Home Blog Page 1884

Situbondo dan Kampung Blekok

SITUBONDO – Kabupaten Situbondo ada di jawa timur, dengan pusat pemerintahan dan ibu kota kabupaten terletak di Kecamatan Situbondo. Kabupaten ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda. Dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan.

Dengan letaknya yang strategis, di tengah jalur transportasi darat Jawa-Bali, kegiatan perekonomiannya tampak aktif. Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial.

Tradisi Ojung merupakan tradisi unik di Situbondo. Tradisi ini berupa pertarungan saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang. Kedua peserta Ojung saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar.

Mayoritas warga Situbondo adalah suku Madura, maka bahasa yang digunakan di daerah kabupaten Situbondo adalah bahasa Madura. Tapi ada juga yang memakai bahasa Jawa, sekitar 20% warga Situbondo menggunakan bahasa Jawa.

DI Kabupaten Situbondo ada tempat wisata namanya Kampung Blekok. Di Tempat wisata ini suasananya terasa nyaman dan kental. Hal itu dapat langsung terasa begitu menginjakkan kaki di kampung yang berjarak 10 kilometer dari Kota Situbondo.

Tidak hanya laut yang indah, hijaunya mangrove yang merupakan habitat beragam burung air membuat kita betah selama mungkin di sini. Sejak Tahun 2017, berdasarkan Peraturan Bupati Situbondo, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan ekowisata mangrove dan burung air.

Di tempat wisata Situbondo ini banyak burung blekok sawah. Tapi juga ada jenis lain. Blekok sawah merupakan burung berukuran 45 sentimeter, bersayap putih. Hidupnya di sawah atau daerah berair, sendirian maupun kelompok. Kebiasaannya berdiri diam sembari menunggu mangsa. Setiap sore terbang berpasangan atau berkelompok menuju tempat istirahat.

Burung-burung di tempat wisata Situbondo ini biasanya beterbangan mencari makan jam 5 pagi dan kembali ke sarang sekitar pukul 5 sore. Mereka terbang dalam beberapa kelompok. Bila pengunjung ingin melihat burung air itu memenuhi langit, dua waktu tersebut saat yang tepat.

Lokasi wisata ini berada di dusun pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. (ari)

Komunitas MUA Gelar Seminar dan Fashion Show Busana Pengantin Nasional

CIMAHI – Komunitas Make Up Artist (MUA) Kota Cimahi, melaksanakan kegiatan seminar dan fashion show Busana Pengantin Nasional, bertempat di Salis Hotel belum lama ini.

Dengan nara sumber Ridwan Kamal Gifari, seorang Make Up Artis Muda dan pernah menyadang predikat Make Up Artis termuda, serta mewakili Indonesia dalam ajang Make Up Artis di Muangtai.

Dalam seminar tersebut Ridwan Kamal Gifari memberikan praktek Make Up dengan tema “Siger Pengantin Sunda”. Tujuan diadakannya seminar ini untuk menginspirasi perias dalam mengembangkan keterampilanbya.

“Dengan diadakannya acara seperti ini, idealnya menginspirasi kepada para perias yang ada di daerah, supaya ketrampilan make up nya lebih berkembang, lebih bagus, ter Update, terkini, sesuai yang diharapkan pasaran diluar sana,” jelas Kamal kepada media ini, Rabu (30/12/2020) di penghujung tahun 2020.

“Sebetulnya saya punya Brand sendiri, namun karena saya diminta oleh Komunitas MUA Kota Cimahi untuk menjadi nara sumber pembicara ataupun Democlass make up artis, maka saya pun siap mendemokan Siger Pengantin Sunda,” paparnya.

Kamal menuturkan pengalamannya dalam make up artis sejak tahun 2008 dan 2010. Dituturkan pula pengalamannya sebagai perwakilan Indonesia di Thailand dan Vietnam, sebagai make up artis termuda dari Kementrian Pariwisata Indinesia.

