Home Blog Page 185

Ada Bunga Desa, Ada Donor Darah

0

Jember, GempurNews — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus berpartisipasi dalam program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember “Bunga Desaku” atau Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan. Pada acara Apel Kebangsaan yang dipusatkan di Lapangan Wunguan, Kecamatan Kencong, pada hari Sabtu, 22 November 2025, PMI Jember memfokuskan kegiatannya pada aksi sosial seperti Donor Darah dan layanan ambulan gratis.

Dari pantauan dilokasi, mobil Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember tampak dipenuhi oleh masyarakat yang saat itu menghadiri acara apel kebangsaan. Dengan silih berganti mereka bergantian memeriksakan kesehatannya sebelum menuju tahap berikutnya yakni donor darah diatas bus yang telah disiapkan.

Aksi kemanusiaan donor darah di kecamatan kencong mendapat pendampingan langsung dari jajaran pengurus PMI Kabupaten Jember seperti Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd., didampingi oleh Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Evyan Efendi, serta Wakil Ketua PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat desa kraton ini untuk menyemarakkan Apel Kebangsaan, yang paling utama adalah memberikan kesempatan bagi warga Kencong dan sekitarnya untuk melakukan donor darah karena setetes darah yang disumbangkan sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa sesama,” ujar Zainollah.

Kehadiran PMI Jember tersebut untuk mendukung program pemerintah kabupaten jember meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah bagi kesehatan tubuh. Dan kegiatan aksi donor darah tersebut akan selalu hadir di setiap acara bunga desa.(son)

Angin Kencang Sapu Sumberejo, Polsek Purwosari Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

0

PASURUAN – Angin berintensitas tinggi yang disertai hujan gerimis menyebabkan atap galvalum sebuah rumah di Dusun Rejoso RT 40 RW 05, Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, tersingkap dan menimpa atap rumah di sebelahnya, Sabtu siang (22/11/2025).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.55 WIB setelah wilayah Purwosari dilanda angin kencang sejak pukul 12.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik rumah bernama Sukarji Bintoro (57) dan istrinya Budiarti (46) mengalami kerugian material sekitar Rp1.500.000.

Kapolsek Purwosari IPTU Dr. Santy Wijaya, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut dan menyebut anggotanya langsung turun ke lokasi. “Begitu menerima laporan, kami segera mengerahkan personel untuk melakukan pendataan dan memastikan kondisi warga yang terdampak,” ujarnya.

Petugas gabungan yang datang ke lokasi terdiri dari tiga personel Polsek Purwosari, satu personel Koramil Purwosari, satu anggota Satpol PP Kecamatan Purwosari, serta perangkat Desa Sumberrejo. Mereka melakukan pendataan, pengecekan bangunan, dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Kapolsek menambahkan bahwa rumah warga lain juga dicek untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan lanjutan. “Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan perangkat desa untuk memeriksa rumah-rumah yang rawan terdampak angin puting beliung,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi laporan palsu atau penggalangan dana fiktif yang memanfaatkan situasi bencana. “Kami prediksi bisa saja ada oknum yang mengaku sebagai korban demi mendapatkan bantuan. Masyarakat kami imbau tetap waspada,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek merekomendasikan pembentukan tim tanggap bencana di setiap desa yang dapat bekerja sama dengan Tiga Pilar Kecamatan Purwosari guna mempercepat respons apabila terjadi bencana serupa.

Pengukuhan Pengurus IKMAL JAYA Masa Bakti 2025 -2030 : Siap Bersinergi Membangun Kemajuan Pemalang

0


Gempurnews | Pemalang – Ikatan Masyarakat Pemalang Jaya (IKMAL JAYA) resmi mengkukuhkan pengurus baru untuk masa periode 2025 – 2030 yang dihadiri Kepala Kesbangpol Kabupaten Pemalang, (Bagus Sutopo,) Kepala Disnaker Pemalang,( Umroni), Ketua Ikmal Jaya ( Abdul Khalim), Camat Belik, Staf Ahli DPR RI, Perwakilan Disparpora Pemalang, dan para pengurus Ikmal Jaya dan Jajarannya, di Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Pemalang. Sabtu (23/11/25) pagi.

Ketua Umum Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL) Jaya periode tahun 2025-2030 Abdul Khalim mengatakan, pengukuhan dirinya sebagai ketua umum IKMAL Jaya atas dasar data akta notaris maupun SK dari Kementerian.

