Home Blog Page 226

Sinergi untuk Integritas dan Anti-Narkoba: Polresta, BNNK, dan Lapas Banyuwangi Teguhkan Komitmen Bersama

0

Banyuwangi – Upaya menjaga keamanan dan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba terus digelorakan oleh Polresta Banyuwangi. Bersama BNNK Banyuwangi dan Lapas Banyuwangi.

Jajaran tiga instansi ini menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat sinergitas dan integritas dalam pencegahan gangguan keamanan serta pemberantasan narkotika.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Kamis (23/10/2025), dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.H., M.Si. dan dihadiri Kepala BNNK serta Kalapas Banyuwangi.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menggambarkan tekad bersama untuk menciptakan sistem yang lebih bersih dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga sebagai langkah preventif menjaga stabilitas keamanan, terutama di lingkungan Lapas yang memiliki dinamika cukup kompleks.

“Kami berkomitmen mendukung penuh upaya pencegahan di Lapas. Polresta siap membantu dalam mitigasi potensi gangguan keamanan dan bersinergi dalam pelaksanaan razia rutin agar lingkungan tetap kondusif dan bebas dari penyimpangan,” tutur Kombes Pol. Rama.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., juga menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bagian dari pendekatan kemanusiaan untuk memastikan hak dan keselamatan warga binaan tetap terlindungi.

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Polresta dan BNNK. Kalapas menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas berkomitmen memperkuat integritas dan tidak mentolerir adanya pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

“Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti melanggar. Dengan sinergi ini, kami optimis Lapas Banyuwangi mampu menjadi contoh Lapas yang bersih dan berintegritas tinggi,” ujarnya.

Sinergitas antara Polresta Banyuwangi, BNNK, dan Lapas Banyuwangi ini menjadi wujud nyata bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tugas satu institusi, tetapi tanggung jawab bersama.

Melalui langkah kolaboratif ini, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, manusiawi, dan bebas dari peredaran narkoba sekaligus menjadi cerminan nyata semangat “Sinergi untuk Negeri” di Banyuwangi.(*)

Tinjau Lapang, Komisi IV DPRD Banyuwangi Dorong DLH Bantu Percepatan Perijinan Pembangunan TPS 3R Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo.

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuwangi dorong percepatan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Reduse,Reuse,recycle di Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo untuk mengurangi volume sampah di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV, Patemo usai melakukan tinjau lapang lokasi rencana pembangunan TPS 3 R. di Kecamatan Purwoharjo.

“TPS 3R ini nantinya akan mengelola sampah dari 37 desa di 8 kecamatan dengan kapasitas 160 ton per hari,“ ucap Patemo saat dkonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum’at (17/10/2025).

Menurut politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Bangorejo ini, lokasi pembangunan TPS 3 R di desa Karetan dinilai telah memenuhi syarat dan kriteria lokasi maupun teknis, tidak mencemari lingkungan,memiliki lahan luas, mudah di akses, tidak menganggu estetika serta lalu lintas.

“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup bisa membantu mempercepat proses perijinan pembangunan TPS 3R di Desa Karetan sesuai dengan Paeraturan Perundang-undangan yang berlaku,“ ucap Patemo.

Patemo menjelaskan berdasrkan paparan yang disampaikan oleh Kepala DLH, pembangunan TPS Karetan saat ini masih dalam tahap cut and fill untuk penyiapan lahan konstruksi. Pekerjaan tengah berprogres pada bagian pondasi, pagar keliling, dan bangunan penyangga lainnya.

“Targetnya pada Bulan Juni 2026 pembangunan sudah tuntas,“ jelasnya.

Selain TPS 3R Karetan, Pemkab juga akan membangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan dua SPA tersebut merupakan bagian dari pengembangan Banyuwangi Hijau Fase 3, dengan dukungan Clean Rivers, Uni Emirat Arab. Masing-masing SPA memiliki kapasitas 50 ton sampah per hari.

Dengan demikian, total kapasitas tiga fasilitas baru itu mencapai 260 ton per hari dan mampu melayani hingga 1,4 juta penduduk Banyuwangi.

“Dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta jiwa, artinya program Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Sisanya akan dilayani melalui dukungan pihak lain, seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) asal Norwegia,” pungkasnya. (*/Sgt)

HIKMAH KENAPA BUKAN HARI KIYAI TAPI HARI SANTRI

0

Oleh Faizuddin FM
(Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang)

JOMBANG – gempurnews.com. Satu sosok inspiratif bukan hanya Indonesia tapi juga dunia yang dapat kita jadikan teladan, sebagai santri sekaligus seorang kiyai besar adalah KH. Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur. Istilah “Gus” di sini sudah menandakan bahwa beliau adalah putra Kiyai, tidak tanggung-tanggung, beliau adalah cucu dari Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Menurut Gus Dur, makna santri tidak hanya terbatas pada mereka yang mondok di pesantren, tetapi lebih kepada siapapun yang memiliki akhlak mulia seperti santri dan memiliki komitmen untuk memperdalam ilmu agama serta meneruskan ajaran ulama. Ia memandang santri sebagai orang yang berani mengambil lompatan pemikiran filosofis dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai universal dari Al-Qur’an dan Hadis, yang diwujudkan melalui kajian mendalam terhadap kitab kuning.

Berkomitmen pada kebenaran: Secara etimologis, kata “shastri” (yang kemudian diadopsi menjadi santri) berarti orang yang menguasai kitab suci. Ini menegaskan bahwa santri adalah orang yang mempelajari dan mendalami ajaran agama secara mendalam.

Nah, sekarang mari kita belajar mengambil hikmah dari kenapa yang ditetapkan Hari Santri bukan Hari Kiyai, sementara yang memproklamirkan resolusi jihad adalah Mbah Kiyai Hasyim Asy’ari, beliau juga Kiyainya Kiyai, Hadratus Syekh Muasis Pondok Tebuireng, Muasis Jam’iyah Nahdlatul Ulama, namun kenapa kok bukan Hari Kiyai ? padahal roh dilahirkannya Hari Santri karena semangat resolusi jihad yang terjadi pada tanggal 22 Oktober yang semestinya harus kita peringati adalah siapa pembangkit dan yang menggelorakan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan pada waktu itu, tapi yang muncul justru Hari Santri.

Ini menunjukkan bahwaaannya setiap Kiyai itu pasti pernah nyantri dan menjadi santri Kiyainya ketika masih mondok di pondok pesantren, yang pasti disebut sebagai Hari Santri menunjukkan bahwasanya seorang Kiyai pun juga adalah sebagai santri, sejarah bagaimana Mbah Hasyim Asy’ari mondok di Pondok Bangkalan asuhan daripada Kiyai Khalil Bangkalan, bertahun-tahun beliau mondok disana, setelah beliau mondok dibangkanlan kemudian pulang mendirikan Pondok Tebuireng, dalam sejarah nya Kiyai Khalil Bangkalan juga pernah mengaji di depan Kiyai Hasyim Asy’ari, bahkan Kiyai Hasyim Asy’ari kaget dan bertanya “Kiyai panjenengan adalah Guru saya, kenapa saat ini panjenengan justru mengaji kepada saya” dijawab oleh Kiyai Khalil Bangkalan “yang dulu ya sudah berlalu, kamu dulu mondok ditempat saya, saat ini saya ingin belajar kepada kamu saling mencari ilmu, saling memperbanyak guru antara satu Kiyai dengan Kiyai yang satunya”

Kiyai Haji Abdul Karim Muasis Pondok Pesantren Lirboyo adalah senior Mbah Hasyim Asy’ari sebagai santri saat di Pondok Bangkalan asuhan Kiyai Haji Khalil Bangkalan, Kiyai Haji Abdul Karim dalam sejarahnya juga pernah mengaji di depan Mbah Kiyai Hasyim Asy’ari, Kiyai Hasyim Asy’ari ketika ada masalah-masalah Nahwiyah dan Sorfiyah beliau tanyanya kepada Kiyai Haji Abdul Karim, nah ini adalah tradisi ulama Kiya zaman dulu yaitu memberbanyak guru, memperbanyak sanad, tidak ada rasa gengsi tidak ada rasa takabbur di dalam hati beliau-beliau ketika berbicara Maslah ilmu.

