Home Blog Page 191

Respon Cepat Laporan Warga, Polsek Puncu Polres Kediri Gerebek Arena Sabung Ayam

0

Kediri- Anggota Polsek Puncu Polres Kediri menggerebek lokasi yang diduga sebagai arena perjudian sabung ayam di Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (18/11/2025)

Kapolsek Puncu Iptu Marjuki, S.H., M.H. menuturkan, penggerebekan lokasi diduga perjudian sabung ayam itu berawal dari informasi atas keresahan masyarakat.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat jika di lokasi tersebut ada dugaan perjudian sabung ayam,” tutur Iptu Marjuki.

Pada saat petugas tiba, lokasi yang diduga sebagai perjudian sabung ayam tersebut dalam keadaan sepi.

Petugas hanya menemukan barang bukti sarana dan prasarana diduga sebagai perjudian sabung ayam.

“Sarana diduga sebagai perjudian sabung ayam kami bakar di lokasi seperti terpal, kurungan ayam, bak air, dan gayung,” terang Kapolsek Puncu.

Lanjut dikatakan Kapolsek Puncu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat bila ada perjudian dalam bentuk apapun untuk segara melapor ke pihak kepolisian.

“Kami menghimbau kepada masyarakat bila mengetahui perjudian dalam bentuk apapun agar melapor ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

39 Calon Bintara Brimob Lulus Seleksi Administrasi di Polres Pasuruan, Resmi Masuk Tahap Berikutnya

0

PASURUAN — Sebanyak 39 calon peserta seleksi Bintara Brimob Polri dinyatakan lulus pada tahapan administrasi pendaftaran di Polres Pasuruan. Dari total 50 pendaftar, hanya 39 yang memenuhi seluruh persyaratan dan berhak melanjutkan proses seleksi berikutnya di Polda Jawa Timur.

Antusias masyarakat pada seleksi Bintara Polri tahun ini terbilang sangat tinggi. Jumlah pendaftar mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pendaftaran resmi ditutup pada Sabtu (19/10/2025).

Kegiatan penandatanganan fakta integritas digelar secara serentak melalui Zoom dan diikuti seluruh jajaran Polres se-Jawa Timur dari wilayah masing-masing.

Penandatanganan diawali oleh perwakilan peserta, perwakilan orang tua, serta panitia seleksi. Semua pihak berkomitmen melaksanakan proses seleksi dengan jujur, transparan, adil, dan tanpa keberpihakan.

Kabag SDM Polres Pasuruan, AKP Dante, menegaskan komitmen panitia untuk menjaga integritas proses seleksi,“Kegiatan ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Kami sudah berkomitmen bersama panitia Polres Pasuruan untuk melaksanakan seleksi secara jujur, transparan, dan adil sehingga nantinya benar-benar mendapatkan hasil yang berkualitas, menjadi anggota Polri yang siap ditugaskan,” ujarnya.

Seleksi di tingkat Polda Jawa Timur akan berlangsung selama satu bulan. Hasil akhir diperkirakan diumumkan pada Januari 2026, bertepatan dengan dimulainya pendidikan bagi peserta yang dinyatakan lolos.
Sebelumnya, proses pendaftaran telah dibuka satu bulan lebih awal, dengan sosialisasi yang disampaikan oleh Polsek jajaran melalui sekolah-sekolah, media sosial, serta media online. Upaya ini dilakukan agar informasi penerimaan dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok wilayah Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan mengingatkan para peserta agar percaya pada kemampuan diri sendiri serta tidak terpengaruh oleh iming-iming atau praktik percaloan. Ia juga meminta dukungan moral dan doa dari orang tua.

“Percayalah pada kemampuan diri. Jangan terpengaruh calo yang menawarkan janji. Orang tua, mohon dukung anak-anaknya secara moral dan doa agar mereka lulus dan menjadi calon siswa Bintara Polri,” pesannya.

Salah satu calon siswa yang lulus tahap administrasi, Febrisal Wagen, warga Sukorejo, mengungkapkan rasa syukur dan kesiapannya menghadapi seleksi berikutnya.

“Saya sudah melakukan persiapan selama satu tahun. Sejak lama saya bercita-cita bergabung menjadi anggota Polri. Jika nanti terwujud, saya akan menjadi anggota Polri yang baik dan mengabdi sepenuhnya kepada negara Indonesia,” ujarnya.

Dengan selesainya tahap administrasi, seluruh peserta kini bersiap menghadapi rangkaian tes tingkat Polda Jawa Timur yang menjadi penentu kelulusan menuju pendidikan Bintara Brimob Polri.

