Ada sesuatu pemandangan yang tidak biasa terlihat di pintu masuk mapolres pasuruan yang terletak di jalan Dr.Soetomo no.1 Bangil pagi ini, terlihat personil Propam dipimpin Kasi Propam Polres Pasuruan AKP. Arif Rahman Hakim melaksanakan giat Gaktibplin (Penegakan Ketertiban dan Disiplin) terhadap seluruh personil polres pasuruan, setiap anggota yang masuk baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat . setiap anggota yang masuk langsung di perintahkan menunjukkan dokumen diri seperti KTP, SIM, dan KTA, dan Dokumen kendaraan seperti STNK serta kelengkapan kendaraan. hal ini merupakan komitmen dari Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irawan S.Ik.,MTr.Oplsa., dalam penegakan kedisiplinan anggota Polres pasuruan kata AKP Arif saat ditemui awak media terkait kegiatan yang dilakukan personil Propam pagi hari ini. kami akan terus berusaha untuk melaksanakan tugas pokok kami kata AKP Arif yaitu penegakan disiplin Anggota. kegiatan ini akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan dan akan dilaksanakan bukan hanya di lingkungan polres tetapi juga di polsek polsek jajajaran Polres Pasuruan. semoga kegiatan yang kami lakukan ini bisa meningjatkan kepercayaan publik kepada kepolisian khususnya polres pasuruan tutup AKP Arif(Qomar)PROPAM POLRES PASURUAN CEK SEMUA KENDARAAN YANG DIPAKAI PERSONIL POLRES
“Pentingnya Pola Asuh Anak yang Tepat Jadi Topik Parenting Day di SMPN 1 Salak”
Ketua Tim Penggerak PKK Pakpak Bharat, Ny. Juniatry Fran Bernhard Tumanggor menjadi Narasumber dalam “Parenting Day’ yang diselenggarakan SMP N 1 Salak di Gedung Serba Guna, Salak (09/10/2025).
Dalam forum yang diikuti para orang tua siswa SMP N 1 Salak ini, Nia sapaan akrabnya berbicara banyak tentang bagaimana memahami perasaan sebagai seorang ibu, bapak dan anak dalam hubungan keluarga.
Manusia mengalami beragam perasaan dari emosi sepanjang hidupnya. Namun apakah kita sudah mengendalikan perasaan-perasaan tersebut? Bagaimana kita menerima emosi baik, buruk, dan jelek. Semuanya berperan dalam kita menjalani hidup yang bahagia, bijaksana, dan bermakna terutama dalam keluarga. Nia menyampaikan bahwa ternyata anak-anak menyerap dan meniru perilaku orang tua sebagai proses belajar alami untuk memahami dan berinteraksi dengan dunia sosial mereka.
Menurut penelitian, porsi terbesar sumber kebahagiaan anak adalah orang tuanya. Anak yang bahagia cenderung akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih positif, lebih mudah berteman dan diajak bekerjasama, termotivasi untuk belajar, serta memiliki empati yang besar, jelas Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor.
Parenting Day ini diselenggarakan SMP N 1 Salak dengan mengundang seluruh orang tua peserta didik di sekolah ini dengan mengambil tema “Pentingnya pola asuh anak yang tepat sebagai pondasi pembentukan karakter, prestasi dan relasi sosial anak”. Kepala SMP N 1 Salak, Tumpak Banurea, S.Th menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menciptakan guru dan orang tua yang hebat, serat mampu memahami kebutuhan anak sesuai karakter mereka masing-masing.
Kami temukan bahwa ternyata perilaku anak-anak kita berbeda-beda setiap tahun. Maka untuk tujuan itu kami bentuk kelas binaan yang langsung ditangani oleh guru-guru bimbingan konseling yang kami punya. Anak-anak yang memiliki karakter perilaku yang agak berbeda dari yang lain, katakanlah agak bandal, kurang disiplin dan sebagainya, mereka dibimbing dan dibina dikelas binaan. hasilnya kami lihat perilaku-perilaku buruk anak semakin hilang, jelas Tumpak Banurea.