Hal ini ia katakan usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum IKMAL Jaya masa bakti 2025-2030, di balai rakyat DPRD Kabupaten Pemalang, Sabtu 22 November 2025.

“Makna dari pengukuhan ini supaya keberadaan kita diakui oleh Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Ia pun menanggapi terkait adanya dualisme IKMAL, menurutnya itu merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi, yang terpenting semua bisa berbuat hal yang terbaik untuk Kabupaten Pemalang.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika organisasi IKMAL Jaya yang sekarang ia pimpin merupakan organisasi yang sah.

Ini saya dan teman teman juga melakukan proses sesuai dengan alur organisasi dan kita sekarang sudah di kukuhkan sebagai pengurus Ikmal Jaya periode 2025 -2030. “ujarnya.

Abdul Khalim juga mengatakan jika IKMAL Jaya merupakan organisasi sosial sebagai contoh dalam pengukuhan ini juga ada sentuhan ke anak yatim dan sebelumbya Ikmal Jaya juga sering melakukan kegiatan sosial diberbagai tempat.

Menurutnya program organisasi Ikmal Jaya sekarang lebih fokus ke sentuhan sosial seperti bedah rumah tidak layak maupun membantu para petugas kebersihan.

Dan program Ikmal Jaya kedepannya akan mengundang para investor ke Pemalang dan itu pastinya ada hubungan dengan birokrasi serta berkerjasama dengan Pemerintah daerah. “tutupnya. (yn26)

Baru Ditemukan 1 Korban Longsor Banjarnegara, 17 Masih Hilang

0

BANJARNEGARA – Ditemukan 1 dari 17 orang korban longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, setelah 7 hari dilakukan evakuasi dengan menggunakan alat berat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono. Ia mengatakan korban longsor masih ada 17 orang lagi yang belum diketemukan.

Satu korban ditemukan dengan kedalaman kurang lebih 3 meter dalam keadaan meninggal dunia.

Tim SAR gabungan saat ini masih terus melakukan
pencarian dengan semaksimal mungkin dengan harapan korban seluruhnya akan segera ditemukan.

“Data seluruhnya bahwa yang ditemukan 11 kemudian dalam pencarian untuk saat ini 17 orang,” ucapnya.

Budiono menambahkan kondisi tanah yang gembur dan labil menyulitkan evakuasi dari Tim SAR gabungan.

“Iya, masih sama untuk kendala tanah hingga saat ini kondisinya masih labil. Karena memang hari kemarin diguyur hujan hingga malam hari hingga pagi tadi masih gerimis sehingga tekstur tanah masih gembur dan rawan akan longsor susulan,” tambahnya.

Ia memaparkan hampir setiap hari terjadi longsor susulan pasca hujan lebat.

“Jadi setiap hari bahkan hampir terjadi longsor susulan. Apalagi setelah terjadi hujan yang lebat dan cukup lama itu pasti terjadi longsor susulan dan itu rekan-rekan hampir semua wilayah yang terdampak itu terjadi apabila hujan lebat maka rekan-rekahan itu akan terisi air sehingga akan menambah beban berat terhadap tanah sehingga akan rawan longsor susulan,” sambungnya. **

Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Demokrat,Iwan Setiawan,S.E. Gelar Reses Masa Persilangan ke-III

0

Cimahi,Sabtu(22/11/2025)
Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai Demokrat Iwan Setiawan, SE Dapil 1 Cipageran – Citeureup digelar di Halaman Rumah Aspirasi ABS (Agung Budi Santoso).Kegiatan Reses tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu,(22/11/2025).
Dalam menyampaikan pemaparannya Iwan Setiawan menyampaikan bahwa pelaksanaan Reses digelar setiap 4 Bulan sekali,yang didalamnya berisikan penyampaian aspirasi untuk kebutuhan masyarakat atau kelompok bukan atas nama kebutuhan pribadi.
“Hari ini saatnya masyarakat mengajukan aspirasinya,keluhan atau curhatan untuk kemajuan wilayahnya,baik berupa pembangunan fisik ataupun pembangunan Non fisik, bahkan kami dari Partai Demokrat punya Rumah Aspirasi yang setiap saat bisa dikunjungi untuk menyampaikan aspirasi. Atau ada hal yang darurat yang perlu penanganan segera,”ungkap Iwan Setiawan.

