Home Blog Page 1898

Langkah Cepat Khofifah Instruksikan Bantuan Erupsi Semeru

0

SURABAYA – Saat aktifitas gunung Semeru mengalami erupsi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat dengan memerintahkan BPBD Jatim dan Dinas Sosial mengirimkan bantuan.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa jenis bantuan bukan saja berupa peralatan ataupun logistik, tapi diperlukan bantuan tenaga untuk penanganan warga terdampak erupsi.

“Bantuan yang diberikan diantaranya mengirimkan dua tenda pengungsian yang dilengkapi dengan Light Tower sebagai penerangan saat gelap. Termasuk juga pengungsian darurat dan dapur umum sedang kita siapkan,” ungkap orang nomor satu di Jawa Timur ini, Selasa (10/12/2020) pagi.

Selain itu, bantuan tenda dan light tower penerangan dari BPBD Jatim. Dirinya juga memerintahkan untuk segera mengirimkan bantuan berupa sembako bagi para pengungsi. Bantuan tersebut terdiri dari 1 ton beras, 500 dos mie instan dan 200 liter minyak goreng. Lalu tambah gizi 120 paket, serta lauk pauk 120 paket.

“Posko penguatan dari pemprov menyatu di posko pengungsian yang berada di lapangan Kamarkajang Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang,” terang Gubernur Khofifah.

Tidak hanya itu saja, dalam rangka penanganan pencegahan di masa pandemi Covid-19, Gubernur Khofifah juga memerintahkan untuk menyertakan bantuan berupa handsanitizer 20 liter, disinfektan 20 liter, masker 5000 pcs, mobil Rescue 1 Unit dan mobil serbaguna 2 Unit.

“Untuk membantu penanganan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov Jatim yang akan membawa berbagai peralatan pendukung penanganan bencana juga meluncur ke lokasi,” ujarnya.

Instansi terkait, seperti Dinas Sosial pun diharapkan berperan dalam penanganan dampak erupsi tersebut. Instansi tersebut mengirimkan dukungan peralatan dan bantuan logistik berupa tenda pengungsi 2 unit, famili kit 50 paket, kid ware 50 paket, food ware 50 paket, perlengkapan dapur keluarga 50 paket, paket sandang 50 paket, serta kasur 30 buah.

“Bantuan tersebut kita arahkan langsung ke tempat pengungsian. Tentu semua kita kordinasikan dengan Bupati Lumajang,” jelas Gubernur Khofifah.

Tujuannya, sebut Gubernur Khofifah, untuk mendukung penanganan bencana dan membackup dapur umum darurat yang didirikan di sekitar tempat pengungsian. Setidaknya terdapat 250 hingga 500 warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang mengungsi.

“Bantuan yang saat ini dikirimkan adalah sebagai langkah awal kesigapan Pemprov Jatim dalam menangani bencana alam. Nanti, akan ada bantuan-bantuan yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan. Tetapi team leadernya tetap Bupati Lumajang,” ujarnya.

Secara umum, lanjut mantan Menteri Sosial RI, keadaannya aman. Informasi dari tim di lapangan material sudah tidak mengalir lagi, kendati masih terdapat bau belerang. Tetapi semua pihak harus tetap waspada, dihawatirkan terjadi aliran lahar panas jika turun hujan.

“Mohon saling waspada, menjaga jarak aman, dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara laporan yang diberikan BPBD Jatim menyebutkan, Gunung Semeru pada Pukul 01.23 WIB aktifitasnya mengalami peningkatan. Dari pantauan Pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di wilayah Gunung Sawur Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kab. Lumajang, keberadaan Gunung Semeru telah terjadi dan teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 Meter kearah Besuk Koboan. Dari data yang terekam di Sismograf 20 milimeter lahar gempa sedang berlangsung.

Kondisi tersebut semakin meningkat pada pukul 03.00 WIB, dimana keberadaannya sudah terjadi hujan bercampur abu awan panas. Dan disaat bersamaan letusan masih berlangsung dengan potensi lahar panas cukup kuat.

