Home Blog Page 193

AKAR POLEMIK SELEKSI PERANGKAT DESA DI DESA MUNDUSEWU KECAMATAN BARENG JOMBANG

0

JOMBANG – gempurnews.com. Polemik seleksi perangkat Desa dengan jabatan yang direbutkan Kepala Dusun Mundu Sewu dan Sumber agung di desa Mundu Sewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang adalah hasil evaluasi penilaian di CAT Untag.co.id yang didokumentasikan.

Dari penulusuran awak media gempur news.com dan wawancara dengan sumbernya langsung yang mempunyai dan memperoleh dokumen hasil evaluasi Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan pada 2 Juni 2025 di Untag Surabaya. Nara sumber yang enggan disebutkan namanya, ” jangan di tulis nama saya pak kata narasumber “.

Ceritanya pada saat selesai ujian Nara sumber yang enggan disebut namanya berhasil membuka dan mendokumentasikan nilai salah satu peserta atas nama Eva Hesti CAT di https://cat.untag-sby.co.id dengan rincian TWK 70, TKB 110, TIU 100, Tes Kepribadian 120 dengan total 400. sesuai dengan dokumen hasil tes CAT yg di screenshot. ” saya berhasil membuka hasil nilai Eva Dan saya screen shoot kata narasumber sambil menunjukkan hasil screen shoot “.

Awak media juga mengkonfirmasi dan mewancarai ke Untag di temui oleh Drs. Yanto Prasetyo Msi Kepala Fakultas Psikologi Untag secara langsung dan ditanggapi dengan baik, bahwa website https://cat.untag-sby.co.id memang benar milik Untag di gunakan untuk seleksi perangkat Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. ” Benar itu websitenya Untag https://cat.untag-sby.co.id

Ada intimidasi untuk menyuruh menghilangkan hasil dokumen cat yang berupa screenshot dari salah satu perangkat Desa dengan menakut nakuti akan dilaporkan oleh Untag, intimidasi ini di sampaikan oleh keluarga Nara sumber yang juga tidak mau disebut namanya. ” saya diintimidasi oleh salah satu perangkat desa untuk menghilangkan dokumen tersebut dan ditakut takuti akan dilaporkan oleh pihak Untag kata keluarga narasumber ke awak media”.

Catatan awakmedia dari hasil wawancara dan penelusuran bahwa Tes CAT di https://cat.untag-sby.co.id memang benar milik Untag Surabaya, dengan adanya intimidasi memperlihatkan kalau dokumen yang di screenshot narasumber adalah dokumen yang akurat dan penting. (Adi Facdiar).

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Pemerintah Indonesia saat ini menggencarkan program pembangunan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai upaya kemandirian energi dan target Net Zero emission. Mendukung program nasional tersebut, di Banyuwangi akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) dengan kapasitas 200 megawatt. Pembangunan akan dilakukan oleh perusahaaan energi dari Jerman.

“PLTB merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara. PLTB di Banyuwngi mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. PLTB ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional,” kata Bupati Banyuwangi Fiestiandani, Senin (17/11/2025).

PLTB tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2028. Sebelumnya Bupati Ipuk telah bertemu dengan perwakilan perusahaan energi Jerman, wpd Energi. Pada pertemuan tersebut, wpd diwakili Managing Director Asia Pasific Hans Christoph Brumberg, memaparkan rencana pembangunan PLTB.

“Perusahaan kami telah berpengalaman di bidang energi angin di Jerman selama puluhan tahun. Kami melihat potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Oleh karena itu, kami datang ke Indonesia untuk menemukan beberapa lokasi, dan kami pilih Banyuwangi” ujar Hans Christoph.

Hans mengatakan dipilihnya Banyuwangi melalui pertimbangan yang matang. Salah satunya karena Banyuwangi memenuhi kriteria yang diperlukan.