Berbagai ajuan dan masukan disampaikan oleh para peserta Reses, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Penerangan Jalan (PJU) dan yang paling menarik disoroti adalah mengenai pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terhadap pasien BPJS yang dinilai lamban bahkan buruk.
Menurut keterangan beberapa peserta Reses menyampaikan, perihal yang sama bahwa pelayanan RSUD Cibabat dinilai buruk, bahkan ada pasien yang sampai meninggal di rumah sakit akibat hasil diagnosa lambat yang otomatis berpengaruh terhadap tindakan lanjutan pasien.
Sementara Iwan menegaskan apabila ada pasien yang belum dirawat karena keterbatasan kamar ruang Inap, ia berjanji akan mencarikan solusi supaya pasien tersebut bisa dirawat.
“Kalau untuk RSUD Cibabat pihak kami berani mendobraknya, karena itu rumah sakit pemerintah, berbeda dengan Rumah sakit Swasta, bahkan walikotapun secara langsung sudah memberi peringan keras kepada petugas kesehatan yang tidak berlaku baik untuk pelayanan pasien” katanya.
Iwan pun meminta maaf kepada para peserta reses saat ini anggota DPRD hanya bisa menampung dan medorong aspirasi masyararakat supaya secepatnya direalisasikan.
“Walaupun saya di Komisi I Bidang Pemerintahan, dengan mitra kerja berbeda, untuk bidang Pendidikan dan kesehatan ada di Komisi IV,Kami sebagai Anggota DPRD Kota Cimahi yang memiliki fungsi diantaranya menampung dan mendorong Aspirasi,jadi walaupun beda mitra kerja,saya akan pastikan bahwa semua aspirasi yang kami serap akan direalisasikan secepatnya ditahun 2025 mendatang
” Pungkas Iwan Setiawan.

Achmad Syafei

Mangga Kota Probolingo untuk Indonesia, Perkuat Identitas Sekaligus Tingkatkan Perekonomian dan Pariwisata

0

PROBOLINGGO,
Suasana meriah mewarnai Kota Probolinggo, Sabtu (22/11) pagi, tepatnya di Jalan Dr Soetomo. Setelah beberapa saat diguyur hujan 2 Gunungan Mangga diarak dari pertigaan Jalan Dr Soetomo (Plaza Probolinggo) menuju GOR Ahmad Yani dengan iringan musik Duk – Duk dan Macanan.

Sementara di lapangan basket GOR Ahmad Yani telah disulap menjadi venue Pesta Mangga Kota Probolinggo Tahun 2025. Hiasan bernuansa mangga semakin menyemarakkan suasana. Disana sudah tersaji ribuan mangga dari berbagai jenis, baik dalam pameran, kontes, dan penjualan mangga murah. Ada juga bazar olahan pertanian dan perikanan.

Mengusung tema ‘Mangga Kota Probolinggo Untuk Indonesia’, Pesta Mangga Tahun 2025 berlangsung 2 hari, 22 – 23 November 2025 mulai pukul 08.00 WIB – selesai. Pesta Mangga juga diisi Kirab Gunungan Mangga, Pameran dan Bazar, Pelatihan Olahan Mangga, Talk Show Mangga, Lomba Logo Probolinggo Kota Mangga dan Anggur oleh siswa – siswi SMP Negeri dan Swasta Kota Probolinggo, Lomba Mangga Terbesar, Termanis, Terunik yang terbagi dalam 2 kategori : kategori antar kabupaten/kota, dan kategori antar kelurahan se- Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bangga dan mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Pesta Mangga tahun kedua ini. “Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan, peserta, komunitas, serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam memeriahkan Pesta Mangga Tahun 2025. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga,” ujarnya.

Menurut wali kota, pada kesempatan ini festival atau pesta mangga kedua yang diadakan ada yang baru. Yakni, Kota Probolinggo berani mengundang daerah sekitar. Dan, yang hadir 3 utusan yakni, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Karangasem.

“Akan kita lakukan festival yang lebih besar lagi, kita akan undang seluruh Indonesia, tentu dengan persiapan yang lebih matang sehingga menjadi pesta mangganya Indonesia, ‘Indonesia Mango Festival’,” tegasnya.

Ya, mangga adalah salah satu produk buah nasional yang membanggakan dan bisa menjadi produk unggulan Indonesia jika terus dikembangkan. Wali kota pun mengaku kaget saat berkunjung ke stand-stand karena banyak sekali jenis mangga. Seperti Mangga Arum Manis, Mangga Manalagi, Mangga Irwin, Mangga Brazil, Mangga Pisang, Mangga Anggur, Mangga Kopyor dan lain – lain.

