Home Blog Page 229

Kapolres Jember Serahkan 2 Unit Traktor Dukung Ketahanan Pangan

0

JEMBER – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Swasembada Pangan Nasional 2025, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyerahkan Dua unit alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor kepada Dua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Jember.

Bantuan tersebut diberikan kepada Gapoktan Sumber Hasil dari Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dan Gapoktan Tani Makmur dari Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger.

Masing-masing kelompok tani menerima satu unit traktor yang diserahkan langsung oleh Kapolres Jember di sela-sela apel pagi di halaman Mako Polres Jember, Senin (20/10/2025).

Penyerahan dilakukan secara langsung kepada Ketua Gapoktan, Sholeh dari Sumber Hasil dan Hendra dari Gapoktan Tani Makmur.

Keduanya tampak antusias menerima bantuan tersebut yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas pertanian di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh Gapoktan di Kabupaten Jember yang selama ini aktif mendukung program ketahanan pangan, khususnya dalam komoditas jagung.

“Terima kasih kepada semua Gapoktan yang sudah ikut berperan dalam mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto,” ungkap AKBP Bobby.

Gapoktan Sumber Hasil dan Tani Makmur mendapatkan bantuan alsintan karena kontribusi dan dedikasinya luar biasa dalam mewujudkan program ketahanan pangan.

AKBP Bobby juga berharap bantuan dua unit traktor ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan hasil panen, dan mendukung kesejahteraan para petani di Jember.

“Semoga alat ini bisa digunakan sebaik mungkin untuk mendukung produktivitas pertanian, terutama jagung, agar Jember semakin mandiri dan berdaulat pangan,” tambahnya.

Sementara itu, Sholeh dan Hendra, perwakilan penerima bantuan, mengucapkan terima kasih kepada Polres Jember atas perhatian dan dukungannya terhadap petani.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk meningkatkan hasil pertanian dan efisiensi kerja di lapangan,” ujar mereka kompak.

Melalui langkah ini, Polres Jember Polda Jatim menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga ikut aktif mendukung pembangunan nasional, terutama di sektor ketahanan pangan yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita jaga keamanan, kita dukung pangan, dan kita bangun masa depan bersama — karena petani kuat, negara juga hebat,” tutup Kapolres Jember penuh semangat. (*)

Usai Tikam Istri, Gandhi Termangu di Teras, Lalu Kirim Chat ke Polisi untuk Menyerahkan Diri

0

Banyuwangi | Gempurnews.com – Seorang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kepala di salah satu BUMN di Banyuwangi gelap mata, Senin (20/10).

Pria tersebut tega menghabisi nyawa istrinya dengan sebilah pisau dapur pukul 08.30 Sang istri yang tercatat sebagai karyawan BCA ditikam menggunakan pakai pisau di rumahnya Kelurahan Panderejo, Banyuwangi hingga tewas.

Usai menghabisi nyawa istrinya, pria bernama Gandhi Dibya Frandana, 41, itu langsung menghubungi polisi lewat chat WhatsApp.

”Maaf Pak, saya mau menyerahkan diri. Saya sudah membunuh istri saya. Saya di rumah Jalan Serayu 54. Saya sangat mencintai istri saya. Saya gak mau istri saya menderita karena saya. Jadi saya gelap mata. Saya gak kuat lihat istri saya menderita karena saya,’’ begitu pesan Gandhi ke nomor WA seorang polisi bernama Hendri yang dinas di Unit Laka Polresta Banyuwangi.

Sontak kejadian Senin pagi itu langsung bikin gempar warga Jalan Serayu, Kelurahan Panderejo.

Tak seberapa lama aparat kepolisian berdatangan untuk memastikan kabar lewat WA tersebut.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra bersama Kasatreskrim Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, dan Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Cristianto ikut mendatangi TKP pembunuhan.

Ternyata benar, ketika polisi memasuki rumah, di dalamnya sudah membujur kaku seorang perempuan bernama Budi Wiyantise.

