Home Blog Page 1831

Hasil Rapid Test Antigen, Tak Ada Warga Positif Covid dalam Kerumunan Jokowi di NTT

JAKARTA – Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Edmon Bura mengungkapkan tak ada warga yang terpapar Covid-19 dalam kerumunan kunjungan PresidenJoko Widodo (Jokowi) pada Selasa (23/2) lalu.

Tim Tracing Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka telah melakukan pemeriksaan rapid test antigen kepada 109 warga di lima titik kerumunan Jokowi akhir pekan lalu.

“Untuk hasilnya semua negatif, dan tadi pagi sesuai arahan Pak Bupati untuk lima hari berikut itu dilakukan lagi tesnya. Untuk orang yang sama atau orang yang berbeda itu nanti kami koordinasikan dulu dengan tim tracing,” kata Edmon saat dihubungi Selasa (2/3/2021).

Edmon mengatakan pihaknya telah menggerakkan lima tim di titik-titik yang menjadi lokasi kerumunan. Pertama dimulai dari depan gapura bandara sekitar Hotel Permata Sari sampai SPBU Waioti dengan 18 warga.
Kedua, dari SPBU Waioti sampai Terminal Lokaria sebanyak 24 warga. Ketiga, wilayah Terminal Lokaria sampai dengan Pasar Geliting sebanyak 22 warga. Keempat, Pasar Geliting hingga Waigete-Nangahale sebanyak 22 warga, dan titik terakhir di pertigaan Nangahale hingga Bendungan Napun Gete sebanyak 23 warga.

“Kami interview warga yang disitu, dari spot yang ada, ada beberapa pertanyaan kalau detailnya Satgas ya yang tahu. Kemudian warga ditanya kesediaan diambil sampelnya,” ujarnya.

Selain melakukan tracing, Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, kata Edmon, juga mempersilahkan warga yang berada di kerumunan untuk mendatangi Puskesmas terdekat. Para warga bisa meminta rapid test antigen secara gratis.

“Tracing tetap dilakukan di puskesmas masing-masing. Nanti ada tambahan pertanyaan, apakah ikut berkerumun atau tidak saat kunjungan presiden,” katanya.

Sebelumnya, kerumunan warga terjadi ketika Jokowi mengunjungi Kabupaten Sikka, NTT, pada Selasa (23/2). Momen kerumunan warga menyambut Jokowi itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyampaikan kerumunan saat Jokowi kunjungan kerja ke NTT merupakan bentuk antusiasme warga setempat. Bey menyebut masyarakat sudah menunggu rombongan presiden di pinggir jalan. (tim)

Puting beliung Terjang Desa Mojokambang

JOMBANG –Hujan deras di barengi angin kencang melanda dusun Mojotengah Desa Mojokambang kecamatan Bandar Kedungmulyo- Jombang, Selasa, 2 Maret 2021.

Akibat dari kejadian tersebut, banyak pohon tumbang, dan beberapa atap rumah warga hancur dan sebagian melayang.

Kepala desa Mojokambang, Naning Setiowati, mengharapkan warga untuk selalu waspada, terutama jika waktu hujan, juga untuk menghindar dari pepohonan yang rindang.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dengan kejadian tersebut dari muspika setempat, terutama dari pihak Kepolisian Sektor Bandar Kedungmulyo- langsung mengadakan patroli dan melakukan pengecekan ke kokasi kelokasi.

Adi Sucipto, kepala dusun Mojotengah menuturkan jika kejadian tersebut terjadi secara tiba tiba, dengan diawali hujan yang sangat lebat.

” Yang penting masyarakat selamat mas, dan semoga musibah ini tidak terjadi lagi”, Ujar Adi Sucipto. (Supri)

Pisah Kenang Mahasiswa IAIN Jember Di Desa Buwek

LUMAJANG — Sebanyak 19 mahasiswa IAIN Jember, setelah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di desa Buwek kecamatan Randuagung, malam ini, Selasa, 2 Maret 2021, mengadakan tasyakuran sekaaligus perpisahan dengan masyarakat.