“Indonesia adalah negara besar, memiliki banyak sumber daya surya. Tetapi untuk angin, kami perlu mencari dengan sangat hati-hati. Di Banyuwangi kami menemukan lokasi potensial yang sangat menarik dan atraktif, dekat pantai dan di kaki pegunungan,” ungkapnya.

PLTB yang aka dibangun tersebut, akan memproduksi listrik hingga 200 megawatt, dengan dukungan 25 – 30 turbin angin.

“Sekarang kami sedang melakukan bagian realisasi proyek tahap awal. Salah satunya melakukan pengukuran untuk memverifikasi potensi sumber daya angin,” imbuhnya.

PLTB Banyuwangi telah direncanakan melalui tahapan terstruktur sejak tahun 2024 hingga 2028. Kegiatan dimulai dengan persiapan proyek, pengumpulan data angin, serta asesmen lokasi.

“Sepanjang 2024–2025 difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif,” kata Kepala DPMTSP Partana.

Pada tahun 2026–2027 fokus kegiatan dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur PLTB.

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028 dan akan mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD),” kata Partana. (*)

PLN UP3 Madura Prioritaskan Keandalan Listrik Kepulauan Raas, Tanggapi Cepat Aspirasi Pemuda

0

Pamekasan — PLN UP3 Madura menggelar audiensi dengan Forum Pemuda Ra’as (FPR) pada Senin (17/11/2025) sebagai bentuk respons cepat terhadap aspirasi masyarakat kepulauan terkait keandalan listrik. Pertemuan di Aula Trunojoyo ini dihadiri 50 anggota FPR dan dipimpin langsung oleh PLH Manajer UP3 Madura, M. Daan Agung Lazuardi, bersama jajaran manajemen.

FPR menyampaikan tuntutan utama berupa peningkatan keandalan listrik, percepatan realisasi layanan 24 jam, serta perhatian terhadap dugaan masalah kualitas BBM. Menanggapi hal ini, PLN memaparkan sejumlah langkah konkret:

Optimalisasi pembangkit dan BBM: Mesin PLTD Raas yang merupakan relokasi dipastikan layak operasi dan menjalani pemeliharaan intensif. PLN juga menindaklanjuti dugaan kontaminasi BBM melalui audit, serta memperketat pengawasan bersama Pertamina dan aparat penegak hukum.

Penguatan SDM dan respons gangguan: PLN menyiapkan teknisi kompeten, mengusulkan penambahan SDM lokal, dan membentuk Tim Reaksi Cepat untuk mempercepat penanganan gangguan.

Pemulihan operasi 24 jam: Perbaikan mesin ditangani PT PLN-MCTN dengan target tuntas maksimal tujuh hari kerja, meski saat ini listrik Raas sudah normal beroperasi penuh.

Sebagai langkah jangka panjang, PLN siap berkolaborasi dalam pra-studi kelayakan pembangunan pembangkit EBT hibrida sebagai solusi permanen untuk tantangan geografis kepulauan. PLN dan FPR juga sepakat membentuk grup WhatsApp sebagai kanal komunikasi resmi dan transparan.

Audiensi ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas, yang menjadi komitmen bersama untuk percepatan keandalan listrik dan pengawasan terpadu.

“Audiensi ini adalah fondasi kerja sama yang transparan. Dengan pakta integritas, kami memiliki peta jalan jelas untuk mewujudkan listrik andal dan merata di seluruh Kepulauan Raas,” ujar Daan.

Langkah ini menegaskan komitmen PLN UP3 Madura untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam pelayanan energi yang berkeadilan, khususnya bagi wilayah kepulauan.

1000 KPM Dari Program Keluarga Harapan (PKH) Resmi Lulus Di Acara Graduasi Pemalang Bercahaya

0

Gempurnews
| Pemalang – Sebanyak 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kabupaten Pemalang secara resmi dinyatakan lulus dan mandiri dari bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Acara wisuda bertajuk “Graduasi Pemalang Bercahaya; Bansos Sementara, Berdaya Selamanya” diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pemalang. Senin (17/11/ 2025)

Ada 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Pemalang yang Lulus dan mandiri dari bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), acaranya dilaksanakan pada Senin, 17 November 2025 di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Setelah verifikasi, para KPM dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

Pencapaiannya 150 KPM lulus melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dan 850 KPM melakukan graduasi mandiri.