Guru Besar HTN Prof. Juanda: Putusan MK 114/PUU-XXIII/2025 Berlaku Non-Retroaktif

0

Jakarta — Polemik mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 114/PUU-XXIII/2025 terus mendapat perhatian berbagai pihak. Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Jakarta, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., menegaskan bahwa putusan tersebut bersifat non-retroaktif sehingga tidak berlaku surut.

Prof. Juanda menilai pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Dr. Suparman Andi Agtas, S.H., yang menyebut putusan MK tersebut tidak berlaku surut, adalah tepat. Menurutnya, prinsip non-retroaktif sudah jelas diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait Mahkamah Konstitusi.

“Dalam Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan bahwa putusan MK bersifat final, dan Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2011 menyatakan putusan MK final dan mengikat. Artinya, putusan langsung berlaku sejak dibacakan dan tidak ada upaya hukum lain. Selain itu, Pasal 47 UU Nomor 7 Tahun 2020 menegaskan bahwa putusan MK tidak berlaku surut,” ujar Prof. Juanda.

Ia menekankan bahwa dengan prinsip tersebut, Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 tidak berimplikasi pada para anggota Polri aktif yang telah menduduki jabatan di luar Kepolisian sebelum putusan diucapkan pada 13 November 2025 pukul 11.35 WIB.

“Daya ikat putusan itu bersifat prospektif, bukan retroaktif. Karena itu sangat keliru jika ada pendapat yang menyatakan putusan tersebut membatalkan atau menggugurkan jabatan para pejabat Polri yang sudah menjabat sebelum putusan dibacakan. Itu salah besar secara hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Juanda juga menegaskan bahwa anggota Polri aktif masih dapat menduduki jabatan tertentu di luar Kepolisian, selama penugasan tersebut memiliki kaitan dengan tugas kepolisian. Hal ini sesuai dengan amar putusan yang hanya membatalkan frasa “atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri”.

“Yang dibatalkan MK hanya frasa tersebut. Artinya ketentuan lain tetap berlaku dan memiliki kekuatan mengikat. Bahkan anggota Polri masih dapat menduduki jabatan tertentu melalui ketentuan dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta PP Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS,” jelasnya.

Prof. Juanda menutup pernyataannya dengan mengingatkan agar semua pihak memahami putusan MK secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman hukum.

Dittipidter Bareskrim Polri dan KLHK Dorong Kepatuhan Industri Lewat Sosialisasi Pengelolaan Limbah B3 FABA

0

Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menegaskan komitmennya dalam memperkuat kepatuhan industri terhadap standar pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi teknis bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang digelar pada 18 November 2025 di Aula Ditipidter.

Kegiatan bertema “Optimalisasi Pengelolaan dan Pemulihan Lingkungan Hidup Menuju Industri yang Berkelanjutan” ini dihadiri oleh perwakilan dari 45 perusahaan pengguna batubara penghasil limbah B3 jenis Fly Ash Bottom Ash (FABA), serta unsur Polri dan instansi teknis terkait. Forum ini menjadi ruang koordinasi strategis sekaligus wadah bertukar pengetahuan antara aparat penegak hukum dan pelaku industri.

Tiga narasumber dari KLHK menyampaikan materi tentang persetujuan teknis, kewajiban pengelolaan limbah, mekanisme sanksi administratif, hingga metode remediasi dan pemulihan lahan tercemar. Industri juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan penyidik Dittipidter dan pejabat teknis KLHK untuk membahas tantangan perizinan serta implementasi aturan di lapangan.

Dir Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung transformasi industri menuju standar keberlanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa pengawasan dan penegakan hukum di bidang lingkungan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan kolaboratif. Melalui sosialisasi ini, industri dapat memahami kewajiban serta standar teknis yang harus dipenuhi,” ujar Brigjen Irhamni.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan industri merupakan kunci menciptakan tata kelola lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

“Polri berkomitmen mendorong terciptanya budaya kepatuhan yang lebih kuat. Harmonisasi antara regulasi, pengawasan, dan kepatuhan sektor industri sangat penting untuk mendukung agenda Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor serta menghasilkan rekomendasi teknis bagi peningkatan pengelolaan limbah B3 di tanah air. Di sisi lain, industri diharapkan semakin proaktif memenuhi persyaratan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keberlanjutan usaha.