Perempuan berusia 52 tahun yang disebut-sebut sebagai Kepala Bagian BCA Banyuwangi sudah bersimbah darah.

Sementara, Gandhi merupakan pegawai kepala salah satu BUMN di Kecamatan Songgon langsung pasrah kepada polisi yang datang. Saat polisi datang, Gandhi duduk termangu di teras rumahnya.

“Kasus ini berawal saat pelaku menyerahkan diri, dimana pelaku menghubungi anggota Polresta untuk menyerahkan diri. Pelaku kita jemput di rumahnya yang saat itu sedang duduk di depan teras rumahnya,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra.

Rama mengatakan, dari laporan tersebut anggota langsung mengamankan pelaku. Sedangkan korban saat itu ditemukan terkapar di ruang keluarga.

“Korban ditemukan dalam posisi terlentang bersimbah darah dan terdapat luka tusukan di bagian dada,” katanya.

Saat itu juga Unit Inafis Polresta Banyuwangi langsung melakukan identifikasi lebih lanjut. Di dalam rumah, petugas juga mengamankan alat yang digunakan oleh pelaku.

“Pelaku menggunakan pisau dapur yang saat ini sudah kita amankan,” terangnya.

Sejauh ini, Tim Reskrim tengah mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui motif dari aksi dugaan pembunuhan tersebut. “Motifnya masih terus kita dalami,” tegasnya.

Rama menegaskan, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk menemukan titik terang terjadinya kasus tersebut.

“Kita masih terus lakukan identifikasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh awak media menyebutkan, usia pasangan suami istri tersebut terpaut cukup jauh.

Saat ini pelaku berusia 41 tahun, sedangkan korban 52 tahun. Keduanya menikah dikaruniai satu putra yang saat ini berusia 13 tahun.

Sedangakn dari suami sebelumnya, korban dikaruniai dua putra yang masing-masing berusia 21 tahun dan 18 tahun.

Kepergian Budi Wiyantise tidak diduga oleh warga Kelurahan Panderejo.

Sebab, pada Minggu malam (19/10) korban yang baru pulang dinas dari Bali sempat mengikuti kegiatan arisan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di lingkungannya.

Tidak hanya itu, korban juga sempat berbincang-bincang dengan warga sekitar, bahkan berpamitan jika dirinya akan pensiun beberapa tahun lagi.

“Sempat ikut arisan sepulang dari Bali, bahkan sempat bilang akan pensiun dan fokus ke arisan PKK,” ujar salah satu tetangga korban, Rosi. (*/SC.RB)

Karyawan Pegadaian Tikam Pegawai BCA di Banyuwangi hingga Tewas, Ternyata Masih Pasangan Suami-Istri

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Warga Kelurahan Panderejo, Banyuwangi, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Senin (20/10/2025) pagi.

Seorang wanita berinisial BW (52) ditemukan tewas di rumahnya di Jl. Serayu No. 54, diduga ditikam oleh suaminya sendiri GDF (41).

Peristiwa memilukan ini membuat lingkungan sekitar geger. Pasalnya, pasangan tersebut dikenal sebagai keluarga harmonis dan terpandang di kawasan itu.

Korban diketahui bekerja di Bank BCA, sementara suaminya merupakan pegawai Pegadaian Srono Banyuwangi.

Rumah korban tampak dipenuhi warga dan petugas kepolisian. Garis polisi kuning membentang di depan rumah bercat hijau dengan pagar tinggi itu. Di halaman, tampak satu unit mobil citycar terparkir.

Kapolsek Banyuwangi Kota AKP Hendry Cristianto membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi kasus pembunuhan di wilayah Panderejo. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut informasi awal, korban diduga ditusuk oleh suaminya hingga tewas di tempat. Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk dilakukan autopsi.

Lurah Panderejo Moch. Safii mengatakan, dirinya mendapat laporan dari warga sekitar pukul 09.30 WIB. Saat tiba di lokasi, petugas Polresta Banyuwangi sudah berada di rumah korban.

