Home Blog Page 1883

Awal tahun 2021, Gunung Sinabung Semburkan Abu Vulkanik

SUMATERA – Memasuki awal tahun 2021ini, Gunung Sinabung dib Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali menunjukan aktivitas erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik sejauh 1.000 meter, Minggu (03/01/2021) pagi.

Hal ini, merupakan erupsi pertama di tahun 2021 sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pos Pantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra kepada wartawan.

“Gunung Sinabung kembali erupsi tadi pagi, sekitar pukul 09.34 WIB,” ujar Armen.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Sinabung dari puncak. Dari pengamatan kolom tersebut berwarna abu. “Kolom abu terbawa embusan angin menuju barat laut,” ungkap Armen.

Dalam penjelasannya, saat ini Gunung Sinabung masih berada pada status level III atau siaga. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada.

“Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara,” tutur Armen.

Demikian juga kepada masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar berhati hati dan tetap waspada terhadap bahaya lahar. (tim)

Nagari Tuo, Cikal Bakal Lahirnya Sistem Pemerintahan Khas Minangkabau.

0

SUMATERA – Nagari Tuo yang berada di Kecamatan Pariangan menjadi desa kuno dan dipercaya sebagai cikal bakal lahirnya sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau.

Hal ini karena dilihat dari banyaknya peninggalan sejarah berupa prasasti, menhir, batu tigo luak, dan lainnya. Keasrian dan warisan leluhur yang masih terjaga dengan baik, menjadi kriteria penilaian desa ini menjadi desa terindah di dunia.

Secara administratif, Nagari Tuo Pariangan memiliki luas sekitar 17,92 kilometer persegi. Untuk menuju kesana, perlu menempuh jarak sekitar 14 kilometer dari Kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, atau menempuh waktu sekitar 3 jam jika berangkat dari Kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Mengunjungi Nagari Tuo Pariangan akan melihat pemandangan yang memanjakan mata.

Paling populer yakni Rumah Gadang, rumah tradisonal khas Minangkabau masih banyak dapat kita temukan di sini.

Bahkan beberapa diantaranya tetap berdiri kokoh meskipun telah berusia ratusan tahun.

Antara satu rumah dengan rumah yang lain, dihubungkan dengan Undakan.

Undakan merupakan tangga bertingkat-tingkat penghubung antar rumah.

Bangunan yang paling menonjol lainnya yakni Masjid Tuo Minangkabau, dengan nama lain Masjid Al-Ishlah.

Uniknya, masjid ini dibangun pada abad 19, menjadi tempat ibadah agama Islam pertama di tanah Minang.

Bahkan menjadi sentral kegiatan masyarakat yang terkenal memegang teguh nilai agama.

Banyak sekali spot lainnya yang menarik dikunjungi sebagai objek wisata di Nagari Tuo Pariangan, seperti Kuburan Panjang Datuak tantejo Guhano, Balai Saruang, Air Terjun Najun, Lasuang Gadang, dan Prasasti dengan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta yang bernama Batu Basurek.

Soal kuliner Nagari Tuo Pariangan tidak perlu diragukan. Sumatera Barat yang merupakan wilayah domisili etnis Minang punya masakan khasnya “Rendang Daging”, yang berhasil menempati posisi pertama sebagai World Best Foods Readers Choice versi CNN Travel.

Aktivitas khas masyarakat Nagari Tuo Pariangan sebagian besar hidup di bidang pertanian.

Tak heran jika masih banyak perkebunan dan persawahan yang hijau, menambah ketenangan dalam menikmati pemandangan di Nagari Tuo Pariangan.

Tidak sedikit juga masyarakat desa ini berada pada perantauan, berkutat di bidang perniagaan.

Karena Etnis Minang juga merupakan pewaris kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya yang gemar berdagang.

Warisan sejarah, budaya, kuliner, hingga tata letak pemukiman dihiasi persawahan Nagari Tuo Pariangan berhasil mengikat perhatian dunia. Semakin bangga jadi masyarakat Indonesia, negeri penuh kekayaan alam, berjuta sejarah dan budaya. (K-MP)

Polres Kediri Bersama BNN Lakukan Cek Kesehatan Supir dan Kondektur Bus

KEDIRI – Dalam rangka pengamanan tahun baru 2021, Satlantas Polres Kediri, bersama BNN Kabupaten Kediri melaksanakan tes urine, rapid test dan cek kesehatan di Terminal Pare Kabupaten Kediri, Selasa (29/12/2020).

