Home Blog Page 1897

Menjaga Persatuan Dengan Kegiatan Ngopi Kebangsaan Bersama Tokoh

LUMAJANG – Bertempat di Hall Arjuna Hotel Gajahmada, Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa, S.H. S.I.K., M.I.K., menghadiri kegiatan diskusi bertajuk ‘Ngopi Kebangsaan’.dengan tema Peran Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI, Sabtu (5/12/2020).

Turut hadir dalam kegiatan diskusi yang digelar oleh Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lumajang tersebut, Wakapolres Lumajang, Kabag Ops Polres, Kapolsek Kota Lumajang, Danramil Kota Kodim 0821 Lumajang serta para tokoh.

Dengan kegiatan tersebut Kapolres Lumajang AKBP Deddy Fourry Millewa berharap adanya sinergi yang dibangun bersama sebagai benteng pertahanan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saya berharap, melalui sinergi yang ada, pemuda akan menjadi suatu benteng yang akan menjaga keutuhan wilayah kita khususnya Kabupaten Lumajang,” kata Deddy.

“Dalam bersinergi bagaimana kita bisa memajukan budaya, potensi yang ada di Lumajang ini. Sehingga menjadikan nilai tambah dari suatu kebudayaan yang ada,” lanjut Kapolres.

Kegiatan diskusi berjalan lancar dan tertib,, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan sebelum pelaksanaan berlangsung, panitia kegiatan sudah melakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan handsanitizer. (duk/bam)

Aplikasi SAE L’SIMA Inovasi Lapas Kelas I Malang Diresmikan

MALANG – Sekjen Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, S.H., MM., resmikan Aplikasi Pengelolaan SAE LSIMA. Persemian itu dilakukan di kawasan Sarana Asimilasi Edukasi Lapas Kelas I Malang atau SAE L’SIMA di Desa Maguan, Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (4/12/2020).

Hadir dalam peresmian tersebut, Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono dan Kepala Lapas Kelas I Malang, Anak Agung Gde Krisna, serta Muspika Ngajum Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Sekjen Kemenkumham menyampaikan pembekalan sikap kepada petugas lapas agar dapat menjalani pekerjaannya dengan nikmat.

“Semoga teman teman bisa melaksanakan tugas dengan baik, karena hal ini merupakan bagian dari cara berkarya dan berinovasi sebagai dukungan semangat,” kata Bambang.

Sementara Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono menjelaskan tentang peresmian aplikasi SAE L’SIMA yang merupakan inovasi dari Lapas Kelas I Malang.

“Sama seperti aplikasi lainnya, berisikan informasi tentang segala yang telah dilakukan SAE L’SIMA maupun Lapas Kelas I Malang,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, aplikasi ini merupakan terobosan baru dari Lapas Kelas I Malang, dan mendapatkan apresiasi dari Sekjen Kemenkumham RI.

“Bapak Sekjen Kemenkumham RI tadi sangat mengapresiasi keberadaan aplikasi tersebut. Ini ungkap Krismono.

Selain meresmikan aplikasi SAE L’SIMA, Sekjen Kemenkumham RI juga melakukan yudisium kepada para santri Lapas Kelas I Malang dan memberikan bantuan kepada masjid.

“Kami perlu belajar untuk mengembangkan tempat ini dengan pihak ketiga. Karena selain digunakan untuk sarana asimilasi dan edukasi, tempat ini juga dibuka untuk pariwisata, edukasi dan olahraga,” urai Krismono.

Sedangkan Kalapas kelas 1 Malang, Anak Agung Gde krisna. A. md. ip. S. H. M. si. mengatakan bahwa kerjasama dengan pihak ketiga ini, dalam rangka pengelolahan aplikasi SAE L’SIMA.

“Menejemen program kegiatan pembinaan dalam lapas, ada pada kita,” kata Anak Agung Gde Krisna.