”Saya mengimbau agar masyarakat sekitar mewaspadai aliran lahar panas bila terjadi hujan deras,” pinta Khofifah.

Dengan kondisi seperti itu, diharapkan masyarakat Dusun Curah Koboan Desa Supiturang dan Rowobaung Desa Oro-oro Ombo Kec. Pronojiwo dan Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh Kec. Candipuro segera keluar dari rumah mereka. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi lahar panas terjadi apabila turun hujan. Bagi masyarakat yang beraktifitas sebagai penambang di aliran DAS Rejali, Besuk Semut dan Besuk Sat, dirinya meminta agar warga segera menghentikan aktifitasnya.

“Pengungsi warga berada di Pos Gunung Sawur, SD Supiturang, dan masjid terdekat,” lanjutnya. (red).

Pemilihan Ketua RW 19 Kelurahan Cibabat, Sudah Berdasarkan Tahapan dan Aturan.

0

CIMAHI — (02/12/2020)
Setiap pemilihan pimpinan merupakan sarana berdemokrasi bagi warga masyarakat, seperti halnya yang dilaksanakan oleh Panitya pemilihan RW 19 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, (02/12/2020), walaupun dengan tahapan yang cukup menguras tenaga dan fikiran pihak Panitya Pemilihan, akhirnya secara aklamasi dimenangkan oleh Ketua RW yang lama Kusmawan.

Lurah Cibabat, Seta ketika dimintai keterangan oleh Wartawan Gempur News menjelaskan, “Terkait dengan pemilihan dan pelantikan Ketua RW 19 Kelurahan CibabatvKemarin
,pada dasarnya sudah sesuai dengan persyaratan, dasar dari pelantikan ketua RW 19 Kelurahan Cibabat adalah berdasarkan musyawarah dan mufakat dari para ketua RT dan tokoh masyarakat serta sebagaian warga yang mewakili RW 19 dan memilih kembali Pak Kusmawan menjadi Ketua RW 19, secara pendekatan Hukum telah dijalankan, dasar pelantikan KetuaRW 19 kemarin Adalah Berita Acara Musyawarah mufakat dari warga di RW 19.

Pelaksanaan tugasnya sendiri mulai efektif setelah kemarin dilaksanakan pelantikan pada Hari Jumat.
,harapan Kami dari pemerintah dalam hal ini kelurahan, karena Pak Kusmawan menjadi ketua RW merupakan mitra Kelurahan dalam pelaksanaan program kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota yang sifatnya Bottom Up atau Top Down Harapan Kami Pak Kusmawan dapat bersinergi, bekerja sama dengan tujuan agar Masyarakat di RW19 dapat tetap terfasilitasi dan mendapatkan pelayanan yang prima dan dapat menjadi lebih sejahtera ke depannya untuk lingkungan RW 19.” Terang Lurah Cibabat Seta.

Ditempat yang sama Camat Kecamatan Cimahi Utara, Endang menjelaskan, “Jadi begini, Panitya ini sudah melaksanakan tugas nya mereka(Panitya), melakukan proses pemilihan Ketua RW 19 Kelurahan Cibabat, mulai dari Tahapan, persiapan kemudian penjaringan calon, penyampaian visi dan misi, pelaksanaan pemilihan sampai dengan pemungutan suara.

Kemudian terjaring 4 orang Calon plus In Cumbent, Panitia kemudian melaporkan kepada kami, namun karena berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan dipandang tidak sesuai aturan yakni Incumbent ini mencalonkan yang ke 3 kalinya atas usulan warga, sehingga kami menolak untuk menindak lanjuti dan kami kembalikan lagi kepada panitya untuk dilakukan pemilihan ulang, mekanisme apakah dengan pemungutan suara atau dengan musyawarah.

