MALANG – Mal Olimpic Garden (MOG) saat weekend di padati pengunjung, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengumpulkan dana sekitar Rp 120 juta dari sistem parking elektronik atau E-Parking di parkiran luar Stadion Gajayana sejak 4 Januari 2021 sampai 4 Februari 2021.
Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya mengatakan pendapatan mulai meningkat dibanding sebelum pandemi.
“Pendapatan mencapai Rp 3-4 juta per hari. Sebelum pandemi dan E-Parking, pendapatan hanya antara Rp 700.000 sampai Rp 1,2 juta,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (6/2/2021).
Menurutnya, pendapatan bisa naik kalau tidak sedang hujan, bahkan bisa mencapai sekitar Rp 5 juta per hari pada Sabtu dan Jumat.
“Malah pendapatan pada hari Minggu agak rendah karena kami buka mulai pukul 11.00 WIB. Kan ada pasar pagi di sana.” Terangnya.
Pendapatan dari E-Parking bisa lebih banyak karena beroperasional hanya mulai pukul 06.00 WIB sampai 2100 WIB.
Dishub Kota Malang akan melakukan kerja sama dengan Bank Jatim untuk menerapkan pembayaran non tunai melalui E-Money.
“Saat ini masih proses. Kemungkinan kami sudah menerapkan E-Money pada akhir Maret 2021,” ucapnya.
Dishub juga akan menerapkan Sistem Parkir Malang (Sisparma) demi mengoptimalkan sistem E-Parking.
Siparma tersebut dapat mengetahui jumlah pendapatan dari E-Parking secara real time.
“Sekarang sedang proses pembenahan. Kami berharap itu bisa masuk ke dasboard Sisparma.”
“Kami juga akan menambah E-Parking di empat titik lagi. Insyallah E-Parking sudah terpasang pada pertengahan tahun ini,” tandasnya. (srj/wdi) Sumber: Surya Malang
Bali – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada dua personel polisi Polda Bali yang dinilai berprestasi. Apresiasi itu berupa pemberian pendidikan sekolah perwira.
Adalah Aiptu I Nyoman Ardana dan Aipda I Nengah Suardika yang menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Sigit tersebut. Mereka membuat program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa memicu atau memotivasi personel Polri yang lain dalam melaksanakan tugas sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata Sigit di sela kunjungannya ke Polda Bali, Sabtu (6/2/2021).
Aiptu I Nyoman Ardana diganjar penghargaan karena membuat program Caling (Baca Keliling). ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Ubung, Denpasar.
Dalam programny, ia kumpulkan buku bekas dari Bank Sampah kemudian berinovasi ke sekolah-sekolah yang ada di desa binaannya dengan nama perpustakaan keliling.
Bahkan, gagasannya itu mendapat apresiasi pihak sekolah. Tak hanya itu, para siswa pun tiap harinya selalu menanti kedatangan Aiptu I Nyoman Ardana.
Sementara Aipda I Nengah Suardika yang saat ini bertugas Unit Reskrim Polsek Blahbatuh mendapat penghargaan dari Kapolri lantaran membuat laporan BLC (Bersatu Lawan Covid) terbanyak sejumlah 106.115 laporan.
Banyaknya laporan tersebut ia dapatkan dengan cara menegur masyarakat disejumlah tempat yang tidak mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.
Aipda I Nengah Suardika pergi ke lapangan sepak bola, pasar dan pantai, kemudian mendokumentasikan lalu dilaporkan ke aplikasi BLC.
Sigit mengatakan, meskipun bertugas di Mabes Polri, Kapolri mengaku tetap mendapat laporan jika ada anggota yang sudah bekerja dengan baik dan ikhlas. Dengan inisiatifnya sendiri, ia melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Kapolri meminta kepada seluruh personel Polda Bali untuk berlomba-lomba meraih prestasi sesuai dengan bidang tugasnya.
“Polri dan masyarakat harus bersatu ditengah pandemi ini sesuai seperti apa yang sudah saya tuangkan dalam 16 program prioritas, pada poin kelima, yaitu pemantapan kinerja peliharaan Kamtibmas,” tutup Sigit.
