Home Blog Page 1896

Desa Ngasem Dapat Bantuan Pintu Air dari Dinas UPTD SDA.

MALANG — Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, mendapat bantuan dari UPTD Sumberdaya Air berupa pintu air.

Kepala desa Ngasem, Karni, mengatakan jika bantuan pintu air sangat bermanfaat bagi petani, disamping dapat mempermudah dalam pembagian air, juga lebih fleksibel dan efisien.

” La ini sangat terbantu sekali bagi para petani kami dalam pemasangan pintu air ini, apalagi debit air di musim ( pepet sumber ) kecil air , ini bisa meringankan pekerjaan kuwowo untuk bisa membagi atau cara menggilir dalam mengairi ladang mereka,” Ujar Karni, kamis, 26 desember 2020.

Apalagi Desa Ngasem yang mayoritas bercocok tanam padi , jagung dan adapula tanaman tebu sebagian, ini perlunya air yang cukup sehingga tanaman tersebut bisa mencapai panen yang optimal, Lanjutnya.

Disampaikan juga lahan dengan luas 285 hektar ini terbagi tanah tegalan dan sawah sehingga harus benar benar di tangani secara serius demi terwujudnya swasembada ketahanan pangan, pungkas Karni. (Srj)

Mengingat Sejarah Lahirnya Hari Bakti Pekerjaan Umum 3 Desember

0

Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum yang diperingati setiap 3 Desember, tak lepas dari sejarah perjuangan para pegawai Departemen Pekerjaan Umum yang rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan Gedung Sate.

Saat itu, 3 Desember 1945, tentara sekutu Belanda menyerang dan ingin mengambil alih Gedung Sate yang pada waktu merupakan kantor Departemen PU. Namun, berkat perlawanan dan kegigihan tujuh pegawai PU, Gedung Sate dapat dipertahankan meski harus gugur di medan pertempuran.

Mereka adalah : Didik Ardiyanto, Muchtarudin, Suhodo, Rio Susilo, Subengat, Ranu, dan Suryono.

Peristiwa ini telah mempersembahkan “Sapta Taruna Kesatrianya” keharibaan Ibu Pertiwi. Dan melahirkan suatu korps Pemuda/Pegawai Pekerjaan Umum yang mempunyai kesadaran sosial, jiwa kesatuan (Corp-geest), rasa kesetiakawanan (Solidaritas) serta kebanggaan akan tugasnya sebagai abdi masyarakat, khususnya dalam bidang pekerjaan umum.

Peristiwa 3 Desember 1945 akan terus dikenang dan diperingati sebagai Hari Bakti Pekerjaan Umum. Saat ini para pegawai Departemen Pekerjaan Umum terus berjuang untuk melanjutkan pengabdian mereka terhadap nusa dan bangsa**

Mor&Mor, “Kejutan” dalam CSBI 2020 yang Digelar Disdagkoperin UMKM Kota Cimahi

0

KOTA CIMAHI – Sabtu (05/12/2020) malam penganugerahan Cimahi Small Business Innovation (CSBI) Awards 2020 digelar dengan protokol kesehatan yang ketat di Cimahi Technopark pada hari Sabtu (05/12).
Acara dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Suhra, Plt Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, dan Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Zulkarnain.
Acara dimeriahkan oleh bintang tamu Naff, Ki Daus, Ceu Popon, home band Sakatalu Gamelan Orchestra, dan dipandu oleh duet MC Elmi Urband dan wanda Urban.
Seteleh melalui proses verifikasi berkas pendaftaran, verifikasi lapangan, dan penjurian daring, penghargaan diberikan kepada 10 kelompok usaha mikro dan kecil (UMK) Pemenang I, 25 kelompok UMK Pemenang II, dan 41 kelompok UMK Pemenang III yang merupakan kolaborasi antara pelaku UMK di klaster kuliner, kerajinan tangan, tekstil dan produk tekstil, dan multimedia.
Dari 10 kelompok UMK Pemenang I, Mor&Mor berhasil mencuri perhatian banyak orang. Ibarat tim “rookie” dalam bola basket, kelompok yang beranggotakan 16 pelaku UMK ini terbilang solid untuk jumlah anggota terbanyak dan sebagian baru saling kenal atau hanya kenal sekilas.
Konsep inovasi yang diangkat pun cukup menarik, yaitu pemanfaatan tanaman kelor sebagai added value dari setiap inovasi produk yang dikembangkan.