Intinya hasil pemilihan dikembalikan lagi, kemudian dengan bernagai pertimbangan masalah waktu, biaya dan sebagainya serta mengacu pada Perwali yang mengatur mengenai pemilihan RT dan RW ini yakni PerWal no.31 tahun 2018, bahwa pemilihan RT dan RW itu dilakukan paling utama melalui musyawarah mufakat, jika musyawarah mufakat tidak didapatkan hasil maka dilakukan pemungutan suara, akhirnya Panitya melakukan pemilihan melalui musyarah dan mufakat disana para calon yang tadinya merupakan Rival kemudian mengikuti Musyawarah Mufakat, dari hasil Musayawarah Mufakat ini Akhirnya terpilih kembali Ketua RW 19 itu atas nama Pak Kusmawan, atas dasar inilah kemudian panitya menyodorkan kepada kami

“Dari Hasil ini kami telah menyampaikan bahwa hasil pemilihan ini memunculkan nama pak Kusmawan namun karena ada satu pertimbangan wakutu, biaya dan sebagainya maka panitya mereka menyampaikan tidak mungkin melakukan proses pemilihan lagi sehingga akan kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pemilihan, sehingga akhirnya Kami memutuskan kita panggil para panitya, beberapa tokoh Masyarakat kemudian para calon.

Sehingga pada saat itu di sepakati bahwa musyarawah ini yang akan disodorkan kepada kami untuk ditindak lanjuti karena untuk melakukan proses pemilihan lagi itu tidak mungkin,disisi lain pelayan kepada masyarakat harus tetap berjalan, karena disatu RT atau RW tidak boleh pelayanan kepada masyarakat itu kosong.

Pada intinya untuk RW yang pertama memang RW ini merupakan partner atau rekan kerja dari Kelurahan dan Kecamatan sehingga siapapun itu kami tidak berkepentingan, yang penting RW yang bersangkutan dapat nersinergi dengan kami, yang kedua yang bersangkutan karena sosok RW ini merupakan pimpinan di wilayah sehingga setiap program yang dilaksanakan di wilayah RW dapat dilaksanakan dan dapat diikuti oleh masyarakat, sehingga sosok RW ini tentunya adalah sosok yang memang menjadi aspirasi masyarakat, Kemudian yang ke tiga Kita juga berkepentingan karena RW ini sebagai kepanjangan tangan Kita untuk melakukan pelayanan di Masyarakat.

Sehingga kalau misalkan terjadi kekosongan RW dilapangan ini merupakan kendala bagi kami juga, jangan sampai masyarakat terganggu, poinnya adalah Kondusifitas wilayah,pelayanan keoada masyarakat tidak terhambat.” Pungkas Camat Cimahi Utara Endang, menyampaikan kepada Wartawan Gempur News.

(EDISON)

Klarifikasi BSPS Desa Sumberanyar, Pokmas Sudah Bekerja Maksimal

BONDOWOSO – Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang juga akrab dikenal dengan istilah bedah rumah merupakan salah satu program Direktorat perumahan Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). tujuan program BSPS adalah terbangunnya rumah layak huni oleh Masyarakat berpenghasilan rendah.

Desa Sumberanyar Kecamatan Jambesari ds salah satu Desa penerima program BSPS sebanyak 50 Keluarga Penerima Bantuan(KPB) pada tahun 2019.

Menurut keterangan Gazali selaku Ketua Pokmas di Desa Sumberanyar, saat di konfermasi oleh beberapa media cetak dan online menjelaskan bahwa program BSPS di Desa kami
Sebenarnya sudah selesai 100 persen mas,akan tetapi persoalan muncul di media onlin juga LSM inisial T. Tanpa konfermasi ke saya sebagai Pokmas program BSPS,”terang gazali.
Gazali juga menerangkan memang ada 2 rumah Dusun kebun dara RT 03 dan RT 08 mengenai jendela kaca belum terpasang itu bukan mutlak kesalahan kami mas, saya selaku pokmas BSPS sebenarnya sudah memberi uang untuk beli kaca namun sama Pak D uangnya kepakai buat lebaran akhirnya saya mintakan ke P Kades.
Kalau kayunya mas, memang bisteknya gak harus kayu A atau apa yang kita gunukan kayu Desa atau kayu tahun, ya seperti kayu kamelina,mahuni bahkan ada yang minta kayu kelapa mas,
Permintaan yang punya rumah. Kalau mengenai luas variasi, keluarga penerima bantuan banyak yang lebih besar ad yang berukuran 6×9m bahkan ada yang 6×12m yang jelas saya lebih takut mas,saya bekerja semaksimal mungkin rumah layak huni BSPS ini untuk kepentingan masyarakat agar bisa ditempati dan di huni dengan nyaman dan aman.”tegas gazali.