Tes urine, rapid test dan cek kesehatan tersebut diperuntukkan bagi supir, kondektur bus dan petugas terminal Pare.

Sementara disela – sela pelaksanaan tes, Kasat Lantas Polres kediri bersama BNN Kabupaten Kediri, kepala terminal Pare dan urkes Polres Kediri memberi arahan agar tetap patuhi protokol kesehatan bagi supir, kondektur bus dan petugas terminal.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono melalui Kasat Lantas AKP Bobby Mochammad Zulfikar mengatakan, kegiatan ini bekerja sama dengan BNN Kabupaten Kediri, Kepala Terminal Pare dan Urkes Polres kediri.

“Ini dilakukan dalam rangka pengamanan malam Tahun Baru 2021 serta memberi arahan agar tetap patuhi protokol kesehatan bagi sopir, kondektur bus dan petugas terminal,” ujar Bobby.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 10 sopir, 10 kondektur bus dan 5 petugas terminal semua negatif narkotika. Dan dalam pelaksanaan rapid test tidak ada yang reaktif atau non reaktif. Jadi mereka semua dalam keadaan sehat,” tambah Bobby. (rud)

Pandemi Covid-19 Pawon Urip Sumberwringin Membuat Krupuk Sayur

LUMAJANG – Meski pandemi Covid-19 memaksa setiap orang untuk tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebarannya, namun kondisi seperti ini bukan berarti membuat masyarakat menjadi tidak produktif. Ada saja hal hal yang dapat dilakukan demi menopang kebutuhan hidup sehari hari.

Contoh, pawon urip TP PKK Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, mereka menanam tanaman yang dapat dipanen dalam jangka waktu yang pendek, seperti tanaman sayuran kangkung dan wortel. Ada pula tanaman sayur kacang panjang, bayam, cabai dan terong.

Ketua TP PKK Desa Sumberwringin, Suliha menjelaskan bahwa TP PKK Desa Sumberwringin ini, mempunyai beragam aktivitas yang bisa dilakukan untuk menopang kebutuhan pangan rumah tangga. Salah satunya mengoptimalkan inovasi Pawon Urip

” Pawon Urip ini dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk berkebun sayuran,” kata Ketua Suliha saat dimintai keterangan di kediamannya, Jumat (1/1/2021).

“Jadi, implementasi inovasi Pawon Urip disini, kami menanam tanaman jangka pendek yang bisa segera dipanen, seperti sayuran kangkung dan wortel, dan dua sayuran ini kami oleh kembali menjadi kerupuk. Lumayan ini bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga di masa pandemi ini,” ujar dia.

Menurut Suliha, pengolahan sayuran menjadi kerupuk adalah pilihan yang simpel, karena disamping cara pengolahannya yang sederhana, kerupuk juga menjadi menu camilan dan menu lauk yang paling banyak dicari masyarakat.

Kerupuk menjadi menu camilan dan menu lauk yang paling banyak dicari masyarakat. Dengan rasa gurih dan renyah kerupuk menjadi idola para masyarakat saat menikmati makanan atau mengisi waktu santai.

Kerupuk yang banyak diminati dan menjadi kerupuk sehat salah satunya ialah kerupuk sayur kangkung dan wortel. Kerupuk ini dibuat dari bahan sayuran segar sehingga nilai gizinya tinggi. Kualitas rasa dari kerupuk sayuran ini juga tidak kalah dengan aneka jenis kerupuk lainnya.

Manfaat sayuran ini yaitu menjadi sumber serat, vitamin serta mineral yang baik untuk tubuh serta kesehatan. Sayuran pun memiliki banyak sekali jenis yang mampu meningkatkan kesehatan serta metabolism tubuh. (bam)

Aset Bidang Pemda Nganjuk Tidak Semua Bersertifikat

NGANJUK – Ternyata tidak semua aset Pemda Nganjuk bersertifikat. Pasalnya, dari 2.960 bidang aset baru 1.197 bidang yang sudah bersrtifikat. Sebanyak 1.763 bidang belum bersertifikat karena terkendala anggaran dan administrasi.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nganjuk, Kartimah melelui Kabid Aset Daerah Samsul Hadi mengungkapkan, dari jumlah aset yang belum bersertifikat tersebut, ada 281aset yang bersertifikat pada tahun ini.