Hikmah yang harus kita teladani dari Kiyai-kiyai terdahulu dan terapkan di zaman sekarang adalah :

  1. Memperbanyak Guru
  2. Memperbanyak Sanad
  3. Tidak ada Rasa Gengsi.

Dengan adanya Hari Santri diharapkan semangat para santri-santri untuk selalu mengaji dan memperbanyak ilmu dan sanad termotivasi. (AFR)

Raker Penyusunan Propemperda Tahun 2026, Bapemperda DPRD Banyuwangi Kaji Judul Raperda Pengelolaan Dana Abadi Daerah Usulan Eksekutif

0

BANYUWANGI | Gempurnews com – Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat kerja internal dengan agenda membahas surat masuk dari eksekutif terkait usulan judul Raperda di luar Propemperda tahun 2025 serta pra penyusunan Propemperda Tahun 2026, Senin (20/10/2025)

Untuk kali ini, eksekutif mengusulkan judul Rancangan peraturan daerah tentang Pengelolaan Dana Abadi Daerah (DAD).

Ketua Bapemperda, Ahmad Masrohan mengatakan, rapat kerja internal tersebut sebagai tindaklanjut surat dari Bupati Banyuwangi perihal tambahan usulan judul rancangan peraturan daerah tentang Pengelolaan Dana Abadi Daerah.

“Usulan judul Raperda dari bupati ini merupakan rancangan peraturan daerah yang ketiga di luar program pembentukan peraturan daerah atau Propemperda tahun 2025,” ujar Masrohan.

Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Sempu ini mengatakan, pengajuan Raperda di luar Propemperda ini tidak serta merta bisa disetujui, namun tetap melalui mekanisme pembahasan di DPRD, termasuk rapat-rapat Bapemperda dan persetujuan seluruh anggota dewan lintas fraksi,

”Prosesnya tentu melalui pembahasan dan kajian mendalam melalui mekanisme rapat, apakah usulan raperda ini urgen atau penting untuk diatur karena adanya kebutuhan mendesak dan hal lainnya mengingat waktu dan tahun anggaran 2025 hanya tersisa dua bulan,” ucapnya.

Ada sikap kehati-hatian Bapemperda dalam membahas usulan judul regulasi daerah sangat penting, lanjut Masrohan, hal ini menunjukkan komitmen pihaknya untuk menghasilkan produk hukum daerah yang berkualitas, implementatif dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

”Sikap hati-hati memastikan semua prosedur ini dijalankan dengan benar, sehingga produk hukum yang dihasilkan sah secara yuridis,” ucapnya.

Selain hal itu, dalam rapat kerja internal, Bapemperda juga melakukan sosialisasi program pembentukan peraturan daerah tahun 2026.

”Kita sosialisasikan kepada seluruh anggota DPRD Banyuwangi. Wakil rakyat diminta mengajukan usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Rancangan peraturan daerah yang akan diusulkan dalam Propemperda tahun 2026 harus memenuhi syarat-syarat dasar pembentukan peraturan daerah,” ucap Masrohan.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, menurutnya, syarat dasar pembentukan peraturan yang harus dipenuhi antara lain judul Raperda, latar belakang pembentukan, kajian-kajian filosofis, sosiologis, yuridis dan ruang lingkup pengaturan.

“Selain syarat dasar tersebut, bisa juga ditambahkan jika Raperda bersifat spesifik. Seperti halnya muatan lokal, kearifan lokal, hal ini sudah kita buatkan form dan disosialisasikan kepada segenap anggota dewan,“ jelas politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Seluruh Anggota Bapemperda, lanjutnya, telah melakukan rapat diskusi sesuai dengan ketentuan Permendagri nomor 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah. Penyusunan Propemperda, ucap Masrohan, harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat Banyuwangi, selain hal-hal yang sifatnya mandatory yang diamanatkan Undang-Undang di atasnya.(*/Sgt)

Upacara Hari Santri Nasional 2025 : Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Gempurnews | Pemalang – Lapangan Panca Darma Desa Kendaldoyong
di padati ratusan Santri dan ulama dari semua kalangan untuk melaksanakan upacara Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2025 yang dihadiri Camat Petarukan beserta rombongan Forkompinca,Kepala Desa Se Kecamatan Petarukan dan Santri serta para tokoh tokoh ulama.

Upacara Hari Santri Nasional (HSN)berlangsung dengan khidmat penuh semangat,bertindak sebagai Inspektur upacara Camat Petarukan Syamsul Dewantara. Acara tersebut menjadi manifestasi nyata dari penghargaan atas kontribusi historis para santri dan ulama dalam menjaga Kemerdekaan serta turut aktif dalam pembangunan nasional.

