Home Blog Page 202

Kapolsek Leces Terima Kunjungan Silaturahmi dari Ormas Madas Nusantara

0

Probolinggo,
Dalam rangka menjalin sinergitas antara Kepolisian dan organisasi kemasyarakatan, Kapolsek Leces menerima kunjungan dari Ormas Madas Nusantara di Mapolsek Leces, pada Senin (10/11/2025).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW Madas Nusantara Provinsi Jawa Timur Romlan, bersama sejumlah pengurus. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus apresiasi terhadap kinerja jajaran Polsek Leces.

Dalam kesempatan tersebut, Romlan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Leces, atas respon cepat dan penanganan yang profesional terhadap berbagai kasus di wilayah hukum Leces.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja jajaran Polsek Leces yang telah bekerja dengan cepat dan tanggap dalam menjaga keamanan serta menegakkan hukum di wilayah ini,” kata Romlan.

Sementara itu, Kapolsek Leces Iptu Afdal Buana Rizal menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Leces.

“Kami berterima kasih atas dukungan Ormas Madas Nusantara. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, peran masyarakat dan organisasi sangat penting dalam menjaga kondusifitas wilayah,” ucap Kapolsek Leces.(Ali)

“Teladan Pahlawan Yang Harus Ditiru,Bupati Pakpak Bharat Pimpin Upacara Hari Pahlawan”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Benrhard Tumanggor memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025 tingkat Kabupaten Pakpak Bharat. Dalam Upacara yang dipuatkan di lapangan Balaiklat BKPSDM Pakpak Bharat, desa cikaok ini, Bupati membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang menekankan tiga teladan penting dari para pahlawan bangsa.

Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa :
PERTAMA, KESABARAN PARA PAHLAWAN.
Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan
KEDUA, SEMANGAT UNTUK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DI ATAS SEGALANYA.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian
KETIGA, PANDANGAN JAUH KE DEPAN.
Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.

Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. 4 Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya, demikian sambutan Menteri Sosial RI disampaikan oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.(Tumangger)

Kenang Jasa Pahlawan, Polres dan Pemkab Gresik Gelar Upacara Khidmat di Dua Lokasi Utama

0

GRESIK – Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di Kabupaten Gresik, Senin (10/11/2025). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Polres Gresik menggelar upacara penghormatan kepada para pahlawan bangsa secara serentak di dua lokasi utama: Halaman Kantor Pemkab Gresik dan Halaman Mapolres Gresik.

Di Halaman Kantor Pemkab Gresik, upacara dipimpin langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Gresik, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, perwakilan instansi vertikal, serta unsur organisasi masyarakat.

Sementara itu, di Mapolres Gresik, pelaksanaan upacara berjalan dengan tertib dan penuh penghormatan, dipimpin oleh Wakapolres Gresik, Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro. Seluruh personel Polres, pejabat utama, dan para Kapolsek jajaran turut ambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut.

Rangkaian upacara di kedua lokasi berlangsung khidmat dengan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih, hening cipta, pembacaan Teks Pancasila, serta Pembukaan UUD 1945.

Dalam amanat Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, disampaikan pesan kuat agar seluruh elemen bangsa mampu meneladani nilai-nilai kepahlawanan di tengah tantangan zaman modern.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian amanat yang dibacakan.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa saat ini merupakan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pahlawan. Ia juga menyoroti tiga nilai utama yang patut dijadikan teladan: kesabaran, mengutamakan kepentingan bangsa, dan berpandangan jauh ke depan.

Menurut Bupati Yani, makna perjuangan kini telah bergeser seiring perkembangan zaman.

“Perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kepahlawanan tersebut sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, di antaranya memperkuat ketahanan nasional dan membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, serta berdaya.

Upacara di Pemkab Gresik ditutup dengan ajakan untuk terus menyalakan api perjuangan di setiap langkah pengabdian.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam,” pungkas Bupati Yani.