“Kehadiran saya di Thailand dan di Vietnam itu untuk memperagakan make up pengantin-pengantin daerah,” ulasnya lebih lanjut.

Kamal juga menyampaikan pesan untuk para pelaku industri make up yang ada di Kota Cimahi, agar tetap semangat, harus berkembang dan tetap meng update apa yang sekarang lagi nge-trend.

“Ya itu penting agar kita tidak ketinggalan sama rekan yang lain. Intinya tetap semangat dan optimis bahwa kita bisa.” Terang Rudwan Kamal Gifari kepada awak media Gempur News.

Sementara Kordinator MUA Kota Cimahi dan juga Penasihat serta Pimpinan LKP “RIFA” Hj. Rifa Dargawijaya dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Komunitas MUA ini bersifat Nasional, Asia Bahkan Internasional.

“Komunitas MUA yang ada di Kota Cimahi ini semua sudah bersertifikasi yang di keluarkan oleh lembaga sertifikasi yakni BNSP,” ujar Hj. Rifa.

Rifa menambahkan, pada hari ini MUA Kota Cimahi mengadakan kegiatan seminar dan pagelaran pengantin se Nusantara, dengan tujuan mengedukasi tentang pentingnya legalitas yang merupakan pakem atau pagu yang harus di laksanakan.

“Saya berterimakasih kepada pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini. Kebetulan anggota MUA Kota Cimahi ini kebanyakan alumni LKP RIFA. Hal ini sesuatu yang cukup membanggakan saya.” Jelas Hj. Rifa Dargawijaya.

Senada dengan Rifa, Ketua Komunitas MUA Kota Cimahi, Fitri didampingi Koordinator Bidang Pendidikan lKP RIFA, Susi Savitri juga menjelaskan hal yang sama.

Dia menyampaikan bahwa MUA itu sendiri sudah ada sampai tingkat ASIA, jadi dibentuklah DPC-DPC termasuk salah satunya di Kota Cimahi dengan Ketua Ibu Fitri dan penasehatnya adalah Ibu Hj.Rifa Dargawijaya.

Dikterangkan oleh Fitri bahwa, SKKNI ini merupakan Standar Nasional Pagu atau pakem dalam melakukan kegiatan Make Up Artis, walaupun boleh berekspresi seluas-luasnya agar tidak melenceng jauh dari pagu atau pakem dengan perbandingan 70 % pagu dan pakem 30 % ekspresi.

Pada kesempatan ini pihaknya mengajak kepada para peserta agar segera memiliki sertifikasi MUA dan berbadan Hukum.

“Di kegiatan ini, sengaja kami mengundang seorang praktisi make up artis yang sudah melanglang buana, yakni Ridwan Kamal Gifari. Setelah mengikuti hari ini, para peserta mengikuti tes yang harus diikuti agar mendapat sertfikasi dari BNSP, agar lebih memiliki kapasitas sebagai seorang Make Up Artis.” Pungkas Fitri dan Susi menyudahi pembicaraan. (Edison).

Dunia Seni Banyuwangi Berduka, Pencipta Tari Jejer Gandrung Banyuwangi Wafat

BANYUWANGI – Dunia seni Banyuwangi kembali berduka. Setelah salah satu budayawan Banyuwangi drh. Budianto meninggal dunia karena terpapar COVID-19, kali ini seniman Banyuwangi Sumitro Hadi meninggal dunia. Sumitro dikenal sebagai kreator tari Jejer Gandrung dan merupakan salah satu koreografer Festival Gandrung Sewu yang digelar dalam Banyuwangi Festival.

Sumitro meninggal dunia di RSUD Blambangan, Sabtu pagi (26/12/2020). Sumitro wafat melawan corona virus.

“Iya benar. Tadi pagi di RSUD Blambangan Banyuwangi,” ujar MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Duka dirasakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, Sumitro adalah sosok seniman yang getol mengangkat derajat kesenian Banyuwangi.