“Ada sekitar 20 jenis mangga. Nah tadi ada lomba mangga terberat atau terbesar, mangga termanis, mangga terunik, ini menandakan selain banyak jenisnya, mangga Probolinggo juga bisa diunggulkan dalam kualitas rasa manisnya yang sudah terkenal seantero nusantara,” tutur Dokter Aminuddin.

Ditemui usai kegiatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati menjelaskan, kegiatan ini diadakan pada bulan November bertepatan dengan musim panen mangga, dengan tujuan membangkitkan kembali Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga.

“Selain itu, tujuan lainnya untuk meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah, serta menambah pengetahuan masyarakat tentang jenis mangga dan olahan buah mangga,” terang Fitriawati.

Salah satu warga yang hadir di acara pembukaan, Yuli (48 tahun), warga Mangunharjo mengaku senang festival mangga hadir lagi di Kota Probolinggo, bahkan dia sangat antusias berebut gunungan mangga.

“Senang ada acara ini, saya tahunya dari tik tok ditunjukkan anak saya. Tadi beli mangga manalagi 4 kg murah sekilo Cuma Rp 3 ribu, ikut rebutan gunungan mangga juga lumayan dapat 5 biji. Mudah – mudahan tahun – tahun berikutnya tambah meriah dan semakin banyak lagi mangganya,” katanya.

Turut hadir dalam opening ceremony Ketua DPRD Kota Probolinggo, Perwakilan Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah terkait, utusan perwakilan dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Karangasem, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Perwakilan BI Malang, perwakilan BPS Kota Probolinggo, pimpinan Radar Bromo.(Ali)

Letusan Terekam CCTV, BNPB Lakukan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana Erupsi Semeru

0

LUMAJANG – Letusan Gunung Semeru terekam kamera CCTV yang berada di Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo Lumajang, pada Sabtu dini hari.

Lontaran lampu pijar tampak muncul dari kawah Gunung Semeru bersamaan dengan letusan.

Empat hari pasca erupsi 19 November 2025 aktifitas Gunung Semeru masih sangat tinggi. Data pos pengamatan Gunung Api Semeru selama 24 jam terakhir terjadi 157 gempa letusan. 17 kali gempa guguran dan 19 kali gempa hembusan

Sementara status Gunung Semeru masih berada di level tertinggi yakni level IV atau awas. Petugas menghimbau masyarakat tetap waspada.

Saat ini warga korban erupsi Semeru yang rumahnya terendam material, mulai melakukan pembersihan, Sabtu (22/11/2025) pagi.

Bersih bersih rumah ini dilakukan warga, agar secepatnya bisa kembali ke rumah dan meninggalkan posko pengungsian.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, masyarakat dilarang melakukan aktifitas apapun di radius 22 meter dari puncak Gunung Semeru.

Dengan menngadeng asosiasi pilot drone, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan pemetaan kawasan rawan bencana erupsi Semeru, menggunakan drone termal.

Pemetaan menggunakan termal ini untuk mengetahui material awan panas yang menerjang pemuliman warga. **

Upaya Penyuluh Pertanian di Sumenep Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan 2026

0

SUMENEP – Penyuluh pertanian di Kabupaten Sumenep terus melakukan akselerasi penanaman padi di berbagai wilayah sebagai langkah strategis menuju swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026.

Upaya ini dilakukan oleh penyuluh pertanian yang akan tergabung dalam Kementerian Pertanian pusat pada 1 Januari 2026. Fokus percepatan saat ini berada di beberapa wilayah seperti wilayah Dasuk, Batang-batang, Dungkek, dan wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan areal tanam padi cukup besar.

Langkah percepatan ini menjadi bagian penting untuk mempertahankan capaian swasembada pangan yang telah diraih pada tahun 2025 sekaligus meningkatkan produksi pada tahun berikutnya. Para penyuluh pertanian merumuskan tiga strategi utama dalam mendorong peningkatan produksi padi di Sumenep.

Strategi pertama adalah peningkatan produktivitas padi melalui diseminasi varietas unggul baru. Penyuluh di setiap wilayah didorong untuk mengenalkan varietas-varietas padi seperti Inpari, varietas hibrida, Mapan, dan jenis unggul lainnya.