Acara wisuda dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Agus Jabo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Forkopimda Pemalang, dan ribuan KPM.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa PKH adalah bantuan sementara untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan bahwa graduasi ini adalah hasil kerja sama dan berbagai program Pemprov Jateng untuk menyejahterakan masyarakat, termasuk bantuan RTLH, permodalan UMKM, dan bantuan pendidikan.

Dua penerima PKH, Romisa dan Ningsih menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diterima. Romisa yang telah menerima PKH dari tahun 2018 merasa sudah saatnya bantuan dialihkan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan. Ningsih juga merasa senang dengan graduasi ini karena keluarganya kini telah memiliki penghasilan yang cukup.

Gubernur Lutfi juga berencana mengadakan acara graduasi serentak untuk 40.000 KPM dari 35 Kabupaten / Kota di stadion Jatidiri Semarang.

(yn26)

Cabdin Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah Gelar Sertijab Kepala Sekolah SMAN/SMKN : Memperkuat Komitmen Bersama Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

0

Gempurnews | Pemalang – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan serah terima jabatan Kepala Sekolah SMAN / SMKN yang bertempat di Aula Gedung Cabdin Pendidikan Wilayah XII Kabupaten Pemalang, yang dihadiri oleh 30 Kepala Sekolah yang berada di Wilayah kerja Cabdin Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah. Senin (17/11/25) pagi.

Kegiatan serah terima jabatan ini menandai secara resmi kinerja KS baru dimulai untuk melanjutkan estafet kepemimpinan untuk melanjutkan program sekolah dalam mewujudkan visi, misi sekolah. Proses serah terima jabatan ini merupakan bagian dari mekanisme penyegaran dan rotasi kepemimpinan di satuan pendidikan.

Acara Sertijab berlangsung dengan hikmat yang dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah (Sukamto), yang memberikan apresiasi kepada para Kepala Sekolah atas komitmen dan dedikasi yang telah diberikan.

Kepala Cabdin Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah melalui Kasubag TU Lebdo Wiharso, mengatakan rotasi ini untuk mendekatkan rekan rekan Kepala Sekolah yang jauh dikarenakan sekarang memakai sistem zonasi,jadi dengan harapan mereka bisa bekerja semakin baik lagi dengan jarak yang tidak jauh.

Perlu diketahui bahwa rotasi ini adalah salah satu upaya untuk memajukan dan lebih meratakan kualitas pendidikan di Cabdin Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah. “ucap Lebdo.

Lebdo juga menambahkan Kepemimpinan Kepala Sekolah sangat berperan penting dalam meningkatkan prestasi peserta didiknya juga bertanggung jawab untuk memotivasi para guru pegawai,dan siswa untuk melakukan tindakan sesuai visi misi serta tujuan pendidikan.

Sebagai bagian prosesi serah terima jabatan, dilakukan penandatanganan dan penyerahan dokumen berita acara tentang Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah Lama kepada Kepala Sekolah Baru di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah yang disahkan oleh Ka.cabdin Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah.

(yn26)

Aksi Unjuk Rasa Ratusan Kepala Desa Digedung DPRD Banyuwangi Berakhir Damai

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Aksi unjuk rasa ratusan Kepala Desa beserta perangkat desa buntut polemik pernyataan kontroversial salah satu anggota DPRD Banyuwangi yang menyatakan 80persen kepala desa di Banyuwangi terlibat korupsi dana bantuan sosial (bansos) berakhir damai.