“Saya sedang rapat di kecamatan, tiba-tiba dapat kabar ada pembunuhan. Saat ke lokasi, jenazah sudah dibawa ke kamar mayat RSUD Blambangan,” jelasnya. Wisata Banyuwangi

Safii menuturkan, selama ini pasangan suami istri itu dikenal baik dan tak pernah terdengar memiliki masalah rumah tangga.

“Mereka keluarga yang harmonis. Secara ekonomi juga cukup. Yang perempuan kerja di BCA, suaminya di Pegadaian,” tambahnya. (*)

REFLEKSI SATU TAHUN PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN: DPC GMNI KOTA CIMAHI MEMINTA PEMERINTAHAN PRABOWO GIBRAN EVALUASI TERHADAP SELURUH PROGRAM YANG SUDAH DIJALANKAN

0

Cimahi,Senin(20/10/2025)
1 Tahun Prabowo Gibran

Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025 dari pasca dilantik. Selama satu tahun periode tersebut, ada sejumlah capaian telah diraih oleh pemerintah, akan tetapi masih dihadapkan pada berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial, keamanan , pertahanan maupun politik.

Dewan Pimpinan Cabang GMNI Kota Cimahi melihat momentum satu tahun pemerintahan periode Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus menjadi ajang evaluasi menyeluruh kepada Menteri dan Kepala Badan terhadap seluruh program yang sudah dijalankan tetapi belum berjalan secara optimal seperti, Makan Bergizi Gratis masih banyak Terjadi Keracunan dan Sekolah Rakyat yang belum merata Di Seluruh Wilayah Indonesia serta Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai terlalu bersifat instruksi dari pusat “by instruction”, yang bertentangan dengan prinsip otonomi desa pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan kewenangan otonomi kepada desa untuk mengatur dan mengelola urusan pemerintahan, pembangunan, dan masyarakatnya.

Tantangan dalam pertahanan meliputi ancaman dari berbagai bidang (terorisme, separatisme, kejahatan siber, konflik internasional, hingga isu lingkungan), tantangan industri pertahanan yang belum mandiri. Serta reformasi kepolisian untuk memastikan bahwa kepolisian menjadi lebih efektif, lebih bertanggung jawab, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam kerangka tata kelola sektor keamanan yang demokratis dan menjalankan sesuai Standar Operasional Prosedur di Kepolisian.

Dewan Pimpinan Cabang GMNI Kota Cimahi menilai bahwa langkah evaluasi ini penting untuk dilakukan pada sisa masa jabatan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, seluruh agenda prioritas bisa dijalankan dengan lebih cepat dan efektif.

Dalam hal lain Dewan Pimpinan Cabang GMNI Kota Cimahi menekankan pentingnya konsistensi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menuntaskan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat saat kampanye di Pemilihan Umum tahun 2024.

Berdasasarkan hasil kajian DPC GMNI KOTA CIMAHI, pandangan terhadap apa yang pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan lakukan selama lima tahun ke depan bisa menentukan kemajuan Indonesia untuk lima puluh tahun ke depan. Selain itu DPC GMNI Kota Cimahi meminta pemerintah mampu menentukan dan memprioritaskan sektor-sektor yang menjadi fokus utama dan seberapa besar dampaknya bagi pendidikan, kesehatan, sosial, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

DPC GMNI Kota Cimahi hadir sebagai wadah mahasiswa ideologis dengan membekali diri sebagai pejuang-pemikir, yaitu intelektual yang mengabdikan ilmu dan semangat juangnya untuk rakyat, berdasarkan Marhaenisme agar kebijakan pemerintah dapat benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat dengan membuat terobosan-terobosan sesuai dengan prioritasnya di kondisi saat ini terkait efesiensi anggaran, agar target peningkatan ekonomi nasional terealisasi dengan selalu memperhatikan pendidikan, kesehatan dan sosial dari Masyarakat Indonesia. Peran serta masyarakat juga sangat penting dalam gotong royong untuk mewujudkan Indonesia maju dan lebih sejahtera.