Varietas-varietas tersebut dinilai lebih adaptif dan memiliki potensi hasil lebih tinggi dibanding varietas lama yang produktivitasnya mulai menurun. Saat ini, produktivitas rata-rata padi di Sumenep berada di angka 5,9 ton per hektare. Dengan penggunaan varietas baru, ditargetkan produktivitas meningkat menjadi 6,5 ton per hektare.

Strategi kedua adalah peningkatan indeks pertanaman (IP). Para penyuluh mendorong petani untuk meningkatkan intensitas tanam.

Beberapa wilayah yang sebelumnya hanya menanam sekali setahun kini mulai mampu tanam dua kali, bahkan ada yang sudah mencapai tiga kali setahun. Target peningkatan indeks pertanaman pada 2026 adalah mencapai 30–40 persen, meningkat signifikan dari data 2025 yang baru mencapai 14 persen.

Strategi ketiga adalah perluasan areal tanam padi, terutama dengan memanfaatkan sumber air yang ada serta membuka lahan tanam baru. Pendekatan ini juga melibatkan sistem sisip tumpang sari pada area perkebunan di beberapa kecamatan.

Dengan indeks pertanaman 0 yang ditingkatkan menjadi 1 kali tanam dalam setahun, wilayah-wilayah seperti Dasuk, Batang-batang, dan Dungkek kini mulai menambah areal tanam padi melalui kombinasi pola tumpang sari dan pengelolaan air yang lebih optimal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, turut memberikan apresiasi atas upaya tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja para penyuluh pertanian di lapangan merupakan tulang punggung keberhasilan program prioritas pemerintah pusat, terutama dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi semangat para penyuluh pertanian. Itikad mereka dalam mempercepat penanaman padi serta mendorong peningkatan produksi adalah kontribusi nyata bagi keberhasilan program prioritas pemerintah pusat pada tahun 2026. Penyuluh adalah ujung tombak yang memastikan berbagai kebijakan dan inovasi pertanian bisa diterapkan langsung oleh petani,” ujar Chainur Rasyid.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara penyuluh, petani, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Dengan kerja terstruktur dan target peningkatan produksi yang jelas, Sumenep diharapkan memberikan sumbangsih signifikan bagi ketahanan pangan nasional.

“Upaya kolektif ini diharapkan tidak hanya mempertahankan capaian swasembada pangan tahun 2025, tetapi juga mendorong peningkatan volume produksi beras di tahun berikutnya. Dengan dukungan teknologi, varietas unggul, serta peran aktif penyuluh dan petani di lapangan, Kabupaten Sumenep menargetkan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan berkelanjutan nasional pada tahun 2026,” tukasnya. **

Polantas Menyapa : Operasi Zebra Semeru PJR Polda Jatim Beri Edukasi Tertib Lalin

0

SURABAYA,- Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) pada Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur terus memaksimalkan sosialisasi keselamatan berkendara kepada para pengemudi.

Melalui program Polantas Menyapa di Operasi Zebra Semeru 2025 ini, personel Sat PJR Polda Jatim membagikan pamflet kepada pengguna jalan raya terutama angkutan barang maupun orang.

Pamflet berisi imbauan dan edukasi tertib berkendara itu dibagikan di rest area jalan Tol kepada pengendara yang sedang beristirahat.

Kasat PJR pada Ditlantas Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, mengatakan, sejak dimulai Operasi Zebra Semeru 2025 tanggal 17 November 2025, pihaknya sudah melakukan himbauan ke sopir – sopir dan cek kesehatan.

Kegiatan itu akan dilaksanakan sampai masa berakhirnya Operasi Zebra Semeru pada 30 November 2025 nanti.

“Anggota juga selalu mengingatkan kepada para sopir khususnya yang mengangkut orang seperti bus agar beristirahat jika merasa lelah dan tidak memaksa untuk jalan guna mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan,” terang AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, Sabtu (22/11/2025).

Sementara itu Kanit PJR Jatim IV/Malang Sat PJR Polda Jatim, AKP Hartawan, menyampaikan, selama Operasi Zebra Semeru 2025, ada 8 prioritas yang menjadi atensi dari kegiatan tersebut.

“Terutama yang menjadi atensi kami adalah agar pengemudi tidak menggunakan handphone pada saat mengendarai kendaraan bermotor karena mengganggu konsentrasi sehingga terjadi rawan kecelakaan di ruas jalan tol,” ucap AKP Hartawan.

Selain itu ia juga mengingatkan agar pengemudi maupun penumpang yang ada di samping pengemudi selalu menggunakan safety belt atau sabuk pengaman.