Sebelumnya ratusan kepala desa memadati halaman kantor dewan untuk meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi dari Anggota DPRD Banyuwangi, Suwito. Namun aksi tak berlangsung lama setelah adanya langkah mediasi yang dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuwangi, Senin (17/11/2025).

Mediasi dilakukan secara tertutup, dihadiri segenap Anggota DPRD Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi dan seluruh Kepala Desa se-kabupaten Banyuwangi.

Setelah dilakukannya mediasi hadapan 189 kepala desa dan media, Suwito—yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra—akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Dengan suara tegas, Suwito berdiri di depan forum yang dipenuhi kepala desa dan langsung menyampaikan penyesalannya.

“Saya atas nama pribadi menyatakan apa yang saya katakan di media sosial itu SALAH,” ujar Suwito.

Ia menegaskan, tidak ada niat menjatuhkan atau menyerang perangkat desa Banyuwangi. Menurutnya, pernyataan tersebut murni kekhilafan pribadi.

“Saya sebagai manusia biasa memohon maaf. Tidak ada niatan apapun dalam diri saya. Saya hanya ingin Banyuwangi lebih baik,” lanjutnya.

Politisi asal Singojuruh itu juga menegaskan kembali bahwa tuduhan 80 persen kepala desa korupsi bansos adalah pernyataan keliru.

“Sekali lagi, pernyataan saya soal 80 persen kepala desa Banyuwangi korupsi bansos itu salah. Saya cabut kata-kata saya,” tegasnya.

Di hadapan para kepala desa, Suwito menyampaikan harapan agar polemik ini selesai dan hubungan antara DPRD serta para kepala desa kembali harmonis.

Ia meminta kedua pihak dapat berkolaborasi dalam mengawal program pemerintah pusat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat

Suwito juga meminta agar berbagai potongan video dan konten mengenai pernyataannya segera dihapus dari media sosial.

“Mohon untuk yang di TikTok atau medsos lainnya segera ditake down. Ini semua demi menjaga Banyuwangi kondusif, aman, dan sejahtera,” katanya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Banyuwangi, Andrik Tri Waluyo, menanggapi langsung pernyataan maaf yang disampaikan Suwito.

“Alhamdulillah, jalannya aksi berlangsung damai, kita di sini silaturahmi meminta klarifikasi terkait pernyataan 80 persen kades di Banyuwangi itu melakukan pungli bantuan sosial BLT, setelah kita klarifikasi oknum DPRD yang bernama Suwito telah mengakui bahwa beliaunya salah dalam berucap dan beliaunya juga sudah meminta maaf kepada teman-teman Kades se-Kabupaten Banyuwangi,” terangnya.

Dihadapan media Andri juga menyampaikan harapannya agar hal-hal yang dapat meresahkan masyarakat tidak terjadi lagi.

“Harapannya kita ke depan, semoga hal-hal semacam ini yang membuat resah warga masyarakat Banyuwangi tidak terjadi lagi dan mari kita bersama-sama membangun Banyuwangi yang kondusif aman dan terkendali.” Tandasnya

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB), Budiharto, menjelaskan bahwa kedatangan ratusan kepala desa ke gedung DPRD bukan untuk melakukan aksi konfrontatif, melainkan untuk meminta klarifikasi secara langsung.

Budiharto menjelaskan bahwa proses penyaluran bansos di Banyuwangi dilakukan melalui sistem digital yang ketat.

“Bank penyalur datang langsung ke kantor desa, memanggil setiap penerima manfaat satu per satu, memeriksa dokumen, menyerahkan uang bantuan, dan mendokumentasikannya di tempat, Semua penerima dipanggil dengan dokumen lengkap, uang diserahkan langsung dan difoto petugas bank. Sistemnya sudah sangat transparan,” tegasnya.

Setelah mendengarkan permohonan maaf Suwito, para kepala desa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka kembali ke kantor desa masing-masing untuk memberikan pelayanan kepada warga.

Ketegangan yang sempat menyelimuti Banyuwangi selama beberapa hari terakhir kini mulai mereda setelah klarifikasi dan permintaan maaf disampaikan secara langsung.