Acara yang dikemas dalam pisah Kenang tersebut mendapat sambutan dari berbagai kalangan masyarakat dan pejabat setempat.

Nampak hadir dalam acara tersebut kepala desa Buwek Riza Alhilala, Babinsa, bhabinkamtibmas juga tokoh masyarakat maupun pemuda.

Dalam sambutannya , kepala desa Buwek menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para mahasiswa, sekaligus mengucapkan salam perpisahan.

Disampaikan juga, untuk desa Buwek selalu terbuka bagi para mahasiswa IAIN Jember yang akan melakukan berbagai kegiatan, baik untuk studi lapang, pengenalan program kampus ataupun KKN.

” Banyak manfaat bagi kami dengan kehadiran adik adik mahasiswa, semoga semua ada manfaat yang positif bagi kita semua”, Ujar Riza.

Salah satu mahasiswa menyampaikan terimakasihnya, atas diterimanya mereka bersosialisasi dengan masyarakat, sehingga mereka banyak belajar banyak tentang kehidupan nyata di masyarakat Buwek.(Asil)

Kapolres Lumajang Bagikan 6500 liter Air Bersih Kepada Warga Biting

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melaksanakan bakti sosial berupa pembagian air bersih kepada masyarakat korban banjir di wilayah Desa Bondoyudo dan Desa Selokbesuki Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, hari Selasa (2/3/2021) pukul 09.00 Wib.

Pada kegiatan air bersih ini Kapolres Lumajang mengerahkan personil Satsabhara bersama dengan kendaraan water canonnya yang mengangkut air bersih sebanyak 6500 liter untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih di wilayah terdampak banjir.

Sasaran yang pertama di Desa Bondoyudo sebanyak 50 KK, dengan menggunakan jurigen atau ember masyarakat mendatangi kendaraan water canon yang parkir di Jalan Lintas Timur karena tidak dapat masuk ke perkampungan mengingat jalan yang sempit.

Kepala Desa Bondoyudo Sdr. Edi Hariyanto atas nama warga Bondoyudo menyampaikan terimakasih kepada jajaran Polres Lumajang yang telah memberikan air bersih untuk warga.

“Saya atas nama warga Bondoyudo menyampaikan terimakasih kepada jajaran Polres Lumajang terutama Bapak Kapolres dimana beliau sangat peduli terhadap keadaan bencana banjir, dimana masyarakat sangat membutuhkan bantuan terutama air bersih karena sumur warga saat ini kotor.” ujar Edi

Setelah Desa Bondoyudo giliran Desa Selokbesuki yang menerima air bersih dari Polres Lumajang. Sebanyak 96 KK sangat antusias sekali menyambut kedatangan kendaraan water canon yang mengangkut air bersih. Secara bergantian warga membawa ember atau jurigen untuk mengambil air bersih.

Pj Kades Selokbesuki Sdr. Wahyu Hidayat juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Lumajang atas bantuan air bersih yang diterima warganya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Lumajang atas bantuan air bersih yang diterima warga Desa Selokbesuki semoga apa yang diberikan oleh Bapak Kapolres mendapat balasan dari Allah dengan segala keberkahan. Sekali lagi terimakasih.” ujar Wahyu

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti menyampaikan harapannya semoga air bersih ini dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air minum, memasak atau mencuci. Nantinya akan disalurkan terus jika masyarakat masih membutuhkan mengingat sumur warga masih kotor pasca terjadinya banjir.

“Semoga air bersih ini dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air minum, memasak atau mencuci dan akan disalurkan terus jika masyarakat masih membutuhkan mengingat sumur warga masih kotor pasca terjadinya banjir, nanti malam insyaAllah akan dilanjutkan ke wilayah Kutorenon.” tutur AKBP Eka *

Biro Lumajang.