Camat Petarukan Syamsul Dewantara dalam pidatonya menyampaikan amanat yang penuh makna dan inspiratif bagi seluruh santri yang menjadi ujung tombak masa depan bangsa.

Camat Syamsul menekankan pentingnya peran ganda santri yang tidak hanya pintar dalam ilmu agama,tetapi juga unggul penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan Ia mengajak para santri untuk senantiasa menjadi teladan dalam moderasi beragama dan penggerak Persatuan di tengah masyarakat, serta menjaga nilai nilai Pancasila sebagai Ideologi yang kokoh.”ucap Camat Petarukan dalam pidatonya.

Amanat ini disambut baik oleh para santri Ulama dan tamu undangan lainnya, sebagai motivasi tambahan untuk terus belajar dan berjuang demi kemajuan daerah.

Setelah rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama lalu dilanjutkan dengan penampilan seni beladiri dari Pagar Nusa yang berhasil menarik perhatian para peserta upacara dan tamu undangan.

Aksi para santri Pagar Nusa menjadi simbol bahwa santri tidak hanya fokus dalam kajian kitab kuning saja,melainkan juga memiliki ketrampilan dan kemampuan yang mumpuni dalam menjaga diri serta membela kebenaran.

(yn26)

Pusdik Binmas Polri Gelar Seminar Internasional: Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat Cegah Kejahatan

SEMARANG – Pusat Pendidikan (Pusdik) Binmas Lemdiklat Polri menggelar Seminar Internasional bertema “Optimalisasi Peran Polisi dan Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan Guna Terciptanya Keamanan Lingkungan dan Peningkatan Produktivitas Masyarakat Menuju Ketahanan Pangan Nasional”, pada Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Aula Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Semarang.

Seminar ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Asops Kapolri Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., JICA Expert Komjen Pol. Jepang Nakanishi Akira, Karojemengar Stamarena Polri / Ketua Ikatan Sakura Indonesia Brigjen Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P., serta sejumlah akademisi dari UKSW, UNDIP, UNS, UNNES, dan UNW.

Turut hadir Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., para Dirbinmas Polda di seluruh Indonesia secara virtual, serta Kapolres, Kasat Binmas, Bhabinkamtibmas, tenaga pendidik, dan siswa Dikbangspes Gelombang 3 Pusdik Binmas.

Bangun Keamanan dan Produktivitas Masyarakat

Dalam sambutannya, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Chryshnanda Dwilaksana menegaskan pentingnya peran polisi dan masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan serta menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.

“Lingkungan yang aman tidak hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga membangun kepercayaan dan semangat warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan sosial,” ujar Komjen Chryshnanda.

Ia menambahkan, konsep community policing atau pemolisian berbasis masyarakat menjadi strategi utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat, katanya, bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan produktivitas masyarakat.

Ubah Mindset, Jadikan Polisi Humanis dan Modern

Lebih lanjut, Kalemdiklat Polri menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) anggota Polri agar mampu menjadi polisi yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

“Polisi tidak hanya hadir saat terjadi konflik, tetapi harus mampu mencegah, menjembatani komunikasi sosial, dan memanusiakan manusia,” ungkapnya.

Menurutnya, pemolisian sejatinya merupakan refleksi dari kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban. Karena itu, setiap anggota Polri harus memiliki moralitas, literasi, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.

Polrestabes Surabaya Libatkan Tim Negosiator Polwan, Beri Layanan Pengamanan Aksi Ribuan Santri di DPRD Jatim

0

SURABAYA – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa (21/10/2025).

Aksi tersebut dipicu oleh tayangan salah satu program televisi swasta yang dinilai memberitakan secara negatif tentang sebuah pondok pesantren.

Untuk memberikan pelayanan pada aksi massa tersebut, Polrestabes Surabaya bersama Polda Jawa Timur menerapkan strategi humanis dan preventif, dengan mengedepankan peran Polisi Wanita (Polwan) negosiator di garda terdepan.

Sejak dari titik kumpul hingga menuju depan Gedung DPRD, para santri dikawal dengan tertib oleh petugas kepolisian, untuk memperoleh jaminan keamanan.

Meskipun hujan turun di lokasi aksi, namun hal itu tak menyurutkan semangat massa baik dari para santri maupun petugas kepolisian yang tetap melayani demi keamanan dan ketertiban sehingga aksi massa berjalan aman,lancar dan sejuk.