Sayidi S.sos selaku kepala Desa Sumberanyar juga menjelaskan hal yang sama ,sy selaku Kades bekerja semaksimal mungkin demi kepetingan masyarakat.Saat mendengar berita miring, akhirnya Kades klarifikasi dengan Pokmas dan Penerima BSPS RT 08 M Junaidi Dusun Kebun dara sedangkan p DL RT 03 masih bekerja di luar Desa. “Ketika di tanya awak media terkait pengaduan M Junaidi, menjawab mohon maaf mas, saya gak tahu isinya apa saya di suruh tanda tangan. Justru saya berterima kasih kepada Pemdes Sumberanyar dan Dinas terkait karena rumah yang saya tempati sudah dapat bantuan BSPS,pungkasnya ( Dar/ Ari).

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Raih Kesuksesan di Bidang Seni Rupa

0

CIMAHI —
Ketika anak sudah lulus sekolah menengah, kreatifitas seni mereka nenjadi luntur, ini merupakan Fenomena yang terjadi di Indonesia, ini disebabkan karena banyak dari orang tua lebih menekankan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang dengan prestasi Eksakta serta mengabaikan prestasi seni.

Dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, sebaiknya diberi peluang untuk memilih, karena kecerdasan, minat dan bakat setiap anak pastinya berbeda-beda, baik cerdas dalam bidang eksakta, maupun cerdas dalam bidang seni.

Hal itu disampaikan oleh Rina Mariana, S.Pd, S.ST, M.Ds, (02/12/2020), salah seorang pendidik dan Perupa Kota Cimahi, menurutnya setiap anak memiliki minat, bakat hoby yang berbeda-beda, adalah tugas orang tua beserta pendidik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak.

Menurutnya, pendidikan Seni sebagai salah satu cara untuk membentuk sikap dan kepribadian anak yang mempunyai fungsi-fungsi jiwa, yang meliputi Fantasi, Sensitivitas, kreativitas dan Ekspresi.

Ditambahkan pula, tujuannya adalah memberi stimulus pertumbuhan ide-ide yang Imajinatif, mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan kesenian dengan disiplin ilmu lainnya.

Seorang anak dapat berfantasi terhadap hasil karyanya, melalui perasaannya, menuangkan ide gagasannya kedalam hasil karyanya, dan ini menjadikan anak memiliki Sensitivitas, kreativitas yang baik serta mengekspresikan hasil karya seni, dapat mengembangkan kemampuan untuk ber apresiasi seni dalam konteks sejarah juga dapat menghargai berbagai macam budaya lokal serta global sebagai sarana pembentukan untuk saling toleransi dan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam hal ini dirasakan pentingnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di bidang Seni rupa sebagai wadah yang dapat menumbuh kembangkan minat serta bakat seni rupa, melakukan perubahan menuju kemajuan, kemanfaatan serta bersifat positif dengan suasana yang menyenangkan juga memberi peluang meraih prestasi di bidang Seni rupa.

Pentingnya Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) di kota Cimahi, merupakan tonggak pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat menuju Sumber Daya Manusia yang kratif, Produktif dan Unggul, pungkasnya.( EDISON)

Satlantas Polresta Pasuruan Laksanakan Baksos Serta Sosialisasi Prokes Kepada Pengguna Jalan

PASURUAN — Penyebaran wabah virus Corona masih belum barakhir , satlantas Polres Pasuruan kota gencar melakukan kegiatan sosialisasi protokol kesehatan yang bertempat di simpang 4 YPP jln Sukarno Hatta serta di alun alun depan masjid Agung Al Anwar kota Pasuruan.

Selain melakukan sosialisasi protokol kesehatan satlantas polres Pasuruan kota juga melakukan bakti sosial kepada pengguna jalan yang melintas berupa pemberian sembako dan masker.