Klenik Dibalik Terjangan Banjir Bondoyudo Tenggelamkan Bumi Arya Wiraraja

LUMAJANG — Bencana banjir dari aliran sungai Bondoyudo menerjang pemukiman warga yang berada di area Perumahan Biting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/02/2021).

Tak ada yang menyangka luapan air sungai Bondoyudo tersebut akan menerjang wilayah situs Biting yang diduga peninggalan masa Hindu, Buddha dan Mataram Islam.

Waridi (84) warga Lumajang yang lagi melihat lihat tumpukan lumpur sisa banjir di dekat makam, menyebut banjir kali ini sangat aneh dan mengagetkan.

“Aneh dan sangat mengagetkan. Tak pernah daerah sini diterjang banjir sedemikian dahsyatnya. Pertanda apa ini?” kata Waridi kepada media ini.

“Mungkin dengan kejadian ini mengingatkan kita semua untuk tidak melupakan kearifan lokal, disini kan ada situs biting mas,” tutur dia sambil menyandarkan sepeda ontelnya di tembok makam, Selasa (02/03/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun, wilayah ini terdapat Situs Biting berada di kawasan seluas 135 hektar, yang semula merupakan lahan milik penduduk. Sekitar 12,5 hektar dikuasai Perum Perumnas dan telah dibangun 459 rumah di atas lahan 10 hektar.

Arkeolog dan sejarawan Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, menduga Situs Biting berasal dari dua masa pemerintahan: masa Hindu-Buddha hingga Mataram Islam. Sesuai dengan bahasa lokal, biting berarti benteng. Di areal seluas 2-4 hektar terlihat struktur bata membentuk benteng.

Ada beberapa kemungkinan sejarah terkait dengan Situs Biting, antara lain peninggalan Arya Wiraraja, tokoh pengatur strategi yang diberi kekuasaan Raden Wijaya—Raja Majapahit—di wilayah Jawa bagian timur, yaitu Lamajang (sekarang Lumajang) pada masa awal pemerintahan Majapahit atau era pemerintahan Hindu-Buddha (abad ke-14).

”Dilihat dari bangunan dan kisah sejarah masa lalunya, diduga Situs Biting itu wilayah kedaton atau kerajaan dari Arya Wiraraja, apalagi dikelilingi benteng yang menjaga istana itu,” ujarnya. (tim).

Kades Kemaduh, Dorong Warganya Ikut Donor Darah

NGANJUK — Donor darah merupakan Kegiatan sosial kemanusiaan yang sangat mulia dan patut di ikuti oleh orang yang memang memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan kemanusiaan tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di kantor desa Kemaduh Kecamatan Baron dilaksanakan secara rutin tiap tiga bulan sekali tersebut, mendapat tanggapan positif dari berbagai elemen, baik itu warga masyarakat juga beberapa pejabat setempat ikut berpartisipasi.

Kepala desa Kemaduh Hawwyn Duta.S, S.Pd.I, menyampaikan jika dalam setiap kegiatan donor darah, didesanya diikuti tidak kurang dari tiga puluh pendonor, termasuk dirinya yang selalu aktif donor darah.

Menurutnya, kegiatan donor darah tersebut, disamping menjaga kesehatan juga merupakan pembelajaran bagi setiap umat manusia untuk selalu berempati terhadap sesamanya, terutama hal yang menyangkut keselamatan orang lain.

Dari para peserta atau pendonor darah terdiri dari berbagai unsur yaitu warga setempat, beberapa anggota Polsek , anggota Koramil juga pegawai kecamatan Baron.

Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh PMI Nganjuk tersebut, harus kita support dan sukseskan, Ujar Hawwyn Duta.

Ditegaskan pula, disamping mengemban amanat dari warga, menjalankan roda pemerintah desa, juga tidak melupakan aktifitas sosial, apalagi hal yang dilaksanakan merupakan tanggungjawab moral bagi semua.

Juga diingatkan kepada warga masyarakat, dalam massa transisi, dari PANDEMI untuk tetap selalu menjaga protokol kesehatan.