“Banyuwangi kembali kehilangan sosok seniman yang handal. Kreasi tari Pak Mitro telah mewarnai seni di Banyuwangi dan berhasil mengangkat derajat kesenian Banyuwangi. Semoga almarhum diterima segala amal kebaikannya dan diampuni segala kesalahannya oleh Allah SWT,” kata Bupati Anas.

Menurut Anas, Sumitro merupakan budayawan yang mampu menaikkan kesenian Banyuwangi menjadi berbagai atraksi yang menarik.

Koreografer dan Pimpinan Sanggar Tari Jingga Putih Rogojampi ini, lanjut Anas, sangat berperan mendorong kemajuan seni tari kreasi tradisional di Banyuwangi. Mulai dari tari jejer gandrung, pertunjukan gandrungan, dan jejer jaran dawuk yang semua sudah mengantongi hak cipta. Beliau juga dikenal sebagai salah satu koreografer atraksi seni kolosal Gandrung Sewu.

“Bersama-sama seniman dan budayawan lainnya, Pak Mitro telah mewarnai jagad seni Banyuwangi menjadi salah satu yang diperhitungkan di level nasional. Keelokan Festival Gandrung Sewu pun tak lepas dari peran Pak Sumitro dan Pak Budianto. Kami sangat kehilangan mereka berdua,” kata Anas.

Meninggalnya Sumitro menjadi duka bagi warga Banyuwangi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bramuda mengatakan bahwa Sumitro Hadi telah berkiprah di dunia seni sejak 1968. Tahun 1974, beliau menciptakan tari Jejer Gandrung.

“Tari Jejer Gandrung yang kerap ditampilkan saat penyambutan tamu adalah salah satu karya masterpiece beliau. Bahkan Jejer Gandrung telah menjadi muatan lokal wajib di sekolah. Beliau juga ikut berperan mendorong kelahiran musik angklung pengiring tari kreasi pertama,” jelas Bramuda.

Sumitro Hadi sendiri pernah bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. “Sampai dengan sekarang ada sekitar 103 tari dan lagu yang diciptakan Sumitro Hadi,” pungkasnya. (sgt)

Refleksi Akhir Tahun Pemkab Banyuwangi Gelar Doa Bersama

BANYUWANGI – Malam pergantian tahun baru 2021 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar doa bersama refleksi akhir tahun. Tidak seperti tahun sebelumnya yang digelar secara meriah dan dipenuhi ribuan masyarakat di alun-alun kota, refleksi tahun ini digelar sederhana di Masjid Babussalam Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis malam (31/12/2020).

Pada doa bersama dan tausyiah malam tahun baru tersebut, dihadirkan Kyai Thoha Muntoha dari Glenmore, Banyuwangi dan dai kondang Ustad Yusuf Mansur.

Meski tidak mendatangkan masa, namun masyarakat Banyuwangi dapat mengikutinya secara virtual melalui Youtube untuk mengisi acara pergantian tahun. Selain itu seluruh pondok pesantren Se-Banyuwangi juga ikut doa bersama dan refleksi akhir tahun melalui aplikasi zoom.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan kegiatan ini diselenggarakan secara virtual agar tidak ada kerumunan di malam pergantian tahun di Kabupaten Banyuwangi.

“Sungguh ini pengalaman yang luar biasa. Pandemi ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus banyak berinstropeksi diri atas ujian yang kita hadapi saat ini. Pun mwnyusukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita di tengah situasi yang tidak menentu ini,” ungkapnya.

Anas menjelaskan dalam rangka pergantian tahun kali ini digelar sederhana diawali dengan khataman Al-Quran, shalawat, dan doa bersama. “Biasanya kita gelar di alun-alun sambil ditutup kembang api, namun kali ini digelar secara prihatin,” katanya.