Secara terpisah, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa Hari Pahlawan menjadi momentum refleksi bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat nilai patriotisme dan semangat pengabdian.

“Semangat kepahlawanan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diwujudkan dalam pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, Polres Gresik berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan humanis sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kepahlawanan di era modern.

Peringati Hari Pahlawan, Satbinmas Polres Pasuruan Ajak Pelajar Jadi Pahlawan Masa Kini

0

PASURUAN – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan di sejumlah sekolah, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, kedisiplinan, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Kasat Binmas Polres Pasuruan Iptu Sunarti, S.H., M.H., bersama KBO Binmas Iptu Bambang Haryadi, S.Sos., dan Kanit Bin Kamsa Aiptu Arif Kurniawan, S.H., menjadi inspektur upacara di beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Di SMA Negeri 1 Bangil, Iptu Sunarti berdiri sebagai inspektur upacara dan menyampaikan pesan agar pelajar meneladani semangat juang para pahlawan bangsa.

“Jadilah pahlawan masa kini dengan cara berbuat baik, menolak narkoba, serta menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” ujarnya di hadapan para peserta upacara.

Sementara itu, di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Pasuruan, Iptu Bambang Haryadi, S.Sos., menekankan pentingnya tanggung jawab pelajar dalam menjaga moral dan etika di era digital.

“Gunakan media sosial dengan bijak, jangan mudah terprovokasi, dan jauhi pergaulan yang dapat menjerumuskan pada tindakan negatif,” pesannya.

Di SMP Negeri 1 Beji, Aiptu Arif Kurniawan, S.H. mengingatkan para pelajar agar menjauhi pergaulan bebas, geng motor, dan kenakalan remaja.

“Hargai teman, jaga sopan santun, dan tolak segala bentuk perundungan (bullying),” tegasnya dalam amanat upacara.

Usai upacara, jajaran Satbinmas melanjutkan kegiatan dengan memberikan penyuluhan di aula masing-masing sekolah. Materi yang disampaikan berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya gengster dan balap liar, serta etika bermedia sosial. Dengan pendekatan yang interaktif, para siswa terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Para kepala sekolah menyampaikan apresiasi kepada Satbinmas Polres Pasuruan atas kepeduliannya terhadap pembinaan karakter pelajar. Mereka menilai kegiatan tersebut berdampak positif dalam membentuk disiplin dan semangat kebangsaan di kalangan siswa.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.H., S.I.K., M.Si., mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan jajarannya. Menurutnya, pendidikan nilai kepahlawanan dan antinarkoba sejak dini sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.

“Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum untuk menanamkan semangat juang dan kepedulian sosial. Polri hadir untuk membimbing pelajar agar tumbuh menjadi generasi tangguh dan berkarakter,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polres Pasuruan dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan berjiwa nasionalis — sebagai pahlawan masa kini di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Polres Pasuruan Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025, Kobarkan Semangat Melanjutkan Perjuangan

0

PASURUAN – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025, Polres Pasuruan menggelar upacara di Lapangan Sarja Arya Racana, Senin (10/11/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Inspektur Upacara Kompol Andy Purnomo, S.H., M.H., dengan Komandan Upacara IPDA Aries Setiyandono, S.H. Hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel dari berbagai satuan fungsi.

Peserta upacara terdiri dari satu SSR perwira, satu SST Polwan, serta perwakilan dari staf gabungan, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba, Sat Samapta, Polsek jajaran, dan ASN Polres Pasuruan.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menyampaikan bahwa semangat para pahlawan harus senantiasa menjadi teladan bagi generasi masa kini.

“Kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” tegas Kompol Andy Purnomo.

Beliau menekankan tiga nilai utama yang perlu diteladani dari para pahlawan bangsa, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, merupakan modal besar bagi generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa.

“Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama—membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup penguatan ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Rangkaian upacara meliputi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, pembacaan pesan-pesan pahlawan, amanat inspektur upacara, doa, serta penghormatan terakhir kepada para pahlawan bangsa.