Acara yang di pimpin langsung kasat lantas polres Pasuruan kota AKP Yudiono SH, serta Kanit Laka, Kanit patroli serta semua jajaran satlantas polres Pasuruan kota mendapat apresiasi yang luar biasa dari pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat.

” Kegiatan semacam ini akan rutin kami lakukan, mengingat polri sebagai pelindung , pengaman dan pelayan masyarakat apalagi pandemi wabah virus Corona masih belum berakhir ,” terang AKP Yadiono.

Kami juga berharap kepada pengguna jalan khususnya masyarakat kota Pasuruan tetap melukan program 3 M, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, menjaga jarak dan memakai masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, imbuhnya

Sementara di tempat terpisah Sumarlan selaku tukang becak kepada tim media Gempur News merasa senang dan terbantu setelah mendapat bingkisan berupa sembako serta sosialisasi yang di laksanakan oleh satlantas polres Pasuruan kota tentang pentingnya melakukan protokol kesehatan (tofa/muin)

Penuhi Kebutuhan Pangan Pengungsi Semeru, Pemkab Siapkan Dapur Umum

LUMAJANG – Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa hari yang lalu, Dinas Sosial Kabupaten Lumajang bersama BPBD Kabupaten Lumajang telah menyiagakan dapur umum di depan Balai Desa Supiturang.

“Terkait dengan erupsi Gunung Semeru kemarin, kita sudah menerjunkan tim TAGANA dan Dapur Umum untuk kebutuhan makanan pengungsi,” terang Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Ninis Legiwinarsih saat dimintai keterangan. Rabu (2/12/2020).

Setiap harinya, Dapur Umum menyediakan kurang lebih 300 bungkus makanan untuk kebutuhan sekali makan para pengungsi yang datang dari Dusun Kebonan dan Dusun Gumukmas. Selain makanan, juga membagikan masker untuk para relawan dan pengungsi.

Dijelaskan Ninis, Tim Dapur Umum sudah membawa persediaan bahan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari ke depan.

“Nanti melihat perkembangan, jika masih kurang nanti akan kita tambah lagi bantuan logistik kita, saat ini masih cukup persediaannya, kita juga koordinasi dengan BPBD,” imbuhnya.

Selain memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, Tim TAGANA juga melakukan pembinaan psikososial kepada anak-anak yang berada posko pengungsian dengan cara mengajak anak-anak bermain dan tebak-tebakan untuk menghilangkan ketakutan.

Saat ini, posko pengungsian terbagi di dua lokasi, yaitu di Balai Desa Supiturang dan Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur. Untuk kebutuhan makan pengungsi di Gunung Sawur, ditangani Dapur Umum PMI Kabupaten Lumajang. (tim)

Peduli Pengungsi Semeru, Polres Lumajang Berikan Layanan Kesehatan

LUMAJANG – Tim Divisi Urkes Polres Lumajang langsung menerjunkan 391 petugas untuk bergerak ke pengungsian guna melaksanakan bhakti sosial dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tempat evakuasi akibat bencana alam Gunung Semeru.

“Letupan lava pijar dan debu vulkanik Gunung Semeru menyebabkan terjadinya pengungsian warga,” kata Ipda Shinta, Kasubbag Humas Polres Lumajang, Selasa (01/12/2020).

Dikatakan, sebagian warga mengungsi di lokasi evakuasi berada di Dusun Gumuk Mas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan meliputi, cek suhu tubuh, tekanan darah dan pembagian masker.

Tidak menutup kemungkinan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian rawan terjadi gangguan kesehatan, maka dilakukan pemasangan police line di lokasi menuju Besuk Curah Kobokan guna mengantisipasi kerumunan masyarakat yang ingin menyaksikan situasi aliran lahar.

“Untuk imunitas, kami juga membagikan vitamin dan pemberian obat-obatan sesuai yang dibutuhkan,” imbuh Ipda Shinta. (duk/bam)

Pedulikan Lingkungan, Warga Sulap Sungai Kotor Jadi Tempat Wisata

BANYUWANGI – Dulunya hanya sungai kotor, namun karena kepedulian akan kebersihan lingkungan, sungai itu kini menjadi lokasi wisata yang indah dan asri, dikenal dengan nama Waduk Lecari.