Bukan Mitos, Tapi Fakta
Saat ini, sebagian besar masyarakat masih menganggap tanaman kelor identik dengan hal-hal yang bersifat mistis. Daun kelor digunakan untuk memandikan jenazah, mengusir jin, dan menangkal sihir. Faktanya, tanaman kelor memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tanaman pangan yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Secara keseluruhan, filosofi dari manfaat tanaman kelor ini berhasil divisualisasikan secara sempurna dalam bentuk lukisan dan gaun “Miracle Queen” atau Ratu Kelor.
Berdasarkan fakta tersebut, Mor&Mor merancang inovasi pemanfaatan kelor, terutama bagian daunnya, sebagai tambahan dalam komposisi menu kuliner dan pangan olahan. Selain menambah nutrisi, pemanfaatan kelor ini berhasil menarik minat konsumen untuk mencoba. Ada yang tertarik dengan warna hijaunya dan ada juga yang penasaran dengan rasanya. Semua menu kuliner dan produk pangan olahan ditawarkan kepada publik dengan satu merek dagang (one single brand) “Mor&Mor”. Lebih menarik lagi, ternyata merek dagang “Mor&Mor” tersenbut sudah langsung didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Tidak hanya di klaster kuliner, inovasi pemanfaatan kelor ini pun berhasil diterapkan pada tekstil dan produk tekstil. Bagian daun, biji, bunga, dan polong kelor dijadikan ide dasar pembuatan motif batik. Ke depannya, motif batik kelor ini sangat mungkin untuk dikembangkan sebagai motif baru batik khas Cimahi.
Lebih jauh tentang motif kelor, bentuk geometrisnya dikembangkan menjadi “Spectakelor”. Di sini dikembangkan 1001 pilihan motif latar kelor yang dapat diaplikasikan pada kerajinan tangan, desain kemasan, interior, eksterior, mozaik, dan berbagai media lainnya, termasuk aplikasi pada produk-produk daur ulang sampah. Bahkan, bagian tanaman kelor pun secara langsung dapat digunakan dalam kerajinan tangan seperti teknik ecoprint daun kelor pada kain dan pemanfataan batang kelor yang sudah besar.
Dalam hal multimedia dan digitalisasi pun Mor&Mor menampilkan sejumlah inovasi. Budi daya tanaman kelor dan pemanfaatannya untuk perbaikan gizi dan derajat kesehatan masyarakat diterbitkan dalam bentuk buku. Sebagai salah satu bentuk saluran pemasaran teritegrasi, Mor&Mor pun sedang mengembangkan platform e-commerce.

Tidak Berhenti di CSBI
Bagi Mor&Mor, kemenangan dalam CSBI bukanlah tujuan. Justru ini menjadi awal kolaborasi dan aksi nyata pelaku UMK untuk naik, mau, dan berkembang bersama. Dalam penjurian daring, Mor&Mor berhasil memukau tim juri dengan menampilkan produk-produk yang beragam dalam satu identitas merek dagang, Business Model Canvas (BMC) yang rinci, dan road map (peta jalan) pengembangan bisnis yang terstruktur hingga 2024.
Tanpa menunggu pengumuman pemenang CSBI, Mor&Mor sudah langsung mempersiapkan diri untuk melegalkan kelompok dalam bentuk koperasi. Susunan dewan pengurus dan dewan pengawas koperasi sudah disepakati secara mufakat. Berkas-berkas pendaftaran koperasi sedang disiapkan. Tidak tanggung-tanggung, Mor&Mor pun sudah menyiapkan lokasi kantor/galeri dan workshop.
Tidak hanya bergerak di usaha produksi dan perdagangan, Mor&Mor pun sudah mempersiapkan diri sebagai penyedia jasa pelatihan. Menjelang 2021, Mor&Mor sudah siap menggulirkan program Pelatihan Usaha Kreatif Berbasis Hobi Tanaman Kelor atau disingkat “Pelakor” dan berbagai program pelatihan hard skill dan soft skill kewirausahaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Mor&Mor pun sudah mulai menggulirkan wacana program “Mor&Mor Peduli”. Segmen yang akan segera digarap adalah para perempuan kepala keluarga (PEKKA). Selanjutnya bisa berkembang ke segmen lainnya seperti peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim/piatu, dan lansia. Intinya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Edison)

Tak Penuhi standart SNI, Patroli Gabungan Skala Besar Sasar Komunitas Club Motor

LUMAJANG – TNI, Polri dan Satpol PP laksanakan patroli gabungan skala besar pada Sabtu (5/12/2020) malam, dengan sasaran Komunitas club motor yang tidak memenuhi standart SNI di sepanjang jalan raya jalan Slamet Riyadi, Ahmad Yani, Basuki Rahmat dan PB Sudirman yang biasanya menjadi tongkrongan anak-anak muda saat malam minggu

Kegiatan ini dipimpin oleh AKP Ernowo Kasat Resnarkoba Polres Lumajang selaku Pawas dengan anggota IPDA WAHONO (Padal), Anggota terseprint Kompi B, Anggota TNI 5 personil, Anggota Satpol PP 5 personil.