Healing Ala SPN Polda Jatim: Senam ‘Tabola Bale’ Strategi Jaga Kesehatan Siswa Diktukba Polri

0

​MOJOKERTO – Atmosfer penuh energi dan kegembiraan menyelimuti Lapangan Catur Prasetya, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa pagi (18/11/2025).

Tidak seperti apel pagi biasanya yang hening dan tegang, kali ini ratusan orang membaur dalam satu irama gerak yang dinamis.

​Kegiatan tersebut melibatkan Pengurus Cabang Bhayangkari SPN Daerah Jatim, segenap personil, gadik dan pengasuh SPN Polda Jatim, serta 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025.

​Sorotan utama pagi itu tertuju pada sesi senam irama “Tabola Bale” yang mengadopsi nuansa riang gembira khas Indonesia Timur ini sukses menjadi pemecah suasana (ice breaking) yang sangat efektif.

Dengan iringan musik yang up-beat dan gerakan yang atraktif namun mudah diikuti, Tabola Bale mampu menghadirkan tawa dan semangat di wajah para siswa yang selama ini ditempa dengan disiplin tinggi.

​Gerakan Tabola Bale yang berfokus pada kelincahan kaki dan koordinasi tubuh tidak hanya menyehatkan secara fisik dengan membakar kalori, tetapi juga terbukti ampuh melepaskan hormon endorfin yang memicu rasa bahagia.

Senam ini menjadi simbol bahwa pendidikan kepolisian tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang membangun jiwa yang sehat, bahagia jiwa dan raga.

​Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi healing yang terencana.

Menurutnya, keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental (mental health) adalah kunci keberhasilan dalam pendidikan Polri modern.

​”Kegiatan senam Tabola Bale ini merupakan metode relaksasi aktif. Kita ingin para siswa mendapatkan ‘refreshing’ yang menyehatkan,” kata Kombes Agus.

Menurut Kombes Agus, senam itu bertujuan untuk menjaga stabilitas emosi dan mereduksi tingkat stres siswa di tengah padatnya kurikulum pendidikan.

“Jika mental mereka bahagia dan fisik bugar, maka materi pelajaran akan lebih mudah diserap,” ungkap Kombes Pol Agus Wibowo.

​Lebih jauh, kehadiran para Bhayangkari dalam kegiatan ini bukan sekadar partisipasi seremonial.

Hal ini merupakan implementasi nyata dari Keputusan Kepala Lemdiklat Polri Nomor 431 Tahun 2019, yang menempatkan Bhayangkari sebagai salah satu fasilitator penting dalam pendidikan pembentukan Bintara Polri.

​Dalam regulasi tersebut, Bhayangkari berperan memberikan dukungan moral dan sentuhan humanis untuk membentuk karakter siswa yang bermoral.

​Kombes Agus mengungkapkan, peran Bhayangkari sebagai fasilitator sangat terasa saat olahraga bersama.

Hal itu tercipta interaksi yang humanis antara siswa, pengasuh, dan Bhayangkari.

“Ini penting untuk menanamkan rasa kekeluargaan, sehingga kelak saat bertugas, mereka menjadi polisi yang tidak hanya tangkas, tetapi juga memiliki empati dan kecerdasan sosial yang baik,” ucap Kombes Agus.

​Kegiatan olahraga bersama ini ditutup dengan suasana hangat dan penuh keakraban, menegaskan komitmen SPN Polda Jatim dalam mencetak insan Bhayangkara yang Profesional, Cerdas, Bermoral dan Modern. (*)

PELAKSAAN OPS ZEBRA SEMERU 2025, PROPAM POLRES PASURUAN CEK SEMUA KENDARAAN ANGGOTA

0

Ada sesuatu pemandangan yang tidak biasa terlihat di pintu masuk mapolres pasuruan yang terletak di jalan Dr.Soetomo no.1 Bangil pagi ini, terlihat personil Propam dipimpin Kasi Propam Polres Pasuruan AKP. Arif Rahman Hakim melaksanakan giat Gaktibplin (Penegakan Ketertiban dan Disiplin) terhadap seluruh personil polres pasuruan, setiap anggota yang masuk baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat . setiap anggota yang masuk langsung di perintahkan menunjukkan dokumen diri seperti KTP, SIM, dan KTA, dan Dokumen kendaraan seperti STNK serta kelengkapan kendaraan.