Para Polwan negosiator Polrestabes Surabaya Polda Jatim tetap berdiri di garda terdepan, mengawal jalannya aksi untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Sementara itu ribuan peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi dan doa bersama.

Sebagai bentuk pendekatan empati kepada massa aksi, tim negosiator dari barisan Polwan juga membagikan air minum kepada peserta aksi.

Langkah itu mendapat apresiasi dari peserta aksi yang tetap menjaga kedamaian selama kegiatan berlangsung.

Aksi tersebut kemudian difasilitasi oleh pihak kepolisian hingga perwakilan santri diterima langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur.

Usai pertemuan, Ketua DPRD membacakan hasil dialog di hadapan massa aksi yang disambut dengan tertib.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, kepolisian sepenuhnya mendukung kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum, selama dilakukan secara damai dan tertib.

“Kami memfasilitasi massa aksi yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Dari jajaran Polwan juga melakukan upaya negosiator secara humanis dan preventif,” ujar Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, para anggota Polwan turut berdiri di barisan terdepan untuk memberikan pelayanan dan mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

“Aksi tersebut berlangsung aman dan lancar sampai massa membubarkan diri dengan tertib,” pungkasnya.

Dengan pendekatan persuasif dan koordinasi yang baik antara aparat keamanan, peserta aksi, dan pihak DPRD, kegiatan tersebut berakhir dengan situasi aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polrestabes Surabaya,Polda Jatim. (*)

Wakil Bupati Barut Hadiri Pelantikan Ketua HMI Komisariat Lafran Pane Muara Teweh 

0

BARITO UTARA- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kakimantan Tengah (Kalteng) mengelar acara pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane se- Muara Teweh Kabaupaten Barito Utara, Cabang Palangka Raya periode 2025- 2026 yang dilaksanakan bertempat di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (22/10/2025).

Hadir pada acara pelantikan HMI tersebut, yakni Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md, Sekda Drs. Muhlis, HMI Komisariat Lafran Pane Muara Teweh, Siti Inaidah, Komisariat Panglima Batur Politek Muara Teweh, Yusma, Ketua HMI Cabang Palangka Raya, Provinsi Kalteng, Parmutih Imam Besar, ST, Anggota DPRD Tofiq Nugraha, S. Kom, Kapolres Barito Utara, AKBP. Singgih Pebiyanto, SH. SIK, yang mewakili Dandimb1013 Muara Teweh, Pasi Intel Kapten Inf. Edi Sugiarto, Kadis Ketahanan Pangan Siswandoyo, Kasdisbudparpora, Korp alumni HMI Muara Teweh dan  para Mahasisawa.

Ketua HMI Komisariat Lafran Pane Muara Teweh terpilih, Siti Inaidah menyampaikan sambutannya,  bahwa setiap revolusi sejati itu dimulai dari titik nol. Dan keberanian, seseorang menolak diam. Kutipan itulah yg selalu saya jadikan pengingat bahwa setiap perubahan besar, lahir dari keberanian kecil untuk melangkah walaupun tertatih- tatih, dan belum pernah ditempuh sebelumnya. Hari ini keberanian itu,  saya bawa bukan sebagai  kebanggaan pribadi, tetapi sebagai amanah sejarah.

Untuk pertama kalinya, HMI Komisariat Muara Teweh, dipimpin oleh seorang perempuan. Namun izinkan saya menegaskan, ini bukan tentang siapa yang memimpin, tapi bagaimana kita bersama menegaskan bahwa HMI adalah ruang perjuangan untuk semua insan yang berpikir dan berjuang,” ungkap Ketua HMI Muara Teweh.

Untuk pertama kalinya, HMI Komisariat Muara Teweh dipimpin oleh seorang perempuan. Namun izinkan saya menegaskan, ini bukan tentang siapa yang memimpin, tapi bagaimana kita bersama- sama  perjuangan untuk semua insan yang berpikir untuk kemajuan HMI dimasa yang akan datang,” sebut Siti Inaidah.

Bupati Barito Utara Shalahuddin, ST. MT dalam sambutannya yang disampaikan mellui Wakilnya, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md bahwa HMI merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak berdirinya pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane, HMI telah menjadi wadah pembinaan intelektual, moral, dan spiritual bagi generasi muda Islam.