“Malam ini kita menyasar Komunitas club motor yang tidak memenuhi standart SNI untuk kita lakukan pembinaan antisipasi menjelang perayaan tahun baru demi terwujudnya kamseltibcarlantas yang kondusif di Lumajang” ucap AKP Ernowo

“Ada 7 kendaraan yang tidak memenuhi standart TNI yang terjaring dan pengendaranya sudah kita lakukan pembinaan di Polres” pungkasnya. (red)

PASKIBAR Kota Cimahi Gelar Penyemprotan Disinfektan

0

CIMAHI – Bertempat di RW 10 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, PASKIBAR (Paguyuban Satria Kiansantang Barisan Reformasi) menggelar kegiatan penyemprotan disinfektan dengan harapan memutus mata rantai penyebaran Covid -19.
Sedikitnya, 10 personel yang dipimpin oleh Ketua DPD Paskibar Kota Cimahi, Johan Pradana Kantaprawira, dikerahkan dalam kegiatan itu. Sementara itu, Ketua RW 10 Kelurahan Padasuka, Riyantoni, tampak memetakan titik-titik penyemprotan di lokasi.

Ketua RW 10 Kelurahan Padasuka, Royantoni mengatakan, pengurus RW 10 Kelurahan Padasuka bersama PASKIBAR DPD Kota Cimahi melakukan Penyemprotan ini, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19.
“Dalam kegiatan ini kami dibantu para Ketua RT Masyarakat dan Linmas serta Paguyuban Laskar Kiansantang Barisan Reformasi atau PASKIBAR Kota Cimahi. Semoga upaya ini bisa menekan serta memutus penyebaran Covid19 khususnya di lingkungan RW 10 Kelurahan Padasuka,Terimaksih,” ujar Riyantoni pada Gempur News.

Sadangkan Johan Pradana Kantaprawira, akrab dipanggil Jo, mengatakan di Padasuka, jadi perhatian karena temasuk zona merah.

“Cimahi saat ini kembali naik ke zona merah. Jadi kami dari Paskibar DPD Kota Cimahi yang didukung oleh DPC Selatan Tengah dan Utara serta berkoordinasi dengan Ketua RW 10, melakukan giat penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Cimahi, khususnya di wilayah RW 10 Kelurahan Padasuka ini,” terang Ketua Paskibar DPD Kota Cimahi yang Akrab disapa Jo.
Lantas Jo menambahkan, Paskibar akan berusaha tetap konsisten melakukan kegiatan seperti ini.
“Kami sudah lakukan beberapa bulan. Kebetulan Pak RW 10 dan Pak Lurah Padasuka menghubungi Paskibar untuk untuk melakukan penyemprotan Disinfektan di 11 RT di Lingkungan RW 10 Kelurahan Padasuka,” jelas Jo.

Masih kata Jo, pihaknya menurunkan 10 Personal saja karena mengikuti Protokol Kesehatan yakni tidak berkerumun yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kluster baru

Pada kesempatan yang sama, Jo juga mengajak rekan Ormas di Kota Cimahi untuk melakukan kegiatan serupa agar penyebaran Virus Covid19 ini bisa ditekan.

Jo juga menegaskan, pada pemerintah dirinya menghimbau agar fokus melakukan edukasi pada masyarakat, karena potensi penyebaran Covid19 ini akibat minimnya Edukasi kepada masyarakat.

“Saya secara pribadi dan Lembaga mengucapkan terimakasih kepada Kelurahan Padasuka, Camat Cimahi Tengah serta Plt.Walikota Cimahi yang sudah mensupport Paskibar. Semoga kami tetap konsisten untuk melakukan kegiatan ini.” Pungkas Johan Pradana Kantaprawira. (Achmad S)

Kopi Spesial Buat Sahabat

0

Brrumm…..!!
Motor Udin menderu sebelum akhirnya dimatikan di depan rumah Somat.

Sontak sambil terkejut, Somat pun memandang si Udin yang menyeringai.

Somat: “Huh.. Bikin kaget aja!” bentak Somat.

Sambil terus menyeringai hingga gigi taringnya terlihat, si Udin pun menghampiri Somat yang tengah duduk santai menikmati segelas kopi.