Ia berharap adanya manfaat yang baik dari warga binaan dan juga pemerintah daerah. Sedangkan kegiatan ada pertanian, peternakan tetap orentasinya ke wisata. “Mengenai pengembangannya, ayo kita bangun bareng-bareng kerja sama dengan pihak Lapas,” pungkas Anak Agung. (srj)

IPNU- IPPNU Probolinggo Galang Dana Untuk Korban Erupsi Semeru

PROBOLINGGO — Erupsi gunung semeru yang terjadi beberapa hari yang lalu, menggerakkan hati beberapa lembaga ataupaun secara pribadi untuk ikut peduli meringankan beban mereka yang terkena musibah, baik yang terkena secara langsung maupun mereka yang terdampak.

Seperti yang dilakukan oleh anak anak muda yang tergabung dalam IPNU(Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Kabupaten Probolinggo, dengan ujung tombaknya dilapangan yakni Corps Brigade Pembangunan(CBP), dan Korp Pelajar Putri (KPP), mereka bersama sama bergerak cepat menggali dana kemanusiaan.

Dalam pelaksanaannya, mereka menghimbau kepada pengendara jalan yang melintas untuk ikut peduli kepada korban bencana, dengan menyisihkan sedikit rejekinya yang langsung memasukkan dalam kardus yang sudah disiapkan.

Kegiatan yang bertemakan Aksi Penggalangan Dana Selamatkan Korban Erupsi Gunung Semeru tersebut, mendapatkan simpati dari masyarakat luas, terbukti dalam waktu sehari mereka dapat mengumpulkan dana sekitar satu juta empat ratus ribu rupiah lebih.

Kegiatan ini masih terus berlanjut, baik terjun langsung ke masyarakat maupun melalui rekening yang telah disiapkan.

Rizki dan Ela selaku kordinator dilapangan menyampaikan, bahwa kegiatan penggalian dana tersebut sudah melalui musyawarah bersama dan nantinya hasil yang terkumpul sesegera mungkin untuk diserahkan kepada korban.

Disampaikan juga, jika organisasinya sudah terbiasa dan selalu ambil bagian dalam penanganan setiap terjadi musibah, baik terjun langsung membantu evakuasi ataupun membantu kebutuhan korban.

” Semoga sumbangsih kami dapat meringankan mereka yang terkena musibah,”Ujar Ela.

Dalam teknis penggalian dana, mereka tetap menerapkan proyokol kesehatan, dengan menjaga jarak dan selalu memakai masker.(N,Hermanto).

Gabungan LSM Banyuwangi, Desak DPRD Tolak Hearing Isu Foto Tak Senonoh

BANYUWANGI – Gabungan ormas dan LSM datangi kantor DPRD Banyuwangi, Jumat (4/12/2020), mereka mendesak wakil rakyat untuk menolak permohonan hearing tentang isu foto tak senonoh.

Begitu memasuki gedung dewan, puluhan massa yang terdiri dari perwakilan MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, DPP Pembela Adat dan Budaya Banyuwangi (Balawangi), Relawan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) dan LSM Banyuwangi Ramah Organisasi dan Golongan (Borgol), langsung menuju ruang sekretariat.

Disitu mereka mengirimkan surat berisi desakan agar seluruh pimpinan dan anggota DPRD Banyuwangi, tidak menanggapi permohonan hearing yang diajukan oleh Banyuwangi Coruption Watch (BCW) dan Yayasan Madani.

“Apa yang kami sampaikan adalah aspirasi masyarakat Banyuwangi, yang dibuktikan dengan tanda tangan dukungan masyarakat,” ucap Ketua DPP Balawangi, Sholehudin.

Seperti diketahui, surat yang dikirim oleh gabungan ormas dan LSM tersebut memang bukan berisi desakan semata. Tapi juga ikut dilampirkan 700 an lebih tanda tangan masyarakat. Yang menginginkan agar hearing terkait isu foto tak senonoh tidak dilangsungkan.

“Kami meminta tidak digelar karena kami nilai permintaan hearing itu sangat bermuatan politis,” imbuh Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni SH.

Usai berkirim surat, rombongan melakukan ikrar tolak kampanye hitam dalam perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020. Dan sebagai pengejawantahan, mereka meminta seluruh jajaran dewan untuk tidak menggelar hearing tentang foto tidak senonoh.