“HMI bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, tetapi juga wadah pembinaan intelektual, moral, dan spiritual bagi generasi muda Islam yang siap mengabdikan diri kepada masyarakat dan negara,” ujar Wabup saat membaca samhutan Bupati. 

Bupati juga menekankan pentingnya peran HMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang bermarwah, maju, dan sejahtera. Ia berharap para kader HMI mampu menunjukkan peran aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.

“HMI diharapkan hadir sebagai motor penggerak perubahan menuju masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Seluruh kader HMI harus mampu menjadi teladan dalam berpikir kritis, bertindak konstruktif, serta menjaga ukhuwah dan solidaritas di antara sesama anggota,” pesan Shalahuddin yang disampaikan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A  Md.   (SS)

Pemkab Barito UtaraTerima Bantuan Sarpras Alat Pengelolaan Sampah dari Pemprov Kalimantan Tengah

0

BARITO UTARA- Pemintah Kabupaten Barito Utara melalui Bupati H Shalahuddin, ST. MT secara simbolis menerima bantuan, hibah sarana dan prasarana (sarpras) alat pengelolaan sampah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diserahkan oleh Gubernur H. Agustiar Sabran, pada Selasa (21/10/2025) Kemaren pagi.

Kegiatan penerimaan dan penyerahan Sarpras alat tersebut itu, dilangsungkan pada Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, usai pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Asli Daerah (PAD) bidang pertambangan.

Bantuan Sarpras hibah yang diserahkan Gubernur Kateng dan telah diterima para Bupati dan Wali Kota se- Kalimantan Tengah, terdiri dari berbagai alat berat dan kendaraan pengelolaan sampah, di antaranya: Dumtruck, Truk Armroll, compactor, road sweeper, kontainer sampah, wheelloader, mesin pusat daur ulang, mesin RDF, dan excavator mini.

Penyerahan alat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan khususnya pengelolaan sampah, yang lebih modern dan efisien di wilayah kabupaten dan kota.

Menanggapi bantuan ini, Bupati Barito Utara H Shalahuddin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalteng atas perhatian, dan dukungannya terhadap pengelolaan lingkungan di Kabupaten Barito Utara.

Dikatakan Bupati, bantuan sarana dan prasarana ini sangat berarti bagi kami, khususnya dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Barito Utara secara terpadu dan berkelanjutan, Ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk mewujudkan Barito Utara yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa Pemkab Barito Utara, akan segera mengoptimalkan pemanfaatan bantuan tersebut untuk mendukung program- program pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di seluruh kecamatan. (SS)

Polsek Rogojampi Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan dalam Rangka Operasi Sikat Semeru 2025

0

Banyuwangi, – Unit Reskrim Polsek Rogojampi, Polresta Banyuwangi, berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di wilayah Kecamatan Rogojampi. Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2025, yang difokuskan pada pemberantasan kejahatan konvensional di wilayah hukum Polresta Banyuwangi, Rabu (22/10/2025).

Kapolsek Rogojampi Kompol Imron,S.H., M.H., melaporkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga bernama Budianto (67), Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, yang kehilangan mesin penyedot air merek Yanmar miliknya di area sawah pada Jumat (21/3/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan saksi, pada saat kejadian terlihat empat orang tak dikenal sedang membongkar mesin penyedot air di sawah korban. Setelah diteriaki warga, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rogojampi.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Rogojampi melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi empat orang pelaku. Petugas kemudian berhasil menangkap satu tersangka inisial FE (19), warga Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu unit mesin pompa air Yanmar, satu ransel berisi 18 engkol berbagai ukuran, dan dua unit sepeda motor Honda Vario yang digunakan pelaku saat beraksi.

Saat diperiksa, tersangka mengakui perbuatannya dan mengungkap bahwa dirinya juga pernah melakukan pencurian mesin pompa air di beberapa lokasi lain di wilayah Rogojampi. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. memberikan apresiasi atas keberhasilan jajaran Polsek Rogojampi tersebut.

“Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan dalam rangka Operasi Sikat Semeru 2025. Kami berkomitmen menindak tegas para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya pencurian yang merugikan para petani,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor ke pihak kepolisian jika mengetahui adanya tindak pidana atau hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Dengan terungkapnya kasus ini, Polresta Banyuwangi melalui Polsek Rogojampi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memastikan pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2025 berjalan efektif dan tepat sasaran.()