LUMAJANG – Diajeng Sekartaji, penyanyi cilik asal Lumajang berhasil mencuri perhatian pada penampilannya di The Voice Kids Indonesia Season 4 GTV 2021, Kamis (4/2/2021). Lagu yang berjudul “Untuk Hati Yang Terluka” dinyayikan Ajeng mampu berikan kejutan publik Lumajang.
Pasalnya, Ajeng berhasil mendapatkan komentar positif dari para Coach, termasuk Coach Isyana Sarasvati, penyanyi lagu “Untuk Hati Yang Terluka” tersebut.
“Sumpah ini bagus banget, terima kasih sudah menyanyikan lagunya dicampur dengan sinden, aku speacles banget sih, dengan kamu menyanyikan lagu ini dengan cara kamu,” ujar Isyana.
Senada dengan disampaikan Isyana, Coach Rizky Febian pun menuturkan hal yang sama atas penampilan Ajeng. Ia mengatakan bahwa Ajeng mampu memberikan kejutan dalam penampilannya.
“Ini kejutan yang luar biasa,” katanya.
Selain dua Coach tersebut, Coach Yura Yunita juga demikian, ia memberikan komentar positif atas penampilan gadis berusia 12 tahun asal Lumajang.
Menurut Yura, penampilan Ajeng lembut dan mampu menyanyikan lagu dengan mencampurkan unsur budaya Indonesia.
“Betapa lembutnya penampilan kamu hari ini, ada powerfullnya dan paling mahal itu kamu masukin unsur Indonesia dengan nada sinden, gak semua anak-anak seusiamu yang bisa membawakan seperti ini, itu mahal banget,” ujarnya.
Sementara Coach Marcel yang mengharapkan Ajeng masuk dalam timnya berpesan agar Ajeng memilih Coach yang memang pas dengannya. Tidak mau kalah, Marcel juga memberikan komentar yang positif atas penampilannya.
“Buat kamu Ajeng, apapun yang bikin kamu bahagia, lakukan. Kamu cantik aura kamu menyenangkan,” ungkapnya.
Semua Coach ternyata mengharapkan Ajeng masuk dalam timnya. Namun, Ajeng memilih masuk dalam Tim Isyana Sarasvati, yang sudah sejak lama diidolakannya.
Sebelum memilih masuk dalam Tim Isyana Sarasvati, Ajeng sempat diajak berduet dengan Isyana, menyanyikan lagu yang sama. (red)
LUMAJANG – Sejumlah wilayah di daerah Yosowilangun terendam banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi akhir akhir ini, utamanya di Desa Darungan, air menggenang cukup dalam. Diperkirakan mencapai 40-80 cm di atas permukaan tanah.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan, banjir disebabkan meluapnya aliran sungai yang tidak mampu menampung air hujan.
Informasi itu sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo, saat dikonfirmasi, Jum’at (5/2/2021) kemarin.
“Tim BPBD Kabupaten Lumajang, hari ini sudah melakukan pengecekan lokasi di Dusun Krajan, Desa Darungan. Ini disebabkan hujan intensitas ringan dan terkadang deras mulai kemarin,” jelas
Sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) rumahnya tergenang air hingga di atas lutut orang dewasa, diperkirakan genangan air hingga 20 cm. Selain itu, hewan ternak dan puluhan hektare sawah yang ditanami padi, jagung, kacang, tomat dan lombok turut terkena dampak luapan banjir itu.
Saat ini, Tim BPBD Kabupaten Lumajang masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa dan Aparat setempat serta melakukan pendataan terkait kerugian dan kebutuhan masyarakat.
Dijelaskan Wawan, lokasi tersebut memang sudah menjadi langganan banjir saat itensitas hujan tinggi dan berkelanjutan. Meskipun sudah ada saluran air yang mengarah ke muara laut selatan, namun belum mampu untuk menampung dan membuang genangan air tersebut. Tidak ada korban jiwa dan masyarakat mengungsi pada kejadian kali ini. (bam)
BANDUNG – Bertempat di Ruangan rapat Rektorat Universitas Widyatama yang beralamat di Jalan Cikutra No. 204A, Kelurahan Sukapada Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, tengah membahas rencana kerjasama di beberapa sektor.
Rencananya, 7 Desa akan terjalin kerjasama dengan pihak Kampus Widyatama, terutama mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Wilayah Kecamatan Parongpong.