Selain Ny. Juniatry Franc berhard Tumanggor, dalam kegiatan ini juga menghadirkan Sri Ngayomi Yudha Wastuti, S.Psi, M.Psi, seorang psikolog dari Universitas Muhamadyah Sumatera Utara sebagai pembicara. Dia berbicara banyak bagaimana mengatasi perilaku penyimpangan perilaku anak termasuk kecanduan game online dan media sosial, terpapar konten negatif, gaya hidup yang tidak sesuai dengan usianya sendiri, hubungan percintaan dan nikah usia dini, anak merokok dan menggunakan vape, kemampuan akademik anak rendah, labil dalam mengendalikan emosi, serta kurangnya sopan santun anak.
Dengan parenting yang tepat, sinergitas yang baik antara sekolah dan orang tua dalam membimbing anak menuju masa depan yang lebih baik serta meningkatkan potensi akademik anak-anak. Namun demikian peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ini semua, jelas Sri Ngayomi.
Selain seminar parenting ini, bersamaan di lokasi yang sama juga diselenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Puskesmas Salak, layanan administrasi kependudukan berupa Karut Keluarga, KTP, Kartu Identitas Anak dan berbagai layanan kependudukan lainya oleh Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kabupaten Pakpak Bharat.Tumangger
“Bupati Pakpak Bharat Bagikan Bantuan Beras untuk Lansia”
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bersama istri, Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor membagikan paket Bantuan Rehabilitas Sosial Cluster Lansia bagi ratusan Lansia se Kabupaten Pakpak Bharat.
Bantuan beras ini dibagikan ditengah tantangan harga sembako terutama beras yang sedang mengalami kenaikan di seluruh negeri.
Harapan kita, bantuan ini kiranya membawa manfaat, membantu meringankan beban hidup mereka dan memberikan semangat untuk terus berjuang, Ini adalah cerminan bahwa disetiap kesulitan, selalu ada kebaikan yang dibagikan, dan kami percaya, bahwa seluruh wilayah Kabupaten Pakpak Bharat akan bisa menikmati setiap kebaikan ini, lewat sentuhan program pembangunan yang adil dan merata, ucap Franc Bernhard Tumanggor.
Bantuan rehabilitasi sosial kluster lansia adalah program Pemerintah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai layanan seperti pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial, dukungan keluarga, dan terapi fisik/psikososial. Bantuan ini disalurkan baik dalam bentuk sembako, permakanan, uang tunai, atau bentuk lain yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Kami sungguh terharu, dan berterimakasih kepada Pemerintah, kepada bapak Bupati kami yang selalu memperhatikan kami, semoga kedepan Pakpak Bharat semakin baik, semakin nduma rakyatnya, ucap Likardo Manik, salah seorang penerima manfaat.(Tumangger)
Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 58 Korban Robohnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
SURABAYA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil melakukan identifikasi terhadap 4 kantong jenazah korban peristiwa robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, pada Selasa (14/10/2025) malam mengatakan bahwa pembaruan ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi yang telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya.
“Perkembangan proses operasi DVI, terkait dengan identifikasi jenazah korban robohnya bangunan pada Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, hari ini Tim DVI berhasil identifikasi 4 kantong jenazah,” kata Kombes Pol Abast.
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menyampaikan hasil identifikasi terbaru itu adalah Empat kantong jenazah yang terdiri dari Tiga jenazah dan Satu body part.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 14 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 4 kantong jenazah yang terdiri dari 3 jenazah dan 1 body part,” jelas Kombes Khusnan.
Keempat kantong jenazah tersebut teridentifikasi sebagai berikut:
- Post Mortem RSB B-029, teridentifikasi melalui DNA dan medis, cocok dengan Ante Mortem 002, atas nama Ubay Dinhai Azkal Askia, laki-laki (15), warga Dusun Batoporo, Batoporo Timur, Kedungdung, Sampang.
- Post Mortem RSB B-036, teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti (barang kepemilikan), cocok dengan Ante Mortem 063, atas nama M. Muhfi Alfian, laki-laki (16), warga Perum The Sun Village C-14, RT 014 RW 003, Damarsi, Buduran, Sidoarjo.
- Post Mortem RSB B-053, BP-056.B, dan BP-062, merupakan satu identitas, teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti, cocok dengan Ante Mortem 033, atas nama Abdul Halim, laki-laki (16), warga Bulak Banteng Madya 10/14, RT 001 RW 009, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya.