Penulis : DERY FADILLAH

JPKP mendatangi Kredit Plus Blitar, Kekecewaan Nasabah Memuncak Setelah Kantor Cabang Tiba-Tiba tutup

0

Gempur News Blitar – tanggal 20 oktober 2025. klarifikasi terkait dugaan kerugian yang dialami seorang nasabah atas tagihan tak terduga dari Kantor Pusat Kredit Plus harus berujung kekecewaan. Pasalnya, saat didatangi oleh perwakilan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) pada hari ini, kantor cabang Kredit Plus di Blitar didapati telah tutup.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kantor tersebut hanya menyisakan sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa operasional kantor cabang Blitar telah ditutup terhitung sejak tanggal 18 Oktober 2025.

Kunjungan JPKP ini dilakukan untuk mendampingi nasabah berinisial S, yang merasa dirugikan dan bingung atas munculnya tagihan dari kantor pusat Kredit Plus. Nasabah S diketahui telah melunasi seluruh kewajibannya di Kredit Plus pada tahun 2013.

“Kami datang hari ini untuk meminta klarifikasi resmi, tetapi yang kami temukan hanya pintu tertutup dan pemberitahuan. Tentu ini sangat mengecewakan,” ujar perwakilan JPKP di Blitar.
​Tagihan “Hantu” Rp 52 Juta Setelah 12 Tahun Lunas
​Kekesalan nasabah S memuncak setelah menerima surat tagihan dari Kantor Pusat Kredit Plus belakangan ini. Dalam surat tersebut, Nasabah S disebutkan masih memiliki sisa tunggakan yang disertai denda, dengan total mencapai Rp 52 juta.
​”Kredit saya sudah lunas sejak 2013, itu artinya sudah 12 tahun yang lalu. Kenapa tiba-tiba sekarang ada tagihan sisa dengan denda sampai 52 juta? Ini tidak masuk akal,” keluh Nasabah S.

Nasabah S merasa keberatan atas tagihan mendadak ini dan berinisiatif meminta klarifikasi dengan mendatangi langsung kantor cabang Blitar, tempat ia selama ini mengurus kreditnya. Namun, penutupan mendadak kantor cabang tersebut seolah menutup akses bagi nasabah untuk menyelesaikan masalah ini secara langsung.

JPKP menyatakan akan segera mengambil langkah lanjutan. Pihaknya berencana melayangkan surat resmi kepada Kantor Pusat Kredit Plus guna mendesak klarifikasi dan penyelesaian masalah tunggakan yang dianggap tidak valid tersebut. JPKP juga akan mempertimbangkan pelaporan masalah ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pihak pengawas lembaga pembiayaan, demi melindungi hak-hak konsumen.(fd/sdr)

Pendapat Akhir Pemerintah dan Tiga Buah Raperda Inisiatif DPRD Diparipurnakan 

0

BARITO UTARA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerqh (DPRD) melaksanakan Rapat Paripurna IV Masa Sidang I tahun 2025 dalalmm rangka penyampaian pendapat akhir pemerintah daerah terhadap tiga buah Rencana Peraturan Daerah, (Raperda) inisiatif DPRD yakni Raperda penyelenggaraan penghargaan pendidikan, raperda Pendidikan, raperda bantuan hukum bagi masyarakat miskin, yang dilangsungkan bertempat di Gedung DPRD Barito Utara, Senin (20/10/2025)

Sidang Paripurna IV ini dihadidri Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md, Sekda Drs. Muhlis, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala perangkat daerah, para Camat, Dandim 1013 Muara Teweh diwakili oleh Pasi Intel Dim, Kapolres barito Utara diwakili oleh Kasat Samapta dan  Sekwan beserta Staf.