Polemik ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak mengenai pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik, terutama di era informasi digital. (*)

Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Semeru 2025, Kapolres Kediri Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Humanis

0

KEDIRI– Operasi Zebra Semeru 2025 resmi dimulai pada Senin (17/11/2025).

Selama 14 hari, mulai 17 – 30 November 2025, jajaran kepolisian di seluruh Provinsi Jawa Timur menggelar operasi dengan fokus pada upaya preemtif, preventif, dan represif yang tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Operasi ini diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta memperkuat kualitas pelayanan Polri.

Di Polres Kediri, pelaksanaan Operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Apel Mapolres Kediri, yang dipimpin Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri Dansubdenpom V/2-2 Kediri, Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Jasa Raharja Kediri, PJU dan personel Polres Kediri, serta Kapolsek jajaran.

Saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., Kapolres Kediri menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini mendukung upaya keselamatan berlalu lintas.

Kapolda Jawa Timur menyoroti data Ditlantas Polda Jatim yang mencatat 22.815 kasus kecelakaan sepanjang Januari – Oktober 2025, sebuah pesan penting bahwa kesadaran berkendara masih perlu ditingkatkan. Melalui operasi ini, diharapkan lahir perubahan perilaku yang lebih tertib dan aman.

Sejumlah penekanan juga disampaikan, mulai dari disiplin pelaksanaan tugas, komunikasi publik yang santun, penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis, hingga pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung keselamatan bersama.

Ditemui usai kegiatan, Kapolres Kediri mengajak seluruh personel menjadikan operasi ini sebagai momentum edukasi terkait kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Kapolres Kediri juga memastikan bahwa jajarannya akan mengedepankan pelayanan yang ramah dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Tujuan utamanya sederhana: keselamatan. Penegakan hukum tetap dilakukan, tapi dengan cara yang humanis dan persuasif,” pungkas Beliau.

Anggota DPRD Barito Utara, H. Nurul Anwar Apresiasi Pelantikan Dewan Hakim MTQH ke- XXXIII

0

BARITO UTARA- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, memberikan apresiasi atas pelantikan Dewan Hakim, Dewan Pengawas, Dewan Pertimbangan serta Panitera Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke- XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2025 yang bertempat di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Minggu (16/11/2025) kemarin petang.

Kegiatan pelantikan tersebut dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S. I. Kom tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah, para Bupati dan Wali kota se-Kalteng, Kepala Kanwil Kemenag provinsi, kabupaten dan kota serta pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dari seluruh Kabupaten.

Pada peluang yang indah ini, H. Nurul Anwar menilai bahwa pelantikan Dewan Hakim merupakan langkah penting untuk memastikan penyelenggaraan MTQH berjalan dengan baik dan berkualita. 

“Anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB) menyambut baik pelantikan Dewan Hakim MTQH ke- XXXIII ini. Peran mereka sangat menentukan suksesnya pelaksanaan MTQH di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten barito Utara dalam menjaga objektivitas dan integritas dalam penilaian,” kata Nurul Anwar.

Dirinya juga pada kegiatan pelantikan Dewan Hakim, menegaskan bahwa profesionalisme Dewan Hakim menjadi ujung tombak, dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jalannya kompetisi.

“Masyarakat kini kian cermat mengamati proses perlombaan. Karena itu, Dewan Hakim harus sungguh- sungguh memegang teguh fairness dan bekerja secara transparan, bebas dari kepentingan apa pun,” imbuhnya. 

Dewan Hakim yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sehingga MTQH ke- XXXIII tahun 2025 ini mampu melahirkan qari, qariah, dan hafız terbaik yang bisa mengharumkan nama Kalimantan Tengah, khususnya Barito Utara di tingkat nasional,” harap H. Nurul Anwar.