Gerak Cepat Polisi Tangani Laporan Dugaan Bayi Dibuang di Gresik

0

GRESIK – Suasana di kawasan Jalan Betoyo, Manyar, Gresik, sempat dibuat heboh pada Minggu (9/11/2025) siang.

Warga panik setelah beredar kabar adanya dugaan pembuangan bayi yang dilaporkan melalui hotline 110.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Manyar bersama jajaran Polres Gresik Polda Jatim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Namun setelah dilakukan pengecekan mendalam, dugaan pembuangan bayi itu ternyata tidak benar.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa peristiwa tersebut hanyalah cekcok antara pasangan suami istri, Suhariadi dan Eka Amalia Putri, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen jalanan.

“Setelah Polisi melakukan pengecekan di TKP, tidak ditemukan adanya kasus pembuangan bayi. Insiden ini murni pertengkaran rumah tangga,” ujar Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi Muslih Riza.

Menurut Kasi Humas Polres Gresik, berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian bermula saat pasangan ini selesai mengamen di wilayah Sidayu dan Bungah.

“Di lokasi tersebut, sang suami diketahui menenggak minuman keras bersama teman-temannya,” kata Ipda Hepi.

Melihat hal itu, istrinya menegur sang suami dan mengajak pulang.

Pertengkaran berlanjut di perjalanan menuju rumah. Sesampainya di Jalan Raya Banyuwangi, Manyar, keduanya berhenti dan kembali adu mulut.

Dalam emosi, sang istri menyerahkan bayi perempuan mereka yang baru berusia empat bulan kepada sang suami sambil berkata: “Iki lo anakmu, gowoen (Ini lho anakmu, bawa).”

Namun bukannya digendong, sang suami malah meletakkan bayi SNV di tepi jalan dan pergi begitu saja ke arah utara.

Aksi tersebut sontak membuat warga panik dan melaporkannya ke polisi sebagai dugaan pembuangan bayi.

Beruntung, bayi dalam kondisi sehat dan segera diamankan warga serta petugas yang datang ke lokasi.

Setelah situasi dipastikan aman, kedua orang tua bayi tersebut langsung diberikan pembinaan dan bimbingan oleh pihak kepolisian agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa respon cepat petugas merupakan bagian dari komitmen Polres Gresik dalam melindungi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak.

“Setiap laporan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa harus segera ditindaklanjuti. Respons cepat ini penting agar tidak ada ancaman nyata yang luput, sekaligus mencegah penyebaran informasi keliru,” tegas AKBP Rovan.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor bila menemukan kejadian mencurigakan.

Laporan dapat disampaikan melalui hotline 110, layanan “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006, atau dengan datang langsung ke kantor Polisi terdekat. (*)

Cegah Abrasi, Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Tanam Mangrove dan Berbagi Bansos

0

LAMONGAN – Puluhan Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim melaksanakan program ‘Live In’ yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Para calon Bintara Polri ini tidak hanya membaur dan tinggal bersama warga, tetapi juga terjun langsung dalam dua aksi nyata yakni pelestarian lingkungan dengan menanam mangrove dan bakti sosial berupa pembagian sembako untuk rukun nelayan setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Latihan Kerja (Latja) dan ‘Live In’ yang dirancang untuk mengaplikasikan teori kepolisian sekaligus mengasah kepekaan sosial siswa terhadap masyarakat.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, para siswa yang berada di wilayah hukum Polres Lamongan menerima arahan di Mapolres.

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., melalui Pamapta Polres Lamongan, Ipda Wahyudi, memberikan pembekalan yang menekankan pentingnya komunikasi sebagai fundamental tugas kepolisian.

“Program Latja dan ‘Live In’ ini kunci utamanya adalah komunikasi. Terapkan 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun,” kata Ipda Wahyudi, Minggu (9/11).