“Saya tekankan kepada warga masyarakat saya terutama, untuk selalu memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak”, tegas Hawwyn. (Anwar sinurat)

Bojonegoro Jadi Tempat TMMD ke-110 di Jawa Timur

BOJONEGORO – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (2/3/2021) membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110, Tahun Anggaran 2021, di pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, dan Pejabat Utama Polda Jatim.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, menyampaikan dengan pendekatan TMMD, kita bisa memecahkan masalah.

“Ini adalah suatu semangat, dan berfikir untuk pasti bisa, tidak mengincar semua harus perfect, tapi harus lebih baik,”ujar Emil.

Sementara, dalam sambutannya Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto memaparkan, hari ini telah dilakukan secara serentak pembukaan TMMD di beberapa wilayah di Jawa Timur, selain di Bojonegoro ada di Bondowoso, Sumenep, dan di Pacitan.

Bojonegoro dianggap tempat yang strategis, disamping anggarannya juga yang paling besar nilai proyeknya, sehingga sebagai penghargaan maka Forkopimda Jatim hadir secara langsung.

Selain itu, TMMD ini biasanya selalu di programkan kerja sama sinergitas, antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta unsur stakeholder terkait di wilayah.

Dulu namanya ABRI Masuk Desa, tapi setelah Polri berpisah, namanya menjadi TMMD, namun sebetulnya pelaksanaannya dilapangan tidak berubah, masih dilaksanakan oleh personil TNI dan personil Polri, serta pemerintah daerah.

“Ini perlu saya sampaikan, jangan sampai kesannya ini seolah – olah adalah program Tentara Nasional Indonesia semata.Pada tahun 1980 itu namanya ABRI masuk desa,” tegasnya.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya menegaskan, perencanaan TMMD ini dilakukan dari bawah ke atas.

Diharapkan sasaran fisik yang susah dikerjakan oleh pemerintah daerah, karena terpencil dan anggaran terbatas, ini bisa dikerjakan oleh TMMD. (*)

Ayam Pencok, Kuliner Tradisional Masyarakat Grobogan

GROBOGAN – Ayam pencok merupakan kuliner tradisional asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Enaknya kuliner ini diriwayatkan tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia.

Ayam pencok adalah olahan ayam kampung yang dibakar merata di atas bara api dengan durasi lama.

Konon, dahulu ayam pencok menjadi salah satu menu sajian ritual kepercayaan maryarakat bagian timur Kabupaten Grobogan.

Identitas ayam pencok pun perlahan kian meredup. Hanya tersisa segelintir warung makan yang bertahan menjajakan penganan unik nan lezat ini.

Salah satunya warung makan “Mbok Soem” di Dusun Bungas, Desa Sulursari, Kecamatan Gabus yang juga menawarkan masakan khas peninggalan leluhur ini.

Butuh kesabaran ekstra menyusul proses pemanggangan ayam, untuk bisa menikmati seporsi ayam pencok.

Proses masak ayam pencok butuh waktu sekitar satu jam. Pembakaran ayam tidak sembarangan. Jarak ayam dengan arang panas sekitar 15 sentimeter.

Hasilnya pun tak perlu diragukan. Daging ayam terasa sangat empuk, pun demikian juga dengan bumbu khas jawa yang merasuk hingga ke tulang.

Tidak selazimnya ayam panggang yang dihidangkan dengan oplosan bumbu legit, ayam pencok justru menghilangkan cita rasa seperti itu.

Ayam pencok berasa renyah dan gurih atas peran dari ramuan bumbu rahasia warisan leluhur. (birojateng)

PMI Siap Distribusikan Kantong Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 di Indonesia

JAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) sudah mendistribusikan 21.130 kantong plasma konvalesen tidak hanya ke kota-kota besar saja, tetapi hingga ke Jayapura, Papua.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, dr Linda Lukitari Waseso, dalam telekonferensi pers di Jakarta, Snin (01/03/2021).