“Pada tahun ini, ada sekitar 281 aset yang diikutkan programpendaftaran tanah sistematis lengkap atau PTSL,” ungkap Samsul.

Menurutnya, sebelum adanya program PTSL, aset yang disertifikatkan tiap tahunnya
hanya berkisar sekitar 20 – 30 bidang saja. “Yang terbanyak adalah berupa aset berupa jalan dan saluran irigasi,” imbuhnya.

Ia menyebut, penyertifikatan perlu dilakukan karena ada beberapa aset yang berubah. Misal area yang sebelumnya hanya satu bidang, kemudian dipecah menjadi dua bidang karena dibuat untuk kebutuhan irigasi atau pembuatan jalan.

Kondisi demikian membuat aset pemkab menjadi bertambah. Dalam satu lokasi bisa ada yang menjadi pima aset. Termasuk aset yang sudah menjadi perkantoran atau sekolahan.

Ditanya mengenai kendala proses penyertifikatan aset, lebih jauh Samsul menjelaskan Pemkab masih terkendala anggaran dan administrasi.

“Biaya penyertifikatan aser bidang tanah cukup tinggi. Kekuatan anggaran kita terbatas. Sedang melalui PTSL tidak semuanya bisa,” lanjutnya, Kamis (23/12/2020) tahun lalu.

Selain terkendala anggaran, menurut Samsul penyertifikatan aset bidang tanah itu tidak selalu bisa berjalan lancar. Saat ini sudah ada aset tanah yang dalam proses penyertifikatan. Sisanya masih menunggu program PTSL tahun depan.

Sementara pihak DPRD telah mendorong Pemkab Nganjuk segera mempercepat proses sertifikasi dan pengamanan, agar aset tak beralih ke pihak lain. (anw/sum)

Gubernur Jawa Timur Nyatakan Terkonfirmasi Positif Covid 19

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan diri melalui akun Instagram pribadinya @khofifah.ip, Sabtu (2/1/2021) bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid 19.
Hal tersebut, masih menurut Khofifah, diketahui setelah menjalani tes usap reguler mingguan.
“Berdasarkan hasil swab reguler mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan. Saat ini, saya menjalani isolasi mandiri,” ujar Khofifah.
Namun demikian, dia menyatakan, segala tugas pemerintahan akan tetap dia koordinasikan dengan Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi dan Kepala OPD.
“Mohon doa, agar saya bisa segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala,” katanya dalam unggahan foto di Instagramnya Sabtu sore pukul 16.40 WIB.
Melalui akun unstagramnya, tidak lupa dia berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.
“Saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Aamiin,” ujarnya. (her)

Forkopimda Probolinggo Lakukan Pengamanan di Malam Tahun Baru

PROBOLINGGO – Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo melakukan pengamanan malam pergantian tahun 2020 ke tahun 20211, Jum’at (01/01/2021) pagi.

Walikota Habib Hadi bersama Forkopimda yang terdiri dari Kodim 0820/Probolinggo, Polresta Probolinggo, Sat Pol PP, BPBD dan Dishub Kota Probolinggo, melakukan Operasi Yustisi secara mobile dengan mengendarai sepeda motor, menyusuri beberapa ruas jalan protokol.

Perayaan pada malam pergantian tahun di wilayah Kota Probolinggo ini berjalan dengan aman dan kondusif, tanpa adanya gangguan ataupun hambatan yang berarti. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. RM. Jauhari.

“Alhamdulillah, perayaan malam pergantian tahun di wilayah Kota Probolinggo ini dapat dilewati masyarakat dengan penuh rasa aman dan nyaman tanpa adanya kejadian-kejadian yang berarti,” ujar Kapolresta Probolinggo.

Kapolresta mengungkapkan, malam pergantian tahun baru berjalan tanpa gejolak yang berarti, ini merupakan hasil dari pola pengamanan yang diterapkan jajarannya bersama forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa terjadinya kerumunan dikhawatirkan dapat terjadi di Kota, sehingga diperlukan pencegahan dengan cepat oleh personel jajaran, sesuai dengan prokes yang diterapkan.

Demikian pula dengan kriminalitas lainnya, personel juga dapat menekan seminim mungkin berbagai potensi gangguan kamtibmas melalui upaya preemtif, preventif, dan represif sehingga masyarakat dapat merayakan tahun baru dengan aman dan nyaman.

Pada kesempatan itu, Kapolresta juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas kinerja seluruh personil dan instansi terkait yang terlibat dalam pelaksanaan pengamanan malam pergantian tahun ini, sehingga masyarakat bisa merayakannya dengan aman dan nyaman.

