Presiden Jokowi.

Apalagi, kunjungan Presiden ke daerah tersebut membawa perubahan positif.

“Saya kira ini bagian dari antusiasme masyarakat yang ingin melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan pimpinannya dan jarang terjadi,”jelas Prof Agus Surono.

Hal itulah menurut  Prof Agus Surono yang harus direspon positif,karena kehadiran Presiden untuk membawa perubahan di daerah tersebut.

Dia pun membandingkan kerumunan yang di Maumere dengan kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Dalam kerumunan di Petamburan, dia melihat ada suatu kesengajaan dengan suatu ajakan yang menimbulkan perbuatan melawan hukum.

“Berbeda dengan peristiwa yang terjadi di petamburan yang didahului unsur adanya suatu ajakan dan undangan secara khusus,” sebut Prof Agus.

Ditambahkan oleh Guru Besar Ilmu Hukum ini, peristiwa petamburan ada sebabnya dan ini yang harus dibedakan serta konsekuensi hukumnya berbeda.

“Jadi peristiwa di Maumere tidak bisa dikualifikasi masuk peristiwa pidana,”tegas Prof.Agus.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada saat kerumunan di Petamburan, Provinsi DKI Jakarta saat itu sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Artinya, ada unsur pelangggaran hukum sesuai ketentuan UU Kekarantinaan Kesehatan khususnya Pasal 93.

“Pasal 93 jelas tidak boleh adanya kerumunan dan menghalangi-halangi tindakan tertentu menjaga kekarantinaan dengan baik,karena pada situasi di Petamburan itu DKI Jakarta masih PSBB,” kata Prof.Agus.

Mengenai langkah penyidik Bareskrim Polri yang menolak laporan masyarakat soal kerumunan di Maumere, dia melihat hal tersebut suatu hal yang benar.

Sebab, memang tidak ada unsur pidana dalam peristiwa Maumere.

“Kepolisian mempunyai hak subjektif untuk memproses lebih lanjut atau tidak,jika tak ada perbuatan pidana maka tak perlu ada proses penyidikan,”jelas Prof. Agus.

Guru Besar Ilmu Hukum ini menjelaskan,jika laporan itu ada peristiwa pidana baru dilakukan proses penyidikan.
Itu pun nantinya bisa saja dihentikan kalau tak cukup bukti.

“Yang terjadi Maumere ini kan bukan peristiwa pidana karena tak ada kesalahan suatu ajakan dan melawan hukum,”ujar Prof.Agus.

Dalam kesempatan ini, dia pun mengimbau agar masyarakat bisa melihat suatu peristiwa secara utuh dan sesuai fakta.

Jika memang informasi yang diterima tak sesuai fakta, maka ia meminta masyarakat tak menyebarkannya ke media sosial.

“Kita harus pintar menyaring informasi yang berdasarkan fakta. Kalau tidak berdasarkan fakta jangan ditambahin. Fakta itu tidak bisa berubah, tidak bisa ditambah atau dikurangi,”tegasProf.Agus.

Saat ini, lanjut Prof. Agus, banyak hal yang jauh lebih penting untuk diselesaikan yakni salah satunya program vaksinasi agar Indonesia bisa terbebas dari virus COVID-19.

“Kita masih banyak PR ke depan apalagi masa pandemi. Kita harus mendorong pemerintah supaya vaksin segera terselesaikan untuk semua lapisan masyarakat. Ini yang lebih penting untuk Indonesia lebih maju,”pungkas Prof. Agus. (*)

Adu Moncong Beat vs Ertiga, 2 Remaja Asal Kanigaran Meninggal

PROBOLINGGO – Dua pemuda asal Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo yakni Sahrul Gunawan 25, dan Joko Liyono 17 meninggal seketika dalam kecelakaan di jalur pantura masuk Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Kecelakaan maut itu terjadi pada Selasa dinihari (2/3) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu Sahrul mengendarai motor Honda Beat N 5610 RQ membonceng Joko. Mereka melaju dari arah kota Probolinggo ke arah Kraksaan.

Sesampai di depan RSU Wonolangan, Dringu, Sahrul berniat menyalip mobil di depannya. Saat menyalip itulah, motor yang dikendarai korban masuk jalur berlawanan.

Pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil Suzuki Ertiga bernopol DK 1322 DN yang disopiri Pujo Trisusilo 45, warga Denpasar, Bali. Akibatnya, adu moncong antara Honda Beat dengan Ertiga pun tak bisa dihindari.

“Korban hendak mendahului kendaraan lain di depannya. Lalu masuk jalur lain, tapi saat bersamaan ada mobil dari arah berlawanan. Karena posisi korban sudah berada di jalur berlawanan, kecelakaan tidak bisa dihindari,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Nyoman Harayasa, Selasa (2/3).