Ia mengungkapkan, persediaan plasma konvalesen di PMI masih bisa memenuhi kebutuhan pasien COVID-19 di seluruh Indonesia.

Ditambahkannya, permintaan plasma konvalesen juga makin berkurang seiring dengan menurunnya kasus aktif COVID-19. Namun, PMI saat ini masih kekurangan stok plasma konvalesen dengan golongan darah AB.

“Dua minggu lalu kita itu kebutuhannya harus menunggu sampai 2-3 hari. Kalau saat ini satu hari sudah bisa kita penuhi, karena daftar tunggunya sudah mulai berkurang. Stok (plasma konvalesen) darah tanggal 28 Februari kemarin itu ada 636 kantong,” ungkapnya, dikutip dari VOA.

Dalam kesempatan itu, Linda juga mengingatkan pasien dan keluarga pasien COVID-19 bahwa permintaan donor plasma konvalesen harus disertai dengan rekomendasi dari dokter yang merawat pasien COVID-19. Ia merujuk pada permintaan plasma konvalesen dari keluarga yang banyak diunggah di media sosial,

“Tidak bisa seperti itu. Jadi ada formulir permintaan dari dokter yang merawat, sehingga dengan adanya fomulir itu, PMI baru bisa memberikan plasma konvalesen. Tidak bisa datang ke PMI, dengan bawa pendonornya, ‘ini saya butuh plasma, ini pendonornya, itu tidak bisa’,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penelitian Translasional dan Kepala Laboratorium Hepatitis Lembaga Eijkman, Prof David Handojo Muljono menjelaskan pemberian plasma konvalesen kepada pasien COVID-19 harus diberikan sedini mungkin.

“Timing ini penting. Timing itu artinya harus dini dalam arti waktu tapi juga dari arti penyakit. Penyakitnya jangan tunggu terlambat, tapi sedang yang mengarah ke berat itu sudah seyogyanya diberikan. Dengan demikian khasiat yang diinginkan dari plasmanya bisa berguna betul,” ungkap David. (*)

Sumber : VOA

Diterjang Lahar Semeru, Jembatan Penghubung di Lumajang Terputus

0

LUMAJANG – Jembatan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terputus, setelah diterjang derasnya aliran banjir lahar dingin Gunung Semeru, Minggu (28/2/2021).

Jembatan penghubung Desa Gesang di Kecamatan Tempeh dan Desa Sememu di Kecamatan Pasirian, terputus, akibat derasnya aliran sungai yang dialiri banjir lahar dingin Semeru.

“Akibat hujan seharian, aliran lahar dingin Gunung Semeru menyebabkan beberapa jembatan ada yang putus dan retak, ini jembatan yang ada di Desa Gesang yang menghubungkan Kecamatan Tempeh dan Pasirian terputus,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat meninjau lokasi putusnya jembatan penghubung di Lumajang, Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, pembangunan jembatan akan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, karena jembatan tersebut tidak hanya penghubung dua kecamatan. Namun juga menjadi akses perekonomian masyarakat sekitar.

“Tentu itu akan menjadi prioritas untuk segera kami selesaikan, ini pondasinya sudah rapuh dan mengkhawatirkan,” tuturnya.

Sementara itu, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, terpantau mulai surut. Sebagian warga, yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, untuk membersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya.

“Sudah mulai surut, warga sebagian masih ada di pengungsian, sebagian ada warga yang memilih bersih-bersih rumah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, saat meninjau lokasi banjir di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.

Wilayah yang terendam banjir, bukan wilayah langganan banjir. Sehingga warga tidak ada persiapan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat luapan sungai sekitar. Dari laporan yang diterima, banyak warga menderita kerugian material seperti ternak.

“Dari laporan sementara yang saya terima pagi ini, sangat banyak kerugian materil yang diderita oleh warga. Ada belasan ekor kambing yang mati, dan ayam tentu sudah ratusan ekor,” pungkasnya. (tim)