SITUBONDO – Kabupaten Situbondo ada di jawa timur, dengan pusat pemerintahan dan ibu kota kabupaten terletak di Kecamatan Situbondo. Kabupaten ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda. Dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan.
Dengan letaknya yang strategis, di tengah jalur transportasi darat Jawa-Bali, kegiatan perekonomiannya tampak aktif. Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial.
Tradisi Ojung merupakan tradisi unik di Situbondo. Tradisi ini berupa pertarungan saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang. Kedua peserta Ojung saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar.
Mayoritas warga Situbondo adalah suku Madura, maka bahasa yang digunakan di daerah kabupaten Situbondo adalah bahasa Madura. Tapi ada juga yang memakai bahasa Jawa, sekitar 20% warga Situbondo menggunakan bahasa Jawa.
DI Kabupaten Situbondo ada tempat wisata namanya Kampung Blekok. Di Tempat wisata ini suasananya terasa nyaman dan kental. Hal itu dapat langsung terasa begitu menginjakkan kaki di kampung yang berjarak 10 kilometer dari Kota Situbondo.
Tidak hanya laut yang indah, hijaunya mangrove yang merupakan habitat beragam burung air membuat kita betah selama mungkin di sini. Sejak Tahun 2017, berdasarkan Peraturan Bupati Situbondo, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan ekowisata mangrove dan burung air.
Di tempat wisata Situbondo ini banyak burung blekok sawah. Tapi juga ada jenis lain. Blekok sawah merupakan burung berukuran 45 sentimeter, bersayap putih. Hidupnya di sawah atau daerah berair, sendirian maupun kelompok. Kebiasaannya berdiri diam sembari menunggu mangsa. Setiap sore terbang berpasangan atau berkelompok menuju tempat istirahat.
Burung-burung di tempat wisata Situbondo ini biasanya beterbangan mencari makan jam 5 pagi dan kembali ke sarang sekitar pukul 5 sore. Mereka terbang dalam beberapa kelompok. Bila pengunjung ingin melihat burung air itu memenuhi langit, dua waktu tersebut saat yang tepat.
Lokasi wisata ini berada di dusun pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. (ari)