Dalam pertemuan yang penuh ke akraban tersebut, 3 Desa memaparkan pembangunan yang sudah dilaksanakan serta kendala yang ada di wilayahnya masing-masing, yakni Desa Ciwaruga, Desa Sariwangi dan Desa Cihanjuang Rahayu.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Widyatama, Prof.,Dr. Dadang Suganda, M.Hum., menjelaskan bahwa tujuan pertemuan ini dalam kaitan output mengenai pendidikan.
“Pertemuan ini tujuannya ingin mengimplementasikan program pemerintah mengenai pendidikan berkaitan dengan out put pendidikan. Jadi mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi itu bukan hanya menguasai science saja, namun harus menguasai skillnya juga.” Ungkapnya usai pertemuan.
Prof Dadang menambahkan, bahwa Universitas Widyatama menjalin bekerjasama dengan Kecamatan Parongpong dalam rangka membangun Sumber daya manusia (SDM) di wilayah setempat.
“Kebetulan Kecamatan Parongpong sudah lama menjalin kerjasama dengan kami, maka nanti Universitas Widyatama bekerjasama dengan Kecamatan Parongpong membangun sumber daya manusia yang memiliki science bagus, serta memiliki skill atau keterampilan yang baik, sehingga bisa diterapkan langsung di masyarakat,” ungkapnya.
Sementara ditempat yang sama Dekan fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Adjeng Mariana F.,S.E.,M.M., menjelaskan upaya yang akan dilakukan oleh beberapa fakultas yang ada di Universitas Widyatam.
“Salah satu upaya yang akan dilaksanakan adalah bagaimana meningkatkan potensi yang ada di wilayah Parongpong, melalui kerjasama dengan beberapa fakultas yang ada di Universitas Widyatama. Misalkan Kecamatan Parongpong itu menjadi Ikon dari Kabupaten Bandung barat agar bisa dikunjungi oleh para wisatawan, karena adanya wisata bunga, alam, budaya masyarakatnya,” kata Dr. Adjeng.
“Kami sedang merancang kerjasama dengan fakultas yang ada pada kami, seperti fakultas teknik, fakultas bahasa. Hal itu berkaitan dengan wisata desa juga dari DKV, bagaimana mengcreate tampilannya supaya lebih dikena. Sedang untuk programnya, ya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang ada di Kecamatan parongpong.” Imbuhnya penuh semangat.
Sementara itu Camat Parongpong, Iwan Mustawan Azis M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Umiversitas Widyatama, dapat memberikan kontribusi pemikiran sehingga sumber daya manusia yang ada di tiap Desa di Kecamatan Parongpong, khususnya disektor ekonomi sehubungan dampak Covid19.
“Kami dari Kecamatan Parongpong beserta rombongan yang diwakili 3 Desa mengucapkan terimakasih kepada Umiversitas Widyatama. Kami dari Parongpong ini membawa persoalan terkait dengan keadaan masyarakat yang ada di wilayah kami khususnya disektor ekonomi sehubungan dampak Covid19.” Jelas Camat Iwan, sesaat usai pertemuan.
“Masyarakat kami banyak yang merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya, yang tadinya mereka berusaha di sektor pertanian akhirnya mereka harus merugi karena tidak bisa menjual hasil prodaknya. Ini menjadi pemikiran saya selaku Camat Parongpong.” Imbuhnya.
Dirinya berharap dengan kehadiran pihak Kampus Widyatama di Kecamatan Parongpong ini dapat memberikan kontribusi pemikiran, sehingga sumber daya manusia yang ada di tiap Desa di Kecamatan Parongpong bisa meningkat, khususnya dalam menanggulangi kesulitan ekonomi.
Dikatakannya, minimal di lingkungan rumah tangganya masing-masing. Dalam jangka pendek pihaknya mengaku akan membidik sektor UMKM, sehingga produk makanan dan olahan dari Desa dapat laku dijual.
“Banyak produk makanan dan olahan yang disampaikan oleh rekan-rekan dari Desa, namun juga sulit untuk dijual sekarang, karena kami hanya bisa membuat saja tanpa memiliki chaneling diluar, sehingga kami perlu marketing yang hebat.” Jelas Iwan lebih lanjut.