Rapat Paripurna yang berlangsung dipimpin Ketua DPRD Barito Utara, Ir. Mery Rukaini, M.IP didampingi Wakil Ketua I Beni Siswanto dan Wakil Ketua II Heny Rosgiati Rusli, SP. MM serta segenap anggota DPRD dari masing- masing Komisi satu, dua dan Komisi tiga.

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST  MT melalui Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md menyampaikan pendapat akhir pemerintah daerah terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD, yakni Raperda tentang Kepemudaan, Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, dan Penyelenggaraan Penghargaan Pendidikan.

Dalam pidatonya, Bupati melalui Wakil Bupati mengapresiasi kinerja DPRD Kabupaten Barito Utara, yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan fungsi legislasi melalui penyusunan Raperda secara cermat dan berkualitas.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras pimpinan, anggota, dan alat kelengkapan dewan dalam menyusun dan membahas Raperda ini bersama pihak eksekutif. Ini merupakan capaian penting dalam upaya kita mewujudkan pembangunan yang adil dan merata,” ujar Bupati Shalahuddin dalam pidatonya yang disampaikan Felix Sonadie Y. Tingan.

Raperda Kepemudaan : Bentuk Investasi Masa Depan Daerah Menanggapi Raperda tentang Kepemudaan, Bupati menyatakan dukungan penuh agar segera ditetapkan menjadi Perda. la menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Tujuan dari Raperda ini sangat mulia, yakni mewujudkan pemuda yang beriman, cerdas, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Pemuda adalah subjek pembangunan dan salah satu penentu dalam pencapaian tujuan nasional,” jelasnya.

Raperda Bantuan Hukum: Wujud Perlindungan Hak Konstitusional Untuk Raperda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa perda ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan akses keadilan yang merata bagi seluruh warga, khususnya kelompok rentan.

“Dengan adanya perda ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk melindungi hak-hak warga, terutama masyarakat miskin, agar mereka mendapatkan kepastian hukum, keadilan, dan perlakuan yang sama di hadapan hukum,” tegasnya.

Raperda Penghargaan Pendidikan: Dorong Generasi Muda Berprestasi Terakhir, Bupati menyatakan penerimaan dan dukungannya terhadap Raperda Penyelenggaraan Penghargaan Pendidikan. la menyebut bahwa perda ini sejalan dengan visi dan program prioritas pemerintah daerah dalam bidang pendidikan.

“Perda ini akan menjadi pedoman dalam pemberian penghargaan pendidikan bagi peserta didik berprestasi maupun yang berasal dari keluarga tidak mampu. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak berprestasi yang terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.   

Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Ir  Hj Mery Rukaini, M. IP dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyampaian tiga Raperda inisiatif ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi DPRD, sekaligus bentuk komitmen dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Ketiga raperda ini kami hadirkan sebagai wujud nyata komitmen DPRD untuk memberikan payung hukum yang aspiratif dan responsif terhadap kebutuhan Ketiga raperda ini kami hadirkan sebagai wujud nyata komitmen DPRD untuk memberikan payung hukum yang aspiratif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ini juga sebagai bagian dari fungsi kami dalam membentuk peraturan daerah yang berkualitas,” tegas Hj. Mery Rukaini.

la juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran Pemerintah Daerah atas sambutan serta tanggapan terhadap raperda tersebut.   (SS)

Dugaan Kasus Pembunuhan Melibatkan Pasutri di Kelurahan Panderejo Buat Warga Geger, Tersangka Menyerahkan Diri ke Polresta Banyuwangi

0

Banyuwangi | Gempurnews com – Warga di Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, digegerkan dengan adanya kasus dugaan pembunuhan.

Diketahui aksi dugaan pembunuhan tersebut terjadi pada Senin pagi (20/10/2025).

Warga sekitar pun sempat panik dan langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christianto membenarkan adanya kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Benar terjadi di Kelurahan Panderejo, Banyuwangi Kota,” katanya pada awak media.