Tekad warga Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi ini telah berhasil membawa manfaat positif pada lingkungannya. Terbukti, Waduk Lecari saat ini telah berkembang menjadi wisata yang menarik.

Di tempat ini pengunjung bisa menikmati suasana waduk yang asri sambil menikmati kuliner aneka olahan ikan air tawar yang nikmat. Sejumlah fasilitas wisata juga tersedia seperti perahu wisata hingga area pemancingan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi inovasi sungai yang dulunya kotor disulap menjadi tempat wisata yang menarik.

“Saya memberikan apresiasi kepada warga yang telah berinovasi, mengangkat potensi yang ada di desa ini. Memanfaatkan waduk sungai yang tadinya kotor, berhasil dirubah menjadi kawasan yang menarik,” kata Abdullah Azwar Anas, Rabu (2/12/2020).

Saat berkesempatan mengunjungi lokasi waduk tersebut, Bupati Anas sekaligus melakukan tebar benih ribuan ikan nila merah di Waduk Lecari.

Sekedar diketahui, Waduk Lecari merupakan bagian dari sungai yang mengalir di perbatasan Desa Wringinagung dan Desa Tegalsari. Sungai tersebut dibendung hingga menjadi waduk yang dimanfaatkan untuk pengairan sawah.

Sebelumnya waduk ini tidak terawat dan penuh sampah. Namun atas inisiatif desa dan pendampingan dari kecamatan serta dinas terkait, warga desa mulai bergerak untuk memaksimalkan potensi waduk dengan mengembangkan sektor perikanan dan pariwisata.

Pemkab terus mendorong warganya untuk memaksimalkan potensi yang ada dengan mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang menjadi lebih baik.

“Warga yang tadinya masih ada kebiasaan BAB di sungai, sekarang sudah tidak lagi, atau warga yang tadinya membuang sampah di sungai, sekarang justru merawatnya. Sudah saatnya sungai tidak lagi menjadi halaman belakang tapi menjadi wajah desa yang indah dan membanggakan,” uiar Anas.

Saaat ini Wisata waduk Lecari sudah menawarkan sejumlah fasilitas menarik yang bisa dinikmati pengunjung. Beragam kuliner olahan ikan air tawar seperti ikan patin dan nila tersedia di sejumlah warung yang berada di area Waduk Lecari. Pilihan cara memasak baik bakar, goreng ataupun dikukus (pepes) bisa dinikmati di sini. Asyiknya lagi semua ikan itu pastinya segar, karena langsung diambil dari keramba di area waduk.

Selain menikmati kulinernya yang mantab, di kawasan tersebut disediakan perahu dayung dan kayuh yang bisa disewa untuk menyusuri perairan sungai sambil menikmati hawanya yang sejuk. Selain itu, di waduk ini wisatawan juga bisa menyalurkan hobi memancing ikan, di area pemancingan yang tersedia.

Sementara itu, ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Hary Cahyo Purnomo, wisata Waduk Lecari turut didukung oleh dinas sejak tahun 2018 melalui program Cipta Wisata Barkanli (tebar Ikan di Kali). Warga diajak memelihara ikan keramba dengan spesialisasi ikan patin sebagai hasil unggulan desa.

“Dulunya waduk tidak terawat dan penuh sampah, lalu kami ajak warga melalui kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dan Pokdarwis untuk memperbaiki lingkungan hingga budidaya benih ikan kami bagikan, termasuk benih patin yang ada saat ini,” ujar Hary.

Hingga saat ini, warga terus mengembangkan potensinya, tidak hanya melakukan budidaya tapi juga pariwisata.

“Alhamdulillah dengan sinergi antara dinas, kecamatan, desa dan warga potensi waduk Lecari bisa terus berkembang. Bahkan sudah menjadi jujugan warga untuk menikmati waktu di tempat tersebut,” harap Hary. (snt)

Bangun Eksistensi LSM LIRA, Bupati Instruksikan Profesionalitas Kerja

LUMAJANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Lumajang menggelar rapat kerja (Raker) di Rumah Makan Pondok Asri, Sukodono Lumajang, pada Rabu, 2 Desember 2020.