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya perayaan malam pergantian tahun yang aman dan kondusif di wilayah Kota Probolinggo,” tutupnya. (wulan)

Antisipasi Penyebaran Corona, Satgas Covid 19 Probolinggo Gelar Operasi Yustisi

PROBOLINGGO – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo melakukan operasi yustisi pada jam malam di tempat-tempat kerumunan sebagai upaya antisipasi penyebaran corona.

Operasi yustisi di jam malam ini akan dilakukan selama 5 (lima) hari mulai Kamis (31/12/2020) hingga Senin (4/1/2021) mulai pukul 19.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Koordinator Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menjelaskan bahwa operasi yustisi di jam malam ini berbeda dengan penerapan sanksi sosial atau sanksi denda.

“Dalam operasi yustisi kali ini, para pelanggar akan langsung dilakukan rapid test antigen. Salah satu titik pertama operasi yustisi di jam malam ini akan dilakukan di Alun-alun Kota Kraksaan, sebab wilayah ini disinyalir akan menjadi pusat kerumunan pada saat malam tahun baru,” ungkapnya.

Dikatakan Ugas, operasi yustisi jam malam di wilayah Kabupaten Probolinggo ini dilakukan bersama dengan TNI/Polri dan Satgas Covid 19 Kabupaten Probolinggo.

“Bagi yang terjaring akan langsung dites rapid antigen. Apabila hasilnya reaktif, maka akan diisolasi di Rumah Sehat. Mohon sebaiknya di rumah saja agar tidak terjadi penularan Covid-19,” ungkapnya.

Operasi yustisi jam malam di Kabupaten Probolinggo dimulai pada pukul 19.00 WIB dan lebih difokuskan bagi warga Kabupaten Probolinggo. Hal ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak keluar jika tidak ada kepentingan yang begitu mendesak.

Sementara untuk siang harinya, sudah ada petugas yang berjaga di Pos Pengamanan (Pospam) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Harapannya dengan adanya operasi yustisi jam malam ini masyarakat tetap di rumah saja untuk menghindari kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya. (Wulan)

Ditemukan Batu Bata Merah Kuno di Alas Sumur Bondowoso

BONDOWOSO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso (Dindikbud) Bondowoso bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah merampungkan proses ekskavasi awal atau penggalian di Desa Alas Sumur, Pujer, Kabupaten Bondowoso.

Hasilnya, pada titik galian ke 2 di samping sumur lama, tim menemukan struktur batu bata merah kuno 9 lapis pada kedalaman 5 meter.

Temuan batu bata merah di titik penggalian 2 serupa dengan batu bata merah kuno yang ditemukan di sumur baru dan lama.

Struktur batu bata merah kuno itu punya kemiripan ukuran panjang 30 cm, lebar 17 cm dan ketebalan 5 cm. Selain itu, teknik pembuatannya juga sama yakni dengan cara gosok atau kosot.

Artinya, struktur batu bata merah kuno yang ditemukan di sumur baru diduga membentang sampai sumur lama, panjangnya sekitar 20 meter.

Dari hasil geolistrik Tim Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), struktur batu bata merah itu diperkirakan tak terputus sampai sumur lama saja. Melainkan berlanjut hingga kebun sengon dengan total panjang 48 cm.

Sedangkan perkiraan area sebaran arkeologis di Desa Alas Sumur mencapai 2,2 hektare.

Kasi Sejarah Dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso, Heri Kusdaryanto mengatakan, struktur batu bata kuno merah itu diduga merupakan dinding pagar sebuah bangunan.

Bangunan yang dilindungi oleh dinding pagar hingga kini masih menjadi teka-teki. Sebab, perlu proses ekskavasi lanjutan untuk memastikannya.

“Struktur batu bata merah kuno tersebut diduga memanjang dan membentuk segi empat. Kemungkinan struktur ini bagian terluar dari bangunan entah itu taman pertirtaan, tempat suci atau permukiman, banyak kemungkinan,” kata Heri, Sabtu (19/12/2020).

Heri menjelaskan, dalam naskah Kitab Negarakertagama, Raja keempat Majapahit, Hayam Wuruk pernah melakukan perjalanan ke ujung timur Pulau Jawa.

Pemimpin Majapahit pada 1350-1389 Masehi ini melakukan perjalanan dari Silobango, Jember menuju utara yakni wilayah Dewarame, Dukun dan Pakembangan.