hal ini merupakan komitmen dari Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irawan S.Ik.,MTr.Oplsa., dalam penegakan kedisiplinan anggota Polres pasuruan kata AKP Arif saat ditemui awak media terkait kegiatan yang dilakukan personil Propam pagi hari ini. Jadi selama 14 hari kedepan dilaksanakan Operasi Zebra Semeru 2025 yang menargetkan terkait kamtibcarlantas sehingga sesuai arahan dan perintah pimpinan kami melaksanakan kegiatan pagi ini yaitu kami melaksanakan pemeriksaan terhadap seluruh anggota yang menggunakan kendaraan , baik kelengkapan kendaraan maupun kelengkapan administrasi anggota itu sendiri , sehingga di harapkan sebelum kita terjun kelapangan menertibkan masyarakat kita sebagaian anggota polri harus sudah lengkap dan semoga kegiatan yang kami lakukan ini bisa meningjatkan kepercayaan publik kepada kepolisian khususnya polres pasuruan tutup AKP Arif.

Adapun hasil kegiatan pagi ini ditemukan beberapa anggota yang kelengkapan kendaraannya tidak sesuai dan administrasi nya kurang sehingga terhadap yang bersangkutan diambil tindakan disiplin.

Sat Reskrim Polres Pasuruan Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak di Ponpes

0

PASURUAN — Satreskrim Polres Pasuruan melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak di Pondok Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) Bangil, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polres Pasuruan terhadap terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) dan lingkungan pesantren yang aman bagi para santri.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala UPTD PPA, M Hidayatu Laili; Psikolog Klinis dan Forensik Konsultan PPA Jawa Timur, Riza Wahyuni; Kasubnit PPA Polres Pasuruan, Aiptu M. Nidhom; serta jajaran anggota PPA, UPTD PPA, Dinas P3AP2KB, para ustad–ustadzah, dan ratusan santri Ponpes PERSIS.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Satreskrim memberikan materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) kepada 130 santri putra dan 250 santri putri. Edukasi ini difokuskan pada pengenalan bentuk-bentuk perundungan, dampak psikologis, serta langkah-langkah pencegahannya di lingkungan pesantren.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengatakan bahwa Polres Pasuruan berkomitmen menciptakan ruang pendidikan yang aman untuk seluruh anak.

“Pesantren harus menjadi tempat yang nyaman bagi santri. Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun. Kami hadir untuk memastikan edukasi tentang pencegahan perundungan sampai kepada para santri,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah menegaskan bahwa pihaknya siap mendampingi pesantren dalam upaya menciptakan lingkungan ramah anak. “Kami memberikan pemahaman kepada para santri agar berani bersuara dan tidak ragu melapor bila mengalami atau melihat perundungan. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama,” katanya.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, serta mendapat respons positif dari seluruh peserta. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pesantren mampu memperkuat sistem perlindungan anak dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari kekerasan.

Jelang Nataru, Satlantas Pasuruan ‘Sidak’ Jeep Wisata Bromo

0

PASURUAN – Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan kelayakan (rampcheck) terhadap puluhan kendaraan jeep wisata di Rest Area Kecamatan Tosari, Selasa (18/11/2025).

Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat jalur wisata Bromo–Tosari diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Sebanyak 35 unit jeep milik komunitas Jeep Bran Kulon, Desa Tosari, dicek satu per satu. Pemeriksaan meliputi kondisi mesin, sistem pengereman, lampu, ban, hingga kelengkapan standar pengamanan bagi penumpang.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa rampcheck tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga pada kesiapan administrasi para pengemudinya.

“Selain kondisi kendaraan, kami juga memeriksa kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK. Ini penting untuk memastikan profesionalitas driver dalam melayani wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

Derie menegaskan bahwa rampcheck ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan di jalur wisata pegunungan yang rawan terjadi kepadatan, terutama saat libur panjang.

“Menjelang Nataru, kami bersama Dishub memastikan seluruh kendaraan benar-benar layak beroperasi. Harapannya, wisatawan dapat berwisata dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Kegiatan yang melibatkan personel Satlantas Polres Pasuruan dan Dinas Perhubungan ini berlangsung tertib dan tanpa kendala.

“Kebun B2SA Desa Silima Kuta Jadi Percontohan, Bupati Pakpak Bharat Ajak Warga Tiru”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor meninjau areal kebun “B2SA” (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) milik ibu-ibu PKK di desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Aneka sayuran, cabai dan ternak ayam kampung terawat baik di kebun B2SA ini.

Inilah buah karya ibu-ibu PKK yang sangat rajin, kreatif dan terampil. Memanfaatkan lahan sempit begini, memanfaatkan waktu luang mereka bertanam sayuran, memelihara ayam juga, hasilnya dibagi bersama-sama, jelas Kepala Desa Silima Kuta, Saktimon Berutu.

Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan, semestinya kebun B2SA harus telah ada dalam setiap rumah tangga karena telah sesuai dengan anjuran standar pola pangan harapan. Kombinasi menu makanan yang beraneka dapat meningkatkan tingkat kemampuan dan kecerdasan masyarakat khususnya anak-anak pada usia pertumbuhan. Semakin banyak keragaman pangan yang dikonsumsi akan semakin tinggi asupan gizi yang diterima tubuh.

Adanya kebun B2SA ini tentu sangat bagus, Masyarakat secara bertahap diharapkan dapat mengkonsumsi aneka ragam pangan lokal yang bersumber dari pangan karbohidrat maupun protein nabati dan hewani, jelas dia.(Tumangger)

Proyek Gedung Kedokteran ITS Dihentikan Pasca Kontraktor Diduga Tipu Investor

0

SURABAYA – Pengerjaan Pembangunan gedung Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terpaksa dihentikan sementara. Ini setelah ada dugaan terjadi penipuan yang melibatkan direktur PT Kembar Jaya Abadi, Eka Hillyan Fazzih.

Penghentian dilakukan karena kontraktor belum mengembalikan dana investasi sebesar Rp3 miliar beserta keuntungan yang menjadi hak SV (37) selaku pemodal, apalagi pengerjaan pembangunan saat ini sudah selesai untuk pengerjaan dalam perjanjian.

Kuasa hukum SV, Perdana Roziq, menyampaikan bahwa penghentian aktivitas proyek ini dilakukan karena pihak kontraktor tidak menunjukkan iktikad baik meski batas pengembalian dana telah lewat pada 26 September 2025.

“Kita hentikan aktivitas pekerjaan proyek untuk sementara sampai direktur PT Kembar Jaya Abadi hadir menemui dan menyelesaikan masalah dengan Bu SV, dan kasus ini sudah masuk rana pidana, karena terjadi dugaan penipuan,” ujarnya di lokasi proyek.

Perdana mengajak PT Kembar Jaya Abadi untuk melakukan pertemuan guna menyelesaikan persoalan tersebut. Namun hingga kini, pihak kontraktor belum juga menemui kliennya.

Koordinator lapangan Pusaka Garuda Hitam, Juan Charles, turut menegaskan bahwa kontraktor belum memenuhi perjanjian yang telah disepakati. Karena itu, pihaknya sepakat menghentikan sementara pembangunan gedung.“Kita hentikan sementara sampai ada penyelesaian dengan Bu SV,” katanya.

Juan mengaku tidak dapat memastikan sampai kapan pengerjaan dihentikan. Proyek baru bisa dilanjutkan jika hak SV dipenuhi sesuai kontrak yang ditandatangani di hadapan notaris.

Sementara itu, Israel Tentua, Koordinator lapangan Pusaka Garuda Hitam menambahkan pihaknya turun tangan setelah muncul indikasi kuat adanya dugaan penipuan.

“Apalagi ternyata notaris Dewi Ariny Wulandari dan subkontraktor Poundra Arga Marcdianto yang memperkenalkan investor pada direktur PT Kembar Jaya Abadi, Eka Hillyan Fazzih ternyata menghilang,” ujarnya.

Untuk mencegah penyalahgunaan dana lebih lanjut, Israel menyebut pihaknya telah melakukan langkah pengamanan dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan di lapangan.

“Para pekerja di lapangan sudah menghentikan pekerjaan dan meninggalkan proyek,” ungkapnya.

Di sisi lain, salah satu karyawan PT Kembar Jaya Abadi berinisial Y (24) mengaku telah tiga bulan tidak menerima gaji. Lima karyawan lainnya juga mengalami hal serupa.

“Kami hanya menerima gaji setengah bulan, itu pun sudah tiga bulan lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, SV telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polrestabes Surabaya pada Jumat (14/11/2025) dengan nomor laporan STTLPM/1805/XI/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

Kasus ini berawal ketika SV dikenalkan kepada Eka Hillyan Fazzih melalui notaris Dewi Ariny Wulandari dan subkontraktor Poundra Arga Marcdianto. SV menjadi pemodal dengan nilai investasi Rp3 miliar.

Dalam perjanjian di hadapan notaris, disepakati SV memperoleh keuntungan 20 persen dengan masa kerja sama sampai 26 September 2025. Sebagai jaminan yang akan dicairkan, Eka memberikan cek senilai Rp2,4 miliar. Namun, saat hendak dicairkan, cek tersebut tidak ada saldo. (*)