AKP Hendry menjelaskan jika korban merupakan seorang perempuan, sementara tersangka berjenis kelamin laki-laki.

“Mereke merupakan pasangan suami istri atau pasutri,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan untuk saat ini petugas masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.

“Kami masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian,” tuturnya.

Menurut AKP Hendry diketahui jika terduga pelaku saat ini menyerahkan diri ke Polresta Banyuwangi.

“Tersangka langsung menyerahkan diri ke Polresta Banyuwangi,” ujarnya.

Kasus dugaan pembunuhan ini pun masih dikembangkan oleh pihak kepolisian.

Terkait kabar terbaru serta identitas korban akan dikabarkan lebih lanjut. (*)

Satbinmas Polres Pasuruan Lakukan “Go To School Cooling System” untuk Cegah Pelajar Terlibat Tindak Pidana

0

Pasuruan – Satbinmas Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan “Go To School” sebagai bagian dari Program Cooling System, dengan tujuan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para pelajar agar terhindar dari pelanggaran hukum dan tindak pidana di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (20/10/2025)

Kasat Binmas Polres Pasuruan Iptu Sunarti, S.H., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara di SMKN 1 Beji dan menyampaikan pesan moral kepada para siswa agar senantiasa menjunjung tinggi kedisiplinan serta menjauhi perilaku menyimpang. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang harus dibentuk dengan karakter positif dan kesadaran hukum sejak dini.

“Kegiatan ini merupakan langkah humanis dan edukatif dari kepolisian dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum. Kami berharap para pelajar di Kabupaten Pasuruan dapat menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, serta mampu menjaga nama baik sekolah dan keluarganya,” ungkap Iptu Sunarti saat memberikan amanat di hadapan para siswa SMKN 1 Beji.

Selain di SMKN 1 Beji, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah sekolah lain secara serentak. KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang, S.Sos. bertindak sebagai Irup di SMPN 1 Wonorejo, sedangkan Kanit Binkamsa, Aipda Arif Kurniawan, menjadi Irup di SMKN 1 Wonorejo.

Di SMPN 1 Wonorejo, kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Iptu Bambang menyampaikan amanat kepada seluruh siswa untuk mematuhi tata tertib berlalu lintas, menjauhi narkoba serta jauhi minuman keras, dan tidak terlibat dalam aksi balap liar yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika di sekolah dengan tidak melakukan perundungan / Bullying, serta menjauhi keterlibatan dalam kelompok gengster atau organisasi terlarang yang dapat merusak masa depan.

“Pelajar adalah aset bangsa. Jangan sia-siakan masa muda dengan perbuatan yang tidak bermanfaat. Fokuslah belajar, patuhi aturan sekolah, dan raih cita-cita setinggi mungkin untuk membanggakan orang tua serta guru,” tegas Iptu Bambang, S.Sos. dalam amanatnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembinaan kepada dewan guru dan wali murid. Dalam kegiatan tersebut, KBO Satbinmas mengajak pihak sekolah untuk bersinergi bersama kepolisian dalam memberikan edukasi positif dan pembinaan karakter kepada peserta didik agar tercipta lingkungan belajar yang aman, tertib, dan kondusif.

Melalui program Go To School Cooling System ini, Satbinmas Polres Pasuruan berharap dapat menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan pelajar, menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja, serta membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah serta para siswa yang mengikuti dengan antusias.

Kapolri Ajak Ojek Online Bersinergi Jaga Kamtibmas

0

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak komunitas ojek online (ojol) untuk bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ajakan itu disampaikan saat memimpin Apel Ojol Kamtibmas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

Pantauan di lokasi, ratusan pengemudi ojol hadir dengan mengenakan rompi biru bertuliskan “Jaga Jakarta bersama Polda Metro Jaya”. Suasana apel semakin khidmat ketika Kapolri secara simbolis menyerahkan helm dan rompi kepada perwakilan ojol. Turut hadir Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, pejabat utama Mabes Polri, serta jajaran Kapolres Polda Metro Jaya.