Selain penyampaian hasil kinerja, pada raker yang dipimpin oleh Bupati LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara juga membahas program kerja tahun mendatang.

Dalam paparan awalnya, Angga Dhatu menyebutkan “Visi 2020 LSM LIRA” yang kini harus disosialisasikan adalah “Profesional, Modern dan Mandiri”.

Lebih rinci Angga menjelaskan, pada era revolusi industri 4.0, setiap organisasi perlu mengkonsolidasikan diri agar tidak tergilas oleh perubahan, kemajuan dan perkembangan yang sangat dinamis dan cepat.

“Untuk itu dengan “VISI 2020 LSM LIRA” ini seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa hingga RT dan RW LSM LIRA harus meningkatkan kemampuannya secara profesional, modern dan mandiri. Hal itu mutlak dibutuhkan,” tegas Angga.

Masih kata Angga, pengelolaan program LSM LIRA juga harus dilakukan secara modern dengan memanfaatkan kemajuan tehnologi di era revolusi industri 4.0.

“Diharapkan, dengan memanfaatkan teknologi digital, LSM LIRA bisa bersinergi dengan kaum millenial, mahasiswa, pemuda maupun instansi pemerintah, ormas, NGO, media maupun perusahaan swasta dan BUMN. Ditengah kemajuan teknologi digital banyak peluang membuat program yang modern serta dapat disinergikan dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Dikatakannya juga, tuntutan pengelolaan organisasi harus dilakukan secara profesional, agar setiap pengurus memiliki standarisasi pengelolaan program yang terukur.

“Seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa hingga RT dan RW LSM LIRA harus memiliki program minimal dua program utama setiap tahun selain program rutin. Ini bertujuan membangun eksistensi LSM LIRA baik di masyarakat, mitra maupun pemerintah,” pungkas Angga Dhatu Nagara. (gus)

Budidaya Ikan Lele Kangkung, Dinas Perikanan Banyuwangi Gelar Bimtek

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Azwar Anas menghimbau untuk gemar mengkonsumsi ikan. Kemudian pihaknya mengajak warganya melakukan budidaya. Caranya pun cukup kreatif, yakni dengan menggunakan Bak Daya Lekung (Budidaya Lele Kangkung). Warga bisa beternak ikan lele dan menanam sayuran dalam sebuah bak (timba besar).

Atas program tersebut Dinas Perikanan Banyuwangi akhirnya melakukan pelatihan budidaya ikan lele kangkung di Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, Senin 01/12/2020).

Acara Pembinanaan Budidaya Ikan Lele Kangkung ( bak daya lengkung) tersebut diikuti tim penggerak PKK Dasa Wisma dan masyarakat Desa wringinagung terutama warga sekitar waduk Lecari.

Pelaksana pembina teknis budidaya ikan lele lekung dari Dinas Perikanan Banyuwangi mengatakan bahwa pemkab terus mendorong peningkatan konsumsi ikan di kalangan masyarakat.

“Budidaya ikan secara mandiri adalah salah satu cara yang bisa dilakukan warga untuk meningkatkan konsumsi ikan,” kata dia.

“Seperti lewat bak daya lekung, dimana dalam satu bak seseorang bisa beternak lele sekaligus bertanam kangkung untuk konsumsi sehari-hari,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Wringinagung juga menyampaikan jika ini adalah bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi dalam rangka peningkatan ketahanan pangan warga.

“Di masa pandemi ini, kita harus lebih kreatif sehingga bisa tetap produktif dalam situasi sulit ini. Ya seperti budidaya lewat bak daya lekung ini,” kata Kepala Desa.

Kabarnya, Dinas Perikanan Banyuwangi memang sengaja menggelar acara Pembinaan Budidaya Ikan Lekung ini didekat Waduk Lecari selain sebagai sarana promosi wisata, juga untuk mengenalkan kuliner ikan yang dikelola warga setempat. Selain juga lokasinya yang nyaman karena masih alami dan sejuk. *