“Marilah kita semua mengisi momen Pilkada Banyuwangi, dengan suka cita dan kedamaian,” imbuh Zamroni.(Putra).

Pilkada Surabaya 2020, Poltracking Rilis Hasil Survei Terbaru

SURABAYA – Lembaga Survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbarunya mengenai kontestasi pada kandidat dalam Pilkada Surabaya 2020 pada awal November lalu. Survei ini diselenggarakan oleh Poltracking pada tanggal 19-23 Oktober 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Siaran resmi Poltracking mengungkapkan survei itu melibatkan 1200 responden dengan margin of error /- 2.8% pada tingkat kepercayaan 95%. Klaster survei ini menjangkau 31 kecamatan di Surabaya dan pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak, dikutip tirto.id

Hasil survei Poltracking tersebut menunjukkan, berdasarkan pertanyaan dengan simulasi surat suara, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman unggul dengan elektabilitas 51,7 persen. Sedangkan lawan mereka, Eri Cahyadi-Armuji hanya memiliki elektabilitas 34,1 persen.

Sebagai catatan, dalam survei Poltracking ini, jumlah pemilih yang merahasiakan jawabannya hanya sebanyak 5 persen, dan mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 9,2 persen.

“Melihat waktu pelaksanaan Pilkada Surabaya sekitar satu bulan lagi [dari waktu survei], kemampuan kandidat dan tim menggarap pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan pemilih yang masih mungkin berubah (swing voters) menjadi kunci kemenangan,” demikian kesimpulan survei yang dirilis Poltracking. (red)

Jum’at Berkah, Srikandi Satlantas Polres Lumajang Bagikan Nasi Bungkus

LUMAJANG – Srikandi Tangguh Semeru Satlantas Polres Lumajang membagikan paket nasi bungkus kepada jama’ah dan takmir masjid, abang becak dan masyarakat sekitar Masjid Nurul Falah di jalan PB Sudirman Lumajang, Jum’at (04/12/2020) siang.

Kegiatan Jum’at berkah ini dilaksanakan anggota Polwan Satlantas Polres Lumajang sebagai bentuk kebersamaan antar anggota Satlantas Polres Lumajang dengan masyarakat.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Putu Angga Feriyana, SH, SIK, mengatakan, selain membagikan paket nasi bungkus, petugas juga memberikan himbauan agar masyarakat tetap tertib dalam berlalu lintas dan mengikuti protokol kesehatan demi terwujudnya kamseltibcarlantas ditengah mewabahnya covid 19. (duk/bam)

Rekrutmen Bintara Polri Pro Aktif T.A. 2021, Tekankan Prinsip BETAH

LUMAJANG – Kepolisian Republik Indonesia membuka kesempatan bagi pemuda pemudi Indonesia untuk mengikuti seleksi Bintara Polri Proaktif T.A. 2021. Dalam prosesnya, rekrutmen Bintara Proaktif ini tetap menggunakan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (Betah).

Rekrutmen Bintara Pro aktif ini diharapkan dapat mewujudkan postur anggota Polri yang Promoter. Profesional, modern, dan tepercaya.

Persyaratan umum bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi ini sama halnya seperti seleksi pada umumnya yakni Warga negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan paling rendah SMU/Sederajat, usia minimal 18 tahun pada saat dilantik sebagai anggota Polri, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana, berwibasa jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

“Yang membedakan adalah tiga kategori yang disyaratkan, affirmative action, talent scouting, dan penghargaan.” jelas Kabag Humas Polres Lumajang, IPDA Shinta melalui keterangan keterangan tertulis.

Kategori affirmative action adalah tindakan penguatan merupakan kebijakan yang diberikan secara khusus kepada kelompok atau golongan tertentu secara proporsional bagi putra-putri dari berbagai daerah di Indonesia.

Daerah yang meliputi wilayah suku pedalaman terpencil seperti di hutan, gunung, perairan pesisir, dan pulau-pulau kecil terluar atau perbatasan.