“Kegiatan ini menjadi momentum strategis yang menjadi semangat baru untuk Polri dan komunitas ojek online untuk menjaga keamanan dan ketertiban bangsa kita tercinta,” ujar Jenderal Sigit dalam sambutannya.

Kapolri menegaskan, peran ojol tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, melainkan juga bagian penting dari roda perekonomian nasional.

“Peran ojek saat ini bukan hanya fasilitator mobilisasi masyarakat, rekan-rekan sebagai penggerak ekonomi nasional. Kehadiran rekan-rekan telah menjangkau setiap sudut kota memenuhi kebutuhan masyarakat. Menjadi salah satu penghubung UMKM dengan konsumen,” jelasnya.

Jenderal Sigit menekankan pentingnya peran komunitas ojol dalam menjaga ketertiban bersama aparat kepolisian.

“Polri ingin meningkatkan pendekatan kepolisian berbasis masyarakat. Dimana keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab seluruh bangsa secara bersama khususnya komunitas ojek online,” imbuhnya.

Dalam apel tersebut, para driver ojol juga membacakan deklarasi bersama untuk berkomitmen menjaga keamanan Jakarta.

Kapolda Jatim Lepas 79 Personel Pamapta Maksimalkan Pelayanan Terpadu di Jajaran Polres

0

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur melepas sebanyak 79 personel Pengamanan, Patroli, dan Pelayanan Terpadu (Pamapta) untuk memperkuat pelayanan publik di jajaran Polres se-Jawa Timur.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Senin (20/10/2025).

Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa pengiriman personel Pamapta ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kehadiran Polisi di tengah masyarakat sekaligus mendukung kebijakan reformasi internal Polri.

“Momentum ini bukan sekadar pelepasan personel, tetapi pembuktian keseriusan kita dalam berbenah dan meningkatkan pelayanan publik Polri agar semakin dipercaya masyarakat,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto.

Sebanyak 79 perwira remaja yang dilepas terdiri dari 5 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) dan 74 lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP).

Mereka akan ditempatkan di berbagai satuan tugas, meliputi 11 personel di Ditsamapta, 1 di Bidkeu, 2 di Brimobda, serta 65 personel lainnya di Polres jajaran Polda Jatim.

Kapolda Jatim juga menyampaikan bahwa kehadiran Pamapta menjadi bagian penting dari kebijakan Kapolri yang menyesuaikan nomenklatur SPKT menjadi Pamapta, sebagaimana tertuang dalam KEP/1438/IX/2025.

Perubahan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih cepat, responsif, dan humanis di tengah masyarakat.

Kapolda Jatim menekankan kepada para Pamapta untuk menjadikan penugasan ini sebagai ajang pembuktian komitmen dan profesionalisme Polri dalam meningkatkan pelayanan publik.

“Terapkan patroli dialogis yang menempatkan personel sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegas Irjen Pol Nanang.

Sementara itu sebagai negosiator di garis depan dalam setiap potensi konflik sosial, Kapolda Jatim meminta untuk menonjolkan pendekatan humanis.

“Libatkan Polwan sebagai negosiator di garis depan dalam setiap potensi konflik sosial,” Irjen Pol Nanang.

Selain itu Kapolda Jatim juga menegaskan untuk mengoptimalkan layanan 110 agar lebih dikenal dan dimanfaatkan masyarakat.

“Laksanakan sistem reward and punishment secara konsisten terhadap kinerja pelayanan anggota,” tegas Irjen Nanang.

Hal itu lanjut Kapolda Jatim, menjadi sinyal bahwa Polri harus melakukan langkah perbaikan yang cepat, nyata, dan berkelanjutan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Jatim berharap seluruh personel Pamapta mampu mengemban tugas dengan integritas tinggi dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai panggilan moral dan profesional.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutup Irjen Pol Nanang Avianto. (*)