Udin: “Eh… Santai amat lu”

Somat: “Ya iyalah.. Emang mau ngapain. Ayo sini duduk”.

Bruk!! Udin pun menghempaskan punggungnya di sandaran kursi kayu yang sudah mulai kusam.

Udin: “Eh… Rasanya nikmat banget kopi yang kamu minum. Emang kopi apa tuh. Bagi donk hehehe…”

Somat: “Emang kamu mau? Kalau mau, aku buatin ya”.

Sekitar 5 menit di dapur, Somat keluar dengan segelas kopi ditangannya.

Somat: “Ini kopi spesial buat kamu”

Tanpa basa basi, Udin pun langsung menyeruput kopi bikinan sahabatnya itu.

Tak lama kemudian,

Udin (sambil nyengir): “Ini kopi apa Mat, koq rasanya agak aneh!”

Somat: “Aneh gimana sih… Itu kopi spesial resep terbaru buat kamu he..he.. he….”

Sambil penasaran, Udin pun menyeruput lagi kopi di depannya.

Udin: “Resep baru? Tapi rasanya koq agak aneh. Ada asem-asem gimana gitu? Emang kopi jenis apa sih?

Somat: “Beneran kamu mau tau resep baruku ini tah? Kebetulan, peminum kopi dari resep baruku ini baru kamu loh he….he…he..”

Udin: “Iya aku pengen tau”

Setelah menghela napasnya, Somat: “Kamu tau kopi luwak?”

Udin: “Oh… Ya tau dong… Itu kan kopi mahal banget. Rasanya pun mantap”

Somat: “Ya… Setelah terinspirasi dari kopi luwak itulah, aku bikin resep baru. Namanya kopi kucing”

Udin: “Maksudnya??!?”

Somat: “Iya kopi kucing”

Udin: “Aku koq gak paham sih!!! Jelaskan lagi maksudnya gimana?”

Somat: “Kamu kan tau, Luwak sekarang sulit dicari. Di hutan pun udah jarang banget yang bisa menemukan. Makanya aku ganti dengan kucing he…he..he..”

Udin: “Kamu koq tambah gak jelas sih!! Emang bisa luwak diganti kucing!!”

Somat: ” Ya udah kalo gak percaya!”

Udin: “Emang gimana caranya?”

Lantas… Somat pun menjelaskan cara membuatnya.

Somat: “Caranya gini. Kopi yang udah disangrai, ditumbuk agak kasar”

Semakin penasaran, Udin: “Terus!!”

Somat: “Sabar ah….

Somat pun melanjutkan: “Lalu kopi yang udah ditumbuk tadi, di campur sama ikan asin. Habis itu, diberikan ke kucing biar dimakan. Ntar kalo kucingnya udah BAB, diambil lalu dijemur sampe kering. Setelah itu, digiling sampe alus dan diseduh buat kopi di gelasmu itu. ha…ha…ha”

Udin: “Asem… Sialan… Itu namanya tai kucing!!!!”

Spontan Udin pun memasukkan jari telunjuknya ke tenggorokan sambil berharap bisa muntah

Huueek…. Hueekk.. (duki)

Giliran Airi Sawah, Dinas UPTD Bantu Pintu Air

0

MALANG – Dinas UPTD SDA memberikan bantuan berupa pintu air kepada Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Kamis (26/11/2020).

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan petugas pembagi air di sawah (kuwowo-red) agar bisa meringankan pekerjaannya.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan, kuwowo bisa membagi aliran air atau dalam mengairi ladang petani secara bergantian dapat teratur.

Kepala Desa, Karni merasa senang dan sangat terbantu sekali adanya bantuan pintu air dari UPTD tersebut.

“La ini sangat membantu sekali bagi para petani di Desa kami. Apalagi debit air di musim (pepet sumber) kecil air , ini bisa meringankan pekerjaan kuwowo untuk bisa membagi atau cara menggilir dalam menga airi ladang warga,” kata Kades Karni.

Desa Ngasem mayoritas warganya bercocok tanam padi , jagung dan ada pula tanaman tebu sebagian.

“Ini perlunya air yang cukup sehingga tanaman tersebut bisa mencapai panen yang oktimal,” ujar Karni.