Berbekal arahan tersebut, salah satu kelompok siswa bergerak menuju sasaran, yakni kediaman M. Alif Fauzi, Ketua Rukun Nelayan Sedayu Lawas, yang menjadi pendamping mereka selama program berlangsung.

Selama ‘Live In’, para siswa menyatu penuh dengan ritme kehidupan warga.

Keseharian mereka diawali sejak dini hari, mulai dari bangun pagi, melaksanakan sholat Subuh berjamaah, mengaji, hingga berpartisipasi aktif membantu kegiatan rumah tangga di tempat mereka tinggal.

Interaksi utama berlangsung di areal bibir muara sungai yang menjadi benteng pertahanan desa dari ancaman abrasi.

Didampingi langsung oleh M. Alif Fauzi, para siswa diajak menyisir keindahan ekosistem mangrove yang mulai menghijau.

Di lokasi ini, mereka tidak hanya melihat, tetapi mendapat edukasi mendalam mengenai pelestarian pesisir.

“Di tempat ini masih terdapat dua jenis pohon mangrove utama, yaitu mangrove Avicennia atau yang dikenal sebagai ‘si api-api’, dan mangrove Rhizopora,” jelas Alif kepada para siswa.

Alif memfokuskan edukasi pada jenis Rhizopora, yang menurutnya lebih mudah dibibitkan dan ditanam.

Manfaatnya sangat krusial, tidak hanya untuk meningkatkan produksi oksigen, tetapi juga sebagai garda terdepan pencegah abrasi tanah.

“Keunikannya tidak berhenti di situ. Pohon mangrove ini juga memiliki nilai ekonomi, bisa dimanfaatkan sebagai bahan olahan roti, bedak, hingga sirup,” tambahnya.

Salah seorang Siswa Diktukba, Maulana Wibowo, tidak sekadar menyimak.

Ia bersama kelompoknya antusias turun langsung ke lahan berlumpur di bibir sungai, mempraktikkan cara pembibitan dan menanam pohon Rhizopora bersama para nelayan dan pegiat lingkungan setempat.

Bagi sebagian besar siswa, ilmu tentang ekosistem mangrove ini merupakan pengetahuan baru yang sangat berharga.

“Pengetahuan tentang mangrove ini adalah pengetahuan dan pengalaman baru bagi kami. Kegiatan ‘Live In’ ini sangat berharga,” ucap Maulana Wibowo.

Aksi para siswa tidak berhenti pada pelestarian lingkungan. Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan implementasi Polri yang humanis, para siswa Diktukba ini juga menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa beras.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada masyarakat Rukun Nelayan Sedayu Lawas melalui M. Alif Fauzi, dan pegiat lingkungan setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan ‘Live In’ ini, mulai dari penanaman mangrove hingga bakti sosial, turut dipantau dan didampingi oleh Kepala Desa Sedayu Lawas, Heni Fikawati.

Ia menyambut baik program SPN Polda Jatim yang dinilai memberikan dampak positif.

“Kegiatan ini sangat baik bukan hanya berdampak pada lingkungan desa kami, tapi juga dapat membentuk karakter para siswa yang peduli terhadap lingkungan dan sesama,” ungkap Kepala Desa.

Sementara itu di tempat terpisah, Waka SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra menjelaskan program Live in ini diharapkan dapat membentuk karakter para siswa sehingga mampu menjadi anggota Polri yang peka, solutif, dan benar-benar mengerti denyut nadi masyarakat.

Ia berharap, pengalaman beradaptasi dan berinteraksi langsung dengan isu lingkungan serta sosial kemasyarakatan ini benar-benar membekali mereka.