- Post Mortem RSB BP-035.B, teridentifikasi melalui uji DNA, cocok dengan korban hidup Ante Mortem atas nama Nur Ahmad Ramatulloh.
Kombes Pol Khusnan menambahkan, hingga hari ini total 58 korban telah berhasil diidentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima Tim DVI.
Dari data 63 korban yang dilaporkan hilang, masih terdapat Lima orang yang belum ditemukan.
Dengan teridentifikasinya 4 kantong jenazah ini, Lima kantong jenazah masih berada di kamar jenazah RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lanjutan.
“Semoga amal ibadah adik-adik kami yang menjadi korban, diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin ya robbal alamin,” ungkap Kombes Pol Khusnan.
Ia juga menjelaskan bahwa terhadap korban hidup yang menjalani tindakan amputasi, Tim DVI turut melakukan pemeriksaan DNA untuk memastikan kesesuaian identitas.
“Yang dilakukan amputasi kami lakukan tes DNA juga. Jadi nanti tergabung keluarganya apakah nanti diambil atau kami yang mengirim ke sana,” pungkasnya.
Dengan hasil terbaru ini, Polda Jawa Timur memastikan proses identifikasi terus dilakukan dengan cermat dan penuh kehati-hatian.
Hal itu demi memberikan kepastian identitas bagi seluruh korban tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. (*)
Polda Jatim Tegaskan Pemeriksaan Saksi Kasus Ponpes Al-Khoziny Dilakukan Bertahap dan Sesuai Prosedur
SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus melanjutkan proses penyidikan terkait peristiwa robohnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (14/10/2025).
Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, saat ini tim gabungan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) maupun Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim tengah memeriksa sejumlah saksi.
Pemeriksaan ini kata Kombes Pol Abast guna mendalami adanya dugaan unsur pidana dalam kejadian tersebut.
Kombes Pol Abast menegaskan penyidikan kasus ini juga dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan para ahli dari berbagai bidang, termasuk ahli pidana, ahli konstruksi, dan ahli forensik.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan komprehensif dan berbasis keilmuan,” terang Kombes Pol Abast.
Mantan Kabid Humas Polda Jabar ini menambahkan, sebelumnya sebanyak 17 saksi telah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan.
Kini, sejak dimulainya tahap penyidikan pada Senin (13/10/2025), penyidik mulai melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi tambahan.
Menurut Kombes Pol Abast, pada pemeriksaan awal itu, penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mencari keterangan yang dapat membuktikan terkait dugaan adanya unsur pidana, baik itu disengaja maupun karena kelalaian.
“Seluruh proses pemeriksaan tentu dilakukan berdasarkan aturan hukum yang berlaku, sesuai ketentuan hukum acara pidana dan KUHAP,” tegas Kombes Pol Abast.
Masih kata Kombes Pol Abast, prosedur pemanggilan saksipun juga dijalankan sesuai mekanisme dan tenggang waktu yang diatur.
“Jadi terkait dengan pemanggilan dan pemeriksaan saksi tentu harus berdasarkan aturan. Proses hukum ada tahapan administrasi dan prosedur. Nah, hal ini yang kami lakukan sejak Senin kemarin,” ujar Kombes Pol Abast.
Setelah proses pemeriksaan saksi rampung, nantinya penyidik akan menganalisis berbagai keterangan yang diperoleh, termasuk dokumen dan bukti yang sudah dikumpulkan.
“Hasil analisis ini akan menjadi dasar penyidik dalam menentukan arah penyidikan selanjutnya dan baru kami akan sampaikan update perkembangan penanganan proses penyidikan,” tuturnya.
Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, saat ini pihaknya belum dapat menyebutkan secara spesifik siapa saja saksi yang telah diperiksa, baik yang berasal dari pihak pondok, pihak luar, maupun pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan proses pembangunan.
“Apakah itu saksi baru atau saksi awal, tentu tidak bisa kami sebutkan saat ini. Karena ini masih berproses,” tegasnya.
Dikatakan Kombes Pol Abast, penyidik masih mendalami apakah keterangan saksi yang sudah diberikan dapat diperdalam untuk mencari penyebab pasti dan siapa yang bertanggung jawab atas robohnya bangunan tersebut.