Sedangkan talent scouting adalah pencarian bakat melalui proses pencarian dan pemanduan calon anggota Polri yang memiliki bakat khusus, minat, dan potensi khusus yang dibutuhkan oleh Polri dari prestasi akademik dan prestasi non-akademik.

Prestasi akademik meliputi juara olimpiade sains tingkat kabupaten, provinsi atau nasional. Prestasi non-akademik diantaranya juara bidang olahraga tingkat provinsi, nasional dan internasional. Juara Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Selain itu, jambore nasional agama Hindu dan sippa darmma samajja agama Buddha tingkat provinsi nasional dan internasional. Termasuk diantaranya hafidz Quran dan memahami tafsir Quran. Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.

Sedangkan kategori penghargaan diberikan kepada anak kandung anggota Polri yang gugur, tewas, atau cacat tingkat III dalam melaksanakan tugas yang dibuktikan dengan keputusan Kapolri dan memiliki tanda kehormatan paling rendah Bintang Bhayangkara Naraya Prestasi.

Kemudian, bagi yang mendapat penghargaan dari Kapolri paling sedikit tiga pin emas, atau anggota masyarakat serta anak kandung anggota masyarakat yang gugur dalam membantu pelaksanaan tugas kepolisian, dibuktikan dengan surat keterangan Kapolda yang menjabat saat kejadian. Pendaftaran dibuka mulai 26 November hingga 8 Desember 2020. (*)

Memutus Mata Rantai Corona, Perangkat Desa Cimareme Lakukan Penyemprotan.

0

BANDUNG BARAT – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19, Perangkat Desa Cimareme yang dipimpin langsung oleh Kadus (Kepala Dusun) Dezan F.Gunawan bersama Ketua Team Desa Siaga Nana Permana, Ketua RW 07 Desa Cimareme Dadang, melakukan penyemprotan Disinfektan di wilayah RW 07, Desa Cimareme Jum’at (4/12/2020).

Kegiatan tersebut menurunkan team yang berjumlah 4 orang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk melakukan Penyemprotan Disinfektan.

Kepala dusun Cimareme mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan dilakukan atas instruksi dari Kepala Desa Cimareme, H. Cecep Sudrajat.

“Ini atas instruksi Kepala Desa Cimareme H.Cecep Sudrajat,” ujar Kadus Dezan ketika dikonfirmasi wartawan.

Dijelaskan, penyemprotan dusinfektan sebagai langkah awal pencegahan preventif perluasan penyebaran Virus Corona. Untuk wilayah sendiri, kata Dozan, ketua RT dan ketua RW diinstruksikan melakukan isolasi mandiri.

“Jika ada yang positif terpapar Virus Corona, karena orang yang terkena atau terpapar Virus Corona ini tidak menunjukan Gejala (OTG), jadi tidak dirujuk kerumah sakit, namun hanya di sarankan untuk isolasi mandiri saja,” paparnya.

Namun ia mengaku mungkin saja akan melakukan langkah-langkah lain yang belum bisa diungkapkan, karena memang belum terjadi untuk penanganan.

Slanjutnya, warga berharap agar Desa Cimareme aman tidak terpapar Covid 19 dan penyakit-penyakit lainnya.

Atas tindakan warga yang cepat dan tanggap tiap kondisi, dan selalu siaga 24 jam, khususnya untuk Covid 19 dan bencana-bencana lainnya, Kadus Cimareme, Dezan F.Gunawan mengapresiasi tindakan tersebut.

Sementara Ketua Team Desa Siaga Cimareme, Nana Permana menuturkan bahwa timnya akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pengurus lingkungan di Desa Cimareme ini.

“Kami berkoordinasi dengan seluruh kepengurusan wilayah di Desa Cimareme, khususnya di RW 07 ini. jugs juga beberapa kasus di wilayah Desa Cimareme, insya Allah akan kami tangani hari ini juga,” kata Nana Permana.

Dikatakan, menurut data yang masuk ke Desa Siaga ada 3 Wilayah yang terkena Wabah Covid 19.

“Kami sudah mengajak kepada pengurus wilayah baik RT, RW untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, yakni menerapkan 3M (Mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, menjaga jarak dan selalu menggunakan masker,” tambahnya.