“Kelak ketika mereka sudah dilantik dan resmi bertugas, mereka mampu menjadi anggota Polri yang peka, solutif, dan benar-benar mengerti denyut nadi masyarakat,” tutupnya. (*)

Polri Cepat Tanggap Layani Masyarakat Tarakan Pasca Gempa Susulan

0

Tarakan, 8 November 2025 — Polri melalui jajaran Polda Kalimantan Utara dan Polres Tarakan bergerak cepat memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat pasca terjadinya gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,4 yang mengguncang Kota Tarakan pada Sabtu (8/11) pukul 16.56 WITA.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, episentrum gempa berada sekitar 9 kilometer arah tenggara Kota Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

“Yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat adalah bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sekali lagi, kami tegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta tidak mempercayai berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hilmi.

Masyarakat juga diingatkan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi, sehingga hal paling penting adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami cara merespons dengan benar saat gempa terjadi.

Sebagai bentuk respons cepat, Dansat Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan dua tim tanggap bencana berjumlah 20 personel, sekaligus menyiagakan satu Satuan Setingkat Pleton (1 SST) di Mako Brimob Tarakan untuk mendukung langkah evakuasi dan penanganan pasca bencana. Dua posko darurat telah didirikan di wilayah terdampak, yaitu di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan di Kelurahan Mamburungan, yang merupakan kawasan perbukitan rawan longsor akibat kontur tanah labil.

“Begitu gempa terjadi, tim tanggap bencana Sat Brimob Polda Kaltara langsung mengevakuasi pasien dari RSUKT ke posko darurat, serta melaksanakan patroli di wilayah Mamburungan untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Kombes Pol. Sarly Sollu.

Selain itu, Dansat Brimob juga meninjau langsung Posko Darurat Bencana yang dibangun Sat Brimobda Polda Kaltara untuk memastikan kesiapan sarana dan logistik. Dalam kegiatan tersebut, Tim Medis Tanggap Bencana Sat Brimob Polda Kaltara yang berjumlah 5 personel melaksanakan bantuan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Posko Tanggap Bencana Kelurahan Mamburungan. Pemeriksaan ini difokuskan bagi warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak yang mengalami gejala kelelahan, trauma, atau gangguan kesehatan akibat gempa bumi.

“Selain memberikan evakuasi dan perlindungan, kami juga memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan. Tim medis kami turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang terdampak,” tambah Kombes Pol. Sarly Sollu.

Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polres Tarakan bersama Polda Kaltara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan dan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kota serta berbagai instansi guna menyelamatkan dan menjaga masyarakat dari dampak gempa. Personel Polri membantu tenaga medis mengevakuasi pasien rawat inap, mendirikan tenda evakuasi di sekitar rumah sakit, serta melakukan patroli dan pendataan warga terdampak,” tutur AKBP Erwin.

Selain kegiatan tanggap darurat, Polres Tarakan juga melaksanakan patroli pasca bencana di sejumlah titik rawan untuk mencegah penjarahan, tindak pidana, dan potensi gangguan kamtibmas yang mungkin timbul akibat kepanikan warga. Patroli difokuskan pada area pasar, perumahan padat penduduk, serta fasilitas umum terdampak guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Hingga saat ini, hasil pendataan menunjukkan tidak ada korban jiwa (nihil), meskipun terdapat beberapa kerusakan material ringan pada rumah warga akibat guncangan.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang, serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Polri juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya, kerusakan bangunan, atau aktivitas mencurigakan pasca bencana.

“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja maksimal untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat mendapatkan pertolongan secepatnya,” tegas Kapolres Tarakan Polda Kaltara, menutup pernyataan.

POLRI – Presisi Melayani, Melindungi, dan Mengayomi Masyarakat
Transformasi Menuju Polri yang Tanggap, Humanis, dan Responsif terhadap Bencana

Polsek Pagu Gelar Bakti Sosial di Dua Lokasi Desa Jagung dan Semanding

0

Kediri, — Dalam rangka mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Polsek Pagu Polres Kediri melaksanakan kegiatan bakti sosial di dua lokasi sekaligus, yakni Desa Jagung dan Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Jumat (7/11/2025).