Ia menekankan bahwa penyidik akan berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka serta proses identifikasi jenazah yang masih berlangsung oleh tim DVI Polda Jatim.
“Tentu kita harus menghargai dan menghormati proses tersebut, sehingga tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Pemeriksaan saksi akan berjalan bertahap dan kami mohon waktu,” pungkasnya.
Polda Jatim memastikan akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik dan media setelah seluruh tahapan analisis dan pemeriksaan selesai dilakukan. (*)
Polres Sumenep Edukasi Masyarakat Tertib Lalin Melalui Polantas Menyapa
SUMENEP – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep Polda Jatim menggelar kegiatan “Polantas Menyapa bersama Duta Lalu Lintas 2025” di Pos KTL Simpang 3 Stadion Sumenep, Selasa (14/10/2025).
Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dewiyani menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polisi Lalu Lintas terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Kami ingin terus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujar AKP Ninit.
Lebih lanjut, AKP Ninit menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat tidak terorganisir seperti pengendara harian, pedagang kaki lima, maupun pengguna jalan umum perlu terus dilakukan secara humanis dan berkelanjutan.
“Melalui program Polantas Menyapa ini, kami berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat,” tambahnya.
AKP Ninit berharap masyarakat bisa lebih memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas serta mendukung terciptanya kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Sumenep.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Para peserta juga tampak antusias mendengarkan penyuluhan serta menerima berbagai materi terkait etika dan keselamatan berkendara.
Satlantas Polres Sumenep berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan pendekatan edukatif dalam menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep. (*)
Ruko Citra Mas Block A3 dan A4 jalan Poros, di Duga menyalahi Izin.
Karimun, Pembangunan Ruko sepanjang jalan Poros, Kec. Tebing ,Kel. Harjosari samping SPBU Poros di duga menyalahi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PPG), Diduga. Tidak sesuai dengan Izin PPG yang ada, di Karenakan ada Penambahan Bangunan diatasnya, yang Awalnya Dua lantai menjadi Tiga Lantai. Ketika Awak media ini Mengkonfirmasi salah seorang yang ada disana mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik Ruko tersebut Selasa 14 /Oktober/25.
Ketua Forum komunikasi Rakyat Indonesia Karimun Edward Simanjuntak Mengatakan, Banyak Bangunan Yang ada Karimun, yang di duga menyalahi Izin, Apakah Dinas PU yang Kurang Tegas atau dalam Hal ini ada Hal lain?
Edward meminta kiranya Dinas PUPR, jika ada pengusaha -pengusaha yang menyalahi Aturan Agar menindak Tegas, karena ini merimbas bagi PAD atau pendapatan atau Pajak yang di peroleh.
Pihak PUPR dalam Hal ini Bidang Rata Ruang belum dapat di konfirmasi, menurut sumber Di Lapangan di Duga Pemilik dari Ruko yang sedang di Bangun tersebut bernama Miko salah satu Pengusaha Armada Penyeberangan Very. Pasaribu.
Provider Solnet Dikarimun Di duga Tidak Punya Izin Beroperasi, APH Diminta Bertindak Tegas.
Karimun.Provider Solnet cabang karimun diduga melakukan pemasangan pencatolan kabel ke tiang listrik PLN yang Jelas -jelas milik Negara. Di duga tidak mengantongi izin dari Pihak PLN.,Hal ini di Benarkan oleh Kepala Teknik PLN Ghani, Gani membenarkan Bahwa Provider Solnet tidak ada mengantongi Izin dari PLN ,dalam bentuk Apapun.
Media juga meminta konfirmasi ke kominfo bidang konsultan dudi menyampaikan jika provider Solnet tidak ada izin dari kominfo.
Pihak provider Solnet ketika dikonfirmasi di Kantor nya mengatakan, Saat ini Solnet sudah mempunyai Izin dari PLN dan Keminfo, bertolak belakang dari keterangan Kepala Teknik PLN Karimun Gani ketika di wawancarai di Kantor nya. Pihak Solnet dengan percaya diri mengaku sudah mengantongi Izin dari Pihak PLN dan Keminfo.