“Apalagi dengan luas 285 ht, ini terbagi tanah tegalan dan sawah sehingga harus benar benar di tangani secara seriius demi terwujudnya swasembada ketahanan pangan,” pungkasnya. (srj)

Upaya Mutus Matarantai Covid, Satlantas Polresta Pasuruan Semprot Disinfektan Ditempat Umum

PASURUAN — Satlantas Polres Pasuruan kota melaksanakan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di tempat umum dan sarana bermain anak

Satlantas polres Pasuruan kota terus berupaya dan berbenah,berbagai kegiatan di lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang ada di wilayah hukum.polres Pasuruan kota yang masih belum berakhir

Adapun kegiatan tersebut berupa pembagian sembako dan penyemprotan cairan disinfektan yang di lakukan di tempat umum dan sarana bermain anak yang berada di alun alun depan masjid agung Al Anwar kota Pasuruan serta taman CSR Bank Jatim jln Balaikota Sabtu tanggal 5 Desember 2020

Acara yang di pimpin langsung oleh kasat di lantas polres Pasuruan kota AKP Yudiono SH beserta jajarannya,selain melakukan Penyemprotan disinfektan dan pemberian paket sembako juga membagikan masker kepada pengguna jalan dan tukang becak

Kegiatan ini bertujuan selain untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona agar masyarakat kota Pasuruan terbiasa memakai masker di tempat umum

Selain itu Kasatlantas juga menghimbau kepada masyarakat kota Pasuruan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan kapanpun di manapun, terlebih kepada orang tua yang sedang mengajak anaknya bermain di tempat umum

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa mulai dari pejalan kaki,hingga pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat
Di sela sela kegiatannya,kasat lantas menyampaikan akan terus berupaya memberikan pelayan yang terbaik sebagai bentuk kepedulinya terhadap masyarakat kota Pasuruan (fa/in)

Polsek Jajaran Polres Lumajang Laksanakan Operasi Yustisi

LUMAJANG – Personel Polsek Jajaran Polres Lumajang bersama Koramil yang ada di wilayah hukum masing-masing Kecamatan, melaksanakan Operasi Yustisi Covid-19 dalam pendisiplinan protokol Kesehatan, Sabtu (5/12/2020).

Seluruh Team Operasi Yustisi Polsek Jajaran, kembali menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan sebagai pencegahan covid-19.

Kegiatan dilaksanakan bersama oleh personel dari Kecamatan, bersama anggota Koramil, dengan cara memberhentikan masyarakat yang tidak menggunakan masker dan diberi teguran lisan, tindakan ditempat dengan mencatat identitas pelanggar, memberikan sangsi kepada pelanggar untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat pelaksanaan Operasi Yustisi serta, memberikan masker.

Giat Operasi Yustisi secara Stasioner ini, dalam rangka penegakan disiplin terhadap masyarakat yang melanggarb protokol kesehatan, guna menindaklanjuti Inpres Nomor 06 Tahun 2020 dan Perda Propinsi Jatim No 2 Th 2020.

Dari pantauan menunjukkan, masyarakat menanggapi dengan positif kegiatan Operasi yustisi penertiban dan penegakan hukum Protokol kesehatan ini, demi kepentingan bersama. Diinformasikan bahqa selama kegiatan berlangsung situasi  aman lancar dan terkendali.

Kapolres Buton, AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kapolsek Jajaran menyampaikan bahwa Polri khususnya akan semakin gencar mendisiplinkan protokol kesehatan guna memutus rantai covid-19, serta mendukung Pemerintah Daerah untuk menegakkan Operasi Yustisi Covid-19 khususnya penggunaan masker. (bam)

Menjaga Persatuan Dengan Kegiatan Ngopi Kebangsaan Bersama Tokoh

LUMAJANG – Bertempat di Hall Arjuna Hotel Gajahmada, Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa, S.H. S.I.K., M.I.K., menghadiri kegiatan diskusi bertajuk ‘Ngopi Kebangsaan’.dengan tema Peran Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI, Sabtu (5/12/2020).

Turut hadir dalam kegiatan diskusi yang digelar oleh Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lumajang tersebut, Wakapolres Lumajang, Kabag Ops Polres, Kapolsek Kota Lumajang, Danramil Kota Kodim 0821 Lumajang serta para tokoh.

Dengan kegiatan tersebut Kapolres Lumajang AKBP Deddy Fourry Millewa berharap adanya sinergi yang dibangun bersama sebagai benteng pertahanan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saya berharap, melalui sinergi yang ada, pemuda akan menjadi suatu benteng yang akan menjaga keutuhan wilayah kita khususnya Kabupaten Lumajang,” kata Deddy.

“Dalam bersinergi bagaimana kita bisa memajukan budaya, potensi yang ada di Lumajang ini. Sehingga menjadikan nilai tambah dari suatu kebudayaan yang ada,” lanjut Kapolres.

Kegiatan diskusi berjalan lancar dan tertib,, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan sebelum pelaksanaan berlangsung, panitia kegiatan sudah melakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan handsanitizer. (duk/bam)