Anas berharap Kabupaten Banyuwangi dapat segera bangkit dari cobaan yang diakibatkan virus corona ditahun 2021. “Mudah-mudahan, program Presiden Jokowi untuk vaksinasi covid ini bisa berjalan lancar di Indonesia, dan kita semua diberikan kesehatan. Ada hikmah yang besar dibalik ini semua,” pungkasnya.

Dalam tausyiahnya, Yusuf Mansur membagi pengalamannya saat sempat terpapar positif corona. “Saat saya sakit, menggerakan kaki saja sudah ngos-ngosan, walaupun disekat jendela ngelihat istri dan anak saja sudah bahagia,” akunya.

Maka dari itu menurutnya di masa pandemi, refleksi akhir tahun harus dipenuhi dengan rasa syukur dan tidak bersusah hati. Sebab menurutnya banyak orang yang tidak dapat berkumpul keluarga karena virus corona.

“Di refleksi akhir tahun ini jangan melihat yang besar-besar, tidak punya mobil, rumah. Tetapi lebih ke rasa bersyukur, bisa kumpul keluarga sekarang harganya mahal. Ayo kita tetap optimis menatap masa depan,” tegasnya. (sgt)

Malam Tahun Baru 2021, Banyuwangi Bagai Kota Mati

BANYUWANGI – Perayaan tahun baru 2021 di Banyuwangi sepi. Tak ada hingar bingar pesta dan kerumunan. Hanya beberapa kendaraan melintas di sepanjang protokol kota. Kondisi ini terlihat Banyuwangi seperti kota mati.
Pantauan detikcom di lapangan, beberapa jalan protokol kota, sepeti Jalan Ahmad Yani dan Jenderal Sudirman terlihat lengang. Selain itu di RTH Taman Sritanjung dan RTH Taman Blambangan terlihat kosong. Begitu juga di depan Pendopo Shaba Swagata Blambangan Banyuwangi, yang biasanya menjadi tempat keramaian pun kini sepi. Tak ada aktivitas apapun di taman dan di jalan yang biasanya ramai pada perayaan akhir tahun.

Sementara petugas gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Dishub, Banser dan Satpol PP berjaga melakukan penyekatan disetiap persimpangan jalan. Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan yang disinyalir bisa menularkan COVID-19.

“Beberapa akses jalan kita tutup. Termasuk ke sekitar RTH dan jalan protokol kota kita lakukan penyekatan,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Jumat (1/1/2021).

Menurut Arman, kondisi penutupan jalan sudah dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis kemarin (31/12/2020). Seluruh masyarakat yang melakukan aktivitas keluar rumah dialihkan ke jalur alternatif.

“Seluruh aktifitas di tengah kota dan biasa sebagai lokasi berkumpul kita jaga. Tidak boleh ada yang masuk,” tegasnya.

Tim Puma Polres Lotim Tangkap Nelayan Pencuri Mutiara

0

LOMBOK TIMUR – Aksi pencurian mutiara yang dilakukan Buk (36), nelayan warga Dusun Ujung Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, di tambak budi daya mutiara Autore terhenti sudah. Dua tahun curi mutiara senilai Rp1 miliar, nelayan Lombok Timur ini modusnya sembunyikan di celana dalam, dikutip dari Antara.

Senin (28/12) sekitar pukul 14.30 Wita, Buk tak berkutik, saat ditangkap Tim Puma Polres Lotim bersama anggota Polsek Jerowaru di Dermaga Pelabuhan Autore Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru beserta barang bukti, mutiara yang dicurinya yang disimpan di celana dalam.

Buk langsung di gelandang ke sel tahanan polisi bersama barang bukti, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Jeruwaru Ipda Abdul Rasyid melalui Kasubag Humas Polres Lotim Iptu L Jaharuddin yang dikonfirmasi, Senin, membenarkan tertangkapnya Buk warga Desa Pemongkong, terkait kasus pencurian mutiara di tambak budidaya mutiara Autore yang berlokasi di Desa Sekaroh.