Ia juga menghimbau pengemudi tidak mengkonsumsi alkohol dan selalu memperhatikan kondisi ban, pengereman maupun memperhatikan batas kecepatan yang sudah ditentukan. (*)

Remaja 16 Tahun Asal Mojokerto Dikeroyok di Pasuruan, Polsek Purwosari Tangkap 3 Pelaku

0

PASURUAN, – RF, seorang remaja berusia 16 tahun, warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh beberapa orang pelaku di depan toko retail modern di Kecamatan Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (18/11/2025) lalu.

Menurut informasi, korban yang saat itu sedang belanja minuman ringan, mendadak diserang oleh belasan komplotan pemuda tanpa alasan jelas. Peristiwa yang sempat menggegerkan publik ini, menyebabkan RF mengalami luka memar di kepala dan tangan.

“Setelah (korban) beli minum di Indomaret, tiba-tiba langsung ditunyui (dipukuli) mas. Sebenarnya ada sekitar 15 orang, tapi yang nggak ikut-ikutan cuma ada beberapa saja,” ungkap seseorang yang sementara minta namanya tak dipublikasikan.

Tragedi kekerasan anak di bawah umur yang terjadi di Pasuruan tersebut, diduga dipicu masalah sepele, yaitu rasa tak senang para pelaku atas pakaian yang dikenakan oleh RF. Namun motif yang pasti, masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dalam investigasi di TKP (Tempat Kejadian Perkara), Aiptu Dodik Waluyo yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Purwosari, menerangkan bahwa timnya telah mengamankan total 9 orang yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan terhadap korban. Tapi dari hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh penyidik, mengungkapkan bahwa pengeroyokan terhadap RF hanya melibatkan 3 orang pelaku saja.

“Jadi waktu itu, yang kita amankan 9 orang. Dan dari hasil pemeriksaan intensif, 3 orang yang terbukti sebagai pelaku. Saat ini, pelaku dalam proses penyidikan di Polsek Purwosari,” jelas Aiptu Dodik Waluyo saat dikonfirmasi Jum’at, (21/11/2025).

Senada dengan Aiptu Eko, Penyidik Polsek Purwosari saat dimintai keterangan. Pihaknya, juga telah membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa korban telah melakukan pelaporan di wilayahnya.

“Nggeh. Sudah,” singkat Aiptu Eko. Jum’at, (21/11/2025).

Sementara Widodo, orang tua korban yang telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, meminta agar pelaku dapat dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 80 ayat (1) jo. Pasal 76C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Dirinya juga memberikan apresiasi positif atas kinerja dan respon cepat dari Polsek Purwosari Pasuruan. Namun, dalam menangani kasus pengeroyokan tersebut, pihak kepolisian diharapkan mampu melakukan pengembangan lebih lanjut agar kasus dugaan pengeroyokan itu dapat terkuak sampai ke akar-akarnya.

“Petugas Polsek Purwosari telah mengamankan rekaman CCTV yang menjadi bukti penting dalam kasus ini. Saya yakin, kasus ini dapat dikembangkan lebih luas lagi, agar semua pelakunya bisa terungkap,” beber Widodo merasa optimis.

Widodo juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki kepercayaan penuh pada kemampuan kepolisian dalam menangani kasus pengeroyokan tersebut. Menurutnya, pihak aparat penegak hukum (APH) Polsek Purwosari telah melakukan tugasnya dengan sangat baik.

“Saya yakin APH tahu dan paham apa yang mesti dilakukan. Saya menunggu pengembangan lebih lanjut untuk dilakukan penyidikan motif di balik pengeroyokan tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Polsek Purwosari, Polres Pasuruan, Polda Jawa Timur, telah berhasil mengamankan 3 terduga pelaku pengeroyokan, yaitu Muhammad Maulid Redo Andriyanto dan Luky Andri Saputra, keduanya warga Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, serta Muhammad Evan Faviansyah, warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari.

Dalam berbagai laporan yang dihimpun awak media, kasus kekerasan anak di wilayah Pasuruan memang tergolong relatif cukup tinggi. Untuk itu, perlu perhatian serius dari masyarakat dan pemerintah guna mencegah kejadian ini. Lembaga perlindungan anak dan masyarakat sipil, seharusnya juga terus mengadvokasi korban dalam menuntut keadilan.

Pewarta: Agung Ch