“Kami hanya melaksanakan tugas, akan tetapi kesadaran masyarakat lebih penting untuk menjaga kesehatan. Insya Allah kami tidak akan berpangku tangan, setiap ada kejadian atau laporan dari masyarakat, langsung kami tindak lanjuti, dalam segala kondisi 24 jam. Baik penanganan seperti sekarang ini, penanganan orang yang sakit dan sebagainya,” sambungnya lebih lanjut.

Nana menyebut bahwa Ini merupakan dukungan dari Kepala Desa Cimareme H. Cecep Sudrajat beserta jajaran yang terus memberikan motivasi kepada team Desa Siaga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Masyakat Cimareme.

“Saya selaku ketua RW 07 Desa Cimareme menginformasikan bahwa ada warga yang positif terpapar Covid 19 ada di beberapa RT berdasarkan hasil swab,” Ketua RW 07 Desa Cimareme Dadang menimpali.

“Kami selaku ketua RW, karena sudah ditugaskan dalam garis gugus depan, maka kami langsung mengadakan laporan ke
desa agar dilakukan tindakan preventif berupa penyemprotan disinfektan,”

“Warga kami ketika ada gejala langsung tanggap melakukan pelaporan kepada Kami, kemudian kami langsung melakukan laporan kepada pihak Kadus dan jajarannya,” masih kata dia lagi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak desa yang sudah merespon laporan kami dengan menurunkan team desa siaga. Dan Saya menghimbau kepada masyarakat untum tetap melaksanakan Protokol kesehan, yaKni melaksanakan 3M itu saja,” Pungkas Ketua RW 07 Desa Cimareme Bapak Dadang. (EDISON).

Langkah Cepat Khofifah Instruksikan Bantuan Erupsi Semeru

0

SURABAYA – Saat aktifitas gunung Semeru mengalami erupsi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat dengan memerintahkan BPBD Jatim dan Dinas Sosial mengirimkan bantuan.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa jenis bantuan bukan saja berupa peralatan ataupun logistik, tapi diperlukan bantuan tenaga untuk penanganan warga terdampak erupsi.

“Bantuan yang diberikan diantaranya mengirimkan dua tenda pengungsian yang dilengkapi dengan Light Tower sebagai penerangan saat gelap. Termasuk juga pengungsian darurat dan dapur umum sedang kita siapkan,” ungkap orang nomor satu di Jawa Timur ini, Selasa (10/12/2020) pagi.

Selain itu, bantuan tenda dan light tower penerangan dari BPBD Jatim. Dirinya juga memerintahkan untuk segera mengirimkan bantuan berupa sembako bagi para pengungsi. Bantuan tersebut terdiri dari 1 ton beras, 500 dos mie instan dan 200 liter minyak goreng. Lalu tambah gizi 120 paket, serta lauk pauk 120 paket.

“Posko penguatan dari pemprov menyatu di posko pengungsian yang berada di lapangan Kamarkajang Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang,” terang Gubernur Khofifah.

Tidak hanya itu saja, dalam rangka penanganan pencegahan di masa pandemi Covid-19, Gubernur Khofifah juga memerintahkan untuk menyertakan bantuan berupa handsanitizer 20 liter, disinfektan 20 liter, masker 5000 pcs, mobil Rescue 1 Unit dan mobil serbaguna 2 Unit.

“Untuk membantu penanganan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov Jatim yang akan membawa berbagai peralatan pendukung penanganan bencana juga meluncur ke lokasi,” ujarnya.

Instansi terkait, seperti Dinas Sosial pun diharapkan berperan dalam penanganan dampak erupsi tersebut. Instansi tersebut mengirimkan dukungan peralatan dan bantuan logistik berupa tenda pengungsi 2 unit, famili kit 50 paket, kid ware 50 paket, food ware 50 paket, perlengkapan dapur keluarga 50 paket, paket sandang 50 paket, serta kasur 30 buah.

“Bantuan tersebut kita arahkan langsung ke tempat pengungsian. Tentu semua kita kordinasikan dengan Bupati Lumajang,” jelas Gubernur Khofifah.