“Pelaku di tangkap saat pemeriksaan di dermaga tambak budidaya bersama barang bukti 19 butir mutiara air asin, dan HP yang dibeli hasil penjualan mutiara,” katanya.

Dikatakan Jaharuddin, penangkapan terhadap pelaku pencurian mutiara ini dilakukan atas laporan korban.

Adanya laporan korban tersebut, saat pelaku usai bekerja di tambak mutiara, dilakukan penggeledahan badan dan di ditemukan pelaku menyembunyikan 19 butir mutiara di celana dalamnya.

Padahal sebelumnya setiap petugas perusahaan melakukan pemeriksaan pelaku selalu berhasil mengelabui sekuriti perusahaan.

Jaharudin menyebutkan dalam menjalankan aksinya, pelaku yang berprofesi sebagai pekerja di tambak budidaya autore selama dua tahun.

Dalam jalankan tugasnya pelaku bekerja dari pagi sampai jam 2 siang, diantar jemput menggunakan perahu perusahaan.

Selama 2 tahun menjadi pekerja di Autore, pelaku mencuri mutiara milik perusahaan tempatnya bekerja tiap hari mencuri 5 sampai 10 butir mutiara.

Selama menjalankan aksinya, pelaku selalu lolos dari pemeriksaan, padahal pelaku selalu membawa pulang mutiara yang disembunyikan di dalam kantong celana dalam.

Dan perbuatan ini rutin dilakukan setiap hari selama dua tahun. Akibatnya perusahaan mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar.

“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku tak menampik apa yang dituduhkan, kalau dirinya selama 2 tahun bekerja selalu mencuri mutiara yang tiap harinya jumlahnya bervariasi,” sebut Jaharuddin.

Pelakupun menurut Jaharuddin kalau hasil aksinya tersebut, dijual ke penadah dengan harga murah.

“Mutiara yang dicuri pelaku ini diekspor ke berbagai negara, dengan harga jual per gram capai Rp2 juta,” jelasnya

Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman Tujuh tahun penjara.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan, dan kasusnyapun masih dalam pengembangan penyelidikan,” sebutnya. (tim)

Wakapolda Inspeksi Pengaman Pos Pelayanan Keamanan Polresta Pasuruan

PASURUAN – Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Kapolresta Pasuruan melakukan inspeksi kesiapan Pos Pelayanan di alun alun Kota Pasuruan pada Kamis 31/12/2020 dalam rangka ops Lilin Semeru.
Dalam kunjungannya, Wakapolda juga melakukan pengecekan persiapan pengamanan malam tahun baru 2021 di wilayah hukum Kota Pasuruan.
Dalam kunjungannya, Wakapolda didampingi kombespol Gatot Refli Handoko, dan Kombes Pol dr Hisbullah Huda (Kabid Dokkes Polda Jatim)

Penyambutan Wakapolda dilakukan oleh Kapolresta Pasuruan, AKBP Arman, S.I.K., M.Si bersama Dandim 0819, Letkol Arh Burhan Fajari Arfian S.sos serta Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo.
Turut juga dalam penyambutan Forkopimda dan jajaran Polresta Pasuruan.
Wakapolda Jatim selain memberikan arahan kepada para PJU Polrests Pasuruan dan Forkopimda terkait pengamanan malam tahun baru 2021 juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada anggota Pramuka yang terlibat pengamanan di Pos Pelayanan Alun-alun Kota Pasuruan yang turut serta membantu pengaman malam tahun baru. (arie/sory)