Akibat kecelakaan tersebut, dua remaja tersebut meninggal di lokasi. Sementara sopir Ertiga hanya alami syok.
“Pengendara motor meninggal di lokasi akibat luka parah dibagian kepala. Kedua kendaraan pun mengalami rusak parah,” pungkas Kanit Laka. (qomar)

Hadiri Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Khofifah Puji Pencapaian Banyuwangi

BANYUWANGI – Pujian atas prestasi Pemkab Banyuwangi dalam sepuluh tahun terakhir disampaikan langsung Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri sertijab Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Sugiri melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa (2/3/2021) malam. 

Menurutnya Pemkab Banyuwangi mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata Provinsi Jatim. Hal ini disebabkan pesatnya perkembangan sektor pariwisata maupun dalam bidang UMKM.

“Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi ini 5,55 persen. Angka ini lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,52 persen. Tentu prestasi ini tak lepas dari perkembangan sektor pariwisata dan UMKM yang menjadi unggulan Banyuwangi,” kata Khofifah. 

Dari aspek tingkat pengangguran terbuka, Khofifah juga menyebutkan nilai Banyuwangi sebesar 5,34 persen atau lebih rendah dari Jatim sebesar 5,84 persen. Selain itu jika dilihat dari aspek peta kemiskinan tahun 2020, Banyuwangi mencatat 8,06 persen di bawah capaian Provinsi Jatim 11,09 persen.

Khofifah juga mengingatkan, perlunya peningkatan digitalisasi Banyuwangi. Salah satunya dengan memberdayakan UMKM untuk masuk ke pasar online dan masuk ke proses e-commerce atau perdagangan via online. 

Namun dengan sederet prestasi bidang ekonomi yang ditunjang sektor pariwisata itu, Khofifah meminta Bupati Banyuwangi agar semakin meningkatkan prestasi yang sudah dicapai dalam 10 tahun terakhir.

“Saya yakin Ibu Bupati ini tidak akan kesulitan karena punya top mentor (Suaminya, Abdullah Azwar Anas) yang berpengalaman membangun Banyuwangi,” jelasnya. 

Khofifah juga meminta pengembangan pariwisata di kawasan Selingkar Ijen yang juga merupakan kawasan Banyuwangi, agar pembangunannya lebih dioptimalkan.

“Selingkar Ijen ini meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Namun banyak juga wisatawan yang memilih ke Ijen dari Banyuwangi. Ini bisa menjadi potensi besar pariwisata Banyuwangi agar bisa lebih unggul di bidang ekonomi dan pemberdayaan UMKM,” pungkasnya. (sgt)

Hasil Rapid Test Antigen, Tak Ada Warga Positif Covid dalam Kerumunan Jokowi di NTT

JAKARTA – Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Edmon Bura mengungkapkan tak ada warga yang terpapar Covid-19 dalam kerumunan kunjungan PresidenJoko Widodo (Jokowi) pada Selasa (23/2) lalu.

Tim Tracing Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka telah melakukan pemeriksaan rapid test antigen kepada 109 warga di lima titik kerumunan Jokowi akhir pekan lalu.

“Untuk hasilnya semua negatif, dan tadi pagi sesuai arahan Pak Bupati untuk lima hari berikut itu dilakukan lagi tesnya. Untuk orang yang sama atau orang yang berbeda itu nanti kami koordinasikan dulu dengan tim tracing,” kata Edmon saat dihubungi Selasa (2/3/2021).

Edmon mengatakan pihaknya telah menggerakkan lima tim di titik-titik yang menjadi lokasi kerumunan. Pertama dimulai dari depan gapura bandara sekitar Hotel Permata Sari sampai SPBU Waioti dengan 18 warga.
Kedua, dari SPBU Waioti sampai Terminal Lokaria sebanyak 24 warga. Ketiga, wilayah Terminal Lokaria sampai dengan Pasar Geliting sebanyak 22 warga. Keempat, Pasar Geliting hingga Waigete-Nangahale sebanyak 22 warga, dan titik terakhir di pertigaan Nangahale hingga Bendungan Napun Gete sebanyak 23 warga.

“Kami interview warga yang disitu, dari spot yang ada, ada beberapa pertanyaan kalau detailnya Satgas ya yang tahu. Kemudian warga ditanya kesediaan diambil sampelnya,” ujarnya.

Selain melakukan tracing, Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, kata Edmon, juga mempersilahkan warga yang berada di kerumunan untuk mendatangi Puskesmas terdekat. Para warga bisa meminta rapid test antigen secara gratis.

“Tracing tetap dilakukan di puskesmas masing-masing. Nanti ada tambahan pertanyaan, apakah ikut berkerumun atau tidak saat kunjungan presiden,” katanya.

Sebelumnya, kerumunan warga terjadi ketika Jokowi mengunjungi Kabupaten Sikka, NTT, pada Selasa (23/2). Momen kerumunan warga menyambut Jokowi itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyampaikan kerumunan saat Jokowi kunjungan kerja ke NTT merupakan bentuk antusiasme warga setempat. Bey menyebut masyarakat sudah menunggu rombongan presiden di pinggir jalan. (tim)