Tujuannya, sebut Gubernur Khofifah, untuk mendukung penanganan bencana dan membackup dapur umum darurat yang didirikan di sekitar tempat pengungsian. Setidaknya terdapat 250 hingga 500 warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang mengungsi.

“Bantuan yang saat ini dikirimkan adalah sebagai langkah awal kesigapan Pemprov Jatim dalam menangani bencana alam. Nanti, akan ada bantuan-bantuan yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan. Tetapi team leadernya tetap Bupati Lumajang,” ujarnya.

Secara umum, lanjut mantan Menteri Sosial RI, keadaannya aman. Informasi dari tim di lapangan material sudah tidak mengalir lagi, kendati masih terdapat bau belerang. Tetapi semua pihak harus tetap waspada, dihawatirkan terjadi aliran lahar panas jika turun hujan.

“Mohon saling waspada, menjaga jarak aman, dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara laporan yang diberikan BPBD Jatim menyebutkan, Gunung Semeru pada Pukul 01.23 WIB aktifitasnya mengalami peningkatan. Dari pantauan Pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di wilayah Gunung Sawur Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kab. Lumajang, keberadaan Gunung Semeru telah terjadi dan teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 Meter kearah Besuk Koboan. Dari data yang terekam di Sismograf 20 milimeter lahar gempa sedang berlangsung.

Kondisi tersebut semakin meningkat pada pukul 03.00 WIB, dimana keberadaannya sudah terjadi hujan bercampur abu awan panas. Dan disaat bersamaan letusan masih berlangsung dengan potensi lahar panas cukup kuat.

”Saya mengimbau agar masyarakat sekitar mewaspadai aliran lahar panas bila terjadi hujan deras,” pinta Khofifah.

Dengan kondisi seperti itu, diharapkan masyarakat Dusun Curah Koboan Desa Supiturang dan Rowobaung Desa Oro-oro Ombo Kec. Pronojiwo dan Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh Kec. Candipuro segera keluar dari rumah mereka. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi lahar panas terjadi apabila turun hujan. Bagi masyarakat yang beraktifitas sebagai penambang di aliran DAS Rejali, Besuk Semut dan Besuk Sat, dirinya meminta agar warga segera menghentikan aktifitasnya.

“Pengungsi warga berada di Pos Gunung Sawur, SD Supiturang, dan masjid terdekat,” lanjutnya. (red).

Pemilihan Ketua RW 19 Kelurahan Cibabat, Sudah Berdasarkan Tahapan dan Aturan.

0

CIMAHI — (02/12/2020)
Setiap pemilihan pimpinan merupakan sarana berdemokrasi bagi warga masyarakat, seperti halnya yang dilaksanakan oleh Panitya pemilihan RW 19 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, (02/12/2020), walaupun dengan tahapan yang cukup menguras tenaga dan fikiran pihak Panitya Pemilihan, akhirnya secara aklamasi dimenangkan oleh Ketua RW yang lama Kusmawan.

Lurah Cibabat, Seta ketika dimintai keterangan oleh Wartawan Gempur News menjelaskan, “Terkait dengan pemilihan dan pelantikan Ketua RW 19 Kelurahan CibabatvKemarin
,pada dasarnya sudah sesuai dengan persyaratan, dasar dari pelantikan ketua RW 19 Kelurahan Cibabat adalah berdasarkan musyawarah dan mufakat dari para ketua RT dan tokoh masyarakat serta sebagaian warga yang mewakili RW 19 dan memilih kembali Pak Kusmawan menjadi Ketua RW 19, secara pendekatan Hukum telah dijalankan, dasar pelantikan KetuaRW 19 kemarin Adalah Berita Acara Musyawarah mufakat dari warga di RW 19.