Kapolsek Pagu Polres Kediri AKP Bambang Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Dalam bakti sosial ini, personel Polsek Pagu Polres Kediri menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu serta melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan fasilitas umum dan tempat ibadah.

“Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami ingin hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga membantu meringankan beban warga,” ujar AKP Bambang.

Selain pembagian sembako, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial antarwarga, terutama menjelang musim hujan.

Polri Cepat Tanggap Layani Masyarakat Tarakan Pasca Gempa Susulan

0

Tarakan, 8 November 2025 — Polri melalui jajaran Polda Kalimantan Utara dan Polres Tarakan bergerak cepat memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat pasca terjadinya gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,4 yang mengguncang Kota Tarakan pada Sabtu (8/11) pukul 16.56 WITA.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, episentrum gempa berada sekitar 9 kilometer arah tenggara Kota Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

“Yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat adalah bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sekali lagi, kami tegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta tidak mempercayai berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hilmi.

Masyarakat juga diingatkan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi, sehingga hal paling penting adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami cara merespons dengan benar saat gempa terjadi.

Sebagai bentuk respons cepat, Dansat Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan dua tim tanggap bencana berjumlah 20 personel, sekaligus menyiagakan satu Satuan Setingkat Pleton (1 SST) di Mako Brimob Tarakan untuk mendukung langkah evakuasi dan penanganan pasca bencana. Dua posko darurat telah didirikan di wilayah terdampak, yaitu di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan di Kelurahan Mamburungan, yang merupakan kawasan perbukitan rawan longsor akibat kontur tanah labil.

“Begitu gempa terjadi, tim tanggap bencana Sat Brimob Polda Kaltara langsung mengevakuasi pasien dari RSUKT ke posko darurat, serta melaksanakan patroli di wilayah Mamburungan untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Kombes Pol. Sarly Sollu.

Selain itu, Dansat Brimob juga meninjau langsung Posko Darurat Bencana yang dibangun Sat Brimobda Polda Kaltara untuk memastikan kesiapan sarana dan logistik. Dalam kegiatan tersebut, Tim Medis Tanggap Bencana Sat Brimob Polda Kaltara yang berjumlah 5 personel melaksanakan bantuan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Posko Tanggap Bencana Kelurahan Mamburungan. Pemeriksaan ini difokuskan bagi warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak yang mengalami gejala kelelahan, trauma, atau gangguan kesehatan akibat gempa bumi.

“Selain memberikan evakuasi dan perlindungan, kami juga memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan. Tim medis kami turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang terdampak,” tambah Kombes Pol. Sarly Sollu.

Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polres Tarakan bersama Polda Kaltara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan dan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kota serta berbagai instansi guna menyelamatkan dan menjaga masyarakat dari dampak gempa. Personel Polri membantu tenaga medis mengevakuasi pasien rawat inap, mendirikan tenda evakuasi di sekitar rumah sakit, serta melakukan patroli dan pendataan warga terdampak,” tutur AKBP Erwin.

Selain kegiatan tanggap darurat, Polres Tarakan juga melaksanakan patroli pasca bencana di sejumlah titik rawan untuk mencegah penjarahan, tindak pidana, dan potensi gangguan kamtibmas yang mungkin timbul akibat kepanikan warga. Patroli difokuskan pada area pasar, perumahan padat penduduk, serta fasilitas umum terdampak guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Hingga saat ini, hasil pendataan menunjukkan tidak ada korban jiwa (nihil), meskipun terdapat beberapa kerusakan material ringan pada rumah warga akibat guncangan.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang, serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Polri juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya, kerusakan bangunan, atau aktivitas mencurigakan pasca bencana.

“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja maksimal untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat mendapatkan pertolongan secepatnya,” tegas Kapolres Tarakan Polda Kaltara, menutup pernyataan.

POLRI – Presisi Melayani, Melindungi, dan Mengayomi Masyarakat
Transformasi Menuju Polri yang Tanggap, Humanis, dan Responsif terhadap Bencana