“Dengan satu kehormatan dan profesionalisme yang kuat, saya yakin MTQH ke- XXXIII ini akan menghasilkan peserta berkualitas yang siap bersaing pada MTQ Nasional di Semarang tahun 2026 nanti,” ungkapnya.

H. Nurul Anwar, turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng, dalam mendukung kegiatan syiar Islam tersebut. “Semoga pelaksanaan MTQH kali ini berjalan lancar dan menjadi peluang emas untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” kata anggota DPRD Barito Utara ini.  (SS)

Polres Pasuruan Gelar Operasi Zebra Semeru 2025, Prioritaskan Penurunan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

0

PASURUAN – Polres Pasuruan resmi menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi kepolisian kewilayahan ini digelar serentak di seluruh jajaran Polres Polda Jawa Timur dengan fokus utama menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas lalu lintas.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipusatkan di Mako Polres Pasuruan pada Senin, 17 November 2025. Upacara tersebut melibatkan seluruh personel Polres Pasuruan, Dinas Perhubungan, TNI, dan instansi terkait lainnya.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Dery menjelaskan bahwa operasi tahun ini menekankan pengawasan menyeluruh di lapangan. “Kami meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan RAM cek terhadap pengemudi truk dan bus di terminal. Kami juga menggandeng sekolah, kampus, dan perusahaan dalam pengecekan kelengkapan baik pengendara maupun kendaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa personel akan ditempatkan di titik-titik rawan pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan. “Patroli dan pengawasan akan terus ditingkatkan pada lokasi yang berpotensi terjadinya pelanggaran lalu lintas,” tegasnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menuturkan bahwa Operasi Zebra 2025 juga menjadi langkah awal menghadapi pengamanan skala nasional. “Operasi ini penting untuk memastikan kesiapan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru agar masyarakat dapat merayakan dengan aman dan lancar

Keselamatan adalah kebutuhan Bukan Pilihan kami mengajak seluruh masyarakat Pasuruan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” Ungkapnya

Operasi Zebra Semeru 2025 merupakan domain fungsi Lalu Lintas dan terbagi dalam beberapa satuan tugas, yakni Satgas Lidik, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, dan Satgas Gakkum. Setiap satgas diwajibkan melaporkan hasil kegiatan secara berkala selama pelaksanaan operasi.

Melalui ops Zebra 2025, Polres Pasuruan berharap tercipta budaya tertib dan sadar keselamatan yang berkelanjutan, bukan saat operasi berlangsung saja.

Satresnarkoba Polres Pasuruan Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMPN 1 Rembang

0

PASURUAN – Satresnarkoba Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba kepada puluhan pelajar SMPN 1 Rembang, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dini kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh narkoba.

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan, IPTU Yoyok Haryanto, S.H., M.H., mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang terus digencarkan kepolisian.

“Kami ingin memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar tentang bahaya narkoba, bagaimana cara menghindarinya, serta konsekuensi hukum yang menjerat para penyalahguna dan pengedar,” ujarnya.

Sebanyak 50 siswa-siswi mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu. Materi disampaikan oleh IPDA M. Fajar Indranata, S.H., selaku KBO Satresnarkoba, bersama Brigadir Nur Tahiyyatul Azizah, S.H., anggota Satresnarkoba.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan sejumlah poin, mulai dari pengertian narkoba dan jenis-jenisnya, faktor kenakalan remaja yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkoba, hingga pola peredaran yang kerap menyasar anak muda. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai langkah-langkah menghindari narkoba serta sanksi hukum bagi pengguna maupun pengedar.

Selain penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para pelajar tampak antusias menggali informasi lebih jauh terkait bahaya narkoba maupun cara menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang negatif.

IPTU Yoyok menegaskan bahwa edukasi seperti ini akan terus dilakukan di sekolah-sekolah. “Pencegahan adalah langkah paling efektif. Ketika anak-anak memiliki pengetahuan yang benar, mereka akan mampu menolak ajakan maupun godaan terkait narkoba,” pungkasnya.