“Ya Kampus Widyatama kan memiliki prodi yang membidangi itu. Tentunya kami berharap ilmunya bisa diturunkan kepada masyarakat kami, sehingga kami tetap bisa eksis bertahan dalam kondisi yang sulit ini.” Pungkas Camat Parongpong menyudahi pembicaraan.
BARITO UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara (PUPR Barut) pada hari Jumat (5/2/21) pagi sekitar pukul 09.00 WIB mulai melakukan pengerukan pembersihan tepian sungai Sikuy, Desa Sikuy Kecamatan Teweh Baru. Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M. Iman Topik, ang didampingi Kabid Bina Marga,Dedy.Jumat pagi 5/2/21 mengatakan, pihaknya pada hari ini sedang melakukan pengerukan pembersihan ditepian sungai Sikuy.Pembersihan itu dilakukan mulai dari jembatan yang berada di dekat kantor Desa Sikuy,terus menuju bagian hulu sekitar 200 meter.
“Pada besok Sabtu (6/2/21)pekerjaan pembersihan dilakukan menuju hilir sekitar 300 meter.Terutama pembersihan sampah dari potongan kayu,kita juga perlu melakukan pengerukan kedalaman sungai,sehingga pada saat hujan turun aliran dan arus air sungai Sikuy dalam keadaan normal seperti semula,”kata Kadis PUPR. Dalam pekerjaan ini pihak teknis PUPR Barito Utara, juga mendapat dukungan dan bantuan satu unit excavator dari PT.MME .Kegunaan unit tersebut diperlukan untuk membuat alur arus air sungai,”imbunya. “Setelah dilakukan pengerukan dan pembersihan aliran air sungai Sikuy ini pada ketika intensitas hujan cukup tinggi,maka akan mampu menampung dan mengalir air dengan normal,”harap Iman Topik. (SS).
LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si menyatakan keseriusannya terhadap permasalahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kabupaten Lumajang.
Hal ini disampaikan melalui WhatsApp Group Media Mitra Humas Lumajang, Jum’at (5/2/2021) malam. Dalam isi WhatsApp tersebut tertulis, ditengah kondisi pandemi, permasalahan narkoba juga harus tetap mendapat perhatian kita semua.
“Mohon dukungan media untuk edukasi bahaya narkoba, khususnya peran orangtua dalam pengawasan putra putrinya,” pesan Kapolres Eka.
Sekedar diketahui, kondisi darurat narkoba menuntut peran dari berbagai pihak lainnya untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan barang terlarang itu.
“Ya, supaya tidak terjerat, pemuda yang menjadi sasaran utama penyalahgunaan barang haram itu harus memiliki pengetahuan tentang narkoba,” kata Eka
Pihaknya terus berharap orang tua bisa meningkatkan perannya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anaknya. Selain itu juga diharapkan proaktif melaporkan setiap kegiatan yang dicurigai penyalahgunaan narkoba.
Eka Yekti menyatakan dukungannya terhadap semua bentuk kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan upaya pencegahan penyalah gunaan narkoba di Lumajang.
“Saya sangat mendukung kegiatan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkasnya. (duk)
MOJOKERTO – Meskipun peminat buah durian di tengah pandemi Covid-19 mengalami penurunan drastis, namun pedagang buah berduri di Mojokerto masih tetap bersemangat.
Ma’sum, salah seorang penjual durian asal Jombang yang kerap berjualan hingga di Mojokerto, Lamongan dan beberapa daerah di Jawa timur tersebut mengaku omsetnya saat ini menurun hingga di atas 50 persen.
“Sekarang sangat sepi mas. Biasanya kalau sekali bisa menghabiskan 100 durian, sekarang bisa 2-3 hari baru habis,” ungkapnya saat mengikuti event Nduren Bareng di Sunrise Mall Mojokerto, Jum’at (5/2/ 2021).
Ma’sum mengaku tetap semangat untuk terus berjualan buah Durian, karena ia sudah lama bergelut di budidaya buah mahal ini. Ia juga mengatakan jika pada musim durian kali ini banyak pemilik pohon durian yang gagal panen.
“Kalau biasanya bisa memghasilkan 400 sampai 500 buah, musim ini paling ya hasilnya 100 sampai 140 buah saja. Di pekarangan rumah saya juga punya pohon durian mas, tapi saya lebih sering kulakan,” ujar Ma’sum.