Tiga Pilar Kota Pasuruan Gelar Pengamanan Malam Pergantian Tahun

PASURUAN – Menjelang malam akhir tahun baru Kapolres Pasuruan Kota bersama Forkopimda melaksanakan apel kesiapan pengamanan di GOR Untung Suropati jalan Sultan Agung kecamatan Purworejo Kota Pasuruan pada Kamis 31/12/2020.
Kegiatan apel dipimpin oleh Raharjo Teno Prasetiyo, Wali Kota Pasuruan beserta
Ismail Marzuki Hasani (ketua DPRD kota pasuruan) juga
AKBP Arman SIK, M.Si (Kapolres kota Pasuruan setta Mayor CZI Sultoni (Kasdim 0819/Pasuruan)
Mayor Marinir Rohman (Wadan Satlapor Marinir Grati) Kompol Priyanto SIK (Wakapolresta Pasuruan), Kompol Wiwoho (Kabag Ops polres kota Pasuruan), Kapten CZI Pono (kasi ops Dim 0818 Pasuruan) Lettu Huda (Pasi ops Yon Zipur 10 Kostrad Pasuruan) dan semua jajaran Kapolsek Kota Pasuruan.

Diikuti pula oleh 1 SST Satbrimob, Sabhara, Pers Kodim 0819
Pasuruan, Pers Yon Zipur 01/2, Pers Lantas
Gabungan Polsek, Jajaran
Polwan, gabungan Sat Intel, Sat Reskrim dan Sat Narkoba,
Dishub Kota Pasuruan Satpol PP, BPBD dan Relawan kota Pasuruan.
Amanat yang disampaikan pimpinan Apel
oleh walikota Pasuruan, bahwa dalam apel kesiapan Pengamanan malam tahun baru 2021 yang diselenggarakan oleh tiga pilar TNI/Polri ini diharapkan pada masyarakat agar merayakan tahun baru di rumah saja.
“Marilah kita jaga kesehatan dan tetap prokes dengan jaga jarak selalu mencuci tangan dan berdoalah sebelum melaksanakan aktifitas dalam bekerja.Jadilah duta kesehatan bagi diri sendiri dan orang sekitar kita untuk menghindari munculnya cluster baru covid 19,” kata Teno. (arie/topa)

Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Lumajang Kejutkan Pejabat Tak Jadi Dilantik

LUMAJANG – Proses pelantikan dan pengukuhan 239 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di Lingkungan Pemkab Lumajang serta Direksi Perumdam Tirta Mahameru di penghujung Tahun 2020, ternyata menyisakan persoalan dan sangat mengejutkan pejabat yang tidak ikut dilantik oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pada Rabu (30/12/2020) di Stadion Semeru Lumajang.

Pejabat tak jadi dilantik yang akan diambil sumpah jabatannya di hadapan ratusan peserta apel itu terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, namanya tidak ikut di sebut. Padahal, undangan untuk mengikuti prosesi pelantikan telah di terima sebelum acara pengukuhan dan pelantikan dilangsungkan pagi harinya.

Dari pengamatan media, salah seorang pejabat yang gagal dilantik itu, terlihat wajahnya menelan kekecewaan setelah namanya tidak disebut. Kekecewaan juga nampak di pancarkan oleh sebagian pejabat lainnya yang namanya tak ikut dipanggil.

Berdasarkan informasi yang di himpun media ini, beberapa orang pejabat yang gagal dilantik lebih di sebabkan adanya ketidak cocokan dengan keinginan Bupati Lumajang. Hingga berita ini ditulis, Kepala BKD Lumajang yang baru dilantik, Akhmat Taufik Hidayat belum bisa dikonfirmasi oleh media.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Pemkab membuka seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Hasilnya, Akhmad Taufik Hidayat diberi amanah sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nugraha Yudha Mudiarto sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Paiman sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Indra Wibowo Leksana sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang. (dki)

Terpapar Covid-19, Wabup Pamekasan Meninggal Dunia

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e dinyatakan meninggal dunia di RSU Dr Soetomo Surabaya, Kamis (31/12/2020).

Ajudan Bupati Pamekasan, Taufik mengatakan, Raja’e meninggal dunia sekitar pukul 14.00 WIB di Surabaya.

Jenazah Raja’e akan dibawa pulang ke rumah duka di Desa Bujur Barat Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan. (tim)