Ketua Forum komunikasi Rakyat Indonesia Karimun Edward Simanjuntak, ketika Turun Kelapangan mengatakan seharusnya Pihak APH terutama Pihak PLN harus tegas, apalagi dengan seberautnya Kabel” Internet yang ditakutkan tidak Safety, jangan sampai nanti ada korban jiwa, baru bergerak apalagi sudah tidak mempunyai izin.
” Kabel-kabel ini sudah lama numpang di PLN Bang, masa pihak PLN tidak tau, jadi wajar kita menduga-duga , ada kutipan atau udang di sebalik baru di Oknum PLN.
Pasaribu, Bersambung
“Pabrik Tahu Rumahan di Pakpak Bharat Beromzet Rp 600 Ribu Perhari”
Di kecamatan Siempat Rube ada pabrik tahu rumahan yang kini beromzet hingga 600 ribuan perhari. Pabrik tahu rumahan milik keluarga Sarihon Tindaon ini ada di desa Siempat Rube I, telah berdiri sejak enam bulan lalu.
Kepada Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Pakpak harat, Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor yang datang berkunjung beberapa waktu lalu, Sarihon Tindaon berkisah awal merintis usaha tahu dan tempe rumahan ini. Dia melihat kebutuhan tahu dan tempe di Kabupaten Pakpak Bharat selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Aceh dan Dairi yang menjadi pemasok utama.
Padahal rata-rata keluarga di Kabupaten Pakpak Bharat pasti mengkonsumsi tahu dan tempe ini paling tidak tiga kali seminggu, bahkan ada yang sampai setiap hari. Belum lagi untuk usaha UMKM seperti penjual gorengan, rumah makan, dan aneka makanan kecil lain. Ini sangat berpeluang, ungkap dia.
Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor berjanji akan membantu mempromosikan serta membantu mengambangkan usah rumahan ini kedepan.
Nanti akan kita lihat bersama, mungkin di Bidang UMKM akan bisa membantu, selain itu nanti kita ba tu pemasarannya juga, ucap dia.
Dari usaha rumahan ini, Sarihon Tindaon kini mampu menghasilkan uang hingga 600 ribuan perhari. Untuk pemasaran dia mulai menjalin kerja sama dengan beberapa kios dan penjual sayur di kota Salak dan Siempat Rube.(Tumangger)
Ratusan Pelajar MAN Pemalang Penuh Ceria Ikuti Cek Kesehatan Gratis ( CKG)
Gempurnews | Pemalang – Ratusan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang, antusias mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis ( CKG) yang menjadi bagian program unggulan Pemerintah,para Siswa siswi dengan penuh ceria dan semangat memadati halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan CKG pada hari
Selasa (14/10/25)
Tiyas Nurdiyanti selaku koordinator penanggung jawab kegiatan CKG menyampaikan kegiatan ini merupakan program nasional dan sasaran kami adalah para pelajar, dikarenakan untuk menditeksi sejak dini kondisi kesehatan siswa, dan program ini memberikan rasa kepedulian pemerintah dan sekolah dalam membantu menditeksi resiko kesehatan pelajar sehingga siswa dapat mengetahui kesehatan tubuh mereka sendiri termasuk potensi resiko yang mungkin tanpa disadari. “ujar tiyas.
Ia juga menjelaskan pemeriksaan bagi para pelajar meliputi berbagai aspek dasar seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, cek gula darah, tes pengeliatan, pendengaran, serta kesehatan gigi dan mulut. “tambahnya.
Di kesempatan yang sama Humas MAN Pemalang Ibu Endang, menyambut baik dengan adanya program ini,sehingga melalui CKG ini dapat menditeksi sedini mungkin kesehatan para pelajar.
Siswa yang dicek mulai dari kelas X sampai kelas XII, sehingga nantinya kita bisa tahu jejak rekam kesehatan mereka dan untuk mengantisipasi kedepan, Ia menuturkan pihaknya akan terus mendukung program Cek Kesehatan Gratis bagi pelajar. “ucap Humas MAN Pemalang.
Pemeriksaan CKG ini dilakaukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang dan hasil data kesehatan siswa akan dicatat dan di analisis untuk menditeksi pola resiko kesehatan yang signifikan yang kemudian dapat ditindaklanjuti dengan rujukan atau penyuluhan kesehatan sekolah.
(yn26)