Dalam event Nduren Bareng di Sunrise Mall Mojokerto mulai tanggal 5 hingga 14 Februari 2021 ini, Ma’sum membawa buah durian dengan berbagai ukuran dan harga yang bervariasi. Mulai dari 50 ribu hingga 150 ribu.
“Durian yang saya jual ini mulai harga 50 hingga 75 ribu mas. Kalau durian yang bobotnya sampai 3 kilo atau lebih saya jual dengan harga 150 ribuan,” pungkasnya. (rur)
JAKARTA – Provinsi Kalimantan Barat dan Riau layak menjadi acuan bagi daerah lain karena memiliki risiko rendah penularan COVID-19 yang mendominasi.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (5/2/2021).
“Kami telah mengidentifikasi dengan pemerintah setempat untuk dapat mengidentifikasi upaya penanganan apa yang dilakukan di provinsi tersebut sehingga penularan dapat ditekan dengan baik,” kata Prof Wiku
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkoordinasi intensif antara satgas dan Dinas Kesehatan Kalimantan Barat untuk melakukan penjaga’an disemua titik masuk ibu kota Pontianak, maupun di titik bandara dan pelabuhan laut.
Pemerintah setempat juga menyiapkan swab PCR dan fasilitas karantina mandiri melalui unit pelatihan kesehatan yang fokus pada penjagaan kesehatan dan asupan gizi yang baik agar imunitas warga meningkat. Selain itu penegakan disiplin protokol kesehatan juga dilakukan secara masif di wilayah itu.
Sementara upaya penanganan yang dilakukan pemerintah provinsi Riau adalah dengan penguatan pelacakan (tracing) dan penelusuran kontak erat, yang tidak hanya dilakukan pada keluarga, tetapi juga pada orang-orang yang berinteraksi dalam aktivitas selama 10-14 hari terakhir.
Protokol kesehatan di wilayah tersebut ditegakkan lebih serius dengan dibentuknya peraturan daerah tingkat provinsi sebagai payung hukum bagi 12 kabupaten/kota di Riau, untuk menegakkan protokol kesehatan dengan ketat.
“Kami harap apa yang dilakukan oleh kedua provinsi ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi provinsi lainnya agar meningkatkan penanganan semaksimal mungkin. Berlomba-lombalah untuk menekan penularan sehingga zonasi risikonya dapat berpindah menjadi zona kuning dan hijau,” ujar Wiku.
Untuk itu, Wiku mendorong seluruh pemerintah daerah meningkatkan upaya penanganan COVID-19 dalam rangka menekan laju penularan pandemik itu di daerah masing masing. (*jen)
LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengungkapkan bahwa percepatan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lumajang perlu dilakukan, mengingat peringkat IPM Kabupaten Lumajang pada posisi tingkat ke-3 dari bawah di Jawa Timur.
“Percepatan Pertumbuhan IPM, merupakan target utama Bupati dan Wakil Bupati,” ungkap Wabup saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Percepatan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lumajang, bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Kamis (04/02/21).
Wakil Bupati Lumajang menerangkan terdapat 3 indikator yang dapat menunjang peningkatan IPM yaitu sektor; pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.
Guna lebih mengoptimalkan jalannya percepatan IPM tersebut, pihaknya telah membuat sebuah tim yang kemudian akan ada dorongan kinerja atau support serta sinergitas yang baik dari pihak kecamatan untuk membantu dalam pelaksanaan peningkatan IPM di Kabupaten Lumajang.
“Tim percepatan IPM sudah kita bentuk, semua kepala dinas sudah mengetahui dengan benar soal tugasnya masing-masing, sehingga segera untuk dilakukan sesuai tugasnya, termasuk camat juga segera sampaikan kepada tiap kepala desa,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari menjelaskan bahwa program prioritas Kabupaten Lumajang saat ini adalah percepatan peningkatan IPM.
Kepala Bappeda juga menjelaskan pada acara rakor tersebut, dihadiri oleh Camat se-Kabupaten Lumajang. Dirinya berharap agar seluruh camat yang hadir dapat mengikuti dan memperhatikan semua arahan serta kebijakan yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Lumajang.
“Pada kesempatan kali ini kita berupaya untuk percepatan IPM di Kabupaten Lumajang,” harapnya. (hum/red)