Pelaksanaan tugasnya sendiri mulai efektif setelah kemarin dilaksanakan pelantikan pada Hari Jumat.
,harapan Kami dari pemerintah dalam hal ini kelurahan, karena Pak Kusmawan menjadi ketua RW merupakan mitra Kelurahan dalam pelaksanaan program kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota yang sifatnya Bottom Up atau Top Down Harapan Kami Pak Kusmawan dapat bersinergi, bekerja sama dengan tujuan agar Masyarakat di RW19 dapat tetap terfasilitasi dan mendapatkan pelayanan yang prima dan dapat menjadi lebih sejahtera ke depannya untuk lingkungan RW 19.” Terang Lurah Cibabat Seta.

Ditempat yang sama Camat Kecamatan Cimahi Utara, Endang menjelaskan, “Jadi begini, Panitya ini sudah melaksanakan tugas nya mereka(Panitya), melakukan proses pemilihan Ketua RW 19 Kelurahan Cibabat, mulai dari Tahapan, persiapan kemudian penjaringan calon, penyampaian visi dan misi, pelaksanaan pemilihan sampai dengan pemungutan suara.

Kemudian terjaring 4 orang Calon plus In Cumbent, Panitia kemudian melaporkan kepada kami, namun karena berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan dipandang tidak sesuai aturan yakni Incumbent ini mencalonkan yang ke 3 kalinya atas usulan warga, sehingga kami menolak untuk menindak lanjuti dan kami kembalikan lagi kepada panitya untuk dilakukan pemilihan ulang, mekanisme apakah dengan pemungutan suara atau dengan musyawarah.

Intinya hasil pemilihan dikembalikan lagi, kemudian dengan bernagai pertimbangan masalah waktu, biaya dan sebagainya serta mengacu pada Perwali yang mengatur mengenai pemilihan RT dan RW ini yakni PerWal no.31 tahun 2018, bahwa pemilihan RT dan RW itu dilakukan paling utama melalui musyawarah mufakat, jika musyawarah mufakat tidak didapatkan hasil maka dilakukan pemungutan suara, akhirnya Panitya melakukan pemilihan melalui musyarah dan mufakat disana para calon yang tadinya merupakan Rival kemudian mengikuti Musyawarah Mufakat, dari hasil Musayawarah Mufakat ini Akhirnya terpilih kembali Ketua RW 19 itu atas nama Pak Kusmawan, atas dasar inilah kemudian panitya menyodorkan kepada kami

“Dari Hasil ini kami telah menyampaikan bahwa hasil pemilihan ini memunculkan nama pak Kusmawan namun karena ada satu pertimbangan wakutu, biaya dan sebagainya maka panitya mereka menyampaikan tidak mungkin melakukan proses pemilihan lagi sehingga akan kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pemilihan, sehingga akhirnya Kami memutuskan kita panggil para panitya, beberapa tokoh Masyarakat kemudian para calon.

Sehingga pada saat itu di sepakati bahwa musyarawah ini yang akan disodorkan kepada kami untuk ditindak lanjuti karena untuk melakukan proses pemilihan lagi itu tidak mungkin,disisi lain pelayan kepada masyarakat harus tetap berjalan, karena disatu RT atau RW tidak boleh pelayanan kepada masyarakat itu kosong.

Pada intinya untuk RW yang pertama memang RW ini merupakan partner atau rekan kerja dari Kelurahan dan Kecamatan sehingga siapapun itu kami tidak berkepentingan, yang penting RW yang bersangkutan dapat nersinergi dengan kami, yang kedua yang bersangkutan karena sosok RW ini merupakan pimpinan di wilayah sehingga setiap program yang dilaksanakan di wilayah RW dapat dilaksanakan dan dapat diikuti oleh masyarakat, sehingga sosok RW ini tentunya adalah sosok yang memang menjadi aspirasi masyarakat, Kemudian yang ke tiga Kita juga berkepentingan karena RW ini sebagai kepanjangan tangan Kita untuk melakukan pelayanan di Masyarakat.

Sehingga kalau misalkan terjadi kekosongan RW dilapangan ini merupakan kendala bagi kami juga, jangan sampai masyarakat terganggu, poinnya adalah Kondusifitas wilayah,pelayanan keoada masyarakat tidak terhambat.” Pungkas Camat Cimahi Utara Endang, menyampaikan kepada Wartawan Gempur News.

(EDISON)