Kemudian, raja yang membawa Majapahit berada dipuncak kejayaan ini memutuskan bermalam di Pakembangan.

“Kemungkinan, wilayah Pakembangan yang dimaksud adalah Desa Alas Sumur. Dalam cerita, jalan yang dilalui Hayam Wuruk datar atau berada di cekungan antara Gunung Argopuro dan Raung,” jelasnya.

Karena Hayam Wuruk bermalam, diprediksi terdapat permukiman kuno di Pakembangan.

Dugaan ada permukiman kuno yang terpendam dalam tanah Desa Alas Sumur menguat setelah ditemukan fragmen porselen kalsedon hijau berasal dari Dinasti Yuan antara abad ke 13-14.

Selain itu juga, fragmen porselen putih berasal dari Dinasti Yuan awal atau Dinasti Song akhir abad 12-13.
Porselen biasanya digunakan untuk hiasan rumah atau peralatan makan.

Fragmen porselen tersebut ditemukan warga Desa Alas Sumur, Abdul Ghani secara bersamaan dengan batu bata merah kuno saat menggali sumur baru di samping kanan rumah.

“Dari beberapa catatan, pada abad 14 atau tahun 1400-an Gunung Raung meletus dan diduga mengubur daerah Pakembangan. Wilayah tersebut pun hilang,” ucapnya.

Peristiwa hilangnya wilayah Pakembangan karena letusan Gunung Raung ini, tak pelak mengingatkan tim ekskavasi awal pada tragedi Pompeii, Italia.

Kota zaman Romawi Kuno tersebut hancur akibat letusan Gunung Vesuvius sekitar 79 Masehi.

Bangunan beserta warga Pompeii terkubur abu vulkanik Gunung Vesuvius.

Puing-puing Kota Pompeii berhasil ditemukan setelah 1500-an tahun terkubur. Pada tahun 1748, Pompeii resmi digali.

Para arkeolog menemukan reruntuhan bangunan dan jasad masyarakat Pompeii yang terawetkan oleh gelombang panas piroklastik.

“Seandainya sama dengan di Pompeii, tentu sangat menarik. Sementara di beberapa tempat, warga Desa Alas Sumur menemukan daun dan ranting pohon yang terawetkan lapisan vulkanis saat menggali tanah. Berdasar itu, kemungkinan struktur di Alas Sumur juga terawetkan,” pungkasnya. (red).
Dari berbagai sumber.

Kenaikan Harga Cabai Jelang Nataru, Berkah Bagi Petani di Situbondo

SITUBONDO – Kenaikan harga sejumlah komoditas pokok di Situbondo menjelang Natal dan Tahu Baru (Nataru) sudah terjadi di beberapa pasar tradisional sepekan terakhir.

Kenaikan terbesar terjadi pada cabai merah yang sudah menyentuh Rp 60.000 per KG, yang justru menjadi berkah untuk para petani.

Salah seorang petani cabai, Agus mengaku diuntungkan dengan kenaikan harga dalam seminggu terakhir ini. “Ya lumayan harganya, sekarang petani cabai bisa bernafas lega,” kata Agus ketika ditemui, Rabu (23/12/2020).

Meski hasil panennya tidak terlalu banyak, lanjut Agus, namun dengan kenaikan harga itu maka para petani dapat mencukupi biaya operasional dan kebutuhan keluarga.

“Sekali panen setengah hektare sekarang, paling banyak dua kuintal atau lebih sedikit,” pungkasnya.

Sedangkan selain naiknya permintaan menjelang Nataru, faktor cuaca juga mendongkrak kenaikan harga. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa pekan membuat pasokan tersendat.

Selain cabai, kenaikan juga dialami tomat dan ranti. Harga tomat yang sebelumnya Rp 8.000, kini menjadi Rp 15.000 per KG. Selain tomat, harga ranti atau tomat kecil, malah naik drastis dari Rp 6.000 menjadi Rp 22.000 per KG.

“Harga normal ranti biasanya hanya Rp 6.000, tetapi dua hari ini terus naik hingga Rp 22.000,” ujar Kiki salah seorang pedagang.

Tetapi Kiki membenarkan bahwa kenaikan paling besar terjadi pada komoditas cabai. Karena cabai menjadi kebutuhan rutin di rumah tangga, serta terus dicari untuk tambahan makanan di rumah-rumah makan. (shn)